LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Articles
584 Documents
Pembuatan Bahan Bakar Minyak Solar 48 Bertitik Nyala Minimum 550C dan 520C Melalui Cutting Distillation
Emi Yuliarita
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 1 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.1.679
Pada saat ini batasan titik nyala yang ditentukan untuk minyak Solar 48 di Indonesia adalahminimum 60°C, yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. Oleh karena itu penelitianini bertujuan untuk membuat minyak Solar 48 dengan titik nyala minimum 55oC dan 52oC denganmenggunakan metode cutting distillation. Proses cutting distillation dilakukan terhadapcampuran 50:50 minyak tanah dan minyak solar pada temperatur penguapan distilat berkisarantara 10% sampai 40% dari volume distilat. Sisa campuran bahan bakar yang diperoleh daripemotongan distilasi yang mempunyai angka setana paling mendekati 48 digunakan sebagaikomponen dasar untuk pembuatan minyak Solar 48 bertitik nyala 55oC dan 52oC. Kemudianfraksi nafta digunakan untuk membuat penyesuaian titik nyala.Berdasarkan hasil uji sifat-sifat fisika/kimia minyak solar 48 bertitik nyala 55oC dan 52oCyang dihasilkan dalam penelitian ini adalah sesuai dengan spesifikasi minyak Solar 48 yangberlaku di Indonesia sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Dirjen Migas No. 3675 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006.
Rancang Bangun Adsorben Mercury Removal
Lisna Rosmayati;
Yayun Andriani;
Yusep K Caryana
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 1 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.1.680
Sebagian besar gas bumi (natural gas) mempunyai kandungan merkuri dengan jumlah kecil(trace). Kehadiran merkuri dalam gas bumi sekalipun dalam jumlah yang kecil dinilai merugikankarena dapat menyebabkan korosi pada peralatan dan fasilitas proses di industri migas. Prosesadsorpsi merupakan proses yang paling sesuai untuk memisahkan merkuri dalam gas bumi danrancang bangun alat adsorpsi merkuri merupakan salah satu solusi untuk meminimalkan kandunganmerkuri dalam gas bumi. Kinerja alat rancang bangun adsorben mercury removal dengan kondisipercobaan menggunakan data optimum dari hasil aktivasi adsorben karbon yang telahdikarakterisasi. Kondisi optimum percobaan yaitu menggunakan adsorben karbon yang berukuran70 mesh, diaktivasi pada temperature 700oC, direndam setelah aktivasi selama 12 jam dan posisitabung adsorben vertikal. Hasil pengukuran merkuri (Hg) menunjukkan bahwa adsorben karbonaktif pada kondisi percobaan tersebut mampu menyerap merkuri (Hg) sebesar 27.629,94 μg/m3.  Â
Cadangan Strategis Minyak untuk Keamanan Energi Indonesia
Maizar Rahman
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 1 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.1.681
Gangguan pasokan minyak mentah dan bahan bakar minyak berakibat parah kepadaperekonomian negara yang terkena, bahkan juga kepada situasi yang dapat menimbulkanketidakstabilan sosial politik. Untuk itu diperlukan cadangan penyangga energi untuk ketahananenergi negara tersebut.Keamanan energi Indonesia sudah dalam situasi rawan terhadap gangguan pasokan, baikdalam hal distribusi bahan bakar minyak di dalam negeri maupun dalam pengadaan impor minyakmentah untuk kilang-kilang di dalam negeri dan impor bahan bakar minyakUndang-undang dan peraturan-peraturan terkait sudah mengamanatkan ketersediaan energipenyangga ataupun cadangan strategis minyak bumi dan penyediaan bahan bakar minyak nasional.Disarankan agar Indonesia membangun simpanan minyak mentah dan bahan bakar minyak,pada tahap awal, sekurangnya untuk 30 hari impor.Tangki-tangki yang tidak terpakai sepenuhnya yang berada di Pertamina maupun di badanusaha kontrak kerja sama serta di depot-depot dan kilang-kilang dapat dimanfaatkan sebagaipenyimpan cadangan minyak dan bahan bakar minyak.Kerja sama regional ASEAN harus lebih dikonkretkan, untuk dapat memperkuat keamananenergi para anggotanya, terutama di saat kritis atau kelangkaan pasokan.
Evaluasi Metode Estimasi Viskositas Kinematik Campuran Biner Base Oil dan Aditif Viscosity Modifiers (VMs)
Setyo Widodo;
Nelson Saksono Saksono;
Subiyanto Subiyanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 1 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.1.682
Penyusunan formula minyak lumas selalu melibatkan pencampuran base oil dan aditif melaluitahapan estimasi dan formulasi skala laboratorium, dilanjutkan dengan produksi skala komersial.Parameter kunci dalam penyusunan formula adalah viskositas kinematik yang nilainya dapatdihitung secara teoretis dan pengujian laboratorium. Beberapa metode estimasi viskositas campuranyang dikenal antara lain persamaan Refutas, metode Wright, dan metode yang dikembangkandan digunakan dalam American Society for Testing and Material (ASTM D 7152).Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari akurasi ketiga metode tersebut dalam memprediksiviskositas kinematik campuran biner base oil dan aditif. Sampel campuran biner tersusun daridua jenis base oil mineral produksi PT Pertamina (Persero) dan aditif viscosity modifiers (VMs)produksi Lubrizol yang divariasikan pada kisaran konsentrasi 5-30 % berat. Nilai viskositaskinematik diukur pada temperatur uji 40 dan 100oC menggunakan cannon automatic viscometerseries 2000 (CAV 2000) dengan mengacu pada metode uji ASTM D 445. Evaluasi data dilakukanuntuk mendapatkan nilai persen average absolute deviation (%AAD) sebagai indikator akurasihasil estimasi dari setiap metode dibandingkan dengan data empiris.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai %AAD pada 24 data uji dari 12 sampel campuranbiner dan temperatur uji 40oC adalah 10,56 %, lebih rendah dibandingkan persamaan Refutas danmetode ASTM, yaitu 41,19 dan 41,25 %. Pada temperatur uji 100oC nilai %AAD metode Wrightadalah 15,03 %, lebih rendah daripada persamaan Refutas dan metode ASTM yaitu 39,15 dan39,43 %. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode Wright memberikan nilaiestimasi yang lebih akurat dibandingkan dengan persamaan Refutas maupun metode ASTM.
Analisis Tingkat Penguapan pada Minyak Lumas Transmisi
Milda Fibria;
Catur Yuliani R;
M Hanifuddin
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 1 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.1.683
 Proses transmisi roda gigi memungkinkan terjadinya slip yang mengakibatkan terjadinyapemanasan ekstrem di dalam gearbox. Kondisi ini selain dapat mengoksidasi minyak lumasdengan cepat juga akan menyebabkan penguapan berlebih yang berefek pada berkurangnyapelumasan hingga tidak mampu lagi melumasi dengan baik. Untuk mengetahui kehilangan minyaklumas, maka dilakukan pengujian terhadap beberapa minyak lumas transmisi roda gigi padalaboratorium semi-unjuk kerja minyak lumas. Dengan metode ASTM D 5800, minyak lumasdipanaskan pada suhu 2500C selama satu jam dengan tekanan 2 mbar menggunakan alat ujiNoack evaporation tester. Hasilnya adalah pada beberapa minyak lumas roda gigi SAE 90,penguapan yang terjadi cukup besar bahkan mencapai lebih dari 30%. Sehingga pemilihan terhadapbase oil dari pelumas haruslah diperhatikan.
Pemanfaatan Bakteri Thiobacillus Thioparus Untuk Mereduksi Kandungan Sulfur dalam Gas
Syafrizal Syafrizal;
Dianursanti Dianursanti
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 1 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.1.684
Salah satu solusi untuk mereduksi kandungan sulfur menggunakan mikroba yang bersifataerob. Jenis mikroba ini dapat mengoksidasi senyawa sulfur untuk menghasilkan energi. Bakterisulfur dapat menyimpan dan menggunakan sulfur elemental atau komponen organik sulfur untukmetabolisme selnya.Dalam penelitian ini bakteri pereduksi sulfur yang digunakan adalah Thiobacillus thioparus,sedangkan senyawa sulfur yang digunakan natrium tiosulfat (Na2S203) dengan konsentrasi 200,400, dan 600 mg/L.Hasil penelitian menunjukkan, tingkat ketahanan bakteri Thiobacillus thioparus terhadap variasikonsentrasi senyawa sulfur secara umum mengalami fase lag pada 12 jam periode inkubasi. Faseeksponensial terjadi pada periode ini, pertumbuhan bakteri yang sangat cepat selama 30 atau 36jam dan mengalami penurunan populasi pada jam ke-54. Pada tiga perlakuan tersebut semakintinggi konsentrasi substrat, maka aktivitas bakteri dalam laju reduksi akan semakin besar.
Penggunaan Infra Red Oil Analyser untuk Memantau Kondisi Minyak Lumas Mesin Diesel
M Hanifuddin;
Milda Fibria;
Shinta Sari Hastuningtyas
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 1 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.1.685
Pelaksanaan program analisis minyak lumas yang baik akan memberikan petunjuk kondisiminyak lumas selama pemakaian. Analisis ini meliputi karakteristik kandungan aditif, produkprodukoksidasi, dan adanya kontaminan yang terdapat pada minyak lumas. Sampel diperolehdari minyak lumas hasil formulasi dan minyak lumas produksi Pertamina yang ada di pasaranyang diujicobakan pada kendaraan diesel penumpang. Sampling dilakukan pada jarak tempuh 0km, 5000 km, 10000 km, dan 15000 km. Kemudian dilakukan analisis menggunakan FTIR OilAnalyser, yang menghasilkan sembilan utama jenis pengukuran inframerah. Berdasarkan hasiluji menggunakan FTIR Oil Analyser, minyak lumas secara garis besar menunjukkan karakteristikyang bagus sampai jarak tempuh 15.000 km.
Rancangan Dasar Perhitungan Proteksi Katodik dengan Menggunakan Anoda Korban Pada Struktur Baja Anjungan Minyak di Lingkungan Air Laut
Abdoel Goffar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 1 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.1.686
Pembuatan dokumen setiap pekerjaan proyek adalah sangat penting. Penelitian denganperhitungan rancangan dasar proteksi katodik anoda korban pada pile di anjungan lepas pantaidilakukan dengan membuat laporan sebagai dokumen. Dokumen ini berisi laporan yang tersusunsecara sistematika dengan menerangkan pekerjaan proyek meliputi rekayasa dasar untukperhitungan proteksi katodik dan menggunakan anoda korban (sacrificial anode) untuk melindungikorosi pada tiang baja (steel pile) anjungan minyak di lepas pantai. Paper ini menunjukkan tahapanmerancang proteksi katodik sesuai dengan standar dan spesifikasi dari salah satu perusahaanmilik negara Eropa yang beroperasi di Indonesia. Rancangan meliputi perhitungan secara telitikebutuhan arus pile dari anjungan minyak (platform) di lingkungan air laut (lepas pantai). Kerjasama tim insinyur dari berbagai disiplin ilmu yang masing-masing memiliki data lapangan kemudianterkumpul dalam beberapa arsip (file) dalam komputer yang sebagai jejaring (network), sehinggamemudahkan perolehan data secara lengkap. Selain dari pada itu dibutuhkan juga gambar autocadguna mengetahui keadaan sebenarnya instalasi terhadap tiang pancang (pile) anjungan yangdiproteksi katodik. Perhitungan dilakukan dengan menyusun tabulasi secara sistematis danmemudahkan perhitungan dalam komputer secara cepat,sehingga menjadi praktis dan efisien.Hasil dari perhitungan dapat memberi penjelasan terhadap kebutuhan arus pada pile danmemudahkan koreksi apabila ada kesalahan dengan memasukkan semua parameter yang diketahui.Rancangan ini dikenal dengan rekayasa dasar (basic engineering) agar anoda yang tersediadapat memenuhi kebutuhan arus tiang pancang (pile) yang telah ditentukan hingga 20 tahun danmemastikan sistem berjalan sesuai rancangan.
Potensi Pengembangan EOR untuk Peningkatan Produksi Minyak Indonesia
Usman Pasarai
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.687
Basis data cadangan minyak dan gas bumi yang dikelola LEMIGAS menunjukkan bahwasekitar 62% dari isi awal minyak ditempat masih tertinggal dalam reservoar setelah pengurasanprimer dan sekunder. Jumlah terbesar dari potensi enhanced oil recovery (EOR) tersebut beradadi wilayah Sumatera Tengan dan Selatan. Dominan dari potensi ini merupakan kandidat aplikasiEOR injeksi kimia dan CO2. Sebagian kecil saja dari minyak ini dapat diproduksi akan memberikontribusi yang berarti dalam meningkatkan produksi minyak Indonesia di masa mendatang.Implementasi EOR adalah proses yang kompleks dan setiap reservoar memerlukan spesifikoperasi dan fluida injeksi. Oleh karena itu, proses evaluasi dan pengembangan proyek EORperlu dilakukan sistimatis dan bertahap dari seleksi, evaluasi, uji coba hingga tahap aplikasi dilapangan. Berbagai inovasi teknologi telah dikembangkan untuk menghasilkan perbaikan dalamproses EOR. Paper ini menguraikan potensi EOR Indonesia serta sebarannya dan bidang riset yangperlu dikembangkan LEMIGAS untuk mendukung aplikasi EOR secara komersial di Indonesia.Sepintas deskripsi mengenai teknologi EOR juga disertakan dalam paper ini.
Injeksi Surfaktan Polimer dengan Pola Quartered Five Spot pada Reservoir Minyak
Edward ML Tobing
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.688
Hasil screening metoda Enhanced Oil Recovery (EOR) pada reservoir minyak “Q†menunjukkanbahwa metoda EOR yang cocok diterapkan adalah injeksi kimia surfaktan-polimer. Uji terhadapair formasi, minyak, surfaktan dan polimer, serta penentuan campuran surfaktan-polimer untukinjeksi pada reservoir tersebut telah dilakukan. Campuran konsentrasi optimum yang diperolehterdiri atas 0.005% berat surfaktan dan 0.05% berat polimer. Pemodelan simulasi injeksi surfaktanpolimerke dalam reservoir minyak dengan pola quartered five spot telah dilakukan menggunakansimulator injeksi kimia tiga dimensi UTCHEM. Model tersebut digunakan untuk mengetahuipengaruh injeksi surfaktan-polimer tersebut terhadap peningkatan perolehan minyak. Denganmenggunakan konsentrasi surfaktan-polimer tersebut di atas, yang kemudian dinyatakan sebagaibase case dengan rancangan urutan injeksi terdiri atas 0.65 PV air formasi yang dilanjutkan dengan0.4 PV Surfaktan-Polimer dan kembali dilakukan injeksi 1.45 PV air formasi, dan menghasilkankumulatif perolehan minyak sebesar 79.52% OOIP. Berdasarkan model base case tersebut,selanjutnya dilakukan uji sensitivitas perolehan minyak terhadap parameter volume kumulatifinjeksi air dan surfaktan-polimer, konsentrasi surfaktan dan polimer. Dari hasil uji sensitivitas,kemudian dipilih dari ketiga parameter tersebut yang optimum dan menghasilkan kumulatifperolehan minyak sebesar 85.1% OOIP.