cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 584 Documents
Efek Berat Molekul Polietilen Glikol (PEG) pada Membran Selulosa Asetat terhadap Selektifitas Pemisahan Gas CO2/CH4 Anda Lucia; Adiwar Adiwar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.689

Abstract

Pemisahan gas CO2 pada gas alam telah dilakukan dengan distilasi kriogenik dan adsorpsi.Namun belakangan ini, proses pemisahan CO2 menggunakan membran menunjukan cukupberpotensi dikarenakan kesederhanaannya, mudah dikontrol, kompak, murah dan pemakaian energiyang sedikit. Penggunaan membran dengan fasilitas perpindahan lebih menarik perhatian sepertimembran dengan pembawa tetap (fixed carrier) karena mempunyai kelebihan yaitu disampingdaya tahan yang cukup baik, juga dapat ditingkatkannya permeabilitas dan selektifitas membranterhadap pemisahan gas diakibatkan reaksi reversible antara pembawa dalam membran. Penelitianini diarahkan pada pemakaian PEG dengan berbagai berat molekul sebagai pembawa tetap danbertujuan untuk mengetahui pengaruh berat molekul PEG terhadap selektifitas pemisahan. Membrandengan pembawa PEG dapat menghasilkan laju permeasi sebesar 2.55 x 10–6 cm3 (STP) cm-2 s-1cm Hg pada tekanan 20 psi.
Pemodelan Sekuestrasi Gas CO2 pada Saline Aquifer dengan Mekanisme Perubahan Fase dan Alterasi Mineral Septi Anggraeni; Edward ML Tobing
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.690

Abstract

Salah satu teknologi yang dapat diterapkan untuk mengatasi terbuangnya emisi gas CO2 keatmosfir bumi dari industri yang menggunakan bahan bakar fosil adalah Carbon Capture andStorage (CCS). Dengan teknologi ini emisi gas CO2 dapat dipisahkan, disalurkan dan kemudiandiinjeksikan ke tempat penyimpanan (sekuestrasi) di formasi geologi, atau dalam rangka penerapanEnhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi dari reservoir minyak pada tahaptersier. Emisi gas CO2 tersebut dapat juga disimpan pada depleted reservoir gas, lapisan batubaraatau saline aquifer (reservoir air bersalinitas tinggi). Sebagai tempat penyimpanan gas CO2,saline aquifer dianggap cukup aman karena dengan berjalannya waktu, maka gas CO2 yang larutdalam air garam akan mengalami proses mineralisasi dan pengendapan. Di dalam reservoir salineaquifer, mekanisme penyimpanan gas CO2 terdiri atas tiga tahap yaitu pada tahap pertama, gasCO2 akan disimpan sebagai gas atau fluida supercritical pada reservoir yang mempunyai lapisantidak permeabel sebagai lapisan penutup (cap rock). Pada tahap kedua, gas CO2 akan larut kedalam air yang mengakibatkan perubahan sifat kebasaan air dan memengaruhi kelarutan mineralyang terkandung dalam batuan. Dan tahap ketiga, gas CO2 akan berinteraksi dengan mineralyang terkandung dalam batuan dan menghasilkan mineral baru yang dapat menyimpan gas CO2.Pemodelan simulasi sekuestrasi gas CO2 pada saline aquifer berbentuk radial satu dimensi telahdilakukan dengan menggunakan simulator ToughReact yang dapat merepresentasikan mekanismepenyimpanan gas CO2 tersebut diatas dan memperkirakan kapasitas atau kemampuan reservoirmenyimpan gas CO2. Selain itu dapat diketahui penyebaran distribusi saturasi gas CO2, perubahanpH yang mengakibatkan proses geokimia antara gas CO2 dengan mineral dalam batuan pasir sertamineral yang terbentuk dari proses geokimia, dan perubahan porositas akibat perubahan mineral.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi gas CO2 yang dapat tersekuestrasi secara permanenpada saline aquifer untuk laju alir injeksi sebesar 90 kg/detik, 140 kg/detik dan 190 kg/detik selama10 tahun masing masing sebesar 28.4 juta ton, 44.2 juta ton, dan 60.0 juta ton CO2.
Gas Bumi untuk Bahan Bakar Gas dan Bahan Baku Petrokimia A.S Nasution; Abdul Haris; Morina Morina; Leni Herlina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.691

Abstract

Gas bumi adalah suatu campuran gas hidrokarbon yang dipakai baik sebagai bahan bakar gasmaupun dapat dikonversi menjadi produk petrokimia, bahan bakar minyak sintetik dan bahan dasarpelumas sintetik. Pemakaian gas bumi untuk bahan bakar gas, bahan baku untuk industri petrokimia,bahan bakar minyak sintetik dan bahan dasar pelumas disajikan pada makalah ini.
Pemilihan Umpan Kilang Berdasarkan Pendekatan Jenis Minyak Bumi dan Perolehan Distilasi Maizar Rahman; Yuflinawati Away; Baity Hotimah; Adiwar Adiwar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.692

Abstract

Lemigas sebagai Litbang lewat program Evaluasi Mutu Minyak Bumi telah menginventarisasijenis dan karakter minyak bumi Indonesia. Data jenis dan karakter minyak bumi Indonesia initelah disajikan dalam Buku Minyak Bumi Indonesia edisi 1 sampai 4 dan Pangkalan Data MinyakBumi Indonesia versi 1 sampai 3. Beberapa program atau pendekatan seperti Crude Oil Blendingdan Crude Oil Grading telah disusun untuk memanfaatkan data jenis dan karakter minyak bumiIndonesia tersebut. Dalam makalah ini dikemukakan suatu cara pemilihan minyak bumi substitusiumpan kilang sebagai pengganti minyak bumi umpan disain kilang. Cara pemilihan ini dilakukanlewat pendekatan jenis minyak bumi dan perolehan distilasi. Pendekatan lewat jenis minyak bumidilakukan untuk mendapatkan sifat produk minyak bumi yang dihasilkan sama atau lebih baikdari sifat produk yang dihasilkan umpan disain kilang. Pendekatan lewat yield distilasi dilakukanuntuk mendapatkan perolehan produk bumi yang dihasilkan sama atau mendekati perolehan produkyang dihasilkan umpan disain kilang. Pemilihan minyak bumi baik dalam bentuk individual ataudalam bentuk blending sebagai pengganti minyak bumi Katapa dari sejumlah minyak bumi, yangdikemukakan dalam makalah ini sebagai contoh kasus menghasilkan dua minyak bumi individualdan satu minyak bumi blending yang dapat dipakai sebagai pengganti minyak bumi Katapa.
Efisiensi Katalitik Konverter dalam Mengurangi Emisi Karbon Monoksida dan Hidrokarbon pada Bahan Bakar Bensin 88 Maymuchar Maymuchar; Dimitri Rulianto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.693

Abstract

Karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) merupakan sebagian dari gas buang produk dariproses pembakaran pada mesin kendaraan. Salah satu usaha untuk mengurangi gas buang ini adalahdengan menggunakan teknologi aftertreatment. Teknologi aftertreatment pada kendaraan berbahanbakar bensin adalah katalitik konverter. Proses oksidasi yang terjadi pada katalitik konverter akanmengubah sebagian CO dan HC menjadi CO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui effisiensikatalitik konverter pada kendaraan yang berbahan bakar bensin 88 tanpa timbal. Pengukuran emisigas buang dilakukan sebelum uji jalan (0 km), setiap 2.500 km sampai 10.000 km. Effisiensikatalitik konverter dalam menurunkan emisi CO sebesar 31,4% pada jarak tempuh 0 km danmenurun menjadi 25,9% pada jarak tempuh 10.000 km. Sedangkan effisiensi katalitik konverterdalam menurunkan emisi HC sebesar 29,9% pada jarak tempuh 0 km dan menurun menjadi 13,2%pada jarak tempuh 10.000 km. Kandungan sulfur dan timbal serta teknologi mesin menjadi faktormempercepat turunnya efisiensi katalitik konverter.
Oksidasi Katalitik Karbon Monoksida pada Katalis Pt-Zeolit Alam Berpromotor Serium Chairil Anwar; Maizar Rahman
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.694

Abstract

Oksidasi katalitik karbon monoksida dilakukan menggunakan katalis yang dipreparasi dariplatina (Pt) sebagai logam aktif, promotor logam serium (Ce) dan berpenyangga zeolit alam.Preparasi katalis dilakukan dengan metode impregnasi basah secara bertahap dengan variasikonsentrasi Ce dan urutan impregnasi Ce. Prekursor katalis kemudian dikalsinasi, direduksi dandikarakterisasi. Hasil karakterisasi menggunakan difraktometer sinar-x menunjukkan adanyaperbedaan ukuran partikel dan ragam spesies logam Pt. Aktivitas katalitik pada oksidasi karbonmonoksida memberikan hasil konversi terbaik sebesar 99,63% pada temperatur 700°C.
Pengujian kinerja terbatas Minyak Solar Bertitik Nyala 55oC dan 52oC pada Bangku Uji Multisilinder Emi Yuliarita
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.695

Abstract

Dalam penelitian terdahulu telah dilakukan pembuatan bahan bakar minyak solar 48 bertitiknyala 55oC dan 52oC melalui cutting distillation. Dari hasil analisis sifat-sifat fisika/kimia masingmasingminyak solar bertitik nyala 55oC dan 52oC yang didapatkan, dapat memenuhi spesifikasiminyak solar 48 yang di tetapkan pemerintah sesuai dengan surat keputusan Dirjen Migas No.3675 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006. Selanjutnya untuk melihat kinerja (performance)dari masing-masing bahan bakar tersebut maka dilakukan pengujian kinerja terbatas terhadapmasing-masing bahan bakar minyak solar bertitik nyala 55oC dan 52oC pada bangku uji multisilinder(Multisylinder Test Bench) dengan menggunakan mesin diesel Isuzu 4JA1) pada tiga kategoribeban. Hasil uji kinerja secara keseluruhan memperlihatkan bahwa minyak solar bertitik nyala55oC dan 52oC sedikit lebih kecil dari minyak solar bertitik nyala 60oC. Namun emisi gas buangkepekatan asap/opasitas minyak solar bertitik nyala 55oC dan 52oC jauh lebih rendah disbandingminyak solar bertitik nyala 60oC.
Fluida Incompressible sebagai Penyalur Tenaga dalam Sistem Hidrolik Tertutup Rona Malam Karina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.696

Abstract

Fluida incompressible adalah cairan yang penggunaannya sebagai penyalur tenaga dalam sistemhidrolik karena sifatnya dalam sistem tertutup seperti dalam sistem bejana berhubungan, yangdapat juga disebut minyak rem. Kerja sistem rem dari master silinder ke piston untuk mentransferenergi mekanis dapat menghasilkan panas akibat gesekan antara minyak rem dengan permukaansalurannya. Kondisi tersebut menyebabkan minyak rem harus memiliki spesifikasi khususberkaitan dengan perubahan suhu, yaitu titik didih dan sifatnya yang tidak berubah drastis padasuhu tinggi. Penelitian ini bertujuan menghasilkan formula minyak rem DOT 3 untuk kendaraanbermotor menggunakan bahan dasar dan pelarut kimia dengan perbandingan komposisi ± 20%dan ± 80%, serta ditambahkan sedikit aditif. Hasil yang diperoleh dari analisis karakteristik fisikakimia serta semi unjuk kerjanya menunjukkan bahwa dari empat formula yang dirancang terdapatsatu formula yang hasil analisisnya memenuhi syarat spesifikasi minyak rem DOT 3, yaitu formulaFMR 4. Namun, kualitas yang sebenarnya dapat dilihat dalam uji performa apabila diaplikasikanpada sistem pengereman kendaraan bermotor.
Geologi Penginderaan Jauh Dalam Studi Evaluasi Lahan Migas di Cekungan Kutei Atas Bagian Utara Suliantara Suliantara
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.697

Abstract

Cekungan Kutei Atas Bagian utara terletak di Hulu Sungai Mahakam, Hulu Sungai Sangata,Sungai Bungalon, dan Sungai Marah Kalimantan Timur. Kegiatan eksplorasi migas telah banyakdilakukan akan tetapi belum menemukan cadangan yang signifikan. Studi ini bertujuan untuk mengetahuikondisi geologi permukaan, digunakan beberapa jenis citra satelit, yaitu citra PALSAR, CitraLandsat, dan Citra SRTM. Perangkat lunak pengolah citra professional Envi 4.0 dan ERMapper7.0 diaplikasikan atas data citra sehingga menghasilkan citra yang memberikan informasi kondisigeologi. Hasil pengolahan ketiga citra yang mampu memberikan informasi kondisi geologi daerahkajian dikelola dalam basis data sistem informasi geografi (SIG) dengan sistem koordinat WGS’84.Interpretasi secara simultan terhadap data citra tersebut menghasilkan informasi geologi yang berupasatuan batuan dan struktur geologi pada perangkat lunak Map Info. Interpretasi geologi daerahkajian menghasilkan peta geologi penginderaan jauh, yang memperlihatkan dua puluh empat (24)satuan batuan, struktur lipatan yang berarah relatif utara – selatan, dan sesar yang berarah relatifbaratlaut – tenggara dan utara – selatan. Daerah Muara Wahau – Muara Marah dan Daerah Ritan –Muara Bengkal berpotensi untuk eksplorasi migas lanjut. Kombinasi citra satelit PALSAR, SRTM,dan Landsat mampu meningkatkan perolehan informasi geologi dalam kegiatan Kajian EvaluasiLahan Migas di Cekungan Kutei Atas Bagian Utara.
Perbandingan Biaya pada Teknik-Teknik Remediasi Tanah Tercemar Minyak Bumi R Desrina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 3 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.3.698

Abstract

Remediasi tanah tercemar minyak bumi telah banyak dilakukan oleh perusahaan minyak bumidi Indonesia. Di antaranya yang telah menjadi acuan adalah Surat Keputusan Menteri NegaraLingkungan Hidup Nomor 128 Tahun 2003, tentang tata cara remediasi tanah tercemar minyakbumi secara biologis. Pada hakekatnya, remediasi tanah tidak hanya dapat dilakukan dengancara biologis saja. Teknik-teknik remediasi non-biologis yang memanfaatkan sifat-sifat fisikadan kimia kontaminan juga dapat digunakan, misalnya teknik desorpsi termal dan teknik cucilahan. Keberhasilan bioremediasi masih menjadi bahan polemik, mengingat berbagai senyawaatau komponen hidrokarbon di dalam minyak bumi mempunyai sifat rekalsitran. Polemik ini jugamenyangkut tentang biaya operasional yang sering dikatakan bahwa biaya bioremediasi lebihmurah dibanding dengan biaya cara-cara non-biologis. Tulisan ini mencoba menjabarkan hasilstudi tentang perbandingan biaya dari beberapa teknik remediasi. Diharapkan tulisan ini dapatdigunakan sebagai pedoman bagi para industri minyak pengguna teknologi remediasi maupunpemerintah sebagai regulator lingkungan. Dan pada kelanjutannya, dapat pula diterbitkan pedomanbagi tata cara teknik remediasi secara non-biologis.

Filter by Year

1980 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue