cover
Contact Name
Fadhlan Muchlas Abrori
Contact Email
fadhlan1991@gmail.com
Phone
+6281944925268
Journal Mail Official
fadhlan1991@gmail.com
Editorial Address
Jl. Amal Lama No. 1, Tarakan
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Borneo Journal of Biology Education (BJBE)
ISSN : 27156826     EISSN : 27146073     DOI : https://doi.org/10.35334/eb19ds70
Core Subject :
Borneo Journal of Biology Education, this journal provides opportunities for the researchers and practitioners to share information, ideas, and critical analysis in biological research and biology education. Because of the development of research topics in biology, education, and biology learning, the result of research in biology and its applications in teaching and learning can be useful for the future improvement. The Borneo Journal of Biology Education publishes papers twice in a year, every June and October. This journal publishes original papers with topics: Biology education, Teaching and learning biology, Zoology, Botany, Microbiology, Ecology, Environment, Applied Biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
IDENTIFIKASI PERAN PEMERINTAH DALAM KONSERVASI HUTAN DI KOTA TARAKAN Jufri Khairul Syahban
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/m28gsy91

Abstract

Konservasi hutan lindung memiliki banyak manfaat yang penting untuk menjaga lingkungan, keanekaragaman hayati, dan kesejahteraan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah dalam konservasi hutan di Kota Tarakan dan penerapan hasil penelitian peran pemerintah dalam konservasi hutan Kota Tarakan, pada mata kuliah Pendidikan konservasi hutan dan laut tropis di jurusan Pendidikan Biologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengenai peran pemerintah selanjutnya dianalisis keterkaitannya dengan rencana pembelajaran semester (RPS) untuk mengetahui potensi penerapannya di Jurusan Pendidikan Biologi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa peran pemerintah Kota Tarakan telah melakukan upaya konservasi sesuai dengan Peraturan pemerintah No. 23 Tahun 2021 yaitu melakukan perencanaan kehutanan, pengelolaan hutan lindung, melakukan penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, serta penyuluhan dan melakukan pengawasan hutan lindung. Berdasarkan hasil analisis pemanfaatan hasil penelitian sebagai sumber belajar, maka penelitian ini berpotensi sebagai sumber belajar pada Mata Kuliah Pendidikan Konservasi Hutan dan Laut Tropis di Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan.
Jenis Tumbuhan Anggrek di Kawasan Hutan Bukit Mas Tarakan sebagai Bahan Ajar Desi Wahyuni; Alfi Suciyati; Nur Fitriana Sam
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cfg9ys37

Abstract

Keanekaragaman anggrek memiliki nilai ekologis, ekonomis, dan edukatif, namun informasi tentang anggrek di Kawasan Hutan Bukit Mas Kota Tarakan masih terbatas sehingga belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber bahan ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman anggrek serta potensinya sebagai bahan ajar biologi. Penelitian bersifat kuantitatif dengan metode jelajah (eksploratif) dengan menggunakan teknik purposive sampling yang berdasarkan aksesibilitas dan keberadaan anggrek yang tumbuh alami di sepanjang jalur hutan. Hasil penelitian menemukan 579 individu dari dua spesies, yaitu Bromheadia finlaysoniana (Lindl) sebanyak 576 individu dan Dendrobium crumenatum Sw sebanyak 3 individu. Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus Indeks Shannon–Wiener, nilai keanekaragaman pada anggrek Bromheadia finlaysoniana (Lindl) diperoleh sebesar 0,912 dan pada anggrek Dendrobium  crumenatum Sw sebesar 0,636, yang keduanya termasuk dalam kategori rendah. Rendahnya keanekaragaman anggrek dapat dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan adanya perubahan fungsi hutan menjadi area joging yang menyebabkan habitat anggrek berkurang. Hasil ini dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran biologi pada materi Keanekaragaman Hayatı kelas X (Fase E) SMA/MA kurikulum Merdeka, serta dapat digunakan dalam bentuk diskusi, studi kasus, dan proyek berbasis masalah untuk menganalisis rendahnya keanekaragaman dan pentingnya pelestarian anggrek di lingkungan sekitar
Penerapan Model Teams Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar dan Rasa Percaya Diri Peserta Didik Kelas XE3 SMAN 1 Palu Pada Materi Perubahan Lingkungan Mardhiyah Noor Arifah; Musdalifah Nurdin; Suwito Suwito
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/hd1yqx43

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan keaktifan beljar dan rasa percaya diri peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dengan media kartu soal domino pada materi perubahan lingkungan di kelas XE3 SMAN 1 Palu. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi pada setiap siklus. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta divalidasi menggunakan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TGT menggunakan media kartu soal domino mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Keaktifan peserta didik pada siklus I mencapai 59,89% (kategori cukup tinggi) dan meningkat menjadi 74,93% (kategori tinggi) pada siklus II. Sementara itu, ketuntasan hasil belajar siswa naik dari 75% pada siklus I menjadi 91,66% pada siklus II.
Identifikasi Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Mata Pelajaran IPA di SMP Negeri Tarakan Maria Matius Amba; Listiani Listiani; Alfi Suciyati
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/hbrtcx18

Abstract

Kesulitan belajar adalah suatu keadaan dimana peserta didik tidak dapat belajar dengan baik, yang disebabkan oleh adanya ancaman, hambatan maupun gangguan dalam belajar. Dalam pembelajaran IPA di SMP Negeri 9 Tarakan, hal ini terlihat dari rendahnya hasil belajar, kesulitan memahami istilah ilmiah, serta anggapan bahwa IPA merupakan pelajaran yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) serta mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab kesulitan tersebut. Metode yang digunakan adalah Mixed Method dengan pendekatan explanatory sequential mixed method, yaitu pengumpulan data kuantitatif terlebih dahulu melalui angket, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif melalui wawancara untuk memperkuat hasil temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar pada materi IPA yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi minat, motivasi, kesiapan, dan perhatian siswa yang memiliki proporsi sebesar 21,58%, dengan minat sebagai faktor yang paling dominan. Faktor eksternal mencakup lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat, dengan kontribusi sebesar 32,68%. Faktor eksternal yang paling dominan adalah lingkungan masyarakat dengan proporsi sebesar 11,80%. Data ini menunjukkan bahwa faktor eksternal memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan faktor internal dalam menimbulkan kesulitan belajar siswa. Berdasarkan data penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh eksternal berupa lingkungan masyarakat memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap kesulitan belajar IPA. Kondisi lingkungan belajar yang kurang mendukung menjadi hambatan utama dalam pencapaian hasil belajar siswa.
ANALISIS KETERAMPILAN LITERASI SAINS SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN INSTRUMEN TOSLS Nur Fatimah; Aidil Adhani; Silfia Ilma
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/4pk12786

Abstract

Scientific literacy is being able to understand scientific concepts and principles. It invoves using skills, attitudes, and khowledge, and making decisions based on the khowledge that has been acquired. The present research aimed to determine the scientific literacy skills of Muhammadiyah Tarakan High School students using TOSLS instrumen. This research was TOSLS (Test of Scientific Literacy Skills) in the form of a multiple-choice test. The sample consisted of all students in class XI MIA of SMA Muhammadiyah Tarakan. The research result showed that the skills aspect of understanding the investigation method that leads to scientific knowledge was 51.54% classified into very poor category. The skills aspect of organizing, analysing, and interpreting quantitative data and scientific information was 71.50% classified onto fair category. The mean score of both aspects was 61.47% classified into fair category. Based on the result of data analysis, it indicated that the students were more likely to have skills in managing quantitative data compared to understanding scientific methode because skills in managing quantitative data were more often used in learning than understanding scientific steps. This was proven by the percentage result of the second aspect which was higher than that of the first aspect. The recommendation that can be offered in this research is that the learning process is axpected to give more emphasis on the skills aspect in understanding investigation method and scientific kjowledge. It is suggested that the learning should be more emphasis on the skills aspect of understanding investigation method that leads to scientific literacy skills.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) TERHADAPHASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 SEBATIK Mariani Mariani; Fitri Wijarini; Nursia Nursia
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/wxk7c424

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the impact of employing Student Work Sheets  based on scientific method skills on the learning outcomes of students at SMA Negeri 1 Sebatik. The quantitative descriptive techniques used in this study. All of the students in class XI PSP SMA Negeri 1 Sebatik made up the study's population. With a total sample size of 36 students, the sampling technique used purposive sampling. Using a multiple-choice test with 30 questions and 12 indicators, including using as many senses as possible, looking for differences and similarities, contrasting characteristics, concluding, stating what happened in situations that have not been observed, seeking explanations, formulating questions based on hypotheses, choosing the tools and materials/resources to be used, and choosing what would be implemented in the form of what, science process skills were measured. The N-Gain Test and the Paired Sample T- test were used to examine the research findings. The paired sample t-test showed a tvalue of -18.168 with a significance level of less than 0.05, or (0.001), meaning 0.001 < 0.05, signifying that H0 was rejected and H1 was accepted. The findings of the N-Gain Test value were 0.7705 with high criteria. The use of Student Work Sheets (LKS) based on Science Process Skills (KPS) was effective on learning outcomes students at SMA Negeri 1 Sebatik as shown by the significant difference between the average pretest and posttest scores and the achievement of class mastery learning outcomes reached a score of 75% with a KKM (minimun score standart) score of 72.
PEMAHAMAN GENERASI MUDA TERHADAP PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL SUKU DAYAK KENYAH DESA PUNAN GONG SOLOK KECAMATAN MALINAU SELATAN HILIR Lidia Lidia
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/6pe62v25

Abstract

The Dayak Kenyah tribe in Punan Gong Solok Village, South Hilir Malinau District has traditions that are still maintained to this day. One tradition that is still maintained is using plants as traditional medicine. The research goal was to determine the younger generation’s understanding regarding the use of plants as traditional medicine for the Dayak Kenyah Tribe in Punan Gong Solok Village, South Hilir Malinau District. The method used in this research was descriptive qualitative. Presentation of data through observations and interviews with 24 young generation respondents from the Dayak Kenyah tribe in Punan Gong Solok Village with an age range of 17-35 years supported by documentation. The research was conducted in October 2023. The research subjects were the young generation of the Dayak Kenyah tribe in Punan Gong Solok Village. The results showed that there were more young people from the Dayak Kenyah tribe who did not understand the use of traditional medicinal plants from the Dayak Kenyah tribe and the smallest percentage was the younger generation who understood the use of traditional medicinal plants Dayak Kenyah tribe. So, the younger the age, the less understanding the younger generation has regarding the use of traditional medicinal plants from the Dayak Kenyah tribe.
Secondary Metabolite Compounds and Secretory Structures of Medicinal Plants in the Piperaceae Family Darius Rupa; Amran Suparman; Zulfadli Zulfadli
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/xrv5j894

Abstract

Species in the Piperaceae family have various benefits and can be used as medicines to treat different kinds of diseases. The metabolite secondary compounds in medicinal plants forms the basis of their medicinal properties, which have been utilized by various ethnics in Indonesia, such as the Dayak Kenyah tribe. This tribe uses plants from the Piperaceae family as traditional medicine. The use of these plants as medicine makes it necessary to analyze the secondary metabolite compounds and the location of their accumulation within the secretory structures using histochemical methods. Plant identification was carried out through direct interviews with local informants and verification at the Herbarium, Indonesian Institute of Sciences. Based on the research results, the plant organs used were mainly leaves, which are generally used as remedies for fever. The secretory structures found include idioblast cells and glandular trichomes, which commonly contain alkaloid and terpenoid compounds. The results of this study strengthen the evidence for the medicinal potential of the four Piperaceae species: Piper betle, Piper porphyrophyllum, Piper officinarum, and Piper ungaramense and indicate that they can be further developed through secretory cell culture techniques.
JENIS - JENIS POHON YANG MENJADI SARANG BURUNG CUCAK KELING (Aptonis panayesis) DI KECAMATAN TERNATE UTARA, MALUKU UTARA Marlia Husen; Ningsi Saibi; Magfirah Rasyid; Yusmar Yusuf; WD. Syarni Tala; Aswal Salewangeng
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cae6pk30

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam hayati yang melimpah, salah satu kekayaan fauna yang dimiliki Indonesia yaitu burung. Burung yang ada disuatu habitat memiliki peran tersendiri terhadap ekosistem dan dapat menjaga keanekar agaman hayati menyeluruh dari rantai makanan dan jaring makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pohon yang menjadi sarang Burung Cucak Keling (Aptonis panayesis) di Kecamatan Ternate Utara, dengan metode penelitian survei lapangan, jelajah bebas, vegetasi yang dimanfaatkan oleh burung sebagai habitat untuk bersarang, beristirahat, mencari makan, berkembangbiak dan lainnya. Didapatkan 3 jenis pohon yang menjadi sarang oleh burung cucak keling (Aptonis p anayesis) yaitu di kelurahan Salero (Ailanthu altissima; 1, Samanea saman; 1), di Kelurahan Tafure (Albizia c hinensis; 1), di Kelurahan Dufa- dufa ( Samanea saman; 1), dan Kelurahan Akehuda (Samanea saman; 1).
Kognitif Tidak Bergantung Pada Indeks Massa Tubuh (IMT): Analisis Hubungan Status Gizi Terhadap Hasil Belajar Muhammad Khisam Alwi Mubin; Nur Fitriana Sam; Yogho Prastyo
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/zc5cz462

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah metode sederhana untuk mengevaluasi status gizi seseorang. Hasil belajar kognitif adalah perubahan perilaku yang terjadi setelah belajar dan berkaitan dengan kapasitas individu dalam hal memori, pemahaman, penerapan, evaluasi, dan pertumbuhan intelektual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara hasil belajar kognitif siswa di SMPN 8 Tanjung Selor dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) siswa. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun mayoritas siswa mengalami malnutrisi atau gizi kurang, hasil belajar kognitif mereka sangat baik. Nilai p-value, atau tingkat signifikansi, menurut hasil Uji Spearman adalah 0,055 > 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa tidak berhubungan secara signifikan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Secara teoritis, penelitian ini memajukan bidang pendidikan dan ilmu kesehatan, terutama terkait hubungan antara keberhasilan akademik dan status gizi. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi panduan bagi para pendidik, orang tua, dan sekolah, memotivasi mereka untuk berfokus pada motivasi, strategi pembelajaran, dan lingkungan belajar, di samping pertimbangan pola makan, guna meningkatkan hasil belajar siswa.

Page 2 of 3 | Total Record : 28