cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
curricula@upi.edu
Editorial Address
Program Studi Pengembangan Kurikulum, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Curricula: Journal of Curriculum Development
ISSN : 29647339     EISSN : 28307917     DOI : https://doi.org/10.17509/curricula
Core Subject :
Curricula: Journal of Curriculum Development is an open access and peer-reviewed journal published by Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) MoU file. The journal includes particular interests in issues related to research results on curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Curricula: Journal of Curriculum Development aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education. This journal is published quarterly, in March, June, September, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
The future of midwifery education: Student-centered learning and digital technology Mutmainah Wisesa; Ari Indra Susanti
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.85269

Abstract

Midwifery education in the digital era faces challenges and great opportunities to integrate the Student-Centered Learning (SCL) approach with digital technology to improve the quality of learning. This study aims to identify the effect of SCL and digital technology integration on the effectiveness of midwifery education. This study uses a literature review method with a search strategy based on the PICO framework, and article selection from databases such as Scopus, ScienceDirect, and Web of Science. From 17,648 articles collected, inclusion and exclusion criteria were applied until 18 relevant main articles were obtained for in-depth analysis. Based on the results of the literature synthesis, it can be concluded that integrating SCL and digital technology significantly influences the effectiveness of midwifery education. The implication is that midwifery educational institutions must design a curriculum that is adaptive, innovative, and responsive to technological developments and 21st-century learning needs.   Abstrak Pendidikan kebidanan di era digital menghadapi tantangan sekaligus peluang besar untuk mengintegrasikan dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan relevan. Salah satu pendekatan yang potensial adalah integrasi Student-Centered Learning (SCL) dengan teknologi digital guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh integrasi SCL dan teknologi digital terhadap efektivitas pendidikan kebidanan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan strategi pencarian berdasarkan kerangka PICO, dan seleksi artikel dari basis data seperti Scopus, ScienceDirect, dan Web of Science. Dari 17.648 artikel yang terkumpul, diterapkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 18 artikel utama yang relevan untuk dianalisis secara mendalam. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa integrasi pendekatan SCL dengan teknologi digital memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa, pemahaman materi, serta kualitas hasil pembelajaran. Temuan ini mengimplikasikan bahwa institusi pendidikan kebidanan perlu menyusun kurikulum yang inovatif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi serta tuntutan pembelajaran abad ke-21 guna mencetak lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global. Kata Kunci: e-learning; pendidikan kebidanan; SCL; student-centered learning; teknologi digital
Zero waste training based on ecological entrepreneurship Bandung City Budi Santoso; Suwatno Suwatno; Nani Sutarni; Achmad Hufad; Hady Siti Hadijah; Purnomo Purnomo; Mohamad Hadi Ali Mutamam; Diemas Arya Komara
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.84795

Abstract

Ecologically Entrepreneurship is an entrepreneurship approach that holistically solves environmental and social problems, creating sustainable and inclusive business models. This research aims to empower vulnerable women in Cigending Village, Bandung, through training based on the zero waste concept and ecological entrepreneurship. Teaching how to process household waste, such as used cooking oil, into valuable products such as aromatherapy candles, the training focused on creating sustainable economic opportunities. The method used in the implementation of this activity is a participatory approach through the stages of planning, execution, evaluation, and mentoring. The results of the training show that participants not only gained practical skills in waste management but also understood the importance of environmental sustainability and the economic potential that can be derived from waste management. Furthermore, this training introduced the concept of ecological entrepreneurship, which can help participants develop environmentally sustainable businesses. In conclusion, empowerment through zero waste training based on ecological entrepreneurship can provide positive impacts on the economy and environment, as well as contribute to improving the welfare of vulnerable women in Cigending Village.   Abstrak Kewirausahaan Ekologis adalah pendekatan kewirausahaan yang memecahkan masalah lingkungan dan sosial secara holistik, menciptakan model bisnis yang berkelanjutan dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan wanita rentan di Kelurahan Cigending, Kota Bandung, melalui pelatihan berbasis konsep zero waste dan kewirausahaan ekologis. Pengajaran cara mengolah limbah rumah tangga, seperti minyak jelantah, menjadi produk bernilai jual seperti lilin aromaterapi, pelatihan ini berfokus pada menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pendampingan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta tidak hanya memperoleh keterampilan praktis dalam pengolahan limbah, tetapi juga memahami pentingnya keberlanjutan lingkungan dan peluang ekonomi yang dapat dihasilkan dari pengelolaan limbah. Selain itu, pelatihan ini memperkenalkan konsep kewirausahaan ekologis yang dapat membantu peserta untuk mengembangkan usaha berbasis lingkungan yang berkelanjutan. Kesimpulannya, pemberdayaan melalui pelatihan zero waste berbasis kewirausahaan ekologis dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi dan lingkungan, serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan wanita rentan di Kelurahan Cigending. Kata Kunci: ekonomi berkelanjutan; kewirausahaan ekologis; limbah; pemberdayaan perempuan; zero waste
Artificial Intelligence (AI) trends in higher education learning: Bibliometric analysis Ai Pemi Priandani; Cepi Riyana; Asep Herry Hernawan; Laksmi Dewi; Mario Emilzoli; Gema Rullyana
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.86165

Abstract

The development of artificial intelligence (AI) technology has driven significant transformations in higher education. The integration of AI in learning offers the potential to increase the effectiveness, efficiency, and personalization of data-driven learning. This study aims to conduct a comprehensive bibliometric analysis of AI research trends in higher education learning, tracing publication patterns, source distribution, geographic distribution, and emerging themes in academic literature. The study uses a quantitative descriptive method with bibliometric analysis of Scopus publication data 2018–2023. The analysis was conducted using VOSviewer to map bibliographic relationships between publications, sources, authors, countries, and keywords. The results show that AI publications in higher education have increased rapidly, especially in 2023. The dominant themes are "artificial intelligence" and "higher education", with the latest trend towards "generative AI" and "ChatGPT". Publications appear in many interdisciplinary journals of social and computer sciences, with the United States, China, Australia, and the United Kingdom dominating research contributions. The findings provide a systematic overview of the development of AI research in higher education and serve as a strategic basis for educators, researchers, and policymakers in designing effective and sustainable AI integration in higher education.   Abstrak Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mendorong transformasi signifikan dalam pendidikan tinggi. Integrasi AI dalam pembelajaran menawarkan potensi peningkatan efektivitas, efisiensi, dan personalisasi pembelajaran berbasis data. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis bibliometrik komprehensif terhadap tren penelitian AI dalam pembelajaran pendidikan tinggi, menelusuri pola publikasi, distribusi sumber, persebaran geografis, dan tema yang muncul dalam literatur akademik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis bibliometrik data publikasi Scopus 2018–2023. Analisis dilakukan menggunakan VOSviewer untuk memetakan hubungan bibliografis antara publikasi, sumber, penulis, negara, dan kata kunci. Hasil menunjukkan publikasi AI dalam pendidikan tinggi mengalami peningkatan pesat, terutama tahun 2023. Tema dominan adalah "artificial intelligence" dan "higher education", dengan tren terkini mengarah pada "generative AI" dan "ChatGPT". Publikasi banyak muncul di jurnal interdisipliner ilmu sosial dan komputer, dengan Amerika Serikat, Tiongkok, Australia, dan Inggris mendominasi kontribusi penelitian. Temuan memberikan gambaran sistematis perkembangan penelitian AI dalam pendidikan tinggi dan menjadi dasar strategis bagi pendidik, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam merancang integrasi AI yang efektif dan berkelanjutan di perguruan tinggi. Kata Kunci: analisis bibliometrik; desain pembelajaran; kecerdasan buatan; pembelajaran; pendidikan tinggi
Digitalizing midwifery education: Trends, tools, and transformation Mona Melisa; Ari Indra Susanti
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.84476

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the field of education, including midwifery education. The integration of technology into the learning process is believed to improve the quality of education and the competencies of midwifery students. This study aims to explore the use of technology in midwifery education and its impact on student learning outcomes. A scoping review was conducted using the PEO framework (Population, Exposure, Outcome), focusing on midwifery students, the use of technology, and learning effectiveness. Literature was collected from databases such as PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar, using keywords related to technology implementation, learning effectiveness, and midwifery education. Articles were selected based on systematically defined inclusion and exclusion criteria. Descriptive analysis was used to identify key themes, types of technology applied, and their effects on the learning process. The findings indicate that e-learning, virtual reality, and artificial intelligence are the most commonly used technologies. These tools have been shown to enhance theoretical understanding, practical skills, and learning motivation. However, challenges such as limited access, insufficient faculty training, and unequal infrastructure remain. Therefore, well-planned and sustainable implementation strategies are needed to optimize the use of technology in midwifery education.   Abstrak Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk di bidang kebidanan. Integrasi teknologi dalam proses pembelajaran diyakini mampu meningkatkan mutu pendidikan dan kompetensi mahasiswa kebidanan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi dalam pendidikan kebidanan dan dampaknya terhadap hasil belajar mahasiswa. Metode yang digunakan adalah tinjauan skoping dengan pendekatan PEO (Population, Exposure, Outcome) yang memfokuskan pada mahasiswa kebidanan, penggunaan teknologi, dan efektivitas pembelajaran. Literatur dikumpulkan dari basis data seperti PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan implementasi teknologi efektivitas pembelajaran, dan pendidikan kebidanan. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan secara sistematis. Analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi tema utama, jenis teknologi yang digunakan, serta dampaknya terhadap proses pembelajaran. Hasil menunjukkan bahwa e-learning, realitas virtual, dan kecerdasan buatan merupakan teknologi yang paling sering digunakan. Ketiga teknologi ini terbukti meningkatkan pemahaman teoretis, keterampilan praktik, dan motivasi belajar mahasiswa. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses, kurangnya pelatihan dosen, dan infrastruktur yang belum merata masih menjadi kendala. Oleh karena itu, diperlukan strategi implementasi yang terarah dan berkelanjutan agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal dalam pendidikan kebidanan. Kata Kunci: implementasi; pendidikan kebidanan; teknologi
The impact of Canva-assisted project-based learning on IPAS learning results Farah Amelia; Desak Made Darmawati
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.83873

Abstract

The Canva-assisted project-based learning model is an innovation for teachers to make learning interactive with the help of technology in the digital era of education. This model integrates Canva as a project of the learning process. This research was conducted because of the low learning outcomes of Natural and Social Sciences (IPAS) grade 5 SDN Jatibening 4 Bekasi on the material of the parts of the eye. This research was conducted through a quantitative experimental method with a quasi-experimental design involving an experimental class and a control class, both of which were given a pretest and a post-test. The findings of this study indicate that the project-based learning model assisted by Canva has a significant effect on the achievement of IPAS learning outcomes in grade 5 SDN Jatibening 4 Bekasi. The conclusion obtained is that the experimental class and control class have different average learning outcomes. The average value of the experimental class exceeds the average value of the control class, so it can be said that the Canva-assisted project-based learning Model is proven effective in the learning process in the classroom.   Abstrak Model project based learning berbantuan Canva ialah sebuah inovasi bagi guru untuk membuat pembelajaran menjadi interaktif dengan bantuan teknologi di pendidikan era digital. Model ini mengintegrasikan Canva sebagai proyek dari proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan karena rendahnya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas 5 SDN Jatibening 4 Bekasi pada materi bagian-bagian mata. Penelitian ini dilaksanakan melalui metode kuantitatif eksperimen dengan desain Quasi Experimental Design yang melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol yang keduanya akan diberikan pretest dan post-test. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan model project based learning berbantuan Canva memberikan pengaruh secara signifikan terhadap pencapaian hasil belajar IPAS kelas 5 SDN Jatibening 4 Bekasi. Kesimpulan yang didapatkan yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai rata-rata hasil belajar yang berbeda. Nilai rata-rata kelas eksperimen melebihi nilai rata-rata kelas kontrol sehingga dapat dikatakan model project based learning berbantuan Canva terbukti efektif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Kata Kunci: Canva; hasil belajar; IPAS; project-based learning
Students’ perception of using the RealLife English application for practicing English speaking skills Najah Athirah; Ahmad Amin Dalimunte
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.84588

Abstract

Speaking is one of the most important skills for communication, but students still face a myriad of problems. This study explores students' perceptions of using RealLife English application for practicing English speaking skills. This study used a qualitative approach with a case study design. The participants in this study were ten eleventh-grade students from one of the high schools in Medan. Data were collected through observation and interviews during seven days of application usage. Data analysis was conducted using the thematic analysis method. The results showed that the use of the RealLife English application provided a positive perspective on the development of students' speaking skills. Students reported better confidence, speaking fluency, better pronunciation, and better vocabulary acquisition. Application features such as voice and video calls, podcasts, TV series, movies, and fire streak were highly influential in creating an interactive learning experience and encouraging consistency in practice. However, some technical challenges, such as internet network interruptions, annoying advertisements, and limited access to premium features, are obstacles faced by students. The implication of this study shows that the RealLife English application can be an alternative media for practicing students' speaking skills independently and flexibly.   Abstrak Berbicara merupakan salah satu kompetensi penting untuk berkomunikasi, namun segudang masalah masih banyak dihadapi siswa. Penelitian ini mengeksplorasi persepsi peserta didik dalam menggunakan aplikasi RealLife English dalam melatih kemampuan berbicara bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini adalah sepuluh peserta didik kelas sebelas dari salah satu sekolah menengah atas di Medan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara selama tujuh hari penggunaan aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi RealLife English memberikan perspektif positif terhadap perkembangan kemampuan berbicara peserta didik. Peserta didik mengalami peningkatan kepercayaan diri, kelancaran berbicara, pelafalan yang lebih baik, dan penguasaan kosakata yang lebih baik. Fitur-fitur aplikasi seperti panggilan suara dan video, podcast, serial TV dan film, dan fire streak sangat berpengaruh dalam menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan mendorong konsistensi dalam berlatih. Namun, beberapa tantangan teknis seperti gangguan jaringan internet, iklan yang mengganggu, dan keterbatasan akses ke fitur premium menjadi kendala yang dihadapi oleh peserta didik. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi RealLife English dapat menjadi media alternatif dalam melatih kemampuan berbicara peserta didik secara mandiri dan fleksibel. Kata Kunci: aplikasi seluler; kemampuan berbicara; pembelajaran mandiri; persepsi peserta didik
Training and simulation of the German A2-Level writing exam for SMA/SMK students Novia Anjani Dewi; Ending Khoerudin; Lucky Herliawan Y. A.; Tri Indri Hardini
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.85731

Abstract

This research is part of the Community Service Program (PkM) designed to help high school students in the Bogor area improve their skills in taking the A2 level German writing exam (Goethe-Zertifikat A2). This activity is also part of the preparation for the National German Language Olympics. The problem arises due to students' lack of understanding of the question and digital exam formats. Therefore, providing tools and training that can help overcome technical challenges and improve German writing skills is essential. This research aims to develop a training program and exam simulation based on the Moodle LMS (simujerman.com) specifically for writing skills. The method applied in this training program is a blended learning approach. The materials covered include an introduction, exam format, targeted practice questions, and simulations to improve students' readiness for the actual exam at the Olympiad. The evaluation results showed a significant improvement in students' writing skills. Thus, using the Moodle LMS has proven to facilitate self-directed learning while enhancing the effectiveness of preparation for the German language writing skills exam at the A2 level. The findings of this paper are expected to serve as a model for the development of technology-based learning, particularly in foreign language instruction.    Abstrak Penelitian ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dirancang untuk membantu siswa SMA/SMK di wilayah Bogor meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi ujian menulis bahasa Jerman tingkat A2 (Goethe-Zertifikat A2). Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan untuk Olimpiade Bahasa Jerman tingkat Nasional. Permasalahan muncul karena kurangnya pemahaman siswa terhadap bentuk soal dan format ujian digital. Oleh karena itu, pentingnya untuk menyediakan alat dan pelatihan yang dapat membantu mengatasi kendala teknis serta meningkatkan kemampuan menulis bahasa Jerman. Tujuan penelitian ini berfokus dalam mengembangkan program pelatihan dan simulasi ujian berbasis LMS Moodle (simujerman.com) khusus untuk keterampilan menulis. Metode yang diterapkan dalam program pelatihan ini adalah dengan pendekatan blended learning. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan, format ujian, latihan soal terarah, serta simulasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi ujian sesungguhnya di olimpiade. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis siswa secara signifikan. Dengan demikian, pemanfaatan LMS Moodle ini terbukti memberikan kemudahan dalam pembelajaran mandiri sekaligus meningkatkan efektivitas dalam persiapan ujian keterampilan menulis bahasa jerman tingkat A2. Hasil dari penulisan karya ilmiah ini diharapkan dapat menjadi model untuk pengembangan pembelajaran berbasis teknologi, terutama dalam pengajaran bahasa asing. Kata Kunci: blended learning; LMS moodle; olimpiade bahasa Jerman; ujian menulis bahasa Jerman
Development of electrical power learning video media with project-based learning models Sucihati Said; Pattaufi Pattaufi; Arnidah Arnidah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.86702

Abstract

Learning at Vocational High Schools, which seems monotonous, requires updates to the learning media so that students can easily understand the material. This research aims to develop learning video media based on Project-Based Learning (PjBL) in the subject of Fundamentals of Electricity Engineering in Vocational Schools. The development model used is the synthesis of three popular models (ADDIE, Four-D, and Borg and Gall) through five stages, namely analyzing the needs and characteristics of students, media design, product development, limited trials, and product evaluation. The video media was developed based on the stages of PjBL, including problem identification, planning, project implementation, and evaluation-reflection. Validation was carried out by material experts and media experts. Practicality and effectiveness were tested through student and teacher response questionnaires and a pretest-posttest. The results showed that the developed media was easy to use and interesting, as evidenced by the increase in students' learning outcomes after using the media. The developed learning media is declared feasible, practical, and effective to support learners' active involvement in project-based learning, improve their concept understanding, and creative thinking skills.   Abstrak Pembelajaran pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terkesan monoton memerlukan pembaruan pada media pembelajaran supaya peserta didik mudah memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran berbasis Project-Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Ketenagalistrikan di SMK. Model pengembangan yang digunakan merupakan hasil sintesis dari tiga model populer (ADDIE, Four-D, dan Borg and Gall) melalui lima tahapan yaitu analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik, perancangan media, pengembangan produk, uji coba terbatas, serta evaluasi produk. Media video dikembangkan berdasarkan tahapan PjBL meliputi identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan proyek, dan evaluasi-refleksi. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Kepraktisan dan efektivitas diuji melalui angket respon peserta didik dan guru serta pretest–posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan mudah digunakan dan menarik dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penggunaan media. Media pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk mendukung keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran berbasis proyek, meningkatkan pemahaman konsep, dan keterampilan berpikir kreatif mereka. Kata Kunci: ketenagalistrikan; project-based learning; sekolah menengah kejuruan; video pembelajaran
The effect of the Lola Speak application on students’ pronunciation skills Tara Arini; Yani Lubis
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.84667

Abstract

The integration of Mobile-assisted Language Learning (MLL) tools, such as the Lola Speak app, offers an innovative pathway to improving English pronunciation skills. This study aims to investigate the effectiveness of Lola Speak in improving students’ pronunciation. The rationale for this study lies in the persistent challenges faced by learners in acquiring accurate pronunciation using traditional methods, which often lack interactivity and real-time feedback. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental pre-test and post-test design. The sample consisted of 60 high school and university students in Medan, divided into an experimental and a control group. Quantitative data were analyzed using paired t-tests to measure improvement within each group, and independent two-sample t-tests to compare results between groups, with a significance level of 0.05. The results showed a significant improvement in the experimental group's pronunciation ability compared to the control group. These findings suggest that the use of mobile applications such as Lola Speak positively contributes to the improvement of English pronunciation ability. Thus, this application can be an effective supporting resource in English learning in the digital era.   Abstrak Integrasi alat pembelajaran bahasa berbantuan seluler (Mobile-assisted Language Learning atau MALL), seperti aplikasi Lola Speak, menawarkan jalur inovatif untuk meningkatkan keterampilan pengucapan bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas Lola Speak dalam meningkatkan pengucapan siswa. Dasar pemikiran penelitian ini terletak pada tantangan terus-menerus yang dihadapi oleh pelajar dalam memperoleh pengucapan yang akurat menggunakan metode tradisional, yang sering kali kurang interaktivitas dan umpan balik waktu nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental pre-test dan post-test. Sampel terdiri dari 60 siswa di SMA dan universitas di Medan yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji t berpasangan untuk mengukur peningkatan dalam setiap kelompok, dan uji t dua sampel independen untuk membandingkan hasil antar kelompok, dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan pelafalan kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi mobile seperti Lola Speak berkontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan pelafalan bahasa Inggris. Dengan demikian, aplikasi ini dapat menjadi sumber daya pendukung yang efektif dalam pembelajaran bahasa Inggris di era digital. Kata Kunci: Lola Speak; pelafalan; pembelajaran bahasa berbantuan seluler
Pelajar Pancasila character development through digital literature in high school Imas Komala; Ramadiani Ramadiani; Zeni Haryanto
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.84785

Abstract

Digital literature, broadly defined as any text consumed on a screen, creates a reading environment that pulses with interactivity. This research presents a systematic review examining the contribution of digital reading materials to the formation of Pancasila character among high school students in Indonesia. The purpose of this study is to investigate whether digital literature can genuinely help high school students grow into more Pancasila-minded citizens. The methodology employed is a qualitative literature review, analyzing empirical, methodologically sound, pertinent, and recent articles published between 2021 and early 2025. Google Scholar served as the primary search hub, utilizing keyword combinations such as "Pancasila student character" and "digital literature". Findings indicate a robust correlation between digital media and the multifaceted growth of the Profil Pelajar Pancasila. Various modalities, including web comics, e-books, and project-centered digital modules, were found to have significantly raised students' understanding, involvement, and real-world application of Pancasila principles. This literature suggests that when Teachers harness students' native devices and habits, they help a tech-savvy generation anchor its civic identity within Indonesia's enduring ethical framework.   Abstrak Literatur digital, secara umum didefinisikan sebagai teks apa pun yang dikonsumsi di layar, menciptakan lingkungan membaca yang penuh dengan interaktivitas. Penelitian ini menyajikan tinjauan sistematis yang mengkaji kontribusi bahan bacaan digital terhadap pembentukan karakter Pancasila pada siswa sekolah menengah atas di Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan dalam literatur mengenai pengaruh langsung literatur digital terhadap ciri-ciri karakter Pancasila siswa dan tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam pengajaran harian. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur kualitatif, menganalisis artikel-artikel empiris, metodologis, relevan, dan terkini yang diterbitkan antara tahun 2021 dan awal 2025. Sumber utama pencarian adalah Google Scholar, menggunakan kombinasi kata kunci seperti "Pancasila student character" dan "digital literature". Temuan menunjukkan korelasi yang kuat antara media digital dan pertumbuhan karakter Profil Pelajar Pancasila. Berbagai modalitas seperti komik web, e-book, dan modul digital berbasis proyek secara signifikan meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan penerapan prinsip-prinsip Pancasila siswa. Literatur ini mengindikasikan bahwa memanfaatkan perangkat dan kebiasaan digital siswa dapat membantu mengukuhkan identitas kewarganegaraan mereka dalam kerangka etika Indonesia yang abadi. Kata Kunci: karakter pancasila; kurikulum merdeka; literasi digital; literatur digital