cover
Contact Name
Irwandy Muzaidi
Contact Email
irwandy.muzaidi@umbjm.ac.id
Phone
+6281217182520
Journal Mail Official
densityjournal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Jl. Gubernur Syarkawi, Semangat Dalam, Barito Kuala
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Density Journal
ISSN : 26554453     EISSN : 26554453     DOI : https://doi.org/10.35747
Core Subject :
Density (Development Engineering of University) Journal adalah media publikasi karya tulis ilmiah yang dikelola oleh Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang terbit setiap 6 bulan sekali. Selain menjadi media publikasi, Density Journal juga menjadi wadah bagi seluruh peneliti, perencana dan pelaksana konstruksi untuk saling berbagi dalam perkembangan ilmu pengetahuan Ketekniksipilan. Density Journal terbuka untuk umum bagi mahasiswa, dosen kalangan akademisi maupun praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
KARAKTERISTIK PENGGUNAAN PASIR DAN BATU HASIL LIMBAH TAMBANG EMAS SEBAGAI CAMPURAN SEBAGIAN HRS-BASE BASE Dion Pratama Amyano Dion; Ina Elvina; Supiyan
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i1.408

Abstract

Jalan adalah sarana akses penghubung dari satu tempat ke tempat lain. Agar didapat akses jalan yang baik, maka dari perancangan dan pembangunan jalan harus diperhatikan kualitas pekerjannya. Penelitian ini memanfaatkan limbah batu tambang emas dan pasir limbah tambang emas diharapkan dapat menjadi material alternatif di daerah tersebut sekaligus menjadi salah satu langkah penanganan pengurangan limbah dengan meningkatan nilai fungsinya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis apakah limbah batu dan pasir bekas tambang emas dapat memenuhi persyaratan/spesifikasi yang ditentukan Bina Marga untuk campuran Hot Rolled Sheet-Base (HRS-BASE). Menganalisis karakteristik Marshall penggunaan batu dan pasir limbah tambang emas. Menganalisis nilai kadar substitusi optimum limbah batu tambang emas sebagai pengganti sebagian agregat kasar dan pasir bekas tambang emas pada campuran Hot Rolled Sheet-Base (HRS-BASE). Dari nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) didapat nilai parameter Marshall pada komposisi I dengan Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 7,27% didapat nilai stabilitas 936,547 kg,Flow 3,23 mm,rongga dalam campuran (VIM) 4,292%,rongga terisi aspal (VFB) 78,582% dan hasil bagi Marshall 291,716 kg/mm. Hasil parameter Marshall dengan substitusi batu limbah tambang dengan Variasi sebesar 25%,Stabilitas sebesar 1250,10 kg,Flow sebesar 3,24 mm,VIM sebesar 4,80 %,VFB sebesar 77,55 %,dan MQ sebesar 390,00 kg/mm.
KAJIAN ARAHAN PEMANFAATAN RUANG PESISIR DI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN KABUPATEN KOTABARU Kiky Permana Setiawan
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i1.560

Abstract

Kondisi ekosistem di wilayah Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Kabupaten Kotabaru yang meliputi Kecamatan Pulau Laut Barat, Pulau Laut Kepulauan dan Kecamatan Pulau Sembilan memiliki potensi pariwisata khususnya ekosistem terumbu karang, mangrove dan biota-biota yang dilindungi seperti penyu dan triton (sejenis moluska), sehingga diperlukan pengaturan atau arahan ruang khususnya untuk kegiatan pariwisata agar tidak merusak ekosistem pesisir yang harus dijaga dan dilindungi. Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah Melakukan analisis kesesuaian arahan pemanfaatan ruang pariwisata di KKP Kabupaten Kotabaru. Batasan wilayah penelitian adalah Kawasan Konsevasi Berdasarkan Keputusan Bupati Kabupaten Kotabaru sebagai Kawasan Konservasi Perairan (KKP) dan Wisata Pulau Laut Barat-Selatan dan P. Sembilan sebesar 22.099 ha. Kesesuaian pariwisata pesisir adalah wisata Pantai 190 (Ha), Wisata Mangrove 21 Ha, Wisata Snorkling 500 Ha, Wisata Selam 2.223 Ha dengan sebaran di Pulau Batuadang, Pulau Birah-birahan, Pulau Cinta, Pulau Danauwan, Pulau Kerayaan, Pulau Kerasian, Pulau Kerumputan, Pulau Kunyit, Pulau Marabatuan, Pulau Ondong, Pulau Payung-Payungan, Pulau Sarang dan Teluk Tamiang. Sedangkan untuk wisata pantai berupa wisata berjemur, wisata jogging, wisata hiking, wisata sand play, wisata camping dan foto hunting tersebar di Pulau Batuadang, Pulau Birahbirahan, Pulau Danauwan, Pulau Kerasian, Pulau Kerayaan, Pulau Kunyit, Pulau Payung-Payungan, Pulau sarang, Tanjung Tengah, Tanjung Ujung, Teluk Karu dan Teluk Tamiang
STUDI EFEKTIVITAS PENERAPAN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) PADA SIMPANG BERSINYAL JALAN A.YANI KOTA BANJARMASIN Emma Ruhaidani; Irwandy Muzaidi; Elia Anggarini; Dyah Pradhitya Hardiani; Muhammad Fitriansyah
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i1.566

Abstract

Pertumbuhan penduduk memiliki hubungan linier dengan pertumbuhan sepeda motor. Semakin tinggi pertumbuhan penduduk maka semakin meningkat pula pertumbuhan sepeda motor. Pertumbuhan sepeda motor akan menimbulkan penumpukan di simpang bersinyal dan menimbulkan kemacetan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mulai menerapkan RHK di beberapa simpang bersinyal di Kota Banjarmasin, seperti pada Jalan A.Yani Km 2.0 Kota Banjarmasin. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana efektivitas penerapan RHK jika dilihat dari perilaku pengguna jalan dan dimensi RHK. Dari hasil penelitian ini nantinya bisa menjadi bahan referensi bagi pemerintah dalam penerapan RHK di Kota Banjarmasin. Pengumpulan data dilaksanakan hari Sabtu, Senin, dan Rabu pukul 07.00 – 18.00 WITA. Data yang diperlukan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer meliputi dimensi RHK dan volume sepeda motor di area RHK, sedangkan data sekunder yaitu luasan dari sepeda motor rencana. Berdasarkan analisis didapatkan nilai presentase pengendara patuh RHK terendah adalah 62,42% yang memiliki arti tingkat efektivitas berdasarkan perilaku patuh pengguna sepeda motor tergolong efektif. Sedangkan jika dilihat dari tingkat keterisian sepeda motor terhadap dimensi RHK didapatkan nilai rata-rata < 60% yang artinya RHK kurang berhasil diterapkan. Masih adanya perilaku menyimpang menyebabkan tingkat keterisian RHK tidak maksimal, sehingga diperlukan kesadaran masyarakat dan upaya pemerintah dalam menerapkan RHK
ANALISIS EKSENTRISITAS AKIBAT KEMIRINGAN KOLOM PADA STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS : GEDUNG KULIAH TERPADU UNIVERSITAS PALANGKA RAYA) Avillia Yufensi Ngagalan; Liliana; Okta Meilawaty
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i2.567

Abstract

Dalam merancang struktur Gedung bertingkat tinggi, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan salah satunya adalah keamanan. Salah satu bagian dari struktur atas bangunan Gedung yaitu Kolom. Kolom merupakan unsur bangunan vertikal yang berdiri tegak dan mengalami gaya tekan aksial akibat menopang beban diatasnya. Kolom bisa mengalami kemiringan akibat pelaksanaan pekerjaan pengecoran kolom beton. Akibatnya muncul eksentrisitas pada kolom. Dan akhirnya menimbulkan momen kedua (second moment) yang sebenarnya tidak diharapkan. Harusnya kolom berdiri tegak sehingga tugas kolom yang mentransfer beban yang di pikulnya itu, bekerja pada titik pusat kolom dan tidak menimbulkan eksentrisitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari kemiringan kolom tersebut dengan bantuan program komputer yaitu SAP2000 dan divalidasi dengan perhitungan manual metode cross untuk beban gravitasi dan D-Value Muto untuk beban lateral. Hasil Penelitian ini menunjukkan hasil perhitungan kapasitas momen kolom sebesar 581 kN/m mampu menahan hingga 17,5% eksentrisitas.
ANALISIS BELOK KIRI LANGSUNG PADA RANCANG BANGUN SIMPANG EMPAT BERSINYAL Hendra Putra Jaya; Noviyanthy Handayani
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i2.579

Abstract

Salah satu indikator sistem jaringan jalan yang baik dengan minimnya hambatan ataupun antrian pada sistem jaringan jalan terutama pada persimpangan. Permasalahan yang sering terjadi di persimpangan yaitu derajat jenuh yang tinggi mengakibatkan panjang antrian yang berdampak pada tundaan kendaraan sehingga kendaraan memerlukan siklus trafic light berikutnya untuk bisa melewati sebuah persimpangan bersinyal. Permasalahan ini juga terjadi pada Simpang Empat Jalan G. Obos – Willem A. Samad – M. Husni Thamrin kota Palangka Raya, sering terjadi hambatan samping berupa antrian kendaraan pada sistem belok kiri langsung dimulut persimpangan yang mengakibatkan tundaan kendaaraan. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu melakukan uji derajat kejenuhan pada kapasitas persimpangan jalan dan menganalisis perilaku lalu lintas di mulut persimpangan dari beberapa simulasi rencana. Dari hasil analisis didapat nilai rata-rata derajat kejenuhan (DS) pada belok kiri langsung mengalami penurunan, untuk simulasi II mengalami penurun sebesar 29,534% dan tipe simulasi III mengalami penurun sebesar 54,434 % dari nilai derajat jenuh Simulasi I. Dari perhitungan dapat disimpulkan pada Simulasi I nilai DS sebesar 1,12 atau pada kondisi macet, pada Simulasi II nilai DS sebesar 0,79 atau pada kondisi padat merayap dan jika pada Simulasi III nilai DS sebesar 0,513 atau lancar
DAYA DUKUNG FUNGSI LINDUNG PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Stefani Azzahrah; Muhammad Rizqi Fathullah; Muhammad Yusuf Ridhani
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i2.696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung fungsi lindung berdasarkan rasio ketersediaan dan kebutuhan lahan terhadap kawasan lindung di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan data primer dan sekunder. Hutan lindung dipilih sebagai bahan kajian untuk melihat kondisi riil saat ini, terutama mengenai alih fungsi lahan dan pemanfaatannya sebagai lahan produksi. Penelitian ini menghasilkan pengaruh fungsi lindung terhadap pembangunan di kawasan Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang menjadi lokasi penelitian, sehingga diketahui dampak yang akan ditimbulkan jika kawasan fungsi lindung tidak terjaga dengan baik dan menyebabkan dampak ketidakseimbangan lingkungan
STUDI EFEKTIFITAS PENERAPAN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) PADA SIMPANG BERSINYAL JALAN A.YANI KOTA BANJARMASIN Dyah Pradhitya; Emma Ruhaidani
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i2.701

Abstract

Pertumbuhan penduduk memiliki hubungan linier dengan pertumbuhan sepeda motor. Semakin tinggi pertumbuhan penduduk maka semakin meningkat pula pertumbuhan sepeda motor. Pertumbuhan sepeda motor akan menimbulkan penumpukan di simpang bersinyal dan menimbulkan kemacetan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mulai menerapkan RHK di beberapa simpang bersinyal di Kota Banjarmasin, seperti pada Jalan A.Yani Km 2.0 Kota Banjarmasin. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana efektivitas penerapan RHK jika dilihat dari perilaku pengguna jalan dan dimensi RHK. Dari hasil penelitian ini nantinya bisa menjadi bahan referensi bagi pemerintah dalam penerapan RHK di Kota Banjarmasin. Pengumpulan data dilaksanakan hari Sabtu, Senin, dan Rabu pukul 07.00 – 18.00 WITA. Data yang diperlukan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer meliputi dimensi RHK dan volume sepeda motor di area RHK, sedangkan data sekunder yaitu luasan dari sepeda motor rencana. Berdasarkan analisis didapatkan nilai presentase pengendara patuh RHK terendah adalah 62,42% yang memiliki arti tingkat efektivitas berdasarkan perilaku patuh pengguna sepeda motor tergolong efektif. Sedangkan jika dilihat dari tingkat keterisian sepeda motor terhadap dimensi RHK didapatkan nilai rata-rata < 60% yang artinya RHK kurang berhasil diterapkan. Masih adanya perilaku menyimpang menyebabkan tingkat keterisian RHK tidak maksimal, sehingga diperlukan kesadaran masyarakat dan upaya pemerintah dalam menerapkan RHK
EVALUASI KAPASITAS HILIR SUNGAI HANDIL BAKTI, BARITO KUALA Ekawati Laily Ramadhani; Ichwan Setiawan; Sa'dianoor
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i2.702

Abstract

Seiring dengan bertambahnya penduduk dan meningkatnya pembangunan pada wilayah Handil Bakti, yang merupakan daerah perbatasan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala, menyebabkan perubahan lingkungan khususnya perubahan tata guna lahan. Perubahan ini mengakibatkan menurunnya fungsi sungai, kondisi Sungai Handil Bakti pada saat ini sering terjadi luapan akibat curah hujan yang tinggi dan pengaruh pasang surut dari Sungai Barito. Oleh karena itu diperlukan inventarisasi kondisi hilir Sungai Handil Bakti saat ini untuk mengetahui daerah mana yang sering tergenang jika terjadi hujan dan pasang tinggi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengevaluasi Sungai Handil Bakti dan mengetahui lokasi yang rawan mengalami genangan jika terjadi hujan dan pasang tinggi. Metode pengukuran dilakukan dengan tiga metode yaitu, pengukuran profil penampang sungai, pengukuran pasang surut, dan pengukuran debit aliran dilakukan secara manual. Berdasarkan hasil evaluasi kondisi Sungai Handil Bakti dari hasil pengukuran dan pemodelan menggunakan program HECRAS 4.1.0 maka diketahui masih banyak ruas yang mengalami genangan jika pada saat pasang tinggi sungai terjadi, kondisi ini akan semakin bertambah parah jika pada saat yang bersamaan terjadi hujan. Adapun genangan terjadi akibat banyaknya sampah dan tanaman air liar sehingga mengakibatkan aliran sungai terhambat. Lokasi yang mengalami genangan berada pada sepanjang jalan dengan genangan kurang lebih 10 hingga 16 cm.
ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI PADA JEMBATAN UNDERPASS KM 199+500 BATULICIN Elia Anggarini; Irwandy Muzaidi; Muhammad Fitriansyah
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i2.713

Abstract

Jembatan adalah suatu konstruksi yang gunanya untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah. Rintangan ini biasanya jalan lain (jalan air atau jalan lalu lintas biasa). Pondasi sebagai struktur bawah secara umum dapat dibagi dalam 2 (dua) jenis, yaitu pondasi dalam dan pondasi dangkal. Jembatan girder baja yang berada pada KM. 199+500 Kabupaten Tanah Bumbu sudah dibangun dengan panjang bentang 20 m, lebar jalur lalu lintas 8 m dan trotoar 2 x 1,5 m (Jembata Kelas A Super) pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mencari perbandingan bored pile dengan sumuran pada jembatan agar mendapatkan hasil yang efektif dan efisien. Metode penelitian yang akan dilakukan menggunakan perhitungan dari beberapa SNI yang terkait dengan perencanaan jembatan.Pada Jembatan Underpass KM 199+500 dengan menggunakan SNI 1725:2016, mempunyai pembebanan untuk ∑V = 16498,94 kN, ∑H = 2000,48 kN, dan ∑M = 8599,46 kN/m. Stabilitas abutment memilik safety factor Geser sebesar 3,17 > 1,5 dan Guling sebesar 47,5 > 1,5 serta keruntuhan kapasitas dukung tanah 9,54 > 3. Bored Pile memiliki daya dukung tiang kelompok adalah 4502,33 ton > 2074 ton. Pada pondasi sumuran memiliki daya dukung tiang kelompok sebesar 6109,31 ton > 2074 ton. Bored pile memiliki RAB sebesar Rp 726.399.614,23 sedangkan pondasi sumuran memiliki RAB sebesar Rp 335.211.547,34.
KARAKTERISTIK KELURAHAN KUIN UTARA, KOTA BANJARMASIN Andi Achmad Priyadharma; Muhammad Yusuf Ridhani; Miftahul Ridhoni
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i2.726

Abstract

Kehidupan bermukim merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia yaitu kebutuhan primer yang dapat membuat manusia sejahtera dengan hidup layak sesuai derajat kemanusiaannya. Bertambahnya jumlah penduduk yang semakin pesat akan mengakibatkan kebutuhan permukiman semakin besar. Daerah perkotaan menghadapi ancaman semakin tingginya kepadatan penduduk dan kepadatan bangunan tempat tinggal yang merupakan indikator penururnan kualitas lingkungan permukiman. Tahun 1934 Kampung Kuin dibagi menjadi 2 (dua) yaitu Kampung Kuin Utara dan Kampung Kuin Selatan yang dibatasi oleh Sungai Kuin. Kampung Kuin Selatan dilakukan pemekaran pada tahun 1979 menjadi Kampung kuin Selatan dan Kuin Cerucuk sekaligus berubah menjadi kelurahan. Penduduk Kelurahan Kuin Utara terdiri dari berbagai suku dan agama, serta berpotensi berkembang dekat dengan kawasan pelabuhan dan tengah kota atau pusat keramaian. Tujuan penelitian ini ialah untuk Mengetahui karakteristik fisik dengan kondisi eksisting kehidupan sosial budaya di Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara. Metode penelitian deduktif kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi lapangan ditemukan karakteristik kondisi fisik dan non-fisik pada Kelurahan Kuin Utara, Kota Banjarmasin.