cover
Contact Name
Irwandy Muzaidi
Contact Email
irwandy.muzaidi@umbjm.ac.id
Phone
+6281217182520
Journal Mail Official
densityjournal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Jl. Gubernur Syarkawi, Semangat Dalam, Barito Kuala
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Density Journal
ISSN : 26554453     EISSN : 26554453     DOI : https://doi.org/10.35747
Core Subject :
Density (Development Engineering of University) Journal adalah media publikasi karya tulis ilmiah yang dikelola oleh Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang terbit setiap 6 bulan sekali. Selain menjadi media publikasi, Density Journal juga menjadi wadah bagi seluruh peneliti, perencana dan pelaksana konstruksi untuk saling berbagi dalam perkembangan ilmu pengetahuan Ketekniksipilan. Density Journal terbuka untuk umum bagi mahasiswa, dosen kalangan akademisi maupun praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PENGGUNAAN PERANCAH KAYU DAN PENYEWAAN SCAFFOLDING Rida Respati; Siti Wardah; Reza Zulfikar Akbar
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i1.797

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi bidang kontruksi semakin memudahkan pekerjaan kontruksi. Perkembangan teknologi ini tidak dapat dipungkuri keberadaannya, perancah yang awalnya hanya pekerjaan dibidang kontruksi saja saat ini telah menjadi perancah yang lebih modern (scaffolding). Perancah merupakan komposisi yang sangat penting dalam suatu pekerjaan bekisting yang bertujuan untuk menunjang pekerjaan berikutnya. Dalam pengerjaan kontruksi perancah ini juga digunakan sebagai penyangga manusia beserta materialnya untuk menyelesaikan bangunan yang dikerjakan. Akan tetapi dengan adanya perancah ini menimbulkan suatu permasalahan yang dimana dalam menyelesaikan perancah ini membutuhkan anggaran biaya yang besar agar sesuai dengan standart perancangan perancah yang aman. Meski ada beberapa kontruksi yang menggunakan perancah seperti bambu yang dilakukan oleh warga Negara Asia, Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan peninjauan terhadap perancah yang lebih efisien dari segi mutu, waktu, dan biaya pada pekerjaan kontruksi yang ada di kota Palangkaraya yaitu perbandingan antara penggunaan perancah kayu dan scaffolding. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif serta metode komparatif. Metode deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan pekerjaan menghitung biaya perancah kayu dan perancah besi dalam harga sewa, sedangkan metode komparatif digunakan untuk menghitung perancah kayu dan besi dalam hara sewa, kemudian dibandingkan dengan perancah kayu dan besi dalam harga beli. Hasil dari penelitian ini mendapatkan perhitungan dalam luasan 76.000 m2 pekerjaan perancah kayu sebesar Rp.221,854,800 sedangkan pekerjaan perancah besi (scaffolding) dalam harga sewa sebesar Rp. 198,445,200. Dengan begitu dapat diketahui bahwa pekerjaan kontruksi dalam menggunakan perancah besi (scaffolding) lebih murah dibandingkan dengan perancah kayu. Hal ini dibuktikan dengan adanya penerapan dua metode pada penelitian yang telah dilakukan.
STUDI PERKUATAN TANAH DASAR DENGAN CERUCUK GALAM PADA RUAS JALAN BANJARMASIN – BATAS KALTENG Irwandy Muzaidi; Wiwik Agustinaningsih; Joko Priyanto Wibowo
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i1.843

Abstract

Transportasi jalan raya sangat berperan dalam perkembangan suatu daerah. Apalagi kondisi sekarang ini transportasi jalan raya sangat dibutuhkan sebagai penghubung dari suatau daerah kedaerah lainnya. Tanah memegang peranan yang sangat penting, yaitu sebagai pondasi pendukung untuk berbagai proyek konstruksi, serta sebagai pondasi pendukung untuk pembangunan gedung, jalan (subgrade). Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah mengetahui daya dukung tanah akibat adanya penggunaan cerucuk galam serta menghitung penurunannya yang terjadi. Penelitian ini bersifat eksperimental-laboratoris. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium dengan membuat benda uji sehingga didapatkan sifat fisi dan mekanis tanah. Dari hasil dan pembahasan yang telah dilakukan didapat kesimpulan bahwa daya dukung tanah dengan adanya perkuatan cerucuk galam dari sebelumnya 0,3504 t/m2 menjadi 6,95 t/m2. penurunan segera (immediate settlement) yang terjadi pada timbunan sebesar = ±3,2 cm.
ANALISIS ALINYEMEN HORIZONTAL RUAS JALAN KRI DWI KEMBAR – GUNUNG SARI KABUPATEN KOTABARU, KALIMANTAN SELATAN Satriani
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i1.844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis geometrik tikungan ruas jalan Dwi Kembar – Gunung Sari Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan karenanya adanya peningkatan fungsi jalan dari jalan desa menjadi jalan provinsi. Evaluasi geometrik jalan ini untuk memberikan kenyamanan yang optimal pada arus lalu lintas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data-data yang diperlukan hingga pengolahan data sehingga didapatkan analisis yang relevan. Hasil penelitian ini menghasilkan perhitungan bahwa tikungan STA 1+400 direncanakan secara teknis menggunakan alinyemen horizontal dengan jenis tikungan Spiral Circle Spiral dan dibutuhkan pelebaran tikungan sebesar 2,38 m
OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA PEKERJAAN MENGGUNAKAN METODE PDM DAN PERT PADA PROYEK JEMBATAN SUNGAI MUNDAM Emma Ruhaidani; Dyah Pradhitya Hardiani; Yudi Pamil
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i1.845

Abstract

Jembatan merupakan salah satu bangunan infrastruktur yang sangat penting dalam menghubungkan dua wilayah yang dipisahkan oleh perairan. Contohnya adalah Jembatan Sungai Mundam yang terletak di Sungai Ulin, Banjarbaru Utara, Kalimantan Selatan. Dengan dilakukannya penjadwalan proyek menunjukkan hubungan setiap pekerjaan konstruksi dengan pekerjaan yang lain sehingga pekerjaan pada tiap itemnya lebih mudah unutk diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui durasi waktu normal dari gambar rencan Proyek Pembangunan Jembatan Mundam, mengetahui berapa durasi dari penjadwalan PDM, mengetahui kegiatan kritis apa saja yang terjadi pada Proyek Pembangunan Jembatan Mundam, mengetahui probabilistik pembangunan Proyek Pembangunan Jembatan Mundam. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah menggunakan metode PDM dan PERT. Dengan menggunakan metode PDM (Jaringan Kerja) diperoleh durasi 126 hari dan. dari hasil wawancara diperoleh durasi optimis 270 hari, pesimis 390 hari. Dengan menggunakan metode PERT didapatkan nilai waktu yang diharapkan (te) selama 335 hari. Selama 335 hari dan waktu normal 338 hari didapatkan nillai deviasi standar 0,63. Dari tabel distribusi normal kumulatif z didapatkan nilai probabilitas sebesar 0,7357 atau 73,57% yang artinya sangat besar kemungkinan bisa dilaksanakan dengan total biaya normal pada jalur kirits adalah Rp 7.065.765.392,26 sedangkan pada jalur kritis yang mengalami lembur adalah Rp 15.173.166.621,24. Untuk mencapai waktu optimis maka dibuat alternatif dengan menambahkan waktu kerja waktu lembur selama 3 jam
ANALISIS PERBANDINGAN RASIO TULANGAN LENTUR BALOK PADA BANGUNAN GEDUNG DI ATAS TANAH LUNAK TERHADAP PENGARUH VARIASI WILAYAH GEMPA DI INDONESIA BERDASARKAN SNI 1726-2019 Elia Anggarini
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i1.846

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada di zona rawan gempa. Keadaan geologi dan letak geografis Indonesia membuat negara ini memiliki potensi terjadinya gempa yang cukup besar. Gempa dapat terjadi karena adanya pergerakan tektonik lempeng bumi dan aktivitas vulkanik. Penelitian ini dilakukan karena analisis perbandingan rasio tulangan penting dilakukan untuk memastikan bahwa bangunan gedung di atas tanah lunak memiliki kekuatan lentur dan geser yang cukup untuk menahan beban akibat gempa bumi. Rasio tulangan yang tepat dapat meningkatkan kekuatan lentur dan geser pada bangunan gedung. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder, dimana data primer berupa mutu material dan gambar rencana, data sekunder yaitu peraturan-peraturan yang berlaku dalam perencanaan. Pemodelan dilakukan 3D menggunakan Sap2000 student version. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa beban gampa pada zona 1 Banjarmasin, zona 3 Jakarta, zona 4 Mataram, dan zona 5 Gorontalo nilai Sds dan Sd1 selalu bertambah dan akan mempengaruhi faktor keamanannya. Variasi wilayah gempa dapat mempengaruhi rasio tulangan lentur balok, bisa dilihat pada struktur balok Lt.4 perbandingan rasio tulangan lentur Zona 1 terhadap Zona 3 meningkat sebesar 14,53%, zona 1 terhadap zona 4 meningkat sebesar 29,06%, dan zona 1 terhadap zona 5 meningkat sebesar 42,74%.
KEHANDALAN BENTUK PENAMPANG TERHADAP DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PONDASI TIANG PADA TANAH LUNAK MENGGUNAKAN METODE MAYERHOF DAN SEMI EMPIRRIS Muhammad Fitriansyah; Irwandy Muzaidi; Yayu Suhendra
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i1.847

Abstract

Pembangunan gedung di kota Banjarmasin identik dikenal menggunakan jenis pondasi cerucuk galam dan pondasi tiang pancang. Hal ini dikarenakan tanah di kota Banjarmasin di dominasi oleh jenis tanah lunak. Maka diperlukanlah jenis pondasi dalam yang pastinya bisa memperkuat struktur bangunan secara drastis apabila dibangun pada tanah yang lunak. Pada penelitian ini uji daya dukung tanah menggunakan alat Tahanan Standart Penetration (N-SPT) dengan metode Mayerhof dan penurunan dengan metode Semi Empiris. Berdasarkan hasil uji Tahanan Standart Penetration (N-SPT) dilakukan analisis daya dukung pondasi selanjutnya menganalisis penurunan pondasi yang terjadi di daerah tersebut. Dari hasil penelitian daya dukung dan penurunan pondasi untuk kedalaman 28 meter didapatkan bentuk pondasi yang lebih handal dari segi daya dukung pada tanah lunak yaitu pondasi tiang berbentuk persegi, sedangkan kehandalan dari segi penurunan yaitu pondasi tiang berbentuk lingkaran. Karena daya dukung persegi lebih besar dan penurunan lingkaraan yang paling kecil dari bentuk yang lainya.
ANALISIS NON REVENUE WATER (NRW) PADA JARINGAN PERPIPAAN PDAM BERSUJUD, BATULICIN Ekawati Laily Ramadhani; Irwandy Muzaidi; Ichwan Setiawan; Ifal Ardhy; Sa'dianoor Sa'dianoor
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i1.848

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak dalam penyediaan kebutuhan air kepada masyarakat umum. PDAM beroperasi di seluruh wilayah Indonesia satunya di Kecamatan Batulicin yaitu PDAM Bersujud. Seiring meningkatnya jumlah penduduk Kecamatan Batulicin mengakibatkan kebutuhan air bersih yang terus meningkat, sementara sarana air bersih dari PDAM masih terbatas. Salah satu faktor terbatasnya pelayanan distribusi PDAM disebabkan oleh kesulitan yang dihadapi pihak PDAM dalam penyampaian air ke berbagai lokasi berupa tekanan air yang tidak mencukupi untuk memenuhi persyaratan pemasangan jaringan pipa baru dari rumah ke rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kehilangan air yang sebenarnya di PDAM Bersujud, melalui analisis kehilangan air, analisis neraca air, dan analisis indeks kebocoran infrastruktur. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan tingkat kehilangan air (NRW) di PDAM Bersujud selama tahun 2022-2023 adalah sebesar 219.168 m3/tahun, atau setara dengan kehilangan air sebesar 33%. Rincian kehilangan air ini terbagi menjadi kehilangan non-fisik sebesar 18.395,57 m3/tahun, dan kehilangan fisik sebesar 200.772,39 m3/tahun. Penilaian indeks kebocoran infrastruktur (ILI) di PDAM Bersujud didapatkan nilai sebesar 15,74 yang mana termasuk dalam kategori C (lemah) yaitu tingkat kehilangan air cukup tinggi.
STUDI EFEKTIVITAS PENERAPAN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) PADA SIMPANG BERSINYAL JALAN A.YANI KOTA BANJARMASIN
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i1.849

Abstract

Pertumbuhan penduduk memiliki hubungan linier dengan pertumbuhan sepeda motor. Semakin tinggi pertumbuhan penduduk maka semakin meningkat pula pertumbuhan sepeda motor. Pertumbuhan sepeda motor akan menimbulkan penumpukan di simpang bersinyal dan menimbulkan kemacetan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mulai menerapkan RHK di beberapa simpang bersinyal di Kota Banjarmasin, seperti pada Jalan A.Yani Km 2.0 Kota Banjarmasin. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana efektivitas penerapan RHK jika dilihat dari perilaku pengguna jalan dan dimensi RHK. Dari hasil penelitian ini nantinya bisa menjadi bahan referensi bagi pemerintah dalam penerapan RHK di Kota Banjarmasin. Pengumpulan data dilaksanakan hari Sabtu, Senin, dan Rabu pukul 07.00 – 18.00 WITA. Data yang diperlukan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer meliputi dimensi RHK dan volume sepeda motor di area RHK, sedangkan data sekunder yaitu luasan dari sepeda motor rencana. Berdasarkan analisis didapatkan nilai presentase pengendara patuh RHK terendah adalah 62,42% yang memiliki arti tingkat efektivitas berdasarkan perilaku patuh pengguna sepeda motor tergolong efektif. Sedangkan jika dilihat dari tingkat keterisian sepeda motor terhadap dimensi RHK didapatkan nilai rata-rata < 60% yang artinya RHK kurang berhasil diterapkan. Masih adanya perilaku menyimpang menyebabkan tingkat keterisian RHK tidak maksimal, sehingga diperlukan kesadaran masyarakat dan upaya pemerintah dalam menerapkan RHK.
KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS RTRW KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Kiky Permana Setiawan; Andi Achmad Priyadharma; Muhammad Yusuf Ridhani; Miftahul Ridhoni
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i1.872

Abstract

Perubahan pada aspek eksternal yang perlu diakomodir dalam RTRW karena pelaksanaan pembangunan Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebagai bagian integral dari pembangunan regional dan nasional pada hakekatnya merupakan suatu proses yang bersifat integratif baik dalam tataran perencanaan, pelaksanaan maupun pengendalian yang dilakukan secara berkesinambungan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Pada aspek internal ditandai dengan perkembangan wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang sedemikian pesat, dari sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan dan pertanian yang menuntut upaya perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pembangunan dari segala sektor yang ada secara sinergis, berkesinambungan dan pro lingkungan. Perencanaan tata ruang wilayah yang berlandaskan pada daya dukung dan daya tampung lingkungan akan menjaga tekanan-tekanan eksternalitas maupun internal yang mempengaruhi terhadap perkembangan Kabupaten Hulu Sungai Tengah ke arah yang semakin terkendali. Selanjutnya dalam Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 11 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyusunan, Peninjauan Kembali, Revisi, dan Penerbitan Persetujuan Substansi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, Kabupaten, Kota, dan Rencana Detail Tata Ruang dijelaskan bahwa dalam proses penyusunan alternatif konsep rencana tata ruang wilayah berdasarkan prinsip optimasi pemanfaatan ruang wilayah kabupaten (ruang darat, ruang laut, ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi) sesuai dengan analisis lingkungan hidup dan/atau mempertimbangkan rekomendasi perbaikan hasil pelaksanaan KLHS. Metode penelitian dilakukan dalam tiga tahap meliputi analisis bio-ekoregion, analisis pemanfaatan ruang, dan analisis pengaruh. rekomendasi hasil penelitian menyepakati perbaikan muatan Kebijakan, Rencana, dan/atau Program berdasarkan hasil perumusan alternatif, serta memformulasikan tindak lanjut pendukung sebagai konsekuensi dilaksanakannya kebijakan, rencana, dan/atau program
EVALUASI PENERAPAN EKONOMI HIJAU DI KABUPATEN PULANG PISAU Raihana Musdalifah; Andi Achmad Priyadharma; Miftahul Ridhoni
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i2.1007

Abstract

Ekonomi hijau adalah model perencanaan dan perancangan pembangunan nasional, dengan pendekatan pembangunan ekonomi yang rendah karbon, yang konsep pengelolaan sumberdaya alam disesuaikan dengan kemampuan fisik, sosial dan ekonomi daerah untuk kesejahteraan masyarakat. Berbagai forum inter- nasional diadakan untuk membahas masalah tersebut, salah satunya adalah Referensi Pembangunan Berkelanjutan PBB Rio+20 yang ber- lokasi di Rio de Jeneiro, Brasil yang menghasilkan dua tema besar, yaitu green economy dan kerangka institusi untuk pembangunan berkelanjutan. Definisi green economy menurut surat penawaran diklat green economy Nomor 0317/P.01/01/2003 yang dikeluarkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional yaitu Tatanan ekonomi baru. Kabupaten Pulang Pisau beralih ke model pertumbuhan ekonomi baru yaitu ekonomi hijau yang mendatangkan kesejahteraan dan sekaligus melestarikan lingkungan. Strategi ini mengidentifikasi dan menguraikan langkah-langkah yang bisa dilakukan di empat sektor sesuai dengan dokumen program ekonomi hijau Kabupaten Pulang Pisau tahun 2015 sumber pertumbuhan ekonomi hijau di Pulang Pisau, yaitu: kehutanan,perikanan budidaya,perkebunan dan energi terbarukan. Setiap langkah bertujuan untuk mendukung efisiensi,kegiatan ekonomi produktif,penciptaan lapangan kerja, dan inklusi sosial, sambil mengurangi resiko-resiko lingkungannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan dari ekonomi hijau Kabupaten Pulang Pisau dengan evaluasi dapat memberi gambaran mengenai bagaimana pelaksanaan program ekonomi hijau serta apakah program ekonomi hijau ini telah tersampaikan sesuai dengan tujuannya.