cover
Contact Name
Diana Eka Pratiwi
Contact Email
diana.eka.pratiwi@unm.ac.id
Phone
+6285242047236
Journal Mail Official
sainsmat@unm.ac.id
Editorial Address
Unit Publikasi Lantai 11 Gedung ICP FMIPA UNM Jln. Daeng Tata, Kampus UNM Parangtambung, Makassar, Indonesia 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SAINSMAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam
ISSN : 20866755     EISSN : 25795686     DOI : https://doi.org/10.35580/sainsmat
Core Subject :
The objective of this journal is to publish original, fully peer-reviewed articles on a variety of topics and research methods in sciences, mathematics, statistics, education, and applied science. The journal welcomes articles that address common issues in mathematics, sciences, statistics, education, applied science, and cross-curricular dimensions more widely.
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
Identifikasi Miskonsepsi Mahasiswa Biologi Universitas Negeri Makassar pada Konsep Genetika dengan Metode CRI Andri Adi Mustika; Yusminah Hala; Andi Faridah Arsal
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 (September 2014)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa biologiUniversitas Negeri Makassar (UNM) yang mengalami miskonsepsi, mengetahui dan tidak mengetahui konsep pada konsep genetika; subkonsep yang sering menjadi miskonsepsi dan faktor-faktor penyebab terjadinya miskonsepsi. Penelitian ini menggunakan teknik CRI (Certainty of Response Index) untuk mengidentifikasi miskonsepsi mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini ialah mahasiswa biologi UNM. Sampel sebagai subjek penelitian ialah mahasiswa biologi UNM angkatan 2011 sebanyak 91 orang yang terdiri atas dua kelas yaitu kelas ICP (International Class Program) dan Kelas A program studi pendidikan. Instrumen menggunakan tes diagnostik berbentuk pilihan ganda beralasan yang dilengkapi dengan nilai CRI dan wawancara terstruktur untuk mengetahui penyebab miskonsepsi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi miskonsepsi pada 8 subkonsep yang diteliti dengan persentase yang mengalami miskonsepsi, paham konsep dan tidak paham konsepberturut-turut sebesar 45,8%; 28,2% dan 26%. Persentase mahasiswa yang paling tinggi mengalami miskonsepsi terdapat pada subkonsep pewarisan sifat Mendel sebesar 60,2%, subkonsep sintesis protein sebesar 59% dan subkonsep mutasi sebesar 55%. Faktor-faktor yang menjadi penyebab miskonsepsi yaitu penalaran yang salah terhadap suatu konsep, ketidaklengkapan informasi yang diterima yang berasal dari mahasiswa sendiri, pengalaman dan pengamatan mahasiswa yang keliru, istilah dan konsep yang telah lama, pengalaman belajar di sekolah dan kesalahan pada buku teks.
Ekstraksi Isoflavon Kedelai dan Penentuan Kadarnya Secara Ultra Fast Liquid Chromatography (UFLC) Sartini; M. Natsir Djide; A. Dian Permana; Ismail
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 (September 2014)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isoflavon merupakan komponen polifenol utama dalam kacang kedelai. Isoflavon kedelai utamanya dalam bentuk glikosida (Genistin dan Daidzin) dibanding bentuk aglikonnya (Genistein dan Daidzein). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode ekstraksi terhadap kandungan isoflavonnya (Genistein, Daidzein, Genistin, Daidzin). Isoflavon kedelai diekstraksi dengan beberapa cara, yaitu: 1) kacang kedelai tanpa kulit ari diblender dengan air panas, 2). Kacang kedelai tanpa kulit ari diblender dengan etanol 70 % , 3) kacang kedelai utuh diekstraksi secara maserasi dengan aseton 70 %, dan 4) kacang kedelai utuh diekstraksi secara maserasi dengan metanol.. Perbandingan kacang kedelai dan cairan penyari 1:10. Ekstrak yang diperoleh dianalisis kadar isoflavonnya menggunakan kromatografi cair kecepatan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan total isoflavon tertinggi (dihitung sebagai total genistein, daidzein, genistin, daidzin) ada pada kacang kedelai utuh yang diekstraksi dengan metanol.
The Ability Of Green Open Space In Reducing Green House Gas (GHG) Emissions On Jalan Hertasning, Makassar City Arfandi; Muhammad Yusuf; Nasrul; Misdar Amda; Auli Diar Hasja; Rosmini Maru
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 (September 2024)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green Open Spaces (RTH) are urban areas filled with vegetation that support ecological benefits, such as reducing greenhouse gases by absorbing CO₂ through photosynthesis. Although RTH accounts for 66 percent of the area along Jalan Hertasning, its effectiveness in absorbing CO₂ emissions from motor vehicles is not fully understood. Given the high volume of vehicles, especially during peak traffic hours, a deeper understanding of the RTH's capability to reduce CO₂ emissions is necessary. This study aims to measure CO₂ emissions from transportation, assess the RTH's ability to absorb CO₂, and develop effective RTH enhancement strategies. The research location is Jalan Hertasning in Makassar City. The method used in this study is descriptive with a quantitative approach. Results show that CO₂ emissions during peak hours cannot be fully absorbed by the existing 508 Trembles trees, which have a total absorption capacity of 1,652.07 kg/hour and cover an area of 4.4 hectares, or 75.9 percent of Jalan Hertasning. There remains 3,168.59 kg/hour of CO₂ emissions from the total 4,820.66 kg/hour during peak traffic. In addition to Trembles trees, there are other trees like Palm and Terminalia mantaly, which are still growing and not included in this study but could increase the RTH's absorption capacity in the future. The high CO₂ emissions from motor vehicles significantly impact air quality and public health. It is recommended that the government actively conduct environmental awareness campaigns focused on reducing CO₂ emissions and the importance of RTH. These campaigns can be carried out through social media, posters along Jalan Hertasning, and community outreach to reduce CO₂ levels by increasing public participation in maintaining RTH.
Perbandingan Kemampuan Sedimen Rawa dan Sawah Untuk Mereduksi Sulfat dalam Air Asam Tambang (AAT) Fahruddin; Nur Haedar; Nursiah La Nafie
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 (September 2014)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Asam Tambang (AAT) dapat ditanggulangi dengan menggunakan sedimen sebagai sumber inokulum mikroba dalam mereduksi sulfat. Penelitian ini bertujuan untukn mengetahui pengaruh sedimen rawa dan sawah dalam peningkatan pH, penurunan kadar sufat dan jumlah mikroba pada air asam tambang. Perubahan pH diukur dengan menggunakan pH meter, kadar sulfat diukur dengan metode titrasi dan total mikroba dihitung dengan metode SPC (standar plate count). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sedimen pada AAT dapat meningkatkan pH AAT dari 3 menjadi 6,263 pada sedimen rawa dan menjadi pH 6,557 setelah 30 hari. Pemberian sedimen juga mampu menurunkan kadar sulfat dari 563,15 ppm menjadi 327,41 ppm pada sedimen rawa dan menjadi 237,44 ppm pada hari ke-30. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa jumlah mikroba pada sedimen rawa meningkat dari 2x105 sel/ml menjadi 37X105 sel/ml dan pada sedimen sawah juga meningkat dari 4,3X105 sel/ml menjadi 86X105 sel/ml pada hari ke-20.
Prediksi Risiko Gagal Bayar Kredit Kepemilikan Rumah dengan Pendekatan Metode Random Forest Kartini Putri Ulandari; Nur Chamidah; Ardi Kurniawan
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 (September 2024)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Home Ownership Credit (KPR) is a credit facility provided by banks to individual customers who want to buy or repair a house. KPR also has problems with credit payment failures. This research aims to predict the risk of fraud on home ownership loans by applying the Random Forest method. Random Forest (RF) is a method that can increase accuracy results in generating attributes for each node which is done randomly. Based on the analysis results, it was found that the model with the smallest classification error was using mtry 2 and ntree 50 using a combination of training and testing data of 60%:40%. By applying the random forest algorithm, we obtained an accuracy rate of 84.75% with an Area Under the Curve (AUC) value of 84.32%, which is included in the very good classification category
Seleksi dan Karakterisasi Bakteri Penambat Nitrogen Non Simbiotik Pengekskresi Amonium Pada Tanah Pertanaman Jagung (Zea mays L.) dan Padi (Oryza sativa L. ) Asal Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Indonesia Hartono; Oslan Jumadi
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 (September 2014)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menyeleksi (screening) bakteri penambat nitrogen non simbiotik yang diisolasi dari rhizosfer tanaman jagung (Zea mays L.) dan padi (Oryza sativa L.) yang memiliki kemampuanmengekskresikan amonium. Sampel diambil dari daerah Mangkoso, Kabupaten Barru, Provensi Sulawesi Selatan pada daerah rhizosfer tanaman. Isolasi bakteri penambat nitrogen dilakukan dengan menggunakan medium pertumbuhan bebas nitrogen yaitu medium Burk’s dan Ashby. Koloni bakteri yang tumbuh pada medium pertumbuhan selanjutnya dimurnikan dan diuji kemampuan ekskresi amoniumnya dengan menggunakan metode spectrophotometry. Isolat bakteri yang memiliki kemampuan mengekskresikan amonium dikarakterisasi secara morfologi dan fisiologis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 isolat bakteri yang mampu tumbuh pada medium bebas nitrogen, namun setelah dilakukan uji ekskresi amonium hanya diperoleh 9 isolat yang memiliki kemampuan mengekskresikan amonium dari masing-masing medium pertumbuhan. Isolat bakteri dan konsentrasi amonium yang diekskresikan masing-masing adalah ABJ211 (179 μg/L), ABP213 (269 μg/L), ABP211 (162 μg/L), ABP131 (254 μg/L), ABP242 (104 μg/L), BBJ221 (263 μg/L), BBJ222 (272 μg/L), BBP222 (269 μg/L) dan BBP214 (257 μg/L). Kesembilan isolat tersebut memiliki karakteristik morfologi dan fisiologis yang bervariasi terutama pada sifat struktur dinding sel (gram), kemampuan hidrolisis pati, gelatin dan kasein, sementara kemampuan dalam mereduksi nitrat dan H2O2 (reaksi katalase positif) serta fermentasi glukosa menunjukkan karakter yang seragam.
Sebaran Spasial Komunitas Lamun di Pulau Bone Batang Sulawesi Selatan Dody Priosambodo
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 (September 2014)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai sebaran spasial komunitas lamun dilakukan di pulau Bone Batang, Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruhkarakteristik habitat dan faktor lingkungan khususnya pada fauna yang hidup pada spesies lamun dan sebaran spasialnya. Data kepadatan lamun diperoleh dari 8 stasiun disekitar pulau. Komposisi spesies lamun pada kawasan terumbu karang diamati dengan metode Tarp. Melalui persamaan Bay-Curtis dan analisis n-MDS, hasil menunjukkan bahwa komposisi lamun dari stasiun yang ada pada pulau Bone Batang terdiri atas spesies yang sama dengan Indeks kesamaan lebih dari 75% kecuali pada stasiun 2 dan 3. Komposisi lamun dibagi dalam 3 kelompok. Analisis korespondensi menunjukkan bahwa sebaran spasial dari stasiun berbeda dan dipengaruhi oleh karakteristik habitat. Thalassia hemprichii mendominasi stasiun 1, 3, 7, 8 sementara Cymodea rotundata mendominasi stasiun 2, 5, 6. Spesies perintis contohnya Halodule uninervis dan Halophila ovalis mendominasi stasiun 3 dan 4. Spesies lamun terbesar Enhalus acoroides mendominasi stasiun 7 dan 8. Sebaran spasial dan komposisi spesies juga menunjukkan bahwa padang lamun di Bone Batang dalam tahap dewasa. Fauna yang hidup di padang lamun Bone Batang melimpah dan didominasi spesies liang. Dapat disimpulkan, bahwa campuran komunitas lamun dengan beragam spesies lamun dan dipengaruhi oleh karakteristik habitat dan fauna yang hidup di dalamnya.
Adsorption Kinetics of Cd(II) From Aqueous Solution Using Surfactant Modified Activated Carbon-Sodium Lauryl Sulphate (SMAC-SLS) Sumiati Side; Suriati Eka Putri; Rini Perdana; Abd. Rahman
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 (September 2024)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the adsorption kinetic model of Cd(II) from aqueous solution using Surfactant Modified Activated Carbon-Sodium Lauryl Sulphate (SMAC-SLS). This study began by varying pH, contact time, and adsorbate concentration. The concentration of Cd(II) was measured using a spectrophotometric method. The results of the analysis showed that the optimum pH occurred at pH 5 with an adsorption percentage of 84.58±1.44% and the optimum contact time at 100 minutes with an adsorption percentage of 88.75±1.5%. Furthermore, in the variation of adsorbate concentration, the adsorption percentage decreased with increasing adsorbate concentration. The adsorption kinetics followed a pseudo second order with an R2 value of 0.9945 with an adsorption capacity of 8.89 mg/g. Thus, the use of SMAC-SLS as a future adsorbent for Cd(II) is highly recommended.
Pemetaan Wilayah Produksi Rumput Laut di Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto Hasriyanti
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 (September 2014)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kapasitas budidaya rumput, produksi dan penyebaran budidaya rumput laut, tingkat eksploitasi rumput laut, dan melakukan pemetaan desa-desa yang berpotensi untuk budidaya rumput laut di Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Lokasi penelitian adalah seluruh wilayah Kecamatan Tamalatea, kelompok obyek penelitian adalah 11 jumlah desa yang dianggap berpotensi sebagai penghasil rumput laut. Rangkaian tahapan penelitian adalah dengan melakukan survey, plotting lokasi, pengukuran kesesuaian lahan untuk budidaya rumput laut, serta pemetaan terhadap lokasi yang telah diplot tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kapasitas budidaya rumput laut di Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto, sangat beragam di 7 desa. Produksi dan penyebaran budidaya rumput laut di Kecamatan Tamalatea, berkembang secara intensifikasi. Bentuk eksploitasi pembudidayaan rumput laut di Kecamatan Tamalatea, terjadi pada aspek pencemaran. Wilayah yang berpotensi untuk pengembangan budidaya rumput laut, berdasarkan aspek fisik dan sosial, yakni terdapat di 7 desa, sedangkan 1 desa yang berada di garis pantai berpotensi pada wisata pantai.
Limit of Function Understanding by Student of National Mathematics Olimpiad ON MIPA in University Wilda Syam Tonra; Didi Suryadi; Kusnadi; Endah Cahya Mulyaning
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 (September 2024)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limits of function is one of sub-topic of Calculus that is complex and difficult to understand. Several studies, both examining misconception and understanding related to function limits, aim to improve teaching and learning. This research is single Subject Research with a single subject, namely by Student of National Mathematics Olimpiad ON MIPA in University. Data was collected through a test instrument consisting of 7 questions on understanding function limits and interviews were conducted to confirm the subject's answers. Data analysis is qualitative. The research results show that 1) Subject can determine the limit value of the function. However, the subject still has a partial understanding. 2) Subject does not understand the meaning of function limits. The subject believes that if there are 2 functions with the same function limit value, then both functions will be the same. 3) Subject can determine the value of the left limit and the right limit from the graph of the given function. 4) Subject cannot formally prove (epsilon-delta) the limit value of the function, the subject does not yet understand what information is given, what information will be sought. The subject is also not able to determine the delta limit in proof problems that have factors 5) Subject can determine the limit value at infinity 6) Subject can determine the value of infinite limit 7) Subject can investigate whether a function is continuous or not continuous. The conclusion of the research is that from 7 understandings of function limits, the subject has 4 perfect understandings regarding left and right limits, limits at infinity and infinity and function continuity. However, the subject was not yet able to prove the limit (epsilon-delta).

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 (Maret 2026) Vol. 14 No. 01 (2025): Volume 14 Nomor 1 (Maret 2025) Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 (September 2024) Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 (Maret 2024) Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 (September 2023) Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 (Maret 2023) Vol. 11 No. 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 (September 2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 (Maret 2022) Vol. 10 No. 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 (September 2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 (Maret 2021) Vol. 9 No. 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 (September 2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 (Maret 2021) Vol. 8 No. 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 (September 2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 (Maret 2019) Vol. 7 No. 2 (2018): Volume 7 Nomor 2 (September 2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Volume 7 Nomor 1 (Maret 2018) Vol. 6 No. 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 (September 2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 (Maret 2017) Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 (September 2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 (Maret 2016) Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 (September 2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 (Maret 2015) Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 (September 2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 (Maret 2014) Vol. 2 No. 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 (September 2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 (Maret 2013) Vol. 1 No. 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 (September 2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 (Maret 2012) More Issue