cover
Contact Name
Dinar Maftukh Fajar
Contact Email
dinarfisika@gmail.com
Phone
+6283841712425
Journal Mail Official
vektor.iain-jember@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mataram No. 1, Mangli, Kaliwates, Krajan, Mangli, Kec. Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68131
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 2723066X     EISSN : 27230724     DOI : https://doi.org/10.35719/vektor.v7i01
Core Subject :
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA hadir sebagai wadah berbagi gagasan dan hasil penelitian di bidang pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Diterbitkan oleh Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, jurnal ini menjadi ruang kolaboratif bagi peneliti, dosen, mahasiswa, guru, dan praktisi untuk menyebarluaskan karya ilmiah terbaiknya. Jurnal ini mempublikasikan artikel dalam Bahasa Indonesia dengan dua abstrak (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris), mencakup kajian literatur maupun hasil penelitian lapangan yang relevan dengan pendidikan dan sains. Terbit dua kali setahun—Juni dan Desember—VEKTOR mengundang Anda untuk menjadi bagian dari komunitas ilmiah yang aktif, inovatif, dan berkomitmen mengembangkan pendidikan sains di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
PENERAPAN TEACHING WITH ANALOGY BERBANTUAN VIDEO INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN REASONING PADA MATERI LISTRIK ARUS SEARAH Yuri Aniasari; Tomo Djudin; Syaiful B. Arsyid
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 6 No. 1 (2025): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v5i02.157

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh teaching with analogy berbantuan video interaktif terhadap pemahaman konsep dan reasoning pada materi listrik arus searah di kelas IX SMPN 3 Sungai Raya. Menggunakan desain one group pretest-posttest, penelitian ini melibatkan 32 siswa kelas IX A yang dipilih dengan intact group random sampling. Instrumen berupa tes pemahaman konsep (5 soal) dan reasoning (3 soal) dalam bentuk uraian. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode ini berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep dan reasoning, dengan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan (P-value < 0,05) serta kontribusi relatif sebesar 12,7%. Kata Kunci: Kemampuan Pemahaman Konsep, Kemampuan Reasoning, Listrik Arus Searah, Teaching With Analogy, Video Interaktif. This research examines the effect of teaching with analogy assisted by interactive videos on understanding concepts and reasoning in direct current electricity material in class IX of SMPN 3 Sungai Raya. Using a one group pretest-posttest design, this research involved 32 class IX A students selected using intact group random sampling. The instrument is a test of conceptual understanding (5 questions) and reasoning (3 questions) in the form of a description. The results of the analysis show that this method has a positive effect on understanding concepts and reasoning, with a significant difference before and after treatment (P-value < 0.05) and a relative contribution of 12.7% Keywords: Concept Understanding Ability, Direct Current Electricity, Interactive Video, Reasoning Ability,  Teaching With Analogy.
THE STUDENTS’ RESPONSES TO THE EXISTANCE OF TEACHING MODULES IN LEARNING PROCESS Sapto Wahono
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 4 No. 1 (2023): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v4i1.159

Abstract

In learning process, a teaching module is an important part of it. The learning process equipped with teaching modules can make it easier for educators and students to understand the material being taught. Educators can deliver material systematically and students get a good learning experience and in accordance with learning outcomes. However, based on observation there were teachers and educators who had not created and used teaching modules in the learning process yet. The purpose of this study was to obtain student responses to the use of teaching modules in classroom learning. The results of student responses were expected to be an evaluation of educators in carrying out their profession. This type of research was a case study. The data collection tool was in the form of interviews related to the existence of teaching modules. The results of the interviews as data were analyzed with narrative descriptions. The results of this study indicated that students’ responses to the existence of teaching modules were very much needed by students to get clarity and consistency of learning materials. They considered that teaching modules were practical learning tools. In addition, with the existence of these teaching modules, students were able to learn independently. Keywords: Learning Process, Respons, Teaching Modules Dalam proses pembelajaran, modul ajar merupakan bagian penting di dalamnya. Proses pembelajaran yang dilengkapi dengan modul ajar dapat memudahkan pendidik dan peserta didik dalam memahami materi yang diajarkan. Pendidik dapat  menyampaikan materi secara sistematis dan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang baik dan sesuai dengan capaian pembelajaran. Namun, berdasarkan hasil observasi masih terdapat guru dan pendidik yang belum membuat dan menggunakan modul ajar dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh respon peserta didik terhadap penggunaan modul ajar dalam pembelajaran di kelas. Hasil respon peserta didik diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi pendidik dalam menjalankan profesinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Alat pengumpulan data berupa wawancara terkait keberadaan modul ajar. Hasil wawancara sebagai data dianalisis dengan uraian naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon peserta didik terhadap keberadaan modul ajar sangat dibutuhkan oleh peserta didik untuk memperoleh kejelasan dan konsistensi materi pembelajaran. Mereka menilai bahwa modul ajar merupakan alat bantu pembelajaran yang praktis. Selain itu, dengan adanya modul ajar tersebut peserta didik mampu belajar secara mandiri. Kata Kunci: modul ajar, proses pembelajaran, respon
EFEKTIVITAS MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) BERBANTUAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA Ahmad Hamam Ali; Budiyono
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 6 No. 1 (2025): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v6i1.167

Abstract

Artikel hasil penelitian ini  bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas VIII dengan penerapan model Project Based Learning (PJBL) berbantuan media Minmind Mapping pada Materi Sistem Pencernaan Manusia di SMP RUQ Al  Al Falah Salatiga Tahun Pelajaran 2024/2025, (2) mengetahui efektivitas model Project Based  Learning (PjBL) berbantuan media Mind Mapping terhadap hasil belajar siswa kelas VIII materi Sistem Pencernaan Manusia di RUQ Al Falah Salatiga tahun Pelajaran 2024/2025. Jenis penelitian ini menggunakan  penelitian kuantitatif (True Experimen Design) Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi  penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP RUQ Al Falah Salatiga berjumlah 50 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal pilihan ganda pretest-posttest yang telah diuji melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran, dan uji daya pembeda beserta angket respon siswa yang telah di uji keabsahannya melalui validasi ahli. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Independent Sample T-Test yang dihitung dengan menggunakan bantuan software SPSS 25. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa pada kelas eksperimrn diperoleh nilai rata-rata posttest yaitu 84,00 dan nilai rata-rata kelas kontrol yaitu 70,20. Berdasarkan data tersebut, maka nilai rata-rata kelas eksperimen > kelas kontrol (84,00 > 70,20) dibuktikan dengan uji Indepent Sample T-Test nilai thitung  4,507 >2,036 ttabel dengan nilai signifikasi 0,00 < 0,05. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa Hipotesis HO ditolak dan Ha  diterima, sehingga model Project Based Learning (PJBL) berbantuan media Mind Mapping efektif terhadap hasil belajar siswa kelas VIII materi Sistem Pencernaan Manusia di SMP RUQ Al Falah Salatiga tahun pelajaran 2024/2025. Kata Kunci: Efektivitas, Project Based Learning ,Mind Mapping, Hasi Belajar This research article aims to (1) describe the learning outcomes of class VIII students with the application of the Project Based Learning (PJBL) model assisted by Mind Mapping media on the Human Digestive System Material at SMP RUQ Al Falah Salatiga in the 2024/2025 Academic Year, (2) determine the effectiveness of the Project Based Learning (PjBL) model assisted by Mind Mapping media on the learning outcomes of class VIII students on the Human Digestive System material at RUQ Al Falah Salatiga in the 2024/2025 Academic Year. This type of research uses quantitative research (True Experiment Design) Pretest-Posttest Control Group Design. The population of this study was all class VIII students of SMP RUQ Al Falah Salatiga totaling 50 students. Sampling used the Cluster Random Sampling technique. The instruments used in this study were multiple choice pretest-posttest questions that had been tested through validity tests, reliability tests, difficulty level tests, and discriminatory power tests along with student response questionnaires that had been tested for validity through expert validation. The data analysis technique used was the Independent Sample T-Test which was calculated using SPSS 25 software. The results of this study indicate that student learning outcomes in the experimental class obtained an average posttest score of 84.00 and an average control class score of 70.20. Based on these data, the average score of the experimental class> control class (84.00> 70.20) is proven by the Independent Sample T-Test test, the t count value is 4.507> 2.036 t table with a significance value of 0.00 <0.05. Based on these data, it can be concluded that the HO hypothesis is rejected and Ha is accepted, so that the Project Based Learning (PJBL) model assisted by Mind Mapping media is effective for the learning outcomes of class VIII students on the Human Digestive System material at SMP RUQ Al Falah Salatiga in the 2024/2025 academic year. Keywords: Effectiveness, Project Based Learning, Mind Mapping, Learning Outcomes
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-MAGAZINE BERBASIS ANDROID UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS PADA MATERI EKOLOGI DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI KELAS VII MTsN 1 KOTA KEDIRI Lailatul Rahmawati Rahmawati; Ibrahim bin Said; Ummiy Fauziyah
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 6 No. 1 (2025): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v6i1.181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan majalah digital berbasis android sebagai alternatif pembelajaran masa kini yang kreatif dan inovatif. Majalah digital berbasis android ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan literasi sains siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas 7 MTsN 1 Kota Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Kevalidan media diperoleh dari hasil validasi ahli materi, media dan teknologi, dan ahli bahasa yang memeperoleh hasil masing- masing adalah 97,6%, 92,6% dan 90% yang dikategorikan sangat valid dan layak digunakan. Keefektifan media diukur berdasarkan hasil nilai pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan. Kesimpulannya, E-magazine berbasis android efektif digunakan dalam pembelajaran IPA materi ekologi dan keanekaragaman hayati untuk meningkatkan literasi sains siswa. Kata Kunci: Literasi Sains,Media pembelajaran, Majalah Digital This study aims to develop an android-based digital magazine as an alternative to creative and innovative modern learning. This android-based digital magazine aims to improve students' scientific literacy. This study was conducted in class 7 of MTsN 1 Kediri City. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model. The validity of the media was obtained from the validation results of material experts, media and technology, and language experts who obtained results of 97.6%, 92.6% and 90% respectively which were categorized as very valid and feasible to use. The effectiveness of the media was measured based on the results of the pretest and posttest scores. The results showed that there was a significant difference. In conclusion, android-based E-magazine is effective for use in science learning on ecology and biodiversity materials to improve students' scientific literacy. Keywords: Learning media, E-magazine, Scientific Literacy
PENERAPAN PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TARL) DALAM MODEL PEMBELAJARAN SAINTIFIK PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK Fathur Rahman Arrozi; Nahdiah Nur Fauziah
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 6 No. 1 (2025): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v6i1.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dalam model pembelajaran saintifik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi sistem pencernaan manusia. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbasis model Kemmis dan McTaggart, dengan dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor berpikir kritis dari 52,40% (rendah) menjadi 84,50% (tinggi). Pendekatan TaRL dalam pembelajaran saintifik terbukti efektif, terutama dalam mengembangkan keterampilan menalar dan mengomunikasikan hasil pembelajaran. Kata Kunci: Teaching at the Right Level, Pembelajaran Saintifik, Berpikir Kritis, Sistem Pencernaan This study aims to analyze the effectiveness of the Teaching at the Right Level (TaRL) approach in a scientific learning model on improving students' critical thinking skills in human digestive system material. The method used is Classroom Action Research (PTK) based on the Kemmis and McTaggart model, with two cycles. The results showed an increase in critical thinking scores from 52.40% (low) to 84.50% (high). The TaRL approach in scientific learning proved effective in improving critical thinking skills, especially in reasoning and communicating learning outcomes. Keywords: Teaching at the Right Level, Scientific Learning, Critical Thinking, Digestive System
Tinjauan Literatur: Peran Model Pembelajaran Think Pair Share dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP pada Pembelajaran IPA Mita Riski Annisa; Rayendra Wahyu Bachtiar; Firdha Yusmar; Fauziyatul Iffah; Siti Shofa Assyifa'ul Qulbi Barid; Sri Wahyuni
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 7 No. 1 (2026): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v7i01.197

Abstract

Critical thinking is one of the essential competencies that students need to develop to meet the demands of 21st-century learning. However, many studies indicate that junior high school students' critical thinking skills remain relatively low, highlighting the need for learning models that encourage active participation. One such model is Think-Pair-Share (TPS), which allows students to think independently, discuss ideas with a partner, and share their conclusions with the class. This study aimed to analyze the effectiveness of the Think-Pair-Share learning model in improving junior high school students' critical thinking skills in science learning through a literature review. A total of 25 articles published between 2021 and 2026 were collected from the Google Scholar database and analyzed based on predetermined criteria. The findings show that TPS improves students' critical thinking skills, active participation, conceptual understanding, and ability to express logical arguments. In addition, the effectiveness of TPS is influenced by students' cognitive styles and the use of learning media. Therefore, the TPS learning model can serve as a relevant instructional strategy for developing students' critical thinking skills in 21st-century science education. Keyword: Critical thinking, Junior High School Students, Think Pair Share Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan siswa untuk memenuhi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa sekolah menengah pertama masih tergolong rendah, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong partisipasi aktif siswa. Salah satu model tersebut adalah Think Pair Share (TPS), yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara mandiri, berdiskusi dengan pasangan, dan membagikan hasil pemikirannya kepada seluruh kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Think Pair Share dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMP pada pembelajaran IPA melalui metode literature review. Sebanyak 25 artikel yang diterbitkan pada tahun 2021–2026 diperoleh dari database Google Scholar dan dianalisis berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TPS mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, partisipasi aktif, pemahaman konsep, serta kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat secara logis. Selain itu, efektivitas TPS juga dipengaruhi oleh gaya kognitif siswa dan penggunaan media pembelajaran. Oleh karena itu, model pembelajaran TPS dapat menjadi strategi pembelajaran yang relevan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA di abad ke-21.  Kata kunci: Berpikir kritis, Siswa SMP, Think Pair Share
ANALISIS KEBUTUHAN E-MODUL FISIKA BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI SUHU DAN KALOR BAGI SISWA SMP Gloria Azhari; Tugiyo Aminoto; Suharli AJ
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 6 No. 2 (2025): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v6i2.200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa terhadap pengembangan E-Modul Fisika berbasis kontekstual pada materi suhu dan kalor di SMPN 44 Tanjung Jabung Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen angket skala Likert yang diberikan kepada 39 responden siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket kebutuhan siswa, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan siswa dalam pembelajaran fisika berada pada kategori tinggi dengan persentase 73,33%. Secara lebih rinci, kebutuhan pada materi suhu dan kalor mencapai 76,21% (kategori tinggi), pemahaman konsep suhu dan kalor 71,49% (kategori tinggi), serta kebutuhan terhadap E-Modul berbasis kontekstual sebesar 79,59% (kategori tinggi). Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa memerlukan materi ajar inovatif yang bersifat interaktif, kontekstual, serta relevan dengan pengalaman nyata. Dengan demikian, pengembangan E-Modul fisika berbasis kontekstual pada materi suhu dan kalor dipandang sangat penting untuk menunjang efektivitas proses pembelajaran dan mendukung proses pembelajaran yang bermakna, relevan, dan sesuai dengan tuntutan abad 21. Kata Kunci: analisis kebutuhan, e-modul, pembelajaran berbasis kontekstual, suhu dan kalor Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa terhadap pengembangan E-Modul Fisika berbasis kontekstual pada topik suhu dan panas di SMPN 44 Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan kuesioner skala Likert yang diberikan kepada 39 responden siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kebutuhan siswa, dan data dianalisis melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan siswa dalam pembelajaran fisika termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 73,33%. Lebih spesifik lagi, kebutuhan yang berkaitan dengan topik suhu dan panas mencapai 76,21% (kategori tinggi), pemahaman konsep suhu dan panas mencapai 71,49% (kategori tinggi), dan kebutuhan akan E-Modul berbasis kontekstual mencapai 79,59% (kategori tinggi). Hasil ini menunjukkan bahwa siswa memperoleh materi pembelajaran inovatif yang interaktif, kontekstual, dan relevan dengan pengalaman kehidupan nyata. Oleh karena itu, pengembangan E-Modul Fisika berbasis kontekstual pada topik suhu dan panas dianggap penting untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif. Kata kunci : analisis kebutuhan, e-modul, pembelajaran berbasis konteks, suhu dan panas
PENGARUH SIMULASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN KONSEP GAYA DAN GERAK Cindy Rose Dini Hari; W. Mufidah; N.H. Erlina
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 6 No. 2 (2025): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v6i2.204

Abstract

Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review terhadap 20 artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025 untuk mengkaji efektivitas simulasi digital PhET (Physics Education Technology) dalam pembelajaran konsep gaya dan gerak. Setiap artikel dianalisis berdasarkan tujuan, metodologi, hasil utama, serta relevansinya terhadap pembelajaran sains di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PhET meningkatkan hasil belajar, pemahaman konsep, motivasi, serta kepuasan belajar siswa. Nilai rata-rata N-Gain (0,6–0,78) menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif dan afektif. PhET merupakan cara yang efektif untuk mendukung pembelajaran berbasis konstruktivisme dan keterampilan abad ke-21 Kata Kunci:  gaya dan gerak, hasil belajar, motivasi belajar, pendidikan sains, simulasi Phet   This study uses a Systematic Literature Review of 20 articles published between 2020 and 2025 to examine the effectiveness of digital PhET (Physics Education Technology) simulations in teaching gaya and gerak concepts. Every article is analyzed based on its purpose, methodology, primary results, and applicability to health education in Indonesia. The results indicate that using PhET improves learning outcomes, conceptual understanding, motivation, and student satisfaction. The rata-rata N-Gain (0,6–0,78) indicates an increase in cognitive and affective abilities. PhET is an effective way to enhance construction-based learning and abad ke-21. Keywords: force and motion, learning outcomes, learning motivation, and sains education,phet simulation
Kemampuan Argumentasi Ilmiah Siswa Kelas VIII Pada Submateri Usaha: Studi Di Mts Tahfidz Al-Barokah Merapi Zaky Zakaria
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 7 No. 1 (2026): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v7i01.206

Abstract

Scientific argumentation skill is a critical component of scientific literacy that remains a persistent challenge among Indonesian students, as reflected in the 2022 PISA results. This study aims to identify the profile of eighth-grade students' scientific argumentation skills on the topic of Work (Usaha), examined through two aspects: argument organ completeness (claim, data, warrant, backing) and scientific accuracy (epistemic correctness). This descriptive quantitative study involved 62 eighth-grade students from MTs Tahfidz Al-Barokah Merapi, Magelang Regency, selected through random sampling. Data were collected using a single open-ended item grounded in the concept of Work and Power, validated by five experts (Aiken's V = 0.9) and assessed for inter-rater reliability using Cohen's Kappa coefficient. The results show a mean score of 47.61 (low category) for organ completeness and 33.55 (very low category) for scientific accuracy. For organ completeness, the majority of students (40.3%) fell into the Claim-Data (C-D) category, while for scientific accuracy, most students (46.8%) fell into category B2 (claims supported by scientifically incorrect argumentation); no student reached the highest category on either dimension (C-D-W-B and A1). These findings indicate that students can construct a basic argument structure but have not yet developed valid and relevant scientific backing. The study recommends implementing inquiry-based learning strategies and explicit argumentation instruction models to strengthen students' ability to integrate empirical evidence with conceptual reasoning. Keyword: organ completeness, scientific argumentation, scientific accuracy, work (usaha) submaterial, Toulmin's Argument Pattern Kemampuan argumentasi ilmiah merupakan komponen penting literasi sains yang masih menjadi tantangan bagi siswa Indonesia, sebagaimana tercermin dalam hasil survei PISA 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil kemampuan argumentasi ilmiah siswa kelas VIII pada submateri Usaha ditinjau dari dua aspek, yaitu kelengkapan organ argumen (claim, data, warrant, backing) dan keilmiahan (kebenaran konsep). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang melibatkan 62 siswa kelas VIII MTs Tahfidz Al-Barokah Merapi, Kabupaten Magelang, yang dipilih melalui random sampling. Data dikumpulkan menggunakan satu instrumen soal uraian beracuan konsep Usaha dan Daya yang telah divalidasi oleh lima ahli (Aiken's V = 0,9) dan diuji reliabilitas antar-penilai menggunakan koefisien Kappa Cohen. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata capaian siswa pada aspek kelengkapan organ sebesar 47,61 (kategori rendah) dan aspek keilmiahan sebesar 33,55 (kategori sangat rendah). Pada aspek kelengkapan organ, mayoritas siswa (40,3%) berada pada kategori Claim-Data (C-D), sedangkan pada aspek keilmiahan, mayoritas siswa (46,8%) berada pada kategori B2 (klaim didukung argumen ilmiah yang keliru); tidak ada siswa yang mencapai kategori tertinggi pada kedua aspek (C-D-W-B dan A1). Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa telah mampu menyusun struktur argumen dasar, tetapi belum mampu menghadirkan dukungan ilmiah (backing) yang valid dan relevan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi pembelajaran berbasis inkuiri dan model argumentasi ilmiah eksplisit untuk memperkuat kemampuan siswa dalam mengintegrasikan bukti empiris dengan penalaran konseptual.  Kata kunci: argumentasi ilmiah, kelengkapan organ, keilmiahan, submateri usaha, Toulmin's Argument Pattern
Pengaruh Penggunaan E Modul Berbasis PBL pada Materi Pencemaran Lingkungan dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik di MTs/SMP Sherly Helma Nabilla; Ulya Fawaida
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 7 No. 1 (2026): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v7i01.210

Abstract

This study aims to analyze the effect of using a Problem Based Learning (PBL) based e module on the topic of environmental pollution toward the critical thinking skills of eighth grade students at MTs NU Nahdlatul Fata Jepara. This quantitative pre-experimental study employed a One Group Pretest Posttest design, involving the entire population as a saturated sample of 38 students from class VIII A. Data were collected through a critical thinking skills test instrument administered before and after treatment, then analyzed using Normality, Homogeneity, Paired Sample T Test, N Gain, and Simple Linear Regression tests. The results showed a significant increase in the average score from 66.7 (Pre test) to 78.3 (Post test), with a significance value (2 tailed) of 0.000 (< 0.05) and a t count of 8.238, greater than the t table value of 1.685. The N Gain test produced an average score of 0.6834 (68.34%), categorized as moderate to high. Students taught using the PBL based e module also obtained a higher average score (78.4) compared to those taught with conventional methods (67.0). These findings indicate that the PBL based e module has a significant and positive effect on enhancing students' critical thinking skills on environmental pollution material, and can be considered an effective, contextual, and innovative learning alternative for science education. Keyword: Critical Thinking Skills, Environmental Pollution, Use of E Module, Problem Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan e modul berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi pencemaran lingkungan terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VIII MTs NU Nahdlatul Fata Jepara. Penelitian kuantitatif jenis pre eksperimen ini menggunakan desain One Group Pretest Posttest dengan melibatkan seluruh populasi sebagai sampel jenuh, yaitu 38 peserta didik kelas VIII A. Data dikumpulkan melalui instrumen tes keterampilan berpikir kritis yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji Paired Sample T Test, Uji N Gain, dan Uji Regresi Linear Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata rata yang signifikan dari Pre test sebesar 66,7 menjadi Post test sebesar 78,3, dengan nilai signifikansi (2 tailed) sebesar 0,000 (< 0,05) dan thitung 8,238 > ttabel 1,685. Hasil uji N Gain menunjukkan skor rata rata 0,6834 (68,34%) yang berada pada kategori sedang menuju tinggi. Kelompok yang belajar menggunakan e modul berbasis PBL juga memperoleh rata rata (78,4) yang lebih tinggi dibandingkan kelompok konvensional (67,0). Dengan demikian, e modul berbasis PBL terbukti efektif dan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi pencemaran lingkungan. Kata kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, Penggunaan E Modul, Problem Based Learning, Pencemaran Lingkungan.