cover
Contact Name
Dinar Maftukh Fajar
Contact Email
dinarfisika@gmail.com
Phone
+6283841712425
Journal Mail Official
vektor.iain-jember@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mataram No. 1, Mangli, Kaliwates, Krajan, Mangli, Kec. Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68131
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 2723066X     EISSN : 27230724     DOI : https://doi.org/10.35719/vektor.v7i01
Core Subject :
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA hadir sebagai wadah berbagi gagasan dan hasil penelitian di bidang pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Diterbitkan oleh Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, jurnal ini menjadi ruang kolaboratif bagi peneliti, dosen, mahasiswa, guru, dan praktisi untuk menyebarluaskan karya ilmiah terbaiknya. Jurnal ini mempublikasikan artikel dalam Bahasa Indonesia dengan dua abstrak (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris), mencakup kajian literatur maupun hasil penelitian lapangan yang relevan dengan pendidikan dan sains. Terbit dua kali setahun—Juni dan Desember—VEKTOR mengundang Anda untuk menjadi bagian dari komunitas ilmiah yang aktif, inovatif, dan berkomitmen mengembangkan pendidikan sains di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MEDIA POSTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA BIOLOGI DI SMP NEGERI 2 WAINGAPU Ramana Limanto; Vidriana Oktoviana Bano; Enda Riwa R.H.
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 5 No. 1 (2024): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v5i1.114

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hasil belajar peserta didik dalam menggunakan model pembelajaran Group Investigation berbantuan media poster pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam kegiatan pra siklus, siklus 1 dan siklus II dengan jumlah peserta didik 32 orang. Peningkatan ranah kognitif peserta didik yang tuntas pada tahap pra siklus mencapai 16%, siklus I dengan rata rata 59,06 dan jumlah peserta didik yang tuntas 50% dan tidak tuntas 50%, dan siklus II dengan rata rata 83,75 peserta didik yang tuntas mencapai 87% dan tidak tuntas 13%. Pada ranah afektif tahap siklus I predikat tinggi 8 orang, sedang 18 orang, rendah 6 orang dan mengalami peningkatan pada siklus II mencapai 29 orang predikat tinggi, sedang 3 orang. Dapat disimpulkan bahwa efektifitas model kooperatif Group Investigation berbantuan media poster dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII E IPA pada materi sistem gerak pada manusia di SMP Negeri 2 Waingapu. Kata Kunci: Model pembelajaran, kooperatif, Group Investigation, Hasil belajar   The aim of this research is to describe students' learning outcomes in using the Group Investigation learning model assisted by poster media in science subjects. This research is classroom action research (PTK) which was carried out in pre-cycle, cycle 1 and cycle II activities with a total of 32 students. The increase in the cognitive domain of students who completed the pre-cycle stage reached 16%, cycle I with an average of 59.06 and the number of students who completed and did not complete 50%, and cycle II with an average of 83.75 students who completed reached 87% and 13% incomplete. In the affective domain stage of cycle I, 8 people had a high rating, 18 people had a medium rating, 6 people had a low rating and experienced an increase in cycle II reaching 29 people with a high rating, 3 people had a medium rating. It can be concluded that the effectiveness of the Group Investigation cooperative model assisted by poster media can improve the learning outcomes of class VIII E Science students on human movement systems at SMP Negeri 2 Waingapu. Keywords: Learning model, cooperative, Group Investigation, learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBANTUAN MEDIA WORDWALL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI KALOR KELAS VII SMP Mochammad Ricky Rifai; Sudarti Sudarti; Rif'ati Dina Handayani; Muhammad Jamhari; Haeruddin Haeruddin
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 5 No. 1 (2024): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v5i01.123

Abstract

Abad ke-21 mewajibkan siswa untuk mengembangkan keterampilan belajar dan inovasi. Terkait hal itu, guru harus dibekali dengan keterampilan mengajar yang kreatif, seperti  model pembelajaran yang inovatif dan penggunaan media. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) berbantuan media wordwall terhadap hasil belajar siswa materi kalor kelas VII SMP. Jenis penelitian yaitu quasi experiment dengan desain non-equivalent control group design, yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas VII-C sebagai kelas ekperimen dan VII-A sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran student teams achievement division (STAD) dengan berbantuan wordwall berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Islam Kunir. Hal itu sesuai dengan nilai rata-rata post test kelas eksperimen dan kelas kontrol yang berturut-turut yaitu 83,13 dan 80. Melihat nilai post test tersebut kelas ekperimen lebih tinggi nilainya daripada kelas kontrol. Dikonfirmasi juga terkait hasil uji independent t-test yaitu nilai signifikansi 2-tailed berturut-turut 0,021 dan 0,023 kurang dari 0,05. Hal itu menandakan bahwa hipotesis penelitian diterima, artinya ada pengaruh terkait guru menggunakan model pembelajaran STAD berbentuan media wordwall terhasil belajar siswa.  Kata Kunci: hasil belajar, kalor, model STAD, wordwall
DIGITALISASI PEMBELAJARAN SEJARAH SAINS BERDIFERENSIASI SCIENCE HISTORY DRAMA WITH PLOTAGON (SHI DRAGON) UNTUK MENDUKUNG SDGs Wirawan Fadly; Rahmi Faradisya Ekapti; Muhamad Tohari
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 5 No. 1 (2024): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v5i1.141

Abstract

Di era globalisasi saat ini, pendidikan berkelanjutan salah satu bagian dari dasar reformasi pendidikan yang mengkonsepkan sebuah keterampilan dalam pembelajaran dengan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan di masa sekarang. Salah satunya yaitu dengan memenuhi kebutuhan digitalisasi dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video animasi kreatif dengan software Plotagon yang nantinya diimplementasikan dalam pembelajaran untuk menganalisis bagaimana perbedaan pemahaman konsep kelas yang diberikan pembelajaran menggunakan media video animasi Plotagon dalam materi sejarah sains dengan pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan desain ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implementation, and Evaluation). Media pembelajaran berbasis animasi efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa terkait matakuliah sejarah dan filsafat IPA yang menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hasil uji one-pairet tailed dengan p-value sebesar 0,00<0,05 mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan dalam perolehan nilai antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Uji t-test one tailed menunjukkan bahwa peningkatan nilai pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol dengan p-value sebesar 0,000 pada taraf signifikansi α=0,05 Kata Kunci: Digitalisasi, Video animasi, Plotagon, Sejarah Sains In the current era of globalization, continuing education is one part of the basic educational reform that conceptualizes a skill in learning with the ability to meet the needs of the present. One of them is by meeting the needs of digitalization in learning. This research aims to develop creative animation videos with Plotagon software which will be implemented in learning to analyze how different understanding of concepts is the class provided learning using Plotagon animated video media in science history material with conventional learning. The research method used is development research with ADDIE design (Analyze, Design, Develop, Implementation, and Evaluation). Animation-based learning media is effective in increasing students' understanding of concepts related to history and philosophy of science courses which show significant improvement. One-pairet tailed test result with p-val Keywords: Digitalization, Animation Video, Plotagon,Science History
PENGEMBANGAN E-MODUL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK BERBASIS APLIKASI CANVA: ANALISIS KANDUNGAN FITOKIM DARI EKSTRAK ETANOL TANAMAN TEMULAWAK (Curcuma Zanthorrhiza) Sri Maryati; Rayandra Asyhar; Minarni
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 5 No. 2 (2024): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v5i02.143

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan e-Modul praktikum berbasis aplikasi canva secara praktis dan teoritis serta respon mahasiswa terhadap e-Modul yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan 4D. Instrument penelitian yang digunakan berupa pedoman wawancara dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif (komentar dan saran) dan analisis data kuantitatif (rata-rata skor jawaban dan persentase). Hasil dari penelitian ini diperoleh rerata skor dari ahli materi sebesar 4,46 (Sangat Layak), ahli media sebesar 4,2 (Sangat Layak), penilaian dosen sebesar 4,4 (Sangat Baik) dan respon dari mahasiswa memiliki persentase 86,1% (Sangat Baik). Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar e-modul praktikum kimia organik berbasis aplikasi canva dalam proses pembelajaran dan pelaksanaan kegiatan praktikum kimia organik di Universitas Jambi sangat layak digunakan. Kata Kunci: e-Modul Praktikum, Praktikum, Temulawak The aim of this research is to determine the practical and theoretical feasibility of e-Modules based on the Canva application as well as students' responses to the e-Modules being developed. This research is development research that uses the 4D development model. The research instruments used were interview guides and questionnaires. The data analysis techniques used are qualitative data analysis (comments and suggestions) and quantitative data analysis (average answer scores and percentages). The results of this research obtained an average score from material experts of 4.46 (Very Decent), media experts of 4.2 (Very Decent), lecturer assessment of 4.4 (Very Good) and responses from students had a percentage of 86.1% (Very good). It can be concluded that the organic chemistry practicum e-module teaching materials based on the Canva application in the learning process and implementation of organic chemistry practicum activities at Jambi University are very suitable for use. Keywords:  Curcuma, e-Module Practice, Practice.
MENINGKATKAN MINAT SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI EKOLOGI DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI Afy Rizky Awalia; Nanang Winarno; Erna Risfaula Kusumawati; Henhen Hendrawati
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 5 No. 2 (2024): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v5i02.146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa terhadap IPA dengan penerapan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus dan melibatkan 22 siswa di salah satu SMP di Kabupaten Bandung Barat. Instrumen yang digunakan adalah angket minat sains dengan 5 indikator, masing-masing terdiri dari 4 pertanyaan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan membandingkan hasil motivasi siswa antara siklus 1 dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan minat siswa terhadap IPA dari 68,41% pada pra-siklus, menjadi 71,53% pada siklus 1, dan 71,76% pada siklus 2. Selain itu, hasil belajar juga meningkat dengan rata-rata kelas dari 69,64 pada siklus 1 menjadi 76,40 pada siklus 2. Kata Kunci: Ekologi dan Keanekaragaman Hayati, Minat Pembelajaran IPA, Problem Based learning. This research aims to increase students' interest and learning outcomes in science by implementing the Problem Based Learning (PBL) model. This classroom action research consisted of 2 cycles and involved 22 students at one of the junior high schools in West Bandung Regency. The instrument used was a science interest questionnaire with 5 indicators, each consisting of 4 questions. Data analysis used descriptive analysis by comparing the results of student motivation between cycle 1 and cycle 2. The results showed an increase in student interest in science from 68.41% in the pre-cycle, to 71.53% in cycle 1, and 71.76% in the cycle 2. In addition, learning outcomes also increased with the class average from 69.64 in cycle 1 to 76.40 in cycle 2. Keywords: Ecology and Biodiversity, Interest in Science Learning, Problem Based Learning.   
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PBL DALAM PENDEKATAN TARL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI PADA PEMBELAJARAN IPA Dewi Ayu Mulyani; Elok Sudibyo; Tutut Forcefiati
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 5 No. 2 (2024): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v5i02.148

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik kelas VII-F di SMPN 1 Porong pada pembelajaran IPA. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian 32 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan kolaborasi yang signifikan setelah penerapan model PBL dalam pendekatan TaRL. Persentase keterampilan kolaborasi meningkat dari 71,66% pada siklus I menjadi 82,63% pada siklus II, menunjukkan bahwa model pembelajaran ini efektif dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik dalam pembelajaran IPA. Kata Kunci: keterampilan kolaborasi, model pembelajaran PBL, pendekatan TaRL. This research evaluates the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) learning model with the Teaching at the Right Level (TaRL) approach in improving the collaboration skills of class VII-F students at SMPN 1 Porong in science learning. This Classroom Action Research (PTK) was carried out in two cycles, with research subjects of 32 students. Data was collected through observation, questionnaires and documentation. The research results show a significant increase in collaboration skills after implementing the PBL model in the TaRL approach. The percentage of collaboration skills increased from 71.66% in cycle I to 82.63% in cycle II, indicating that this learning model is effective in improving students' collaboration skills in science learning. Keywords: collaboration skills, PBL learning model, TaRL approach.
FISIKA DAN BUDAYA: PANDANGAN GURU TENTANG INSERSI BUDAYA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Adelia Alfama Zamista; Chania Pratama Rahma
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 6 No. 1 (2025): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v6i1.149

Abstract

Pembelajaran fisika di tingkat SMA sering dipandang kompleks dan abstrak, menyebabkan kesulitan pemahaman dan kurangnya minat siswa. Insersi budaya dalam pembelajaran fisika berpotensi mengatasi tantangan ini dengan meningkatkan relevansi dan aksesibilitas materi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pandangan guru fisika SMA di Kota Padang mengenai insersi budaya dalam pembelajaran, meliputi pemahaman, persepsi, pola implementasi, tantangan, dan kebutuhan dukungan. Menggunakan pendekatan metode campuran, data dikumpulkan melalui kuesioner online dari 32 guru dan wawancara mendalam dengan tiga guru. Hasil menunjukkan 84,4% guru telah menerapkan insersi budaya, dengan 90,6% menganggapnya penting atau cukup penting. Manfaat utama yang diidentifikasi adalah peningkatan pemahaman konsep (90,6%) dan pelestarian budaya lokal (78,1%). Kontekstualisasi konsep fisika dengan budaya (78,1%) menjadi pola insersi paling umum. Tantangan utama meliputi keterbatasan waktu (68,8%) dan kurangnya pemahaman budaya lokal (53,1%). Penelitian ini merekomendasikan pengembangan profesional guru, penyediaan materi pembelajaran berbasis budaya, revisi kurikulum, dan peningkatan kolaborasi dengan ahli budaya dan komunitas lokal. Kata Kunci: Budaya Minagkabau, Insersi Budaya, Pembelajaran Fisika, Etnosains Physics learning at the high school level is often perceived as complex and abstract, leading to difficulties in understanding and a lack of student interest. Cultural integration in physics learning has the potential to address these challenges by increasing the relevance and accessibility of the material. This study aimed to explore the views of high school physics teachers in Padang City regarding cultural integration in learning, including understanding, perceptions, implementation patterns, challenges, and support needs. Using a mixed-methods approach, data were collected through an online questionnaire from 32 teachers and in-depth interviews with three teachers. Results showed that 84.4% of teachers had implemented cultural integration, with 90.6% considering it important or somewhat important. The main benefits identified were improved conceptual understanding (90.6%) and preservation of local culture (78.1%). Contextualizing physics concepts with culture (78.1%) was the most common integration pattern. Key challenges included time constraints (68.8%) and a lack of understanding of local culture (53.1%). This study recommends teacher professional development, the provision of culturally-based learning materials, curriculum revision, and increased collaboration with cultural experts and local communities Keywords: Minangkabau Culture, Physics Learning, Cultural Insertion, Ethnoscience
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS IV DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN IPAS DI SDN 1 HADIWARNO Wulan Trisnawaty; Ykka Syesarya Anjarwati; Lina Erviana
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 5 No. 2 (2024): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v5i02.151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dalam penerapan kurikulum merdeka pada materi keberagaman budaya di kelas IV SDN 1 Hadiwarno. Penelitian kualitatif ini melibatkan 3 siswa yang dipilih secara random sampling. Data diperoleh melalui observasi, angket, wawancara, dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek RFP mengalami kesulitan simbolik, non simbolik, dan sosial emosional; subjek RPP menghadapi kesulitan akademik, simbolik, non simbolik, serta sosial emosional; sedangkan subjek ASP memiliki kesulitan serupa. Kata Kunci : Belajar, Hambatan, IPAS, Jenis, Kesulitan. This research aims to identify students' learning difficulties in implementing the independent curriculum on cultural diversity material in class IV at SDN 1 Hadiwarno. This qualitative research involved 3 students selected by random sampling. Data was obtained through observation, questionnaires, interviews, documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model. The research results showed that RFP subjects experienced symbolic, non-symbolic and social emotional difficulties; RPP subjects face academic, symbolic, non-symbolic and social emotional difficulties; while ASP subjects had similar difficulties. Keywords : Difficulties, IPAS, Learning, Obstacles, Types.
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PJBL PADA MATERI BENCANA ALAM DI UPT SMPN 10 GRESIK Zuhrotun Najichah; Wahyuni Fajar Arum; Nur Wakhidah
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 6 No. 2 (2025): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v6i2.152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kreatif peserta didik dalam materi bencana alam dengan menggunakan model PjBL di UPT SMPN 10 Gresik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan partisipan sebanyak 32 peserta didik kelas VIII yang dipilih secara acak. Instrumen penelitian berupa lembar observasi yang mengukur indikator berpikir kreatif berdasarkan model Torrance, yaitu kelancaran, orisinalitas, dan elaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat berpikir kreatif peserta didik bervariasi, dengan kategori sangat kreatif sebesar 31,25%, kreatif 28,10%, dan cukup kreatif 40,63%. Indikator dengan pencapaian tertinggi adalah lancar (72%), sementara elaborasi mencapai pencapaian terendah (40%). Kata Kunci: berpikir kreatif, bencana alam, model PjBL   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif siswa dalam materi bencana alam menggunakan model PjBL di UPT SMPN 10 Gresik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan 32 siswa kelas delapan yang dipilih secara acak sebagai partisipan. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi yang mengukur indikator berpikir kreatif berdasarkan model Torrance, yaitu kelancaran, fleksibilitas, orisinalitas, dan elaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat berpikir kreatif siswa bervariasi, dengan 31,25% dikategorikan sangat kreatif, 28,10% kreatif, dan 40,63% kreatif sedang. Indikator dengan pencapaian tertinggi adalah kelancaran (72%), sedangkan elaborasi memiliki pencapaian terendah (40%). Kata kunci :  berpikir kreatif , bencana alam, pembelajaran PjBL
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA TERHADAP MATERI GERAK DAN GAYA DI SMP KECAMATAN LABANG KABUPATEN BANGKALAN MENGGUNAKAN DIAGNOSTIC THREE-TIER TEST Rahma Isnaini; Andyni Dinda Fitriani; Naswa Nabila Sintya Praba; Alita Amelia; Yuyun Candra Pratiwi; Af'idatur Rohmi; Ainun Nafila; Nazjwa Nabilla Tuzzuhro; Tria Utim Leviawati; Moh. Fardin Hazim; Siti Eneng Sururiyatul Mu'aziyah; Supriyadi Supriyadi
VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 5 No. 2 (2024): VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Tadris IPA FTIK UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/vektor.v5i02.156

Abstract

The aim of this research is to analyze the level of students' misconceptions on the concept of motion and force. This research was conducted on grade 7 and 8 students in Labang Junior High School using descriptive qualitative method. The instrument used was a three-tier test consisting of three levels, namely multiple choice answers, reasons, and the level of student confidence in the answers chosen. The results showed that grade 7 and 8 students still experienced misconceptions on the concepts of motion and force. The highest percentage of misconceptions was found in grade 7 students at 59%, while in grade 8 students at 51%. This is influenced by the level of students' initial understanding, the way teachers teach, and differences in cognitive levels between students. Keywords: misconceptions; motion and force; three-tier test Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat miskonsepsi siswa pada konsep gerak dan gaya. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 7 dan 8 di SMP Kecamatan Labang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa three-tier test yang terdiri dari tiga tingkatan yaitu jawaban pilihan ganda, alasan, dan tingkat keyakinan siswa terhadap jawaban yang dipilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas 7 dan 8 masih mengalami miskonsepsi pada konsep gerak dan gaya. Persentase miskonsepsi tertinggi terdapat pada siswa kelas 7 sebesar 59%, sedangkan pada siswa kelas 8 sebesar 51%. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat pemahaman awal siswa, cara guru mengajar, serta perbedaan tingkat kognitif antar siswa. Kata Kunci: gerak dan gaya; miskonsepsi; three-tier test