Pariwisata
Jurnal Ilmiah Hospitality (JIH) is an open-access, peer-reviewed academic journal published by Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram (STP Mataram), Indonesia. The journal provides a scholarly platform for researchers, academics, practitioners, and students to disseminate original research and scholarly studies related to tourism, hospitality, hotel management, destination development, tourism business, and related interdisciplinary fields. Jurnal Ilmiah Hospitality is committed to advancing knowledge and encouraging evidence-based discussion on contemporary issues in tourism and hospitality, particularly those relevant to the development of tourism in Indonesia and Southeast Asia. The journal welcomes empirical research, conceptual studies, case studies, applied research, and interdisciplinary perspectives that contribute to the advancement of tourism and hospitality scholarship and practice. The journal particularly encourages manuscripts addressing emerging issues such as sustainable tourism, community-based tourism, destination management, tourism marketing, tourist behavior, hospitality management, hotel operations, culinary tourism, tourism innovation, digital tourism, tourism economics, tourism policy, cultural and heritage tourism, halal tourism, wellness tourism, and tourism development. JIH promotes rigorous academic standards through a peer-review process and editorial evaluation. Submitted manuscripts are evaluated based on their originality, academic relevance, methodological rigor, clarity of presentation, and contribution to the development of tourism and hospitality knowledge. The journal is published twice a year, in June and December, and provides immediate open access to its published articles
Articles
548 Documents
BIMTEK MANAJEMEN KEUANGAN PEDAGANG CENDERAMATA KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) MANDALIKA KUTA LOMBOK TENGAH
Mahsun Mahsun;
I Ketut Bagiastra;
Primus Gadu
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 8 No 2: Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v8i2.15
Program ini difokus pada kelompok pedagang cenderamata Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Kuta Lombok dengan tujuan memberdayakan masyarakat ekonomi kecil produktif. Sedangkan pelaksanaan program didasari oleh beberapa permasalahan yang dihadapi yaitu: rendah dan lemahnya pemahaman dan kemampuan administrasi pengelolaan keuangan pencatatan (transaksi keuangan secara kronologis menurut urutan waktu dan sistematik menurut cara-cara pembukuan). Merujuk pada permasalahan mitra di atas, kemudian Tim bersama-sama mitra menyusun dan atau merumuskan beberapa solusi strategis yaitu: Pelatihan dan pendampingan pengenalan dan arti pentingnya rencana bisnis dalam organisasi bisnis atau perusahaan serta hal-hal yang perlu ada dalam pembukuan organisasi atau perusahaan dan pendampingan tentang pembuatan tatacara pencatatan laporan keuangan, transaksi pengeluaran, pemasukan, estimasi arus kas, membuat buku rugi laba. Materi pelatihan dilengkapi dengan format dan alur pembukuan sederhana. Atas dasar solusi strategis yang ditawarkan maka tersusun target luaran kegiatan ini antara lain: Mitra memiliki pemahaman tentang pembukuan dan Transaksi, prinsip-prinsip pencatatan menurut cara-cara tertentu (sistematis), dicatat menurut urutan waktu/urutan tanggal (kronologis), memberikan informasi yang jelas (kapan tanggalnya, diterima atau dibayarkan, jumlahnya berapa), dapat dipertanggungjawabkan, memiliki kemampuan secara mandiri mengisi form pembukuan sederhana dengan mengikuti contoh yang telah diberikan. Program PKM ini melalui solusi-solusi yang ditawarkan diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi penguatan Sumber daya Manusia Mitra dan peningkatan pendapatan (omset) penjualan.
USAHA DAUN DALUMAN DI DUSUN TAMBANG ELEH DESA JAGA RAGA KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT PROPINSI NTB
I Ketut Purwata
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 8 No 2: Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v8i2.16
Usaha daun daluman di Dusun Tambang Eleh Desa Jaga Raga Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, merupakan langkah yang sangat strategis untuk membantu masyarakat dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan perekonomian melalui usaha mikro berbasis iptek, sehingga tercapainya kesejahteraan masyarakat. Tambang eleh sebagai salah satu dusun, yang subur dan berada antara jalur kawasan wisata kota Mataram dengan Bandara Internasional Lombok, cocok untuk menjadi daerah pengabdian. Rendahnya kemampuan masyarakat mitra dalam mengembangkan olahan dan produksi daun daluman (cincau hijau) sebagai bahan konsumsi dan komoditi serta tatakelolanya menyebabkan ancaman bagi kelangsungan usaha ini. Oleh karena itu perlu ada upaya yang koprehensif dalam penanganan masalah ini termasuk Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram dan seluruh civitas akademikanya. Permasalahan yang dihadapi mitra dalam pengabdian ini adalah: permasalahan produksi seperti kurangnya peralatan, kurang inovatifnya peroduk; sedang permasalahan manajemen seperti mitra belum memiliki ijin usaha, pasar masih terbatas, promosi kurang ,papan nama usaha, serta laporan keuangan. Tujuan dan manfaat pengabdian membantu usaha daluman agar dapat meningkatkan produksi dan memperluas pasar, bagi dosen merupakan pengaplikasikan diri dalam tri darma Perguruan tinggi. Yang menjadi mitra adalah usaha daluman Kirti Dusun Tambang Eleh, Desa Jaga Raga, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode lapangan dengan, penentuan sasaran, mengidentifikasi masalaha (sosialisasi dan focus groub discution/FGD), Pelaksanaan solusi (bidang produksi dan bidang management), dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan diharapkan dapat menjawab masalah hambatan pengembangan usaha masyarakat kedepannya.
ANALISIS KESENJANGAN PENGEMBANGAN SEKTOR PERJALANAN WISATA DI PULAU LOMBOK
Moh. Jumail
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 8 No 2: Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v8i2.17
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan pengembangan sector perjalanan wisata di Pulau Lombok dengan pertimbangan mendasar bahwa sector ini kalah jauh dengan sector akomodasi (perhotelan). Selain itu, hasil kajian ini juga menganalisis tipologi, struktur, skala dan manfaat dari usaha perjalanan wisata. Kajian ini membawa implikasi terhadap penguatan Program Studi Perjalanan Wisata yang setiap tahunnya menunjukkan penurunan minat signifikan dari calon mahasiswa yang mendaftar di Sekolah Tinggi Pariwistaa Mataram. Nantinya hasil kajian ini dapat digunakan untuk mengevaluasi penyebab atau faktor-faktor yang menghambat perkembangan sector perjalanan wisata sebagai sebuah kesenjangan termasuk juga penguatan prodi pada institusi pendidikan yang membuka jurusan perjalanan wisata. Kajian ini merupakan penelitian eksploratif dengan paradigma kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, kajian kepustakaan, dan dokumentasi. Analisisnya menggunakan content analysis dan hermeneutic dengan menganalisis isi dan menginterpretasikan makna yang terkandung dalam data yang telah dikumpulkan. Luaran dari kajian ini adalah tersedianya satu kerangka kerja (framework) tentang perkembangan perjalanan wisata di Pulau Lombok
STUDI LETERATUR : PARIWISATA SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN,DISIPLIN ILMU ATAU KAJIAN
Yukiko Hiro Mantu
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 8 No 2: Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v8i2.20
In the tourism literature there are differences of opinion among academics in conducting research to argue whether tourism is a scientific discipline, study or academic community. These three things are often misplaced depending on the author, the context and the author's academic’s background. This paper identifies the position of tourism in academia. These three ideas use as a tool to lead discussion. It also guides the ideas of tourism experts and Kuhn's ideas on what constitutes a scientific discipline. The discussion results is a debate of “what is the true" in tourism research. The recommendations displayed the advancement of tourism research through theoretical construction in the academic field of tourism.
MODEL PENTAHELIX DALAM SINERGI PARIWISATA DI IDONESIA UNTUK PEMBERDAYAAN PEREKONOMIAN LOKAL : STUDI LITERATUR
Artin Bayu Mukti;
Aziz Nur Rosyid;
Eddi Indro Asmoro
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 1: Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v9i1.21
Abstrak Penelitian ini membuat dasar model dalam sebuah sinergi pengembangan kearifan lokal yang dimiliki oleh berbagai daerah yang ada di Indonesia untuk pertumbuhan ekonomi lokal. Salah satu yang dibidik adalah pembuatan obyek pariwisata yang menjadi unggulan di daerah tersebut, baik berupa hasil inovasi dan kreativitas atau kondisi alam yang ada.Penelitian ini diharapkan memberikan added value untuk dasar pemikiran dalam menentukan kebijakan dalam peningkatan perekonomian lokal dengan pembuatan obyek wisata yang menjadi unggulan di daerah. Metode penelitian adalah menggunakan studi literatur berdasarkan preferensi studi empiris untuk menentukan gap research. Selanjutnya akan dibangun hipotesa-hipotesa berdasarkan studi literatur dalam menentukan semua variabel eksogen maupun endogen. Data kualitatif yang telah dihasilkan ternyata menekankan pada korrdinasi dan kolaborasi, untuk membangun desain model ternyata masih membutuhkan pemetaan-pemetaan kembali pada tahapan teknis operasional dari pemahaman koordiansi dan kolaborasi tersebut menurut pendapat peneliti. Temuan-temuan dari hasil studi literature review berdasarkan kajian dan pembahasan yang dalam dari peneliti menyimpulkan sementara, bahwa kondisi masing-masing pariwisata di Indonesia satu sama laiinya berbeda. Perbedaan-perbedaan ini dapat ditinjau kembali untuk menemukan sinergi apa yang harus berjalan bersama secara teknis operasional dalam bentuk koordinasi dan kolaborasinya dalam klasifikasi destinasinya. Untuk membentuk pra model yang diharapkan dalam mengadopsi teknik atau metode model pentahelix sementara ini, hanya mampu merujuk pada pemetaan sinergi antara koordinasi atau kolaborasi, dan koordinasi sekaligus kolaborasi dari aktor-aktor pentahelix untuk masing-masing kondisi Pariwisata yang terdapat di Indonesian. akan digunakan sebagai konstruk model sebagai variable-variabel konstruk endogen maupun eksogen Kata Kunci: Pentahelix, kolaborasi, sinergi, koordinasi
ANALISIS KERJA DAN KUALITAS PELAYANAN CONCIERGE TERHADAP KEPUASAN TAMU GRAND EDGE HOTEL
Azis Nur Rosyid;
Artin Bayu Mukti
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 1: Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v9i1.22
Penelitian ini dilakukan untuk mengnalisis prosedur kerja dan kualitas pelayanan concierge terhadap kepuasan tamu di Grand Edge Hotel Semarang. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan jenis penelitian kualitatif. Data diperoleh dari hasil kuisioner yang dibagikan ke seluruh tamu serta wawancara secara langsung dengan staf Concierge Grand Edge Hotel Semarang, selain itu juga didukung dengan beberapa dari studi pustaka dan observasi. Data yang diperoleh dijelaskan secara kualitatif dan dijelaskan dalam bentuk uraian yang disusun secara detail dan sistematis. Kata kunci: Prosedur Kerja, Kualitas Pelayanan, Kepuasan Tamu
ANALISIS DAYA TERIMA KONSUMEN PADA PADA INOVASI PRODUK UNBAKED CHEESE CAKE BERBASIS TAHU SUTERA
dendi gusnadi
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 1: Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v9i1.24
Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah bagaimana memanfaatkan tahu sutera sebagai bahan tambah pada produk unbaked cheese cake. Dimana dimasukanya tahu sutera ini bertujuan untuk menigkatkan nilai gizi khususnya kadar protein nabati menggantikan lemak yang banyak terkandung dalam cream cheese, dimana cream cheese ini adalah bahan utama dalam membuat unbaked cheese cake. Dipilihnya tahu sutera selain untuk meningkatkan nilai gizi karena karateristik tahu sutera terutama tekstur nya hampir sama dengan cream cheese. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperiment dimana peneliti membuat inovasi unbaked cheese cake terlebih dahulu. Untuk Teknik pengumpulan data dengan kuesioner angket terhadap 100 panelis terdiri dari panelis ahli sebanyak 30 panelis, panelis tidak terlatih 70 panelis kemudian data disajaikan secara deskriptif. Hasil penelitian Formulasi yang ideal dari produk unbaked cheese adalah 70gram cream cheese,30gr tahu sutera, fresh milk 10ml, gelatine powder 5gram, icing sugar 100gr dan 50gr biscuit dan yang bisa penulis sampaikan adalah untuk daya terima konsumen dalam aspek rasa, tekstur,warna, aroma dan penampilan fisik rata-rata diterima oleh konsumen.
PERENCANAAN PAKET WISATA PADA BIRO PERJALANAN WISATA INBOUND (STUDI KASUS DI PT. GOLDEN KRIS TOURS, BALI)
Nelsye Lumanauw
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 1: Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v9i1.26
Paket wisata merupakan bagian penting pada industri perjalanan, terkait dengan kualitas dan pengaruhnya terhadap kepuasan wisatawan. Merupakan kewajiban bagi operator wisata untuk menyikapi dengan teliti kualitas paket wisata, supaya tetap menghasilkan keuntungan dan menambah pengalaman serta memperpanjang masa tinggal bagi wisatawan di destinasi. Oleh karenanya, perencanaan harus dilakukan secara hati-hati ketika proses pembuatan dan pengembangan program untuk paket wisata, terutama yang melibatkan kerjasama dengan bisnis pariwisata lokal lain, seperti, hotel, transportasi, pemandu wisata, atraksi. Golden Kris Tours, sebagai salah satu industri pariwisata di Bali memiliki bagian produk, yang bertanggung jawab untuk membuat paket wisata sukses. Namun, terdapat kendala besar pada bagian ini yaitu keterbatasan karyawan yang dimiliki untuk menangani semua pekerjaan. Penelitian ini menggunakan metode uraian kualitatif. Pembatasan kunci informan pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel sacara sengaja. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi terkait produk wisata, paket wisata Golden Kris Tours. Selanjutnya, data tersebut dianalisa. Kesimpulan pada penelitian ini adalah proses perencanaan paket wisata di Golden Kris Tours mengalami korelasi jangka panjang. Untuk meningkatkan kinerja tim di bagian produk, perusahaan sebaiknya menambah karyawan. Atau, sebagai alternatif lain adalah melakukan pelatihan terus menerus terhadap karyawan, meningkatkan keperdulian karyawan dan menginformasikan paket wisata dengan baik
PERAN PEREMPUAN DALAM MENGANGKAT CITRA KULINER LOKAL DI KAWASAN WISATA NARMADA
I Wayan Suteja;
Rizal Kurniansah;
Lia Rosida;
Distiya Ashari;
Anggi Prasetyo
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 1: Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v9i1.27
Peran perempuan dalam eksistensi wisata kuliner di Kawasan Wisata Narmada memang tidak pernah dapat dikesampingkan. Berkembangnya pariwisata dan didukung oleh usaha-usaha kuliner lokal akan mendorong terangkatnya citra kawasan ini sebagai salah satu tujuan wisata kuliner yang saat ini sangat terkenal dengan menu sate bulayaknya. Melalui ptulisan ini dibahas tentang tentang peran perempuan dalam mengangkat citra kuliner lokal di Kawasan Wisata Narmada. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Wisata Narmada merupakan kawasan strategis pengembangan wisata kuliner. Sejak lama kawasan ini telah menjadi salah satu pusat kuliner lokal khususnya sate bulayak dan turut berkembang sebagai pendukung pariwisata di Kawasan Taman Narmada. Sebagian besar pelaku wisata kuliner ini adalah kaum perempuan hebat yang tidak hanya berperan untuk mencari nafkah tetapi juga beperan ganda dalam kegiatan sosial bermasyarakat. Terdapat tiga alasan perempuan terjun pada usaha kuliner yaitu karena kebutuhan hidup, yang ke dua karena keterbatasan skill dan memasak adalah skill yang mereka kuasai, dan ketiga adalah peluang yang besar ada pada bisnis kuliner. Walaupun demikian bentuk partisipasi mereka ini bersifat spontaneous atau tanpa ada paksaan
PENGELOLAAN SANGGAR WAYANG SAMAPTE DESA PRINGGARATA
Murianto Murianto;
Lalu Masyhudi;
Nukeu Novia Andriani;
Lalu Yulendra;
Andi Suprianto;
Mahdani Mahdani
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 1: Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jih.v9i1.28
Sanggar Wayang Samapte-Desa Pringgarata merupakan salah satu lembaga seni yang masih bertahan hidup ditengah perkembangan moderenisasi. Aktifitas dan Pupularitas lembaga ini sudah mulai menurun karena minat masyarakat untuk melestarikanya. Perkembangan pariwisata di pulau Lombok yang semakin baik memberikan harapan dan peluang besar dalam pengembangan sanggar wayang sebagai daya tarik wisata. Metode pengumpulan data yang digunakan secara observasi, wawancara mendalam dengan Purposive Sampling dengan melakukan wawancara mendalam secara langsung dengan berbagai tokoh seperti Dalang Wayang Samapte, Anggota Sekaha, dan penggiat serta pelaku budaya lainya yang ada di Pulau Lombok. Potensi Daya Tarik Wisata wayang ini harus dikelola dengan baik sehingga dapat memberikan dampak secara sosial, fisikologis dan menganngkat taraf ekonomi pelaku seni wayang yang lebih baik. Membuat paket-paket wisata wayang yang bisa dipadukan dengan paket wisata lainya sehingga Peluang pasar dapat diperesar seperti Kantor Pemerintah, BUMD dan BUMN, , Travel Agent, dan Perhotelan serta Stakeholder Pariwisata oleh karena itu, penting kiranya dibuat model pengelolaan yang baik supaya sanggar wayang samapte ini bisa berkembang secara berkelanjutan