cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
jurnalkemenhub@gmail.com
Phone
+6281213236151
Journal Mail Official
jurnalkemenhub@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Timur No. 5, Gambir, Jakarta 10110
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Transportasi Darat
ISSN : 14108593     EISSN : 25798731     DOI : https://doi.org/10.25104/jptd
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi Darat adalah jurnal yang mewadahi publikasi ilmiah peer-reviewed serta sumber informasi yang kredibel dari hasil penelitian, ide, gagasan dan kajian di bidang transportasi darat yang mencakup transportasi jalan dan perkeretaapian. Pada bidang transportasi jalan, cakupan kajian meliputi pelayanan dan keselamatan angkutan jalan, kendaraan bermotor, kendaraan berbahan bakar listrik maupun gas, terminal, pengujian kendaraan bermotor, manajemen perparkiran, serta jaringan trayek. Sementara itu, bidang perkeretaapian mencakup manajemen pelayanan dan keselamatan angkutan kereta api, sarana dan prasarana, serta fasilitas operasi. Kajian juga mencakup penyelenggaraan angkutan umum, baik yang bertrayek maupun tidak bertrayek, termasuk jaringan trayek, tarif, kelembagaan angkutan umum, dan standar pelayanan.
Articles 247 Documents
Rekayasa Lalu Lintas Pada Simpang Empat Plaza Ratahan di Kabupaten Minahasa Tenggara Prasadja Ricardianto; Sufriyano Sufriyano; Abdullah Ade Suryobuwono; Susanty Handayani; Prima Widiyanto
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v25i2.2196

Abstract

Beroperasinya pusat perdagangan yang terletak di pusat kota Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara mengakibatkan intensitas bangkitan dan tarikan lalu lintas dan volume lalu lintas pada ruas jalan Ratahan-Amurang, jalan Ratahan-Manado dan simpang empat plaza yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen rekayasa lalu lintas pada simpang empat plaza Ratahan. Metode penelitian menggunakan prosedur perhitungan jalan perkotaan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Tahun 2015 dengan nilai standar Derajat Kejenuhan sebesar < 0,75. Kinerja simpang empat plaza Ratahan juga menunjukan pada saat volume kendaraan tertinggi, Derajat Kejenuhan 0,91, dan tundaan 15,98 det/smp, sehingga menunjukkan bahwa kapasitas simpang sudah jenuh dan tingkat pelayanan yang didapatkan adalah C. Pada ruas jalan Ratahan-Amurang dilakukan skenario dengan alternatif menghilangkan parkir di tepi jalan mampu meningkatkan kinerja ruas jalan menjadi 0,40 dengan nilai tingkat pelayanan A. Pada ruas jalan Ratahan Manado alternatif yang direkomendasikan yaitu pembatasan ruang parkir di badan jalan, hal ini dikarenakan nisbah volume per kapasitas sudah berada di angka > 0,7. Skenario dengan alternatif kedua melakukan pelebaran geometrik menjadi 10m nilai DS menjadi 0,56 yang berarti tingkat pelayanan jalan adalah A. Temuan kunci penelitian ini adalah pada penerapan manajemen rekayasa lalulintas direncanakan dengan melakukan pemilihan tipe bundaran lalu lintas pada simpang plaza yang lebih besar dengan range R10-22 dengan dua lajur masuk menggunakan jari-jari 10 m. Pengendalian simpang dengan menggunakan bundaran lalulintas mampu menurunkan nilai derajat kejenuhan 0,64 - 0,36 pada settiap jalinan.
Interaksi Simbolik Dalam Praktik Komunikasi Nonverbal Standar Operasional Prosedur “Tunjuk Sebut” PT Kereta Api Indonesia (Persero) Danang Novika Ruswantara
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v25i2.2202

Abstract

Kecelakaan kereta api di Indonesia pernah terjadi karena human error padahal PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) "Tunjuk Sebut". Adanya pandemi COVID-19 dengan menggunakan protokol kesehatan diasumsikan oleh peneliti mampu melakukan perubahan terhadap pelaksanaan SOP tersebut. SOP ini merupakan aturan untuk meningkatkan keamanan, pelayanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api yang digunakan oleh Masinis PT KAI. . Hasil dari penelitian ini, pada masa pandemi dan sebelum pandemi, penerapan SOP “Tunjuk Sebut” tidak jauh berbeda karena lintas operasi yang dilayani dan proses yang dijalankan sama. Interaksi simbolik yang terjadi dalam dalam proses memahami standar operasional prosedur “Tunjuk Sebut” mengakomodir seluruh konsep penting dalam interaksi simbolik pikiran (mind), diri (self), dan masyarakat (society). Praktik komunikasi nonverbal dalam SOP “Tunjuk Sebut” dimanifestasikan dalam gerak isyarat, penampilan, jarak, warna, pada semboyan perkerataapian. Manifestasi yang tidak ada pada SOP “Tunjuk Sebut” yaitu artefak dan sentuhan namun terdapat tambahan manifestasi komunikasi nonverbal yaitu suara pada SOP ini.
Model Bangkitan dan Tarikan Penumpang Kereta Api Commuter Line Serpong – Tanah Abang : Studi Kasus Stasiun Rawa Buntu dan Stasiun Sudimara Adita Utami; Naufal Nabil Siregar; Asep Yayat Nurhidayat
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v27i1.2224

Abstract

Tangerang Selatan merupakan kota penyangga Ibukota DKI Jakarta yang memiliki lokasi sangat strategis, dimana akses menuju transportasi umum yang dapat dengan mudah dijangkau untuk menuju wilayah DKI Jakarta seperti jalan tol dan commuter line. Peningkatan jumlah penumpang commuter line yang meningkat setiap tahun dapat mengakibatkan permasalahan transportasi semakin kompleks baik dari sarana maupun prasarana transportasi dari dan menuju Stasiun serta kapasitas dan operasional Stasiun itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi bangkitan dan tarikan pergerakan pada Stasiun Rawabuntu dan Stasiun Sudimara serta model matematis bangkitan dan tarikan pergerakan pada stasiun tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode stepwise yang merupakan metode alternatif dalam analisis regresi. Pemodelan yang dihasilkan pada bangkitan pergerakan pada Stasiun Rawabuntu adalah Y = -2635,33 + 64,189 X1 + 966,337X3 + 937,907X4 dan pada Stasiun Sudimara diperoleh pemodelan bangkitan pergerakan Y = -2085,73 + 1426,964X1 + 218,278X2. Pemodelan yang dihasilkan pada tarikan pergerakan pada Stasiun Rawabuntu Y = -1802,7 + 391,409X3 + 1174,637X4 + 39,224X5 dan pada Stasiun Sudimara diperoleh pemodelan tarikan pergerakan Y = - 1146,62 + 1076,366X2 + 112,784X4.
Analisis Kualitas Pelayanan Angkutan Umum dan Kepuasan Pelanggandi Kalimantan Utara Muhammad Djaya Bakri; Iif Ahmad Syarif; Daud Nawir
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v26i1.2238

Abstract

Penetapan Kalimantan Utara sebagai provinsi ke-34 pada tahun 2012 berdampak pada meningkatnya perjalanan menggunakan transportasi darat antarwilayah kabupaten yang ada di mainland Kalimantan menuju Tanjung Selor sebagai ibukota provinsi. Kebutuhan sarana transportasi ini mendorong Dinas Perhubungan Kalimantan Utara bekerja sama dengan Perum DAMRI Cabang Tanjung Selor menyelenggarakan angkutan umum melayani tiga trayek, yaitu: Tanjung Selor-Tana Tidung, Tanjung Selor-Malinau, dan Malinau-Salang (Nunukan). Studi ini bertujuan untuk mengukur kepuasan pengguna jasa yang diharapkan hasilnya menjadi masukan bagi operator dalam meningkatkan kualitas pelayanan, agar menjadi pilihan utama angkutan umum antarkota di Kalimantan Utara. Hasil analisis metode Importance Performance Analysis (IPA) menunjukkan sebanyak lima belas atribut yang perlu ditingkatkan kinerjanya. Atribut tersebut berada pada Kuadran 1 yaitu tersedianya alat pemecah kaca bus pada kondisi darurat, APAR, fasilitas P3K, pintu/jendela darurat, pintu keluar/ masuk pengemudi dan penumpang, alat pembatas kecepatan, hand grip, sabuk keselamatan, fasilitas dan tempat khusus pemeliharaan kendaraan, Standard Operating Procedure (SOP) pemeriksaan operasional kendaraan, jumlah penumpang sesuai kapasitas angkut, lebar tempat duduk, rak bagasi, serta fasilitas kebersihan dalam kabin penumpang. Responden menilai pelayanan angkutan umum tersebut relatif belum berkinerja baik. Berdasarkan hasil analisis dengan metoda indeks kepuasan masyarakat (IKM) diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,0085 atau sebesar 75,2136. Hasil studi ini menunjukkan kualitas pelayanan bus DAMRI di Kalimantan Utara perlu ditingkatkan. Kinerja yang kurang perlu ditingkatkan dan kinerja yang dianggap berlebihan oleh responden perlu dikurangi. Hal ini dibutuhkan untuk meningkatkan jumlah penumpang di masa mendatang, dan dapat menjaga keberlangsungan operasional bus DAMRI sebagai angkutan umum orang antarkota di Provinsi Kalimantan Utara.
Pengaruh Antrean Kendaraan Terhadap Kerugian Ekonomi dan Risiko Keselamatan pada Perlintasan Stasiun Bojonggede Bogor Teguh Dwi Mulyanto; Prasadja Ricardianto; Siti Fatimah; Susanty Handayani; Zaenal Abidin
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v27i1.2245

Abstract

Penutupan perlintasan sebidang di sekitar kawasan Stasiun Bojonggede, Bogor, menimbulkan dampak berupa konsumsi bahan bakar minyak yang terbuang dan kerugian ekonomi sangat banyak per hari dan pertahunnya, serta berdampak pada risiko keselamatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerugian ekonomi dari konsumsi bahan bakar minyak yang terbuang dan mengevaluasi risiko keselamatan pada perlintasan sebidang di kawasan Stasiun Bojonggede, Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan analisis antrean dan tundaan dengan alat analisis Deterministic Queueing Analysis dan Mean Absolute Percentage Error. Selain itu, diperlukan juga metode analisis kerugian ekonomi yang dihitung berdasarkan konsumsi bahan bakar minyak yang terbuang pada saat penutupan perlintasan sebidang yang dikonversikan dalam satuan rupiah. Secara keekonomian, pada Perlintasan Sebidang I dan Perlintasan Sebidang II didapatkan bahwa delapan kriteria evaluasi memiliki risiko yang tinggi terhadap keselamatan dan kerugian ekonomi per hari serta pertahun yang cukup besar. Berdasarkan rekapitulasi dapat disimpulkan bahwa keakuratan nilai Mean Absolute Percentage Error untuk masing-masing pendekat pada perlintasan dengan panjang antrean hasil perhitungan metode Deterministic Queueing Analysis memiliki akurasi yang sangat baik setelah dibandingkan dengan hasil survei di lapangan. Adapun rekomendasi yang diberikan adalah peningkatan perlintasan sebidang menjadi perlintasan tidak sebidang seperti jalan layang atau terowongan dan dilakukan penutupan perlintasan sebidang. Temuan kunci adalah lamanya tundaan dan panjangnya antrean kendaraan yang menyebabkan kerugian secara ekonomi. Hal ini disebabkan karena banyaknya konsumsi bahan bakar yang terbuang pada saat pintu perlintasan sebidang ditutup. Potensi kerugian ekonomi yang telah dihitung diharapkan dapat menjadi pertimbangan pemerintah dalam penentuan kebijakan penanganan perlintasan sebidang lebih lanjut.
Tingkat Pelayanan Pedestrian di Jalan Jatibaru Raya: Bukti Empiris Menggunakan Metode Greenshield Yana Tatiana; Prasadja Ricardianto; Nida Handamari Wahyuningtias; Djarot Tri Wardhono; Abdullah Ade Suryobuwono; Susanty Handayani
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v26i2.2265

Abstract

Beberapa permasalahan yang ditemukan di sepanjang ruas Jalan Jatibaru Raya, Jakarta Pusat kerusakan pada lokasi pedestrian, banyaknya pedagang kali lima yang berjualan, dan kendaraan beroda dua yang parkir di atas pedestrian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pelayanan yang terdapat pada ruas Jalan Jatibaru Raya, Jakarta Pusat dan mengetahui pengaruh kecepatan, kepadatan, dan arus pejalan kaki pada ruas Jalan Jatibaru Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 6.573 orang. Sampel tersebut diperoleh pada weekday dan weekend yaitu pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu. Pengambilan data dilakukan menggunakan pedestrian counting dan observasi lapangan, kemudian dilanjutkan menggunakan metode Greenshield serta diolah dengan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan nilai arus sembilan pejalan kaki/menit/m, kecepatan 57,1792 m/min., dan nilai kepadatan sebesar 0,2189 pejalan kaki/m2. Tingkat pelayanan ditentukan berdasarkan besarnya arus dan ruang pejalan kaki diinterval 15 menit tertinggi sehingga ruas Jalan Jatibaru Raya di kawasan Pasar Tanah Abang termasuk kategori Level of Service “B”. Kesenjangan penelitian pada hasil penelitian sebelumnya yang dianalisis menggunakan metode Greenshield menunjukkan adanya pengurangan lebar jalur dan disisakan jalur dengan lebar tidak lebih dari 25% dari lebar pedestrian. Temuan lainnya adalah pedestrian yang hanya mempunyai lebar di bawah minimal 1.56 m dan banyak trotoar tidak dapat digunakan untuk orang berkebutuhan khusus. Kondisi ini sangat merugikan pejalan kaki karena mengurangi keleluasaan dan memengaruhi kelancaran pergerakan. Akhirnya, penelitian yang menghitung Level of Service dan beberapa analisis yang menggunakan kepadatan, kecepatan, arus, ruang pejalan kaki, kecepatan, dan pengaruh antarvariabel ini dihitung menggunakan metode Greenshield dengan regresi linier. Dengan demikian, poin-poin tersebut dapat disebut sebagai state of the art pada penelitian terkait pedestrian ini.
Dampak Pembangunan Jalan Tol Trans Jawa Terhadap Produktivitas Industri Manufaktur Daerah Kabupaten/Kota Donny Octaviano; Muhammad Halley Yudhistira
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v26i2.2267

Abstract

Pembangunan infrastruktur adalah suatu modal upaya untuk peningkatan produktivitas perekonomian suatu negara dan merupakan usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Masalah pada penelitian ini adalah bagaimana dampak jalan tol Trans-Jawa terhadap produktivitas industri manufaktur di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perubahan yang terjadi pada industri manufaktur sebelum (pada tahun 2014) dan setelah beroperasinya jalan tol Trans-Jawa (tahun 2019). Dalam penelitian ini, yang menjadi variabel dependen adalah revenue perusahaan dan penyerapan tenaga kerja oleh perusahaan. Variabel independen pada penelitian ini adalah pengeluaran untuk upah pekerja, pengeluaran untuk bahan bakar, pengeluaran untuk pembelian bahan baku, pengeluaran untuk biaya listrik, dummy ekspor, dan pengeluaran lainnya. Penelitian ini menggunakan metode Differences-in-Differences (DD) untuk menganalisis dampak dari beroperasinya jalan tol Trans Jawa terhadap produktivitas Industri yang dilewati. Hasil estimasi dari dampak operasional jalan tol Trans Jawa terhadap perkembangan revenue dan penyerapan tenaga kerja oleh perusahaan, secara keseluruhan berdasarkan basis jarak, maupun berdasarkan basis wilayah menunjukkan bahwa beroperasinya jalan tol Trans Jawa berpengaruh secara signifikan. Pada revenue berdampak positif, tetapi pada penyerapan tenaga kerja bernilai berdampak secara negatif dan signifikan baik berdasarkan jarak dan wilayah terhadap industri manufaktur.
Analisis Preferensi Wisatawan Terhadap Pemilihan Angkutan Di Lombok (Studi Kasus: Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika) Tania Andari; Suci Emilia Fitri; Muhammad Rifqi Tirta Mudhofir; I Gusti Ayu Putu Mahendri; Nur Khaririyatun; Vyta Wahyu Hanifah; Bram Hertasning
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v25i1.2271

Abstract

Dukungan pengembangan wilayah Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus dilakukan, baik terkait penyediaan infrastruktur, aksesibilitas menuju Mandalika maupun pembenahan objek wisata sehingga menjadi daya tarik wisatawan. Kegiatan pariwisata tentunya memerlukan moda transportasi untuk memudahkan wisatawan selama perjalanan ke lokasi Mandalika sehingga mendorong mereka untuk terus berkunjung bahkan merekomendasikan kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting moda angkutan di KEK Mandalika dan preferensi wisatawan terhadap moda angkutan serta menyusun strategi pengembangan angkutan umum di Mandalika. Setelah dilakukan survei terhadap wisatawan yang berkunjung ke wilayah Mandalika, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada bulan November 2022, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wisatawan di Mandalika berasal dari wilayah NTB dan luar Indonesia. Dalam berwisata, kendaraan pribadi menjadi pilihan utama wisatawan terutama dalam negeri yang datang ke Mandalika (41%) karena praktis, aman, biaya terjangkau, fleksibel, nyaman, dan cepat. Hal ini diikuti dengan motor sewa (25%), mobil pribadi (23%), mobil sewa (9,1%), dan transportasi online (2,3%). Dari hasil analisis, pengembangan angkutan umum yang terkoneksi dengan destinasi wisata perlu direkomendasikan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan transportasi melalui promosi terkait ketersediaan informasi juga perlu kerja sama yang baik antara berbagai pihak.
Analisis Pemilihan Moda Transportasi Antar Pulau Di Indonesia (Studi Kasus: Rute Batam – Pekanbaru) Muchammad Zaenal Muttaqin; Al Fikri
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v26i2.2279

Abstract

Letak geografis yang cukup dekat menyebabkan banyak penduduk kota Batam melakukan perjalanan ke Pekanbaru. Penumpang dari kota Batam yang melakukan perjalanan ke Pekanbaru memiliki dua pilihan jalur moda transportasi, antara lain jalur laut-darat dan jalur udara. Jalur transportasi tersebut memiliki karakteristik moda yang berbeda sehingga akan mendorong pengguna untuk lebih selektif dalam memilih moda yang akan digunakan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis factor-faktor serta membuat model pemilihan moda dalam melakukan perjalanan rute Batam – Pekanbaru. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan karakteristik pemilihan moda transportasi penumpang, sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda penumpang dengan regresi linear berganda menggunakan software SPSS 24.0. Hasil persamaan regresi linear akan dimasukan kedalam model logit biner untuk mengetahui probabilitas pemilihan moda transportasi penumpang rute Batam – Pekanbaru. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan moda untuk perjalanan rute Batam – Pekanbaru diambil dari variabel bebas yang memenuhi uji regresi logistik, antara lain variabel biaya perjalanan (X3), harga tiket (X5), kenyamanan (X8), kesediaan (X9), dan pertimbangan kecepatan (X15) dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Selanjutnya, probabilitas penumpang rute Batam – Pekanbaru yang menggunakan transportasi udara berdasarkan model persamaan adalah sebesar 57,4 persen, sedangkan probabilitas penumpang rute yang menggunakan transportasi laut-darat sebesar 42,6 persen. 
Studi Pemodelan Pengendalian Kendaraan Bermotor untuk Menurunkan Polusi Udara di Jakarta Azhari Aziz Samudra; Bram Hertasning
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v25i2.2280

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang tidak terkendali di Provinsi DKI Jakarta merupakan salah satu penyebab tingginya emisi dan polusi udara. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan three in one, sistem ganjil genap, dan bantuan subsidi kendaraan listrik berbasis baterai untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dan mengurangi polusi udara. Namun, implementasinya belum terlihat berhasil. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pilihan skenario solusi yang dapat diambil Pemerintah DKI Jakarta karena terjadinya peningkatan konsentrasi polusi udara. Metode penelitian ini menggunakan analisis pemodelan dinamika sistem untuk menghasilkan keterkaitan antar parameter dan komponen model dalam hubungan kebijakan pengurangan polusi dengan pembatasan kendaraan bermotor, tingkat kepadatan lalu lintas, dan panjang jalan raya. Hasil penelitian uji perilaku historis dan uji statistik Fitment menunjukkan adanya kesesuaian perilaku pada jangka panjang. Simulasi dilanjutkan dengan skenario moderat dan optimis yang diintervensikan ke dalam model untuk memperoleh model yang komprehensif. Kesimpulan penelitian ini menjelaskan bahwa skenario moderat pengurangan jumlah kendaraan yang memengaruhi tingkat polusi udara mencapai di bawah 161 ISPU, sedangkan skenario optimis yang memengaruhi tingkat polusi udara mencapai di bawah 50 ISPU. Berdasarkan dua skenario yang ditawarkan, pilihan terbaik ialah menggunakan skenario optimis di mana pertumbuhan kendaraan bermotor, tingkat kemacetan, dan kepadatan lalu lintas dapat dikendalikan pada tahun 2024-2027.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 2 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 4 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 3 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 2 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 1 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 4 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 3 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 3 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 2 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 1 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 4 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 3 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 2 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 1 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 4 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 3 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 1 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat More Issue