Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles
819 Documents
Studi Kasus: Analisis Asuhan Keperawatan dan Terapi Aktivitas Kelompok pada Pasien Gangguan Persepsi Sensori
Wiwin Handayani;
Yeni Fitria;
Enggal Hadi;
Amalia Kusumaningsih
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.641-652
Pasien dengan halusinasi biasanya mengalami distorsi sensori. Untuk mengatasi hal itu maka perlu dilakukan aktivitas yang membantu pasien untuk mengontrol distorsi sensori. Salah satu intervensi keperawatan yang diberikan pada pasien dengan halusinasi yaitu terapi individu dan terapi aktivitas kelompok. Tujuan dari studi kasus ini adalah menganalisis asuhan keperawatan jiwa dengan terapi individu dan terapi aktivitas kelompok pada pasien dengan masalah gangguan persepsi sensori: halusinasi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus deskriptif kualitatif dengan pendekatan proses keperawatan. Sampel adalah Tn. A dengan diagnosa Skizofrenia yang dirawat di RSJ dr. Radjiman wediodiningrat lawang. Data ditelaah dengan model adaptasi stress stuart dan mengacu pada SDKI, SIKI, SLKI. Intervensi keperawatan yang dilakukan yaitu melakukan SP1-SP4 dan melakukan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi untuk mengontrol halusinasi sesi 1 hingga sesi 3. Hasil intervensi didapatkan bahwa pasien mampu mengungkapkan halusinasi, pasien mampu menghardik halusinasi, mampu bercakap-cakap meskipun harus diminta terlebih dahulu untuk memulai bercakap-cakap, kontak mata pasien bagus, dan pasien masih berbicara inkoheren. Berdasarkan intervensi yang telah dilakukan, pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara menghardik, melakukan kegiatan, bercakap-cakap dan minum obat. Pada hari terakhir pasien tampak lebih senang, pasien dapat berinteraksi dengan baik meskipun terkadang masih berbicara inkoheren.
Pengaruh Beban Kerja terhadap Burnout Syndrome pada Perawat Unit Rawat Inap
Dewi Zuniawati;
gathut pringgotomo
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.571-578
Burnout Syndrome merupakan kondisi tubuh-yang-benar-benar lelah-baik-secara-fisik maupun mental pada saat bekerja. Gejala-dari burnout syndrome ini dapat muncul-tanpa adanya-gangguan psikologis-sebelumnya dan-pertama yang-dirasakan-seorang individu ialah munculnya-perasaan emosional berupa stress dan tidak dapat melakukan suatu-apapun-terkait pekerjaan-yang dijalaninya.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh beban kerja terhadap burnout syndrome pada perawat unit Ruang Rawat Inap RS Islam Orpeha Tulungagung. Penelitian ini menggunakan rancangan-penelitian-deskriptif korelasi dengan-pendekatan cross sectional. Pengambilan sample dengan-cara Stratifed Proportional Random Sampling dengan-jumlah sampel sebanyak-57 responden. Teknik-pengumpulan-data dengan-menggunakan 2 kuesioner yaitu kuesioner burnout dan-kuesioner beban-kerja.-Pengolahan data menggunakan-software spss-21 dan analisa data bivariat menggunakan uji-Chi-Square. Didapatkan hasil p-value0,041≤α0,05,-sehingga-dapat-disimpulakan-bahwa-terdapat Pengaruh yang signifikan antara-Beban Kerja Terhadap Burnout syndrome pada Perawat Unit Rawat Inap di Rumah Sakit Islam Orpeha Tulungagung
Dukungan Keluarga Berhubungan dengan Tingkat Kualitas Hidup Lansia
Dini Sukmalara;
Qurrota A’yun;
Kusdiah Eny Subekti;
Siti Rapingah
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.11-18
Dukungan keluarga sangat penting diperlukan oleh lansia dalam memberikan kenyamanan keluarga merupakan support system utama bagi lansia dalam mempertahankan kualitas hidup karena dukungan keluarga yang baik akan mempengaruhi kualitas hidup yang baik.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kualitas hidup lansia. Metode penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 106 Lansia dengan sampel yang diambil menggunakan Teknik Simpel random sampling sebanyak 52 Orang. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji fisher’s exact test denganα=5% (0,05).Hasil penelitian menunjukan bahwa dukungan keluarga dengan kategori baik sebanyak 19 responden (36,5%). Kualitas hidup dengan kategori baik sebanyak 25 responden(48,1%).Dan diperoleh nilai AsymExac’t. Sig. (2-sided) = 0,389 nilai ini lebih besar dariα = 5% (0,05) maka hipotesis H0 diterima. Koofesien kontingensi diperoleh nilai 48,1 %. Simpulan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kualitas hidup lansia.
Dukungan Keluarga Berhubungan dengan Tingkat Ansietas pada Lansia yang Mengalami Penyakit Degeneratif
Nurleny Nurleny;
Meria Kontesa
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.79-88
Pertambahan umur pada lansia mengakibatkan fungsi fisiologisnya mengalami penurunan akibat proses penuaan, sehingga penyakit tidak menular atau penyakit degeneratif banyak muncul. Prevalensi penderita penyakit degeneratif di Indonesia yaitu 3,5 juta jiwa dan prevalensi tertinggi terdapat pada umur 55-74 tahun. Lansia juga mengalami gangguan psikologis salah satunya adalah ansietas. Faktor yang menyebabkan ansietas pada lansia salah satunya adalah dukungan keluarga, yang mana dukungan keluarga sangat dibutuhkan untuk lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan kelurga dengan tingkat ansietas pada lansia yang mengalami penyakit degenratif di Puskesmas Pasar Ahad Agam. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilaksanakan pada tanggal 28 Juli - 01 Agustus 2022. Sampel berjumlah 56 responden dengan teknik pengambilan sampel non random sampling dengan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kusioner dukungan keluarga yang terdiri dari 14 pernyataan dan kusioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) yang terdiri dari 14 pernyatan, dan telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil penelitian didapatkan hasil proporsi lansia yang memiliki dukungan keluarga baik ditemukan pada ansietas ringan (93,1%) dibandingkan dengan lansia yang memiliki dukungan keluarga buruk pada ansietas sedang (60%). Data dianalisa dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai p value = 0,000, artinya terdapat hubungan dukungan keluarga dengan tingkat ansietas pada lansia yang mengalami penyakit degeneratif di Puskesmas Pasar Ahad Agam. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat ansietas pada lansia yang mengalami penyakit degeneratif. Saran bagi keluarga agar memberikan perhatian dan dukungan kepada lansia agar lansia tidak mengalami ansietas.
Hemodialisa Ikhtiar untuk Menjaga Tubuhku
Agus Waluyo
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.121-128
Kenyataan harus menjalani terapi hemodialisa bagi pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik terutama stadium akhir adalah suatu kenyataan yang tidak dengan mudah bisa diterima dan dijalani. Prosedur terapi hemodialisa ini dilaksanakan 3-5 jam dan harus dijalani rata-rata 2 kali seminggu seumur hidup, supaya secara fisik tubuh dapat nyaman. Beratnya adaptasi pasien gagal ginjal kronik secara fisik, sosial, ekonomi dan psikologis untuk bisa menjalani terapi hemodialisa secara rutin ini membuat penulis tertarik untuk membuat sebuah literatur review tentang penerimaan diri pasien pada terapi hemodialisa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tahapan atau proses yang akan dialami pasien dalam menerima kenyataan harus menjalani terapi hemodialisa seumur hidup. Penelitian ini dibuat secara kualitatif sistematik review, data diperoleh secara oline dari database google schoolar, SINTA dan sciene direct . Diperoleh 23 artikel jurnal memenuhi syarat dengan kata kunci yang digunakan adalah penerimaan diri, hemodialisa, dan respon psikologis pasien gagal ginjal kronik, retang waktu publikasi dari tahun 2017 – 2022. Artikel jurnal ditelaah dan yang terpilih adalah artikel jurnal yang terdapat jawaban respon pasien selama menjalani terapi hemodialisa sampai dengan pasien menerima kondisi harus menjalani terapi hemodialisa seumur hidup. Hasil dari artikel yang terpilih didapatkan tiga tema besar sampai pasien menerima diri atau kondisi menerima diri harus menjalani terapi hemodialisa secara rutin. Tema tersebut meliputi; 1) pengalaman-pengalaman awal, 2) pengalaman-pengalaman adaptasi, 3) pengalaman-pengalaman penerimaan diri.
Pengaruh Terapi Aktivitas Perawatan Diri dengan Memakai Sabun Beluntas Magassing terhadap Bau Badan Pasien Gangguan Jiwa
Hardiyati Hardiyati;
Masnaeni Ahmad;
Nur Hikmah
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.89-96
Salah satu penyakit kronis adalah gangguan jiwa yang tentunya membutuhkan proses yang cukup panjang dalam pemulihan atau penyembuhannya. Status perawatan diri kurang yang sangat berdampak pada kasus pasien gangguan jiwa. Adapun sabun yang digunakan ketika pasien mandi adalah sabun beluntas magassing. Daun beluntas memiliki potensi antibakteri mengandung tannin, steroid, alkaloid, fenol, dan flavonoid. Berdasarkan manfaat beluntas pada manusia khususnya dapat mengurangi bau badan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen desain pre - post test without control group design, dilakukan pada 26 orang pasien gangguan jiwa di wilayah Puskesmas Tampa Padang dengan nomor EC 83/III/2022 dari Komisi Bioetik Fakultas Kedokteran UNISSULA. Intervensi selama 14 hari dan dilakukan pre test dan post test. Hasilnya menyatakan bahwa Ada pengaruh intervensi terapi aktivitas kebersihan diri dengan sabun beluntas magassing terhadap pengurangan bau badan. Pengaruh pemberian sabun beluntas magassing terlihat lebih efektif pada pengurangan bau badan pada hari ke 14.
Peran Pola Asuh dengan Kecanduan Gadget pada Anak Pra Sekolah
Akhmad Yanuar Fahmi Pamungkas;
Ninis Indriani;
Tri Wulandari;
Ivan Rachmawan
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.97-102
Gadget merupakan jenis elektronik berukuran kecil yang mempunyai berbagai fungsi dan keunggulan. Gadget banyak digunakan hampir semua kelompok usia baik dewasa, remaja, sampai usia anak-anak. Interaksi anak dengan gadget dalam frekuensi yang sering dapat mengakibatkan anak kecanduan gadget dan sangat berpengaruh pada perkembangan sikap anak di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pola asuh dengan kencanduan gadget anak prasekolah. Desain menggunakan cross-sectional dengan metode sampling menggunakan total sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 46 sampel. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Parenting Styles and Dimensions Questionna ire-Short Version (PSDQ) dan kuesioner Smartphone Addiction Test. Data di analisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara peran pola asuh dengan kecanduan gadget pada anak pra sekolah. Gadget sudah menjadi trend di masyarakat baik dewasa, remaja maupun anak-anak. Frekuensi interaksi dengan gadget yang tinggi berdampak anak mengalami kecanduan gadget.
Kejadian Hipertensi Berhubungan dengan Gangguan Fungsi Kognitif Lansia
Hidayati Hidayati;
Vivi Yuderna
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.11-18
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah sistolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Gangguan fungsi kognitif merupakan masalah dengan kemampuan seseorang untuk berpikir, belajar, mengingat, menggunakan penilaian dan membuat keputusan. Hipertensi di Indonesia merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi sebesar 34,1%. Prevalensi tertinggi di Kalimantan Selatan (44,1%), diikuti oleh Jawa Barat di urutan kedua dan Kalimantan Timur di urutan ketiga. Sumatera Barat sendiri provinsi dengan prevelensi hipertensi yang cukup tinggi sebanyak 22,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian hipertensi dengan gangguan fungsi kognitif lansia di Puskesmas Pauh Pariaman. Desain penelitian ini yaitu cross sectional, yang dilaksanakan tanggal 4-6 Agustus 2022. Sampel berjumlah 57 orang lansia, teknik pengambilan sampel yaitu non random sampling dengan accidental sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner MMSE (Mini Mental State Examination) yang terdiri dari 11 pertanyaan. Hasil penelitian diperoleh lansia yang menderita hipertensi sebanyak 45 orang dan tidak hipertensi sebanyak 12 orang. Lansia yang memiliki riwayat hipertensi lebih banyak ditemukan pada lansia yang memiliki gangguan kognitif sedang 31 orang (78,9%). Berdasarkan analisis data dengan menggunkan uji chi-square didapatkan nilai p= 0,007 (p ≤ 0,05) artinya terdapat hubungan kejadian hipertensi dengan gangguan fungsi kognitif lansia di Puskesmas Pauh Pariaman Tahun 2022. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara kejadian hipertensi dengan gangguan fungsi kognitif lansia di Puskesmas Pauh Pariaman Tahun 2022.
Depresi dan Ide Bunuh Diri pada Dewasa Muda
Monika Melvin Omnia;
Susanti Niman;
Ferdinan Sihombing;
Fransiskus Xaverius Widiantoro;
Tina Shinta Parulian
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.103-110
Usia dewasa muda dengan depresi merupakan kelompok terbanyak yang melakukan bunuh diri. Bunuh diri diawali dengan muncul ide untuk mengakhiri hidup pada dewasa muda yang mengalami depresi. Kaitan ide bunuh diri dengan depresi pada dewasa muda perlu diketahui untuk menekan kejadian bunuh diri. Tujuan penelitian mengetahui korelasi depresi dengan ide bunuh diri pada dewasa muda. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional terhadap 385 orang dewasa muda berusia 18-25 tahun yang terpilih melalui snowball sampling. Intrumen menggunakan Beck-Depression Inventory-II (BDI-II) dan Beck Scale for Suicidal Ideation (BSSI) versi Indonesia. Hasil uji reliabilitas BDI-II memiliki nilai Cronbach Alpha 0.964 dan BSSI memiliki nilai Cronbach Alpha 0.963. Uji korelasi menggunakan Kendall Tau. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata responden depresi dengan skor 12.58 dan ide bunuh diri 5.05. Ada korelasi yang signifikan antara tingkat depresi dengan ide bunuh diri (p<0.05). Arah korelasi positif dan berkekuatan lemah (r = 0.442). Depresi pada dewasa muda berkorelasi dengan ide bunuh diri.
Hubungan Durasi dan Intensitas Penggunaan Gadget dengan Perkembangan Sosial Anak Pra Sekolah Usia 4-6 Tahun
Almadila Tasya;
Alini Alini;
Erlinawati Erlinawati
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.69-78
Perkembangan sosial anak pra sekolah merupakan perkembangan tingkah laku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan-aturan yang berlaku didalam masyarakat tempat tinggal anak. Perkembangan sosial yang terganggu akan menjadikan anak sulit menyesuaikan diri terutama dengan tuntutan kelompok, kemandirian berpikir, perilaku anak, dan terutama pembentukan konsep diri anak akan terganggu. Salah satu penyebab terganggunya perkembangan sosial anak pra sekolah adalah kebiasaan anak dalam bermain gadget. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan durasi dan intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial anak pra sekolah usia 4-6 tahun. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah orang tua dari anak pra sekolah yang menggunakan gadget yang berjumlah 45 orang. Penelitian ini dilakukan di PAUD Terpadu Mutiara Bunda Bangkinang Kota pada tanggal 10-15 Juni 2022. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pada analisis univariat didapatkan bahwa dari 45 responden, didapatkan penggunaan gadget dengan durasi tinggi (71,1%), penggunaan gadget dengan intensitas rendah (53,3%) dan perkembangan sosial terganggu (62,2%). Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square, untuk hubungan durasi dengan perkembangan sosial, didapatkan p value = 0,000 dan untuk hubungan intensitas dengan perkembangan sosial, didapatkan p value = 0,001 yang artinya p value < 0,05 yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara durasi dan intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial anak pra sekolah usia 4-6 tahun di PAUD Terpadu Mutiara Bunda Bangkinang Kota. Diharapkan orang tua anak pra sekolah dapat mengawasi serta memberikan batasan durasi dan intensitas penggunaan gadget agar perkembangan sosial anak tidak terganggu.