cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 819 Documents
Persepsi Mahasiswa Vokasi terhadap Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 Teguh Wahyudi; Yuni Astuti; Cipto Cipto; Ajeng Titah Normawati
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.493-500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran online. Metode penelitian ini bersifat deskriptif, digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Penelitian ini melibatkan 247 responden yang dipilih secara sistematik random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata siswa memiliki skor persepsi sebesar 2,91 atau mendekati skor 3 yang artinya siswa berada pada kategori ragu-ragu dalam mengikuti pembelajaran online. Sebanyak 54,3% mahasiswa memiliki persepsi positif dalam hal pencapaian tujuan pembelajaran saat online, kesamaan materi perkuliahan antara online dan offline, sarana prasarana yang baik dari prodi, kemudahan akses internet, dan komitmen mengikuti perkuliahan online menurut Jadwal. Sebagian besar mahasiswa menilai bahwa pembelajaran online membutuhkan biaya yang mahal untuk kebutuhan kuota atau internet setiap bulannya. Berdasarkan hasil penelitian ini, siswa masih ragu untuk menerapkan pembelajaran online menggunakan e-learning.
Hubungan Kebiasaan Makan dengan Body Image pada Remaja Kelas IX Ice Septriani Saragih; Ernita Rante Rupang; Rotua Suryani Purba; Ance Siallagan
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.4.2022.767-774

Abstract

Remaja merupakan suatu proses pencarian identitas dan jati diri. Proses ini ditandai dengan fase tumbuh kembang yang terjadi dan ditandai dengan tanda perubahan fisik, hormonal, psikologis, emosi, dan sosial. Perubahan pada remaja menimbulkan suatu dampak akan psikologis remaja, ditandai dengan remaja akan cenderung lebih memperhatikan bentuk tubuhnya, sehingga menyebabkan remaja akan cenderung membatasi asupan makanan yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan dengan body image pada remaja kelas IX di SMP N.2 Siborongborong Tahun 2022. Jenis penelitian menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yang berjumlah 70 responden. Data dianalisis dengan analisa univariat yaitu mengidentifikasi distribusi dan frekuensi pada data variabel independen adalah kebiasaan makan, dan variabel dependen adalah body image dan menggunakan instrument penelitian kuesioner Adolescent Food Habits Checklist (AFHC) dan kuesioner Multidimensional Body Self Relations Questionnare (MBSRQ) dengan menggunakan teknik komputerisasi untuk analisa data. Hasil penelitian menunjukkan kebiasaan makan yang sehat yaitu 51 orang (72,9%) dan yang memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat yaitu 19 orang (27,1%) dan body image positif yaitu 51 orang (72,9%) dan yang memiliki body image negative yaitu 19 orang (27,1%). Dengan menggunakan uji statistik Chi Square didapatkan hasil p (value) = 0,000 (p<0,05) sehingga disimpulkan terdapat adanya hubungan yang signifikan antara variabel kebiasaan makan dengan body image pada remaja kelas IX.
Mengontrol Gangguan Persepsi Sensori dengan Aktivitas yang Terjadwal Bayu Seto Rindi Atmojo Atmojo; Wahyu Nurul Fatimah
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.61-68

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan gangguan yang banyak terjadi pada pasien dengan skizofrenia, terdapat 70% pasien dengan halusinasi pendengaran di Indonesia. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa jenis halusinasi yang paling banyak diderita oleh pasien dengan skizofrenia adalah pendengaran. Terapi yang dapat digunakan untuk mengontrol halusinasi pendengaran salah satunya adalah aktivitas terjadwal. Aktivitas terjadwal dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan klien. Tujuan penelitian ini adalah melakukan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami skizofrenia dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran di Wisma Puntadewa RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang dengan aktivitas terjadwal. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan studi kasus teknik yang digunakan oleh peneliti yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Evaluasi dilakukan dengan observasi kesehatan pasien. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah Tn. A dan Tn. S dapat melakukan aktivitas terjadwal yang sudah disusun dan mampu mencapai strategi pelaksanaan keempat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kegiatan aktivitas terjadwal mampu mengontrol gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran.
Pengaruh Afirmasi Positif terhadap Depresi, Ansietas, dan Stres Warga Binaan di Rutan pada Kasus Penyalahgunaan Napza Ahmad Khodhi Mayliyan; Eka Budiarto
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.4.2022.683-690

Abstract

Gangguan psikologis sering di alami warga binaan diantaranya depresi, ansietas dan stres. Warga binaan dengan kasus narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) juga akan mempengaruhi kesehatan fisik, psikis dan fungsi sosial. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah psikologis adalah afirmasi positif. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tindakan afirmasi positif terhadap depresi, ansietas dan stres pada warga binaan. Penelitian ini melibatkan warga binaan berjumlah 47 responden di Rutan kelas 2A Kota Pekalongan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre experimental one group pre-test & post-test design. Alat ukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS-42). Analisa data menggunakan Uji T-test dependent. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh afirmasi positif terhadap depresi, ansietas dan stres pada warga binaan dengan p value 0,000. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini upaya mengatasi masalah psikologis yang di alami warga binaan, baik dari pengelola rutan dan warga binaan itu sendiri dengan melakukan afirmasi positif.
Basic Dance Movement Therapy untuk Stimulasi Perkembangan Emosional pada Lansia Sambodo Sriadi Pinilih; Muhammad Khoirul Amin
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.4.2022.883-888

Abstract

Proses menua usia lanjut ditandai menurunnya hampir seluruh fungsi fisik dan psikososial. Salah satunya adalah menurunnya daya ingat, dan berkurangnya kemampuan otak untuk membedakan stimulus atau rasangan yang datang.  Penurunan fungsi tersebut menimbulkan kondisi emosi lansia menjadi tidak stabil, karena lansia membutuhkan adaptasi dari proses berubah yang dirasakannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Basic Dance Movement Therapy pada perkembangan aspek emosional lansia.  Penulisan artikel ilmiah ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode deskriptif. Klien dalam kasus ini adalah 18 orang lansia sehat yang siap untuk adapatasi dengan perubahan yang terjadi pada dirinya.  Alat ukur menggunakan Emotional Competence        Inventory (ECI).   Hasil pengukuran kompetensi emosional pada lansia sebelum diberikan terapi basic dance movement theraphy terdapat 9 lansia tingkatan tinggi, 8 lansia tangkat sedang dan 1 lansia tingkat rendah.  Setelah diberikan terapi, seluruh lansia memiliki kompetensi emosionla tingkat tinggi. Bila dilihat dari rata-rata score sebelum terapi adalah 104,28, sedangkan setelah diberikan terapi basic dance movement theraphy menunjukkan nilai rata-rata 111,72. Hal ini menunjukkan nilai rata-rata setelah diberikan terapi lebih besar dari sebelum diberikan basic dance movement theraphy, sehingga disimpulkan adanya kenaikan score emosional competence pada lansia setelah diberikan terapi.
Upaya Menilai Kemampuan Motorik Kasar pada Anak Usia Prasekolah melalui Senam Ceria Tri Nurminingsih Hatala
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.603-608

Abstract

Anak usia pra sekolah adalah mereka yang berusia antara Anak usia pra sekolah adalah mereka yang berusia antara tiga sampai enam tahun . Anak usia prasekolah sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat, baik fisik maupun mental. Pada anak usia 0-6 tahun hendaklah memberikan layanan pendidikan dengan baik, karena masa itu lah anak dapat di rangsang segala apek perkembangannya..salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menilai perkembangan motorik kasar anak melalui senam ceria yang tujuan utamanya adalah pengembangan kualitas terhadap fisik serta penguasaan pengontrolannya Maka dari itu peneliti mengangkat masalah ini untuk menilai kemampuan motorik kasar anak usia prasekolah melalui senam ceria di RA IT Yaa Bunayya Hidayatullah Ambon. Metode penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2021. Populasi 13 pasien dengan teknik sampling menggunakan total sampling anak usia prasekolah . Hasil yang didapat menilai perkembangan motorik kasar pada anak usia sekolah. Kesimpulan. efektifitas pelaksanaan senam ceria membawa dampak positif dalam menilai perkembangan motoric.
Penurunan Beban Keluarga dalam Merawat Klien Skizofrenia melalui Triangle Terapy di Masa Pandemik Covid-19 Rosy Rosnawanty; Yayat Suryati; Aat Asriati; Iin Inayah; Rahmi Imelisa
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.535-544

Abstract

Schizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa yang bersifat kronis. Klien dengan skizofrenia akan mengalami gangguan dalam bebagai aspek kehidupan sehari-hari selama proses pemulihan dirumah. Kondisi tersebut membuat klien membutuhkan bantuan dari keluarga.  Peran keluarga sebagai pendamping bukanlah hal yang mudah dan seringkali menimbulkan beban. Pada masa pandemic covid 19 banyak perubahan yang terjadi, klien schizophrenia dengan keterbatasannya  belum mampu mengikuti aturan prokes, sehingga keluarga harus lebih intens menjaganya. Triangle terapi adalah salah satu terapi yang dapat mempengaruhi respon koping dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah keluarga dan klien. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh triangle terapi terhadap beban keluarga dalam merawat klien yang mengalami schizophrenia. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui beban keluarga sebelum dan sesudah dilakukan terapi. Metode penelitian adalah kuasi eksperimen, analisis yang digunakan adalah uji T dependen. Populasi penelitian ini adalah 63, Penghitungan besar sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Federer untuk uji eksperimental dengan rumus (t-1)(n-1) ≥ 15, sehingga didapat 18 keluarga di wilayah Puskesmas Kawalu Tasikmalaya. Hasil penelitian ditemukan bahwa nilai p value 0,000 artinya terdapat pengaruh triangle terapi terhadap beban keluarga.
Pendidikan Kesehatan Breast Self Examination (BSE) Berpengaruh terhadap Perilaku pada Remaja Putri KELAS XII Mestiana Br. Karo; Helinida Saragih; Layla Anzel Chalarisa Sitanggang
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.4.2022.811-820

Abstract

Perilaku merupakan respon seseorang terhadap stimulus yang dapat dilihat dari diri seseorang tersebut. Perilaku terdiri dari 3 domain, yaitu: pengetahuan, sikap, dan praktik. Breast self examination (BSE) adalah metode yang paling mudah dan hemat biaya untuk mendiagnosis kanker payudara secara dini. Pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri bersifat menginformasikan kepada remaja putri tentang cara deteksi dini kanker payudara. Metode: pre-eksperimental dengan one group pre-post test design. Populasi pada penelitian ini sebanyak 121 orang, di mana teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling pada 45 responden. Hasil: Perilaku remaja putri pre test diberikan pendidikan kesehatan BSE disimpulkan perilaku kurang sebanyak 37 responden (82.2%) dari 45 responden dan pada post test terjadi peningkatan menjadi perilaku cukup sebanyak 21 responden (46.7%) dari 45 responden. Pembahasan: Analisa data dengan uji wilcoxon sign rank test diperoleh nilai p=0,001 dimana p<0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan BSE terhadap perilaku pada remaja putri kelas XII di SMA Swasta Sultan Agung kota Pematangsiantar.
Hubungan Motivasi Belajar dengan Kecemasan Mahasiswa dalam Menghadapi OSCE Pada Mahasiswa Tingkat 2 Prodi Ners Jagentar Parlindungan Pane; Ice Septriani Saragih; Betti Delima Purba
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.4.2022.725-732

Abstract

Kecemasan adalah perasaan cemas atau khawatir yang di rasakan seseorang dalam menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Motivasi adalah karakteristik psikologis manusia yang memberi konstribusi pada tingkat kepatuhan untuk mempertahankan tingkah laku seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan kecemasan mahasiswa dalam menghadapi OSCE pada mahasiswa tingkat 2 prodi Ners di STIKes Santa Elisabeth Medan tahun 2022. Jenis penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 94 orang. Hasil penelitian yang diperoleh sebanyak 77 orang (81,9%) memiliki motivasi belajar sedang, 56 orang (59,6%) responden mahasiswa memiliki kecemasan dengan kategori tidak cemas. Hasil uji statistik Sperman Rank, p (value) = 0,014 (p>0,05) dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan kecemasan mahasiswa. Dimana tingkat korelasi termasuk kategori lemah. Kesimpulan semakin tinggi motivasi belajar maka semakin rendah kecemasan mahasiswa Tingkat 2 dalam menghadapi OSCE. Saran, membentuk kelompok diskusi belajar di asrama untuk meningkatkan motivasi belajar yang baik.
Pengaruh Pemberdayaan Masyarakat terhadap Perawatan Klien Isolasi Sosial Thika Marliana; Desi Pramujiwati; Jamiatun Jamiatun; Lia Octavia; Rifki Heryandi; Karuni Dianita Islami; Yeni Safitri
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.27-42

Abstract

Jumlah klien gangguan jiwa yang ditemukan setelah pelaksanaan pengabdian masyarakat deteksi masalah kesehatan jiwa di Kecamatan Cipayung Jakarta Timur sebanyak 49 orang (0,40%), angka ini lebih besar daripada prevalensi gangguan jiwa di DKI Jakarta yang hanya sebesar 0,22%. Klien gangguan jiwa yang di temukan di RW 01, 08, 09 sejumlah 9 orang, seluruhnya mengalami isolasi sosial. Isolasi Sosial adalah salah satu gejala negatif dari Skizofrenia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan masyarakat terhadap kemampuan perawatan isolasi sosial. Desain yang digunakan dengan case series. Intervensi yang berikan selama 3 bulan dengan melatih tenaga kesehatan, kader, keluarga terlebih dahulu kemudian komponen tersebut melatih pasien dengan isolasi sosial. Hasil yang ditemukan, tindakan spesialis keperawatan jiwa tersebut dapat meningkatkan kemampuan dan menurunkan tanda gejala klien isolasi sosial dengan diagnosa medis skizofrenia dan epilepsi, namun kurang efektif bagi klien retardasi mental. Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa SST, ST, dan SHG dapat dijadikan standar tindakan spesialis keperawatan jiwa yang dapat dilanjutkan di puskesmas dengan pendampingan konsultan kesehatan jiwa bekerjasama dengan institusi pendidikan.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue