cover
Contact Name
febrialismanto
Contact Email
febrialisman@gmail.com
Phone
+6281365060583
Journal Mail Official
educhild.journal@gmail.com
Editorial Address
Prodi PD PAUD FKIP UNRI Kampus Bina Widya Simpang Baru - Pekanbaru - Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial
Published by Universitas Riau
ISSN : 20897510     EISSN : 27219909     DOI : http://dx.doi.org/10.33578/jpsbe.v1i1
Core Subject : Education, Social,
The Educhild Journal accepts articles about the following studies: 1. Social science education 2. Mathematics education in 3. Language education 4. Science education 5. Arts and culture education 6. Citizenship education 7. Religious education 8. Sports education 9. Learning and teaching 10. Psychology Education 11. Learning media 12. Management of education 13. Learning media and educational technology 14. Music education 15. Dance and drama education 16. Environment education 17. Early Childhood Education
Articles 173 Documents
INTRAPERSONAL INTELLIGENCE RELATIONSHIP WITH 4-6 YEARS MORAL BEHAVIOR IN RA ULUL AZMI, PEKANBARU CITY Syukria Elfyana; Zulkifli N
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v9i2.7689

Abstract

This study aims to determine the relationship between intrapersonal intelligence with moral behavior of children for ages 4-6 years at RA Ulul Azmi Pekanbaru City. The population in this study were children aged 4-6 years in RA Ulul Azmi Pekanbaru City, amounting to 40 people. Because the population population is small, the entire population is sampled, as many as 40 people. The method used in this research is quantitative correlation to see the relationship between intrapersonal intelligence with moral behavior. Data collection techniques used are observation. Data analysis techniques using product moment correlation techniques with SPSS for Windows ver 17. Based on the results of hypothesis testing there is a significant positive relationship between intrapersonal intelligence with moral behavior in children aged 4-6 years in RA Ulul Azmi Pekanbaru City. This is known from the correlation coefficient of rxy = 0.549 and a significance level of 0.000 <0.05. The level of relationship between intrapersonal intelligence with moral behavior is included in the medium category with the resulting determinant coefficient value of KD = r2 x 100% = 30.1%, meaning that intrapersonal intelligence gives an influence of 60.2% on moral behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan intrapersonal dengan perilaku moral anak untuk usia 4-6 tahun Di RA Ulul Azmi Kota Pekanbaru. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 4-6 tahun Di RA Ulul Azmi Kota Pekanbaru yang berjumlah 40 orang. Karena julmah populasi kecil maka seluruh populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 40 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi kuantitatif untuk melihat hubungan antara kercerdasan intrapersonal dengan perilaku moral .teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik korelasi product moment dengan  program SPSS for Windows ver 17. Berdasarkan hasil uji hipotesis terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan intrapersonal dengan perilaku moral pada anak usia 4-6 tahun Di RA Ulul Azmi  Kota Pekanbaru. Hal ini diketahui dari nilai koefisien korelasi sebesar rxy=0,549 dan taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Tingkat hubungan antara kecerdasan intrapersonal dengan perilaku moral termasuk dalam kategori sedang dengan nilai koefisien determinan yang dihasilkan adalah sebesar KD = r2 x 100% = 30,1%, memiliki makna bahwa kecerdasan intrapersonal memberi pengaruh sebesar 60,2% terhadap perilaku moral.
Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Huruf Bergambar Untuk Meningkatkan Kesiapan Membaca Awal Anak Usia 3-4 Tahun Pada Kelompk Bermain Di Taman Kanak-Kanak Labor PG PAUD FKIP Universitas Riau Hukmi &#039;; Wilson &#039;
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v1i1.1623

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK)yang menjelaskan bagaimana penggunaan media pembelajaran kartu huruf bergambar dapat meningkaktan kesiapan membaca awalanak usia 3-4 tahun di kelompok bermain pada TK Labor FKIP Universitas Riau. Media ini dapat menarik minat anak untuk belajar,yang didukung oleh penerapan yang cukup baik oleh peneliti.Peningkatan kesiapan membaca awal tampak pada hasilnya yang signifikan, yakni dari data awal (41.3 % [belum berkembang]) mengalami peningkatan ke siklus I (60.986 % [sesuai perkembangan]) sebesar 19.686 %. Peningktan dari siklus I (60.986%) ke siklus II (87.988 [di atas perkembangan]) sebesar 27.0%.Perbandingan data awal ke siklus II peningkatan sebesar 46.688 %menunjukkan adanya peningkatan yang berarti. Jadi, bila kartu huruf bergambar diterapkan dengan baik kepada anak, maka akan ada peningkatan kesiapan membaca awal anak yang baik pula.Kata Kunci: kesiapan membaca awal; kartu huruf bergambar
KEMAMPUAN ABSTRAKSI ANAK USIA DINI MENGENAI TOPIK ASTRONOMI DENGAN MEDIA BIG BOOK Andalusia Neneng Permatasari; Dinar Nur Inten; Dewi Mulyani
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v7i1.5121

Abstract

Studi literatur ini mengkaji kemampuan abstraksi anak usia dini mengenai topik astronomidengan media big book. Melalui penggunaan media big book, anak usia dini dengan mudahmampu menciptakan bentuk tiruan, menggambarkan dengan tepat, dan menangkap esensidari sebuah pesan. Hasil kajian literatur ini menggambarkan bahwa media big book memberikankemudahan bagi anak usia dini dalam mengabstraksi dunia astronomi. Oleh karena itu, mediabig book tepat menjadi salah satu pilihan untuk digunakan dalam mengembangkan kemampuanabstraksi anak usia dini mengenai topik astronomi.This literature study examines the ability of early childhood abstraction on astronomical topicswith big book media. Through the use of big book media, early childhood is easily able to createartificial forms, describe precisely, and capture the essence of a message. The results of thisliterature review illustrates that the big book media provides convenience for early childhood inabstracting the world of astronomy. Therefore, the big book media is rightly an option to be usedin developing early childhood abstraction abilities on astronomical topics. 
PENGARUH PEMBERIAN PEMBELAJARAN SISTEM KONTRAK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR FISIKA SISWA Ramlah vin
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v6i1.4160

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian sistem kontrak pembelajaranterhadap peningkatan motivasi belajar fisika siswa kelas XI SMAN 9 Pekanbaru. Populasipenelitian adalah siswa kelas XI sebanyak 34 orang. Data dianalisis dengan menggunakananalisis deskriptif dan inferensial. Teknik pengumpulan kuisioner dengan skala likert. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pemberian sistem kontrak pembelajaran berpengaruh positifterhadap peningkatan motivasi siswa dalam pelajaran fisika.
ANALISIS SELF RESILIENCE DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI PADA MAHASISWA PRODI PG PAUD FKIP UNIVERSITAS RIAU Devi risma
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v5i1.3818

Abstract

Penelitan ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran selfresilience dalam menyelesaikan skripsi pada mahasiswa Pendidikan Guru PAUD (PG PAUD)FKIP Universitas Riau. Penelitian ini dilakukan atas dasar sebagian mahasiswa ketikamenyelesaikan skripsi banyak yang memerlukan waktu yang lama untuk perbaikan skripsinyasetelah bimbingan dengan dosen pembimbingnya masing-masing. Teknik pengambilan sampeldalam penelitian ini adalah simple random sampling, dengan jumlah subjek penelitian sebanyak85 orang mahasiswa PG PAUD FKIP Universitas Riau. Pengumpulan data dilakukan denganmenggunakan skala self resilence yang dimodifikasi dari skala self resilience oleh penelitisendiri dengan indikator, mempunyai tujuan yang jelas, yakin dengan kemampuan yangdimilikinya, dapat menjalin hubungan yang baik dengan orang lain, determination, mempunyaikontrol diri yang baik, dan mampu melihat kelebihan dan kelemahan dirinya. Reliabiltas alatukur diuji dengan teknik alpha cronbach dan diperoleh hasil koefisien reliabilitas sebesar0,948 setelah uji coba. Hasil penelitian ini adalah self resillience mahasiswa PG PAUD beradapada tahap sedang dengan rata-rata 55,3. Dimensi terbesar dari self resillience mahasiswaPG PAUD FKIP Universitas Riau adalah pada taraf sense of purpose dan taking control yaitukemampuan untuk memiliki tujuan-tujuan yang jelas serta memiliki kontrol diri yang baik ketikamenghadapi masalah dan tantangan dalam menyelesaikan skripsi.
HUBUNGAN ORANGTUA DENGAN ANAK JALANAN DI KOTA PEKANBARU Donal Donal; Rosmawati Rosmawati
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v8i2.7669

Abstract

Street children are children who spend most of their time earning a living or roaming the streets or other public places, their ages range from 6 years to 18 years.The purpose of this study was to determine the relationship between parents and children taking to the streets in Pekanbaru. This research method is included in descriptive research. The technique for determining respondents is accidential sampling. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The results of the study The condition of street children's families in the city of Pekanbaru is still intact, which is equipped with family members, father, mother, and siblings. Street children in the city of Pekanbaru still have a strong relationship with their parents. Good communication with parents because children still live with their parents. Most of these street children live in a rented or rented house and a small portion of them live in their own homes. The home appliances that are owned include television, gas stove, fan, washing machine, refrigerator, clean water, bathroom, toilet in the house, kitchen, bedroom and cupboard with adequate lighting equipment. Anak jalanan adalah anak yang sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mencari nafkah atau berkeliaran di jalanan atau tempat-tempat umum lainnya, usia mereka berkisar dari 6 tahun sampain 18 tahun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan orangtua dengan anak turun ke jalanan di Pekanbaru. Metode Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriftif. Teknik penentuan responden adalah accidential sampling. Teknik pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian Kedaan keluarga anak jalanan di kota pekanbaru masih utuh, yaitu dilengkapi anggota-anggota keluarga, ayah, ibu, dan saudaranya. Anak-anak jalanan di kota pekanbaru masih mempunyai hubungan yang kuat dengan orang tua mereka. Melakukan komunikasi yang baik dengan orangtua karena anak masih tinggal dengan orangtuanya. Kepemilikan tempat tinggal anak jalanan ini sebagian besar tinggal dirumah kontrakan atau rumah sewa dan sebagian kecil mereka tinggal dirumah milik sendiri. Adapun alat perlengkapan rumah yang dimiliki antara lain seperti televisi, kompor gas, kipas angin, mesin cuci, lemari es, air besih, kamar mandi, jamban dalam rumah, dapur, kamar tidur dan lemari dengan alat penerangan yang mencukupi.
MENGAJARKAN TATA CARA BERTAMU KEPADA ANAK USIA DINI (UNTUK GURU DAN ORANGTUA) Daviq Chairilsyah
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v5i2.3842

Abstract

Menurut Irwanto (2002) masa-masa dominan dalam pembentukan karakter dan kepribadiananak itu di dalam keluarga. Fase tersebut mulai dari periode kanak-kanak akhir (late childhood)hingga periode dewasa awal (early adulthood). Jika pada fase itu dilakukan proses penanamannilai-nilai moralitas- yang terangkum dalam pendidikan karakter secara sempurna, maka akanmenjadi pondasi dasar sekaligus warna kepribadian anak ketika dewasa kelak. Menurut EdyWaluyo (2007) pendidikan karakter terhadap anak hendaknya menjadikan mereka terbiasauntuk berperilaku baik; sehingga ketika seorang anak tidak melakukan kebiasaan baik itu, yangbersangkutan akan merasa bersalah. Dengan demikian, kebiasaan baik sudah menjadisemacam instink, yang secara otomatis akan membuat seorang anak merasa kurang nyamanbila tidak mekakukan kebiasaan baik itu. Salah satu contoh karakter baik adalah pada saatmenerima ataupun bertamu. Cara bertamu yang baik adalah: meminta ijin masuk, janganmengintip ke dalam rumah, berpakaian yang rapi dan pantas, memperkenalkan diri sebelummasuk, masuk dan duduk dengan sopan, menerima jamuan tuan rumah dengan senang hatidan memilih waktu yang tepat untuk bertamu. Cara menerima tamu yang baik adalah: berpakaianyang pantas, menerima tamu dengan sikap yang baik, menjamu tamu sesuai kemampuan dantidak perlu mengada-adakan, dan antarkan sampai ke pintu halaman jika tamu pulang. Ajarkananak menjadi tuan rumah yang baik dengan cara membuat tamu merasa diterima dengan cara;fokus pada tamu, mengatakan “aku senang kamu bisa datang”, menghentikan kegiatan yangsedang dilakukan ketika temannya datang, mulailah suatu kegiatan yang memungkinkan temanbisa ikut serta dan mengantisipasi kebutuhan tamu.
PENGEMBANGAN PERMAINAN RODA PUTAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANGKA ANAK USIA 5-6 TAHUN Ria Novianti
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v4i1.2803

Abstract

Kemampuan berhitung angka merupakan salah satu kemampuan yang diajarkan di PAUD danmerupakan kemampuan dasar yang krusial, terutama pada anak usia 5-6 tahun yang beradapada level TK B karena mereka akan segera masuk ke jenjang pendidikan sekolah dasar.Permasalahannya media dan metode yang menarik serta menyenangkan dalam pembelajaranberhitung angka masih terbatas, di mana anak terutama yang memiliki kecerdasan kinestetikatau kecerdasan gerak mengalami kesulitan untuk bisa duduk diam dan mengikuti pembelajaranberhitung dengan tenang. Akibatnya kemampuan mereka dalam berhitung angka cenderunglebih rendah bila dibandingkan dengan teman sekelas lainnya. Permainan roda putar dirancangdengan menggunakan metode penelitian Research and Development dengan harapan dapatmenjadi salah satu media permainan yang mampu mengembangkan kemampuan berhitungangka pada anak usia 5-6 tahun. Hasil uji coba terbatas yang dilakukan di kelas B1 TK FKIP Unrimenunjukkan peningkatan kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun setelah bermain rodaputar.Kata Kunci: berhitung angka, permainan roda putar
PENGAJARAN BAHASA INGGRIS INTERAKTIF PADA GURU PAUD DI DESA PUCAK KECAMATAN TOMPOBULU KABUPATEN MAROS Hajerah Hajerah; Azizah Amal; Syamsuardi Syamsuardi
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v8i1.7376

Abstract

Tugas seorang guru pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah mengajar, selain itu juga guruPAUD bertugas mendidik dan membimbing anak dalam proses perkembangan yang dimilikisetiap anak. Dari semua aspek perkembangan yang dimiliki oleh setiap anak tersebut khususnyaperkembangan Bahasa dalam hal ini adalah pengenalan Bahasa inggris. Namun fakta yangterjadi dilapangan bahwa para guru masih banyak yang belum mampu mengajarkan Bahasainggris interaktif pada anak di Pendidikan anak usia dini (PAUD). Untuk mencapai tujuan tersebut,metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan pembelajaran Bahasa inggrisinterktif bagi guru PAUD di Desa Pucak Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros. Kegiatandiawali dengan pemberian materi. Setelah pemberian materi para guru diperkenalkan lagu,cerita, permaian dan yang terakhir adalah crafting (keterampilan) dalam bentuk Bahasa Inggris.Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan selama 4 (empat) bulan. Secara umum semua pesertapelatihan mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias dan sungguh-sungguh. Hal tersebutterlihat dari semangat mereka datang menghadiri kegiatan tersebut meskipun jarak dari tempattinggi mereka tergolong cukup jauh dari lokasi pelatihan, kemudian mereka sungguh-sungguhdalam melaksanakan semua tugas yang diberikan, beberapa pertanyaan yang mereka lontarkanpada saat dibuka sesi tanya jawab. Setelah memberikan pemahaman tentang perkembanganBahasa Inggris pada anak, selanjutnya guru dibimbing dalam mengenal lagu-lagu, cerita yangberbahasa Inggris, menerapkan bentuk permainan berupa total physical response (TPR). Danyang terakhir adalah keterampilan (crafting). Hal tersebut terbukti dari hasil keterampilan (crafting)setiap guru dalam membuat media pembelajaran guna mendukung proses pembelajaranBahasa inggris interaktif The duty of the teacher of early childhood education is teaching, educating, and guiding child inthe process of development. All aspects of the development that is owned by children need to bedeveloped especially for the English introduction. But, there were many teachers of PAUD whohave not been able to teach English interactive.To reach the aim, the method to be used of thistraining was interactive English language learning for the teachers of PAUD in Pucak, Tompobulu,Maros. The training begins with the presentation of materials. After presentation, teachers wereintroduced songs, stories, games, and crafting in English. This training was conducted for 4months.All participants received training seriously. Teachers keep the spirit attend the trainingalthough the distance from where they live quite far towards the location of the training, they didthe task seriously, some questions were asked by the participants in question and answersession. After providing an understanding of English language development in children, thenteachers were guided to know songs and stories in English, implement a form of the game in theform total physical response (TPR). And the last was crafting that worked well.
PERMAINAN TRADISIONAL DALAM LITERASI BUDAYA DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI PADA ABAD 21 Meyke Garzia
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v9i2.7696

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, permainan tradisional telah mengalami pergeseran dengan permainan modern yakni permainan dunia maya yang dimainkan di gawai dengan teknologi canggih Indonesia merupakan negara adidaya budaya dikarenakan banyak sekali budaya di Indonesia. Literasi budaya yang dikembangkan sangat beragam, salah satunya adalah melek permainan tradisonal. Framework 21 st skills early learning mendukung integrasi keterampilan abad 21 (berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, melek teknologi, dan sosial-emosional. Permainan tradisional memiliki banyak manfaat dalam semua aspek perkembangan anak usia dini yang meliputi fisik-motorik, sosial-emosional, moral, kognitif, dan perkembangan bahasa. Melalui kurikulum 2013 diharapkan mampu memberikan kecakapan hidup di abad 21 kepada generasi penerus bangsa. Pengenalan serta pelestarian budaya permainan tradisional selain dukungan pemerintah tentu juga sangat diharapkan peran orang tua, masyarakat dan generasi muda. Salah satu upaya untuk memfasilitasi pendidikan anak adalah salah satunya mengimplementasikan permainan tradisional di Taman Kanak-kanak (TK). Dengan berpegang pada literasi budaya Indonesia memiliki identitas yang jujur mengenai budaya. Diharapkan bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang maju dan beradab.