cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Mintakat: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14117193     EISSN : 26544059     DOI : 10.26905
Core Subject : Social, Engineering,
Mintakat: Jurnal Arsitektur (JAM) dalam versi jurnal online yang terbit di tahun 2017 ini sebenarnya adalah format baru dari penerbitan offline sejak tahun 2000. Jurnal ini diterbitkan oleh oleh Group Konservasi Arsitektur & Kota, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Merdeka Malang. Dalam format online JAM merencanakan akan terbit 2 (dua) kali dalam setiap volume pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
Tipologi Bangunan Arsitektur Betawi Pada Kampung Betawi Setu Babakan Rahmah, Adelia; Syoufa, Ade
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 24 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v24i1.8557

Abstract

Saat ini di Jakarta sudah banyak bangunan yang bergaya modern, rumah tradisional dari suku betawi pun sudah jarang dijumpai, hanya beberapa wilayah tertentu yang masih mempertahankan keaslian dari bangunan rumah tradisional Betawi salah satunya di wilayah situs budaya kampung Betawi Setu Babakan. Oleh karena itu, untuk melestarikan rumah tradisional Betawi pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang tinjauan gaya arsitektur betawi dari rumah-rumah yang ada di kampung Betawi Setu Babakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif, dengan Metode analisa yang digunakan adalah metode komparatif yaitu menganalisis objek data lapangan dengan studi literatur dan membandingkan keduanya lalu menyesuaikan objek kedalam masing-masing tipologi bangunan arsitektur Betawi. Hasil dari penelitian ini berupa pengelompokkan beberapa sampel bangunan di Setu Babakan ke dalam tipe-tipe rumah Betawi.
Kajian Penerapan Arsitektur Bioklimatik pada Voza Office Surabaya Nadhifah, -; Paryoko, Vijar Galax Putra Jagat
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 24 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v24i1.9278

Abstract

Pertumbuhan startup atau usaha rintisan dengan berbagai terobosan kreatif dan layanannya terus bermunculan di Surabaya. Desain StartUp Office baik eksterior maupun interior dapat merepresentasikan identitas utama kantor. Desain yang tepat dapat menjadi salah satu faktor estetika perusahaan. Dengan lingkungan yang nyaman dan menarik, penghuni ruang dapat meningkatkan produktivitas kerja, maka beriringan pula pada performa perusahaan secara keseluruhan.. Arsitektur bioklimatik merupakan konsep arsitektural yang mampu menjawab permasalahan iklim dengan sadar akan potensi sumber daya alam seperti cahaya matahari, angin dan air hujan. Konsep tersebut dapat di aplikasikan pada bentuk bangunan yang dapat memberikan kesan tertentu pada fasad dan interior yang mempengaruhi kenyamanan karyawan sehingga diharapkan dapat mendukung aktivitas yang ada di dalam bangunan. Penelitian ini mengkaji konsep Arsitektur bioklimatik dengan objek studi kasus yaitu Voza Office di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dan observasi lapangan. Penelitian ini bertujuan dapat memberikan wawasan terkait dengan pemaksimalan arsitektur bioklimatik pada gedung Voza Office di Surabaya. Hasil studi ini menemukan bahwa Voza Office telah menerapkan arsitektur bioklimatik terutama pada poin orientasi bangunan, bukaan jendela, hubungan landscape dan alat pembayang pasif. Kata kunci: arsitektur bioklimatik, kantor, Voza Tower.-------------------------------------------------------------------------------------------Startup growth with various creative breakthroughs and services continues to emerge in Surabaya. The design of the StartUp Office, both exterior and interior, can represent the main identity of the office. The right design can be one of the company's aesthetic factors. With a comfortable and attractive environment, the occupants of the space can increase work productivity, so along with the company's overall performance. Bioclimatic architecture is an architectural concept that is able to answer climate problems by being aware of the potential of natural resources such as sunlight, wind, and rainwater. This concept can be applied to the shape of the building that can give a certain impression on the facade and interior that affects the comfort of employees so that it is expected to support the activities in the building. This study examines the concept of bioclimatic architecture with a case study object, namely Voza Tower in Surabaya. This study aims to provide insight related to maximizing bioclimatic architecture in the Voza Office building in Surabaya. This study found that Voza Office has implemented a bioclimatic architecture, especially in building orientation points, window openings, landscape relationships, and passive shading.
Pemanfaatan Fungsi Ruang Kerajaan Peurelak Phonna, Cut Natari Neubie; Mirsa, Rinaldi; Saputra, Eri
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 24 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v24i2.10257

Abstract

Kerajaan Peureulak berada di Peureulak, Kecamatan Aceh Timur, Indonesia. Penamaan Peurelak merupakan pengambilan yang berasal dari nama sebuah kayu yang dulunya sangat banyak tumbuh di kawasan Peureulak. Kawasan Peurelak yang terkenal menghasilkan hasil bumi berupa Kayu Perlak tersebut juga dikenal oleh pada pedagang dengan hasil perkebunan yakni pala dan lada. Terkenalnya kawasan Peureulak membuat banyak pedagang dari berbagai negeri datang dan melakukan perdagangan di kawasan tersebut. Pada Pedagang dari luar negeri lebih mengenal Peureulak dengan sebutan Bandar Peurelak yang mana bandar memiliki arti sebagai pelabuhan. Selain melakukan kegiatan berdagang, para pedagang dari Arab juga sekalian melakukan penyebaran Agama Islam kepada masyarakat Peureulak sehingga masyarakat Peureulak pada saat itu sudah paham dan sudah ada yang memeluk Agama Islam sebagai landasan hidup mereka. Setelah 50 tahun lamanya menamankan ajaran Islam di daerah Peureulak, pada tahun 840 Masehi Kerajaan Peureulak resmi berdiri dan Sultan Alaiddin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah (840-860 M) menjadi pemimpin pertama Kerajaan Peureulak. Demi mengenang para khalifah yang pernah datang ke Bandar Peureulak, Bandar Peurelak pun resmi berganti nama menjadi Bandar Khalifah. Berdasarkan peristiwa dan hasil seminar, maka pada kawasan Bandar Khalifah dapat dipastikan bahwa di kawasan tersebut terdapat beberapa ruang yang dimana ruang tersebut memiliki fungsi berdasarkan dari peristiwa yang terjadi. Ruang-ruang yang memiliki fungsi tersebut terbentuk dari hasil aktivitas masyarakat Kerajaan Peureulak. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini yaitu menjelaskan pemanfaatan fungsi ruang Kerajaan Peureulak dengan menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif dengan dua tipe penelitian yaitu historis dan fenomenologi.-------------------------------------------------------------------------------------------------------------The Peureulak Kingdom is in Peureulak, East Aceh District, Indonesia. The name Peurelak is taken from the name of a wood that used to grow a lot in the Peureulak area. The Peurelak area, which is famous for producing agricultural products in the form of Perlak Wood, is also known by traders for plantation products, namely nutmeg and pepper. The popularity of the Peureulak area has made many traders from various countries come and trade in the area. Traders from abroad are more familiar with Peureulak as Bandar Peurelak, which means port. In addition to trading activities, Arab traders also spread Islam to the Peureulak community so that at that time the Peureulak people already understood and embraced Islam as the foundation of their life. After 50 years of securing Islamic teachings in the Peureulak area, in 840 AD the Peureulak Kingdom was officially established and Sultan Alaiddin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah (840-860 AD) became the first leader of the Peureulak Kingdom. In order to remember the caliphs who had come to Bandar Peureulak, Bandar Peurelak was officially renamed Bandar Khalifah. Based on the events and results of the seminar, in the Bandar Khalifah area it can be ascertained that in that area there are several rooms where these spaces have functions based on the events that occur. The spaces that have this function are formed from the results of community activities in the Peureulak Kingdom. Therefore the purpose of this study is to explain the utilization of the spatial function of the Peureulak Kingdom by using a qualitative research method approach with two types of research, namely history and phenomenology.
Kajian Olah Fasad Bangunan “Unicorn Creative Space” terhadap Daya Tarik Pengunjung Maheswari, Adelia Shastina; Arfianti, Ami
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 24 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v24i2.9260

Abstract

Creative hub sudah banyak beroperasi di beberapa kota besar di Indonesia. Dukungan pemerintah terhadap wacana pembangunan ruang kreatif juga meningkat. Namun, berdasarkan hasil pengamatan langsung maupun riset melalui media internet oleh penulis, diketahui bahwa tidak semua Creative Hub beroperasi sesuai dengan apa yang diharapkan. Terdapat Creative Hub yang “hidup” atau sangat ramai dikunjungi dan digunakan oleh pelaku kreatif dengan baik, namun juga terdapat Creative Hub yang kemudian “mati” atau sepi pengunjung. Studi ini bertujuan melakukan analisis olah fasad yang diterapkan pada objek studi kasus bangunan “Unicorn Creative Space”, serta mengkaji lebih dalam mengenai bagaimana olah fasad yang tepat untuk diterapkan pada bangunan Creative hub. Aspek olah fasad yang dicermati mengacu pada beberapa teori yang relevan meliputi ekspresi, komponen, serta komposisi pada fasad bangunan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan observasi lapangan, wawancara, dan kuisioner untuk mengumpulkan data, serta menganalisis data yang diperoleh dan dikaitkan dengan kajian pustaka yang relevan. Dalam hal ini, sebuah bangunan haruslah memiliki daya tarik yang membuat bangunan tersebut ramai dikunjungi oleh masyarakat. Fasad adalah unsur terpenting dalam karya arsitektur, karena unsur inilah yang dilihat pertama kali. Olah fasad berperan besar terhadap daya tarik pengunjung sehingga tujuan utama pembangunan Creative Hub yakni pengembangan bisnis dan kolaborasi antar pelaku kreatif akan dapat tercapai. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa bangunan “Unicorn Creative Space” menerapkan ekspresi fasad semi terbuka, dan juga telah menerapkan beberapa aspek komposisi dan komponen pada fasad dengan baik, namun terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan agar fasad bangunan lebih dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung.---------------------------------------------------------------------------------------------------------------Creative hubs have been operating in several big cities in Indonesia. Government support for the discourse of creative space development has also increased. However, based on the results of direct observations and research through internet media by the author, it is known that not all Creative Hubs operate as expected. There is a Creative Hub that is "alive" or very crowded and used by creative actors well, but there is also a Creative Hub that is "dead" or empty of visitors. This study aims to analyze the facade applied to the case study object of the "Unicorn Creative Space" building, as well as to examine more deeply how to apply the right facade to the Creative hub building. The aspect of the facade that is observed refers to several relevant theories including the expression, components, and composition of the building facade. The method used is descriptive qualitative with field observations, interviews, and questionnaires to collect data, and analyze the data obtained and associated with relevant literature reviews. In this case, a building must have an attraction that makes the building crowded by the public. The facade is the most important element in architectural works because it is this element that is seen first. The facade plays a major role in attracting visitors so that the main goal of the Creative Hub development, namely business development and collaboration between creative actors, will be achieved. Based on the results of the study, it is known that the "Unicorn Creative Space" building applies a semi-open facade expression and has also applied several aspects of composition and components to the facade well, but there are several aspects that need to be considered so that the building's facade can be more attractive to visitors.
Pengaruh Tatanan Massa terhadap Kenyamanan Termal Jalur Pedestrian Jalan Mangkubumi Yogyakarta Febriarto, Prasetyo; Fidali, Nurizka
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v25i1.11633

Abstract

The effect of a humid tropical climate affects urban activities which results in the emergence of heat islands that occur in microclimate areas, especially in urban areas which are synonymous with building density, concrete forests, lots of hard elements such as pavements which cause city temperatures to heat up. This phenomenon also has an impact on the activities that occur in one of the areas that are the research locations in outer space on the Prince Mangkubumi Yogyakarta road with a special location on the pedestrian path. choose the pedestrian path because this path has an environment in the form of open space that is often passed by pedestrians, used for social interaction, a path that has become a tourist destination. This line is also equipped with enclosures in the form of buildings with various heights and functions that coincide with the buildings next to it. The path on this road has vegetation that does not provide enough shade for the pedestrian path along Jalan Pangeran Mangkubumi. Seeing this urgency, thermal comfort testing must be carried out focused on pedestrian paths. The aim of this research is to measure the level of thermal comfort and identify its factors. The research was conducted using the Envi - Met 3.1 software simulation method and then analyzed based on outdoor thermal theories, Urban Heat Island and related articles. The stages of this research were in the form of research preparation in the form of an initial survey, the research stage in the form of data collection (primary and secondary), the analysis stage in the form of modeling simulation using Envi-Met software, and the expected findings emerged. This research tries to provide an overview of the thermal distribution from environmental simulation results and then analyzed. Thermal distribution using the existing condition model, namely the outdoor environment of the pedestrian path on Jalan Pangeran Mangkubumi.
Kajian Resolusi Gambar dalam Teknologi Virtual Reality 360 untuk Kenyamanan Visualisasi Interior Pramalystianto, Andhika
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v25i1.9672

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan teknologi virtual reality dijadikan sarana berinteraksi secara virtual. Pada penelitian ini ditujukan kepada pengujian mengenai efektifitas dari virtual reality 360 panorama yang digunakan sebagai media interaksi virtual desain interior kepada pengguna desain interior. Proses analisa pada pengambilan data secara kuisioner dan diikuti oleh beberapa tahapan observasi dan tahapan terakhir yaitu adalah tahap eksperimen untuk mengambil data penelitian terkait studi kasus. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah, ketertarikan dari visual yang berinteraksi secara langsung pada responden dapat menambah nilai efektifitas dari penggunaan virtual reality panorama. Virtual reality yang dapat berinteraksi dapat dijadikan referensi dalam pemilihan media visualisasi dimasa mendatang.Kata kunci: Eksperimental, Kenyamanan visualisasi, Virtual Reality 360ABSTRACTThe use of virtual reality technology can be used as a virtual interaction. This research testing wih the effectiveness of 360 panoramic virtual reality which is used as a virtual interaction recently for interior design and interior design users. The analysis process of data collection, namely by taking data by questionnaire and followed by several stages of observation and the last stage is the experimental stage to collect research data related to case studies. The results obtained from this study are to get the value of the effectiveness of the use of virtual reality Panorama which is used as a visualization to be used as a reference for the selection of making virtual reality in the future effectively. Keywords: Visualization Convenience, Experimental, Virtual Reality 360 
Perancangan Shopping Mall Terbuka dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer di Kota Tomohon Weol, Brayen G. B.; Kawatu, Freike E.; Mailangkay, Sonny D. J.
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 24 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v24i2.10659

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir kota Tomohon mengalami peningkatan yang selalu konsisten dalam sektor perekonomian dan pariwisata. letak  kota Tomohon yang strategis dan berada di penggunungan dengan suhu udara yang sejuk dan nyaman membuat kota Tomohon sering disebut kota impian. Dengan peningkatan dan lokasi kota Tomohon yang strategis, kota Tomohon menjadi kota yang cocok untuk perancangan shopping mall. Jenis shopping mall yang dipilih dalam perancangan ini adalah shopping mall terbuka. Dengan pendekatan arsitektur kontemporer dapat menghasilkan karakteristik yang kuat baik dari bentuk, fungsi dan struktur, serta dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman sehingga cocok untuk perancangan shopping mall terbuka di kota Tomohon. Perancangan shopping mall terbuka dengan pendekatan arsitektur kontemporer ini dapat menjadi pusat perbelanjaan dan tempat rekreasi baru serta  menjadi icon baru dan shopping mall terbuka pertama di provinsi  Sulawesi Utara. Tujuan perancangan ini adalah untuk mewadahi kebutuhan pengunjung melakukan transaksi jual-beli, dan meningkatkan APD kota Tomohon. Perancangan ini dimulai dari pengumpulan data, analisa, dan konsep. Adapun hasil akhir dari perancangan ini yaitu sebuah shopping mall terbuka yang bisa menjadi solusi unutk mewadahi kebutuhan pengunjung dan transaksi jual-beli di kota Tomohon yang semakin meningkat setiap tahun.-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------In recent years the city of Tomohon has experienced a consistent increase in the economic and tourism sectors. the strategic location of the city of Tomohon and being in the mountains with cool and comfortable air temperatures makes the city of Tomohon often called the city of dreams. With the improvement and strategic location of Tomohon city, Tomohon city is a suitable city for designing shopping malls. The type of shopping mall chosen in this design is an open shopping mall. With a contemporary architectural approach, it can produce strong characteristics in terms of form, function and structure, and can adapt to the times so that it is suitable for the design of an open shopping mall in the city of Tomohon. The design of an open shopping mall with a contemporary architectural approach can become a world center and a nnew recreation area as well as a new icon and the first shopping mall to open in North Sulawesi province. The purpose of this design is to accommodate the needs of visitors to make buying and selling transactions, and increase the APD of the city of Tomohon. This design starts from data collection, analysis, and concepts. The end result of this design is an open shopping mall that can be a solution to accommodate the needs of visitors and buying and selling transactions in the city of Tomohon which are increasing every year.
Persandingan Penelitian Studi Kasus terkait Perubahan Third Place di Era Digital Bachtiar, Firmansyah; Widjaja, Robert Rianto
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 24 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v24i2.9324

Abstract

Penelitian studi kasus merupakan jenis penelitian kualitatif yang dapat digunakan untuk memperoleh temuan dan penjelasan lebih dalam terkait fenomena dan isu kontemporer yang berkembang di masyarakat modern. Salah satu isu kontemporer yang muncul antara lain terkait ruang interaksi sosial manusia yang mulai terpengaruh oleh budaya hidup digital. Ruang ketiga (third place) yang menurut Oldenburg memiliki karakteristik sebagai tempat pertemuan manusia untuk bersosialisasi secara kasual dan informal, mulai mengalami pergeseran di era digital, seiring munculnya fenomena perubahan perilaku pengguna yang juga bekerja secara jarak jauh, bermedia sosial dan berkomunikasi secara virtual pada third place. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus terkait isu tersebut mulai banyak ditemukan sebagai upaya menemukan definisi baru terhadap third place. Untuk dapat melihat karakteristik penelitian yang telah dilakukan, maka dilakukan telaah terhadap lima publikasi terkait third place di era digital. Desain penelitian pada publikasi tersebut disandingkan untuk melihat kesesuaian dan keragaman jenis obyek studi, tujuan penelitian, karakteristik, pendekatan, unit analisis, sumber data, pelaku, lingkup observasi, dan validasi yang dilakukan. Persandingan desain penelitian studi kasus ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai variasi desain penelitian yang dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut perubahan makna dan bentuk third place di era digital, dimana alternatif pendekatan tersebut dapat menjadi dasar untuk eksplorasi penelitian lebih lanjut di masa depan.------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Case study research is a type of qualitative research that can be used to obtain findings and in-depth explanations regarding contemporary phenomena and issues that occurs in modern society. One of the issues is related to the nature of social place which has begun to be influenced by digital lifestyle. The third place, which according to Oldenburg has characteristics as a meeting place for people to socialize casually and informally, is starting to experience a form shifting. The behavioural changes can be seen from the users who also conduct remote working, social media browsing and virtual conversation in the third place. Qualitative research with a case study approach can be found as an effort to formulate new definitions of third place. In order to be able to see the characteristics of the research that has been done, a review was carried out on five publications related to third places in the digital era. The research designs are being compared to see the similarity and the diversity of the study objects, objectives, characteristics, approaches, unit analysis, data sources, observer, participant, scope of observation, and validation. The comparison of this case studies shows that there are various variations of research designs that can be carried out further, where these alternative approaches can become the basis for research exploration in the future.
Persepsi Pengguna terhadap Implementasi Prinsip Desain Biophilic dalam Rancangan Bangunan Kos Keputih di Surabaya Hakim, Muhammad Naufal; Rifti, Salsabila Melka; Samudera, Muhammad Daffa; Defiana, Ima
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v25i1.11988

Abstract

Biophilic design principles emphasize the relation between human, nature, and building to improve the quality of built environment. Nowadays, the availability of communal space as workplace in co-living building has become a common need. In Surabaya, Andy Rahman is one of the architect who expresses his concern about this phenomenon by designing co-living building with workplace, while prioritize local design and natural system. The objects of this study are three co-living building that are designed by Andy Rahman, located in Keputih, Surabaya. This study aims to describe how users experience and perceive the elements of biophilic design within the objects of study case. This research implements qualitative strategy to examine user’s perception of biophilic design principles in the design of each co-living building. Qualitative methods purports to describe the real life conditions of research subject. The data are collected by observation and interviews. The participants consist of university students that each have lived in the study case building for at least a year. The analysis is carried using the theory of biphilic design patterns and interior elements of biophilic design. The results show that there is an incremental changes among the object of the study regarding the quantity of perceived aspect. However, the results show that all three building designs are dominated by the sampe aspects. Moreover, the results indicates that the participants have different abilities in associating each design parameter
Kategorisasi Langgar Berdasarkan Pola Perkembangan Spasial (Studi Kasus: Kauman Yogyakarta) Rabbaniyah, Hafsah Intifadhoh
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v25i1.10245

Abstract

Kampung Kauman Yogyakarta dikenal sebagai permukiman yang terletak di sebelah barat Masjid Gedhe. Pada sejarahnya, Kauman Yogyakarta lahir sebagai kediaman para ketib yang memiliki tugas untuk mengurus Masjid Gedhe. Popularitas ketib dengan kemampuannya dalam bidang keagamaan menarik perhatian masyarakat luas untuk menjadi santri dari para ketib. Kegiatan pendidikan tersebut diwadahi oleh tempat peribadatan yang disebut langgar . Keberadaan langgar  tidak hanya memfasilitasi kegiatan pendidikan, namun juga berbagai kegiatan ibadah lainnya. Terdapat 7 (tujuh) langgar  yang memiliki nilai sejarah dan masih dapat ditemukan jejak fisiknya di Kauman. Langgar  di Kauman memiliki ragam arsitektur yang berbeda antara satu dan lainnya, begitu pula dari segi penataan spasial. Kondisi ini memunculkan sebuah pertanyaan terkait bagaimana perkembangan spasial yang terjadi pada langgar  dari awal pendirian hingga saat ini. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola perkembangan spasial yang dialami oleh langgar  di Kauman. Pendekatan penelitian yang digunakan merupakan induktif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan dan wawancara.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan yang terjadi terdiri dari 3 tahap yaitu, tahap 1 berupa keberadaan rumah tinggal, tahap 2 pengadaan langgar  dan tahap 3 berupa penambahan bangunan pendidikan. Pola tersebut kemudian mengarah pada kesimpulan bahwa langgar  di Kauman dapat dibagi menjadi 2 kategorisasi yaitu, langgar  ketib dan langgar  komunitas.

Page 10 of 12 | Total Record : 113