cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Mintakat: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14117193     EISSN : 26544059     DOI : 10.26905
Core Subject : Social, Engineering,
Mintakat: Jurnal Arsitektur (JAM) dalam versi jurnal online yang terbit di tahun 2017 ini sebenarnya adalah format baru dari penerbitan offline sejak tahun 2000. Jurnal ini diterbitkan oleh oleh Group Konservasi Arsitektur & Kota, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Merdeka Malang. Dalam format online JAM merencanakan akan terbit 2 (dua) kali dalam setiap volume pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
Penerapan Arsitektur Perilaku dalam Perancangan Kampus Terpadu (Studi Kasus: Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta) Siddiq, Vieka Alana Leyla; Dharmawan, Vippy
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 24 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v24i2.10704

Abstract

Pada tahun 1932 Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta saat ini memiliki satu gedung induk dengan 31 kelas dan juga 13 asrama yang tersebar di tiga kelurahan yaitu, Suronatan, Notoprajan dan Kauman. Dari lokasi tersebut, fasilitas Madrasah Mu’allimaat mendominasi tiga kelurahan. Sehingga warga madrasah maupun pengguna fasilitas madrasah akan berbaur dengan masyarakat setempat dan menimbulkan intensitas keramaian yang cukup tinggi dari mobilitas yang tinggi dengan berbagai kegiatan pendidikan madrasah dan pendidikian boarding school, siswi Madrasah Mu’allimaat membutuhkan ruang gerak baru yakni Kampus Terpadu Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta yang berlokasi di Sidayu, Bantul. Melalui pendekatan Arsitektur Perilaku akan mengidentifikasi pola perilaku pengguna dalam sebuah objek dan aktivitas dari pengguna kemudian menjadi solusi desain dalam rancangan baru yang ideal dan optimal dalam bentuk Kampus Terpadu Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------In 1932, Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta currently have one main building with 31 classes and 13 dormitories spread over three sub-districts such as Suronatan, Notoprajan, and Kauman. From these locations, Madrasah Mu'allimaat facilities dominate the three sub-districts. Students and facility users will socialize with the community and cause high crowd intensity from high mobility with various madrasah educational activities and boarding school education. Madrasah Mu'allimaat students need a new space, An Integrated Campus of Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta located in Sidayu, Bantul. Behavioral Architecture identify the boundaries of space and time in an object as well as the activities of the user in consequences aim an optimal social system that can be formed in the design of The Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Integrated Campus that supports the activities of residents involved who have high mobilities at the present and the future.
Adaptasi Territoriality pada Ruang Belajar Post Pandemic Covid-19 untuk Pendidikan Anak Usia Dini Nur Nisrina, Brainnisa Ramadhani; Adhitama, Gregorius Prasetyo
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 24 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v24i2.9661

Abstract

Penelitian berfokus pada konteks ruang belajar untuk jenjang PAUD yang menekankan protokol kesehatan baik dari segi social distancing dan physical distancing serta mencapai tujuan dari fasilitas ruang belajar pada jenjang PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan mengungkap keterkaitan antara konsep teori territoriality dengan ruang belajar pada jenjang PAUD di masa pandemi COVID-19. Ruang belajar pada PAUD sebagai lingkungan fisik atau seting yang bersifat unik dan kekhasannya belum dipelajari serta diteliti secara lebih mendalam. Territoriality/ teritorialitas merupakan upaya untuk mempertahankan wilayah dari intervensi individu/kelompok lain. Pendekatan studi berfokus pada terminologi mengenai adaptasi, territoriality, ruang belajar, anak usia dini, serta ruang pada masa pandemi dan post pandemi COVID-19. Metode dalam penulisan ini adalah metode studi pustaka dengan mengumpulkan dan mensintesiskan penelitian terdahulu dengan pendekatan integratif. Akhirnya, hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa konsep atau teori teritorialitas dalam konteks ruang belajar di PAUD masa pandemi COVID-19 dan kaitannya dengan protokol kesehatan dapat diteliti secara lebih mendalam dan komprehensif pada aspek perilaku interaksi antara individu/ kelompok terhadap lingkungan/ruang yang memfasilitasi kegiatan. Fenomena tersebut ditandai dengan perasaan memiliki dan mengontrol, upaya mempertahankan wilayah, klaim terhadap ruang, mempersempit jangkauan perjumpaan, kontrol/mengatur kepadatan populasi serta privasi dan keamanan.-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------This research is focused on the health protocol, social distancing and physical distancing and the affectivity of facility. The research objectives, to find and to express the knowledge gab between territoriality theory and preschool learning space in COVID-19 pandemic era. Its setting learning space as physical environment is unique and specific. It has not studied and researched deeply. Territoriality is an effort to preserve the territory from the intervention of others, individual or group. The study of this approach is focused on the terminology of adaptation, territoriality, learning space, preschool, space on pandemic and on post pandemic COVID-19. The methods in this paper are literature review method by collecting and synthesizing previous research using integrative approach. The results of the literature review, theory of territoriality in context of preschool learning space on pandemic era and its relationship to the health protocol can be researched more deeply and comprehensively on the behavior aspect of the interaction between group/ individual to the class activities. The phenomenon marked as sense of belonging and controlling, an effort to defend of territory, claim to the space, restriction the meeting range, control of the population density, and also the aspect of privacy and safety.
Rancangan Hemat Energi terhadap Desain Hotel Resort di Pantai Kuta Winandari, Maria Immaculata Ririk; Rachmansyah, Muhammad Raihan; Iskandar, Julindiani
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v25i1.10880

Abstract

Hotel resort merupakan salah satu tipe bangunan dengan tingkat penggunaan energi yang cukup besar. Energi tersebut diperlukan untuk memenuhi kenyamanan pengunjung. Penggunaan energi yang besar akan berpengaruh pada biaya operasional lahan. Salah satu cara yang digunakan untuk menghemat penggunaan energi tersebut adalah dengan rancangan bangunan hotel resort yang hemat energi melalui penerapan konsep arsitektur berkelanjutan. Salah satu penerapan konsep berkelanjutan adalah melalui penghematan penggunaan listrik dan air. Paper ini menjelaskan penerapan hemat energi di hotel resort yang paling optimal. Metode kuantitatif digunakan untuk mendapatkan rancangan hemat energi melalui penggunaan simulasi dari aplikasi EDGE. Variabel yang digunakan meliputi panel surya, dimensi bayangan (shading), resapan air, dan sistem daur ulang air. Hasil menunjukan bahwa penerapan konsep hemat energi yang optimal untuk hotel resort adalah melalui persentase luas panel surya dari area atap, persentase shading dari lahan, penggunaan resapan air berdasarkan KDB, dan penggunaan proses daur ulang air.
Masjid Al-Huda Universitas Merdeka Malang: Proyek Design and Build Prasetiya, Rizki; Winansih, Erna
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v25i1.12701

Abstract

Proyek Design and Build /Rancang Bangun (RB) merupakan proyek yang pelaksanaannya didasarkan pada adanya kompleksitas dan mendesaknya untuk segera dimanfaatkan. Masjid Al Huda Unmer Malang memenuhi kriteria ini karena adanya tuntutan untuk segera dapat dimanfaatkan bagi masyarakat sekitar sebagai fasilitas peribadatan yang dapat difungsikan pada Bulan Ramadhan 2023. Dengan terbatasnya waktu maka disolusikan dalam proyek ini dikerjakan dengan metode RB. Metode RB pada proyek ini mengintegrasikan tim merancang dan tim pembangunan (konstruksi) menjadi satu kesatuan. Tujuan kajian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan proyek RB Masjid Al-Huda Unmer Malang. Metode deskriptif-depiktif digunakan untuk mengkaji proses pelaksanaan proyek RB Masjid ini. Dalam pelaksanaan RB ini faktor kemampuan perencana, faktor kemampuan kontraktor, faktor kemampuan project manager dan factor kemampuan owner menjadi hal yang signifikan. Proses yang dilakukan tim rancang menjadi cepat karena konsep perancangan yang diterapkan adalah kontekstual, karena rancangan objek disesuaikan dengan fasade gedung kampus yang sudah ada. Koordinasi dilakukan dengan frekuensi mingguan demi kelancaran proyek dan mengurangi terjadinya konflik. Manajemen RB proyek ini dilakukan dengan koordinasi intensif tentang penyediaan gambar DED, penandatangan kontrak dan penawaran harga, sehingga pihak yang terlibat segera menjalankan perannya. Faktor lingkup proyek yang cukup mempengaruhi kelancaran proyek adalah perubahan volume pekerjaan karena adanya tambahan dan pengurangan pekerjaan. Dari serangkaian proses pembangunan dengan metode RB ini menunjukkan keberhasilan dengan indikator terpenuhinya tenggat waktu, yaitu Masjid dapat dioperasikan pada bulan Ramadhan 2023. Terkait dengan pengerjaan proyek RB ini perlu pemilahan yang jelas akan peran perancang dan tim konstruksi meskipun menjadi satu kesatuan yang terintegrasi sehingga dapat meminimalkan konflik.--------------------------------------------------------------------------------------Design and Build (DB) project is implemented, because of its complexity and urgency. Because of the urgency to be functione, Al-Huda Mosque of Unmer Malang project was implemented using this DB system. It was said that the mosque had to be functioned by March 2023, when the Ramadhan session began. Due the limited time, the DB system was chosen. The DB system integrated design team and build team as one team work. The aim of this study is describe the implementation of DB project of Al-Huda Mosque. Descriptive-depictive method was used to elaborate process of the DB project. Some factors were significant for the project completion. The ability of design team, the ability of construction team, the ability of project manager and the ability of the owner played dominant roles. The design team worked fast because of the contextual concept to design similar with the former buildings around the campus. As one team, every week each role met, coordinated intensively to evaluate the progress and minimalized conflicts. The intensive coordination was managed to meet the goals; providing DED, contracts and procurement documents. The changes of job volume affected the progress, that’s why the project factor needed to be defined clearly. From the hard process at last project completed, indicated by the operation of the mosque in the beginning of Ramadhan 2023. From the DB project, it was recommended to sort the job description clearly to minimalize the conficts although in DB system the DB team worked as one.
Identifikasi Faktor Spasial yang Berpengaruh dalam Kasus Kebakaran pada Permukiman Tepi Sungai di Kota Banjarmasin Putri, Megananda Arum Cinda; Sarwadi, Ahmad
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 24 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v24i2.10634

Abstract

Banyaknya kasus kebakaran pada permukiman di kota Banjarmasin yang lebih dari setengahnya berada di wilayah tepi sungai membuat penyebab munculnya kebakaran dan menyebarnya kobaran api menjadi penting untuk diketahui agar dapat dihindari. Dalam rangka penelusurannya dilakukan penelitian pada 9 kasus kebakaran yang terjadi pada permukiman tepi sungai di kota Banjarmasin, yang terdiri dari 4 kasus kebakaran tunggal dan 5 kasus kebakaran berkelompok. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus melalui pengumpulan data berupa review literatur, in-depth interview dengan narasumber, dan observasi langsung. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa faktor penyebab kebakaran pada kasus-kasus ini adalah arus pendek listrik, bara rokok, bahan bakar masak, dan pembakaran sampah sembarangan. Arus pendek listrik sendiri menjadi penyebab kebakaran paling banyak pada kasus-kasus yang diteliti, sedangkan tiga faktor lainnya merupakan faktor khusus yang ditemukan pada lokasi penelitian ini. Terkait penyebab menyebarnya kobaran api saat terjadi kebakaran, ditemukan bahwa terdapat 12 faktor yang menyebabkan penyebaran kobaran api. 5 diantara 12 faktor tersebut yang umum ditemukan pada wilayah lain di Indonesia adalah material mudah terbakar di dalam rumah maupun disekitar rumah, struktur bangunan semi permanen, kepadatan bangunan dimana jarak antar bangunan berdempetan, aksesibilitas minim, dan kondisi angin. Sedangkan faktor penyebaran kobaran api khusus yang terjadi di permukiman tepi sungai kota Banjarmasin adalah listrik yang terlambat dipadamkan oleh PLN, titik api yang sulit dijangkau, api sulit dipadamkan, aliran listrik yang sama pada lebih dari 1 bangunan, ledakan gas serta sepeda motor, sungai yang surut, dan alat pemadaman api yang bermasalah.--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------With more than half of the city's settlements located in riverside areas, it is important to know the causes of fires and the spread of the flames so that they can be avoided. In order to explore this, research was conducted on 9 fire cases that occurred in riverside settlements in Banjarmasin city, consisting of 4 cases of single fires and 5 cases of group fires. The research was conducted using the case study method through data collection in the form of literature review, in-depth interviews with resource persons, and direct observation. Based on the research conducted, it was found that the factors that caused the fires in these cases were electrical ort-circuit, cigarette embers, cooking fuel, and littering. Electrical short-circuit itself was the most common cause of fires in the cases studied, while the other three factors were specific to this research location. Regarding the causes of the spread of flames during a fire, it was found that there are 12 factors that cause the spread of flames. 5 of these 12 factors are common in other regions in Indonesia, such as combustible materials inside and around the house, semi-permanent building structures, building density where the distance between buildings is close together, minimal accessibility, and wind conditions. Meanwhile, the specific fire spread factors that occur in the riverside settlements of Banjarmasin city are electricity that is extinguished late by PLN, fires that are difficult to reach, fires that are difficult to extinguish, the same electricity flow in more than one building, gas explosions and motorbikes, receding rivers, and problematic fire extinguishing equipment.
Penyandingan Arsitektur Jengki dengan Prinsip Form Follow Function Poernama, Jessica Aprilia; Roosandriantini, Josephine
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 24 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v24i2.9163

Abstract

Langgam arsitektur dunia selalu berkembang dari arsitektur klasik, modern, hingga post-modern. Salah satu yang mempengaruhi perubahan ini adalah adanya PD II. Hal ini juga mempengaruhi perkembangan langgam arsitektur yang ada di Indonesia sehingga munculnya arsitektur jengki setelah Indonesia merdeka dari penjajahan Belanda. Arsitektur jengki merupakan arsitektur asli Indonesia yang juga merupakan sebuah bentuk dari kebebasan Indonesia dari Belanda. Arsitektur jengki memiliki bentuk yang sangat unik dan nyeleneh (tidak lazim). Penelitian ini memunculkan pertanyaan yaitu apakah bentuk unik arsitektur jengki sesuai dengan karakteristik arsitektur modern yang berlandaskan form follow function yang mana kemunculan arsitektur jengki bertepatan dengan masa perkembangan arsitektur modern. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah ciri arsitektur jengki juga menerapkan prinsip form follow function dengan objek studi kasus berupa rumah tinggal di Jl. Tawangmangu no.9, Malang dan rumah Salim Martak Surabaya. Metode penelitian yaitu kualitatif deskriptif, yang menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi literatur dan juga survey lapangan. Analisa objek dilakukan dengan menyandingkan antara elemen arsitektural pada kedua obyek, dalam melihat ciri form follow function dan arsitektur jengki. Elemen-elemen yang dianalisa yaitu bentuk atap, ornament, bukaan, bentuk bangunan, warna, material, serta teras/ beranda. Hasil yang didapatkan menambahkan wawasan dan juga memperlihatkan adanya modifikasi antara langgam arsitektur jengki dan modern.----------------------------------------------------------------------------------------------------------------World architectural styles are always evolving from classical, and modern, to post-modern architecture. One that influenced this change was the existence of World War II. This also influenced the development of architectural styles in Indonesia so the emergence of jengki architecture after Indonesia's independence from Dutch colonialism. Jengki architecture is original Indonesian architecture which is also a form of Indonesian independence from the Dutch. Jengki architecture has a very unique and eccentric (unusual) shape. This research raises the question, namely whether the unique form of jengki architecture corresponds to the characteristics of modern architecture based on form following function where the emergence of Jengki architecture coincides with the development of modern architecture. This study aims to prove whether the architectural characteristics of jengki also apply the form-follow-function principle to the case study object in the form of a residential house on Jl. Tawangmangu no.9, Malang and Salim Martak's house, Surabaya. The research method is descriptive qualitative, which uses data collection techniques in the form of literature studies and field surveys. Object analysis is carried out by juxtaposing the architectural elements of the two objects, looking at the characteristics of form-follow-function and jengki architecture. The elements analyzed are roof shapes, ornaments, openings, building shapes, colors, materials, and terraces/ verandas. The results obtained add insight and also show modifications between Jengki and modern architectural styles.
Analisis Tingkat Kenyamanan Termal pada Ruang Publik Stasiun Binjai Safyan, Adi; Olivia, Sisca; Nurhaiza, Nurhaiza; Sidiq, Habib Achmad
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v25i1.10930

Abstract

Manusia beradaptasi dengan kenyamanan fisik berupa kenyamanan termal, baik dalam perubahan temperatur. Kenyamanan pengguna menjadi hal penting dalam perancangan ruang, khususnya ruang publik. Ruang publik Stasiun Binjai salah satu area publik transit di mana banyak orang akan melakukan perjalanan. Studi ini menganalisis tingkat kenyamanan termal pada ruang publik Stasiun Binjai (zona A dan zona B) dengan menggunakan teknik observasi dan pengukuran lapangan dengan memperhitungkan Predicted Mean Vote (PMV) dan Predicted Percentage of Dissatisfied (PPD), dengan sampel kuestioner pada 178 responden pada enam waktu yang berbeda. Pengukuran yang dilakukan berada pada “nyaman optimal ambang batas” berdasarkan standar ASHRAE 55-2017. Pengolahan data pada studi ini menggunakan software CBE Thermal Comfort Tool, menghasilkan nilai rata-rata PMV zona A -0,09 dan nilai PPD 5% dan zona B dengan PMV -0,01. Nilai PMV dan PPD pada zona A dan B menunjukkan bahwa belum mampu mencapai kondisi ruang termal yang optimal pada pengguna, karena berada pada kategori +1 dengan sensasi slighty warm.
Game Centre di Kota Palangka Raya Sutrisno, Herwin
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v25i1.9440

Abstract

Di Indonesia game sudah berkembang cukup pesat sehingga para peminatnya pun cukup banyak, berbagai jenis dan teknologi game sudah banyak bermunculan di Indonesia dengan mengikuti perkembangan teknologi-teknologi di masa sekarang. Pada penelitian yang pernah di teliti oleh Khantri, 2020 yang menyatakan bahwa Palangka Raya mendapatkan raihan tertinggi yakni dengan nilai 71,9. Ketertarikan masyarakat terhadap game itu juga bisa dilihat dari diadakannya berbagai perlombaan tingkat Kota Palangka Raya baik itu di warnet, rental penyewaan, ataupun di sekolah-sekolah. Tidak hanya perlombaan saja namun salah satu Sekolah Negeri di Kota Palangka Raya yaitu SMAN 2 Palangka Raya sudah resmi memasukkan game ke dalam ekstrakurikuler sekolah mereka sejak agustus 2022. Dengan banyaknya minat masyarakat dalam bermain game, ramainya event-event atau perlombaan yang diselenggarakan, kemudian karena itulah akan dibutuhkannya wadah untuk bermain sehingga para pemain game bisa bermain game yang mereka ingin mainkan, dan juga mereka dapat mengembangkan bakat mereka dalam game. Game centre ini akan menggunakan penerapan prinsip Ruang Bermain Ramah Anak dan Prinsip Universal Desain yang nantinya akan diterapkan kedalam rancangan bangunan. Pada proses perancangan Game Centre menggunakan metode pengumpulan data studi literatur dan analisis dari studi banding dalam pengumpulan data sebagai acuan dalam proses perancangan Game Centre dengan penerapan Konsep Ruang Bermain Ramah Anak. Hasil rancangan berupa bangunan dengan penerapan konsep Ruang Bermain Ramah Anak dan menambahkan prinsip universal desain yang akan diterapkan kedalam bangunan sehingga semua orang dapat mengaksesnya dengan mudah dan aman.
Persepsi Penghuni terhadap Tingkat Kenyamanan Termal Hunian dengan Konteks Desain Bioklimatik Fathan, Nurfadilah; Akbar, Rasyid Fauzan; Jaya, Sindyarti Mulia; Defiana, Ima
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v25i1.11989

Abstract

Hunian merupakan salah satu kebutuhan utama manusia. Untuk itu tingkat kenyamanan hunian sangat penting bagi penghuninya. Keadaan lingkungan sekitar menjadi salah satu faktor utama yang dapat mempengaruhi tingkat kenyaman hunian. Studi ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian hunian dengan lingkungan sekitar berdasarkan konteks desain bioklimatik dan persepsi termal penghuni terhadap kenyamanan hunian. Untuk mengetahui hubungan tersebut, studi ini mengambil tiga kasus dari wilayah yang berbeda di provinsi Jawa Timur. Hunian terpilih berada di Kota Malang, Kota Sidoarjo dan Kota Batu. Meskipun berada di wilayah provinsi yang sama, ketiga wilayah tersebut memiliki keadaan lingkungan yang berbeda antar satu sama lain. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data berupa observasi terhadap tiga hunian dan kuisioner kepada penghuni. Berdasarkan analisis diketahui bahwa hunian yang memenuhi aspek desain bioklimatik dapat menigkatkan kenyamanan termal pada hunian yang diketahui melalui persepsi dari setiap penghuni.Housing is one of the human needs. Thus, the level of residential comfort is important for its occupants. The condition of the surrounding environment is one of the main factors that can influence the level of residential comfort. Therefore, this study was conducted to determine the suitability of residences with the surrounding environment based on the bioclimatic design context and occupants' thermal perceptions. This study took three cases from different areas in Jawa Timur province. The selected residences are in Malang City, Sidoarjo City, and Batu City. Even though they are in the same province, these three regions have different environmental conditions. This study uses a descriptive qualitative method while using tactics i.e., observations of three residences and questionnaires to the residents for data collection. It shows that residences that fulfill bioclimatic design aspects can increase thermal comfort, which is identified through the thermal perception of the occupant.
Kemudahan Aksesibilitas Komunitas pada Perancangan Lansekap Senior Living di Kota Tangerang Yuniarto, Maria Brigitta Andrea
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v25i1.10785

Abstract

Pekerja aktif dengan rentang usia 50 sampai dengan 60 tahun akan segera memasuki masa pensiun. Dengan adanya peralihan gaya hidup dan kegiatan rutinitas yang dilakukan, maka hal ini menimbulkan stres bagi para pekerja aktif di Indonesia. Banyak hal yang wajib dipikirkan ketika akan pensiun, diantaranya kondisi finansial dan kegiatan yang akan dilakukan setelah pensiun. Hal ini turut menimbulkan stres pada pekerja produktif yang telah memasuki masa pra lansia.                Selain itu, dengan berkembangnya lansia pada masa sekarang, semakin banyak lansia yang ingin hidup mandiri dan secara finansial mampu untuk mengakomodir kebutuhannya sendiri. Oleh karena itu, senior living ini dibuat dengan fungsi komersial, dimana lansia berhak untuk mengambil paket penginapan, baik mingguan, bulanan, ataupun seumur hidup. Oleh karena itu, dalam senior living ini, tidak ada lansia yang masuk karena tidak dipelihara oleh keluarga, melainkan tinggal atas kemauan sendiri serta dengan persetujuan keluarga.                Bangunan dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan lanskap yang mampu menunjang kualitas kehidupan lansia, diantaranya fasilitas kesehatan, fasilitas tempat tinggal, serta fasilitas hiburan. Dengan ini, seluruh lansia, baik yang sendiri ataupun berpasangan, dapat menikmati seluruh fasilitas yang ada dengan maksimal. Pendekatan arsitektur menitikberatkan pada komunitas, dimana desain bangunan diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan lansia untuk bersosialisasi dan bertemu secara rutin. Selain itu, perancangan dapat didasari kepada hubungan dan relasi antar lansia, agar mereka mampu merasakan peran sebagai bagian dari sebuah komunitas.                Pengambilan site berpusat di area Kota Tangerang, dengan pertimbangan Kota Tangerang sebagai area yang merupakan salah satu penunjang Jakarta, sehingga mayoritas warga yang bekerja di Jakarta, berdomisili di  Kota Tangerang. Karena kesibukannya dalam bekerja, maka lansia sering ditinggal sendiri di rumah, sehingga membahayakan keselamatan dan kenyamanannya. Oleh karena itu, senior living ini dinilai sesuai untuk ditempatkan di area Kota Tangerang, sehingga lansia dapat pindah ke fasilitas ini, namun masih terjangkau oleh keluarga jika ingin diajak bertamasya/berkunjung.                Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan sebuah lingkungan yang mampu memanfaatkan dan mengapresiasi  potensi para pra lansia dalam membangun sebuah  lingkungan hidup yang saling mendukung dan bermakna. Harapannya bahwa  fasilitas yang dirancang dapat diakses oleh lansia dengan mudah  sebagai alat untuk berkomunikasi dengan komunitas sekitar.   

Page 11 of 12 | Total Record : 113