Articles
198 Documents
Kesantunan berbahasa para Kader Posyandu dalam pelaksanaan layanan informasi
Endang Wiyanti;
Yulian Dinihari;
Solihatun Solihatun
BAHASTRA Vol 39, No 1 (2019): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (398.055 KB)
|
DOI: 10.26555/bahastra.v39i1.12031
The purpose of this study was (1) to describe the type of speech acts of Posyandu cadres Mawar VII and Posyandu Mawar IX Pademangan Barat North Jakarta in the information service process. (2) describe the principle of courtesy in Posyandu Mawar VII and Posyandu Mawar IX Pademangan Barat North Jakarta when the information service process takes place. The data used in this study are oral and written. Oral and written data is obtained by recording and recording the utterances of the cadres when carrying out information services. Data collection techniques in this study were carried out by referring to proficient free technique, recording techniques, and note taking techniques. The results of this study are that cadres do more polite speech acts using directive, representative, commissive, expressive, and declaration speeches. Second, cadres use four maxims, namely (1) wisdom maxim, (2) generosity maxim, (3) praise maxim, and (4) consensus maxim.
RAGAM BAHASA TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR NITEN BANTUL
Ariesty Fujiastuti
BAHASTRA Vol 32, No 1 (2014): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.347 KB)
|
DOI: 10.26555/bahastra.v32i1.3240
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik ragam bahasa transaksi jual beli di pasar Niten Bantul. Mendeskripsikan faktor-faktor penentu yang mneyebabkan terjadinya ragam bahasa pada transaksi jual beli di pasar Niten Bantul. Mendeskripsikan fungsi ragam bahasa transaksi jual beli di pasar Niten Bantul. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode rekam dan catat. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik lanjut SBLC (Simak Bebas Libat Cakap). Instrumen yang digunakan dalam penleitian ini adalah penulis, hardwere (perangkat keras) berupa MP4, dan kartu data. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik ragam bahasa transaksi jual beli di Pasar Niten Bantul ada tiga. Pertama, penggunaan kata-kata sesuai dengan barang yang dijual. Kedua, kalimat yang digunakan pendek dan tidak lengkap (kalimat tidak formal). Ketiga, penggunaan kata dari bahasa Jawa. Faktor-faktor yang mneyebabkan terjadinya ragam bahasa pada transaksi jual beli di Pasar Niten Bantul meliputi: (1) faktor usia, (2) faktor pendidikan, dan (3) faktor asal daerah. Fungsi ragam bahasa pada transaksi jual beli di Pasar Niten Bantul meliputi: (1) fungsi emotif, (2) fungsi direktif, (3) fungsi fatik, dan (4) fungsi referensial. Kata Kunci: Ragam Bahasa, Transaksi Jual Beli, Pasar.
A MODEL OF CHARACTER EDUCATION AS REFLECTED IN FUADY’S NEGERI LIMA MENARA
Hendra Darmawan
BAHASTRA Vol 35, No 2 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.552 KB)
|
DOI: 10.26555/bahastra.v35i2.4861
Negeri Lima Menara oleh Fuady telah melanda bagi banyak pembaca. Novel ini bercerita tentang kehidupan di pesantren Islam. Kisah novel yang mencerminkan pengalaman penulis selama studi di Pondok Pesantren Darassalam Ponorogo, Jawa Timur pada tahun 1980. Madani Pesantren sebagai lembaga pendidikan utama di dalam menunjukkan peran dalam membangun karakter siswa dengan mengintegrasikan modernitas dan ajaran Islam pada saat yang sama .Fuady mencoba untuk menunjukkan model yang baik tentang bagaimana lembaga pendidikan (Madani Pondok Pesantren) dapat mendidik siswa untuk meningkatkan perkembangan pribadi mereka. Madani Pondok Pesantren memiliki sistem pendidikan yang baik dan tegas untuk bertanggung jawab atas perilaku siswa-nya dari dasar sampai dengan akhir proses pembelajaran.Artikel ini menganalisa peran Madani Pondok Pesantre dalam mengembangkan siswa bangunan karakter. penulis memperoleh beberapa temuan dari novel Negeri Lima Menara pada bagaimana pondok pesantren madani berhasil bisa mendidik siswa untuk memiliki karakter yang baik dengan mengoptimalkan peran guru sebagai motivator dan model yang baik bagi siswa; membangun ikatan emosional antara guru dan siswa; dan memberikan kesadaran dan nilai-nilai moral kepada siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TIPE CARD SORT DAN MOTIVASI BELAJAR DALAM MATA KULIAH KETERAMPILAN BERSASTRA KE-SD-AN MAHASISWA PRODI PGSD
Hidayati Azkiya
BAHASTRA Vol 37, No 1 (2017): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (812.872 KB)
|
DOI: 10.26555/bahastra.v37i1.5672
This study begins from the problem of low skills learning ability to compose Elementary literature in PGSD departement of Bung Hatta University. It can be seen from the results of students’ mid semester test, observation, and interviews with faculty to compose literature Skills in elementary course. This study aims to determine the effect of the application of an active learning model type of card sort to compose skills to elementary school's student in PGSD Department and to know the results of learning skills to compose an Elementary course-students after being taught by active learning model type of card sort. This type of research was a Quasi Experimental study. The populations were all students in PGSD department Academic Year 2015/2016.The Data collection techniques in this study used questionnaires of learning motivation and learning skills tests to compose Elementary literature in PGSD. The Data analysis techniques used in this study were t-test and ANOVA. Based on the findings, we concluded that first learning skills to compose elementary literature students who use active learning model type of card sort was higher than in convenetional than students who used conventional learning either seen as a whole or from high and low learning motivation. Second, there was no interaction between the learning motivation to learn the skills of learning to compose Elementary literature of PGSD students. It means that active learning model type of card sort gave good effect on learning skilss to compose Elementary literature of PGSD students.  Â
PENUMBUHAN BUDI PEKERTI BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI PEMBELAJARAN SASTRA ANAK PADA SISWA KELAS TINGGI DI SEKOLAH DASAR YOGYAKARTA
Anang Sudigdo
BAHASTRA Vol 38, No 1 (2018): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.224 KB)
|
DOI: 10.26555/bahastra.v38i1.7627
This research aims to describe: (1) intrinsic element in child literature can be implemented as a way of indigenous wisdom based on local wisdom upper class students at Yogyakarta state elementary school; (2) the values of character education in children's literature; (3) the process of child literature implementation as a way of character growth based on local wisdom in elementary school students in Yogyakarta. This research is done by qualitative method and content approach. The resulting conclusions are: (1) the children's literary intrinsic element which can be implemented as a way of character development based on local wisdom including theme, plot, figures, character, setting, point of view and moral value; (2) the story Children's Literature presented by the teacher in the classroom learning contains the values of character education and culture based; (3) teachers inculcate character education to students through Children's Literature that is folklore.
CITRA PEREMPUAN DALAM LIRIK LAGU BOJO GALAK KARYA PENDHOZA
Putri Haryanti;
Tety Bekti Sulistyorini;
Hari Kusmanto;
Laili Etika Rahmawati
BAHASTRA Vol 38, No 2 (2018): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.67 KB)
|
DOI: 10.26555/bahastra.v38i2.11441
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lirik lagu Bojo Galak dalam menggambarkan citra tokoh perempuan di mata pasangannya yang setia. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif untuk melihat lirik Bojo Galak sebagai salah satu bahasa yang menggambarkan citra perempuan menggunakan pendekatan semiotik dan linguistik kognitif. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa citra perempuan yang digambarkan dalam lirik lagu Bojo Galak karya Pendhoza menunjukkan citra perempuan yang memiliki superioritas tinggi. Citra seorang perempuan yang ditampilkan dalam lirik lagu Bojo Galak digambarkan, perempuan sebagai subjek superior yang memiliki kekuasaan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Atau singkatnya wanita sebagai kaum yang benar, sedangkan laki-laki sebagai kaum yang tertindas. Hal ini terlihat pada beberapa lirik lagu yang disajikan oleh pencipta. Selain itu, lirik-lirik yang membangun lagu Bojo Galak ini juga merepresentasikan bahwa masih ada laki-laki yang tetap setia dan berusaha mempertahankan rumah tangganya walaupun ia sering tersakiti. Karena sejatinya, bagaimanapun keadaannya laki-laki selalu membutuhkan seorang wanita.
Directed Reading Thinking Activity (DRTA) Method and Students' Critical Thinking Level in Editing Scientific Articles
Asep Supriyana;
Emzir Emzir;
Endry Boeriswati
BAHASTRA Vol 39, No 2 (2019): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (518.841 KB)
|
DOI: 10.26555/bahastra.v39i2.14699
The aim of this research is to explain the use of the DRTA method and the level of critical thinking in improving students' ability in editing scientific articles. The method used in this research is experimental research. The result shows that using the DRTA method affected the ability to edit scientific articles if it is in accordance to the students’ level of critical thinking (high and low). Learning outcomes of editing scientific articles of students who have high critical thinking scales are different from learning outcomes of editing scientific articles of students who have low level of critical thinking. Students who were treated with the DRTA Method had higher level of critical thinking and had significant differences from those who had low levels of critical thinking. The acquisition of the average score showed the students who studied with the DRTA method and had a high critical thinking level are 90.1, while the score of the students who had a low critical thinking level are 79.3.
PENINGKATKAN KETERAMPILAN PIDATO DENGAN MODEL SIMULASI MAHASISWA SEMESTER GASAL PBSI UNSOED
Nila Ulfa Martha
BAHASTRA Vol 33, No 2 (2015): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (141.403 KB)
|
DOI: 10.26555/bahastra.v33i2.2716
This research aim to improve speech skill of PBSI Unsoed student in odd semester after applied simulation model. Research method is descriptive quantitative and descriptive qualitative. Desain research used class action. Process research of class action are cycle I and cycle II. Research result show an increase in speech skills of student. The average value an thoroughness learning has increased significantly. Cycle I 44,75 (20%) and cycle II 82,5 ( 92,5%). Observation result to student attitude is also show the existence of improvement become betterly. Students more enthusiastic about their lessons and learning becomes fun.
SASTRA MODERN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ETIKA MORAL DAN KARAKTER
Uswatun Hasanah
BAHASTRA Vol 34, No 1 (2015): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.156 KB)
|
DOI: 10.26555/bahastra.v34i1.3977
Tulisan ini memaparkan fungsi sastra sebagai wahana, wadah, dan media pembelajaran etika dan moral. Meskipun bukan merupakan kitab etika dan moral, cipta sastra relatif fungsional dan baik sebagai media pembelajaran etika dan moral. Sikap hati-hati dan cermat serta proporsional sangat diperlukan pada waktu memfungsikan sastra sebagai media pembelajaran etika dan moral. Hal ini dimaksudkan agar hakikat cipta sastra sebagai karya seni tidak tereduksi menjadi kitab etika-moral dan karakter di samping agar harapan yang berlebihan tidak ditumpukan kepada sastra sebagai media pembelajaran etika dan moral. Dengan sikap hati-hati, cermat, dan proporsional, maka sastra niscaya dapat menjadi pintu masuk memberikan pengalaman etis dan moral bagi para pelajar. Lebih lanjut, hal ini mengimplikasikan bahwa sastra dapat diharapkan sebagai salah satu media penanaman etika-moral dan karakter kepada pelajar.
STYLISTICS GENETIC ANALYSIS ON POETRY HENDAK TINGGI? AND HENDAK BAHAGIA??? WRITTEN BY BUNG USMAN AS A PICTURE OF INDONESIAN SOCIETY IN JAPANESE ERA
Yosi Wulandari
BAHASTRA Vol 36, No 1 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.583 KB)
|
DOI: 10.26555/bahastra.v36i1.5063
Puisi sebagai salah satu jenis karya sastra merupakan karya ekspresif wujud penyampai segala rasa. Secara pendokumentasian sejarah pun, puisi dapat menjadi salah satu wadah yang menyimpan catatan sejarah. Pemanfaatan tanda bahasayang digunakan dalam karya sastra merupakan bentuk performansi komunikasi yang digunakan pengarang untuk menyampaikan pesan tertentu. Penyampaian pesan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan aspekstilistika sebagai wujud performansi kebahasaan. dalam Hal inilah yang menjadi menarik untuk selalu dikaji dan ditemukan catatan-catatan sejarah dari berbagai sastra masa lampau, salah satunya puisi di zaman Jepang.Indonesia menjadi sebuah negara yang berdaulat pun tidak bisa terlepas dari perkembangan sastra. Bahkan, sastra dapat mencatat dengan baik perjuangan bangsa serta sastra digunakan untuk alat perjuangan dalam meraih kemerdekaan. Zaman Jepang ditemukan dua kelompok sastrawan, yaitu sastrawan yang mendukung Jepang dan melawan Jepang. Bung Usman sebagai salah satu sastrawan yang melawan Jepang menggunakan puisi sebagai bentuk penolakan dan perlawan terhadap Jepang. Menganalisis gaya sastrawan secara indvidual dapat menemukan karakter bahasa sastrawan dan mencerminkan kondisi masyarakat di Zaman Jepang. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, Bung Usman memiliki gaya yang khas dalam penulisan puisi di zaman Jepang dengan gaya dominan lewat puisinya dan puisi Bung Usman pun menggambarkan kondisi masyarakat Indonesia yang kebingungan dan tidak tahu hendak melakukan apa sehingga membiarkan kesewenangan Jepang sekaligus menggambarkan keingan masyarakat melawan atau berjuang mendapatkan kemerdekaan Indonesia.