cover
Contact Name
Nurhadi Siswanto
Contact Email
corak.jurnalsenikriya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
corak.jurnalsenikriya@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Corak : Jurnal Seni Kriya
ISSN : 23016027     EISSN : 26854708     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
CORAK adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta dengan nomor p-ISSN: 2301-6027 dan nomor e-ISSN: 2685-4708. Jurnal ini berisikan tentang artikel hasil penelitan, gagasan konseptual (hasil pemikiran), penciptaan, resensi buku bidang seni kriya dan hasil pengabdian masyarakat dalam bidang kriya.
Arjuna Subject : -
Articles 280 Documents
Penerapan Hand Painting Bunga Anggrek Bulan Khas Jawa Timur Pada Busana Modest Prameswari, Silvani Mustika
Corak Vol 14, No 2 (2025): Vol 14, No 2 (2025): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v14i2.16470

Abstract

Hand painting on textiles enhances aesthetic value and uniqueness in garments, especially in modest fashion, which emphasizes elegance and artistic details. The Orchid Moon flower motif from East Java was chosen as the main design element to reinforce cultural identity. The process includes motif exploration, fabric selection, and color application to ensure durability without diminishing motif beauty. The results show that this motif adds an exclusive and elegant impression while enhancing the visual appeal of modest fashion. This technique enriches design exploration and serves as an innovation for the local fashion industry with high artistic value.
Pemanfaatan Limbah Kaca untuk Pembuatan Karya Seni Resin Rahmi, Hijratur; Oktayanty, Yetty
Corak Vol 14, No 2 (2025): Vol 14, No 2 (2025): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v14i2.17751

Abstract

Penggunaan kaca di Indonesia cukup banyak baik untuk pembangunan maupun rumah tangga. Pemanfaatan kaca menghasilkan limbah yang memiliki berbagai dampak bagi lingkungan. Kaca termasuk limbah anorganik yang tidak dapat terurai di lingkungan sehingga perlu dilakukan daur ulang untuk meminimalisir kuantitas limbahnya. Selain itu, perlakuan yang tidak tepat saat membuang limbah kaca dapat membahayakan bagi lingkungan sekitar terutama para petugas kebersihan. Oleh karena itu dibutuhkan tindakan yang tepat untuk membuang serta mengolahnya menjadi barang berguna dan bernilai ekonomis kembali.Pengrajin seringkali memanfaatkan limbah kaca menjadi barang seni untuk dijual. Hal ini memberikan kontribusi dalam pengurangan limbah kaca akibat tinggi penggunaan. Pada penelitian ini, dilakukan eksperimen untuk memanfaatkan limbah kaca sebagai salah satu bahan yang akan memperindah karya seni resin. Analisa dilakukan dengan memberikan perbedaan perlakuan terhadap pengolahan limbah kaca dan eksperimen pemberian resin dan penyusunan terhadap potongan kaca untuk mendapatkan hasil karya seni resin yang maksimal. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah studi literatur, observasi, pengumpulan kaca, pengolahan kaca menjadi objek karya seni resin, eksperimen limbah kaca dan resin, dokumentasi serta analisis hasil eksperimen
Penciptaan Busana Kasual (Casual Wear) dengan Inspirasi Arca Totok Kerot Nur, Ghefira Azizah; Arifiana, Deny; Nahari, Inty; Kharnolis, Mein
Corak Vol 14, No 2 (2025): Vol 14, No 2 (2025): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v14i2.18089

Abstract

Industri mode yang didominasi oleh busana siap pakai (casual wear) gaya Barat menuntut upaya kreatif untuk melestarikan dan mengintegrasikan nilai-nilai budaya local. Penelitian penciptaan ini bertujuan mengintegrasikan kekayaan budaya Mataram, khususnya Arca Totok Kerot di Kediri, Jawa Timur, ke dalam desain busana kasual modern. Arca Totok Kerot adalah benda cagar budaya yang dikenal dengan karakternya yang monumental, kaku, dan memiliki ekspresi kemarahan. Penelitian ini menggunakan Metode Penciptaan Karya Seni (Practice-Ied-Reserch), yang melalui tahapan Eksplorasi, Perancanan, dan Perwujudan, untuk mendeskripsiskan proses, hasil, dan desiminasi karya. Konsep desain menerjemahkan bentuk monumental arca menjadi siluet besar dan kuat, didukung penggunaan warna merah sebagai simbol energi. Detail ornamen arca diwujudkan melalui teknik tekstil monumental quilting dan cording untuk menciptakan tekstur tiga dimensi yang kokoh menyrupai relief. Hasil akhir penelitian ini berupa tiga koleksi busana kasual (1 pria dan 2 wanita) gaya art of beat. 
Perancangan Produk Tenun Ikat dengan Memanfaatkan Benang Daur Ulang Sumber Ide Ikan Marlin Khas Batam Purba, Erlitna Justita Br; Setyawan, Setyawan
Corak Vol 14, No 2 (2025): Vol 14, No 2 (2025): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v14i2.17247

Abstract

Di tengah perkembangan zaman dan industri, muncul tantangan baru berupa limbah tekstil yang menjadi salah satu ancaman terbesar bagi lingkungan. Salah satu inovasi dalam penanganan limbah tekstil yaitu adanya pemanfaatan limbah tekstil menjadi benang daur ulang. Inovasi benang daur ulang membuka peluang strategis dalam menciptakan karya tekstil yang tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memperkaya ekspresi visual. Salah satu bentuk pemanfaatan dapat diwujudkan melalui penciptaan desain tenun ikat berbahan dasar benang daur ulang yang tidak hanya mengurangi limbah tekstil, tetapi juga mengangkat nilai estetika baru melalui warna alami yang dihasilkan dari karakteristik benang. Selain itu, masih terbatasnya eksplorasi visual motif ikan marlin khas Kota Batam dalam media tenun ikat menjadi peluang strategis untuk menghadirkan tekstil yang inovatif dan berkelanjutan. Perancangan ini bertujuan memanfaatkan benang daur ulang pada tenun ikat dengan visual ikan marlin khas Kota Batam dan diaplikasikan menjadi produk busana outer pria. Proses perancangan akan menggunakan metode penciptaan seni kriya menurut Sp Gustami, yaitu “tiga tahap enam langkah : metode penciptaan seni kriya”. Tahap utama yang dilakukan yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan.
Motif Khas Magetan: Identitas Lokal dalam Inovasi Produk Tas Kulit Mahendra, Yonata Buyung; Wicaksono, Agung; Wulandari, Tri; Kurniawan, Risky
Corak Vol 14, No 2 (2025): Vol 14, No 2 (2025): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v14i2.17609

Abstract

 Magetan Regency is known as one of the leading leather tanning industry centers in Indonesia. This industry has supplied leather materials for various products such as shoes, bags, and accessories for many years. However, the locally produced leather products have yet to display a distinctive Magetan identity in their visual design. Generally, product designs tend to follow market trends without considering the reinforcement of local cultural values. In fact, in today’s global design trends, local wisdom has become an essential asset in product innovation and branding strategies. The competition in the leather product market, both locally and internationally, demands differentiation not only in terms of quality and function but also through strong narrative and distinctive visual identity.The development of culturally inspired motifs from Magetan holds great potential to create added value, strengthen regional identity, and open up new marketing opportunities. Unfortunately, design approaches based on local wisdom within Magetan’s leather industry remain limited. The visual potential of batik art, carved ornaments, or regional symbols has not been widely utilized by UMKMs or designers.This applied research aims to design and develop distinctive motifs representing Magetan Regency that can be applied to leather product designs, particularly women’s handbags. The selection of the women’s handbag segment is based on the dominant female consumer market in the leather goods industry. Design innovation will be carried out through pattern-making, engraving, and decorative stitching techniques, allowing for the aesthetic and functional visualization of motifs.The research method combines qualitative exploratory and experimental approaches. The research stages include: (1) visual study of Magetan’s culture and traditional motifs; (2) identification of applicable motif potentials for leather product design; (3) design experimentation and prototype development of women’s handbags; and (4) product evaluation through user response testing to assess attractiveness, functionality, and representation of local identity.The design process consists of several phases: pre-design, design, realization, and presentation. The practice-led research method is applied to maximize outcomes that can also be comprehended by potential producers.Abstrak Kabupaten Magetan dikenal sebagai salah satu sentra industri penyamakan kulit terkemuka di Indonesia. Industri ini telah memasok bahan kulit untuk beragam produk seperti sepatu, tas, dan aksesori selama bertahun-tahun. Namun, produk kulit hasil olahan industri lokal masih belum menunjukkan identitas khas Magetan secara visual. Umumnya, desain produk cenderung mengikuti tren pasar tanpa mempertimbangkan penguatan nilai budaya lokal. Padahal, pada tren desain global saat ini, local wisdom justru menjadi aset penting dalam inovasi produk dan strategi branding. Persaingan pasar produk kulit, baik di tingkat lokal maupun internasional, menuntut diferensiasi yang tidak hanya dari sisi kualitas dan fungsi, tetapi juga dari kekuatan narasi dan ciri khas visual. Pengembangan motif berbasis budaya lokal Magetan memiliki potensi besar untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat identitas daerah, serta membuka peluang pemasaran baru. Kamingnya, hingga kini pendekatan desain berbasis kearifan lokal dalam industri kulit Magetan masih minim. Potensi visual dari seni batik, ornamen ukiran, atau simbol-simbol khas daerah belum banyak dimanfaatkan oleh pelaku UMKM maupun desainer. Penelitian terapan ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan motif khas Kabupaten Magetan yang dapat diaplikasikan pada desain produk kulit, khususnya tas wanita.Pemilihan segmen tas wanita didasarkan pada dominasi pasar konsumen perempuan dalam industri produk kulit. Inovasi desain akan dilakukan melalui teknik pemolaan, ukiran, hingga jahit hias yang memungkinkan visualisasi motif secara estetis dan fungsional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara pendekatan kualitatif eksploratif dan eksperimental. Tahapan penelitian meliputi: (1) studi visual terhadap budaya dan motif khas Magetan; (2) identifikasi potensi motif yang aplikatif untuk desain produk kulit; (3) eksperimen desain dan perancangan purwarupa tas wanita; serta (4) evaluasi produk melalui uji respon pengguna untuk menilai aspek daya tarik, fungsi, dan representasi identitas lokal. Tahapan perancangan dimulai dari tahapan pra perancangan, perancangan, perwujudan karya, penyajian. Metode practice led research digunakan untuk memaksimalkan hasil yang juga dapat dimengerti oleh calon produsennya. 
Kombinasi Tie Dye dan Bleaching untuk Menciptakan Efek Visual pada Kain Fanda Eva, Erni Erlina; Indarti, Indarti; Peng, Li Hsun
Corak Vol 14, No 2 (2025): Vol 14, No 2 (2025): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v14i2.15362

Abstract

Teknik pewarnaan kain terus berkembang dengan berbagai inovasi yang unik dan menarik. Salah satu kombinasi yang menarik untuk dieksplorasi adalah teknik tie dye dan bleaching, yang dapat menghasilkan pola dan tekstur visual pada kain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan perwujudan kombinasi tie dye dan bleaching dalam menciptakan efek visual yang dihasilkan pada kain. Teknik ikatan (tie dye) dilakukan sebelum proses bleaching untuk melihat pola yang dihasilkan dari ikatan tersebut dapat memudar setelah diterapkannya teknik bleaching. Penelitian ini menggunakan metode Double Diamond, yang terdiri dari empat tahapan: Discover, Define, Develop, dan Deliver, untuk mengeksplorasi dan mengembangkan desain kain secara terstruktur dan kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tie dye dan bleaching dapat menghasilkan efek visual yang lebih beragam dibanding menggunakan teknik secara terpisah. Jenis kain dengan serat alami, seperti rayon, memberikan hasil terbaik dalam menyerap pewarna serta memberikan reaksi yang optimal terhadap proses bleaching. 
Analisis Stilisasi Bentuk Ragam Hias Motif Sulaman Nareh Kota Pariaman UMKM Indah Mayang Siregar, Nurul Fadhilah; Insani, Husnil; Aceh, Wildah Indah Santri; Rahayu, Sri; Rahayu, Gea Amanda; Asmidar, Asmidar
Corak Vol 14, No 2 (2025): Vol 14, No 2 (2025): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v14i2.18058

Abstract

Sulaman Nareh adalah salah satu seni kriya tradisional khas daerah Nareh/Naras, Kota Pariaman yang memiliki kekayaan ragam hias flora dan fauna yang sudah distilisasikan secara turun-temurun. Sulaman ini memiliki keunikan yang khas dengan teknik kapalo samek atau tusuk peniti dan sulam benang emas, penggunaan warna yang mencolok dan motif yang berliuk. Motif yang digunakan memiliki bentuk yang indah berasal dari alam yang telah distilisasikan. Stilisasi adalah teknik menyederhanakan bentuk atau mengurangi detail bentuk tanpa menghilangkan ciri khasnya. Penelitian mengenai stilisasi motif masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk mengungkapkan bagaimana bentuk stilisasi bentuk motif sulaman Nareh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk stilisasi motif Sulaman Nareh oleh UMKM Indah Mayang yang merupakan salah satu usaha sulam yang sudah lama di Kota Pariaman. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, analisis visual terhadap motif, dokumentasi dan wawancara dengan pemilik UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses stilisasi dilakukan dengan menyederhanakan bentuk namum mempertahankan bentuk asli objek, pengaturan komposisi dan penguatan garis. Motif ragam hias terinspirasi dari kekayaan alam kota pariaman khususnya alam laut dan pantainya. Sulaman Nareh sebagai pelestarian budaya, identitas daerah dan manifestasi kreativitas perempuan Kota Pariaman.
Penerapan Chicken Scratch Embroidery Pada Handbag Nur Hasanah, Bunga Widhya; Yulistiana, Yulistiana
Corak Vol 14, No 2 (2025): Vol 14, No 2 (2025): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v14i2.16351

Abstract

The fashion industry continues to evolve with innovations in design, production techniques, and materials. One of the embroidery techniques that has regained attention is Chicken Scratch Embroidery, traditionally applied to gingham fabric. This study aims to implement Chicken Scratch Embroidery in handbag design, incorporating aesthetic and functional aspects. The Double Diamond Model was used in the design process, consisting of four stages: Discover, Define, Develop, and Deliver. The research began with exploring embroidery trends, creating a moodboard, and developing handbag prototypes. The selected handbag design integrates geometric embroidery motifs that enhance the classic and elegant appeal of gingham fabric. The results show that Chicken Scratch Embroidery can enrich handbag aesthetics while maintaining ergonomic functionality. This research contributes to the innovation of traditional embroidery techniques in contemporary fashion products.
Perancangan Jaket Daur Ulang Menggunakan Material Denim Bekas Dengan Teknik Motif Cetak Daun Dan Makrame Rochimah, Ega; Santoso, Ratna Endah
Corak Vol 14, No 2 (2025): Vol 14, No 2 (2025): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v14i2.17265

Abstract

Jaket merupakan pakaian luar (outerwear) yang tidak hanya berfungsi melindungi tubuh dari kondisi cuaca, tetapi juga menjadi salah satu item penting dalam dunia fesyen, baik bagi pria maupun wanita. Saat ini, jaket dinilai bukan hanya dari sisi fungsinya, melainkan juga dari tampilan visual dan nilai estetikanya. Perancangan jaket recycle berbahan denim bekas merupakan salah satu upaya dalam mengatasi persoalan penumpukan pakaian bekas dengan cara memanfaatkan kembali denim yang sudah tidak terpakai sebagai material utama. Perancangan ini menggunakan metode SP. Gustami, yaitu “tiga tahap enam langkah penciptaan karya seni”. Tahap pertama adalah eksplorasi, yang meliputi pencarian sumber ide, pengamatan langsung, pengumpulan data, hingga penyusunan konsep. Tahap kedua yaitu perancangan, yang terdiri atas pengembangan ide menjadi enam alternatif desain visual. Tahap terakhir yaitu perwujudan, di mana tiga dari enam desain dipilih dan direalisasikan menjadi produk. Produk yang dihasilkan berupa jaket yang menerapkan teknik tekstil berupa cetak daun dan makrame untuk memberikan variasi visual, sehingga menghasilkan jaket bermotif yang memiliki daya tarik tersendiri. Perancangan ini membuktikan bahwa denim bekas masih dapat diolah kembali menjadi produk yang layak pakai. Modifikasi teknik yang digunakan menghadirkan kebaruan dalam proses kreatif, sekaligus membuka peluang untuk terus mengeksplorasi material bekas lainnya dengan pendekatan inovatif, guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengurangan limbah pada industri tekstil.  
Penerapan Motif Tiedye dan Macrame Pada Busana Resort Wear Budi Ningtyas, Putri Ayesa; Indarti, Indarti; Peng, Li Hsun
Corak Vol 14, No 2 (2025): Vol 14, No 2 (2025): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v14i2.15385

Abstract

Industri mode terus berkembang dengan menghadirkan inovasi desain yang unik dan menarik. Salah satu tren yang semakin populer adalah busana resort wear, yang dirancang untuk kenyamanan dan estetika saat berlibur. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan motif tie dye dan teknik macrame dalam desain busana resort wear guna menciptakan produk yang inovatif dan bernilai estetika tinggi.Motif tie dye menawarkan pola warna yang unik melalui teknik ikat celup, sedangkan macrame memberikan tekstur dekoratif dengan simpul-simpul khas. Kombinasi kedua teknik ini diharapkan dapat menghasilkan busana yang tidak hanya artistik dan modis, tetapi juga memiliki nilai budaya dan ekonomi yang tinggi. Selain itu, penelitian ini juga berkontribusi dalam pemberdayaan pengrajin lokal, pelestarian teknik tradisional, serta menciptakan peluang pasar baru dalam industri fashion.Penelitian ini menggunakan metode Double Diamond, yang terdiri dari tahapan Discover, Define, Develop, dan Deliver, untuk merancang dan mengembangkan desain busana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpaduan motif tie dye dan macrame dapat memberikan tampilan elegan, berkarakter, serta ramah lingkungan, sesuai dengan kebutuhan pasar resort wear saat ini.