cover
Contact Name
Ardhi Prabowo
Contact Email
ardhiprabowo@mail.unnes.ac.id
Phone
+62818240132
Journal Mail Official
kreano@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Mathematics Department, D7 Building, 1st Floor. Mathematics and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang. Taman Siswa Street, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
ISSN : 20862334     EISSN : 24424218     DOI : https://doi.org/10.15294/kreano.v13i2
Core Subject : Education,
Kreano is a place to share and communicate research results from researchers or invited authors. Kreano publishes original, novel, and empirical works in the field of mathematics education. Researchers can come from Lecturers, Teachers, Researchers, and students who need broad access to the publication of your research results. The Journal invites original research articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. Jurnal Kreano invites authors to conduct empirical research according to the classification in the Mathematics Education Database.
Articles 742 Documents
Apakah Pembelajaran Matematika Secara Daring Efektif? (Studi Kasus pada Pembelajaran Selama Masa Pandemi Covid-19) Kusumaningrum, Betty; Wijayanto, Zainnur
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v11i2.25029

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terjadi diberbagai negara membeikan dampak yang luas pada semua sektor penting seperti pendidikan. Sistem pendidikan diberbagai tingkatan pendidikan telah berubah drastis dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring. Penelitian ini diadakan untuk mengetahui efektivitas perkuliahan dasring berdasarkan persepsi mahasiswa selama masa pandemi Covid-19. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang diberikan secara online kepada 100 orang mahasiswa pendidikan matematika. Subyek penelitian tersebut dipilih dengan metode random sampling. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa perkuliahan daring sering terkendala jaringan internet yang sulit dijangkau. Aktivitas perkuliahan daring menjadi tidak lancar. Akibatnya, mahasiswa tidak dapat memahami materi dengan baik. Mahasiswa menginginkan adanya video pembelajaran dan diskusi daring yang dilakukan melalui aplikasi WhatsApp atau Google Classroom.The Covid-19 pandemic that occurred in various countries caused extensive impacts in various important sectors such as education. The education system at various levels of education has changed dramatically from in-class learning to online learning. This research was conducted to determine the effectiveness of online learning based on students' perceptions during the Covid-19 pandemic. The research data were obtained using a questionnaire given online to 100 mathematics education students. The research subjects were selected by random sampling method. Based on research results, it was found that online lectures are often constrained by internet networks that are difficult to reach. Online lecture activities are not smooth. As a result, students cannot understand the material well. Students want online learning videos and discussions through the WhatsApp application or Google Classroom.
Bagaimanakah Cara Siswa Tunagrahita Ringan dalam Menyelesaikan Soal Operasi Hitung Pembagian?: Exploratory Case Study dalam menggunakan Media Kotak Puzzle Geometri Nurfaidah, Nurfaidah; Sudirman, Sudirman; Mellawaty, Mellawaty
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v11i2.25930

Abstract

Each child has their own characteristics, including mild mentally retarded students. There are several ways to help the mild mentally retarded students in learning mathematics. One of the ways is by using square geometry puzzle media. This study aimed to explore the learning process of mild mental retardation students in solving division count operations using square geometry puzzle media. The research design was an exploratory case study of 2 male mild mentally retarded students in a special school in Indramayu Regency. Data collection techniques used in this were used observation, interviews, and documentation which were analyzed by using data analysis techniques from Bogdan and Biklen. The research findings illustrated that the use of square geometry puzzle media can make students more active and expressive. It was because there was body movement that makes students do not feel bored in the learning process. In addition, according to the ability of students in solving division questions, it is found that mentally retarded students are able to solve division questions until the numbers divided that reached 30 and 40.Setiap anak memiliki karakteristik sendiri, termasuk siswa tunagrahita ringan. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu siswa tunagrahita ringan belajar matematika. Salah satu cara yakni menggunakan media kotak puzzle geometri. Fokus penelitian ini mengeksplorasi cara siswa dalam menyelesaikan soal operasi hitung pembagian bilangan bulat sampai 40 menggunakan media kotak puzzle geometri.  Desain penelitian menggunakan exploratory case study terhadap 2 siswa tunagrahita laki-laki di salah satu SLB di Kabupaten Indramayu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis data dari Bogdan dan Biklen. Hasil temuan penelitian menggambarkan bahwa penggunan media kotak puzzle geometri dapat membuat siswa menjadi lebih aktif dan ekspresif. Hal tersebut karena semua anggota badan bergerak dan tidak menimbulkan kebosanan dalam mengikuti proses pembelajaran. Selain itu, jika dilihat dari kemampuan siswa dalam menyelesaiakan soal pembagian diperoleh bahwa siswa tunagrahita mampu menyelesaikan soal pembagian sampai angka yang dibagi mencapai 30 dan 40.
Braille Geometry Teaching Materials for Low Vision Students Agustina, Rina; Farida, Nurul
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v12i1.26562

Abstract

Braille geometry teaching materials have media that can be touched by low vision students' sense of touch. This study aims to obtain conclusions about the feasibility and description of braille geometry teaching materials for low vision students. This research was conducted at SLBA Bina Insani Bandar Lampung and MTsLB Yaketunis Yogyakarta. The research subjects were 10 low vision students and 4 teachers. The research instrument is a feasibility questionnaire for low vision teachers and students. From the results of data analysis and discussion, it can be concluded that: (1) required mathematics learning media contained in teaching materials for low vision students, (2)  braille geometry teaching materials get an average score of 91%, the appropriate category of material experts and learning, (3) braille geometry teaching materials obtained from students an average score of 86.6% included in the Very Appropriate category and from teachers with an average score of 94% included in the Very Eligible category.Bahan ajar geometri braille memiliki media yang dapat disentuh oleh indra peraba siswa low vision. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kesimpulan tentang kelayakan dan gambaran bahan ajar geometri braille bagi siswa low vision. Penelitian ini dilakukan di SLBA Bina Insani Bandar Lampung dan MTsLB Yaketunis Yogyakarta. Subjek penelitian adalah 10 siswa low vision dan 4 guru. Instrumen penelitian berupa angket kelayakan guru dan siswa low vision. Dari hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: (1) dibutuhkan media pembelajaran matematika yang terdapat pada bahan ajar bagi siswa low vision, (2) bahan ajar geometri braille memperoleh skor rata-rata 91%, kategori sesuai ahli materi dan pembelajaran, (3) bahan ajar geometri braille yang diperoleh dari siswa rata-rata skor 86,6% termasuk dalam kategori Sangat Sesuai dan dari guru dengan skor rata-rata 94% termasuk dalam kategori Sangat Layak.
Students’ Intuition of Field Independent and Field Dependent in Solving Divergence Mathematical Problem Abidin, Zainal; Jarmita, Nida
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v11i2.26804

Abstract

In solving divergent mathematical problem, there is a different mental activity of formal cognitition. The activity is wel known as intuitive cognition or intuition. This study aims at exploring students’ intuition styles of Field Independent and Field Dependent when they solve divergent mathematical problems. The subjects of this study were GEEFT-test-selected students of MAN Model Banda Aceh who had intuition styles of Field Independent and Field Dependent. The findings of this study showed that field independent students used direct affirmatory intuition in understanding problems, direct and global anticipatory intuition in making plans for solutions, and global anticipatory intuition in solving divergent mathematical problems. On the other hand, field dependent students used direct affirmatory intuition in understanding problems, direct and global anticipatory intuition in making problem-solving plans, and anticipatory global intuition in re-examining divergent mathematical problem solving.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi intuisi siswa yang bergaya kognitif Field Independent dan Field Dependent saat memecahkan masalah matematika divergen. Dalam penelitian ini subjeknya adalah siswa MAN Model Banda Aceh yang memiliki gaya kognitif field independent dan field dependent,  dipilih menggunakan tes GEEFT. Temuan dalam penelitian ini diperoleh bahwa siswa field independent menggunakan intuisi afirmatori yang bersifat langsung dalam memahami masalah, dalam membuat rencan pemecahan menggunakan intuisi antisipatori bersifat langsung dan global, dan dalam memecahkan masalah matematika divergen menggunakan intuisi antisipatori yang bersifat global. Sedangkan siswa field dependent menggunakan intuisi afirmatori yang bersifat langsung dalam memahami masalah, dalam membuat rencana pemecahan masalah menggunakan intuisi antisipatori yang besifat langsung dan global, dan dalam memeriksa kembali pemecahan masalah matematika divergen menggunakan intuisi antisipatori yang bersifat global.
Development Students Worksheet Using Ethnomathematics-based CTL Approach on SLETV Subject Material for Grade X Mursalina, Ditya; Marhamah, Marhamah; Retta, Allen Marga
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v12i1.28584

Abstract

This study aims to produce worksheets using an ethnomatematic based CTL approach on SLETV material that is valid and practical. This type of research and development is R&D. The ADDIE development model consists of: analyze, design, development, implementation, evaluation. However, this research is limited to the implementation stage for individual trials (one to one) and small group trials. The results of this study were obtained from the aspects of validity and practicality. a) the validity aspect is obtained based on 3 validators with assessment aspects based on content, construct, and language with the first validator score of 84.61% in the "valid" category then the second validator is 92.30% with the very valid category and the third validator is 86.53 % with a valid category. b) the practicality aspect is obtained based on 9 student response questionnaires given in the small group trial stage completed with an average score of 83.79% and categorized as "practical".Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk LKS Menggunakan Pendekatan CTL berbasis etnomatematika pada materi SLETV yang valid dan praktis. Jenis penelitian dan pengembangan ini adalah R&D. Model pengembangan ADDIE terdiri dari: analyze, design, development, implementation, evaluation.Namun pada penelitian ini dibatasi pada tahap implementasi untuk uji coba perorangan (one to one) dan uji coba kelompok kecil (small group). Hasil penelitian ini di peroleh dari aspek kevalidan dan kepraktisan. a) aspek kevalidan diperoleh berdasarkan 3 validator dengan aspek penilaian berdasarkan isi, konstruk, dan bahasa dengan skor validator pertama yaitu 84,61% dengan kategori “valid” kemudian validator kedua 92,30% dengan kategori sangat valid dan validator ketiga yaitu 86,53% dengan kategori valid. b) aspek kepraktisan diperoleh berdasarkan 9 angket respon siswa yang diberikan pada tahap uji coba kelompok kecil selesai dengan skor rata-rata 83,79% dan dikategorikan “praktis”.
Implementation of Situation-Based Learning Model To Improve The Junior High School Students’ Critical Thinking And Self-Regulated Learning Skills Mulia, Siti; Ikhsan, M.; Duskri, M
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v12i1.28098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Situation-Based Learning (SBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis matematis dan kemandirian belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen, dengan sampel penelitian siswa kelas VIII SMPN 1 Samudera, kelas eksperimen (VIII-1) diterapkan model SBL dan kelas kontrol (VIII-2) diterapkan pembelajaran konvensional. Analisis statistik uji mann-whitney untuk ketrampilan berpikir kritis diperoleh rk=0,835 dan nilai sig <0,0001, untuk kemandirian belajar diperoleh rk=0,611 dan nilai sig <0,0001.  Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan peningkatan keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa kelas eksperimen bila dibandingkan dengan kelas kontrol. Besaran nilai efek keterampilan berpikir kritis sebesar d = 1.87, dan kemandirian belajar sebesar d = 1.43, hal ini menunjukkan bahwa perbedaan peningkatan kelas eksperimen dan kelas kontrol sangat signifikan.The aim of the research was determining the effect of the Situation-Based Learning (SBL) learning model in improving students' mathematical critical thinking skills and self-regulated learning in mathematics. This research is quantitative research using a quasi-experimental research design, the research sample are the eighth grade of junior high school students, the experimental class (eighth-1) applied the SBL model and the control class (eighth-2) applied conventional learning. The statistical analysis of the Mann-Whitney test for critical thinking skills obtained rk = 0.835 and a sig value <0.0001, for self-regulated learning rk = 0.611 and a sig value <0.0001 and the effect size of critical thinking skills is d = 1.87, and self-regulated learning is d = 1.43. This shows that their difference in the increase in critical thinking skills and self-regulated learning between the experimental class and the control class is very significant
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa Wahyu Utomo, Muhammad Faruq; Pujiastuti, Heni; Mutaqin, Anwar
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v11i2.25569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika yang ditinjau dari gaya kognitif siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari 4 siswa kelas X IPA 4 MAN 2 Kota Serang semester genap tahun ajaran 2019/2020. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes kemampuan literasi matematika, tes Group Embedded Figure Test (GEFT) untuk mengetahui jenis gaya kognituif siswa, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Siswa dengan gaya kognitif field independent dan field dependent secara bersamaan mampu menjawab dengan tepat dan memenuhi pencapaian indikator soal dengan baik pada level 1, 2, dan 5. Siswa field independent yang telah mampu menggunakan aspek penalaran spasial dan menggunakan representasinya dengan baik. Siswa field dependent belum mampu menggunakan aspek penalaran spasial dan belum dapat menggunakan representasinya dengan baik. Siswa field independent dan siswa field dependent belum mampu menggunakan konsep generalisasi.This study aims to describe the ability of mathematical literacy in terms of students' cognitive styles. This research is a type of descriptive research with a qualitative approach. The subjects of this study consisted of 4 students of Class X IPA 4 MAN 2 Serang City in the even semester of the 2019/2020 school year. The instrument used in this study was a test of mathematical literacy ability, a Group Embedded Figure Test (GEFT) test to find out the types of students' cognitive style, and interview guidelines. The results of this study indicate that students with field independent and field dependent cognitive styles simultaneously are able to answer appropriately and meet the achievement of problem indicators well at levels 1, 2, and 5. Field independent students who have been able to use aspects of spatial reasoning and use their representations with well. Field dependent students have not been able to use aspects of spatial reasoning and have not been able to use their representations properly. Field independent students and field dependent students have not been able to use the concept of generalization. 
[Editorial Review] Ethnomathematics in Educational Research Circles Prabowo, Ardhi; Amidi, Amidi; Munahefi, Detalia Noriza
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v12i1.30566

Abstract

The development of ethnomathematical research is currently experiencing a fairly rapid increase in interest. This can be seen in the many ethnomathematical researches in the inaugural issue of Kreano, a creative-innovative mathematics journal, in English.Perkembangan riset etnomatematika saat ini mengalami peningkatan minat yang cukup pesat. Hal ini dapat dilihat pada banyaknya riset etnomatematika pada terbitan perdana Kreano, jurnal matematika kreatif-inovatif, dalam Bahasa inggris.
Mathematics in Culture: Analysis of Mathematical Elements in Buna Woven Fabric Lakapu, Meryani; Uskono, Irmina Veronika; Jagom, Yohanes Ovaritus; Dosinaeng, Wilfridus Beda Nuba; Leton, Samuel Igo; Djong, Kristoforus Djawa
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v12i1.27177

Abstract

The purpose of this research is to analyze in depth the mathematical values contained in the buna woven fabric. The method used is a qualitative method with an ethnographic design because it will explain one of the cultural artifacts of the people of NTT, in this case the buna woven fabric. The results obtained are the motifs on the buna woven cloth that analyzed containing geometric and arithmetic concepts. From the analyzed quadrilateral characteristics, the quadrilateral found in the buna woven fabric is a rhombus. In addition, values or mathematical concepts on woven fabrics that can be taught to junior high school students include finding the formula for the area and perimeter of a rhombus using a triangle approach; calculate the area and circumference of a rhombus; arithmetic and geometric sequences and calculating the number of rhombic models on buna woven fabrics.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam nilai-nilai matematika yang terdapat pada kain tenun buna. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain etnografi, karena akan menjelaskan mengenai salah satu artefak budaya masyarakat NTT, dalam hal ini kain tenun buna. Hasil yang diperoleh adalah motif pada kain tenun buna yang dianalisis memuat konsep-konsep geometri dan aritmatika. Dari sifat-sifat segiempat yang dianalisis maka dapat diketahui bahwa bangun datar segiempat yang terdapat pada kain tenun buna adalah belah ketupat. Selain itu nilai-nilai atau konsep-konsep matematika pada kain tenun buna yang dapat diajarkan pada siswa SMP antara lain: menemukan rumus luas dan keliling belah ketupat menggunakan pendekatan segitiga; menghitung luas dan keliling belah ketupat; barisan aritmatika dan geometri serta menghitung banyaknya  model  belah ketupat pada kain tenun buna
Hambatan Didaktis Siswa SMP dalam Penyelesaian Masalah Geometri Berdasarkan Kemampuan Persepsi Ruang Nurjanah, Nurjanah; Juliana, Anggi
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v11i2.26752

Abstract

This study aims to produce a description of students' didactical obstacles in solving geometric problems based on their spatial perception ability. Didactical obstacles were obtained through the results of the analysis of the students' spatial perception obtained ability from the test of geometric instruments associated with the spatial perception ability. This research method is descriptive qualitative. The participants of this study were junior high school students and mathematics teachers. The analysis of the students' spatial perception ability was obtained based on the results of instrument tests, in-depth interviews, and document analysis. The results of this study showed that most students experienced didactical obstacles in solving geometric problems based on their spatial perception ability.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan gambaran dari hambatan didaktis siswa dalam penyelesaian masalah geometri berdasarkan kemampuan persepsi ruang. Hambatan didaktis diperoleh melalui hasil analisis dari kemampuan persepsi ruang siswa yang diperoleh dari uji instrumen geometri yang dikaitkan dengan kemampuan persepsi ruang. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Partisipan penelitian ini adalah siswa SMP dan guru matematika. Analisis kemampuan persepsi ruang siswa diperoleh berdasarkan hasil uji instrumen, wawancara yang mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar siswa  mengalami hambatan didaktis dalam menyelesaikan masalah geometri berdasarkan kemampuan persepsi ruang.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 14, No 1 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 2 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 1 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 2 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 2 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 1 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1) Vol 9, No 2 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif More Issue