cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
ISSN : 14101289     EISSN : 25796518     DOI : -
Core Subject : Education,
Psikologika - Journal of Discourse and Research on Psychology, publishes research and innovative ideas on psychology. Psikologika is published by Department of Psychology, Islamic University of Indonesia. Psikologikan coverage the fields on clinical psychology, educational psychology, developmental psychology, industrial and organizational psychology, social psychology, islamic psychology, and psychological testing. Psychology is published 2 times a year in January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
Meta-Analisis Tentang Perilaku Koping Prevenstif dan Stres Ahmad Muhammad Diponegoro; Syamsul Bachri Thalib
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 12 (2001)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol6.iss12.art5

Abstract

This meta-analysis study focused on preventive coping and stress. Individual's study don't shows the  result that not always consistent and sometimes contradict each other.  So,  it is difficult to get the inclusive and integrative conclusion.The purpose of this study is to integrate the results of the study that varied about the relation between preventive coping and stres throughmeta-analysis procedure. The subject analysis contained 15 studies that consist 2816 sample size.  The result of this study reveals that (a) there is a relation between preventive coping and stres (rho= -0,383,  interval confidence 95% = -0,02 <P  < 0,74); (b) variance due  to sampling error=0,0043 (15,09%); (c) variance due to variation of reliability=  0,0012 (4. 18%).  This meta-analysis support concfution in the current literatur. The relation between preventive coping and stress became consis­ tence 1f we  consider the research artifact. either the amount of the sample, subject characteristics of research instruments. Key words: meta-anausls. penlaku koping  preventif, dan sires 
Modal Sosial dan Kualitas Masyarakat Djamaludin Ancok
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 15 (2003)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol8.iss15.art1

Abstract

Tulisan ini bermaksud membahas tentang modal sosial dan kualitas masyarakat. Modal sosial merupakan sarana agar terjadi keikatan yang kokoh dalam membangun suatu masyarakat . Ada dua kategori dalam modal sosial yaitu yang menekankan pada jaringan hubungan sosial dan menekankan pada karakteristik yang melekat pada diri individu yang terlibat dalam interaksi sosial. Modal sosial sangat diperlukan oleh masyarakat agar terjaga kelangsugnan hidupnya dalam menghadapi gelombang yang dasyat dalam era teknologi informasi. Meskipun tatap muka sudah semakin jarang, komunikasi diharapkan masih tetap ada melalui jalur multimedia. Kualitas masyarakat yang modal sosialnya tinggi diwarnai oleh adanya konsep, kompetensi, koneksi, kredibilitas dan kepedulian. Beberapa upaya penting utnuk meningkatkan modal sosial yaitu melalui pelatihan dalam setting kelompok, pendidikan karakter, silahturahmi, pendidikan sekolah dan keluarga.Kata Kunci : modal sosial, kualitas masyarakat
Tema-tema Pengalaman Beragama Pengamal Dzikir Subandi Subandi
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (1997)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol2.iss3.art1

Abstract

Penefitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan tema-tema penga·faman beragama yang cneterm oleh orang-orang Islam yang mefaksa­nakan dzikir. Data penelillan diperoleh dengan wawancara mendalamterhadap tujuh orang pengikut ke/ompok PengaJian Tawakkal (PT) di Yogyakarta yang mengamalkan dzikir da/am hati dengan teknik ter1entu. Penelitian ini berhasilmengidentifikasi de/apan be/as tema pengafaman beragama, yang bisa Data penetmen dianalisis secara kuafitatlf. diklasifikasikan da/am empat ke/ompok, yaitu pengalaman yang berhubungan dengan aspek fisiologis, sos,al-psikologis, para-psikofogis clan spiritual. Tema-tema tersebut mempunyai banyak kesamaan dengantema pengalaman beragama pada pemeluk agama lain, tetap, adabeberapa tema yang spesifik muncu/ pada subjek penelitian. Kata kunci : Pengalaman beragama. tipe pengalaman beragama.pengajian tawakkal, dzikir.
Evaluasi Sistem Penilaian Kinerja Pegawai Administratif Tetap Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Sus Budiharto; Arief Fahmie
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 13 (2002)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol7.iss13.art4

Abstract

Penelitian ini bertujuan utnuk mengkaji sistem penilaian kinerja pegawai administratif tetap Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan menggunkan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tujuan penilaian kinerja adalah administratif dan evaluatif, (2) Tidak ada proses komunikasi, (3) Alat ukur yang digunakan tidak mempunyai standar yang jelas dan tidak mampu membedakan pegawai yang berprestasi dan tidak berprestasi, (4) Penilai tidak mempunyai ketrampilan sehingga timbul bias yaitu leniency, (5) Tidak ada tindak lanjut hasil penilaian kinerja untuk pengembangan potensi pegawai, (6) Tidak ada umpan balik dari atasan. Berdasar Analisis terhadap masalah tersebut maka direkomendasikan beberapa pemecahan yaitu (1) Tujuan penilaian kinerja adalah pengembangan dengan menggunakan data hasil penilaian kinerja tidak hanya untuk promosi atau kenaikan gaji tetapi juga untuk pelatihan atau konseling, (2) Sistem penilaian kerja disosialisasikan kepada pegawai, (3) Alat ukur yang digunakan mempunyai standar yang jelas dan dapat membedakan karyawan yang berprestasi dan tidak berprestasi, yaitu skala Penilaian Grafik dan Peningkatan Alternasi dan metode penilaian 360 derajat yaitu penilai adalah atasan, rekan sekerja, diri sendiri dan bawahan, (4) Mengadakan Rater Error Training dan Frame of Reference Training untuk penilai, (5) Pimpinan UII menganalisis sebab-sebab permasalahan kinerja dan menyususn program pengembangan potensi pegawai dengan menggunakan hasil penilaiankerja, (6) Atasan memberikan umpan balik kepada bawahan.Kata Kunci : Penilaian kerja, leniency, umpan balik, Metode 360 derajat
Seni: Wahana Untuk Menajamkan Rasa Dan Memintarkan Emosi Niken Iriani
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 5 (1998)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol3.iss5.art3

Abstract

Dengan seni orang bebas mengekspresikan diri, mengenali dan mema­hami emosi diri dan orang lain. Melalui ekspresi emosi dan seni orang belajar empati dan menempatkan diri. Sikap seperti ini merupakan salah satu modal untuk berperilaku serba pas secara sosial. Kemampuan ber­perilaku pas secara sosial ini merupakan kemampuan bergaul yang baik,salah satu ciri dari dimilikinya kecerdasan emosi. Oleh karena itu secara tidak langsung, seni berperan untuk menajamkan rasa dan memintarkan emosi. Seni dapat mengutuhkan dan memanusiawikan manusia sekaligus memperkaya batin dan mengasah akal. Kata kunci: Seni, ekspresi, media ekspresi
Persepsi Terhadap Celebrity Endorser pada Iklan Kosmetik dan Minat Beli pada Mahasiswi Isella Loviana; Yapsir G. Wirawan; Wanadya A.K. Dewi
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 17 No. 1 (2012)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol17.iss1.art6

Abstract

This study was aimed to examine the correlation between perception towards celebrity endorsers in cosmetic advertisements with the interest in purchasing of a university student. The hypothesis proposed in this research was that there was a positive correlation between perception towards celebrity endorsers in cosmetic advertisements with the interest in purchasing of a university student. Subjects used in this study were 90 female students of Psychology Faculty, Islamic University of Indonesia. The ages of the Subject are between 18-21 years old. The data collection used two types of scale, namely the scale of perception towards celebrity endorsers in cosmetic advertisements and the scale of purchasing interest. Scale of perception towards celebrity endorsers in cosmetic advertisements was developed by the researcher based on aspects to the celebrity endorsers perception presented by Belch and Belch (1995), which included the aspects of credibility, attractiveness, and power. The scale of purchasing interest was developed by the researcher based on aspects of purchasing interest presented by Krech & Crutchfield, (Prasitejo, 2005), which included affective (interest), cognitive (belief), and conative (decision). The results of testing the relationship between perception towards celebrity endorsers in cosmetic advertisements with interest in purchasing showd that the perception towards celebrity endorsers in cosmetic advertisements associated with level interest in purchasing {(r = 0.607 with p=0.000 (p<0.01)} therefore the hypothesis was accepted). The contribution of perceptions to the celebrity endorser on cosmetics advertisement to the interest in purchasing was 36.9%.Keywords : Interest in Purchasing, Perceptions towards Celebrity Endorsers
Pengaruh Kemasakan Emosi Terhadap Perilaku Mencari Opini Pada Konsumen Telepon Seluler Benny Herlena
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 23 (2007)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Opinion seeking behaviour is defined as actively seeking information and advice about product that will be purchased. Opinion seeking behaviour is influenced by some factors, e.g. personal characteristic and demography. Personal characteristic include emotional maturity. Emotional maturity is a state of individual emotion that reflect emotion stability. Demography include gender.The purpose of this study is to understand the role of emotional maturity and gender on opinion seeking behaviour of cellular phone consumers. Regression analysis was used to seek the correlation between emotional maturity and gender with opinion seeking behaviour. Regression analysis, T-test and analysis of variance were employed to understand the possible different between male and female on their opinion seeking behaviour. 274 subjects were participated in this study.The regression analysis showed the correlation between emotional maturity and gender with opinion seeking behaviour is significant with Beta = 0,594, R = 0.549, R2 = 0.301 and p = 0.000. The analysis of variance also showed differences between male and female consumer in their opinion seeking behaviour with F = 211.093, R2 = 0.437, and p = 0.000. From the t-test differences exist between male and female consumer in their opinion seeking behaviour, with t score = 14.529, F = 2.561, and p = 0.000, mean value for male is 89.000, and mean value for female is 69.3265. It’s indicating that opinion seeking behaviour of male consumer is higher than female consumer. Key words     :   emotional maturity, gender, and opinion seeking behavior
Keseimbangan Kehidupan Kerja, Dukungan Sosial, dan Kesejahteraan Subjektif pada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Muhammad Allex Martadinata; Nina Zulida Situmorang; Fatwa Tentama
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss2.art6

Abstract

Abstrak. Menghadapi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi seorang guru. Kompleksnya kondisi psikologis, seperti keterlambatan wicara, degradasi motorik dan kognitif pada ABK mengharuskan tenaga pendidik untuk lebih banyak mengatur regulasi serta mempertajam cara berpikir agar mampu mengondisikan ABK secara humanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keseimbangan kehidupan kerja dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif guru di Sekolah Luar Biasa (SLB). Subjek dalam penelitian ini adalah 50 guru SLB dari jumlah populasi 144 guru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala Kesejahteraan Subjektif, skala Keseimbangan Kehidupan Kerja, dan skala Dukungan Sosial. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil analisis data menunjukkan rasio Fisher sebesar 36.734 dengan signifikansi sebesar .000 (p < .01) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keseimbangan kehidupan kerja dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif pada guru SLB. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat dilihat bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keseimbangan kehidupan kerja dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif pada guru SLB.Kata Kunci: dukungan sosial, guru SLB, keseimbangan kehidupan kerja, kesejahteraan subjektifWork Life Balance, Social Support, and Subjective Well-Being among Teachers in Special Needs’ SchoolsAbstract. Teaching children with special needs is certaintly a challenge for teachers. The complexity of psychological conditions, such as emotional, speech delay, motor and cognitive degradation among children with special needs requires teacher to have more a better regulation and sharpen their mindset in order to be able to teach them humanistically. This study aimed to determine the effect of work-life balance and social support on subjective well-being. The subject of this study were 50 special school teachers (SLB) from a total of 144 teachers. And the sampling technique was a simple random sampling technique. In addition, The research instrument were Subjective Well-Being scale, Work-Life Balance scale, and Social Support scale. Data collected in this study was then analyzed using multiple linear regression analysis. The findings show that the Fisher’s ratio was 36.734 with a significant value .000 (p < .01) indicating that there is a significant influence between work-life balance and social support for subjective well-being in special education school teachers. Furthermore, Based on the results of research and discussion, it can be seen that there is a significant influence between work-life balance and social support for subjective well-being in special education school teachers.Keywords: social support, special education school teachers, subjective well-being, work-life balance 
Hubungan Kepribadian Otoritarian Dengan Pemidanaan Hakim Yusti Probowati Rahayu
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 24 (2007)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disparity of Sentences is defined as disparate sentencing toward the relative same criminal cases. The sentencing disparity lead to the rise unsatisfactory feeling. The purpose of this research was to know the effect of the authoritarian personality of The judges to the sentencing disparity.          90 subject of the research were 77 judges and 13 candidate of judges at the court of the first instance in DIY and Centre Java. They should make decision on the same criminal case, and filled the authoritarian scale. The data was analyzed with one way anova.          The result of this research showed that there was large sentencing disparity ( 0 to 126 months) although has been used a similar case. The Authoritarian personality of the judges had effect to the sentencing disparity. The judges with high authoritarian personality give severe sentence than the judges with middle and low authoritarian personality. This research suggested to The Law Department to reduce the authoritarian personality of judges. Keywords :   The sentencing of the judges, the authoritarian personality of judges,  the disparity of sentencing.
Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dan Depresi Pada Ibu Yang Memiliki Anak Dengan Gangguan Autisme Meliani Meliani; Jenny Lukito Setiawan; Monique Elizabeth Sukamto
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 23 (2007)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mothers usually expect their children to grow well and healthy. Therefore, having an autistic child is a very difficult experience as this may make mothers feel frustrated and sad. Continuous negative feelings could make the mothers feel depressed. This study aims to examine the correlation between emotional intelligence and depression on mothers with an autistic child. Twenty-six mothers (27) with an autistic child below 12 years old participated in the study by filling in the questionnaires of emotional intelligence and depression. Date were then analyzed statistically by using the Product Moment Correlation Test. Findings showed that there was a significant negative correlation between emotional intelligence and depression (r=-0.571, p < 0.05) The findings suggest that the higher the emotional intelligence a mother has, the lower the depression level she experiences. Findings also show the indication of association between work status and depression on mothers with an autistic child. The implications of the findings are explored further. Key words            :    autism, emotional intelligence, depression