cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal S2 Pendidikan Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
PEMBELAJARAN KIMIA ANALITIK BERBASIS MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI TERBIMBING DAN PROYEK DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA Susilowati, Indah Tri; Ashadi, Ashadi; Raharjo, Sentot Budi
Jurnal Inkuiri Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Inkuiri
Publisher : Jurnal Inkuiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

method which was creativity, social interaction and it’s interaction toward students’cognitive, affective andpsychomotor learning achievement. The method used in the research was experimental method and wasconducted from September 2011 to February 2012. The population was the students of D-III Nasional Academyof Health Analyst Surakarta level I who had taken the analitycal chemistry I lecture. The sample was taken byusing cluster random sampling, consisted of two class regular 1B.1 and regular 1B.2. The learning methodapplied on regular 1B.1 was guided inquiry and on regular 1B.2 was project. The data was collected throughstudents’cognitive learning achievement test, and supported by questioner for measuring affective achievementsand observation sheet for assessing psychomotor. The hypothesis were tested using ANOVA three factorialdesigns with non-equal cell. From the data analysis, it could be concluded that: 1) there was no significantdifference from the results of Guided Inquiry and Project Method towards students’ learning achievement, 2)there was no significant difference from the results of high creativity and low creativity students’ learningachievement, 3) there was no significant difference from the results of high social interaction and low socialinteraction students’ learning achievement, 4) there was no interaction between learning method and creativitytoward students’ learning achievement, 5) there was no interaction between learning method and socialinteraction toward students’ learning achievement, 6) there was no interaction between creativity and socialinteraction toward students’ learning achievement, 7) there was no interaction among learning method,creativity, and social interaction toward students’ learning achievement.Keywords: Problem-based learning, Guided Inquiry Method, Project Method, Creativity, Social Interaction.
PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN INQUIRY TRAINING MODELS DENGAN VEE DIAGRAM DAN KWL CHART DITINJAU DARI KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN PENALARAN FORMAL Susanti, Ana; Sajidan, Sajidan; Sugiyarto, Sugiyarto
Jurnal Inkuiri Vol 3, No 01 (2014): Jurnal Inkuiri
Publisher : Jurnal Inkuiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pembelajaran model Inquiry Training melalui Vee diagram dan KWL chart (K-what I Know, W-what I Want to know, L-what I Learned), antara peserta didik yang memiliki keterampilan berpikir kritis dan kemampuan penalaran formal kategori tinggi dan rendah terhadap hasil belajar Biologi, serta interaksinya. Penelitian menggunakan metode true experiment. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X SMA Kristen 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013, sebanyak 3 kelas. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling sebanyak dua kelas yaitu kelas XA dan XB. Kelas XA diberi pembelajaran dengan media KWL chart dan kelas XB dengan media Vee diagram. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk mendapatkan data hasil belajar kognitif, psikomotor, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan penalaran formal, metode angket untuk mendapatkan data hasil belajar afektif serta metode observasi untuk memperoleh data afektif dan psikomotorik. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2. Berdasarkan hasil analisis data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) tidak ada pengaruh pembelajaran Inquiry Training Models dengan Vee Diagram dan KWL Chart terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik; 2) ada pengaruh keterampilan berpikir kritis kategori tinggi dan rendah terhadap hasil belajar kognitif, tetapi tidak ada pengaruh pada hasil belajar aspek afektif dan psikomotorik; 3) ada pengaruh kemampuan penalaran formal terhadap hasil belajar kognitif dan psikomotorik tetapi tidak ada pengaruh pada hasil belajar aspek afektif; 4) tidak ada interaksi antara pembelajaran Inquiry Training Models dengan Vee Diagram dan KWL Chart dengan keterampilan berpikir kritis terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik; 5) tidak ada interaksi antara pembelajaran Inquiry Training Models dengan Vee Diagram dan KWL Chart dengan kemampuan penalaran formal terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik; 6) tidak ada interaksi antara keterampilan berpikir kritis dan kemampuan penalaran formal terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik; 7) tidak ada interaksi antara pembelajaran Inquiry Training Models dengan Vee Diagram dan KWL Chart, dengan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan penalaran formal terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kata Kunci: Inquiry Training Model, Vee Diagram, KWL Chart, Keterampilan Berpikir Kritis, Kemampuan Penalaran Formal.
PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI INKUIRI TERBIMBING DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KIT LISTRIK PAKET DAN SWAKARYA DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KECERDASAN KINESTETIK SISWA Purnami, Wahyuni; Sarwanto, Sarwanto; Masykuri, Muhammad
Jurnal Inkuiri Vol 2, No 01 (2013): Jurnal Inkuiri
Publisher : Jurnal Inkuiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara pembelajaran dengan inkuiri terbimbing dengan menggunakan media kit listrik paket dan swakarya, kreativitas, kecerdasan kinestetik, dan interaksinya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari–November 2012 dengan menggunakan metode kuasi eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX SMPN 5 Klaten, Jawa Tengah. Penentuan sampel menggunakan teknik cluster random sampling, yang terdiri dari kelas IX A dan kelas IX C. Kelas IX A diberi pembelajaran dengan menggunakan kit listrik paket dan kelas IX C menggunakan kit listrik swakarya. Instrumen tes digunakan untuk mengukur data hasil belajar kognitif. Observasi unjuk kerja dan angket digunakan untuk mengukur kreativitas dan kecerdasan kinestetik. Analisis data menggunakan anava tiga jalan dengan desain faktorial 2 x 2 x 2 dan dilanjutkan dengan uji Scheffe. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa: 1) ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing dengan menggunakan media kit listrik paket dan swakarya; 2) ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mempunyai kreativitas tinggi dan rendah; 3) ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mempunyai kecerdasan kinestetik tinggi dan rendah; 4) tidak ada interaksi antara media dan kreativitas terhadap hasil belajar; 5) tidak ada interaksi antara media dan kecerdasan kinestetik terhadap hasil belajar siswa; 6) ada interaksi antara kreativitas dan kecerdasan kinestetik terhadap hasil belajar siswa; 7) tidak ada interaksi antara media, kreativitas, dan kecerdasan kinestetik terhadap hasil belajar siswa. Kata Kunci:  Metode inkuiri terbimbing, kit listrik, kreativitas siswa, kecerdasan kinestetik
PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN PROBLEM SOLVING MENGGUNAKAN MEDIA E-LEARNING DAN KOMIK DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR ABSTRAK DAN KREATIVITAS SISWA Murtiningrum, Tri Tri; Ashadi, Ashadi Tri; Mulyani, Sri
Jurnal Inkuiri Vol 2, No 03 (2013): Jurnal Inkuiri
Publisher : Jurnal Inkuiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Inovasi pembelajaran dapat memanfaatkan kemajuan teknologi. e-learning dan komik dapat dijadikansebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar. Pembelajaran problem solvingdengan e-learning dan komik, dapat melatih siswa untuk memecahkan masalah untuk membentuk konsep.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh pembelajaran kimia dengan problem solvingmenggunakan media e-learning dan komik, kemampuan berpikir abstrak, kreativitas siswa dan interaksinyaterhadap prestasi belajar ikatan kimia. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK N 2Purwodadi Grobogan tahun pelajaran 2012/2013. Sampel dipilih secara acak (cluster random sampling),sejumlah 2 kelas, yaitu kelas XI TOKR 3 sebagai kelas e-learning dan XI TOKR 2 sebagai kelas komik.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk prestasi belajar kognitif, kemampuan berpikirabstrak, dan kreativitas sedangkan prestasi belajar afektif menggunakan angket. Uji hipotesis menggunakananalisis non parametric Kruskal-Wallis Test. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1)ada pengaruh pembelajaran kimia dengan problem solving menggunakan media e-learning dan komikterhadap prestasi belajar siswa; (2) ada pengaruh kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajarsiswa; (3) ada pengaruh kreativitas terhadap prestasi belajar siswa; (4) ada interaksi antara pembelajarankimia dengan problem solving menggunakan media e-learning dan komik dengan kemampuan berpikirabstrak terhadap prestasi belajar siswa; (5) ada interaksi antara pembelajaran kimia dengan problem solvingmenggunakan media e-learning dan komik dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar siswa; (6) adainteraksi antara kemampuan berpikir abstrak dengan kreativitas dan terhadap prestasi belajar siswa; (7) adainteraksi antara pembelajaran kimia dengan problem solving menggunakan media e-learning dan komik,kemampuan berpikir abstrak dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar siswa.Kata Kunci: problem solving, e- learning, komik, kemampuan berpikir abstrak, kreativitas
PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) MELALUI MODEL FORMAL DAN INFORMAL HANDS ON ACTIVITIES DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN Restanti, Rina; Sarwanto, Sarwanto; Sudarisman, Suciati
Jurnal Inkuiri Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Inkuiri
Publisher : Jurnal Inkuiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: pengaruh penerapan pembelajaran model formal dan informalhands on activities, pengaruh kreativitas dan sikap peduli lingkungan, serta interaksinya terhadap prestasibelajar biologi pada materi Plantae. Penelitian menggunakan metode eksperimen, desain faktorial 2 x 2 x 2dengan melibatkan dua kelompok eksperimen tanpa kelompok kontrol yaitu kelas XA dan XD, semester genaptahun pelajaran 2011-2012 di SMA Negeri 3 Madiun. Teknik sampling adalah teknik Cluster Random Sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk hasil belajar ranah kognitif, sedangkan ranah afektif danpsikomotor diperoleh dari hasil penggabungan antara observasi dengan tes. Analisis data menggunakan uji anavatiga jalan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tidak ada pengaruh model formal dan informal hands on activitiesterhadap prestasi belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotor siswa, (2) ada pengaruh kreativitas tinggi danrendah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa, (3) ada pengaruh sikap pedulilingkungan tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa, (4) tidak adainteraksi antara model pembelajaran (formal dan informal hands on activities) dengan kreativitas terhadapprestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa, (5) ada interaksi antara model pembelajaran (formal daninformal hands on activities) dengan sikap peduli lingkungan terhadap prestasi kognitif, sedang untuk afektifdan psikomotor tidak ada, (6) tidak ada interaksi antara kreativitas dengan sikap peduli lingkungan siswaterhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa, (7) tidak ada interaksi antara modelpembelajaran (formal dan informal hands on activities), kreativitas dan sikap peduli lingkungan siswa terhadapprestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa.Kata Kunci: prestasi belajar, kognitif, afektif, psikomotor
PEMBELAJARAN FISIKA KONTEKSTUAL MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI DISKUSI MENGGUNAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH DAN KEMAMPUAN VERBAL SISWA Saregar, Antomi; Sunarno, Widha; Cari, Cari
Jurnal Inkuiri Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Inkuiri
Publisher : Jurnal Inkuiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kontekstual melalui metode eksperimen dan demonstrasi diskusi menggunakan  multimedia interaktif, antara siswa yang memiliki sikap ilmiah dan kemampuan verbal kategori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika siswa, serta interaksinya. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimental (quation experimental). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI program IPA SMA Negeri 3 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012, sebanyak 7 kelas. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling sebanyak dua kelas. Kelas eksperimen 1 dengan metode eksperimen yang diberikan pada siswa kelas XI IPA 5 dan kelas eksperimen 2 dengan metode demonstrasi diskusi diberikan pada siswa kelas XI IPA 1. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk mendapatkan data prestasi belajar kognitif dan kemampuan verbal siswa, sedangkan metode angket untuk mendapatkan informasi sikap ilmiah dan prestasi belajar afektif. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2. Dari hasil uji hipotesis data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) ada pengaruh penggunaan metode pembelajaran eksperimen dan demonstrasi diskusi terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif; 2) ada pengaruh sikap ilmiah terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif; 3) ada pengaruh kemampuan verbal terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif; 4) ada interaksi antara metode pembelajaran dengan sikap ilmiah terhadap prestasi kognitif, sedangkan terhadap prestasi belajar afektif tidak ada interaksi; 5) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan verbal terhadap prestasi kognitif, sedangkan terhadap prestasi belajar afektif ada interaksi; 6) tidak ada interaksi antara sikap ilmiah dengan kemampuan verbal terhadap prestasi kognitif dan afektif; 7) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan sikap ilmiah dan  kemampuan verbal terhadap prestasi kognitif  dan afektif. Kata kunci: momentum dan impuls, aspek kognitif, dan aspek apektif
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MENGGUNAKAN MODUL DAN BULETIN DITINJAU DARI KEMAMPUAN VERBAL DAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA Fatimah, Siti; Sarwanto, Sarwanto; Aminah, Nonoh Siti
Jurnal Inkuiri Vol 2, No 01 (2013): Jurnal Inkuiri
Publisher : Jurnal Inkuiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran fisika dengan PBL menggunakan modul dan buletin, kemampuan verbal, serta motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar. Metode penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Sidareja tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 4 kelas. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling sebanyak 3 kelas.  Kelas eksperimen 1 menggunakan modul, kelas eksperimen 2 menggunakan buletin, dan kelas eksperimen 3 menggunakan pendekatan konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk mendapatkan data prestasi kognitif produk dan kemampuan verbal siswa, metode angket untuk mendapatkan informasi prestasi kognitif proses, prestasi afektif, dan motivasi berprestasi siswa. Uji hipotesis penelitian menggunakan uji Kruskall-Wallis. Hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) pendekatan PBL menggunakan modul dan buletin memiliki pengaruh lebih baik daripada pendekatan konvensional terhadap prestasi produk dan proses; (2) tidak ada pengaruh antara pendekatan PBL menggunakan modul dan buletin dengan kemampuan verbal terhadap prestasi belajar; (3) ada pengaruh pendekatan PBL menggunakan modul dan buletin dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi kognitif proses dan afektif; (4) pendekatan PBL menggunakan modul dan buletin memiliki interaksi yang lebih baik dengan kemampuan verbal dan motivasi berprestasi kategori tinggi dan rendah daripada pendekatan konvensional. Kata kunci: pembelajaran fisika, pendekatan PBL, modul, buletin
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU TEMA ES LOLI RASA DURIAN KELAS VII DI SMP NEGERI 2 WONOGIRI Saleha, Saleha; Sunarno, Widha; Suparmi, Suparmi
Jurnal Inkuiri Vol 3, No 01 (2014): Jurnal Inkuiri
Publisher : Jurnal Inkuiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Model pembelajaran terpadu merupakan salah satu model implementasi kurikulum yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada semua jenjang pendidikan mulai dari tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) sampai dengan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), namun pelaksanaannya terkendala oleh belum terdapat perangkat IPA Terpadu secara luas, buku referensi IPA Terpadu pada sekolah, dan kesiapan guru mengajar IPA Terpadu. Tujuan penelitian adalah mengembangkan dan menganalisis efektivitas perangkat pembelajaran IPA Terpadu tema es loli rasa durian. Model pengembangan perangkat IPA Terpadu dipilih model keterhubungan. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Produk yang dikembangkan pada penelitian ini adalah silabus, RPP, LKS, Materi ajar, dan soal tes. Produk divalidasi oleh ahli pembelajaran IPA, guru IPA, dan teman sejawat. Setelah dilakukan revisi, produk diujicobakan pada kelas kecil, kemudian produk diujicobakan pada kelas besar. Uji  kelayakan produk digunakan angket dan dinilai oleh ahli pembelajaran IPA, guru IPA, dan teman sejawat. Hasil uji kelayakan produk diperoleh rata-rata 94,11%, artinya bahwa perangkat pembelajaran IPA Terpadu tema es loli rasa durian kategori baik. Pengukuran efektivitas produk dilakukan pembelajaran IPA Terpadu pada kelas VIIC sebagai kelas eksperimen dan pembelajaran IPA Terpisah di kelas VIIB sebagai kelas kontrol. Kedua kelas diberi  pretes dan postes, kemudian dianalisis N-Gain hasil pretes postes kelas eksperimen dan kontrol. Hasil uji homogenitas dan normalitas kelas eksperimen dan kontrol adalah homogen dan normal, maka dianalisis dengan uji-t. Hasil untuk uji-t diperoleh thitung= 0,224 dan ttabel= 2,000, maka disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara penguasaan konsep dengan IPA Terpadu atau IPA Terpisah. Kata kunci: pembelajaran terpadu, model keterhubungan, pengembangan perangkat pembelajaran.
PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL ACCELERATED LEARNING MELALUI CONCEPT MAPPING DAN MIND MAPPING DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN VERBAL SISWA Widyasari, Lina Artuty; Pratama, Sarwanto; Prayitno, Baskoro Adi
Jurnal Inkuiri Vol 2, No 03 (2013): Jurnal Inkuiri
Publisher : Jurnal Inkuiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan model accelerated learning melalui concept mapping danmind mapping, kreativitas, kemampuan verbal, dan interaksinya terhadap prestasi belajar biologi. Penelitianmenggunakan metode kuasi eksperimen. Populasinya semua siswa kelas XI IPA SMA N 3 Sukoharjo tahunajaran 2012/2013 yang berjumlah 4 kelas. Sampel sebanyak 2 kelas diperoleh dengan teknik purposive sampling.Kelas pertama untuk model accelerated learning melalui concept mapping, kelas kedua untuk modelaccelerated learning melalui mind mapping. Teknik pengumpulan data prestasi belajar kognitif, psikomotor,kreativitas, dan kemampuan verbal menggunakan metode tes, sedangkan data afektif menggunakan angket. Ujihipotesis penelitian menggunakan analisis variansi tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2. Hasil penelitianmenunjukkan: 1) ada pengaruh pembelajaran biologi menggunakan model accelerated learning melalui conceptmapping dan mind mapping terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif tetapi tidak berpengaruh terhadapprestasi psikomotor, 2) ada pengaruh kreativitas terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor, 3)ada pengaruh kemampuan verbal terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor, 4) tidak ada interaksiantara penggunaan model accelerated learning melalui concept mapping dan mind mapping dengan kreativitasterhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor, 5) tidak ada interaksi antara penggunaan modelaccelerated learning melalui concept mapping dan mind mapping dengan kemampuan verbal terhadap prestasibelajar kognitif, afektif, dan psikomotor, 6) tidak ada interaksi antara kreativitas dengan kemampuan verbalterhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor, 7) tidak ada interaksi antara model pembelajaran,kreativitas, dan kemampuan verbal terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor.Kata kunci: Accelerated Learning, Concept Mapping, Mind Mapping, Kreativitas, Kemampuan Verbal.
PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN GUIDED INQUIRY MODEL MENGGUNAKAN LKS TERBIMBING DAN LKS BEBAS TERMODIFIKASI DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA Sukimarwati, Juli; Sunarno, Widha; Sugiyarto, Sugiyarto
Jurnal Inkuiri Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Inkuiri
Publisher : Jurnal Inkuiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran biologi dengan Guided Inquiry Modelmenggunakan LKS terbimbing dan LKS bebas termodifikasi, kreativitas, motivasi berprestasi siswa, sertainteraksinya terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desainfaktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 6 Madiun tahun pelajaran2012-2013. Sampel diperoleh dengan teknik cluster random sampling terdiri dari 2 kelas XI A1 and XI A3.Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk prestasi belajar kognitif, psikomotor, dan mengukurkreativitas, serta angket untuk motivasi berprestasi dan prestasi belajar afektif. Data dianalisis menggunakananava tiga jalan, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) guided inquiry model menggunakan LKSterbimbing dan LKS bebas termodifikasi memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, danpsikomotorik, 2) kreativitas memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik, 3)motivasi berprestasi memberikan pengaruh terhadap prestasi kognitif, afektif, dan psikomotorik, 4) terdapatinteraksi antara guided inquiry model menggunakan LKS terbimbing dan LKS bebas termodifikasi dengankreativitas terhadap prestasi belajar kognitif, tetapi tidak pada prestasi belajar afektif dan psikomotorik, 5) tidakterdapat interaksi antara guided inquiry model menggunakan LKS terbimbing dan LKS bebas termodifikasidengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik, 6) terdapatinteraksiantara kreativitas dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar afektif dan psikomotorik, tetapi tidak padaprestasi belajar kognitif, 7) terdapatinteraksi antara guided inquiry model menggunakan LKS terbimbing danLKS bebas termodifikasi, dengan kreativitas dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar afektif, tetapitidak pada prestasi belajar kognitif dan psikomotorik.Kata kunci: Inquiry, LKS, Kreativitas, Motivasi, Peredaran Darah

Page 4 of 14 | Total Record : 135