cover
Contact Name
M. Rikza Chamami
Contact Email
dimas@walisongo.ac.id
Phone
+6285281070111
Journal Mail Official
dimas@walisongo.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services (LP2M) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Hamka - Rectorate Building, 3rd Floor Tambakaji Ngaliyan 50185 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
ISSN : 14119188     EISSN : 25029428     DOI : https://doi.org/10.21580/dms
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan is a social-religious research journal published by Institute for Research and Community Services (LP2M), UIN Walisongo Semarang. The focus of this journal is to disseminate research results based on community services, increasing the capacity of society and community empowerment, and innovations of community empowerment in all districts around Indonesia. This journal covers textual and fieldwork studies on those issues from various fields including law, economy, social, philosophy, history, mysticism, art, theology, and others.
Articles 414 Documents
Pengembangan Social Skill Narapidana Melalui Pelatihan Pijat Baidi Bukhori
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 1 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.318 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.161.891

Abstract

The purposes of this massage training were namely: (1) to develop social skills of the prisoners through massage training; (2) to provide the prisoners with certain skills after getting out from a penitentiary. The expected benefit of the training was to provide them with some soft skills, so that they could resocialize with other people after their freedom and they might become entrepreneurs by opening a massage business.The methods used in this training were: (a) lectures, (b) discussion, (c) demonstration, (d) assignment, and (e) practices. The training was conducted through three stages, namely: (1) preparation that includes: a preliminary study, proposal composition, creation of training materials, submission of permission, and selection of potential trainees. (2). implementation stage that includes the material provision on the motivation of enterpreneursip, the theory and basic techniques on the traditional massage and the massage of therapy zones, massage practices, and the massage ethics. (3). monitoring stage. After finishing the training, the trainer came to the prison to monitor the trainees and helped them to encounter such cases that could not be overcome by them.Based on the training methods and sort of phases during the training, it was concluded that most of the trainees have been able to practice the basic level of massage, even among those have already received some patients in the penitentiary, so that they earned their money from the massage practice. Other conclusions were that most of them were very confident that massage could be used as a promising profession so it would increase their confidence. In addition, they also wanted to follow an advanced massage training in order to be truly ready to interact with their community to become professional masseurs. The expected training materials for them were the advanced materials of massage and supporting materials involving the internalization of religious values and moral; the motivation of enterpreneurship; and the material of legal awareness. Tujuan pelatihan ini adalah: (1) Mengembangkan social skill narapidana melalui pelatihan pijat. (2). Membekali narapidana agar mereka memiliki skill setelah bebas dalam menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan. Manfaat yang diharapkan dari pelatihan pijat ini adalah untuk memberikan bekal soft skill bagi narapidana, sehingga setelah bebas mereka dapat kembali berbaur dengan masyarakat, serta mampu berwirausaha dengan membuka usaha pijat.Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah (a) ceramah, (b) tanya jawab, (c) demonstrasi, (d) pemberian tugas, dan (e) praktik. Pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: (1). Tahap persiapan, meliputi: studi pendahuluan, pembuatan proposal kegiatan, pembuatan materi pelatihan, pengajuan perizinan, dan seleksi calon peserta pelatihan. (2). Tahap pelaksanaan, meliputi pemberian materi tentang motivasi berwira usaha, teori dan teknik dasar pijat tradisional dan pijat zona terapi, praktik pijat, dan etika pijat. (3). Tahap pemantauan dan monitoring. Setelah kegiatan pelatihan selesai, tim pengabdian melakukan monitoring atau datang ke lembaga pemasyarakatan guna memantau peserta atau kemungkinan ditemui kasus-kasus yang belum dapat diatasi oleh peserta pelatihan.Berdasarkan metode dan pentahapan pelatihan tersebut maka diperoleh kesimpulan bahwa sebagian besar peserta telah mampu mempraktikkan pijat tingkat dasar, bahkan di antara mereka telah menerima pasien di dalam lembaga pemasyarakatan, sehingga mereka mendapat penghasilan dari praktik pijat tersebut. Kesimpulan lainnya adalah sebagian besar dari mereka sangat yakin bahwa pijat dapat dijadikan sebagai profesi yang menjanjikan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka. Selain itu, mereka juga berkeinginan untuk mengikuti pelatihan pijat tingkat lanjut agar benar-benar siap terjun di masyarakat untuk menjadi pemijat profesional. Adapun materi pelatihan yang mereka harapkan adalah materi tentang pijat tingkat lanjut dan materi sisipan berupa pananaman nilai-nilai agama dan moral, motivasi berwirausaha, dan kesadaran hukum.
Penguatan Kampung Santri untuk Pengembangan Masyarakat Sadar Hukum di Wilayah Mangkang Kota Semarang Rihlatul Khoiriyah; Ali Imron; Ahmad Munif; Lathifah Munawaroh
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.858 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2429

Abstract

This paper intends to see the extent of legal awareness of the community in the village area of the santri against family law derived from national legal products. The results of the study show two main points, first, the understanding of Islamic civil law (marriage and inheritance) of Mangkang region society is dominated to the accepted understanding of classical fiqh. The people of Mangkang region are not anti-starch against the civil law of Islam issued by the state in the form of positive law. Although the Mangkang area people see that both are ijtihadiyah products, but the existence of Indonesian civil law that has an administrative effect on others makes them accept a good denan. Second, a persuasive approach in the form of a cultural approach is more readily accepted by citizens. Mangkang area people feel comfortable when invited to dialogue and discussion related to Islamic civil law of Indonesia. In the end, by reaching the common point and the good that might be obtained, Indonesian civil law can be understood and well accepted. Tulisan ini bermaksud melihat sejauh mana kesadaran hukum masyarakat di wilayah kampung santri terhadap hukum keluarga yang bersumber dari produk hukum nasional. Hasil dari kajian menunjukkan dua hal pokok, pertama, pemahaman hukum perdata Islam (penikahan dan kewarisan)  masyarakat wilayah Mangkang didominasi kepada pemahaman yang diterima fiqh klasik. Masyarakat wilayah Mangkang tidak anti pati terhadap hukum perdata Islam yang dikeluarkan negara dalam bentuk hukum positif. Meskipun masyarakat wilayah Mangkang melihat bahwa keduanya merupakan produk ijtihadiyah, namun keberadaan hukum perdata Islam Indonesia yang memiliki dampak administratif kepada yang lainnya menjadikan mereka bisa menerima denan baik. Kedua, pendekatan persuasif dalam bentuk pendekatan budaya lebih mudah diterima oleh warga masyarakat. Masyarakat wilayah Mangkang merasa nyaman ketika diajak berdialog dan berdiskusi terkait hukum perdata Islam Indonesia. Pada akhirnya, dengan mencapai titik temu dan kebaikan yang mungkin akan didapat, hukum perdata Islam Indonesia bisa dipahami dan diterima dengan baik..
Meningkatkan Pemahaman Masyarakat dalam Sosialisasi Bahaya Cemaran Logam Berat Pada Kosmetik Fenti Fatmawati
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.267 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4149

Abstract

Cosmetics are ingredients or preparations used on the outside of the human body (epidermis, hair, nails, lips, and external genital organs) or teeth and oral mucous membranes, especially to cleanse, fragrance, change the appearance and improve body odor or protect or preserve the body in good condition. Cosmetics become a tool for women to make them more beautiful. But often they are not aware of the heavy metal content in cosmetics. For this reason, socialization in the community, especially women, is needed for the importance of choosing safe cosmetics by the CLICK CEK method. Communities need to be protected from cosmetics circulation that does not meet safety, usefulness and quality requirements that can endanger the health of the community itself. As for the targets of this activity are the women who are member of PKK RW 08 kecamatan Rancasari, kelurahan Manjahlega Bandung. Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar) atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Kosmetik menjadi alat bagi kaum hawa untuk menjadikan mereka lebih cantik. Namun seringkali mereka tidak menyadari kandungan logam berat dalam kosmetik tersebut. Untuk itu maka diperlukan adanya sosialisasi pada masyarakat khususnya para wanita akan pentingnya cara memilih kosmetik yang aman dengan metode CEK KLIK. Masyarakat perlu dilindungi dari peredaran kosmetika yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, kemanfaatan dan mutu yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat itu sendiri. Adapun yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah para kaum wanita yang menjadi anggota PKK RW 08 Kelurahan Rancasari, Kecamatan Manjahlega Bandung.
GAME EDUKASI HURUF HIJAIYAH USIA TAMAN KANAK-KANAK UNTUK PROGRAM KERJA KARANG TARUNA PERUMAHAN KALIWUNGU INDAH DESA PROTOMULYO KENDAL Maya Rini Handayani
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 13 No. 2 Tahun 2013
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.134 KB) | DOI: 10.21580/dms.2013.132.46

Abstract

Program Karya Pengabdian Dosen (KPD) ini dimaksudkan untuk mengembangkan keahlian dosen IAIN Walisongo dalam membantu mencerdaskan masyarakat diluar lingkungan civitas academica IAIN Walisongo Semarang. Game Edukasi Huruf Hijaiyah merupakan kegiatan KPD yang diperuntukkan bagi anak-anak TK di RT 9 RW 10 desa Protomulyo Kendal. Mengingat di karang taruna tersebut mempunyai salah satu kegiatan yaitu memberikan pembelajaran baca tulis huruf Hijaiyah secara gratis pada anak-anak TK. Namun kegiatan tersebut mempunyai beberapa kendala seperti masih menggunakan teknik konvensional, kurangnya buku Iqro dan mengatasi kebosanan anak TK dalam belajar.Hasil akhir/output dari kegiatan KPD ini adalah terciptanya sebuah aplikasi (software game edukasi) pembelajaran huruf Hijaiyah yang animatif, interaktif dan imaginatif untuk anak TK sehingga dalam proses belajar mereka tidak mudah lelah dan bosan dan merubah teknik mengajar remaja karang taruna, bahwa mengajar tidak harus bersifat konvensional namun dapat juga disisipi dengan permainan serta memanfaatkan media teknologi modern seperti laptop dan media audio visual
Pelaksanaan Kebijakan Desa Tanggap Covid-19 Berdasarkan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Desa Tanggap Covid-19 di Desa Kepuhrejo Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang Iin Indriani; Inggitta Khusnul Qotimah; Nurlailatul Musyafa'ah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.205 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.202.6162

Abstract

Pandemi COVID-19 masih terus menyebar di berbagai wilayah dan menimbulkan banyak korban setiap harinya serta berdampak besar bagi masyarakat menengah ke bawah. Pemerintah mengeluarkan kebijakan Desa Tanggap COVID-19 yang disebutkan dalam Surat Edaran Nomor 8 tahun 2020 sebagai salah satu upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 di desa dengan membentuk Relawan Desa Lawan COVID-19 dan penggunaan dana desa untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan kebijakan-kebijakan Desa Tanggap COVID-19 yang diterapkan di Desa Kepuhrejo Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang yang mengacu pada Surat Edaran Menteri Desa Nomor 8 Tahun 2020 dan kebijakan lain yang diatur lebih lanjut oleh pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, dimana sumber utama yang diperoleh melalui penelitian lapangan dengan mengamati fenomena yang terjadi, dan melakukan wawancara, serta menggunakan pendekatan normatif. Kesimpulan yang didapatkan bahwa dalam hal penyediaan sarana dan prasarana untuk pemudik yang melakukan isolasi di gedung SD tidak sesuai dengan aturan yang berlaku dimana segala kebutuhan konsumsi yang dibutuhkan oleh pemudik tersebut tidak disediakan oleh pemerintah desa, kemudian penjaga pos pantau COVID-19 yang bertugas di beberapa titik desa tidak memperolah upah atas tenaga dan waktunya, dan keluarga miskin dan masyarakat marjinal yang memperoleh bantuan sosial yang berasal penggunaan dana APBDes.
PENGEMBANGAN POTENSI PESANTREN DALAM MENCETAK SANTRIPRENEUR (Pemberdayaan dan Pendampingan Santripreneur di Pesantren Manahijul Huda Ngagel Dukuhseti Pati) Muhammad Saifullah; Muh. Arif Royyani; Muhammad Shobaruddin
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 2 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.568 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.152.747

Abstract

Pondok Pesantren memiliki peranan penting di masyarakat, khususnya terkait persoalan agama. Saat ini, di tengah perkembangan zaman alumni pondok pesantren dituntut tidak hanya mahir dalam hal keagamaan saja, melainkan juga hal lain salah satunya adalah ekonomi. Pondok Pesantren Manahijul Huda sebagai pondok pesantren yang telah lama eksis di tengah-tengah masyarakat Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati memiliki banyak alumni yang dinantikan kiprahnya di masyarakat. Sebagai upaya untuk memberdayakan para alumnus Pondok Pesantren Manahijul Huda khususnya di bidang ekonomi, maka tim KPD LP2M UIN Walisongo Semarang mendirikan sebuah konveksi penjahitan baju. Di kecamatan Dukuhseti terdapat beberapa lembaga pendidikan yang terdiri dari 3 Madrasah Aliyah, 3 SMK, 6 Madrasah Tsanawiyah, dan 8 Madrasah Ibtidaiyyah, yang memiliki total siswa sekitar 4.000 orang. Selama ini sekolah-sekolah tersebut saat hendak membuat seragam sekolah (Batik, Pramuka, Kaos Olahraga dll) untuk para siswa, selalu pergi jauh ke kecamatan lain, bahkan ada yang ke luar kabupaten Pati. Peluang inilah yang dilihat oleh Tim KPD LP2M UIN Walisongo untuk mendirikan usaha konveksi sebagai upaya untuk memberdayakan alumni sekaligus membantu sekolah-sekolah di kecamatan Dukuhseti dalam menjahitkan seragam para siswanya
Implementasi Metode Fonik dalam Pengenalan Bunyi Bahasa Inggris Agus Prayogo; Lulut Widyaningrum
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.515 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.171.1506

Abstract

Each language has a different sound system and syllable structure with varied complexity. English is a language that has complicated spellings and syllables, so it is necessary to learn the pronunciation of English words in terms of phonemes and alphabets. The difficulty for non-native English speakers is the very small vocal movement, except in a careful pronunciation. This article aims at describing the teacher empowerment program with three main designs begins with socialization, training, and guidance to teachers. The main objective of this program is to introduce ways that can be done by English teachers at schools and madrasas in the Sub-Region of Boja, Kendal regency, Central Java, in applying phonics-based teaching method and providing guidance to the teachers during the implementation process.
Pendampingan Pengembangan Baitulmaal pada Koperasi Syariah Manfaat Surabaya Ali Hamdan; Saifuddin Saifuddin
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.696 KB) | DOI: 10.21580/dms.2018.182.3263

Abstract

The existence of sharia cooperatives (kopsyah) in Indonesia is relatively new. There are two main pillars of sharia cooperative management, namely social functions (baitulmaal) and business functions (baitut tamwil). The problem that arises in kopsyah in Surabaya is that there is an imbalance in the management of profit-oriented business functions that tend to be dominant compared to their social functions. The factors that caused the weakness of the Baitulmmaal function in Surabaya, the first factor was dominated by management factors, the second factor was more influenced by manpower  and environment, while the environmental factors were influenced by the variables the existing muzakki in the kopsyah environment and the unavailability of a juridical basis for kopsyah to manage ZIS funds. Mentoring that the author did on Kopsyah Benefits of Surabaya is conducting training and assistance in the collection and utilization of ZIS and endowments of money to the management staff of Baitulmaal. Keberadaan koperasi syariah (kopsyah) di Indonesia relatif masih baru. Terdapat dua pilar utama pengelolaan koperasi syariah yaitu fungsi sosial (baitulmaal) dan fungsi bisnis (baitut tamwil). Masalah yang muncul pada kopsyah di Surabaya adalah adanya ketimpangan pengelolaan fungsi bisnis yang berorientasi laba cenderung dominan dibandingkan dengan fungsi sosialnya. Faktor-faktor yang menyebabkan lemahnya fungsi baitulmaal di Surabaya, faktor pertama didominasi oleh faktor manajemen, faktor kedua lebih banyak dipengaruhi oleh manpower (SDM) dan environment (lingkungan), sedangkan faktor lingkungan dipengaruhi oleh variabel tidak dilakukannya penggalangan dana dari para muzakki yang ada dilingkungan kopsyah serta belum tersedianya landasan yuridis bagi kopsyah untuk mengelola dana ZIS. Pendampingan yang penulis lakukan pada Kopsyah Manfaat Surabaya adalah melakukan training dan pendampingan pemghimpunan dan pendayagunaan ZIS dan wakaf uang terhadap SDM pengelola baitulmaal.
Ibadah Mengolah Sampah di Desa Grobog Wetan Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal Zaki Mubarok; Mohammad Koidin
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.076 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.201.4806

Abstract

Having religion actually makes religious doctrine as an energy in solving the problems of humanity, one of them is the waste problem. The religious doctrine of the perfection of faith obtained by maintaining cleanliness must be realized by cooperating with multiple disciplines or other entities as an effort to create a clean and healthy society. The paradox of the society which is being busy with religious rituals, but neglecting the cleanliness of the environment continues until today, including in Grobog Wetan Village, Pangkah District, Tegal Regency. Initially this dedications was planned with the Almaghfiroh Foundation. However, in its development also with the Village Government, Youths, Fatayat, RT, RW and Nature Lovers Students.This dedication in dealing with the problem of garbage aims to bring up a paradigm of dealing with waste problems as a worshipping ritual, getting reward as in other rituals. It also makes waste as something which is close and can be treated as something economical. By using the society intervention method, the result of this service is a process in which the society developing a pattern of sorting and processing organic and inorganic waste. Organic waste is transformed into magot caterpillar food and inorganic waste is still in the process of being transformed into tradable goods. In addition, the fundamental achievement of this research-based dedication is the emergence of a new understanding for the society not to "hostile" waste, but to be close to the waste, which exists a daily life and eventually to "make friends" with waste. This service also recommends the village government to create a waste management budget on a larger scale. These achievements must also be interpreted and disseminated to the society as a form of worshipping.Beragama sejatinya menjadikan doktrin agama sebagai energy dalam memecahkan masalah kemanusiaan, salah satunya masalah sampah. Doktrin agama tentang kesempurnaan iman diperoleh dengan menjaga kebersihan harus direalisasikan dengan menggandeng berbagai disiplin atau entitas lain sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang bersih dan sehat. Paradoks masyarakat sibuk ritual keagamaan namun abai dengan kebersihan lingkungan terus beralangsung hingga saat ini. Termasuk di Desa Grobog Wetan Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal. Awalnya pengabdian ini direncanakan bersama Yayasan Almaghfiroh. Namun dalam perkembangannya juga dengan Pemerintah Desa, Para Pemuda, Ibu-Ibu Fatayat, RT , RW dan Mahasiswa Pecinta Alam.Pengabdian dalam menangani masalah sampah ini bertujuan untuk memunculkan paradigma menangani masalah sampah sebagai ibadah, berpahala sebagaimana ibadah ritual lain. Juga menjadikan sampah sebagai sesuatu yang dekat dan bisa diperlakukan sebagai sesuatu yang ekonomis. Dengan menggunakan metode intervensi komunitas, hasil pengabdian ini berupa proses. Yaitu masyarakat mengembangkan pola pilah dan olah sampah organic dan an organic. Sampah organic ditransformasikan menjadi makanan ulat magot dan sampah an organic masih dalam tahap proses transformasi menjadi barang yang diperjual belikan. Selain itu, capaian mendasar dari pengabdian berbasis riset ini adalah munculnya pemahaman baru bagi masyarakat untuk tidak “memusuhi” sampah, melainkan dekat dengan sampah yang merupakan kenyataan dalam keseharian dan akhirnya “berteman” dengan sampah. Pengabdian ini juga merekomendasikan pemerintah desa untuk membuat anggaran penanganan sampah dalam skala yang lebih besar. Capaian-capaian ini pula harus dimaknai dan disemaikan kepada masyarakat sebagai bentuk ibadah.   
PROGRAM PENDAMPINGAN TEH SEDUH DAN CELUPDARI DAUN KERSEN GUNA MENUMBUHKAN KREATIFITAS WIRAUSAHA DI KELURAHAN LAMPER TENGAH KECAMATAN SEMARANG SELATAN KOTA SEMARANG Agus Sudarmanto
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 1 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.027 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.151.737

Abstract

Telah dilakukan kegiatan engabdian yang bertujuan untuk memperkenalkan teknologi pangan melalui pendampingan pembuatan teh kepada masyarakat di Lamper Tengah dengan memanfaatkan daun kersen sebagai sumber pangan, khususnya minuman herbal yang diolah menjadi teh.Target keluaran yang diharapkan diantaranya adalah masyarakat dapat berwirausaha sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan. Yang lebih penting lagi adalah masyarakat Lamper Tengah dapat menjadi sentra penghasil teh dari daun kersen sebagai minuman herbal.Hasil dari program pengabdian masyarakat yang telah dilakukan ini adalah sebagai berikut:dari aspek capaian berdasarkan tujuan, substansi dan usaha program percepatan difusi dan penerapan iptek ini dipandang sangat efektif untuk membangun kemandirian masyarakat yang berbasis potensi lokal yakni pemanfaatan pohon kersen; dan dari aspek hasil, manfaat dan dampak yang dihasilkan dari program ini sangat banyak yaitu: meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan potensi pohon kersen terutama daunnya untuk dibuat menjadi teh celup dan teh seduh sebagai bahan minuman herbal, meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat bidang pengolahan daun kersen untuk dibuat teh di kelurahan Lamper Tengah, sehingga menumbuhkan motivasi berwirausaha pada masyarakat Kelurahan Lamper Tengah Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang.