Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan
Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Published by the peer review process and open access with p-ISSN: 2356-0886 and e-ISSN: 2722-3086. Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Intended as a media of information and arena of philosophical, theoretical, methodological debates related to sociological issues and their teaching. Journal of Socialization: a journal of the results of thought, research and development in the science of educational sociology. invited scientists, activists and public officials to write issues related to sociology and teaching. Articles can be research or conceptual. Published by Sociology and Education study programs. published three times a year namely March, July and November.
Articles
591 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATERI MASYARAKAT MULTIKULTURAL MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 MAKASSAR
Irdayanti Irdayanti
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 2, Edisi 2, Juli 2015
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.519 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v2i2.2543
Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Makassar, adapun tujuan penelitian secara khusus yaitu (1) Untuk mengetahui bagaimana hasil belajar peserta didik pada materi masyarakat multikultural di kelas XI IPS 2. (2) Untuk mengetahui bagaimana respon peserta didik di kelas XI IPS 2 tentang model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan tindakan dilakukan sebanyak 2 siklus, masing-masing siklus melalui 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 2 sebanyak 38 siswa yang terdiri dari 19 laki-laki dan 19 perempuan, pada tahun pelajaran 2013/2014 semester genap pada materi masyarakat multikultural mata pelajaran Sosiologi. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, tes hasil belajar dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : pada siklus I belum berhasil karena belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal secara klasikalyaitu 76 secara individu dan 85% dari jumlah keseluruhan siswa, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya aspek guru yaitu dalam aspek pengelolaan kelas guru masih kurang membimbing siswa dalam melakukan diskusi sehingga suasana kelas menjadi gaduh dan sulit untuk dikontrol, yang mengakibatkan berkurangnya konsentrasi siswa dalam belajar sedangkan pada siswa masih banyak siswa yang melakukan aktifitas lain yang tidak berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar seperti mengobrol bersama teman-temannya sehingga perhatian mereka berkurang terhadap penjelasan. Kemudian dilanjutkan pada siklus II sudah berhasil karena telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal secara klasikal yaitu 76 secara individu dan 85% dari jumlah keseluruhan siswa. Oleh karena itu penerapan model pembelajaran Kooperetif tipe Jigsaw pada mata pelajaran sosiologi pada materi masyarakat multikultural, dapat menigkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Makassar Kata Kunci : Model Jigsaw, Hasil Belajar Sosiologi
KEKERASAN SIMBOLIK DI SMA NEGERI 1 BUA PONRANG KABUPATEN LUWU
Taufik, Parham;
Ishak, Chamsiah
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.14 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12112
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bentuk kekerasan simbolik di SMA Negeri 1 Bua Ponrang Kabupaten Luwu. 2) Mengetahui Mengapa kekerasan simbolik dapat terjadi di SMA Negeri 1 Bua Ponrang Kabupaten Luwu. Dalam penelitian ini menggunakan Jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan 15 orang informan. Adapun pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria siswa korban kekerasan simbolik di SMA Negeri 1 Bua Ponrang Kabupaten Luwu. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik Member chek Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Bentuk kekerasan simbolik yang terjadi di SMA Negeri 1 Bua Ponrang Kabupaten Luwu yaitu a). kekerasan Simbolik verbal dalam bentuk eufeminisme/eufeminisasi bentuk pemberian hadiah, eufeminisme dalam bentuk perintah, eufeminisme dalam bentuk pemeberian kepercayaan b). bentuk mekanisme sensorisme/sensorisasi yaitu bentuk kekerasan yang jelas yang dianggap sebagai pelestarian nilai-nilai moral kehormatan, serta bentuk kekerasan psikologi/psikis di kalangan siswa yang dalam pelaksanaannya menggunakan bahasa tubuh seperti gestur wajah dengan mata melotot, pengucilan serta pendiaman. 2) kekerasan simbolik terjadi di SMA Negeri 1 Bua Ponrang Kabupaten Luwu karena, a). guru yang memiliki gangguan terhadap psikologisnya yang dibuktikan dengan guru yang sangat mudah terpancing emosinya, suka marah-marah dalam kelas, kekerasan simbolik juga mampu dipengaruhi oleh guru yang terlalu beracuan terhadap kurikulum yang lebih menitik beratkan terhadap kemampuan kognitif dan mengabaikan kemampuan afektif seperti yang dilakukan oleh guru yang menggunakan pola authoritarian yang memusatkan proses belajar mengajar satu arah. b). siswa yang memiliki kepribadian dan sikap yang menganggap dirinya kurang pandai, lemah, tidak berharga, sikap itu sendiri yang mampu memancing terjadinya kekerasan simbolik terhadap dirinya karena dari kepribadian dan sikap tersebut terkadang siswa melakukan tindakan yang mengundang perhatian walaupun tindakan itu mampu membuat siswa itu sendiri mendapatkan hukuman dari guru, serta c). lingkungan, yang dimana lingkungan mampu melegitimasi terjadinya kekerasan simbolik disekolah dengan adanya aturan yang memberatkan bagi siswa seperti tidak boleh datang terlambat dan sulit menerima alasan. Meskipun memberatkan namun tetap harus dipatuhi karena berada dalam lingkungan sekolah.
KONTROL SOSIAL ORANGTUA TERHADAP PENGGUNAAN SMARTPHONE PADA REMAJA (STUDI DI DESA GIRING-GIRING KECAMATAN BONTONMPO KABUPATEN GOWA
Muh. Zainuddin;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 2, Juli 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (166.558 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13239
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Penggunaan Smartphone pada remaja di Desa Giring-giring Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. 2) Dampak penggunaan smartphone pada remaja di Desa Giring-giring Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. 3) Kontrol sosial orangtua terhadap penggunaan smartphone pada remaja di Desa Giring-giringKecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. jumlah informan berjumlah 12 orang yaitu terdiri lagi 6 remaja dan 6 orangtua remaja. Teknik dalam menentukan informan menggunakan Purposive Sampling, dengan kriteria yaitu: 1) Remaja di desa Giring-giring Kab.Gowa yang menggunakan smartphone 17 Jam keatas, dimana rentang umur untuk remaja laki-laki adalah umur 13 sampai 22 tahun. sedankan untuk remaja perempuan adalah berlansung antara umur 12 tahun sampai 21 tahun. 2) Orangtua remaja pengguna smartphone 17 jam keatas di desa Giring-giring Kabupaten Gowa. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis secara analisis deskriptif kualitatif yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Pengabsahan data menggunakan member chek. Hasil penelitian menjelaskan bahwa 1) Penggunaan Smartphone pada remaja di Desa Giring-giring Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa adalahRemaja di Desa Girng-giring lebih sering menggunakan Smartphone sebagai media hiburan dibanding sebagai media komunikasi dan informasi. Media hiburan dalam smartphone yang digunakan remaja adalah berupa bermain game, melihat video dan foto pada media sosial dan mendengarkan musik, 2) Dampak Penggunaan Smartphone di kalangan Remaja Desa Giring-Giring Kecamatan Bontonompo berupa Perubahan perilaku remaja yaitu remaja menjadi malas-malasan dan bahkan jadi boros selalu meminta uang kepada orang tua mereka untuk membeli kartu kuota untuk keperluan smartphonenya. Remaja bermain game online di smartphone yang sudah sampai pada tahap ketagihan, mempengaruhi prestasi belajar, menunda-nunda aktivitasnya dan Hubungan Keluarga menjadi memburuk itu dilihat pelajar berani membentak orang tuanya. 3). Kontrol sosial yang dilakukan orangtua di Desa Giring-giring terhadap penggunaan smartphone pada remaja lebih kepada upaya preventif yaitu dengan membatasi penggunaan pulsa, mengecek smartphone, menasihati remaja, dan memberikan aturan penggunaan smartphone di jam-jam tertentu. Upaya tersebut dilakukan untuk menghindarkan dari bahaya dan efek negatif dari smartphone meskipun cara-cara tersebut masih belum maksimal yang membuat remaja masih ketergantungan dan ketagihan.
PERANAN KOMPETENSI GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SMA NEGERI DI KABUPATEN WAJO
Mulianti .
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 1, Edisi 1, Juli 2014
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.2531
Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan informan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling atau penarikan informan dengan kriteria-kriteria tertentu yaitu : guru yang mengajar sosiologi di atas 3 tahun, guru sosiologi yang dari sosiologi murni, namun mengambil Akta IV, guru sosiologi yang bukan dari sosiologi namun alumni LPTK. Informan dalam penelitian ini sebanyak 17 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu : observasi dan wawancara, yang digunakan untuk memperoleh data secara konkrit yang berkaitan dengan permasalahan penelitian ini. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka diperoleh hasil bahwa Guru-guru sosiologi SMA Negeri di Kabupaten Wajo telah mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, hal ini ditunjukkan dengan terlaksananya komponen-komponen dari kompetensi pedagogik dalam kegiatan pendidikan dan adanya bentuk-bentuk motivasi yang diterapkan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Sedangkan penerapan kompetensi profesional belum sepenuhnya karena sebagian dari jumlah guru sosiologi belum memenuhi persyaratan sebagai guru yang professional antara lain: belum menguasai subtansi materi/bahan ajar bidang studi, belum menguasai materi/bahan pendalaman/aplikasi bidang studi, dan kurang mampu dalam merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar. Hal ini disebabkan oleh adanya guru yang mengajar sosiologi namun bukan bidang keahliannya. Namun, hal ini tidak membatasi guru untuk memotivasi siswa dalam belajar. Guru selalu berusaha meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar. Kata Kunci : Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Profesional, Motivasi Belajar
EKSISTENSI BUDAYA PESTA SEKOLAH DI DESA KEMBANG MEKAR KECAMATAN SAMBI RAMPAS KABUPATEN MANGGARAI TIMUR NUSA TENGGARA TIMUR
Mahesti, Ivoni;
Awaru, M. Ridwan Said
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (521.454 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12071
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) alasan budaya pesta sekolah tetap dipertahankan sampai sekarang di desa Kembang Mekar kecamatan Sambi Rampas, kabupaten Manggarai Timur. 2) Untuk mengatahui bagaimana budaya pesta sekolah bisa menjadi modal sosial bagi masyarakat Desa Kembang Mekar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif.Adapun pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling.Dengan demikian, pihak yang dijadikan informan penelitian adalah tokoh masyarakat dan orang tua yang pernah mengadakan acara pesta sekolah.Oleh karena itu, informan dalam penelitian berjumlah sembilan orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Alasan pesta sekolah tetap dipertahankan sampai saat ini karena memiliki beberapa alasan yaitu: a) Pesta sekolah sangat bermanfaat bagi perkembangan pendidikan anak, b) Pesta sekolah merupakan ajang memberikan wejangan bagi anak yang sudah maupun akan melanjutkan pendidikan, c) Pesta sekolah sebagai pemupuk rasa persaudaraan/persatuan diantara warga masyarakat. 2) Budaya pesta sekolah bisa menjadi modal sosial bagi masyarakat karena, a) adanya semangat komunalisme yang berkembang dalam masyarakat, b) kegiatan pesta sekolah yang sangat mengutamakan lonto leok (duduk bersama).
PERILAKU KONSUMTIF PADA PELAJAR SMAN 24 KABUPATEN BONE
Firman Firman;
A. Octamaya Tenri Awaru
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 2, Juli 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (163.418 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13220
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Mengapa perilaku konsumtif terjadi pada pelajar SMAN 24 Kabupaten Bone, 2) Bagaimana bentuk perilaku konsumtif pada pelajar SMAN 24 Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 15 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu 1) Siswa memiliki koleksi baju lebih dari 12 pasang, 2) Siswa memiliki handphone lebih dari satu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif melalui tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perilaku konsumtif yang terjadi pada pelajar SMAN 24 Kabupaten Bone adalah (a) Tertarik pada kemasan barang. (b) Berbelanja untuk keperluan penampilan. (c) Satus sosial. (d) Konformitas. (e) Penasaran dengan produk yang ditawarkan oleh iklan. (e) Pusat-pusat perbelanjaan. (2) Bentuk perilaku konsumtif pada pelajar SMAN 24 Kabupaten Bone yaitu (a) Pembelian tidak terencana (b) Pembelian berlebihan. (c) Mencari kesenangan.
KANT’S CRITICAL EPISTEMOLOGY AND ITS BORDERLINES WITH METAPHYSICS: A CRITIQUE
Ezedike, Edward Uzoma
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Vol 7, Nomor 1, Maret 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (488.001 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13886
This paper focuses extensively on Kant’s critical epistemology as postulated in his Critique of Pure Reason. It grapples with the problem of identifying and harmonizing these borderlines of empirical and rational knowledge with that of metaphysical knowledge. Kant argues that the mind is so structured and empowered that it imposes interpretative categories on our experience so that we do not simply experience the world, as the empiricists claim, but interpret it through the categorizing mechanism of the mind. In ruling out indifference to metaphysical questions, Kant posits that if metaphysics is not science, yet still as natural disposition, human reason is driven on ‘by an inward need’ and not by mere ‘idle desire’ to ask metaphysical questions. Furthermore, Kant posits that what makes skepticism about metaphysics unsustainable is that metaphysics cannot be discarded in isolation from cognition in general. Kant, therefore, is of the view that the very same principles of reasoning as are employed in empirical judgments about physical objects are also used in a purified form, in metaphysical judgments about God, the soul and other non-empirical entities. However, the paper criticizes Kant for being too anxious to prove the subjectivity of space, as an escape route from materialism. Kant was quite averse to the argument that if space is objective and universal, God must exist in space, and hence, be spacial and material in nature. Thus, Kant might have been satisfied with the critical idealism which holds that all reality is known to us as our sensations and ideas.
KANT’S CRITICAL EPISTEMOLOGY AND ITS BORDERLINES WITH METAPHYSICS: A CRITIQUE
Ezedike, Edward Uzoma
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Vol 7, Nomor 1, Maret 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (488.001 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13886
This paper focuses extensively on Kant’s critical epistemology as postulated in his Critique of Pure Reason. It grapples with the problem of identifying and harmonizing these borderlines of empirical and rational knowledge with that of metaphysical knowledge. Kant argues that the mind is so structured and empowered that it imposes interpretative categories on our experience so that we do not simply experience the world, as the empiricists claim, but interpret it through the categorizing mechanism of the mind. In ruling out indifference to metaphysical questions, Kant posits that if metaphysics is not science, yet still as natural disposition, human reason is driven on ‘by an inward need’ and not by mere ‘idle desire’ to ask metaphysical questions. Furthermore, Kant posits that what makes skepticism about metaphysics unsustainable is that metaphysics cannot be discarded in isolation from cognition in general. Kant, therefore, is of the view that the very same principles of reasoning as are employed in empirical judgments about physical objects are also used in a purified form, in metaphysical judgments about God, the soul and other non-empirical entities. However, the paper criticizes Kant for being too anxious to prove the subjectivity of space, as an escape route from materialism. Kant was quite averse to the argument that if space is objective and universal, God must exist in space, and hence, be spacial and material in nature. Thus, Kant might have been satisfied with the critical idealism which holds that all reality is known to us as our sensations and ideas.
TRADISI JUAL-GADAI-WARISAN POHON JAMBU AIR (Strategi Bertahan Hidup (Life Survival Strategy) Masyarakat Desa Taddan, Sampang-Madura)
Abrorinnisail Masruroh;
Mauliadi Ramli
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Vol 7, Nomor 2, Juli 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i1.14530
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi bertahan hidup dengan memanfaatkan dan mengandalkan pohon jambu air oleh masyarakat Desa Taddan, Sampang Madura. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu masyarakat yang pernah melakukan atau terlibat dalam tradisi jual,gadai, dan warisan tanaman jambu air di Desa Taddan Sampang Madura. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif deskriptif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan membercheck.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Sebagai sentra penghasil salahsatu komuditas buah jambu air, Ditengah keterbatasan ekonomi, masyarakat Desa Taddan menerapkan beberapa strategi bertahan hidup (mekanisme survival) yaitu dengan memanfaatkan dan mengandalkan hasil panen buah pohon jambu air.Tak hanya untuk dijual, tetapi juga pohon jambu air menjadi barang gadai ketika mereka terdesak untuk memenuhi kebutuhan ekonominya, dan juga menjadi harta warisan ke generasi selanjutnya.
STUDI SOSIOLOGI PERNIKAHAN MUBARAK DI PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH MAKASSAR
Nurul Fathiyyatul Mufidah;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Vol 7, Nomor 2, Juli 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i1.14131
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: 1) bagaimana sistem Pernikahan Mubarak; dan 2) apa latar tindakan sosial peserta Pernikahan Mubarak di Pondok Pesantren Hidayatullah Makassar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Informan sebanyak 6 orang ditentukan dengan metode snowball sampling dengan pihak pertama yaitu ketua pelaksana Pernikahan Mubarak, ustadz-ustadz yang terlibat dalam proses perjodohan, peserta dan lembaga yang ikut serta dalam melaksanakanPernikahan Mubarak. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara serta dokumentasi. Data yang ditemukan dianalisis menggunakan teoti tindakan sosial Max Weber. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa, 1) Pernikahan Mubarak menggunakan sistem pernikahan yang syar’i atau sesuai dengan aturan dan anjuran dalam agama Islam. Pernikahan ini awalnya diperuntukkan untuk kader Hidayatullah untuk menghindari hubungan antara pria dan wanita di luar pernikahan seperti berpacaran dan untuk meringankan beban seseorang yang akan menikah salah satunya dari segi biaya. 2) Secara umum, latar tindakan peserta Pernikahan Mubarak, yaitu tindakan rasional nilai yang berorintasi pada nilai agama islam karena pernikahan ini dilaksanakan berdasar pada anjuran dan ketentuan agama islam.