cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Bioleuser
ISSN : 25976753     EISSN : 25976753     DOI : -
Core Subject : Science,
The Journal of BIOLEUSER is a scientific journal owned and managed by Department of Biology, Faculty of Science, University of Syiah Kuala.
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
Potensi Phyllanthus niruri L. dan Phyllanthus urinaria L. sebagai bioinsektisida terhadap Sitophilus oryzae L. (Coleoptera : Curculionidae) Zumaidar Zumaidar; Alia Rizki; Vera Fitria
Jurnal Bioleuser Vol 3, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v3i2.18823

Abstract

Pengendalian Sitophilus oryzae selama penyimpanan beras masih menggunakan insektisida sintetik dan fumigasi. Penggunaan bahan kimia sintentis memberikan efek yang kurang baik terhadap tubuh jika dikonsumsi. Penemuan bahan kimia yang berasal dari tumbuhan untuk pengendalian S. oryzae diharapkan dapat mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh dan mengukur keefektifan konsentrasi serbuk tumbuhan Phyllanthus niruri dan Phyllanthus urinaria terhadap mortalitas S. oryzae. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan selama 10 hari pengamatan. Perlakuan masing-masing serbuk P. niruri dan P. urinaria yang dicampurkan dalam beras menggunakan konsentrasi 0 gram, 2 gram, 4 gram, 8 gram, dan 16 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk P. niruri dan P. urinaria berpengaruh terhadap mortalitas S. oryzae. Pada perlakuan konsentrasi 16 gram untuk P. niruri dan P. urinaria memiliki persentase tertinggi terhadap mortalitas S. oryzae yaitu 96, 25% dan 80, 00%.  Pada hari ketiga diperoleh mortalitas S. oryzae paling tinggi pada konsentrasi 16 gram untuk P. niruri dan P. urinaria.
Aktivitas Harian Orangutan Sumatera (Pongo abelii) Reintroduksi di Stasiun Reintroduksi Orangutan Jantho, Aceh Besar Asril Abdullah; Helvi Musdarlia; Dalil Sutekad; Fauziah Fauziah; Muhammad Nasir; Nur Azizah
Jurnal Bioleuser Vol 3, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v3i3.21006

Abstract

Penelitian tentang “Aktivitas Harian Orangutan Sumatera (Pongo abelii) Reintroduksi di Stasiun Reintroduksi Orangutan Jantho, Aceh Besar” telah dilakukan di stasiun reintroduksi orangutan Jantho, Kabupaten Aceh Besar mulai September 2015 sampai Mei 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data perilaku harian orangutan sumatera reintroduksi. Penelitian ini menggunakan metode Focal Animal Sampling. Parameter yang diukur adalah durasi makan, istirahat, bergerak dan bersarang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase aktivitas makan sebanyak 41,17%, istirahat 37,76%, bergerak 20,61%, dan bersarang 0,46%. Durasi makan orangutan di dalam kandang adalah 2.736 menit dengan jumlah pakan 80.570 gram. Durasi makan orangutan setelah dilepas adalah 10.360 menit dari total keseluruhan aktivitas harian.
Uji aktivitas antibakteri cabai rawit hijau dan cabai rawit merah (Capsicum frutescens L) serta kombinasinya terhadap bakteri Staphylococcus aureus Munira Munira; Karina Utami; Muhammad Nasir
Jurnal Bioleuser VOL 3, NO 1 (2019): April 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v0i0.18815

Abstract

Buah cabai rawit (Capsicum frutescens L) merupakan jenis cabai yang sering digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia. Buah cabai rawit mengandung senyawa yang bersifat antibakteri seperti kapsaisin yang merupakan golongan alkaloid, kapsantin, karotenid, resin, dan minyak atsiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol buah cabai rawit warna hijau, warna merah, serta kombinasi buah cabai rawit warna hijau dan merah terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu P0 (akuades sebagai kontrol), P1 (ekstrak buah cabai rawit hijau), P2 (ekstrak buah cabai rawit merah), dan P3 (ekstrak kombinasi buah cabai rawit hijau dan merah) masing-masing 4 kali pengulangan. Uji mikrobiologis menggunakan metode difusi. Hasil uji fitokimia buah cabai rawit mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, steroid, dan triterpenoid. Berdasarkan hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa ekstrak buah cabai rawit sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus (P=0,000). Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan rata-rata diameter zona hambat antara akuades (0,00 mm), ekstrak cabai rawit hijau (24,58 mm), ekstrak cabai rawit merah (22,08 mm), dan ekstrak kombinasi (26,18 mm) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah cabai rawit mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. 
Diabetes mellitus: penggunaan hewan model untuk penelitian Saslina Fitri
Jurnal Bioleuser Vol 3, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v3i2.18824

Abstract

Hewan model telah memberikan kontribusi yang sangat besar pada studi diabetes mellitus, penyakit metabolik dengan homeostasis glukosa yang abnormal, karena beberapa cacat pada sekresi atau aksi insulin. Mereka memberi para peneliti kesempatan untuk mengontrol in vivo faktor genetik dan lingkungan yang dapat mempengaruhi perkembangan penyakit dan pembentukan komplikasinya, dan dengan demikian mendapatkan informasi baru tentang penanganan dan pengobatannya pada manusia. Sebagian besar eksperimen dilakukan pada hewan pengerat, meskipun spesies lain dengan karakteristik biologis mirip manusia juga digunakan. Hewan model mengembangkan diabetes baik secara spontan atau dengan menggunakan teknik kimiawi, bedah, genetik atau lainnya, dan menggambarkan banyak fitur klinis atau fenotipe terkait dari penyakit tersebut. Dalam ulasan ini, gambaran umum dari hewan model yang paling umum digunakan dari diabetes disediakan, mekanisme patofisiologis dan molekuler yang luas yang terkait dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2, dan membahas kegunaan dan kontribusinya dalam bidang penelitian diabetes
Uji aktivitas Madu Seulawah sebagai antibakteri dalam menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 Fadhil Malik; Suryawati Suryawati; Wilda Mahdani; Hijra Novia Suardi
Jurnal Bioleuser VOL 3, NO 1 (2019): April 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v0i0.18809

Abstract

Pseudomonas aeruginosa memiliki berbagai faktor virulensi yang berfungsi untuk menghindar dari sistem pertahanan tubuh manusia, membentuk koloni dan menimbulkan penyakit infeksi. Pseudomonas aeruginosa termasuk patogen yang sulit diobati. Resistensinya terhadap beberapa antibiotik seringkali menyebabkan kegagalan pengobatan sehingga sering dikaitkan dengan penyebab utama kematian. Pengobatan dari bahan alam dinilai memiliki efek samping yang minimal dibandingkan dengan obat yang berasal dari bahan kimia. Salah satu bahan alami yang memiliki kandungan sebagai antibakteri ialah madu. Untuk mengetahui aktivitas antibakteri madu Seulawah terhadap pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa digunakan metode difusi cakram. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap yang terdiri dari enam kelompok perlakuan dan empat kali pengulangan. Kelompok perlakuan menggunakan akuades sebagai kontrol negatif, seftazidim 30µg sebagai kontrol positif, dan madu Seulawah dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis komparasi. Hasil penelitian ini menunjukkan madu Seulawah dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% memiliki rata-rata daya hambat pada masing-masing konsentrasi sebesar 6,89 mm, 7,23 mm, 7,45 mm, dan 7,54 mm. Berdasarkan kriteria Morales, daya hambat madu Seulawah terhadap pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa tergolong hambatan yang lemah. Uji statistik menunjukkan mean rank pada konsentrasi 75% dan 100% memiliki kesamaan ranking sehingga tidak ada konsentrasi optimum madu Seulawah yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa.
Perilaku Masyarakat Terhadap Akses Jamban Sehat Di Desa Silolo Kabupaten Aceh Selatan Kiswanto Kiswanto; Rahmayana Rahmayana
Jurnal Bioleuser Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v5i2.25762

Abstract

Perilaku buang air besar (BAB) di sembarangan  tempat  tidak memamfaatkan jambannya melainkan lebih memilih buang air besar di tempat-tempat terbuka seperti di sungai,semak-semak dan kebun merupakan kebiasaan masyarakat yang sangat sulit di ubah dan banyak ditiru oleh masyarakat disekitarnya.menurut  Andreas (2014) kepala keluarga memiliki peranan yang penting dalam merubah sikap dan prilaku individu dalam sebuah  keluarga karena kepala keluarga juga merupakan anggota dari kelompok sosial yang  penting dan diakui keberadaanya. Penduduk yang memiliki akses sanitasi yang layak di Kabupaten Aceh Selatan  tahun 2020 adalah sebanyak 37,985 dengan persentase 62,9% (Dinkes Aceh Selatan,2020). Dari data puskesmas Ladang Tuha tahun 2020 menunjukkan, desa Silolo merupakan salah satu desa yang masih banyak masyarakatnya buang air besar sembarangan  dikarenakan letak desa tersebut dipedalaman dekat dengan aliran sungai dan juga pengetahuannya pun masih minim  dari data resebut diperoleh jumlah masyarakat yang buang air besae sembarangan  yaitu sebanyak 251 kepala keluarga atau setara dengan 72%.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analitik.Penelitian ini dilakukan dipemukiman kelurahan desa silolo kecamatan pasie raja kabupaten aceh selatan.desa ini dipilih karena letaknya jauh dipedalaman dan dekat dengan pinggiran sungai sebagai sumber air masyarakat didesa tersebut. kesimpulan dari 50  populasi dan sample  bahwa  sangat banyak masyarakat di Desa tersebut yang masih BAB sembarangan (OD) sebanyak 58 % ,yang  memiliki jamban sehat permanen ( JSP) sebanyak   38%,dan yang  BAB menumpang di tempat lain  (sharing) sebanyak 4%.
Uji Efektivitas Ekstrak Rimpang Alang-alang (Imperata cylindria (L.) P. Beauv) sebagai Bahan Imunostimulator Rosnizar Rosnizar; S.R.Y. Nanza; Kartini Eriani
Jurnal Bioleuser Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v5i2.25763

Abstract

Beberapa penelitian telah melaporkan tentang potensi rimpang alang-alang [Imperata cylindria (L.) P. Beauv] sebagai anti-inflamasi, anti oksidan dan berpotensi sebagai imunostimulator yang dapat meningkatkan jumlah sel leukosit total, sel limfosit dan bobot limpa relatif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan ekstrak rimpang alang-alang sebagai imunostimulator pada mencit jantan galur Balb/C yang diinfeksi dengan bakteri Staphylococcus aureus. Rancangan yang diterapkan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 kali ulangan, yaitu perlakuan kontrol negatif (P0), kontrol positif (P1), dosis ekstrak 750 mg/KgBB (P2), 500 mg/kgBB (P3) dan 250 mg/KgBB (P4). Parameter yang diamati adalah penghitungan kapasitas dan aktivitas fagositosis sel makrofag. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak rimpang alang-alang pada dosis 750 dan 500 mg/KgBB dapat meningkatkan kapasitas dan aktivitas fagositosis makrofag peritoneal mencit secara signifikan dibandingkan dengan ekstrak dosis 250 mg/KgBB. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak rimpang alang-alang mempunyai efek imunostimulator.
Gambaran Faktor Lingkungan Dan Perilaku Dengan Kejadian Malaria Di Desa Paya Ateuk Kecamatan Pasie Raja Aceh Selatan Nora Novita; Kiswanto Kiswanto
Jurnal Bioleuser Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v5i2.25764

Abstract

Malaria adalah penyakit menular yang di sebabkan plasmodium, yaitu makhluk hidup bersel satu yang termasuk ke dalam kelompok protozoa. faktor yang menunjang vektor nyamuk Anopheles bisa tetap bertahan karena penyesuaian terhadap lingkungan yang ada sehingga faktor yang utama adalah lingkungan, kemudian individu,Perilaku manusia yang berhubungandengan penyakit malaria dapat dijelaskan berdasarkan cara hidup. Cara hidup manusia berpengaruh terhadap penularan penyakitmalaria, sebagai contoh bahwa kebiasaan tidak memakai anti nyamuk.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana Gambaran dari Fakor Lingkungan dan Perilaku dengan Kejadian Malaria di Desa Paya Ateuk Kecamatan Pasie Raja Kabupaten Aceh Selatan.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian Deskriptif dan menggunakan kuesioner pengumpulan serta pengambilan data tanpa adanya perlakuan terhadap subyek penelitian, Penelitian ini menggunakan Metode Studi Kasus. Hasil : Dari 50 orang responden yang menggunakan kelambu pada malam hari  sekitar (52 %), Dan  yang tidak menggunakan kelambu pada malam hari (48 %)yang memakai anti nyamuk sekitar(16%). Dan yang tidak memakai ada (84%), yang keluar rumah pada malam hari 94%), dan yang tidak (6%), persentase masyarakat memakai baju ketika malam hari (94%). Dan yang tidak memakai (6%). atas sekitar ( 75 %) di rumah reponden terdapat genangan air dan tidak ada genangan (26%).selokan atau parit mengalir dengan lancar( 60%) dan tidak mengalir dengan lancar (40%).Kesimpulan:Gambaran dari faktor lingkungan dan perilku dengan kejadian malaria didesa paya Ateuk adalah perilaku tidak memakai obat nyamuk, keluar pada malam hari dan pemakaian kelambu.dan dari faktor lingkungannya adalah keberadaan genangan air hari berpotensi perkembangbiakan nyamuk hal ini menunjukkan lingkungan dan perilaku sangat berpotensi menularkan penyakit malaria.
Jenis-jenis Burung yang Mengunjungi Pohon Tanjung Mimusops elengi L. di Kampus Universitas Syiah Kuala Aida Fithri; Widya Sari; Fas Nurussalami Abdullah
Jurnal Bioleuser Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v5i2.25760

Abstract

birdwatching. Namun belum diketahui distribusi jenis-jenis burung yang mengunjungi tumbuhan yang ada di kawasan ini.  Oleh karena itu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui jenis burung pengunjung tumbuhan tanjung Mimusops elengi L. yang banyak ditanam di kawasan kampus Universitas Syiah Kuala (USK). Hasil penelitian menunjukkan tercatat 10 jenis burung yang mengunjungi pohon tanjung yaitu Nectarinia jugularis, Pycnonotus aurigaster, Lonchura punctulata, Orthotomus ruficeps, Dicaeum cruentatum, Aegithina tiphia, Anthreptes simplex, Passer montanus, Aplonis panayensis dan Geopelia striata.
Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etanol Kulit Buah Duku (Lansium domesticum Corr.) dan Fraksi-fraksinya dengan Metode Brine Shrimp Lethality test (BSLT) Nurul Hidayah; Ricca Sari
Jurnal Bioleuser Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v5i2.25765

Abstract

Kulit buah duku (Lansium domesticum Corr.) memiliki kandungan utama triterpenoid yang memiliki aktivitas sitotoksik. Namun penelusuran golongan senyawa yang berpengaruh terhadap jaringan belum diketahui secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis metabolit sekunder, dan menentukan nilai LC50 dari ekstrak etanol dan fraksi-fraksi kulit buah duku terhadap larva udang Artemia salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% kemudian difraksinasi dengan n-heksan dan etil asetat. Masing-masing sediaan uji yaitu ekstrak etanol, fraksi n-heksan, etil asetat dan fraksi sisa dibuat konsentrasi ekstrak 1000 µg/ml, 500 µg/ml, 200 µg/ml, dan 100 µg/ml. Tiap konsentrasi dimasukkan ke dalam vial yang telah dikalibrasi 10 ml dan ditambahkan 10 ekor larva Artemia salina Leach. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah larva yang mati setelah 24 jam pemberian ekstrak. Hasil analisis probit ekstrak etanol kulit buah duku dan fraksi memiliki nilai LC501000µg/ml yaitu 538,88 ppm untuk esktrak etanol, fraksi n-heksan sebesar 189,36 ppm, fraksi etil asetat sebesar 334,50 ppm dan fraksi sisa sebesar 223,46 ppm. Nilai LC50 menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi-fraksi kulit buah duku mempunyai potensi sebagai sitotoksik.