cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU PERTANIAN
ISSN : 08521077     EISSN : 24427306     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Teknik Budidaya Melon Hidroponik dengan Sistem Irigasi Tetes (Drip Irrigation) Silvia Nora; Mukhlis Yahya; Merlyn Mariana; Herawaty Herawaty; Elrisa Ramadhani
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 23, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i1.5654

Abstract

Budidaya Melon secara hidroponik dengan sistem irigasi tetes memiliki keunggulan dalam  efesiensi pemakaian air dan pemeliharaan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui media yang paling baik pada teknik budidaya melon (Cucumis melo L.) hidroponik secara Drip Irrigation, mengetahui varietas melon terbaik dan mengetahui interaksi media dan varietas melon secara hidroponik dengan sistem Drip Irrigation. Penelitian dilaksanakan di Green house kampus Politeknik Pembangunan Pertanian Medan pada bulan Septemberq sd Desember 2018. Metoda penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 4 (empat)  blok dan 3 (tiga) ulangan yang terdiri dari 2 faktor  yaitu, Faktor I : Jenis media tanam (M) dengan 4 taraf, yaitu : M1 = Arang Sekam padi, M2  = Arang Sekam padi + pasir (1 :1) , M3 = Serbuk Sabut kelapa (Cocopeat), M4 = Cocopeat + arang sekam padi (1 :1) dan M5 = Cocopeat + pasir (1 :1). Faktor II : Varietas melon dengan 2 taraf, yaitu : V1 = Madesta dan V2 = Gracia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada minggu ke-4 MSPT Tinggi tanaman pada varietas Madesta lebih tinggi yaitu 148,34 cm dibandingkan varietas Gracia yaitu 105,43 cm. Tanaman melon yang menggunakan media pasir dan cocopeat memiliki jumlah daun yang lebih banyak jika dibandingkan media lainnya dan tidak terdapat pengaruh interaksi antara Media dan varietas Melon yang digunakan terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga  dan diameter buah
Pertumbuhan In Vitro Tribulus terrestris dengan Perlakuan Indole Butyric Acid (IBA) dan Benzyl Amino Purine (BAP). Samanhudi Samanhudi; Bambang Pujiasmanto; Ahmad Yunus; Nurkholis Majid
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 24, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i2.6916

Abstract

Tribulus terrestris merupakan salah satu tanaman obat yang mempunyai beragam manfaat antara lain sebagai diuretik (peluruh kencing), meningkatkan kadar hormon testoteron, memulihkan vitalitas dan menambah kebugaran. Hambatan dari budidaya tanaman ini secara konvensional adalah relatif rendahnya persentase daya kecambah, bentuk bijinya yang kecil dan budidaya yang tergantung pada musim tertentu. Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji secara in vitro merupakan solusi yang dapat digunakan untuk memperbanyak tanaman ini. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan in vitro T. terrestris dengan perlakuan IBA dan BAP. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi IBA dan faktor kedua adalah konsentrasi BAP. Analisis data dilakukan dengan uji DMRT dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi pemberian IBA 1 ppm + BAP 1 ppm menghasilkan tinggi tunas tertinggi dan jumlah akar terbanyak, interaksi pemberian IBA 1 ppm + BAP 1 ppm dan IBA 1,5 ppm + BAP 2 ppm menginduksi saat muncul akar tercepat. Pemberian IBA secara tunggal tidak mempengaruhi pertumbuhan eksplan T. terrestris, pemberian IBA 0,5 ppm dikombinasikan dengan BAP 2 ppm dapat menginduksi panjang akar terpanjang. Pemberian BAP 1 ppm dapat menginduksi saat muncul tunas tercepat, saat muncul daun tercepat dan jumlah daun terbanyak.
Pengaruh Aplikasi Beberapa Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah dengan Teknologi Akuaponik Maimunah Siregar
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 23, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i1.5659

Abstract

Teknologi akuaponik ini dapat menjadi langkah awal yang logis menuju kemandirian pangan keluarga dan bahkan bangsa Indonesia. Teknologi akuaponik merupakan teknologi budidaya tanaman dan ikan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi beberapa media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah dengan teknologi akuaponik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non Faktorial dimana faktor yang digunakan adalah media tanam yang terdiri dari 4 faktor yaitu: tankos, arang sekam cocopeat dan kombinasi ketiganya. Parameter yang diamati yaitu panjang daun (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan (anakan), jumlah umbi (umbi), diameter umbi (mm), bobot basah (g) dan bobot kering (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam ada yang berpengaruh nyata terhadap parameter yang diamati seperti panjang daun, jumlah daun, jumlah umbi, bobot basah dan bobot kering umbi dan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah anakan dan diametr umbi. Aplikasi media tanam terbaik pada penelitian ini adalah kombinasi perlakuan untuk teknologi akuaponik pada tanaman bawang merah.
Uji Potensi Pemberian Bahan Organik dan Pupuk Hayati terhadap Osmoregulasi Karet di Tanah Cekaman Kekeringan. Santa Maria Lumbantoruan; Asmarlaily Sahar
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 24, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i2.6912

Abstract

Cekaman kekeringan merupakan kendala pemanfaatan tanah marginal yang harus mendapat pengelolaan yang tepat, agar tanah marginal dapat dimanfaatkan untuk lahan perkebunan dengan optimal. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalah tanah marginal adalah dengan memanfaatkan limbah tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan organik dan pupuk hayati. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menguji kemampuan bahan organik tandan kosong kelapa sawit dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan karet di tanah cekaman kekeringan. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara selama 6 bulan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok faktorial (RAK) dengan dua faktor. Faktor yang pertama adalah Mikoriza dengan 4 jenis perlakuan yaitu M0 = kontrol, M1 = Glomus, M2= Acaulospora, M3= Glomus+Acaulospora faktor kedua bahan organik Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dengan 4 dosis perlakuan yaitu T0= 0 g/polybag, T1= 300 g/polybag, T2 = 600 g/polybag, T3 =900 g/polybag. Parameter yang diamati adalah potensial air daun, tekanan osmotik, tekanan turgor. Hasil penelitian menunjukkan interaksi perlakuan TKKS dan mikoriza dapat meningkatkan potensial air daun dan tekanan turgor yang diperoleh pada perlakuan TKKS 300 gr + Acaulospora. Pemberian Tandan Kosong Kelapa Sawit 300 g/ tanaman dapat meningkatkan potensial air daun dan tekanan turgor. Pemberian TKKS 600 gr/tanaman mampu menurunkan rata-rata tekanan osmotik daun. Pemberian mikoriza secara tunggal belum dapat meningkatkan rerata di semua perlakuan.
Pengaruh Accelerated Aging Methods (AAM) dan Lama Inkubasi Menggunakan Larutan KNO3 terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kedelai Dewi Junita; Syamsuddin Syamsuddin
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 23, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i1.5655

Abstract

Metode pengusangan dipercepat dapat digunakan untuk menganalisis kualitas benih selama masa penyimpanan sehingga dapat menilai potensi kemampuan tumbuh benih setelah masa penyimpanan, selain itu perlakuan priming sebelum perkecambahan dapat dilakukan untuk meningkatkan perkecambahan benih terutama benih yang telah mengalami kemunduran selama masa simpan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh dari Aclereted aging method dan lama nya inkubasi menggunakan larutan KNO3 terhadap viabilitas dan vigor benih kedelai varietas Gema yang dilakukan di Laboratorium Teknologi Benih Universtas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan petak terpisah pola RAL dengan perlakuan AAM (Kontrol dan perlakuan AAM) sebagai petak utama dan Lamanya inkubasi (1 jam, 2 4 jam, 8 jam) sebagai anak petak. Parameter yang diamati adalah daya berkecambah, indeks vigor, T50 dan Kecepatan tumbuh relative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan aclereted aging methods (AAM) dengan suhu 400C kelembaban 100% selama 2 hari menyebabkan kemunduran kualitas benih kedelai yang ditunjukkan melalui parameter T50. Benih yang diberi perlakuan inkubasi dengan larutan KNO3 dan diberi perlakuan AAM menunjukkan respon yang negatif terhadap vigor benih kedelai
Kombinasi Media Tanam dan Dosis Urea pada Pertumbuhan Bayam Putih (Amarathus tricolor) Nico Syahputra Sebayang; Husainah Yusuf; Cutniati Cutniati
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 24, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i2.6917

Abstract

Dengan berkurangnya lahan pertanian yang produktif, maka dibutuhkan inovasi untuk penggunaan media tanam, sehingga dapat meminimalisir penggunaan tanah sebagai media tanam.Salah satunya adalah arang sekam. Arang sekam mudah didapatkan dan cukup melimpah.Riset ini memiliki maksud untuk melihat kombinasi media tanam dan dosis urea pada pertumbuhan bayam putih (Amarathus tricolor). Penelitian ini dilakukan di Desa Ujung Barat Kecamatan Babussalam, pada November sampai Desember 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok, dengan 6 perlakuan (Jenis Media Tanam : Sekam Padi, arang sekam 15 menit, arang sekam 30 menit, dan Dosis pupuk Urea: 10g/plot,15g/plot, 20g/plot) dengan 3 ulangan. Tes lanjutan yang digunakan adalah Beda Nyata Jujur (BNJ). Parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Hasil observasi menunjukkan bahwa perlakuan jenis media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 2, 3 dan MST, diameter batang umur 2 MST dan jumlah daun pada seluruh umur pengamatan. Pemberian pupuk Urea berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun umur 2 dan 3 MST, dan diameter batang umur 1, 2 dan 3 MST. Pada interaksi perlakuan jenis media tanam dan pemberian pupuk Urea hanya berpengaruh nyata pada jumlah daun umur 3 MST dan diameter batang umur 3 dan 4 MST. Secara umum, penelitian ini kami simpulkan bahwa interaksi atau kombinasi antara perlakuan yang terbaik adalah pada perlakuan media sekam padi dan dosis urea 20 g (U1S3) pada setiap parameter.
Peningkatan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat Akibat Aplikasi Kompos dan Pupuk Organik Cair. Devi Andriani Luta
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 23, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i1.5660

Abstract

Perbaikan pembudidayaan tomat pada media polybag melalui aplikasi kompos dan pupuk organik cair perlu diperhatikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tomat pada media polybag. Kompos dan pupuk organir cair memiliki unsur hara yang dibtuhkan tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi kompos dan pupuk organik cair dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan pada areal di Binjai Sumatera Utara pada bulan Mei - Juli 2020. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 3 blok. Faktor K (kompos) dan Faktor C (pupuk organik cair). Aplikasi kompos yang terbaik  K1 ( 25% kompos + 75% top soil) pada media polybag. Aplikasi kompos memberikan  pengaruh yang nyata pada penelitian ini dibandingkan tanpa aplikasi kompos.
Preferensi Pakan Stadia Larva Ulat Api (Setothosea asigna) terhadap Daun Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Antonius Mula Jaya Simbolon; Julaili Irni; Bayu Pratomo
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 23, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i1.5650

Abstract

Peranan serangga sebagai hama menyebabkan kerugian bagi tanaman budidaya dan manusia. Terutama Setothosea asigna sebagai ulat pemakan daun tanaman kelapa sawit, sehingga pengendalian hama ini penting dilakukan, namun pedoman pengendalian yang selama ini di gunakan hanya berlandaskan pada jumlah larva di batas ambang ekonomi tanpa memperhatikan tipe instar larva Setothosea asigna yang menyerang tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi pakan stadia larva Setothosea asigna terhadap daun tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Penelitian dilakukan di lahan percobaan Emplasmen PTPN IV unit laras. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu experimental design dan teknik observasi untuk pengambilan objek penelitian. Perlakuan dalam penelitian adalah memberikan pakan daun tanaman kelapa sawit dengan 2 waktu yaitu pukul 07:00 WIB dan pukul 19:00 WIB. Hasil pengamatan menunjukkan tingkat konsumsi paling tinggi di pagi hari dan malam hari terdapat pada instar 7 larva S. asigna, dan hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa, tipe instar berbanding lurus dan berpengaruh secara langsung (positif) terhadap jumlah pakan. Preferensi pakan stadia larva Setothosea asigna terhadap daun tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) lebih aktif pada malam hari serta tingkat konsumsi pakan yang paling tinggi baik pagi ataupun malam hari terdapat pada instar 7 dan hubungan antara instar stadia larva Setothosea asigna terhadap jumlah pakan daun tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) baik pada pagi hari ataupun malam hari yaitu berbanding lurus dan berpengaruh secara langsung.
Karakter Morfologi dan Hasil Sorgum Manis (Sorghum bicolor (L.) Moench) yang Diberi Palm Oil Mill Effluent dan KCl di Lahan Konversi Kelapa Sawit. Dafni Mawar Tarigan; Ifanda Ismuhadi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 24, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i2.6913

Abstract

Sorgum merupakan salah satu tanaman yang dapat memberikan banyak manfaat diantaranya dari biji menghasilkan tepung sebagai pengganti gandum, dari batang dapat menghasilkan gula dan hijauan pakan ternak. Berdasarkan rata-rata hasil nasional produktivitas sorgum masih rendah yaitu 2,68 ton ha-1 dengan potensi hasil yang seharusnya mencapai 5-7 ton ha-1, maka perlu dilakukan upaya peningkatan hasil. Upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penerapan teknologi budidaya dengan menggunakan pemupukan antara lain pupuk kalium dan pupuk organik Palm Oil Mill Effluent (POME). Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang menggunakan POME dengan 4 taraf yaitu P0 = Tanpa Perlakuan (kontrol), P1 = 200 ml + 800 ml air, P2 = 300 ml + 700 ml air, P3 = 400 ml + 600 ml air dan pemberian kalium dengan 4 taraf yaitu K0 = Tanpa Perlakuan (kontrol), K1 = 10 g/plot, K2 = 20 g/plot, K3 = 30 g/plot. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis of varians (ANOVA ? = 5%) yang dilanjutkan dengan uji beda rataan menurut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian POME yang berbeda dosis hanya menunjukkan perbedaan yang nyata pada jumlah daun sedangkan pemberian kalium klorida yang berbeda dosis mempengaruhi secara nyata karakter panjang malai, bobot biji per sampel dan bobot biji per plot. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ada dosis terbaik perlakuan pupuk kalium klorida yang lebih menunjukkan pengaruh terhadap hasil tanaman sorgum.
Induksi Kalus Tanaman Paitan (Thitonia diversifolia) pada Beberapa Konsentrasi 2.4 D Ariani Syahfiri Harahap
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 23, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i1.5656

Abstract

Tithonia diversifolia merupakan nama latin dari tanaman daun insulin atau daun paitan. Salah satu manfaat daun insulin untuk mengatasi diabetes.  untuk mengetahui pengaruh beberapa konsentrasi 2,4-D terhadap induksi kalus tanaman paitan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Laboratorium Kebun Percobaan dan Peternakan Universitas Pembangunan Panca Budi Medan yang dimulai pada bulan Agustus sampai dengan Desember 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Nonfaktorial dengan perlakuan 2.4 D yaitu D0 (0 mg/l), D1 (0,5 mg/l), D2 (1 mg/l), dan D3 (1,5 mg/l) sebanyak 4 ulangan dengan 2 eksplan setiap botol sehingga terdapat 32 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah persentase terbentuknya kalus, waktu induksi kalus, tekstur kalus dan warna kalus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 2,4 D berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Pemberian zat pengatur tumbuh 2,4 D belum dapat menginduksi kalus tanaman paitan dengan baik.