cover
Contact Name
Nur Hidayah
Contact Email
iqtishad@uinjkt.ac.id
Phone
+62217401925
Journal Mail Official
iqtishad@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Faculty of Shariah and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Ir. H. Juanda 95, Ciputat, South Tangerang, Banten-15412
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics)
ISSN : 2087135X     EISSN : 24078654     DOI : 10.15408/aiq.v14i1.
This journal focused on Islamic law on economics and finance studies and present developments through the publication of articles. Specifically, the journal will deal with topics, including but not limited to Islamic law on Islamic Banking, Islamic Marketing, Islamic Human Resources, Islamic Finance, Zakah, Waqf, Poverty Alleviation, Islamic Public Finance, Monetary Economics, Economic Development, Maqasid al-Shariah, Institutional Economics, Islamic management, Behavioural Economics and Finance, Corporate Governance, Risk Management, Shariah issues, Financial Engineering, Securitization and Sukuk, Islamic Capital Markets, Insurance and Takaful, Regulatory Issues, Corporate Social Responsibility in Islam and other topics which related to this area. The journal is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 707 Documents
The Impact Distribution of Zakat in Alleviating Poverty During COVID-19 Pandemic: Evidence From Indonesia Arbi, Dion Saputra; Satyadharma, Jonathan Farez; Hidayat, Ihsan
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i1.35678

Abstract

Zakat is one of the Islamic socio-economic instruments to improve the welfare of Muslim communities by reducing poverty levels. Between 2020-2022, when the COVID-19 pandemic hit Indonesia, zakat management institutions succeeded in getting 1,145,636 people out of poverty, thereby increasing the achievements of mustahik to muzakki by augmenting individual and household sources of income from zakat recipients. This study uses the CIBEST analysis tool and the BAZNAS Welfare Index (IKB) to measure the impact of zakat distribution by BAZNAS on poverty alleviation during the COVID-19 pandemic in Indonesia. The results of this study indicate that zakat distribution can alleviate the poverty of the Indonesian population by 4.14 percent during the COVID-19 pandemic.Thus, the distribution of zakat funds during the pandemic era significantly reduced Indonesia’s poverty. Abstrak:Zakat merupakan salah satu instrumen sosial-ekonomi Islam yang  meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muslim dengan menurunkan tingkat  kemiskinan. Sepanjang tahun 2020-2022, pada masa pandemi COVID-19  melanda Indonesia, Badan Zakat Nasional (BAZNAS) sukses mengentaskan  sebanyak 1.145.636 orang keluar dari kemiskinan sehingga meningkatkan pencapaian  kemampuan dari mustahik menjadi muzaki dengan menambah sumber pendapatan  individu dan rumah tangga dari penerima zakat. Penelitian ini menggunakan  analisis alat CIBEST dan Indeks Kesejahteraan BAZNAS (IKB) untuk mengukur  dampak dari pendistribusian zakat oleh BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan  sepanjang pandemi COVID-19 di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan  penyaluran zakat dapat menurunkan tingkat kemiskinan Indonesia sebesar 4,14  persen sepanjang pandemi COVID-19. Dengan demikian, pendistribusian dana zakat  pada masa pandemi COVID-19 secara signifikan mampu mengurangi tingkat  kemiskinan di Indonesia.
The Nexus Between Islamic Human Development Index (I-HDI), Islamic Social Finance, Governance, and Poverty: A Case Study in ASEAN Utami, Fadia; Santosa, Purbayu Budi
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i1.36710

Abstract

Faktor kemiskinan bersifat multidimensi. Meskipun negara-negara ASEAN merupakan negara ekonomi Islam global terbaik, instrumen syariah belum dimanfaatkan dengan baik untuk mengatasinya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan instrumen sosial ekonomi syariah dan konvensional dengan menganalisis hubungan antara Indeks Pembangunan Manusia Islam (I-HDI), keuangan sosial Islam, dan enam indikator tata kelola terhadap kemiskinan. Data sebanyak 540 panel dari tahun 2007 hingga 2021 diambil dengan metode purposive sampling dan diuji dengan Fixed Effect Model. Penelitian ini menunjukkan bahwa I-HDI, filantropi Islam, akuntabilitas suara, dan pengendalian korupsi berpengaruh signifikan terhadap penanggulangan kemiskinan. Penelitian ini mengimplikasikan pemerintah di ASEAN untuk menggunakan I-HDI sebagai tolok ukur pembangunan manusia, memaksimalkan filantropi Islam untuk produktivitas, meningkatkan partisipasi publik, dan mengendalikan korupsi untuk kemiskinan anggota. Abstrak:Kemiskinan berasal dari faktor multidimensi. Meskipun negara di ASEAN merupakan negara dengan ekonomi Islam terbesar di dunia, instrumen syariah belum dimanfaatkan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan instrumen sosial-ekonomi syariah dan konvensional dengan menganalisis hubungan antara Indeks Pembangunan Manusia Islam (I-HDI), keuangan sosial Islam, dan 6 indikator tata kelola pemerintahan terhadap kemiskinan. Data yang digunakan merupakan 540 data panel dari tahun 2007-2021 melalui metode purposive sampling dan diuji dengan Fixed Effect Model. Penelitian ini menunjukkan bahwa I-HDI, filantropi Islam, suara akuntabilitas, dan pengendalian korupsi berpengaruh signifikan terhadap pengurangan kemiskinan. Studi ini mengisyaratkan pemerintah di ASEAN untuk menggunakan I-HDI sebagai tolok ukur pembangunan manusia, memaksimalkan filantropi Islam untuk produktivitas, meningkatkan partisipasi publik, dan mengendalikan korupsi untuk mengentaskan kemiskinan.
An Effort to Increase Zakat Awareness: The Role of Public Figures Zaenal, Muhammad Hasbi; Susianti, Meis Winih; Ikhwan, Ihsanul; Adiningshih, Siti Maulida
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i1.39202

Abstract

This research aims to analyze the influence of public figures on the intention to pay zakat. The variables adopted in this research are variables related to the characteristics of public figures: trustworthiness, attractiveness, and expertise. This study succeeded in collecting primary data from 216 respondents which were then analyzed using the Structural Equation Modeling (SEM) method. This research shows that the variables trustworthiness, attractiveness, and expertise positively and significantly influence the intention to pay zakat. Based on the results, zakat institutions are expected to select reliable public figures who can be trusted by the community, have an appeal to the community, and have a good understanding and competence about zakat.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh public figures terhadap intensi membayar zakat. Variabel yang diadopsi dalam penelitian ini merupakan variabel yang terkait dengan karakteristik public figures yakni variabel trustworthiness, attractiveness, dan expertise. Studi ini berhasil mengumpulkan data primer dari 216 responden yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel trustworthiness, attractiveness, dan expertise secara positif signifikan memengaruhi intensi membayar zakat. Berdasarkan hasil penelitian ini, badan/lembaga zakat diharapkan dapat memilih public figures yang dapat diandalkan serta dapat dipercaya oleh masyarakat, memiliki daya tarik bagi masyarakat, serta memiliki pemahaman dan kompetensi yang baik tentang zakat.
Legal Positivism and Fiqh Muamalah Paradigm’s on Indonesian Sharia Fintech Legal Framework Saifullah, Saifullah; Al Munawar, Faishal Agil; Bahagiati, Kurniasih; Supriyadi, Aditya Prastian
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i1.39237

Abstract

Sharia Financial Technology in Indonesia is regulated in OJK Regulation No. 10/POJK.05/2022 Concerning Information Technology-Based Joint Funding Services. According to researchers, enacting these regulations still needs improvement because they are disproportionate to the basic rules for implementing Sharia Fintech in Indonesia. A Fiqh Muamalah study needs to be conducted to reconstruct these rules into proportional rules. This research uses normative legal research methods. This research uses a statutory regulatory approach related to Fintech and DSN MUI Fatwa, as well as the Fiqh Muamalah conceptual approach. The results show that based on the Fiqh Muamalah indicator, OJK Regulation No. 10/POJK.05/2022 still needs to be in harmony with Fiqh Muamalah. The OJK Regulations have no concrete rules regarding what contracts can be used for Sharia Fintech schemes.  Abstrak:Financial Technology Syariah di Indonesia saat ini diatur dalam Peraturan OJK No. 10/POJK.05/2022 Tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi. Keberlakuan Peraturan tersebut masih perlu di perbaiki karena tidak proporsional sebagai aturan dasar penyelenggaraan. Perlu ada kajian Fikih Muamalah untuk Merekonstruksi aturan tersebut menjadi aturan yang proporsional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Pendekatan penelitian menggunakan Pendekatan Peraturan Perundang-undangan yang terkait dengan Fintech dan Fatwa DSN MUI, serta pendekatan Konseptual Fikih Muamalah. Hasil Penelitian menunjukkan, berdasarkan indikator Fikih Muamalah, Peraturan OJK No. 10/POJK.05/2022 masih tidak harmonis dengan Fikih Muamalah. Dalam Peraturan OJK tidak ada aturan konkret mengenai akad apa yang dapat digunakan untuk skema Fintech Syariah.
Economics Valuation of Mangrove Forest in Supporting the Blue Economy and the Maqasid Al Sharia: A Case Study of Guraping Mangrove Forest, Sofifi, North Maluku Wongsokarto, Misdiarso; Setiawan, Achma Hendra
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i2.39308

Abstract

This research aims to evaluate the economic value of the Guraping mangrove forest in Sofifi, Indonesia, and its alignment with blue economy principles and Maqaṣid al-Sharia objectives. This research uses a mixed-methods approach, combining quantitative and qualitative methods. Data were collected through surveys using questionnaires from 100 tourists, interviews with key informants, observations, and literature reviews. The results of the valuation economy support the concept of the blue economy and Maqaṣid al-Sharia. Guraping's mangrove forests positively contribute to the blue economy with direct and indirect use values. Besides, this economic valuation is also relevant in achieving Maqaṣid al-Sharia goals that emphasize the conservation of nature and sustainable socio-economic well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai ekonomi hutan mangrove Guraping di Sofifi, Indonesia, serta kesesuaiannya dengan prinsip ekonomi biru dan tujuan Maqaṣid al-Sharia. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran, yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui survei dengan kuesioner kepada 100 wisatawan, wawancara dengan informan kunci, observasi, dan tinjauan pustaka. Hasil penilaian ekonomi mendukung konsep ekonomi biru dan Maqaṣid al-Sharia. Hutan mangrove Guraping memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi biru melalui nilai pemanfaatan langsung dan tidak langsung. Selain itu, penilaian ekonomi ini juga relevan untuk mencapai tujuan Maqaṣid al-Sharia yang menekankan konservasi alam dan kesejahteraan sosial-ekonomi yang berkelanjutan.
Boosting Islamic Banking Market Share in Indonesia: Prioritized Strategies Rulindo, Ronald; Hidayat, Sutan Emir; Rifqi, Muhammad; Istiqomah, Ratih
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i1.39338

Abstract

In Indonesia, despite having the necessary infrastructure, the Islamic banking sector holds only a 7% market share after 30 years. This study, utilizing the Analytic Hierarchy Process (AHP) with experts from various fields, aims to identify and prioritize strategies to enhance the market share of Islamic banking. The findings highlight three key strategies: first, enhancing regulatory support for Islamic banks; second, cultivating skilled human capital and advancing knowledge in Islamic finance; and third, improving Islamic economic literacy among stakeholders Abstrak:Di Indonesia, meski memiliki infrastruktur yang memadai, sektor  perbankan syariah hanya menguasai 7% pangsa pasar setelah 30 tahun.  Penelitian yang memanfaatkan Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan  para ahli dari berbagai bidang ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan  memprioritaskan strategi untuk meningkatkan pangsa pasar perbankan  syariah. Temuan ini menyoroti tiga strategi utama: pertama, meningkatkan  dukungan peraturan bagi bank syariah; kedua, menumbuhkan sumber daya  manusia yang cerdas dan memajukan ilmu pengetahuan di bidang keuangan  syariah; dan ketiga, meningkatkan literasi ekonomi syariah di kalangan  pemangku kepentingan.
Public Finance From The Perspective Of Contemporary Fiqh Al-Siyâsah Abdillah, Masykuri
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i1.39503

Abstract

. This article discusses public finance from the perspective of Islamic jurisprudence focusing on fiscal policy. Using the rules of ushul fiqh which emphasizes maqâshid al-syarî'ah as the main method in siyâsah syar'iyyah. This policy includes the function of managing sources of public income and their distribution or managing public spending as well as the function of financial stabilization. The study found that management of public revenues, such as zakat, waqf, infaq, sadaqah, in addition to jizyah, kharâj, ghanîmah, and fai' is currently not yet practiced, so ulama provides support for the development of a fair tax system and state efforts to manage natural resources sustainably as well as the development of accountable public services. The main priority in preparing the state budget is realizing people's welfare, poverty alleviation, and economic development.Abstrak:Artikel ini membahas keuangan negara atau keuangan publik (al-mâliyyah al-‘âmah) dalam perspektif fikih siyasah, dengan penekanan pada bahasan kebijakan fiskal (al-siyâsah al-mâliyyah). Sumber data atau informasi dalam pembahasan ini adalah Al-Quran, Hadits, dan pendapat ulama, yang dianalisis dengan menggunakan metode ushul fiqh yang menekankan pada maqâshid al-syarî’ah sebagai metode utama dalam siyâsah syar’iyyah. Sejak awal Islam telah memberikan    pedoman umum tentang keuangan publik, baik dalam bentuk kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter. Kebijakan fiskal ini meliputi fungsi alokasi atau pengelolaan sumber-sumber pendapatan publik (al-mawârid al-mâliyyah) dan fungsi distribusi atau pengelolaan belanja publik (al-infâq al-‘âm) serta fungsi stabilisasi keuangan (al-istiqrâr al-mâlî). Al-Quran dan Hadits telah menyebutkan beberapa bentuk pendapatan publik, yakni: zakat, wakaf, infak, sadaqah, di samping jizyah, kharâj, ghanîmah, dan fai’. Namun pada saat ini sebagian dari sumber-sumber pendapatan ini tidak lagi dipraktikkan. Sebagai gantinya, para ulama mendukung pengembangan sistem pajak secara adil dan usaha-usaha negara untuk mengolah sumber daya alam serta pengembangan pelayanan publik. Dalam penyusunan anggaran belanja negara (publik), prioritas utama adalah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan penanggulangan kemiskinan serta pertumbuhan dan pengembangan ekonomi.
Strengthening the Role of Sharia Banking in Financing Solar Power Plants to Support Sustainable Development in Indonesia Djauhari, Haikal; Al Arif, Muhammad Nur Rianto; Hosen, Muhamad Nadratuzzaman
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i2.39637

Abstract

The reluctance of Islamic banking to participate in financing solar power plants is primarily due to higher risk and lower economic value than fossil-based energy. This study proposes a risk management guidance and financing model to strengthen the role of Sharia Banking in financing solar power plants and support sustainable development in Indonesia. There is a significant gap in the study of risk management and the Syariah financing model for solar power plants. We used a qualitative method that involved expert consultations and literature studies to identify the risks of solar power plants. We also derived an equity-based Diminishing Musyarakah for the Sharia financing model. The study’s result is a risk management framework and a Sharia financing scheme for solar power plants. By using this framework Sharia banks can increase their participation in supporting sustainable development. Keengganan perbankan syariah untuk berpartisipasi dalam pembiayaan pembangkit listrik tenaga surya terutama disebabkan oleh risiko yang lebih tinggi dan nilai ekonomi yang lebih rendah daripada energi berbasis fosil. Studi ini mengusulkan sebuah panduan manajemen risiko dan model pembiayaan untuk memperkuat peran Perbankan Syariah dalam pembiayaan pembangkit listrik tenaga surya dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Terdapat kesenjangan yang signifikan dalam studi manajemen risiko dan model pembiayaan Syariah untuk pembangkit listrik tenaga surya. Kami menggunakan metode kualitatif yang melibatkan konsultasi dengan para ahli dan studi literatur untuk mengidentifikasi risiko pembangkit listrik tenaga surya. Kami juga menurunkan Musyarakah yang semakin berkurang berbasis ekuitas untuk model pembiayaan Syariah. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah kerangka kerja manajemen risiko dan skema pembiayaan Syariah untuk pembangkit listrik tenaga surya. Dengan menggunakan kerangka kerja ini, bank-bank Syariah dapat meningkatkan partisipasi mereka dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Sharia Compliance in the Online-Based Sharia Mutual Funds: Bibit Application Al Mujarodah, Sulasiah; A'dam, Syahrul
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i1.39658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik reksa dana syariah berbasis daring, Bibit. Aplikasi Bibit merupakan platform digital yang membuka peluang bagi umat Islam untuk berinvestasi di pasar modal berbasis syariah. Penelitian ini merupakan penelitian hukum doktrinal dengan berlandaskan pada berbagai fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yang mengatur akad dan transaksi syariah untuk menganalisis kepatuhan syariah pada aplikasi Bibit. Penelitian ini menemukan bahwa masih terdapat kesenjangan dalam kepatuhan syariah aplikasi Bibit, yang perlu diperbaiki. Beberapa kesenjangan tersebut antara lain penggunaan bank non-Islam sebagai bank kustodian, ketidaktahuan investor dalam penggunaan dananya, serta sistem yang masih didasarkan pada keuntungan bukan pada prinsip kemitraan.  Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik reksa dana Syariah berbasis online, Bibit. Aplikasi Bibit merupakan platform digital yang membuka peluang bagi umat Islam untuk berinvestasi di pasar modal berbasis Syariah. Penelitian ini merupakan penelitian hukum doktrinal, dengan mengandalkan berbagai fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yang mengatur tentang akad dan transaksi Syariah untuk menganalisis kepatuhan Syariah terhadap aplikasi Bibit. Studi ini menemukan bahwa masih terdapat kesenjangan dalam kepatuhan Syariah pada aplikasi Bibit, di mana perbaikan dapat dilakukan. Beberapa kesenjangan tersebut antara lain penggunaan bank non-Islam sebagai bank kustodian, ketidaktahuan investor akan penggunaan dana mereka, dan sistem yang masih berbasis pada keuntungan daripada prinsip kemitraan.
Effectiveness of Islamic Corporate Governance Mechanisms in Preventing Fraud: A Study of Islamic Commercial Banks in Indonesia, 2014-2023 Fadilah, Yulhita Nur; Nugraha, Nyata; Nurhayati, Ida
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i2.39706

Abstract

This study aims to analyze the influence of the Sharia Supervisory Board (SSB), Audit Committee (AUDIT), Board of Commissioners (BOARDSIZE), Independent Board of Commissioners (INBOARD), and External Audit Quality (AUDITQUALITY) on Preventing Fraud (FRAUD) at Islamic Commercial Banks in Indonesia for the 2014-2023 period. The population includes 13 Islamic Commercial Banks registered with the Financial Services Authority. Using purposive sampling, 7 banks were selected. This research uses secondary data. The data analysis model employs multiple linear regression with panel data and is processed using Eviews 13. The results show that SSB, AUDIT, BOARDSIZE, INBOARD, and AUDITQUALITY simultaneously significantly affect Preventing fraud. Partially, SSB, INBOARD, and AUDITQUALITY positively and significantly affect Preventing fraud, while AUDIT and BOARDSIZE have a negative and non-significant effect on Preventing fraud. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Dewan Pengawas Syariah (DPS), Komite Audit (AUDIT), Dewan Komisaris (BOARDSIZE), Dewan Komisaris Independen (INBOARD), dan Kualitas Audit Eksternal (AUDITQUALITY) terhadap Pencegahan Fraud (FRAUD) pada Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2014-2023. Populasi adalah 13 Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Sebanyak 7 bank terpilih secara purposive sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Model analisis data adalah regresi linier berganda dengan data panel dan diolah menggunakan Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPS, AUDIT, BOARDSIZE, INBOARD, dan AUDITQUALITY secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Pencegahan fraud. Secara parsial, DPS, INBOARD, dan AUDITQUALITY berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pencegahan fraud, sedangkan AUDIT dan BOARDSIZE berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Pencegahan fraud.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2025) Vol 17, No 1 (2025) Vol. 16 No. 2 (2024) Vol 16, No 2 (2024) Vol 16, No 1 (2024) Vol. 16 No. 1 (2024) Vol 15, No 2 (2023) Vol. 15 No. 2 (2023) Vol 15, No 1 (2023) Vol. 15 No. 1 (2023) Vol. 14 No. 2 (2022) Vol 14, No 2 (2022) Vol. 14 No. 1 (2022) Vol 14, No 1 (2022) Vol 13, No 2 (2021) Vol. 13 No. 2 (2021) Vol 13, No 1 (2021) Vol. 13 No. 1 (2021) Vol 12, No 2 (2020) Vol. 12 No. 2 (2020) Vol. 12 No. 1 (2020) Vol 12, No 1 (2020) Vol. 11 No. 2 (2019) Vol 11, No 2 (2019) Vol 11, No 1 (2019) Vol. 11 No. 1 (2019) Vol. 10 No. 2 (2018) Vol 10, No 2: July 2018 Vol. 10 No. 1 (2018) Vol 10, No 1: January 2018 Vol 9, No 2: July 2017 Vol. 9 No. 2 (2017) Vol. 9 No. 1 (2017) Vol 9, No 1: January 2017 Vol 8, No 2: July 2016 Vol. 8 No. 2 (2016) Vol. 8 No. 1 (2016) Vol 8, No 1: January 2016 Vol. 7 No. 2 (2015) Vol 7, No 2: July 2015 Vol 7, No 1: January 2015 Vol. 7 No. 1 (2015) Vol. 6 No. 2 (2014) Vol 6, No 2: July 2014 Vol. 6 No. 1 (2014) Vol 6, No 1: January 2014 Vol 5, No 2: July 2013 Vol. 5 No. 2 (2013) Vol 5, No 2: July 2013 Vol. 5 No. 1 (2013) Vol 5, No 1: January 2013 Vol 5, No 1: January 2013 Vol 4, No 2: July 2012 Vol. 4 No. 2 (2012) Vol 4, No 2: July 2012 Vol 4, No 1: January 2012 Vol 4, No 1: January 2012 Vol. 4 No. 1 (2012) Vol. 3 No. 2 (2011) Vol 3, No 2: July 2011 Vol 3, No 1: Januari 2011 Vol 3, No 1: Januari 2011 Vol. 3 No. 1 (2011) Vol 2, No 2: July 2010 Vol. 2 No. 2 (2010) Vol 2, No 1: January 2010 Vol. 2 No. 1 (2010) Vol 1, No 2: July 2009 Vol. 1 No. 2 (2009) Vol. 1 No. 1 (2009) Vol 1, No 1: January 2009 More Issue