cover
Contact Name
Nur Hidayah
Contact Email
iqtishad@uinjkt.ac.id
Phone
+62217401925
Journal Mail Official
iqtishad@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Faculty of Shariah and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Ir. H. Juanda 95, Ciputat, South Tangerang, Banten-15412
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics)
ISSN : 2087135X     EISSN : 24078654     DOI : 10.15408/aiq.v14i1.
This journal focused on Islamic law on economics and finance studies and present developments through the publication of articles. Specifically, the journal will deal with topics, including but not limited to Islamic law on Islamic Banking, Islamic Marketing, Islamic Human Resources, Islamic Finance, Zakah, Waqf, Poverty Alleviation, Islamic Public Finance, Monetary Economics, Economic Development, Maqasid al-Shariah, Institutional Economics, Islamic management, Behavioural Economics and Finance, Corporate Governance, Risk Management, Shariah issues, Financial Engineering, Securitization and Sukuk, Islamic Capital Markets, Insurance and Takaful, Regulatory Issues, Corporate Social Responsibility in Islam and other topics which related to this area. The journal is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 697 Documents
Strategy to Accelerate Halal Certification for MSEs in Indonesia: An Analytic Network Process Approach Widigdo, Aslam Mei Nur; Bayinah, Ai Nur
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v15i2.33941

Abstract

Abstract. The implementation of halal certification in Indonesia by Micro and Small Enterprises (MSEs) is still low, even though there are mandatory provisions according to Law no. 33 of 2014 and there is a free halal certification program(SEHATI). This study aims to analyze the problems faced by the micro and small business sectors in implementing halal certification and formulate strategies to accelerate the implementation of halal certification. The research used the ANP (Analytic Network Process) framework. The data was obtained from interviews with seven expert respondents representing academics, practitioners, the Indonesian Ulama Council, and regulators. The results showed that the strategy that can be formulated to accelerate halal certification for the MSE sector is to combine three alternative strategies in the rder of priority, starting from simplifying the business process of the halal certification submission system, increasing the capability of MSE entrepreneurs, and finally increasing institutional synergy Abstrak. Penerapan sertifikasi halal di Indonesia oleh Usaha Mikro dan Kecil masih rendah, walaupun sudah ada ketentuan wajib sesuai Undang-Undang No. 33 tahun 2014 dan adanya program sertifikasi halal gratis (SEHATI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh sektor usaha mikro dan kecil dalam menerapkan sertifikasi halal serta merumuskan strategi akselerasi penerapan sertifikasi halal. Penelitian ini menggunakan kerangka ANP (Analytic Network Process). Data diperoleh berdasarkan wawancara dengan tujuh responden pakar yang mewakili akademisi, praktisi, MUI dan regulator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dapat diformulasikan untukmengakselerasi sertifikasi halal bagi sektor UMK adalah menggabungkan tiga alternatif strategi dengan urutan prioritas di mulai dari penyederhanaan proses bisnis sistem pengajuan sertifikasi halal, peningkatan kapabilitas pengusaha UMK dan terakhir peningkatan sinergi antar lembaga.
Factors Affecting the Intention to Cash Waqf in Urban Muslims: an Extended Theory of Planned Behavior Approach Asyari, Asyari Ari; Susanto, Perengki; Awaluddin, Awaluddin; Gunawan, Didik
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v15i2.34597

Abstract

This study investigates the factors influencing intention for cash waqf participation among urban Muslims. Drawing from the Theory of Planned Behavior (TPB) and incorporates the factor of knowledge of Islamic ownership, it collected data from 449 respondents from two cities in West Sumatra, Padang and Bukittinggi and analyzed. through Smart PLS 4.0. The results disclose that three TPB variables—attitude, subjective norms, and perceived behavior control—and knowledge of Islamic ownership exert a positive and statistically significant influence on the intention to cash waqf among urban Muslims. It underscores the importance of recognizing knowledge of Islamic ownership as a determinant variable in the intention to engage in cash waqf. Cash waqf management institutions should prioritize cultivating a positive image, ensuring convenience, and offering tangible benefits to cash waqf contributors. Moreover, the active involvement of religious and social leaders is essential for optimizing the collection of cash waqf funds. Abstrak. Studi ini menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi niat berpartisipasi wakaf tunai di kalangan Muslim perkotaan. Berangkat dari Teori Perilaku Terencana (TPB) dan memasukkan faktor pengetahuan kepemilikan Islam, penelitian ini mengumpulkan data dari 449 responden dari dua kota di Sumatera Barat, Padang dan Bukittinggi dan dianalisis. melalui Smart PLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga variabel TPB—sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan—dan pengetahuan tentang kepemilikan Islam memberikan pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap niat wakaf uang di kalangan umat Islam perkotaan. Hal ini menggarisbawahi pentingnyamerekognisii pengetahuan tentang kepemilikan Islam sebagai variabel penentu niat untuk berwakaf uang. Lembaga pengelola wakaf tunai harus mengedepankan penanaman citra positif, kenyamanan, dan manfaat nyata bagi para pendonor wakaf tunai. Selain itu, keterlibatan aktif tokoh agama dan tokoh masyarakat juga penting untuk mengoptimalkan penghimpunan dana wakaf tunai.
Arguments of Maslahah and Mafsadat in Modern Islamic Economic Law in Indonesia and Morocco Ali, AM Hasan; Yusuf, M. Salman; Arsadani, Qosim
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v15i2.34613

Abstract

Abstract. This study analyzes the arguments for maslahah (benefit) and mafsadat (harm) in developing modern Islamic economic law in Indonesia and Morocco by exploring the practice of murabahah in banking. As this study shows, the dialogue between maslahah and mafsadat may result in the notion of emergency and needs (hajiyat) in economic activities. Using document studies, this study finds that maslahah has been used as the foundation of Islamic economic practices. These include the establishment of financial institutions, market mechanisms, hisbah institutions, and the prohibition of foreign exchange speculation. Meanwhile, maslahah al ammah is considered in using dinar and dirham in transactions. Abstrak. Penelitian ini menganalisis argumen maslahah (manfaat) dan mafsadat (kerugian) dalam pengembangan hukum ekonomi Islam modern di Indonesia dan Maroko dengan mengeksplorasi praktik murabahah di dunia perbankan. Studi ini menunjukkan bahwa dialog antara maslahah dan mafsadat dapat menghasilkan pengertian darurat (daruriyat) dan kebutuhan (hajiyat) dalam kegiatan ekonomi. Dengan menggunakan studi dokumen, penelitian ini menemukan bahwa maslahah telah digunakan sebagai landasan praktik ekonomi Islam di Indonesia dan Maroko. Hal ini mencakup pembentukan lembaga keuangan, mekanisme pasar, lembaga hisbah, dan pelarangan spekulasi valuta asing. Sementara itu, maslahah al ammah dipertimbangkan dalam penggunaan dinar dan dirham dalam transaksi
Maqasid al-Shari'ah as A Method of Renewing Islamic Law in the Fatwa of Majlis Tarjih Muhammadiyah: Analytical Study of Bank Interest Law in Indonesia Hakim, Abdul; Ahmad, Ridzwan; Syed Jaafar, Syed Mohd Jeffri
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v15i2.34631

Abstract

Abstract. This research aims to investigate Muhammadiyah's stance on bank interest as manifested through three legal fatwas issued during the Tarjih and Tajdid sessions. The first fatwa in 1968 declared interest as mutasyabihat. The second fatwa in 2006 concluded that interest is riba because it constitutes an addition to the principal capital lent. It was reinforced by Quranic principles, emphasizing the binding nature and agreed-upon additional terms. The third fatwa 2010 solidified the anti-interest stance. This study delves deeply into the fatwas and secondary sources using maqasid al-Shari'ah as the main criterion. The fatwa emphasizes the obligation to realize the welfare of society within the bounds of Islamic law. The fatwa's gradual and uncomplicated implementation underscores its moral imperative, requiring public awareness and understanding to collectively eliminate the practice of bank interest. Ultimately, Muhammadiyah's fatwa aims to align with the maqasid al-Shari'ah, promoting societal well-being while recognizing the importance of individual and communal understanding.  Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sikap Muhammadiyah terhadap bunga bank yang tertuang dalam tiga fatwa hukum yang dikeluarkan pada sidang Tarjih dan Tajdid. Fatwa pertama pada tahun 1968 menyatakan bunga sebagai mutasyabihat. Fatwa kedua tahun 2006 menyimpulkan bahwa bunga adalah riba karena merupakan penambah modal pokok yang dipinjamkan. Keputusan ini diperkuat dengan prinsip-prinsip Al-Quran yang menekankan sifat mengikat dan syarat-syarat tambahan yang disepakati. Fatwa ketiga tahun 2010 memantapkan sikap anti-bunga. Studi ini menggali secara mendalam fatwa-fatwa dan sumber-sumber sekunder, dengan menggunakan maqasid al-Shari'ah sebagai kerangkautama. Fatwa tersebut menekankan pada kewajiban mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam batas-batas hukum Islam. Penerapan fatwa ini secara bertahap dan tidak rumit menggarisbawahi keharusan moralnya, yang membutuhkan kesadaran dan pemahaman masyarakat untuk bersama-sama menghilangkan praktik bunga bank. Pada akhirnya, fatwa Muhammadiyah bertujuan untuk menyelaraskan dengan maqasid al-Shari'ah, memajukan kesejahteraan masyarakat sambil mengakui pentingnya pemahaman individu dan komunal.
Financial Management Practices of Mosques in Indonesia: Is Self-Control Important for Moderation? Habibi, Ahmad; Syarif, Ahmad Hazas; Normasyhuri, Khavid; Nurmalia, Gustika
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v15i2.34865

Abstract

Abstract. This study aims to optimize the allocation of financial resources for religious institutions in Indonesia, focusing on Lampung Province context. The quantitative methods with Smart PLS fi.0 examine the relationship between financial knowledge, financial attitudes, and the influence of self-control on financial management. This aims to determine whether self-control can improve or hinder financial management. 500 respondents were selected randomly. Those who are involved as administrators of religious organizations in mosques in Lampung. Data was collected using a Google form and using a Likert Scale. Research findings show a positive relationship between financial knowledge, financial attitudes, and financial management. Self-control can improve the relationship between financial knowledge and financial attitudes towards the financial management of religious institutions. Furthermore, self-control can improve the relationship between financial knowledge and financial attitudes in the financial administration of religious institutions. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya keuangan bagi lembaga keagamaan di Indonesia, dengan fokus pada konteks Provinsi Lampung. Metode kuantitatif dengan Smart PLS fi.0 digunakan untuk menguji hubungan pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan pengaruh pengendalian diri terhadap pengelolaan keuangan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengendalian diri dapat meningkatkan atau menghambat pengelolaan keuangan. 500 responden dipilih secara acak. Responden adalah orang yang terlibat sebagai pengurus organisasi keagamaan di masjid-masjid di Lampung. Data dikumpulkan dengan menggunakan Google form dan menggunakan Skala Likert. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara pengetahuan keuangan,sikap keuangan, dan pengelolaan keuangan. Pengendalian diri dapat meningkatkan hubungan antara pengetahuan keuangan dan sikap keuangan terhadap pengelolaan keuangan lembaga keagamaan. Selanjutnya pengendalian diri dapat meningkatkan hubungan antara pengetahuan keuangan dan sikap keuangan dalam pengelolaan keuangan lembaga keagamaan.
Disclosure of BMTI: One Size Does Not Fit All? Rahmawati, Rahmawati; Ab. Rashid, Hafiz Majdi; Annuar, Hairul Azlan; Siraj, Siti Alawiyah
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v15i2.35238

Abstract

Abstract. Micro, small, and medium-sized businesses are defined differently indifferent parts of the world because of their disparities in economic development.However, the accounting requirements for those three are the same. This study examines the differences in the disclosure of micro, small, and medium Baitul Maal Wat Tamwil Institutions (BMTI). A total of 206 annual reports of BMTIs in Indonesia were divided based on the size of BMTI and then measured in terms of the extent and quality of disclosure by using 60 items under four dimensions of disclosure: general, financial, social, and Shariah compliance. This study used descriptive statistics analysis as well as one-way analysis of variance (ANOVA). The result showed that the micro BMTIs should be grouped into small-scale enterprises while the medium BMTIs are classified into one broad category. Therefore, regulators should establish size-based reporting standards into two classified entities to foster the growth of BMTIs from micro to small, and medium to big sizes.  Abstrak. Usaha mikro, kecil, dan menengah didefinisikan secara berbeda diberbagai belahan dunia karena adanya perbedaan dalam pembangunan ekonomi. Di sisi lain, tidak ada persyaratan akuntansi yang berbeda untuk tiga ukuran. Penelitian ini mengkaji perbedaan pengungkapan Lembaga Baitul Maal Wat Tamwil (BMTI) mikro, kecil, dan menengah. Sebanyak 206 laporan tahunan BMTI di Indonesia dibagi berdasarkan besar kecilnya BMTI, diukur luasnya dan kualitas pengungkapannya dengan menggunakan 60 item yang termasuk dalam empat dimensi: pengungkapan kepatuhan umum, keuangan, sosial dan syariah. Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif serta analisis varian satu arah (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMTI mikro dikelompokkan ke dalam usaha skala kecil sedangkan BMTI menengah dikelompokkan ke dalam satu kategori besar. Oleh karena itu. regulator perlu menetapkan standar pelaporan berdasarkan ukuran menjadi dua klasifikas usaha dan untuk mendorong pertumbuhan BMTI dari ukuran mikro ke kecil dan menengah ke besar.
Cash Waqf Optimalization of Baitul Maal wat Tamwil in Indonesia: A Business Model Canvas Strategy Umam, Khoirul; Aruni Mafaza, Syofi; Afifah Ahmad, Rusyda; Arif, Suyoto
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i1.35401

Abstract

This research aims to create a Cash Waqf model using a canvas model approach that can be applied to Islamic microfinance institutions (BMT), taking into account opportunities and challenges. The Analytic Network Process (ANP) method was employed in this research through interviews, Focus Group Discussions (FGD), and questionnaires processed with SuperDecision software. The research results indicate that, first, the researcher proposes a Cash Waqf microfinance fund model for BMT. Second, respondents showed a high level of agreement in selecting the criteria for the Cash Waqf model. Third, in its implementation, BMT will face opportunities such as the use of IT in management systems, the ability to reach out to the poor, special financing schemes, emotional closeness to customers, ease of customer access to offices, and MSME interest in this Cash Waqf micro fund model. The challenges faced include low public trust, lack of management certification, limited customer identification, competition with moneylenders, limited financing amounts, and suboptimal customer identification.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk membuat model wakaf tunai menggunakan pendekatan model kanvas yang dapat diterapkan pada Lembaga Keuangan  Mikro Syariah (BMT), dengan mempertimbangkan peluang dan tantangan.  Metode Analytic Network Process (ANP) digunakan dalam penelitian ini melalui  wawancara, FGD, dan kuesioner yang diolah dengan software SuperDecision.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, peneliti mengusulkan model  dana keuangan mikro wakaf tunai untuk BMT. Kedua, responden menunjukkan  kesepakatan yang tinggi dalam memilih kriteria model wakaf tunai. Ketiga, dalam  penerapannya, BMT akan menghadapi peluang seperti: penggunaan IT dalam  sistem pengelolaan, kemampuan merangkul masyarakat miskin, skema pembiayaan  khusus, kedekatan emosional dengan nasabah, kemudahan akses nasabah ke kantor,  dan minat UMKM terhadap model dana mikro wakaf tunai ini. Tantangan yang dihadapi meliputi: rendahnya kepercayaan masyarakat, kurangnya sertifikasi  pengelola, identifikasi nasabah, persaingan dengan rentenir, keterbatasan jumlah pembiayaan, dan identifikasi nasabah yang belum optimal.
Multi-Service Ijarah Contract for Umrah Financing: Analysis of Its Compliance with DSN-MUI Fatwa Lahuri, Setiawan bin; Jamal, Mulyono; Zahro’, Khurun’in; Nugraheni, Nuriwanda Azizah
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i1.35424

Abstract

Umrah merupakan salah satu ibadah yang membutuhkan biaya yang cukup besar dari masyarakat luar negeri Arab untuk dapat berkunjung ke Makkah. Di Indonesia, terdapat beberapa perusahaan pembiayaan yang menyediakan pembiayaan bagi jamaah umrah. Akan tetapi, prosedur pembiayaan tersebut masih menjadi pertanyaan karena terkait dengan kepatuhannya terhadap syariat Islam. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tentang pembiayaan umrah yang dijalankan oleh AMITRA FIFGroup dan kepatuhannya terhadap fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Penelitian ini mengungkap bahwaModel pembiayaan tersebut telah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No. 44/DSN-MUI/VIII/2004 tentang Pembiayaan Multijasa. Hal ini terlihat dari penetapan ujrah yang dilakukan AMITRA FIFGroup Indonesia tidak menggunakan persentase melainkan nominal. Selain itu, AMITRA FIFGroup Indonesia tidak menggunakan kafalah, melainkan ijarah multijasa dalam pembiayaan umrah.Abstrak:Umroh adalah jenis ibadah yang membutuhkan dana yang tidak sedikit bagi orang-orang dari luar negara Arab untuk mengunjungi Makkah. Di Indonesia, perusahaan pembiayaan menawarkan pembiayaan untuk jamaah umrah. Namun, prosedur pembiayaan tersebut masih dipertanyakan, karena terkait dengan kepatuhan terhadap syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembiayaan umroh yang dioperasikan oleh AMITRA FIFGroup dan kesesuaiannya dengan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembiayaan tersebut telah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No. 44/DSN-MUI/VIII/2004 tentang Pembiayaan Multijasa. Hal ini dapat dilihat dari penetapan ujrah yang dilakukan oleh AMITRA FIFGroup Indonesia tidak menggunakan persentase tetapi menggunakan nominal. Selain itu, AMITRA FIFGroup Indonesia tidak menggunakan akad kafalah, melainkan ijarah multijasa dalam pembiayaan umroh.
Challenging the Practice of Hilah in Contract Engineering in Islamic Financial Institutions from the Perspective of Islamic Business Ethics Yaqin, Ainul
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i1.35459

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkritisi praktik rekayasa kontrak dengan formula hilah dari perspektif etika bisnis Islam. Beberapa fatwa DSN MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia ) terkait akad di lembaga keuangan Islam dianalisis dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam. Ditemukan bahwa praktik rekayasa kontrak dengan menggunakan hilah telah dilakukan secara berlebihan dan tidak sejalan dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam. Etika bisnis Islam seharusnya menjadi parameter utama dalam praktik bisnis lembaga keuangan Syariah agar tujuan sistem ekonomi Islam dapat terwujud dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.Abstrak:Tulisan ini bertujuan mengkritisi praktik rekayasa akad dengan mekanisme hilah dari peprspektif etika bisnis Islam. Praktik rekayasa akad di lembaga keuangan syariah saat ini menjadi suatu pilihan yang tidak dapat dihindari oleh para pelaku ekonomi syariah, mulai dari DSN-MUI sebagai lembaga yang berwenang merumuskan fatwa hingga lembaga keuangan syariah yang menjalankannya. Rekayasa akad tersebut di satu sisi memberi kemudahan bagi lembaga keuangan syariah untuk menjalankan usahanya namun di sisi lain juga membuat praktik transaksi di lembaga keuangan syariah jika dibandingkan dengan lembaga konvensional hanya berbeda dari sisi kemasan akad, akan tetapi secara substansi bisa dikatakan tidak berbeda. Praktik rekayasa akad tersebut kemudian dianalisis dengan teori etika bisnis Islam yang merupakan ruh sistem ekonomi Islam. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa praktik rekayasa akad dengan menggunakan hilah telah dilakukan secara berlebihan dan tidak sejalan dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam. Gagasan yang dikemukakan dalam tulisan ini adalah adanya pengarusutamaan etika bisnis Islam dalam praktik bisnis di lembaga keuangan syariah agar ada perbedaan antara lembaga keuangan syariah dan lembaga keuangan konvensional sehingga tujuan sistem ekonomi syariah dapat terwujud dan dapat dirasakan oleh masyarakat luas. 
Digital Readiness of Zakat Management Organization in West Sumatera Putra, Gusti Dirga Alfakhri; Wira, Ahmad; Novia, Aidil
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v15i2.35504

Abstract

Abstract. This study evaluates the digital readiness of private and community-owned zakat management organizations in West Sumatra. The research uses the digital readiness index developed by the National Amil Zakat Agency and the Department of Sharia Economics of Bank Indonesia. A quantitative approach and a multi-stage weighted index calculation method are utilized. The sample consists of eight private zakat management organizations in West Sumatra with operational permits from the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs. The results indicate that the overall digital readiness of zakat management organizations in West Sumatra is very good. The collection dimension shows a high level of digitalization readiness, while the distribution, utilization, and reporting dimensions also received a very good rating. Six of the eight institutions fall into the very good category when evaluated individually, while the remaining two are classified as good. With these results, zakat management can be optimized in various aspects. Abstrak. Penelitian ini mengkaji kesiapan digital organisasi pengelola zakat swasta di Sumatera Barat, dengan menggunakan indeks kesiapan digital yang dikembangkan oleh Badan Amil Zakat Nasional dan Departemen Ekonomi Syariah Bank Indonesia. Pendekatan kuantitatif digunakan bersama dengan multi-stage weighted index calculation. Sampel terdiri dari delapan organisasi pengelola zakat swasta di Sumatera Barat yang memiliki izin operasional dariKantor Wilayah Kementerian Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kesiapan digital organisasi pengelola zakat di Sumatera Barat sangat baik. Dimensi pengumpulan menunjukkan tingkat kesiapan digitalisasiyang tinggi. Sementara dimensi pendistribusian, pendayagunaan, dan pelaporan juga berada pada level sangat baik. Enam dari delapan lembaga masuk dalam kategori sangat baik jika dievaluasi secara individual, sedangkan dua sisanyatergolong baik. Dengan hasil tersebut, pengelolaan zakat dapat dioptimalkan pada berbagai aspek.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2025) Vol 16, No 2 (2024) Vol. 16 No. 2 (2024) Vol 16, No 1 (2024) Vol. 16 No. 1 (2024) Vol 15, No 2 (2023) Vol. 15 No. 2 (2023) Vol. 15 No. 1 (2023) Vol 15, No 1 (2023) Vol. 14 No. 2 (2022) Vol 14, No 2 (2022) Vol 14, No 1 (2022) Vol. 14 No. 1 (2022) Vol 13, No 2 (2021) Vol. 13 No. 2 (2021) Vol 13, No 1 (2021) Vol. 13 No. 1 (2021) Vol. 12 No. 2 (2020) Vol 12, No 2 (2020) Vol. 12 No. 1 (2020) Vol 12, No 1 (2020) Vol 11, No 2 (2019) Vol. 11 No. 2 (2019) Vol. 11 No. 1 (2019) Vol 11, No 1 (2019) Vol. 10 No. 2 (2018) Vol 10, No 2: July 2018 Vol 10, No 1: January 2018 Vol. 10 No. 1 (2018) Vol. 9 No. 2 (2017) Vol 9, No 2: July 2017 Vol. 9 No. 1 (2017) Vol 9, No 1: January 2017 Vol 8, No 2: July 2016 Vol. 8 No. 2 (2016) Vol 8, No 1: January 2016 Vol. 8 No. 1 (2016) Vol. 7 No. 2 (2015) Vol 7, No 2: July 2015 Vol. 7 No. 1 (2015) Vol 7, No 1: January 2015 Vol. 6 No. 2 (2014) Vol 6, No 2: July 2014 Vol 6, No 1: January 2014 Vol. 6 No. 1 (2014) Vol 5, No 2: July 2013 Vol 5, No 2: July 2013 Vol. 5 No. 2 (2013) Vol 5, No 1: January 2013 Vol. 5 No. 1 (2013) Vol 5, No 1: January 2013 Vol 4, No 2: July 2012 Vol. 4 No. 2 (2012) Vol 4, No 2: July 2012 Vol. 4 No. 1 (2012) Vol 4, No 1: January 2012 Vol 4, No 1: January 2012 Vol. 3 No. 2 (2011) Vol 3, No 2: July 2011 Vol 3, No 1: Januari 2011 Vol 3, No 1: Januari 2011 Vol. 3 No. 1 (2011) Vol. 2 No. 2 (2010) Vol 2, No 2: July 2010 Vol 2, No 1: January 2010 Vol. 2 No. 1 (2010) Vol 1, No 2: July 2009 Vol. 1 No. 2 (2009) Vol 1, No 1: January 2009 Vol. 1 No. 1 (2009) More Issue