cover
Contact Name
Nur Hidayah
Contact Email
iqtishad@uinjkt.ac.id
Phone
+62217401925
Journal Mail Official
iqtishad@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Faculty of Shariah and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Ir. H. Juanda 95, Ciputat, South Tangerang, Banten-15412
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics)
ISSN : 2087135X     EISSN : 24078654     DOI : 10.15408/aiq.v14i1.
This journal focused on Islamic law on economics and finance studies and present developments through the publication of articles. Specifically, the journal will deal with topics, including but not limited to Islamic law on Islamic Banking, Islamic Marketing, Islamic Human Resources, Islamic Finance, Zakah, Waqf, Poverty Alleviation, Islamic Public Finance, Monetary Economics, Economic Development, Maqasid al-Shariah, Institutional Economics, Islamic management, Behavioural Economics and Finance, Corporate Governance, Risk Management, Shariah issues, Financial Engineering, Securitization and Sukuk, Islamic Capital Markets, Insurance and Takaful, Regulatory Issues, Corporate Social Responsibility in Islam and other topics which related to this area. The journal is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 707 Documents
Examinating The Effect of Covid-19 on The Efficient Market Hypothesis (EMH) Anomaly of The Islamic Stock Index in Indonesia Widodo, Purwanto
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i2.40338

Abstract

This study aims to determine whether Covid-19 affects the return pattern of the Jakarta Islamic Index (JII) and whether the JII return is efficient in accordance with the Efficient Market Hypothesis (EMH). To ensure that the data analysis was in accordance with the objectives, samples were taken from January 1, 2008, to June 28, 2024, with ARCH-GARCH analysis so that the results were consistent and not robust. The findings of this research are as follows: JII returns are efficient because there is no Covid-19 effect and EMH anomaly, where there is no evidence of the day-of-the-week effect, Monday Effect, Friday Effect, or week four effect. In addition, the appropriate model is asymmetric EGARCH (1,1) with non-normal error term distribution. These findings have implications for investors, policy makers, and researchers interested in the performance and behavior of the Islamic stock market, so that in analyzing the stock market more strengthen the fundamental analysis of the company. Penelitian ini bertujuan mengetahui Covid-19 mempengaruhi pola return Jakarta Islamic Index (JII) dan apakah return JII efisien sesuai dengan Efficient Market Hypothesis (EMH). Untuk menjamin bahwa analisis data sesuai dengan tujuan, maka diambil sampel mulai dari 1 January 2008 sampai dengan 28 Juni, 2024 dengan analisis ARCH-GARCH agar hasilnya konsisten serta tidak robust. Temuan penelitian ini adalah: return JII efisien karena tidak diketemukan adanya pengaruh Covid-19 serta anomaly EMH, dimana tidak terbukti adanya the dayof-the-week effect, Monday Effect, Friday Effect dan week four effect. Selain itu, model yang sesuai adalah asymmetric EGARCH (1,1) dengan distribusi error term non normal. Temuan ini memiliki implikasi bagi investor, pembuat kebijakan, dan peneliti yang tertarik dengan kinerja dan perilaku pasar saham syariah, agar dalam menganalisis pasar saham lebih memperkuat analisis fundamental perusahaan.
Good Corporate Governance and Sharia Banking Performance Based on Maqasid Al-Sharia in OIC Countries Mulyani, Nisrina Ikhfadhillah; Santosa, Purbayu Budi; Destiartono, Mohamad Egi
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i2.41291

Abstract

The development of Islamic banking assets in OIC countries requires performance evaluation, but conventional financial ratios are still used. This study aims to explore the relationship between Good Corporate Governance variables (Board of Commissioners, Independent Commissioners, Sharia Supervisory Board, and Audit Committee) and Maqaṣid-based Sharia banking performance. Using the Maqaṣid-Based Performance Evaluation Model (MPEM), data from 22 Islamic banks in 7 OIC countries (2018-2022) with a fixed securities model were analyzed. The findings indicate that the Board of Commissioners and Independent Commissioners influence Maqaṣid-based performance, whereas the Sharia Supervisory Board and Audit Committee do not have a significant impact. The majority of banks have a low Maqaṣid performance index, indicating a reliance on conventional systems despite Sharia compliance. Perkembangan aset perbankan syariah di negara-negara OIC memerlukan evaluasi kinerja, namun rasio keuangan konvensional masih digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara variabel tata kelola perusahaan yang baik (Dewan Komisaris, Komisaris Independen, Dewan Pengawas Syariah, dan Komite Audit) dengan kinerja perbankan syariah berbasis maqaṣid. Penelitian ini menganalisis data dari 22 bank syariah di 7 negara OIC (2018-2022) dengan model sekuritas, menggunakan Model Evaluasi Kinerja Berbasis Maqaṣid (MPEM). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Dewan Komisaris dan Komisaris Independen memengaruhi kinerja berbasis maqaṣid, sementara Dewan Pengawas Syariah dan Komite Audit tidak berpengaruh. Mayoritas bank memiliki indeks kinerja maqaṣid yang rendah, yang menunjukkan masih adanya ketergantungan pada sistem konvensional meskipun sudah sesuai dengan prinsip syariah.
The Use of Indonesian in International Contracts: Sadd Dzariah's Perspective Kusnadi, Egi Hadi; Al Haq, Syaif; Muazzami, Al
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i2.42512

Abstract

Based on Law 24/2009, international contracts made in Indonesia must use Indonesian. What about contracts made with foreign parties without using Indonesian, are they null and void or have binding force? This research is normative research using the statutory regulations approach, the judge's decision approach, and the Sadd Dzariah approach. The research results show that there are differences in decisions made by judges regarding the obligation to use Indonesian in international contracts, causing this obligation to be biased. In Sadd Dzariah's approach, the use of Indonesian in contracts made with foreign parties is mandatory, in line with the regulation in Law 24/2009. This aims to avoid bad faith which could result in default or unlawful actions. Berdasar pada UU 24/2009, kontrak internasional yang dibuat di Indonesia wajib menggunakan bahasa Indonesia. Bagaimana dengan kontrak yang dilakukan dengan pihak asing tanpa menggunakan bahasa Indonesia, apakah batal demi hukum atau mempunyai kekuatan mengikat. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan putusan hakim, dan pendekatan Sadd Dzariah. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan putusan yang dilakukan oleh hakim terhadap kewajiban penggunaan bahasa Indonesia dalam kontrak internasional, sehingga menyebabkan kewajiban tersebut menjadi bias. Dalam pendekatan Sadd Dzariah, penggunaan bahasa Indonesia terhadap kontrak yang dibuat dengan pihak asing adalah wajib, selaras dengan yang telah diatur dalam UU 24/2009. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya itikad buruk yang dapat mengakibatkan wanprestasi atau tindakan melawan hukum. 
Strengthening Zakat Management in Afghanistan: Lessons from Indonesia and Malaysia Legal Frameworks Alyusufi, Abdulhaleem Obaid A.; Nukhba, Ghulam Mustafa; Muslimin, JM.; Hidayat, Syahrul Ramadhan
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i2.42730

Abstract

This research aims to explore the implementation of zakat management models from Indonesia and Malaysia in Afghanistan to enhance zakat effectiveness. The study employs a comparative analysis of successful practices in both countries, focusing on their applicability to Afghanistan's context. Findings indicate that adopting elements from Indonesia's community participation and Malaysia's centralized approach can improve transparency and efficiency in zakat management. The research concludes that Afghanistan must develop a comprehensive legal framework, establish a national zakat authority, and raise public awareness to overcome existing challenges. By integrating these strategies, Afghanistan can maximize zakat's potential to reduce poverty and promote social justice.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi model manajemen zakat dari Indonesia dan Malaysia di Afghanistan untuk meningkatkan efektivitas zakat. Studi ini menggunakan analisis komparatif dari praktikpraktik sukses di kedua negara, dengan fokus pada aplikabilitasnya terhadap konteks Afghanistan. Temuan menunjukkan bahwa mengadopsi elemen partisipasi masyarakat dari Indonesia dan pendekatan terpusat dari Malaysia dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam manajemen zakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Afghanistan harus mengembangkan kerangka hukum yang komprehensif, mendirikan otoritas zakat nasional, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengatasi tantangan yang ada. Dengan mengintegrasikan strategi-strategi ini, Afghanistan dapat memaksimalkan potensi zakat untuk mengurangi kemiskinan dan mempromosikan keadilan sosial.
Unlocking Creative Economic Development and Halal Tourism Through the Wisdom of Tepo Seliro Bawafie, Aniq Akhmad Ali; Abdullah, Muhammad Wahyuddin; Haddade, Abdul Wahid
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i2.43186

Abstract

This research aims to analyze the development of a creative economy based on the tepo seliro synergy in halal tourism in Petekeyan Village, Jepara. A phenomenological approach was used, with data collected through in-depth interviews with key informants selected via purposive sampling. The analysis focused on six indicators of creative economic development and their connection to the five values of tepo seliro, examining their role in the success of Petekeyan's halal tourism industry. The findings show that creative entrepreneurs in the region uphold the value of tepo seliro, including honesty, not engaging in illegal activities, offering equal job opportunities, helping others, and ensuring security. The synergy of tepo seliro has contributed to the success of halal tourism by fostering a welcoming, safe, and respectful environment for all visitorsPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan ekonomi kreatif berbasis sinergi tepo seliro dalam pariwisata halal di Desa Petekeyan, Jepara. Pendekatan fenomenologi digunakan, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang dipilih secara purposive sampling. Analisis difokuskan pada enam indikator pengembangan ekonomi kreatif dan hubungannya dengan lima nilai tepo seliro, untuk melihat perannya dalam keberhasilan industri pariwisata halal di Petekeyan. Temuan menunjukkan bahwa pengusaha kreatif di wilayah tersebut menjunjung tinggi nilai-nilai tepo seliro, termasuk kejujuran, tidak terlibat dalam kegiatan ilegal, menawarkan kesempatan kerja yang sama, membantu orang lain, dan memastikan keamanan. Sinergi tepo seliro telah berkontribusi pada keberhasilan pariwisata halal dengan menumbuhkan lingkungan yang ramah, aman, dan saling menghormati bagi semua pengunjung.
A Faith-Based Framework for Mitigating Corruption in Nigeria; An Islamo-Christian Perspective Abdullahi, Nazifi Dahiru; Bolatito, Aina-Obe Shamsuddin
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i2.43774

Abstract

This paper investigates coeruption using Islamo-christain perspectives. It seeks to answer questions like; why the previous anticorruption efforts failed? What causes the failure? And how a lasting solution to the menace can be achieved? The study employed qualitative research methodology and collected data from Islam and christian scriptures, opinions of practicing Muslims and Christians through interviews, articles from academic database and cases of corruption in Nigeria. The data was analysed thematically. It is discovered that negligence of religious injunctions by Muslims and Christian contributed significantly to moral deterioration in Nigeria which consequently led to the corrupt Nigeria. Makalah ini menyelidiki korupsi dengan menggunakan perspektif IslamKristen. Makalah ini berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti; mengapa upaya-upaya anti-korupsi sebelumnya gagal? Apa yang menyebabkan kegagalan tersebut? Dan bagaimana solusi jangka panjang untuk mengatasi ancaman tersebut dapat dicapai? Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dan mengumpulkan data dari kitab suci Islam dan Kristen, pendapat para pemeluk agama Islam dan Kristen melalui wawancara, artikel dari basis data akademis, dan kasus-kasus korupsi di Nigeria. Data tersebut dianalisis secara tematik. Ditemukan bahwa pengabaian perintah agama oleh umat Islam dan Kristen memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemerosotan moral di Nigeria yang pada akhirnya menyebabkan Nigeria menjadi negara yang korup.
Promoting Social Welfare: Maqasid Sharia Compliance of Indonesian Hajj Financial Manegement Agency’s Maslahat Program Hidayat, Rahmat
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i2.43897

Abstract

BPKH (Hajj Financial Management Agency) was established based on the mandate of Law Number 34 of 2014 concerning Hajj Financial Management. The purpose of managing hajj finances is to improve the quality of hajj service management, the rationality and efficiency of Hajj Pilgrimage Costs (BPIH), and the welfare of Muslims. To achieve the three goals above, BPKH implements welfare programs in the form of corporate social responsibility (CSR) or "philanthropy" programs that must be in line with Maqaṣid al-Sharia. Based on the results of the study, the welfare programs and activities designed and implemented from 2018 to 2022 have been fully in line with Maqaṣid al-Sharia, so they need to be continued, strengthened, refined, and their scope expanded by complying with the provisions of laws and regulations and the principles of governance, risk, and compliance (GRC) to provide benefits for the Muslim community. BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) dibentuk berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. Tujuan pengelolaan keuangan haji adalah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pelayanan haji, rasionalitas dan efisiensi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), dan kemaslahatan bagi umat Islam. Untuk mencapai ketiga tujuan di atas, BPKH melaksanakan program-program kemaslahatan berupa program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) atau “filantropi” yang harus selaras dengan Maqaṣid al-Sharia. Berdasarkan hasil kajian, program dan kegiatan maslahat yang dirancang dan dilaksanakan sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 telah sepenuhnya selaras dengan Maqaṣid alSharia, sehingga perlu dilanjutkan, diperkuat, disempurnakan, dan cakupannya semakin diperluas dengan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip tata kelola, risiko, dan kepatuhan (GRC) untuk memberikan kemaslahatan bagi masyarakat muslim. 
Hawalah in The Digital Age: The Role of Agents in Facilitating Modern Islamic Financial Transactions Muzan, Amrul; Zahara, Anna; Muliana, Gina; Zaini, Muhammad Abdi
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v17i2.43309

Abstract

This research emphasizes the significance of hawalah in Islamic financial transactions in digital era driven by Islamic fintech. As technological advancements transform financial systems, hawalah remains crucial for facilitating Sharia-compliant international money transfers. This study examines the role of agents in ensuring Sharia compliance in digital hawalah transactions and explores the challenges and opportunities in its implementation. Using a qualitative approach, data were collected from financial agents, users, and regulators, with thematic analysis identifying key patterns. This research concluded that agents play a vital role in maintaining Sharia compliance and enhancing the efficiency of hawalah transactions in digital era. Regulatory challenges and shifts in consumer behavior pose significant hurdles. This study contribute to the formulation of policies and innovations in Islamic financial services. Keywords: hawalah digital; islamic financial agents; sharia compliance; financial transactions; technological innovation   Abstrak          Penelitian ini mengkaji signifikansi hawalah dalam transaksi keuangan syariah di era digital yang didorong oleh fintech syariah. Ketika kemajuan teknologi mengubah sistem keuangan, hawalah tetap penting dalam memfasilitasi transfer uang internasional yang sesuai dengan syariah. Studi ini menganalisis peran agen dalam memastikan kepatuhan syariah dalam transaksi hawalah digital dan mengeksplorasi tantangan dan peluang dalam penerapannya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari agen keuangan, pengguna, dan regulator, dengan analisis tematik yang mengidentifikasi pola-pola utama. Penelitian menyimpulkan bahwa agen memainkan peran penting dalam menjaga kepatuhan syariah dan meningkatkan efisiensi transaksi hawalah di era digital. Namun, tantangan peraturan dan perubahan perilaku konsumen menimbulkan hambatan yang signifikan. Penelitian ini berkontribusi pada perumusan kebijakan dan inovasi dalam layanan keuangan syariah. Kata kunci: hawalah digital; agen keuangan syariah; kepatuhan syariah; transaksi keuangan; inovasi teknologi  
Bridging Islamic Philanthropy and Digital Economy: A Maqashid Shariah Model for Zakat on Digital Assets Rohman, Hilma Fanniar; Diana, Ilfi Nur; Suprayitno, Eko
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v17i2.44928

Abstract

The rapid digital transformation has given rise to various new forms of assets which challenge the zakat framework in Islamic finance. This research explores the integration of Maqashid Shariah in development of zakat model for digital assets to ensure compliance with Islamic economic principles. An exploratory qualitative approach is used to analyze classical fiqh literature, contemporary fatwas, and experts' views. The results show that digital assets that fulfill the criteria of full ownership and growth potential can be subject to zakat. Blockchain technology and smart contracts can potentially increase transparency and efficiency in zakat management. The proposed model contributes to Islamic financial inclusion, regulatory strengthening, and modernization of zakat institutions. Keywords: zakat; maqashid sharia; digital assets; blockchain; islamic finance   Abstrak  Transformasi digital yang pesat telah melahirkan berbagai bentuk aset baru yang berimplikasi pada kerangka zakat dalam keuangan Islam. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi Maqashid Syariah dalam pengembangan model zakat untuk aset digital guna memastikan kepatuhan terhadap prinsip ekonomi Islam. Pendekatan kualitatif eksploratif digunakan dengan menganalisis literatur fiqh klasik, fatwa kontemporer, dan pandangan para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset digital yang memenuhi kriteria kepemilikan penuh dan berpotensi berkembang dapat dikenakan zakat. Selain itu, teknologi blockchain dan smart contracts berpotensi meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan zakat. Model yang diusulkan berkontribusi pada inklusi keuangan Islam, penguatan regulasi, dan modernisasi lembaga zakat. Kata Kunci: zakat; maqashid syariah; aset digital; blockchain; keuangan islam
Prioritizing Challenges and Strategies for Sustainable Productive Waqf Management in Indonesia: an ANP Method Fielnanda, Refky
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v17i2.46164

Abstract

Productive waqf management has strong potential to strengthen Islamic social finance and promote regional economic development. However, its implementation remains inefficient, particularly in Jambi, Indonesia. This study examines the key challenges in productive waqf management and proposes strategic solutions to enhance its effectiveness. The Analytic Network Process (ANP) was applied to prioritize challenges and strategies based on expert judgment and interdependent relationships. Data were obtained through in-depth interviews with experts, a focus group discussion, and pairwise-comparison questionnaires. The results indicate that key obstacles include limited managerial capacity at nāẓir, weak institutional governance, particularly the suboptimal role of the Indonesian Waqf Board (BWI) in Jambi, and insufficient government support. The study proposes strategic measures, such as targeted capacity-building for nāẓir, institutional reform, financing integration, and regulatory strengthening to enhance the sustainability of productive waqf governance. Keywords: productive waqf; islamic economics; Analytic Network Process Abstrak Pengelolaan wakaf produktif berpotensi besar memperkuat ekosistem keuangan sosial Islam dan mendorong pembangunan ekonomi daerah. Namun, pelaksanaannya masih belum optimal, khususnya di Jambi, Indonesia. Penelitian ini menganalisis tantangan dalam pengelolaan wakaf produktif dan merumuskan strategi penguatan efektivitas dan keberlanjutannya. Metode Analytic Network Process (ANP) digunakan untuk memprioritaskan tantangan dan strategi berdasarkan penilaian ahli dan keterkaitan antarfaktor. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus (FGD), serta kuesioner perbandingan berpasangan. Penelitian ini menemukan kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan kapasitas manajerial pada nazhir, lemahnya tata kelola kelembagaan, terutama belum optimalnya peran Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Jambi, serta minimnya dukungan pemerintah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas nazhir yang terarah, reformasi kelembagaan, integrasi pembiayaan, dan penguatan regulasi guna meningkatkan keberlanjutan tata kelola wakaf produktif. Kata Kunci: wakaf produktif; ekonomi islam; Analytic Network Process

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2025) Vol 17, No 1 (2025) Vol. 16 No. 2 (2024) Vol 16, No 2 (2024) Vol 16, No 1 (2024) Vol. 16 No. 1 (2024) Vol 15, No 2 (2023) Vol. 15 No. 2 (2023) Vol 15, No 1 (2023) Vol. 15 No. 1 (2023) Vol. 14 No. 2 (2022) Vol 14, No 2 (2022) Vol 14, No 1 (2022) Vol. 14 No. 1 (2022) Vol 13, No 2 (2021) Vol. 13 No. 2 (2021) Vol 13, No 1 (2021) Vol. 13 No. 1 (2021) Vol. 12 No. 2 (2020) Vol 12, No 2 (2020) Vol. 12 No. 1 (2020) Vol 12, No 1 (2020) Vol. 11 No. 2 (2019) Vol 11, No 2 (2019) Vol 11, No 1 (2019) Vol. 11 No. 1 (2019) Vol. 10 No. 2 (2018) Vol 10, No 2: July 2018 Vol 10, No 1: January 2018 Vol. 10 No. 1 (2018) Vol. 9 No. 2 (2017) Vol 9, No 2: July 2017 Vol. 9 No. 1 (2017) Vol 9, No 1: January 2017 Vol 8, No 2: July 2016 Vol. 8 No. 2 (2016) Vol 8, No 1: January 2016 Vol. 8 No. 1 (2016) Vol. 7 No. 2 (2015) Vol 7, No 2: July 2015 Vol. 7 No. 1 (2015) Vol 7, No 1: January 2015 Vol. 6 No. 2 (2014) Vol 6, No 2: July 2014 Vol. 6 No. 1 (2014) Vol 6, No 1: January 2014 Vol 5, No 2: July 2013 Vol 5, No 2: July 2013 Vol. 5 No. 2 (2013) Vol. 5 No. 1 (2013) Vol 5, No 1: January 2013 Vol 5, No 1: January 2013 Vol 4, No 2: July 2012 Vol. 4 No. 2 (2012) Vol 4, No 2: July 2012 Vol 4, No 1: January 2012 Vol 4, No 1: January 2012 Vol. 4 No. 1 (2012) Vol. 3 No. 2 (2011) Vol 3, No 2: July 2011 Vol 3, No 1: Januari 2011 Vol 3, No 1: Januari 2011 Vol. 3 No. 1 (2011) Vol. 2 No. 2 (2010) Vol 2, No 2: July 2010 Vol 2, No 1: January 2010 Vol. 2 No. 1 (2010) Vol 1, No 2: July 2009 Vol. 1 No. 2 (2009) Vol. 1 No. 1 (2009) Vol 1, No 1: January 2009 More Issue