cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jip@unikama.ac.id
Editorial Address
Jl.S.Supriadi No.48 Malang Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inspirasi Pendidikan
ISSN : 20889704     EISSN : 25494147     DOI : 10.21067
Core Subject : Education,
The Jurnal Inspirasi Pendidikan is a publication that contains the results of critical research and studies in the fields of education and teaching. Published twice in one year by the Association of Educators of Universitas Kanjuruhan Malang. This journal is expected to be the medium of publication of the results of qualified scientific research as well as scientific disclaimers in the fields of education and teaching.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Pembelajaran Tematik Berbasis Etnosains Dalam Meningkatkan Literasi Budaya dan Kewargaan Siswa Sekolah Dasar Setyo Eko Atmojo; Beny Dwi Lukitoaji
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 10 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.038 KB) | DOI: 10.21067/jip.v10i2.4518

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan pembelajaran Tematik Berbasis Etnosains dalam menumbuhkan Literasi Budaya dan Kewargaan Siswa Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (reserach and development). Produk yang dihasilkan melalui penelitian ini adalah pembelajaran tematik berbasis etnosains yang mampu meningkakan literasi budaya dan kewargaan. Berdasarkan hasil anlisis data diketahui bahwa produk hasil pengembagan memiliki skor > 80 yang berada pada kategori valid berdasar penilaian ahli. Hasil implmentasi produk menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan mampu meningkatkan literasi budaya dan kewargaan dengan N gian sebesar 0,49 berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil angket ketepatan pembelajaran diketahui bahwa sebesar 82,50 % siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran tematik berbasis etnosains. Produk penelitian ini mampu meningkatkan literasi budaya dan kewargaan siswa karena dalam pembelajaran ini menginterasikan budaya ke dalam tema pembelajaran sehingga membuat siswa mengetahui secara mendalam bahwa terdapat keterhubungan kaitan antara budaya dan tema pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa produk pengembangan ini memiliki tingkat kevalidan yang baik, efektif dalam meningkatkan literasi budaya dan kewargaan serta mampu diterapkan dengan baik dalam proses pembelajaran di kelas.
The Development of Ecological Character on Inclusive School Abdul Basit; Renny Candradewi Puspitarini
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 10 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1789.704 KB) | DOI: 10.21067/jip.v10i2.4534

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengembangan karakter peduli lingkungan melalui program eco-school (Adiwiyata) yang dijalankan di sekolah inklusi. Program tersebut merupakan kebijakan departemen pendidikan dan lingkungan hidup untuk memberikan literasi tentang pengelolaan lingkungan kepada para siswa. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model evaluasi CIPP (context, input, process, and procedure) dan pengumpulan data dengan wawancara semi-struktur, observasi dan dokumentasi di satu sekolah menengah atas di Probolinggo. Informan penelitian yang dilibatkan meliputi siswa, guru, dan kepala sekolah. Informan dari kelompok siswa dibagi menjadi kelompok anak berkebutuhan khusus/ABK (special needs) dan non ABK (reguler) sesuai karakteristik sekolah inklusi. Hasil studi menggambarkan efektivitas Program Adiwiyata nampak pada pemberdayaan sumber daya personel, kurikulum, sarana dan prasarana, serta quality control untuk membangun eco-green mandiri. Program ini berhasil menyebarkan motivasi dan kesadaran peduli lingkungan kepada siswa ABK maupun reguler sebagai modal bagi pembangunan berkelanjutan.
Representasi Pendidikan Kewarganegaraan pada Jenjang Pendidikan Tinggi Dilihat dari Perspektif Generasi Millenial I Putu Windu Mertha Sujana; Cecep Darmawan; Dasim Budimansyah; Sukadi Sukadi
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 10 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.678 KB) | DOI: 10.21067/jip.v10i2.4550

Abstract

Penelitian ini mengkaji Pendidikan Kewarganegaraan pada jenjang pendidikan tinggi yang memiliki posisi dan peran yang strategis dalam membangkitkan perasaan kebangsaan Indonesia dan cinta tanah air Indonesia (dalam konteks nilai dan moral Pancasila, nilai dan komitmen Bhineka Tunggal Ika, komitmen terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan memiliki komitmen ber-Negara Kesatuan Republik Indonesia) pada setiap mahasiswa (generasi millenial). Di lain pihak representasi Pendidikan Kewarganegaraan harus sesuai dengan karakteristik dari mahasiswa (generasi millenial). Sehingga tulisan ini akan merepresentasi Pendidikan Kewarganegaraan pada jenjang pendidikan tinggi dilihat dari perspektif generasi millenial. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana persepsi mahasiswa serta penilaian mahasiswa terhadap mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey jenis deskriptif, dimana informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner melalui google form. Metode survei jenis deskriptif akan mencari tahu terkait representasi Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Pendidikan Ganesha dengan menggunakan 75 responden mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkkan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan memiliki posisi dan peran yang sangat penting (70,7%) dan masih diminati (50,7%) oleh mahasiswa (generasi millenial). Namun media pembelajaran (66,7%) masih perlu disesuaikan dengan karakteristik generasi millenial yang cenderung menggunakan teknologi. Media pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan juga perlu mengkombinasikan antara teknologi dengan nilai-nilai budaya masyarakat sebagai benteng penyanggah dampak globalisasi. Nilai budaya sebagai benteng penyanggah dampak globalisasi dimaksudkan agar generasi millenial dapat menyaring nilai dan budaya luar terutama yang tidak sesuai dengan nilai dan budaya Indonesia.
Texts and Co-texts of Digital Native Elementary School Art Learning during the Covid-19 Pandemic Pance Mariati; Sri Hartatik; Suharmono Kasiyun; Ratih Asmarani
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 11 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.785 KB) | DOI: 10.21067/jip.v11i2.5703

Abstract

This study aims to explain the synthesis of conceptual changes in art learning for digital natives students to reflect current art learning practices so that they become a foothold in future improvement. This research uses a case study approach to art learning for digital natives students in 3 elementary schools in Pacitan, East Java, from May 2020 to May 2021 with 100 students and 50 teacher. This research discusses material and formal objects in learning art into text and co-text as a perspective from educational semiotics classroom, which is an effort to systematize based on the elements of art learning for digital natives. The results showed that the elements of art learning, such as the learning model, the intimacy aspect between teachers and students, and the digital natives learning ecosystem in them are continuously developing by considering the element of entrainment. Integration between learning elements is needed to meet the prerequisites for resilience for digital natives students, including intimacy between text and co-text learning, text competence and co-text learning, and entrainment in a learning-based ecosystem of digital natives class.
STEM Learning for Science Education Program: Reference to Indonesia Oktian Fajar Nugroho; Anna Permanasari; Harry Firman; Riandi
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 11 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.978 KB) | DOI: 10.21067/jip.v11i2.5908

Abstract

STEM education has now become a concern for researcher of education to be considered as a highly demanding learning. In Southeast Asia, Indonesia is one of the largest countries that has a lot of human resources that need to be improved in skills and abilities. This study aims to examine whether the urgency of STEM learning in Indonesia by looking at 21st century skills, this study uses content analysis methods, including examining the best implementation of STEM education aimed at teachers by investigating technical design skills training for teachers and students and also reviewed the literature from previous research from 1990 to 2016 which focused on developing STEM learning education throughout the world. In this study it was found that STEM education showed very significant developments throughout the world and had a major impact in efforts to improve students' understanding of concepts, literacy and creativity. From various research sources have provided evidence that implementation in implementing STEM Education to teachers. STEM is an application of daily life that is close and increases students' awareness of the environment.
Analisis Keterampilan Berpikir Siswa dengan Tipe Kepribadian Extrovert dan Introvert dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Kerangka Kerja Quellmalz Aning Wida Yanti; Mu’arrifati Qodriyyah
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 11 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.456 KB) | DOI: 10.21067/jip.v11i2.5924

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan berpikir siswa berdasarkan kerangka kerja Quellmalz dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari tipe kepribadian extrovert dan tipe kepribadian introvert. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan desaian studi kasus. Pemilihan subjek dilakukan dengan menggunakan tes Eysenck Personality Inventory (EPI) untuk menentukan dua siswa bertipe kepribadian extrovert dan dua siswa berkepribadian introvert kelas IX G MTsN 7 Kediri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berbasis tes. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang berkepribadian ekstrovert dan introvert dalam menyelesaikan masalah matematika belum memenuhi kelima kategori keterampilan berpikir Quellmalz. Siswa yang berkepribadian ekstrovert memenuhi dua kategori, yaitu mengingat dan analisis. Sedangkan siswa yang berkepribadian introvert memenuhi tiga kategori, yaitu mengingat, analisis, dan penarikan kesimpulan. Hal ini berarti dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan kerangka kerja Quellmalz siswa yang berkepribadian introvert lebih baik daripada siswa yang berkepribadian ekstrovert.
The use of Think-Talk-Write (TTW) strategy and its effect on the tenth grade students’ ability in writing descriptive text Rusfandi Rusfandi; Dea Rizky Tamara
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 11 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.81 KB) | DOI: 10.21067/jip.v11i1.3923

Abstract

Common problems that EFL learners face in writing are lack of vocabulary, limited grammar understanding, and idea development. An alternative teaching strategy to help them alleviate these problems is a Think-Talk-Write (TTW) strategy. This study investigates whether the use of the TTW strategy along with audio-visual media gives a positive effect on the students’ descriptive writing ability. Forty-six tenth grade students at a private senior high school participated in this study, and they were divided into experimental and control classes, each consisted of 23 students. The experimental class was taught by using a TTW strategy, and the control class was taught by using a Mind Mapping (MM) strategy. Pre-test and post-test were administered before and after the students received the treatments. The data were analyzed quantitatively. The result of the pre-test shows that there was no statistically different writing score between the two groups of students (t = .58, p > .05). However, a significant difference in scores between the two groups emerged for the post-test (t = 4.42, p < .05). This result suggests that the TTW strategy combined with audio-visual media can be an effective strategy that can be used by English teachers in teaching descriptive writing.
Terima kasih dan Meminta Maaf Sebagai Budaya Sekolah Bercorak Kearifan Lokal Jawa Ardiansyah Widya Pahlevi; Ricky Darmawan; Bambang Sumardjoko; Choiriyah Widyasari; Laili Etika Rahmawati
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 10 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jip.v10i2.4057

Abstract

ABSTRAK Maraknya penyimpangan sosial yang terjadi pada siswa saat ini disebabkan oleh kebiasaan negatif yang membudaya dalam kehidupan sehari-hari. Penyimpangan tersebut disebabkan oleh serinya siswa terpapar konten negatif seperti media sosial, sinetron, maupun lingkungan sekitar yang tidak mendukung pembentukan karakter positif. Sehingga kebiasaan atau budaya tersebut juga terbawa hingga ke sekolah. Melalui budaya terimakasih dan meminta maaf ini lah diharapkan mampu meminimalisir budaya negatif tersebut. Budaya terimakasih dan meminta maaf yang nantinya menjadi budaya sekolah juga diharapkan mampu membentuk karakter anak. Adanya pembudayaan yang bercorak Jawa juga menguatkan penguatan karakter karena dalam budaya Jawa budaya jawa terdapat transformasi karakter berupa cinta damai, toleransi, peduli lingkungan, menghargai, jujur, dan rendah hati. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi, guru, kepala sekolah, dan wali murid SD N 15 Mangkubumen Lor penelitian ini menggunakan kualitatif dengan studi kasus.pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan budaya meminta maaf dan berterima kasih bertransformasi menjadi budaya sekolah yang positif, dimana siswa mempunyai bekal kesantunan berbahasa maupun berperilaku, selain itu munculnya karakter bertnggung jawab, jujur, rendah hati, jujur, toleransi dan saling menghormati . ABSTRACT The rise of social deviations that occur in students today is caused by negative habits that are entrenched in everyday life. The deviation is caused by the series of students exposed to negative content such as social media, soap operas, and the environment that does not support the formation of positive characters. So that these habits or culture also carry over to school. Through this culture of gratitude and apology it is hoped to be able to minimize this negative culture. Thank you and apologizing culture which later became school culture is also expected to be able to shape the character of children. The existence of Javanese culture also strengthens character strengthening because in Javanese culture there is a transformation of Javanese character in the form of peace, tolerance, care for the environment, respect, honesty and humility. The subjects of this study were students, teachers, principals, and guardians of students of SD N 15 Mangkubumen Lor. This study used a qualitative case study. Data collection used interviews, observation, and documentation. The results showed that with a culture of apology and gratitude transformed into a positive school culture, where students have the provision of language politeness and behavior, besides the emergence of responsible characters, honest, humble, honest, tolerance and mutual respect.
Development of Teaching Materials Making Arts Decoration Changes in Batik Brake using Burci Embroidery Techniques Class XII Vocational School Erny Wijayati; Rufi’i Rufi’i; Djoko Adi Waluyo
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 10 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1361.978 KB) | DOI: 10.21067/jip.v10i2.4646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembuatan hiasan seni merubah corak batik dengan teknik sulaman burci pada SMK kelas XII Tata Busana. Metode pengembangannya menggunakan model Dick and Carey. Jenis penelitian ini adalah research and development.data berasal dari hasil 3 validator yaitu ahli desain, validasi ahli isi/ materi dan validasi teman sejawat/ guru bidang studi serta hasil uji coba kelompok besar sebanyak 26 siswa. Teknik pengumpulan data berupa angket. Teknik sampling menggunakan teknik sampling purposive. Teknik analisis yang digunakan untuk mengolah data yang diperoleh melalui lembar evaluasi dalam bentuk deskriptif dan mengukur kevalidan menggunakan rumus yang telah ditentukan. Hasil validasi ahli isi sebesar 85%, ahli desain sebesar 88%, teman sejawat atau bidang studi sebesar 89,4% dan hasil uji coba pada siswa kelompok besar kevalidannya sebesar 96,6%. Dari data dan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa modul pembuatan hiasan sulaman burci pada batik dapat dijadikan sebagai bahan ajar SMK Kelas XII Tata Busana, dengan pencapaian kategori sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran.
Pentingnya Aspek-Aspek Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Wibowo Heru Prasetiyo; Sutopo; Bambang Sumardjoko
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 11 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.163 KB) | DOI: 10.21067/jip.v11i1.4940

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk; (1) mendeskripsikan etos kepemimpinan transformasional; (2) mendeskripsikan pendekatan kepeminpinan transformasional dan (3) mengetahui target kepemimpinan transformasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena lebih memberikan tekanan pada pemahaman yang berhubungan dekat dengan nilai-nilai tertentu, mendeskripsikan, menafsirkan dan memberikan arti terhadap masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) dalam etos kepemimpinan transformasional, kepala sekolah berhasil membangun hubungan sosial yang kuat, baik di masyarkat maupun di dalam organisasi dengan mengikuti aturan dan etika yang ada, kepala sekolah bekerja dengan penuh tanggung jawab yang ditunjukkan dengan moralitas, motivasi dan etos kerja yang tinggi, (2) dalam pendekatan kepemimpinan transformasional menunjukkan bahwa kepala sekolah mampu menggabungkan kekuasaan, keahlian dan keteladanan dalam menjalankan kepemimpinan sekolah sehingga berjalan dengan efektif dan efisien; (3) dan target kepemimpinan transformasional kepala sekolah menunjukkan bahwa kepala sekolah dengan kekuasaan kepemimpinannya mampu mempengaruhi, mengarahkan, menggerakkan dan memberdayakan bawahan menuju perubahan pada budaya organisasi untuk mencapai tujuan melalui visi yang telah ditetapkan. Jadi etos, pendekatan dan target kepemimpinan transformasional mampu mengubah perilaku bawahan untuk memiliki motivasi dan moralitas yang lebih tinggi dalam menjalankan tugas.