cover
Contact Name
Fatmawati Nur
Contact Email
fate.nurkhalik@uin-alauddin.ac.id
Phone
+62811443002
Journal Mail Official
teknosains@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H.M.Yasin Limpo 36 Romang-Polong, Sombaopu, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan. 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi
ISSN : 19793154     EISSN : 2657036X     DOI : https://doi.org/10.24252/teknosains
Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi is a peer-reviewed journal that publishes three times a year (January-April, May-August, and September-December) on articles concerning all areas of science and technology in both theoretical and applied research. The below-mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science and Technology field. Chemistry and Chemical Engineering Physics, Material, and Mechanical Engineering Biology, and Biosystem Engineering Food and Agriculture Engineering Mathematics Computer Science and Engineering Earth Science and Engineering Space Engineering Electrical Engineering Architecture and Civil Engineering Environment Science and Engineering Mechanical Engineering Basic Science in Engineering Education Engineering Education Reforms New Technologies in Education Industry and Education: A Continous Collaboration Research and Development in Engineering Education Globalization in Engineering Education Computers, Internet, Multimedia in Engineering Education Organization of Laboratories
Articles 512 Documents
Uji efek antiinflamasi dan analgetik ekstrak etanol daun jati putih (Gmelina Arborea Roxb) pada mencit jantan (Mus musculus) Adri, Tenri Ayu; Wulandari, Tri; Mansyur, Mansyur
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.60727

Abstract

Daun jati putih (Gmelina Arborea roxb) merupakan jenis tumbuhan dengan akar, kulit kayu, daun, bunga, dan buah yang biasa digunakan sebagai obat. Flavonoid adalah senyawa utama yang terkandung dalam daun jati putih yang memiliki aktivitas dalam menghambat jalur siklooksigenase 2 (COX 2) pada proses inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun jati putih (Gmelina arborea Roxb) terhadap aktivitas antiinflamasi dan analgetik pada mencit jantan (Mus musculus). Penggunaan mencit jantan dipilih karena hewan ini memiliki kemiripan biologis yang tinggi dengan manusia, termasuk kesamaan genetik sekitar 95% dan keserupaan mekanisme respons imun, seperti aktivasi makrofag serta produksi sitokin proinflamasi. Dalam penelitian ini, ekstrak daun jati putih diberikan pada tiga dosis, yaitu 10 mg, 15 mg, dan 20 mg sebagai kelompok perlakuan, sedangkan Natrium Diklofenak digunakan sebagai kontrol positif. Uji antiinflamasi dilakukan untuk mengevaluasi penurunan edema, dan uji analgetik digunakan untuk menilai pengurangan respons nyeri pada mencit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dosis ekstrak daun jati putih mampu menurunkan pembengkakan dibandingkan kelompok kontrol negatif, dengan penurunan edema paling besar ditunjukkan oleh dosis 20 mg. Pada uji analgetik, data menunjukkan bahwa dosis tertinggi ekstrak menghasilkan efek pengurangan nyeri paling signifikan dibandingkan kelompok kontrol negatif. Dengan demikian, ekstrak daun jati putih berpotensi memiliki aktivitas antiinflamasi dan analgetik yang sebanding dengan obat standar pada model mencit jantan.
KEANEKARAGAMAN JENIS LICHENES SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS UDARA DI CAGAR ALAM PANANJUNG PANGANDARAN Nurhayati, Desi; Reyhan Rabbani, Muhammad; As-Syifa, Galuh Daneswari; Fauziah, Putri; Syafiqoh, Irma; Muliyah, Evi; Mardiati, Yuke
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.60934

Abstract

Lichen adalah organisme simbiotik antara jamur dan alga atau cyanobacteria yang sangat sensitif terhadap perubahan kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman jenis Lichenes sebagai indikator kualitas udara di Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Jawa Barat. Kawasan konservasi ini memiliki zonasi yang unik, yaitu bagian dalam (primer) dan luar (sekunder), yang berbatasan langsung dengan aktivitas wisata, sehingga potensi tekanan pencemaran udaranya perlu diukur. Namun, data mengenai kualitas udara berbasis bioindikator di kawasan ini masih terbatas. Metode yang digunakan adalah eksplorasi jelajah di dua lokasi, yaitu kawasan Cagar Alam Pangandaran bagian dalam dan luar. Data yang dikumpulkan meliputi jenis dan jumlah Lichenes, serta faktor abiotik seperti suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya. Dari data tersebut dihitung indeks keanekaragamannya menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan dalam Cagar Alam memiliki keanekaragaman tinggi (H' = 2,95), sedangkan di kawasan luar hanya ditemukan dua spesies yang toleran terhadap polusi, yaitu Dirinaria picta dan Dirinaria applanata dengan H' = 0,67. Temuan ini mengonfirmasi bahwa kawasan luar cagar alam mengalami tekanan kualitas udara yang lebih besar dibandingkan kawasan dalam. Studi ini secara praktis mengimplikasikan pentingnya pemantauan lingkungan berkelanjutan di kawasan penyangga cagar alam dan memperkuat peran Lichenes sebagai alat bioindikatoryang efektif dan murah dalam strategi konservasi.
Permukiman kumuh dan stunting di Kelurahan Macini Sombala Kota Makassar Mandala, Satria; Juni, Juni; Sobirin, Sobirin; Karim, Abdul; Akbar, Muh
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.61595

Abstract

Permukiman kumuh berkontribusi besar terhadap meningkatnya kejadian stunting pada anak. Kondisi hunian yang tidak layak mendorong munculnya penyakit infeksi, paparan lingkungan yang tidak aman, serta defisit asupan gizi rangkaian faktor yang mempertinggi risiko gangguan pertumbuhan. Riset ini menerapkan metode kuantitatif melalui rancangan deskriptif observasional. Subjek penelitian meliputi keseluruhan penduduk di wilayah Kelurahan Macini Sombala, Kota Makassar (N = 22.584 jiwa). Sampel dipilih secara acak sederhana dari rumah tangga dengan kepemilikan tempat tinggal pribadi, dengan ukuran 5–15% dari total populasi. Data diolah melalui statistik deskriptif dan diperkaya telaah kualitatif atas temuan lapangan. Validitas instrumen ditinjau pada aspek isi dan konstruk menggunakan uji korelasi Pearson serta analisis faktor. Hasil menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting di kawasan kumuh menuntut perluasan akses sanitasi dan air layak, penguatan layanan kesehatan, serta edukasi gizi dan pola asuh bagi orang tua/pengasuh. Temuan ini memberikan masukan bagi perumusan kebijakan penataan permukiman perkotaan di Kota Makassar dengan mempertimbangkan determinan lingkungan, sanitasi, sosial ekonomi, dan pendidikan.
Karakterisasi sampah plastik yang terakumulasi di Pelabuhan Timur, Kamal, Bangkalan dan aktivitas degradasinya oleh bakteri indigenous air limbah cucian garam (bittern) Junaedi, Abdus Salam; Zainuri, Muhammad; Triajie, Haryo; Wahyuningtyas, Putri; Ahnan, Maftuh
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.62406

Abstract

Plastik merupakan polimer sintetis yang memiliki sifat stabil dan tahan terhadap degradasi alami. Salah satu cara untuk mengurangi akumulasi plastik di lingkungan perairan adalah menggunakan mikroorganisme sebagai agen biodegradasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur parameter kualitas perairan, mengkarakterisasi jenis plastik yang ditemukan di stasiun pengambilan sampel, dan membandingkan aktivitas degradasi plastik oleh formulasi bakteri indigenous air limbah cucian garam dengan formulasi bakteri kontrol. Seluruh data pengukuran kualitas perairan, karakteristik jenis plastik, dan data aktivitas degradasi plastik dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Lokasi pengambilan sampel berada pada Perairan Pelabuhan Timur sampai Perairan Karang-Kiring, Kamal, Bangkalan. Hasil parameter kualitas air menunjukan nilai DO yang diperoleh dari stasiun 1, 2, dan 3 secara berurutan, yaitu 3,0 mg/L; 3,35 mg/L; dan 2,4 mg/L. Nilai pH yang diperoleh dari stasiun 1, 2, dan 3 secara berurutan, yaitu 8,0; 7,7; dan 7,8. Nilai suhu yang diperoleh dari stasiun 1, 2, dan 3 secara berurutan, yaitu 26,9ºC; 27,7ºC; dan 27,3ºC. Karakteristik plastik yang ditemukan di stasiun 1, 2, dan 3 didominasi oleh jenis plastik LDPE (Low-Density Polyethtlene). Aktivitas degradasi plastik terbaik ditunjukkan oleh formulasi bakteri indigenous air limbah cucian garam (bittern), yaitu nilai rata-rata berat awal sebesar 0,0019 dan berat ahkir sebesar 0,0012, sehingga diketahui hasil presentase kehilangan berat kering sebesar 40% persentase berat kering plastik. Penelitian ini menunjukkan potensi formulasi bakteri indigenous air limbah cucian garam (bittern) sebagai agen biodegradasi plastik yang efektif dan berkontribusi positif terhadap pengembangan bioteknologi lingkungan, serta dapat dijadikan sebagai acuan bagi industri dan pemangku kebijakan dalam pengelolaan limbah plastik secara berkelanjutan
Botanical powdered plant of Piper nigrum as bioprotectant to stored rice on Sitophilus oryzae Meriem, Selis; Masriany, Masriany; Lestarini, Ayu; Hasyimuddin, Hasyimuddin; Makmur, Kurnia; Syahribulan, Syahribulan
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.62617

Abstract

The bioactive compounds from plant based have been raised to control a serious threat by stored-product pests as an established strategy to replace problems in insecticide residues. However, Piper nigrum cultivated in tropical Indonesia which is expected to be a potential bioinsecticide, remains poorly explored. This study aimed to examine the effect of different powdered plants of P. nigrum in each dose on the mortality and the repellency of Sitophilus oryzae in stored rice. Our study carried out a completely randomized design with two factors: (1) powder sources (stems, leaves, fruits) of P. nigrum and (2) their concentrations (2, 3, 4, and 5 g). A dual-choice bio-assay apparatus was designed to measure the treatments A high dose of 5g powdered fruits rapidly caused the highest mortality by 98.3% at 9-d exposure, followed by 4g of powdered fruits by 100% at 12-d. Powdered leaves of 4g and 5g showed a high rapidly repellent potency which were 56.7% and 58.8% after 12-d, respectively. Thereby, the increased doses of fruits and leaves powders of P. nigrum were likely the best innocuous alternative as a low-cost and eco-friendly bioinsecticide agents on S. oryzae.
Harmoni Budaya dan Alam Studi Etnobotani Tumbuhan Ritual pada Tradisi Kirab Tirta Amerta Sari Sulistyowati, Ika; Setiawati, Erika; Safitri, Bella; Cipeta, Hermas Rudiansyah; Muhaimin, Fahrul Ghani; Pitaloka, Karin Anindita Widya; Mahanal, Susriyati
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.62700

Abstract

Tradisi Kirab Tirta Amerta Sari (KTAS) di Candi Sumberawan memanfaatkan tumbuhan sebagai elemen utama upacara, namun pengetahuan lokal masyarakat kian menurun akibat perubahan sosial dan pariwisata. Penelitian ini mendokumentasikan spesies tumbuhan serta aspek konservasinya, memberi perspektif baru tentang hubungan manusia dan tumbuhan dalam tradisi lokal Singosari. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan melestarikan pengetahuan lokal masyarakat terkait pemanfaatan tumbuhan ritual dalam tradisi KTAS. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan melibatkan informan kunci yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan peneliti, serta informan non-kunci (tambahan) menggunakan teknik snowball sampling berdasarkan rekomendasi dari informan kunci. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dilakukan triangulasi untuk memastikan kredibilitasnya. Data yang terkumpul kemudian direduksi, disajikan, dan ditarik kesimpulan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 24 jenis tumbuhan dari 17 famili yang didominasi habitus herba serta banyak dimanfaatkan bagian bunga dan daun dalam keadaan segar. Setiap jenis tumbuhan mempunyai makna filosofis mendalam. Sebagian besar tumbuhan tergolong Least Concern dan sudah ada upaya konservasi dari masyarakat dengan cara budidaya untuk menjaga keberlanjutannya. Temuan ini menegaskan pentingnya dokumentasi pengetahuan lokal masyarakat terkait pemanfaatan tumbuhan ritual dalam tradisi KTAS agar tetap lestari dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.
A ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA IKAN KERAPU MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PERAIRAN KOTA PROBOLINGGO Widyastuti, Indri Ika; Sukarno, Friska Intan; Tiyasmihadi, Tri; Ningrum, Puspa Aulia Widya
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.63034

Abstract

Budidaya ikan kerapu (Epinephelus sp.) berbasis keramba jaring apung (KJA) membutuhkan kondisi perairan yang sesuai, terutama terkait parameter oseanografi seperti kedalaman, salinitas, suhu, klorofil-a, total suspended solid (TSS), dan arus. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat kesesuaian perairan untuk budidaya kerapu di wilayah pesisir Probolinggo dengan memanfaatkan citra satelit MODIS/Aqua, VIIRS, dan Sentinel-3 OLCI. Parameter oseanografi diekstraksi dari citra Level-2 menggunakan algoritma standar NASA Ocean Color dan algoritma TSS Laili. Analisis spasial dilakukan melalui proses reclassify, pembobotan, dan teknik weighted overlay aplikasi sistem informasi geografis untuk menentukan kelas kesesuaian perairan, yakni sangat sesuai (S1), sesuai (S2), dan tidak sesuai (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi perairan berada pada kisaran optimum budidaya, dengan suhu permukaan laut 30,24–30,50°C, salinitas 32,93–33,02 ppt, TSS 8.57–22,59 mg/L, serta konsentrasi klorofil-a yang mendukung kesuburan perairan. Kedalaman perairan 5–25 meter juga sesuai dengan standar kebutuhan struktural KJA. Secara spasial, wilayah sangat sesuai (S1) memiliki luas 4.951,67 ha (16,91%), wilayah sesuai (S2) mencakup 23.574 ha (80,52%), dan wilayah tidak sesuai (S3) seluas 749,94 ha (2,56%). Hasil analisis menunjukkan bahwa lebih dari 97% perairan Probolinggo masih layak dan potensial untuk pengembangan budidaya kerapu, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan kawasan budidaya laut yang berkelanjutan.
Coral Reef Condition in the Waters of Karampuang Tourism Island, West Sulawesi Province Nur, Rahmi; Atjo, Andi Arham; Abidin, Muhammad Rais; Liani, Ahyani Mirah
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.63270

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Perairan Pulau Karampuang di Provinsi Sulawesi Barat dikenal sebagai kawasan wisata bahari dengan potensi ekosistem terumbu karang yang cukup luas. Namun, aktivitas wisata dan tekanan lingkungan berpotensi memengaruhi kondisi terumbu karang di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terumbu karang yang terdapat di perairan Pulau Karampuang. Penelitian ini berlokasi di Pulau Karampuang dengan mengambil enam titik pengamatan sebagai keterwakilan kondisi terumbu karang. Metode pengamatan yang digunakan yaitu dengan metode UPT (Underwater Photo Transect). Pada setiap stasiun penelitian dipasang transek sepanjang 50 m sejajar garis pantai, sepanjang transek tersebut dilakukan pengambilan foto bawah air secara sistematis dengan bidang foto berukuran 1 × 1 m sehingga diperoleh sejumlah foto yang merepresentasikan kondisi terumbu karang pada satu stasiun. Parameter utama yang dianalisis adalah persentase tutupan karang hidup (coral cover), yang dihitung berdasarkan kategori hard coral (HC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang hidup (coral cover) di Pulau Karampuang dalam kategori “Buruk” sampai “Baik”. Terdapat dua stasiun dalam kodisi baik, tiga dalam kondisi “Sedang” dan satu stasiun dalam kondisi “Buruk”. Berdasarkan variasi kondisi terumbu karang tersebut, diperlukan pengelolaan terumbu karang yang terintegrasi serta monitoring jangka panjang, terutama pada stasiun dengan kondisi sedang hingga buruk, guna mendukung upaya konservasi dan keberlanjutan ekosistem terumbu karang di Pulau Karampuang.
Identifikasi Gejala Penyakit Dan Cendawan Patogen Pada Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annum var. Lado) Sukmawaty, Eka; Putri, Yunita Dwi; Meriem, Selis; Zuraidah, Zuraidah; Nur, Fatmawati; Hajrah, Hajrah
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.64519

Abstract

Cabai merah keriting (Capsicum annuum L. var. Lado) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi namun rentan mengalami gagal panen akibat serangan cendawan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gejala serangan penyakit di lapangan serta jenis cendawan patogen penyebabnya. Metode penelitian meliputi isolasi, purifikasi, uji patogenitas (hipersensitivitas) pada daun tembakau, serta karakterisasi morfologi. Hasil observasi lapangan menemukan enam gejala penyakit utama, yaitu busuk buah antraknosa, busuk hitam pangkal batang, busuk batang, bercak daun Cercospora, penyakit embun bulu, dan hawar daun. Berdasarkan uji patogenitas, seluruh isolat mampu memicu gejala nekrosis pada daun tembakau yang mengindikasikan sifat patogenik. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa cendawan penyebab penyakit tersebut tergolong ke dalam genus Colletotrichum, Fusarium, Curvularia, dan Phytophthora. Dapat disimpulkan bahwa keempat genus cendawan tersebut merupakan agen penyebab utama berbagai penyakit yang mengancam produktivitas tanaman cabai merah keriting di lokasi penelitian.
ANALISIS TOTAL BAKTERI LINGKUNGAN RUMAH POTONG UNGGAS (RPU) KECAMATAN MANGGALA, KOTA MAKASSAR Rustam, Aswar; Thaha, Aminah Hajah; Rosalina, Hamna; Muthiadin, Cut
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.64527

Abstract

Rumah Potong Unggas (RPU) merupakan tempat pemotongan unggas meliputi proses penyembelihan, pemotongan, dan pencucian hingga menjadi karkas yang siap diperjualbelikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah total bakteri lingkungan Rumah Potong Unggas (RPU) serta membandingkan tingkat higiene lingkungan berbasis cemaran mikrobiologi antara RPU yang memiliki sertifikat halal dan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dengan RPU yang belum bersertifikat di Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Tahapan penelitian ini meliputi survei lokasi, pengumpulan data, pengambilan sampel, pembuatan media pertumbuhan bakteri, sterilisasi alat dan bahan, uji Total Plate Count (TPC), dan analisis data. Penelitian ini menggunakan 3 jenis sampel yaitu air rebusan, air limbah, dan air keran yang diambil dari 9 RPU. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kecenderungan bahwa Rumah Potong Unggas (RPU) yang memiliki sertifikat halal dan NKV memiliki tingkat higiene lingkungan berbasis cemaran mikrobiologi yang lebih baik pada beberapa sampel dibandingkan RPU yang belum bersertifikat. Namun, masih terdapat RPU bersertifikat dengan total mikroba yang tinggi, sehingga kepemilikan sertifikat halal dan NKV belum tentu menjamin kebersihan sanitasi lingkungan dan diperlukan audit berkala. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai TPC terendah diperoleh pada sampel A1 (air rebusan), A2 (air limbah), dan B3 (air keran), dengan nilai berturut-turut 8,70 × 10⁵ CFU/mL, 3,85 × 10⁵ CFU/mL, dan <1 × 10³ CFU/mL. Namun masih ada RPU dengan sertifikasi halal dan NKV yang menunjukkan total mikroba yang tinggi. Sebagai contoh, salah satu RPU yang telah memiliki sertifikat halal dan NKV sejak 2022 (RPU D) menunjukkan nilai TPC yang tinggi pada sampel air rebusan dan air keran, yang menegaskan bahwa sertifikasi saja tidak selalu diikuti dengan penerapan sanitasi yang konsisten. Sehingga kepemilikan sertifikat halal dan NKV belum tentu menjamin kebersihan sanitasi lingkungan dan diperlukan adanya audit berkala. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa sertifikasi halal tidak hanya berfungsi sebagai jaminan kepatuhan terhadap aspek keagamaan, tetapi juga mengenai sanitasi yang lebih optimal, sehingga berkaitan dengan keamanan pangan.