cover
Contact Name
Fatmawati Nur
Contact Email
fate.nurkhalik@uin-alauddin.ac.id
Phone
+62811443002
Journal Mail Official
teknosains@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H.M.Yasin Limpo 36 Romang-Polong, Sombaopu, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan. 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi
ISSN : 19793154     EISSN : 2657036X     DOI : https://doi.org/10.24252/teknosains
Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi is a peer-reviewed journal that publishes three times a year (January-April, May-August, and September-December) on articles concerning all areas of science and technology in both theoretical and applied research. The below-mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science and Technology field. Chemistry and Chemical Engineering Physics, Material, and Mechanical Engineering Biology, and Biosystem Engineering Food and Agriculture Engineering Mathematics Computer Science and Engineering Earth Science and Engineering Space Engineering Electrical Engineering Architecture and Civil Engineering Environment Science and Engineering Mechanical Engineering Basic Science in Engineering Education Engineering Education Reforms New Technologies in Education Industry and Education: A Continous Collaboration Research and Development in Engineering Education Globalization in Engineering Education Computers, Internet, Multimedia in Engineering Education Organization of Laboratories
Articles 500 Documents
A ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA IKAN KERAPU MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PERAIRAN KOTA PROBOLINGGO Widyastuti, Indri Ika; Sukarno, Friska Intan; Tiyasmihadi, Tri; Ningrum, Puspa Aulia Widya
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.63034

Abstract

Budidaya ikan kerapu (Epinephelus sp.) berbasis keramba jaring apung (KJA) membutuhkan kondisi perairan yang sesuai, terutama terkait parameter oseanografi seperti kedalaman, salinitas, suhu, klorofil-a, total suspended solid (TSS), dan arus. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat kesesuaian perairan untuk budidaya kerapu di wilayah pesisir Probolinggo dengan memanfaatkan citra satelit MODIS/Aqua, VIIRS, dan Sentinel-3 OLCI. Parameter oseanografi diekstraksi dari citra Level-2 menggunakan algoritma standar NASA Ocean Color dan algoritma TSS Laili. Analisis spasial dilakukan melalui proses reclassify, pembobotan, dan teknik weighted overlay aplikasi sistem informasi geografis untuk menentukan kelas kesesuaian perairan, yakni sangat sesuai (S1), sesuai (S2), dan tidak sesuai (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi perairan berada pada kisaran optimum budidaya, dengan suhu permukaan laut 30,24–30,50°C, salinitas 32,93–33,02 ppt, TSS 8.57–22,59 mg/L, serta konsentrasi klorofil-a yang mendukung kesuburan perairan. Kedalaman perairan 5–25 meter juga sesuai dengan standar kebutuhan struktural KJA. Secara spasial, wilayah sangat sesuai (S1) memiliki luas 4.951,67 ha (16,91%), wilayah sesuai (S2) mencakup 23.574 ha (80,52%), dan wilayah tidak sesuai (S3) seluas 749,94 ha (2,56%). Hasil analisis menunjukkan bahwa lebih dari 97% perairan Probolinggo masih layak dan potensial untuk pengembangan budidaya kerapu, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan kawasan budidaya laut yang berkelanjutan.
Coral Reef Condition in the Waters of Karampuang Tourism Island, West Sulawesi Province Nur, Rahmi; Atjo, Andi Arham; Abidin, Muhammad Rais; Liani, Ahyani Mirah
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.63270

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Perairan Pulau Karampuang di Provinsi Sulawesi Barat dikenal sebagai kawasan wisata bahari dengan potensi ekosistem terumbu karang yang cukup luas. Namun, aktivitas wisata dan tekanan lingkungan berpotensi memengaruhi kondisi terumbu karang di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terumbu karang yang terdapat di perairan Pulau Karampuang. Penelitian ini berlokasi di Pulau Karampuang dengan mengambil enam titik pengamatan sebagai keterwakilan kondisi terumbu karang. Metode pengamatan yang digunakan yaitu dengan metode UPT (Underwater Photo Transect). Pada setiap stasiun penelitian dipasang transek sepanjang 50 m sejajar garis pantai, sepanjang transek tersebut dilakukan pengambilan foto bawah air secara sistematis dengan bidang foto berukuran 1 × 1 m sehingga diperoleh sejumlah foto yang merepresentasikan kondisi terumbu karang pada satu stasiun. Parameter utama yang dianalisis adalah persentase tutupan karang hidup (coral cover), yang dihitung berdasarkan kategori hard coral (HC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang hidup (coral cover) di Pulau Karampuang dalam kategori “Buruk” sampai “Baik”. Terdapat dua stasiun dalam kodisi baik, tiga dalam kondisi “Sedang” dan satu stasiun dalam kondisi “Buruk”. Berdasarkan variasi kondisi terumbu karang tersebut, diperlukan pengelolaan terumbu karang yang terintegrasi serta monitoring jangka panjang, terutama pada stasiun dengan kondisi sedang hingga buruk, guna mendukung upaya konservasi dan keberlanjutan ekosistem terumbu karang di Pulau Karampuang.
Identifikasi Gejala Penyakit Dan Cendawan Patogen Pada Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annum var. Lado) Sukmawaty, Eka; Putri, Yunita Dwi; Meriem, Selis; Zuraidah, Zuraidah; Nur, Fatmawati; Hajrah, Hajrah
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.64519

Abstract

Cabai merah keriting (Capsicum annuum L. var. Lado) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi namun rentan mengalami gagal panen akibat serangan cendawan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gejala serangan penyakit di lapangan serta jenis cendawan patogen penyebabnya. Metode penelitian meliputi isolasi, purifikasi, uji patogenitas (hipersensitivitas) pada daun tembakau, serta karakterisasi morfologi. Hasil observasi lapangan menemukan enam gejala penyakit utama, yaitu busuk buah antraknosa, busuk hitam pangkal batang, busuk batang, bercak daun Cercospora, penyakit embun bulu, dan hawar daun. Berdasarkan uji patogenitas, seluruh isolat mampu memicu gejala nekrosis pada daun tembakau yang mengindikasikan sifat patogenik. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa cendawan penyebab penyakit tersebut tergolong ke dalam genus Colletotrichum, Fusarium, Curvularia, dan Phytophthora. Dapat disimpulkan bahwa keempat genus cendawan tersebut merupakan agen penyebab utama berbagai penyakit yang mengancam produktivitas tanaman cabai merah keriting di lokasi penelitian.
ANALISIS TOTAL BAKTERI LINGKUNGAN RUMAH POTONG UNGGAS (RPU) KECAMATAN MANGGALA, KOTA MAKASSAR Rustam, Aswar; Thaha, Aminah Hajah; Rosalina, Hamna; Muthiadin, Cut
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.64527

Abstract

Rumah Potong Unggas (RPU) merupakan tempat pemotongan unggas meliputi proses penyembelihan, pemotongan, dan pencucian hingga menjadi karkas yang siap diperjualbelikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah total bakteri lingkungan Rumah Potong Unggas (RPU) serta membandingkan tingkat higiene lingkungan berbasis cemaran mikrobiologi antara RPU yang memiliki sertifikat halal dan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dengan RPU yang belum bersertifikat di Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Tahapan penelitian ini meliputi survei lokasi, pengumpulan data, pengambilan sampel, pembuatan media pertumbuhan bakteri, sterilisasi alat dan bahan, uji Total Plate Count (TPC), dan analisis data. Penelitian ini menggunakan 3 jenis sampel yaitu air rebusan, air limbah, dan air keran yang diambil dari 9 RPU. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kecenderungan bahwa Rumah Potong Unggas (RPU) yang memiliki sertifikat halal dan NKV memiliki tingkat higiene lingkungan berbasis cemaran mikrobiologi yang lebih baik pada beberapa sampel dibandingkan RPU yang belum bersertifikat. Namun, masih terdapat RPU bersertifikat dengan total mikroba yang tinggi, sehingga kepemilikan sertifikat halal dan NKV belum tentu menjamin kebersihan sanitasi lingkungan dan diperlukan audit berkala. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai TPC terendah diperoleh pada sampel A1 (air rebusan), A2 (air limbah), dan B3 (air keran), dengan nilai berturut-turut 8,70 × 10⁵ CFU/mL, 3,85 × 10⁵ CFU/mL, dan <1 × 10³ CFU/mL. Namun masih ada RPU dengan sertifikasi halal dan NKV yang menunjukkan total mikroba yang tinggi. Sebagai contoh, salah satu RPU yang telah memiliki sertifikat halal dan NKV sejak 2022 (RPU D) menunjukkan nilai TPC yang tinggi pada sampel air rebusan dan air keran, yang menegaskan bahwa sertifikasi saja tidak selalu diikuti dengan penerapan sanitasi yang konsisten. Sehingga kepemilikan sertifikat halal dan NKV belum tentu menjamin kebersihan sanitasi lingkungan dan diperlukan adanya audit berkala. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa sertifikasi halal tidak hanya berfungsi sebagai jaminan kepatuhan terhadap aspek keagamaan, tetapi juga mengenai sanitasi yang lebih optimal, sehingga berkaitan dengan keamanan pangan.
Deteksi Simultan Kontaminasi DNA Babi dan Alkohol pada Produk Makanan Jepang menggunakan Spektroskopi FTIR, GC-MS dan Real Time-PCR Amin, Abdul Rauf Muhammad; Masriany, Masriany; Sukmawaty, Eka; Muthiadin, Cut; Masita, Masita; Kasfina, Ina; Sahin, Andini
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.64648

Abstract

Makanan Jepang populer di Indonesia, memantik perhatian serius terkait isu kehalalan makanan terutama bagi konsumen muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi secara kualitatif kontaminasi senyawa alkohol dan DNA babi pada produk makanan Jepang yang dijual di beberapa resto Kota Makassar, menggunakan kombinasi metode Spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR) dan Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Agustus 2023. Sampel makanan (Spicy Ramen, Salmon Mentai Rice, dan Yakiniku Don) diambil dari Restoran X di Makassar yang belum tersertifikasi halal. Analisis FTIR mengindikasikan keberadaan senyawa alkoholik pada semua sampel. Puncak serapan spesifik gugus O-H sekitar 3400-3500 cm-1 dan C-O sekitar 1000-1200 cm-1 yang mengonfirmasi adanya senyawa alkoholik terdeteksi kuat pada Spicy Ramen, Salmon Mentai Rice, dan Yakiniku Don. Sebagai contoh, puncak kunci teramati pada 3450 cm-1 dan 1078-1154 cm-1, menunjukkan adanya campuran tipe alkohol primer, sekunder, dan tersier. Hasil GC-MS mengindikasikan adanya kandungan senyawa alkohol pada ketiga jenis makanan yang diuji. Sebaliknya, RT-PCR menunjukkan hasil negatif secara konsisten, mengonfirmasi tidak adanya DNA babi pada ketiga sampel. Meskipun hasil pengujian kontaminasi DNA babi menunjukkan negatif, terdeteksinya senyawa etanol melalui FTIR dan GC-MS menunjukkan adanya potensi kontaminasi non-halal yang bukan berasal dari babi. Penelitian ini menekankan urgensi penerapan verifikasi ganda, baik melalui analisis kimia maupun molekuler, dalam proses sertifikasi halal. Hasil kajian merekomendasikan agar praktisi kuliner secara konsisten mematuhi standar bahan baku guna meminimalkan potensi kontaminasi senyawa alkohol, sehingga dapat meningkatkan validitas jaminan kehalalan dan memperkuat kepercayaan konsumen Muslim.
Analisis kualitas sperma dan proporsi kromosom X–Y Sapi Bali (Bos indicus) hasil sexing metode swim-up dengan variasi kadar albumin dan waktu inkubasi Amalia, Andi Dewi Reski; Permatasari, Artha Rezki; Hajrah, Hajrah; Muthiadin, Cut; Hafsan, Hafsan; Dirhamzah, Dirhamzah
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.64695

Abstract

Seleksi hewan berdasarkan jenis kelamin merupakan strategi penting dalam program pemuliaan dan produksi ternak karena berpengaruh terhadap efisiensi produksi dan nilai ekonomi. Peningkatan kebutuhan daging sapi mendorong penerapan teknologi reproduksi yang efisien, salah satunya melalui sexing sperma. Metode swim-up merupakan teknik sexing sperma yang relatif sederhana dan ekonomis. Namun, pada sapi bali, efektivitas metode ini masih perlu dikaji lebih spesifik terutama terkait pengaruh durasi inkubasi dan kadar albumin terhadap pemisahan spermatozoa X dan Y serta kualitas spermatozoa yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi durasi inkubasi dan kadar albumin terhadap kualitas semen beku sapi bali hasil sexing menggunakan metode swim-up, serta mengevaluasi proporsi spermatozoa X dan Y dan kualitas kromosom sperma setelah proses sexing. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimental kuantitatif dengan parameter pengamatan meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, morfometrik sperma, proporsi spermatozoa X dan Y, serta kualitas kromosom sperma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi durasi inkubasi dan kadar albumin berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap kualitas sperma. Perlakuan inkubasi 15 menit dengan albumin 3% menghasilkan kualitas sperma terbaik dengan motilitas 14,00±6,02, viabilitas 26,67±7,57, dan abnormalitas terendah 5,67±5,50. Morfometrik sperma pasca sexing masih berada dalam kisaran normal. Proporsi spermatozoa X dan Y menunjukkan variasi antar perlakuan, dengan kecenderungan fraksi kromosom kelamin tertentu pada perlakuan optimal. Hasil skrining kromosom menunjukkan mayoritas spermatozoa memiliki kromosom yang utuh. Dengan demikian, metode swim-up diharapkan efektif digunakan untuk memisahkan spermatozoa berdasarkan kromosom kelamin tanpa menurunkan kualitas kromosom sperma sapi bali.
ISOLASI BAKTERI ENDOFIT DARI DAUN SUNGKAI (Peronema canescens Jack) Oksal, Efriyana; Chuchita, Chuchita; Ngazizah, Febri Nur; Pereiz, Zimon; Wulandari, Oktavia Rahmi; Yuneta, Yuneta; Natania Gracia, Amanda
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.61258

Abstract

Sungkai (Peronema canescens Jack.) merupakan tanaman yang secara tradisional dimanfaatkan oleh masyarakat Kalimantan sebagai obat herbal, terutama melalui rebusan daun dan kulit batangnya. Namun, penelitian mengenai keberadaan dan potensi bakteri endofit pada tanaman sungkai masih sangat terbatas, padahal bakteri endofit diketahui hidup dalam jaringan tanaman dan berpotensi menghasilkan metabolit sekunder bioaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi isolat bakteri endofit yang berasosiasi dengan daun sungkai. Metode penelitian dilakukan dengan isolasi bakteri endofit dari daun sungkai, dilanjutkan mengkarakterisasi jumlah isolat yang diperoleh melalui pengujian maksroskopis Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri endofit dari daun sungkai berhasil diisolasi dan diperoleh satu isolat bakteri endofit dari daun sungkai, dengan karakter makroskopis berbentuk bulat, dengan permukaan datar dan warna krem.
Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Potensi Blue Carbon pada Coral di Pulau Burungloe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan Ramadhani, Andi Afra Nayla; Almira, Nur Faizah; Bahdar, Ayatullah Ruhullah; Sadly, Varly Adelio; Rimantho, Dedi
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.62910

Abstract

Perubahan iklim global memberikan dampak yang signifikan terhadap ekosistem laut, termasuk terumbu karang yang memiliki peran penting sebagai penyimpan karbon biru. Terumbu karang tidak hanya berfungsi sebagai habitat bagi berbagai organisme laut, tetapi juga berkontribusi dalam siklus karbon global melalui penyimpanan karbon organik pada jaringan biotik maupun sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara curah hujan sebagai salah satu indikator perubahan iklim dengan potensi karbon biru pada ekosistem terumbu karang di Pulau Burungloe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Data curah hujan Kabupaten Sinjai dianalisis dalam rentang waktu 2021–2024, sedangkan potensi karbon biru ditentukan melalui pengukuran kandungan karbon organik dalam sedimen. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada curah hujan, dari 3.079 mm pada tahun 2021 menjadi 1.487 mm pada tahun 2025. Seiring dengan penurunan tersebut, cadangan karbon biru juga mengalami penurunan, yaitu dari 13,3 mg/ha pada tahun 2021 menjadi 11,55 mg/ha pada tahun 2025. Analisis korelasi menghasilkan nilai r = 0,976 dengan r² = 0,953 yang menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara curah hujan dan potensi karbon biru.
Analisis status keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove di Pesisir Utara Kota Makassar Akram, Andi; Jihad, Ahmad; Kasim, Muhammad Ridha
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.63218

Abstract

Pemanfaatan ekosistem mangrove di wilayah pesisir utara Kota Makassar mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga dibutuhkan penilaian keberlanjutan terhadap pengelolaan ekosistem mangrove. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling melalui pengamatan ekologi mangrove dan wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu multidimensional scaling (MDS) melalui software rapid assessment technique for fisheries (RAPFISH). Berdasarkan hasil penelitian, status keberlanjutan dimensi ekologi cukup berkelanjutan dengan nilai 51,98, dimensi sosial cukup berkelanjutan dengan nilai 52,12 dan dimensi ekonomi kurang berkelanjutan dengan nilai 49,87. Tingkat keberlanjutan multidimensi pengelolaan mangrove cukup berkelanjutan dengan nilai indeks keberlanjutan 53,06 yang terdiri dari beberapa indikator. Strategi pengelolaan ekosistem mangrove yang menjadi prioritas utama yaitu melaksanakan rehabilitasi dan monitoring ekosistem mangrove agar terjaga dengan baik dan meningkatkan kerjasama antar dinas dan stakeholder.
OPTIMASI ALAT PENGGERAK KAPAL IKAN BERBASIS ENERGI TERBARUKAN DAN MESIN DIESEL BERDASARKAN VARIASI MUSIM DAN OPERASIONAL NELAYAN Mubarak, Azhar Aras; Rachmianty, Andi; Azrullah, Azrullah; Maada, Yayan
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor perikanan merupakan salah satu faktor kunci yang menopang perekonomian masyarakat di wilayah pesisir di Indonesia, termasuk di Kabupaten Buton. Mayoritas nelayan di wilayah ini menggunakan kapal yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan bakar fosil yang harganya fluktuatif. Di sisi lain, potensi solar energy yang melimpah di Indonesia, dapat digunakan untuk menggantikan sumber energi konvensional, membantu nelayan dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar diesel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain kapal purse seine berbasis data lapangan, menghitung karakteristik tahanan dan stabilitas kapal, serta mengevaluasi potensi penerapan sistem tenaga hybrid berbasis panel surya pada kapal nelayan. Metode penelitian meliputi: (1) pengumpulan data lapangan, (2) pemodelan geometri kapal menggunakan Maxsurf Modeler, (3) analisis tahanan kapal dengan metode Holtrop dan Van Oortmerssen melalui Maxsurf Resistance, (4) analisis stabilitas menggunakan Maxsurf Stability, serta (5) analisis potensi energi matahari dan perhitungan produksi PLTS pada kapal menggunakan data radiasi lokal Mawasangka Tengah. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa desain kapal memenuhi standar teknis, pemodelan hidrodinamika memberikan gambaran performa yang akurat, dan penerapan sistem energi hybrid berbasis panel surya sangat potensial untuk meningkatkan efisiensi energi serta keberlanjutan operasi kapal nelayan.