cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AL-Fikr
ISSN : 14112140     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Al-Fikr diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar. Al-Fikr diterbitkan pertama kali bulan juni 1996 dengan nama jurnal al Fikr : World Journal for Islamic Studies kemudian berubah pada tahun 2002 dengan nama al-Fikr : Jurnal Pendidikan Islam. Al-Fikr adalah jurnal terakreditasi nasional melalui Surat Keputusan Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendiknas RI. Nomor 51/DIKTI/Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010
Arjuna Subject : -
Articles 202 Documents
Santri dan Toleransi Beragama Aulia, Guruh Ryan; Surgawi, Ramadan
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol 26 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.v26i2.50730

Abstract

Pemahaman Santri mengenai toleransi beragama dan upaya Pondok Pesantren Babul Khaer dalam menanamkan nilai toleransi kepada Santri. Artikel ini menggunakan penelitian lapangan (field research) yang menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan pendekatan sosiologis dan teologis. Santri memiliki perspektif yang berbeda tentang toleransi karena keanekaragaman pemikiran mereka, kemampuan mereka untuk menelaah, berbagai pengalaman keagamaan, dan sumber pendidikan lainnya. Upaya Pondok Pesantren untuk memberikan pemahaman tentang toleransi beragama kepada santri, yaitu: a)Penanaman nilai toleransi melalui pelajaran/kurikulum; b) Penanaman nilai toleransi melalui kegiatan ekstrakulikuler; c) Penanaman nilai toleransi dalam keseharian. pondok pesantren akan menjadi tempat dimana nilai-nilai toleransi diterapkan, dengan menyediakan kegiatan dan pelajaran yang bersifat multireligius, secara konsisten memberikan wadah pertemuan antar agama, kultur, dan budaya yang lebih luas, dan secara aktif memberikan pengalaman keagamaan dan pengawalan kepada santri melalui penyediaan alat dan literatur yang lebih baik
Terusan Suez sebagai Pilar Geopolitik dan Ekonomi Mesir di Kancah Internasional Kaslam; Hidayat, Rahmat; Rusman, Muh. Rifki Syasih; Anugerah, Muhammad; Damayanti, Riska
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol 26 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.v26i2.50779

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran Terusan Suez sebagai pilar geopolitik dan ekonomi Mesir, dengan fokus pada kontribusinya terhadap kekuatan strategis Mesir, dampak ekonominya, dan pengaruh dinamika politik global terhadap kontrol Mesir atas kanal tersebut. Terusan Suez, sebagai jalur pelayaran utama yang menghubungkan Laut Mediterania dengan Laut Merah, memiliki peran besar dalam perdagangan internasional dan strategi global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen untuk mengevaluasi dampak ekonomis, strategis, dan politik dari Terusan Suez. Data dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk laporan resmi dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terusan Suez secara signifikan meningkatkan kekuatan strategis Mesir dengan memberikan kendali atas jalur perdagangan utama global dan meningkatkan pendapatan negara melalui biaya pelayaran. Namun, kontrol Mesir atas terusan ini juga terpengaruh oleh dinamika politik global, termasuk ketegangan internasional dan kebijakan ekonomi global yang mempengaruhi peran strategisnya. Diskusi menunjukkan bahwa Mesir harus menyeimbangkan kepentingan nasional dengan tekanan internasional untuk mempertahankan keuntungan strategis dan ekonominya. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa Terusan Suez tetap merupakan aset strategis penting bagi Mesir, tetapi tantangan global harus dikelola dengan hati-hati untuk memastikan keberlanjutan manfaat ekonomis dan strategisnya. Implikasi dari temuan ini menyarankan perlunya kebijakan adaptif dan strategi diplomasi untuk mengamankan posisi Mesir di kancah global.
Konsep Kesedihan dalam Al-Qur’an : Studi Kritis terhadap Rūḥ Al-Bayān fī Tafsīr Al-Qur’ān karya Ismā‘īl Haqqī Jamila; Bakti Gama, Cipta
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol 26 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.v26i2.50847

Abstract

Penelitian ini berangkat dari banyaknya perbuatan negatif yang dilakukan manusia terhadap dirinya sendiri karena ketidakmampuannya mengelola emosi sedih yang dialami. Banyak peristiwa membuat seseorang mengalami kesedihan mendalam seperti takdir tak sesuai dengan apa yang diinginkan, kehilangan orang terkasih, lingkungan sosial yang tidak mendukung, serta tuntutan keluarga dan masyarakat. Tak jarang seseorang yang mengalami kesedihan sulit menemukan solusi, disisi lain cenderung mengambil sikap menyalahkan diri sendiri, mengurung diri, putus asa, dan memilih untuk mengakhiri hidupnya. Padahal Allah telah menurunkan Al-Qur’an sebagai obat dan petunjuk bagi kehidupan umat manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai konsep kesedihan dalam Tafsir Rūḥ Al-Bayān karya Ismā‘īl Haqqī. Kesedihan bukan sebatas emosi negatif, tetapi sebuah energi positif yang dapat meningkatkan kedekatan kepada Allah Swt. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yaitu penelitian kepustakaan (libraryresearch), dengan cara deskriptif analisis dengan pendekatan maudhū‘i (tematik tokoh). Hasilnya ialah penulis menemukan bahwa sedih dalam Al-Qur’an menggunakan kata ḥuzn. Kata ḥuzn mewakili kesedihan secara umum baik ringan maupun berat. Menurut Ismā’īl Haqqī kesedihan sebagai ujian dan cobaan dan memiliki dampak positif sebagai kekuatan iman sehingga kesedihan adalah salah satu alternatif untuk menempuh perjalanan spritual dan mendekatkan diri kepada Allah. Adapun cara untuk menghadapi kesedihan: bersikap sewajarnya, berperilaku sabar, tawakal dan berkeluh kesah kepada Allah (berdoa).
Krisis Identitas di Kalangan Generasi Z dalam Perspektif Patologi Sosial pada Era Media Sosial Mahmud, Akilah
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol 26 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.v26i2.51032

Abstract

Artikel ini membahas krisis identitas di kalangan Generasi Z dalam konteks media sosial dan patologi sosial, serta menawarkan perspektif Islam sebagai solusi. Generasi Z, lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, menghadapi tantangan dalam mempertahankan identitas budaya dan pribadi di era digital yang cepat. Media sosial, meskipun bermanfaat, sering memperburuk krisis identitas dengan menyediakan platform untuk perbandingan sosial dan validasi eksternal, yang dapat mengakibatkan kecemasan, depresi, dan alienasi sosial. Penyalahgunaan narkoba, perilaku agresif seperti tawuran, ketergantungan pada ideologi ekstrem, dan konsumerisme berlebihan adalah beberapa bentuk patologi sosial yang muncul akibat ketidakpastian identitas ini. Artikel ini juga mengaitkan krisis identitas dengan fenomena berita hoaks yang menyebar luas di media sosial, serta dampak ketergantungan pada ideologi ekstrem. Dari perspektif Islam, artikel ini merujuk pada dalil al-Qur'an dan hadis yang menekankan pentingnya menjaga identitas dan moralitas, seperti QS. Al-A'raf: 31 dan QS. Al-Baqarah: 143, serta hadis terkait, memberikan panduan bagi Generasi Z untuk menghadapi tantangan identitas sesuai nilai-nilai Islam. Untuk mengatasi krisis identitas dan patologi sosial yang terkait, artikel ini menyarankan integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan dan penggunaan media sosial, serta upaya kolektif dari pemerintah, masyarakat, dan individu untuk membangun lingkungan yang mendukung pertumbuhan identitas yang sehat dan positif.
Perspektif Islam terhadap Migrasi Desa-Kota dan Perubahan Struktur Sosial di Pedesaan Sulawesi Selatan Suriyani
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol 26 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.v26i2.51066

Abstract

Migrasi desa-kota merupakan fenomena yang sedang tren di Sulawesi Selatan dan membawa dampak besar terhadap struktur sosial di pedesaan. Perubahan ini mempengaruhi struktur keluarga, pekerjaan, dan hubungan sosial, yang kemudian memicu perlunya kajian mendalam dari perspektif Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak migrasi desa-kota terhadap perubahan struktur sosial di pedesaan Sulawesi Selatan serta menganalisis fenomena ini melalui lensa ajaran Islam. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur mengenai migrasi dan perubahan sosial, serta analisis teks-teks Islam (Al-Qur'an dan Hadis) yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa migrasi menyebabkan fragmentasi struktur sosial tradisional di pedesaan, terutama dalam hubungan kekeluargaan dan kohesi sosial. Namun, ajaran Islam memberikan panduan yang dapat membantu komunitas dalam mengatasi perubahan ini, termasuk melalui penguatan ikatan keluarga dan penerapan prinsip keadilan sosial. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam kebijakan dan program pengembangan pedesaan untuk mempertahankan keseimbangan sosial di tengah dinamika migrasi. Selain itu, penelitian ini menyarankan agar lembaga keagamaan dan pemerintah berkolaborasi dalam upaya pemberdayaan masyarakat pedesaan guna mengurangi dampak negatif migrasi.
Peran Moderasi Beragama dalam Meredam Potensi Konflik di Era Digital Abdul Rauf, Rusmin; Tawakkal, Andi Tazkirah; Neliza; Astrid Lutfia
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol 26 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.v26i2.52344

Abstract

Penggunaan media sosial telah meningkat pesat, membawa dampak signifikan pada hubungan antarumat beragama. Moderasi beragama menjadi pendekatan penting untuk meredam potensi konflik di era digital. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran moderasi beragama dalam mengurangi ketegangan dan konflik antar kelompok agama di platform digital. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan analisis konten dari media sosial seperti Facebook, Twitter, dan forum online. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan moderasi beragama berperan signifikan dalam meredam konflik di media sosial. Kampanye dan konten yang mempromosikan nilai moderasi meningkatkan toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Moderasi beragama penting dalam menjaga kerukunan dan mengurangi konflik di era digital. Diperlukan upaya kolaboratif antara pemimpin agama, masyarakat, dan platform digital untuk mempromosikan moderasi beragama secara efektif. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi strategi-strategi spesifik yang dapat memperkuat moderasi beragama di media sosial.
PERKEMBANGAN HADIS DI INDONESIA PADA PERTENGAHAN ABAD XX SEKARANG Abdul Rauf, Rusmin; Musni; Achmad Muacksin; Irsan
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol 26 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.v26i1.52345

Abstract

Artikel ini membahas perkembangan kajian hadis di Indonesia mulai dari pertengahan abad ke-20 hingga masa kini. Meskipun kajian hadis sempat mengalami keterlambatan dibandingkan dengan disiplin ilmu Islam lainnya, terdapat peningkatan yang signifikan dalam aspek kuantitas dan kualitas sejak awal abad ke-20. Peningkatan ini ditandai dengan kemunculan program studi Ilmu Hadis di perguruan tinggi, munculnya penelitian, serta terbitnya berbagai buku yang mengusung pendekatan inovatif terhadap pemahaman hadis. Artikel ini mengidentifikasi dua pendekatan dalam studi hadis: pendekatan tradisional yang mempertahankan metode klasik, dan pendekatan modern yang memanfaatkan kontekstualisasi dan hermeneutika. Kedua pendekatan ini telah memperkaya khazanah studi hadis di Indonesia, dengan pengaruh yang kuat dari pemikir-pemikir Timur Tengah serta perkembangan keilmuan Islam di dalam negeri. Studi ini memberikan prospek bahwa kajian hadis di Indonesia akan terus berkembang, beradaptasi dengan teknologi dan konteks sosial kontemporer yang membutuhkan pendekatan multidisiplin dalam memahami teks hadis.
Reviewing The OIC's Response And Challenges to The Issues of Normalization of Arab State – Israel Relation in The 2020-2021 Pandemic Era (Metaverse) Zainal, Nur Aliyah; Andi Annur Aisyah
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam 2024: Proceeding International Conference on Islamic Challange in Metaverse Era (ICICME)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.vi.53157

Abstract

The normalization of relations between Arab countries and Israel in such a way has become a frightening specter for Palestine and also most of the Muslim community in the world, this issue of course raises a perception that the two countries that are said to be opening this cooperative relationship will in the future and eliminate the existence of Palestine, and also weakens the solidarity of Islamic countries towards the independence of Palestine, and does not rule out the possibility that other Islamic countries will also open up opportunities for cooperation with Israel. Therefore, as an Organization that supports international peace and security, the response or attitude of the Organization of Islamic Cooperation is felt to be urgently needed in order to revitalize the unity of the Islamic state in order to assist the struggle for the establishment of an independent and sovereign Palestinian state.
Digitalization of Social Movements in the Metaverse Era: A Study on Mining Resistance in Salipolo, Pinrang Regency, Indonesia Kurnia Sulistiani; Muhammad Al Hamid; Gustiana Kambo
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam 2024: Proceeding International Conference on Islamic Challange in Metaverse Era (ICICME)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.vi.53178

Abstract

The social movement in Salipolo Village, Pinrang Regency, Indonesia, opposing the development of sand mining, reflects a response to development policies perceived as environmentally destructive and threatening to the livelihoods of the local community. This study aims to explore how digitalization influences the dynamics of this social movement, focusing on the use of social media and data-based technologies as advocacy tools. The research findings show that digital transformation has opened new avenues for the Salipolo community to organize, document environmental impacts, and expand the reach of their movement more broadly. The use of visual data, such as maps of affected areas and environmental impact simulations, has strengthened their position in negotiations with the government and mining companies. This collaboration not only provides moral and material support but also introduces more effective advocacy strategies, broadening the impact of the social movement. The study demonstrates that digitalization has empowered the Salipolo community to fight for justice and policy changes that align more closely with their interests. Therefore, this social movement is not limited to mass actions but also involves the use of technology to strengthen the community's bargaining power in the face of detrimental development policies. Keywords: Social Movement, Digitalization, Mining Rejection, Cross-Community Collaboration, Digital Advocacy.
Palpolas: The Symbolic Betting Arena of The Taba People Sahar, Santri; Anggariani, Dewi
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam 2024: Proceeding International Conference on Islamic Challange in Metaverse Era (ICICME)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.vi.53297

Abstract

Palpolas in Taba language means payment. The payment in question is the surrender of a sum of money made by members of the local community on the tenth day of the death ceremony because it costs up to hundreds of millions of rupiah. The results of observations and interviews at the research location using the Bourdieu Practical Theory guide show that Palpolas is basically a reciprocal in overcoming the costs of the death ritual, but the ritual owner tries to collect a source of capital, by displaying symbols of kinship clans in a sacred room when bathing the corpse. , burial and Tapin (ritual center), so that it appears a knot that the local community is one family so they voluntarily pay for the ritual. In practice, there was a gamble between the family of the ritual owner and the general public at the time of Palpolas. The owner of the ritual tries to show a symbol of social prestige by minimizing the public debt that must be paid off, while the public wants to show a symbol of dominance by depositing Palpolas money more than once