cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
OPTIMASI BIT ERROR RATE DAN Q FACTOR PADA FREE SPACE OPTIC COMMUNICATION SYSTEM BERDASARKAN VARIASI MODULASI EKSTERNAL DAN LINE CODING Dessy Lina Rachmawati; Sholeh Hadi Pramono; Muhammad Fauzan Edy Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Free Space Optic (FSO) adalah sistem komunikasi yang menggunakan sumber cahaya berupa LED atau laser (light amplification by stimulated emission of radiation) dan meneruskannya ke penerima menggunakan media propagasi atmosfer. Di daerah tropis, kondisi cuaca hujan lebat adalah penyebab utama gangguan atenuasi pada sistem komunikasi FSO. Dampak dari atenuasi tersebut mengakibatkan nilai bit error rate pada sistem FSO semakin tinggi, Q factor mengalami penurunan dan akhirnya menyebabkan kinerja sistem FSO menurun. Untuk memperbaiki dan meningkatan kualitas kinerja dari sistem komunikasi FSO dibutuhkan optimasi pada parameter bit error rate dan Q factor. Pada penelitian ini, optimasi sistem FSO pada cuaca cerah dapat dilakukan dengan menggunakan power input terendah pada penelitian yaitu 8 dBm namun sudah menghasilkan nilai BER dibawah 10-9 yaitu 6,39084x10-12 dengan Q-factor 6,73958. Komponen yang digunakan adalah CWLaser, Mach Zehnder modulator, NRZ, dan APD. Menggunakan bit rate 40 Gbps, atenuasi 0,233 dB/km, dan responsivitas APD 6 (A/W). Optimasi saat cuaca hujan dapat dilakukan dengan power input terendah 16 dBm namun sudah menghasilkan nilai BER dibawah 10-9 yaitu 2,83337x10-12 dengan Q-factor 6,8563. Menggunakan komponen CWLaser, Mach Zehnder modulator, NRZ, dan APD. Hasil tersebut didapatkan dengan menggunakan bit rate 40 Gbps, atenuasi hujan lebat 19,28 dB/km, dan responsivitas APD 9 (A/W).Kata kunci: Free Space Optic, BER, Q factor, Optimasi
ANALISIS PENGARUH PELETAKAN KOMPENSATOR DISPERSI FIBER BRAGG GRATING (FBG) PADA BIT RATE 10 Gbps DAN 40 Gbps DENGAN LINE CODING NRZ DAN RZ Febyati Muktya Amalia; Sholeh Hadi Pramono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dispersi merupakan peristiwa pelebaran pulsa pada serat optik yang menyebabkan intersymbol interference (ISI). Salah satu cara untuk menanggulangi permasalahan ini ialah dengan penggunaan kompensator dispersi. Fiber Bragg Grating (FBG) sebagai kompensator dispersi memiliki keuntungan berupa tingkat insertion loss dan harganya yang murah. Jarak peletakan FBG dan jenis line coding berpengaruh terhadap kinerja sistem. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi untuk menguji pengaruh jarak peletakan FBG tersebut pada bit rate 10 Gbps dan 40 Gbps dengan variasi jarak dan line coding. Parameter kinerja yang diamati ialah bit error rate (BER), Q-factor, dan loss. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa pada bit rate 10 Gbps, kinerja yang paling baik adalah saat FBG diletakkan pada jarak 12 km dari transmitter dengan BER=3,3x10-14, Q-factor=7,428706, dan loss=13,39611 dB. Sedangkan pada bit rate 40 Gbps, kombinasi line coding, peletakan FBG, dan penggunaan EDFA tidak dapat menghasilkan kinerja yang memenuhi standard minimum BER, Q-factor, dan loss. Kata kunci: FBG, dispersi, bit rate, line coding
SISTEM PENGENDALIAN KECEPATAN ALIRAN UDARA PADA WIND TUNNEL DENGAN UMPAN BALIK KECEPATAN ALIRAN UDARA MENGGUNAKAN KONTROLER PID Muhammad, Randy; Siswojo, Bambang; Purwanto, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wind tunnel atau terowongan anginadalah alat riset dikembangkan untuk membantudalam menganalisis efek angin yang bergerak ataudi sekitar objek padat. Untuk membangkitkanaliran udara pada wind tunnel yaitu dengan caramengatur putaran propeller pada fan yangdigerakkan menggunakan motor penggerak yangkemudian perubahan aliran udara tersebut dapatdikontrol dengan mengatur putaran propellerdengan kecepatan tertentu. Aliran udara tersebutdialirkan menggunakan propeller yang terpasangpada sebuah saluran tertutup berbentuk silinder.Dalam sebuah plant wind tunnel kecepatanaliran udara yang dihasilkan tidak selalu sesuaidengan nilai kecepatan yang diinginkan karenaadanya gangguan yang menghalangi putaranpropeller. Sehingga kecepatan aliran udara yangdihasilkan perlu dikendalikan secara elektrikdengan mengatur putaran propeller denganmemasang sebuah sensor air flow pada windtunnel.Solusi dari hal ini yaitu dengan mengendalikankecepatan putaran propeller melalui aktuator motorinduksi 3 fasa secara otomatis menggunakankontroler PID. Diharapkan dengan adanya sistempengendalian ini, error kecepatan aliran udara yangdihasilkan pada wind tunnel dapat dikurangi,sehingga kecepatan aliran udara yang dihasilkandapat sesuai pada nilai yang diinginkan. Dari hasilperancangan dan pengujian alat yang telahdilakukan, didapatkan parameter PID denganmetode Ziegler-Nichols 1 yang paling baik yaituKp=4,67; Ki=7,78; dan Kd=0,7005 dengan settlingtime 6,1 detik.Kata kunci- wind tunnel, PID, propeller,air flow, Arduino Mega, motor induksi 3 fasa
PERANCANGAN KESEIMBANGAN GERAK PITCH PADA BICOPTER SECARA STATIS DENGAN METODE MENGUBAH-UBAH KECEPATAN MOTOR MENGGUNAKAN KONTROLER PID Dandy Muhammad; n/a Purwanto; Bambang Siswojo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi modern, saat ini robot udara atau yang sering disebut Unmaned Aerial Vehicle (UAV) sering digunakan sebagai alat bantu pengambilan gambar dari udara dari sudut-sudut yang sulit dan berbahaya untuk dijangkau manusia. Salah satu jenis UAV yang dapat membantu manusia adalah multicopter. Multicopter yang memiliki dua baling-baling disebut bicopter. Dalam perancangan bicopter ada beberapa hal yang mempengaruhi keseimbangan antara lain panjang frame, berat total, dan gaya dorong motor (thrust). Untuk mendesain frame bicopter secara lengkap diperlukan alat uji satu frame. Alat bantu desain frame bicopter merupakan model satu frame dengan satu aktuator motor dan propeller. Sisi lainnya merupakan beban uji yang dapat diubah-ubah beratnya. Proses perancangan PID pada penelitian ini menggunakan metode 1 Ziegler-Nichols pada setpoint 2,5 V menghasilkan Kp = 5,7; Ki = 28,5; dan Kd = 0,285 yang menunjukkan bahwa respon sistem secara keseluruhan tidak melebihi 5% dari setpoint dan mampu kembali stabil ketika mendapatkan gangguan perubahan beban uji.. Hal ini menunjukkan bahwa kontroler PID dapat mengendalikan kecepatan putaran dengan baik. Kata kunci : Bicopter, Kecepatan Putaran, PID, UAV
SISTEM PENGENDALIAN SUHU DAN KELEMBABAN PADA BROODER BIBIT AYAM DAY OLD CHICKEN (DOC) MENGGUNAKAN KONTROLER PID Johanes Reinhart Pandang; n/a Purwanto; M. Aziz Muslim
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kendala yang dihadapi peternak ayam dalam penyediakan bibit ayam yang baik masih terkendala dengan suhu dan kelembaban yang sesuai dengan kebutuhan bibit. Sehingga dibutuhkan pengendalian suhu dan kelembaban yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bibit. Pada tugas akhir ini dibahas bagaimana mengendalikan suhu dan kelembaban yang sesuai dengan bibit ayam DOC (Day Old Chicken) dengan menggunakan kontroler PID.Proses pengendalian suhu dan kelembaban menggunakan acuan setpoint 32˚C dan rentang kelembaban antara 55-60%RH. Pada penelitian ini, proses pengendalian suhu menggunakan kontroler PID dan pengendalian kelembaban menggunakan kontroler ON-OFF. Metode untuk mendapatkan parameter PID menggunakan Metode Ziegler-Nichols 1, sehingga didapatkan nilai Kp= 35,56 Ki= 1,975 Kd= 160,02 .Hasil pengujian menunjukkan bahwa kontroler PID mampu mengendalikan suhu dan kelembaban sesuai dengan setpoint yang diinginkan dengan nilai steady state dan error steady state 0,17%.Kata Kunci: bibit ayam, Day Old Chicken, kontroler PID, kontroler ON-OFF, Ziegler-Nichols
PENATAAN ULANG JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN RENDAH PADA PLTMH BAYU KIDUL KABUPATEN BANYUWANGI Muhamad Andre Agesa; Teguh Utomo; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan kualitas listrik yang ada di dusun Lider desa Sumberarum yang lebih baik dari sebelumnya maka perlu dilakukan penataan ulang jaringan untuk mendapatkan jatuh tegangan yang lebih kecil. Kualitas listrik yang ingin dicapai adalah jatuh tegangan yang seminimal mungkin pada pelanggan dengan mengikuti standar PLN yaitu dengan nilai jatuh tegangan maksimum yang diizinkan sebesar 10% dari tegangan nominal 220V. Oleh karena itu sangat diperlukan suatu penataan ulang jaringan yang memperhatikan nilai teknis yang berdasarkan pada PUIL 2000 dan standar PLN. Anallisis rugi daya dan jatuh tegangan dilakukan dengan Metode Gauss Seidel Zbus untuk jaringan radial. Nilai yang diamati adalah jatuh tegangan dan rugi daya pada setiap saluran. Tegangan pada titik terjauh dijaga agar jatuh tegangannya tidak melebihi standar dari PLN yaitu sebesar 10%. Penataan jaringan dilakukan dengan mengganti ukuran konduktor ke ukuran lebih besar agar didapatkan impedansi yang lebih kecil. Dari hasil perhitungan potensi sumber daya air yang masih dapat dibangkitkan oleh PLTMH Bayu Kidul diperoleh sebesar 37,597 kW. Dan pada hasil penataan ulang didapatkan analisis perhitungan pada jatuh tegangan maksimum yang terjadi yaitu sebesar 4,63% pada jaringan PLTMH Bayu Kidul yang baru, dengan rugi daya total yang terjadi pada saluran adalah 400,8476Watt. Data tersebut menunjukan kualitas listrik yang disalurkan oleh jaringan listrik baru meningkat, mengingat pada saluran lama jatuh tegangan maksimum mencapai 14,75 %, dengan rugi daya pada saluran hingga 1325,7764Watt. Kata kunci: PLTMH, Jaringan Listrik, Jatuh Tegangan, Rugi Daya, Metode Gauss Seidel Zbus.
SISTEM PENGATURAN KECEPATAN PUTAR MOTOR SERVO UNTUK PROSES STARTING DAN BREAKING PADA MINIATUR SLIDING DOOR Handriawan Junianto; Bambang Siswojo; n/a Purwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum ditemukan teknologi untuk membuka pintu secara otomatis, untuk membuka pintu dilakukan secara manual yaitu dengan cara ditarik menggunakan tangan oleh seseorang yang akan melewatinya. Untuk mempermudah proses membuka pintu secara manual, maka dibuatlah sistem pintu geser otomatis. Namun, kekurangan sistem pintu geser otomatis pada saat ini adalah kecepatan membuka pintu dibuat konstan dengan jarak antara pintu dan objek yang akan melewati pintu. Maka dibuatlah suatu solusi untuk menyempurnakan sistem pintu geser yang sudah ada. Yakni dengan menggunakan motor servo yang kecepatan putarnya dapat berubah – ubah sesuai dengan jarak yang dibaca oleh sensor ultrasonik. Jarak yang diterima oleh sensor ultrasonik akan diproses oleh arduino uno, Jarak yang diterima selanjutnya akan diprosses untuk menentukan kecepatan putar motor servo. Selanjutnya motor servo akan menggerakkan pintu dengan kecepatan yang telah disesuaikan dengan jarak. Kata kunci: Sistem pintu geser otomatis, Sensor ultrasonik, Arduino uno, Motor servo
SISTEM PENGENDALI SUHU PADA KOTAK FERMENTASI BIJI KAKAO BERBASIS MIKROKONTROLER Rizanda Rischita; n/a Purwanto; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil kakao terbesar ke-3 di dunia, namun kualitas biji kakao yang di ekspor oleh Indonesia masih sangat rendah (berada di kelas 3 dan 4). Hal ini disebabkan oleh, pengelolaan produk kakao yang masih tradisional (85% biji kakao produksi nasional tidak difermentasi). Proses fermentasi biji kakao merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas biji kakao. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dirancang sebuah sistem pengendali suhu pada kotak fermentasi biji kakao sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas biji kakao dengan menggunakan sensor suhu DS18B20 dan RTC DS1307 serta relay sebagai saklar elektronik untuk menjalankan motor DC yang dikopel dengan pengaduk  yang datanya akan ditampilkan pada LCD 16x2. Penyimpangan rata-rata sensor suhu DS18B20 setelah dilakukan pengujian tiga kali pada kedua sensor yaito 0,508 °C dan 0,507 °C. Dari pengujian keseluruhan dapat diketahui bahwa error steady state rata-rata sebesar 0,18 %. Fermentasi dilakukan selama lima hari dengan hasil meningkatnya kandungan lemak dan antioksidan serta menurunnya kadar air selama proses fermentasi. Kata kunci: Fermentasi, DS18B20 ,RTC DS1307, Relay
PERANCANGAN LOKASI TRANSMITTER 4G/LTE DI KOTA MALANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (ARCGIS) Nurina Firdausi; Endah Budi Purnomowati; Sigit Kusmaryanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah base transceiver station (BTS) di Indonesia meningkat sebesar 63,28% untuk BTS 3G dan sebesar 36,31% untuk BTS 2G dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2012. Peningkatan ini tidak terlepas dari meningkatnya pelanggan seluler GSM maupun 3G (WCDMA/HSDPA). Karena keterbatasan bandwidth yang ada teknologi 4G/LTE hadir untuk memenuhi kebutuhan pengguna Internet. Penentuan lokasi transmitter 4G (eNodeB) sangat penting, sebelum menentukan lokasi dilakukan analisis coverage dan capacity untuk menentukan jumlah kebutuhan eNodeB. Kota Malang sudah ada 205 menara dan 100 diantaranya masih digunakan secara tunggal, Supaya penggunaan ruang lebih efektif dan efisien, tower di Kota Malang harus digunakan secara bersama. Maka dalam penelitian ini dilakukan perencanan lokasi eNodeB yang disesuaikan dengan lokasi menara eksisting. Metode yang digunakan adalah analisis spasial menggunakan ArcGIS. Hasil dari penelitian ini adalah rekomendasi lokasi eNodeB di Kota Malang. Berdasarkan analisis capacity dan coverage dibutuhkan 20 eNodeB. Penentuan lokasi eNodeB tersebut dipilih berdasarkan lokasi menara eksisting di Kota Malang., ternyata Kota Malang membutuhkan satu menara tambahan. Kata Kunci: 4G, ArcGIS, BTS, Menara bersama
Performansi Video on Demand (VOD) pada Jaringan Long Term Evolution (LTE) di Kota Malang Fadli Fatkhurrizki; Wahyu Adi Priyono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan Video on Demand (VoD) adalah salah satu dari kegiatan streaming yang membutuhkan transmisi data real-time. Layanan VoD membutuhkan alokasi bandwidth yang lebih besar daripada media layanan lainnya sehingga dimungkinkan akan berakibat paket data yang hilang apabila layanan VoD tidak didukung dengan koneksi yang cepat. Maka dari itu, layanan VoD membutuhkan jaringan broadband yang mempunyai kecepatan yang tinggi. Long Term Evolution (LTE) adalah jaringan broadband yang mampu memenuhi layanan VoD karena mempunyai kecepatan data hingga 100 Mbps pada sisi downlink dan 50 Mbps pada sisi uplink. Penelitian ini dilakukan dengan parameter yang digunakan untuk menentukan Quality of Service (QOS) layanan VoD pada pada jaringan LTE adalah delay, packet loss dan throughput yang dihitung dengan pendekatan teoretis dan pengamatan langsung menggunakan perangkat analisis jaringan (Wireshark). Kualitas performansi layanan VoD pada jaringan LTE dengan standar ITU-T G.1010 dan ITU-T G.114, dengan menggunkan resolusi video 480p, 720p, dan 1080p. Hasil analisis membuktikan bahwa layanan VoD memenuhi standar ITU-T G.114 yaitu delay 0-150 ms kualitas baik, dan delay didapat dengan hasil pengamatan pada resolusi 480p, 720p dan 1080p yaitu 41.79 ms, 46.96 ms, dan 40.13 ms. Dan memenuhi standar ITU-T G.1010 untuk aplikasi streaming < 1% PLR (Packet Loss Ratio) dengan hasil pengamatan pada resolusi 480p, 720p, dan 1080p berkisar 0 – 2%. Berdasarkan rekomendasi standar ITU-T untuk aplikasi streaming layanan VoD ini telah memenuhi standar.Kata Kunci—VoD, LTE, QoS, ITU-T.

Page 53 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue