cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
SWITCH RECTENNA: RANCANG BANGUN SWITCH RECTIFIER ANTENNA SEBAGAI PEMANEN ENERGI ELEKTROMAGNETIK (RF HARVESTING) YANG EFISIEN PADA FREKUENSI 2.4GHZ Syamsuddin, Abdul Rozaq; Yuwono, Rudy; Dahlan, Erfan Achmad
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Switch rectifier antenna adalah sebuah sistem yang dibuat dengan melakukan integrasi rangkaian rectifier, antena, relay dan webserver. Fungsi utama dari sistem ini adalah mengurangi jumlah polusi gelombang elektromagnetik dengan mengkonversikannya menjadi daya DC dan lebih efisien tanpa campur tangan manusia secara langsung ketika ingin dinonaktifkan atau dinyalakan. Switch rectifier antenna bekerja dengan mematikan atau menghidupkan sebuah relay yang terhubung dengan rectifier antenna dan dapat diakses secara nirkabel dalam satu jaringan melalui webserver. Secara prinsip kerja, antena mikrostrip sebagai penangkap gelombang elektromagnetik yang meneruskan gelombang AC menuju rectifier dan rectifier melakukan proses konversi menjadi gelombang DC. Relay terhubung dengan webserver dan dapat diakses dalam satu jaringan yang sama menggunakan protokol IP. Penggunaan switch rectifier antenna ini diaplikasikan pada frekuensi 2400MHz dengan menghasilkan gelombang DC yang dapat diukur menjadi sebuah tegangan. Komponen yang digunakan dalam perancangan ini meliputi, modul WiFi ESP8266, relay SRD-05VDC-SL-C, antena mikrostrip bahan FR-4 berkonstanta dielektrik (εr) = 3,9 dan dioda berjenis HSMS 2828. Daya keluaran pada saat pengukuran berlangsung untuk rectifier tanpa switch adalah -1.884dBm, 2m adalah -5.333dBm, 3 meter adalah -8.713dBm, 4 meter adalah -9.605dBm, dan 5m adalah -14.948dBm. Sedangkan daya keluaran untuk switch rectifier antenna pada jarak 1m dari sumber adalah -3.071dBm, 2m adalah -6.241dBm, 3 meter adalah -8.299dBm, 4 meter adalah -11dBm, dan 5m adalah -14.948dBm. Kata Kunci: switch rectifier antenna, webserver rectenna, relay rectenna.
Rancang Bangun Pencatat Karakteristik Motor Listrik Berbasis Mikrokontroler untuk Laboratorium Elektronika Daya JTE FT-UB Ahmad Firmansyah A.; n/a Soeprapto; Adharul Muttaqin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor listrik adalah suatu perangkat elektromagnetik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik dan termasuk ke dalam kategori mesin listrik dinamis. Dalam memahami sebuah motor listrik, penting untuk mengerti apa yang dimaksud dengan beban motor. Beban motor mengacu kepada keluaran tenaga putar (torsi) sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Salah satu beban motor listrik yang berfungsi sebagai alat pengukur torsi motor adalah magnetic powder brake. Besarnya torsi diukur menggunakan control unit yang bekerja bersama dengan magnetic powder brake. Control unit ini juga digunakan bersama dengan tachogenerator untuk mengukur kecepatan rotasi motor. Selain itu, tegangan dan arus motor juga diukur menggunakan osiloskop yang sebelumnya dihubungkan ke isolation amplifier terlebih dahulu. Data-data karakteristik motor listrik tersebut kemudian dibaca menggunakan mikrokontroler Arduino Uno untuk selanjutnya dikirim ke Personal Computer menggunakan koneksi USB. Data-data tersebut kemudian diolah lebih lanjut dan ditampilkan dalam bentuk grafik menggunakan Microsoft Visual Studio. Efisiensi motor dapat dihitung menggunakan semua besaran yang telah diukur dan dicatat. Kata Kunci—karakteristik motor asinkron, torsi motor, kecepatan rotasi motor, akuisisi data, tachogenerator, magnetic powder brake
ANALISIS ARUS BOCOR ISOLATOR POS SILICONE RUBBER 20 kV PADA KONDISI KERING DAN BASAH Mukti Friyan Aditama; Moch. Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolator pos berbahan silicone rubber adalah isolator dengan bahan penyusun yang belum banyak digunakan, pada pemasangannya isolator ini lebih banyak dipasang di ruang terbuka sehingga dapat terpengaruh oleh lingkungan. Misalnya pengaruh dari kelembaban, air hujan, sambaran petir, suhu, radiasi ultraviolet dan lainnya. Dalam penelitian ini dibahas analisis pengaruh tegangan dan pembasahan terhadap nilai arus bocor pada isolator pos silicone rubber. Tegangan uji yang digunakan antara 10 kV sampai 30 kV dengan variasi tegangan 5 kV dan digunakan empat variasi intensitas pembasahan. Pada pengujian ini didapatkan data berupa nilai arus bocor pada dua kondisi yaitu, kering dan basah. Yang nanti data hasil pengujian akan dibandingkan  antara kondisi kering dengan intensitas pembasahan rendah sampai tinggi. Pada kondisi basah semakin tinggi tingkat pembasahan dan tegangan, nilai arus bocor yang dihasilkan naik secara tidak linear.  Arus bocor yang melewati permukaan isolator pos silicon rubber dapat menyebabkan rugi-rugi daya. Kata kunci: intensitas pembasahan, arus bocor, silicon rubber.
PENGEMBANGAN ELEKTRODA SENSOR ASAM URAT SEBAGAI SENSOR pH DENGAN PENAMBAHAN RUTHENIUM Tika Puri Ardianti; Ponco Siwindarto; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pH merupakan salah satu indikator kualitas air, kualitas air penting untuk diketahui karena banyaknya fungsi air yang berdampak langsung pada kehidupan. Sensor pH konvensional telah banyak diproduksi, sehingga dapat digunakan sebagai acuan pembuatan sensor pH dengan teknologi mikrofabrikasi. Pada penelitian ini digunakan sensor pH yang berasal dari pengembangan elektroda Sensor asam urat dengan penambahan Ruthenium. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan elektroda sensor asam urat menjadi sensor pH kemudian mengkarakterisasi sensor pH tersebut, serta mengkarakterisasi sensor dengan beberapa parameter yakni perubahan nilai pH, waktu respon sensor, pengaruh penyimpanan dan respon sensor terhadap pengubahan suhu serta menampilkan kurva karakteristik sensor pH yang menyatakan hubungan antar pH larutan, tegangan, waktu, serta respon terhadap suhu. Didapatkan hasil bahwa semakin besar nilai pH maka nilai  tegangan keluaran semakin kecil, untuk pH 2 dengan pengukuran menggunakan lima buah sensor didapatkan tegangan keluaran 328 mV-278 mV sedangkan tegangan keluaran kelima sensor untuk pH 9 sebesar -1 mV sampai-56 mV. Waktu respon yang dimiliki setiap sensor untuk setiap larutan berbeda, mulai dari 2 menit sampai 6 menit. Semakin lama sensor disimpan dan semakin sering digunakan maka performa sensor akan menurun,. Suhu mempengaruhi nilai tegangan keluaran sensor, pada suhu 25°C tegangan keluaran kelima sensor secara berurutan 328 mV-278 mV, sedangkan untuk suhu 65°C tegangan keluaran sebesar 106 mV- 212 mV, nilai tegangan semakin menurun dengan bertambahnya suhu. Untuk penelitian selanjutnya disarankan sensor difabrikasi mulai tahapan awal, penyimpanan sensor juga diusahakan dalam tempat yang kedap udara agar didapatkan sensor dengan performa yang lebih bagus. Kata kunci : sensor pH, fabrikasi film tebal, ruthenium
IMPLEMENTASI FPGA (FIELD PROGRAMMABLE GATE ARRAY) PADA APLIKASI PENGUJIAN UNTUK PENGUJIAN FUNGSIONAL Itsna Az Zahra; Adharul Muttaqin; Raden Arief Setyawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu perangkat elektronika yaitu IC (integrated circuit) yang akan digunakan untuk keperluan-keperluan perakitan sistem elektronika yang lebih kompleks, harus sudah dipastikan bahwa device tersebut berfungsi dengan benar sesuai dengan spesifikasinya dengan melakukan berbagai macam pengujian. Salah satu alat yang digunakan untuk menguji perangkat elektronika adalah Automated Test Equipment (ATE). Semakin pesatnya perkembangan teknologi IC yang ada menuntut ATE yang lebih handal untuk pengujian perangkat elektronika tersebut, akan mendorong industri yang bergerak dalam bidang tersebut untuk menyesuaikan serta mengembangkan ATE yang ada. Salah satu solusi yang dapat diaplikasikan adalah pengembangan serta integrasi stand alone modul pada ATE komersial yang sedang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengujian dari customer. Salah satu ATE yang masih banyak digunakan yaitu ASL 1000 Test System. Salah satu keterbatasan dari ASL 1000 adalah jumlah vector pattern memory yang ada, yaitu pada modul yang disebut dengan Digital Driver and Detector (DDD). Berdasarkan pengamatan pada instrumen DDD, dapat dirancang sebuah stand alone modul yang memiliki kemampuan seperti DDD dengan menggunakan komponen Field Programmable Gate Array (FPGA). Pada rancangan stand alone modul digital, digunakan rangkaian pendukung lainnya yaitu interface antara FPGA dengan PC menggunakan interface RS-232 serta interface antara FPGA dengan device under test (DUT) menggunakan ASIC sebagai ATE drivers or comparators. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul rancangan dapat menerima dan mengirim 8-bit data pada baudrate 17200, menulis dan membaca 16-bit data pada SDR SDRAM selama 90 ns dan 80 ns untuk satu siklus, membangkitkan tegangan pada DAC tipe AD5308 dengan operasi stand alone, membangkitkan tegangan pada DAC tipe AD5676 dengan operasi daisy chain, dan mengontrol channel pada IC pin electronics tipe MAX19005. Pada simulasi behavioral, modul main controller yang dirancang telah bekerja sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Kata Kunci : Automated Test Equipment, Digital Driver and Detector, Field Programmable Gate Array
ANALISIS TEGANGAN, BEBAN, RUGI-RUGI DAYA PADA PERUBAHAN SISTEM JARINGAN 70KV GI MANISREJO, GI NGANJUK, GI CARUBAN Erlangga Dinda Permana; Hadi Suyono; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan konfigurasi sirkit ganda menjadikan sistem tersebut lebih handal dan memiliki jatuh tegangan yang lebih rendah. Dalam penelitian ini konfigurasi yang awalnya sirkit tunggal dirubah menjadi sirkit ganda dengan menggunakan software ETAP 12.6.0 dan metode yang digunakan dalam analisis aliran daya yaitu Newton Rhapson. Dari hasil analisis aliran daya pada konfigurasi sirkit tunggal beban pada penghantar antara GI Manisrejo dan GI Caruban yaitu 80,65% dari beban maksimum. Ketika dirubah ke konfigurasi sirkit ganda, beban pada penghantar tersebut sebesar 40,25% dari beban maksimum. Pada bus 33 (GI Manisrejo) mempunyai jatuh tegangan sebesar 11,7% dari tegangan nominal saat konfigurasi sirkit tunggal, namun pada konfigurasi sirkit ganda, jatuh tegangan menjadi 9, 007% dari tegangan nominal.Kata kunci : jatuh tegangan, sirkit ganda, transmisi, analisis aliran daya
ANALISIS STABILITAS DINAMIK KARENA ADANYA PENETRASI DARI DISTRIBUTED GENERATION PADA SALURAN DISTRIBUSI Alfian Nur Ferdianzah; Hadi Suyono; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distributed generation atau biasa disebut DG adalah sumber tenaga listrik terbarukan yang terhubung dengan jaringan listrik yang ada, terdiri dari sumber-sumber listrik yang memiliki kapasitas kecil. Dalam penelitian ini DG yang digunakan berupa PLTMH dan wind turbine yang disambungkan dengan jaringan penyulang Pujon 20 kV, penyambungan DG dilakukan pada bus yang terdekat dengan DG. Dengan adanya penyambungan DG ini, dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan listrik yang semakin tinggi serta akan memperbaiki drop tegangan dan rugi-rugi daya pada sistem. Dengan adanya penyambungan ini, ketika terjadi gangguan maka akan berefek pada cepat atau lambatnya sistem jaringan distribusi kembali ke dalam keadaan semula, untuk itu perlu diperhatikan stabilitas sistem daya pada penyambungan DG terhadap sistem distribusi pujon. Sebelum adanya penyambungan, terlihat nilai sudut rotor, frekuensi dan drop tegangan ketika terjadi gangguan tiga fasa pada bus 50 sebesar 19,3°, 49,69 Hz, dan 16,01 kV, sedangkan untuk gangguan tiga fasa pada bus 2  nilai sudut rotor, frekuensi dan drop tegangan sebesar 33,4°, 49,52 Hz, dan 13,29 kV. Setelah di lakukan penyambungan dengan DG maka nilai  sudut rotor, frekuensi dan drop tegangan ketika terjadi gangguan tiga fasa pada bus 50 sebesar 16,02°, 49,68 Hz, dan 16,22 kV, sedangkan untuk gangguan tiga fasa pada bus 2  nilai sudut rotor, frekuensi dan drop tegangan sebesar 21,73°, 49,58 Hz, dan 13,41 kV. Maka kondisi sistem sebelum dan sesudah adanya penyambungan dengan DG masih stabil dan masih dalam batas toleransi yang diperbolehkan. Kata kunci - stabilitas transient, sudut rotor, tegangan, frekuensi, Distributed generation
PENATAAN ULANG SISTEM ACCESS POINT (WI-FI) PADA GEDUNG PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS BRAWIJAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA Mutia Prameswari; Erfan Achmad Dahlan; Raden Arief Setyawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu peletakan sistem Wi-Fi yang baik diperlukan untuk mengoptimalkan level daya terima dari transmitter ke receiver.  Karakteristik yang paling berpengaruh dalam menentukan performance sebuah sistem Wi-Fi adalah nilai level daya, karena nilai ini yang dapat digunakan untuk menentukan Coverage Area dari sebuah pemancar (access  point).  Metode Algoritma Genetika dipilih karena dilihat dari referensi yang peneliti baca cukup sesuai untuk mengatasi masalah yang terkait dengan optimasi. Dengan diadakannya penelitian ini akan sangat membantu dalam pengoptimalan jaringan Wi-Fi dan dapat mengurangi biaya implementasi.  Lokasi yang dipilih untuk melakukan pengoptimalan yaitu di daerah kampus Universitas Brawijaya, tepatnya di Perpustakaan Pusat. Pada Gedung Lantai 2 Perpustakaan Universitas Brawijaya yang terdapat 10 titik access point dan 8 titik access point di area Gazebo Perpustakaan yang mana akan dilakukan penataan ulang agar dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa seperti Kuat Sinyal, SNR, Kanal, dan Coverage Area. Pada Area Lantai 2 Perustakan penulis mengurangi 1 buah access di ruang Label Putih, karena area tersebut banyak terdapat access point yang overlap. Dan untuk letak posisi access point yang paling optimal untuk Ruang Label Putih yaitu pada koordinat (28,47); (29,13); (13,21); (19,36) dengan Coverage Area sebesar 93,3904 %. Untuk di Ruang Label Merah titik optimal access point yaitu pada koordinat (24,4); (27,17); (10,18) dengan Coverage Area sebesar 93,7501 %. Sedangkan untuk Ruang Skripsi Thesis dan Disertasi titip optimal access point yaitu pada koordinat (16,30); (34,16) dengan Coverage Area sebesar 94,6205 %. Performansi titik access point tersebut mendapatkan Kuat Sinyal sebesar 62,4 % , SNR sebesar 68,1 % kemudian access point tidak terlalu banyak mengalami overlapping serta dana yang di butuhkan sebesar Rp. 68.670.000,-. Sedangkan jika dibandingkan dengan performansi sebelum dilakukan penataan ulang , performansi Kuat sinyal sebesar 57,4 %, SNR 59,4 %, kemudian banyak access point yang mengalami overlapping serta dana yang dibutuhkan untuk pemasangan access point tersebut mencapai Rp. 70.440.000,-. Untuk area Gazebo tidak memerlukan penataan ulang karena area tersebut tidak mengalami masalah pada kanal, kuat sinyal, dan SNR. Kata Kunci: Wi-Fi, Algoritma Genetika, Optimasi
ANALISIS PENGGUNAAN PANEL SURYA SEBAGAI CATU DAYA PADA BTS PT.TELKOMSEL DI PULAU GILIGENTING MADURA Alief Nasruddin; Unggul Wibawa; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BTS (Base Transceiver Station) merupakan komponen jaringan telekomunikasi seluler yang berhubungan langsung dengan pelanggan, yang merupakan perangkat interface antara pelanggan dan MSC (Mobile Switching Centre) berfungsi sebagai penerima dan pemancar gelombang radio. Salah satu unsur penting dari BTS adalah sistem catu daya yang berfungsi sebagai sumber energi untuk perangkat seluler dan nonseluler. Panel surya yang terpasang pada BTS PT.Telkomsel di Pulau Giligenting Madura memiliki kapasitas daya nominal 14.400 Wp. Dengan kapasitas yang besar tersebut maka panel surya dapat dijadikan sebagai catu daya utama menggantikan peran PLN dan generator set, untuk menjadikan panel surya sebagai catu daya utama maka dibutuhkan perhitungan kapasitas modul surya, baterai, charger controller dan inverter yang sesuai dengan kebutuhan energi beban harian. Setalah dilakukan perhitungan maka didapatkan kebutuhan energi beban harian yang terpasang yaitu 27.616,58 Wh, maka didapatkan kapasitas modul surya, baterai, charger controller dan inverter yang dibutuhkan berturut-turut 7.337,73 Wp, 1.818 Ah, 135,9 A, dan 178 W. karena panel surya yang terpasang sudah memenuhi kebutuhan energi beban harian maka panel surya dapat dijadikan sebagai catu daya utama. Waktu cadang baterai ketika tidak terdapat sinar matahari dengan nilai DOD 80 % adalah 8 hari dan untuk nilai DOD 20% adalah 2 hari. Kata kunci: panel surya, BTS, energi beban harian, catu daya
PERANCANGAN DAN DESAIN JARINGAN FIBER TO THE BUILDING (FTTB) DI HOTEL IJEN SUITE MALANG Febriana Dwi Lestari; Sholeh Hadi Pramono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan Fiber To The Building (FTTB) merupakan teknologi yang menghantarkan isyarat optik dari penyedia layanan ke pengguna dengan menggunakan fiber optic sebagai media transmisinya. Keuntungan menggunakan fiber optic adalah lebar jalur lebih besar dibandingakan dengan kabel konvensional. Fiber To The Building (FTTB) mampu memberikan layan triple play yaitu internet, telepon dan tv kabel. Pada perancangan dan desain jaringan Fiber To The Building (FTTB) di Hotel Ijen Suite Malang memiliki resiko terjadinya kesalahan pada proses pengiriman informasi antara pengirim dan penerima. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan analisis perhitungan pada perancangan dan desain jaringan Fiber To The Building (FTTB). Jaringan Fiber To The Building (FTTB) yang layak digunakan harus memiliki nilai total redaman kurang dari -28 dB. Parameter kinerja yang diamati adalah Link Power Budget, Rise Time Budget, BER dan Eye Pattern. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai total redaman didapat dari perhitungan Link Power Budget adalah 21.53 dB pada jaringan FTTB di Hotel Ijen Suite Malang, nilai Rise Time Budget adalah Br sis=1.94, nilai BER terendah pada panjang kabel serat optik 1.74173 x 10-09 dB, nilai Q-Factor adalah 6.23683 dB dan SNR tertinggi pada panjang kabel serat optik 5.4 km dengan nilai 20.629%.Kata Kunci: Power Link Budget, Rise Time Budge, Bit Error Rate, Eye Pattern

Page 82 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue