cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
STUDI PREDIKSI USIA PAKAI BATERAI BASAH ASAM TIMBAL PADA BTS PT TELKOMSEL DI PULAU GILIGENTING MADURA Bobby Pratama; Unggul Wibawa; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baterai merupakan salah satu komponen penting dalam menyediakan kontinuitas penyaluran energi yang aplikasinya dapat dilihat pada sistem telekomunikasi, radio microwave, lampu darurat, sistem sumber daya cadangan dari pembangkit, bahkan aplikasi modul panel surya. Baterai sering digunakan sebagai backup source apabila terjadi gangguan pada sumber utama. Estimasi dari lama waktu baterai untuk melayani beban tanpa adanya pengisian disebut dengan waktu otonomi. Apabila penggunaan baterai sering melewati batas waktu otonominya maka batas waktu pemakaian baterai akan semakin cepat dan membuat terjadinya selisih terhadap usia yang telah ditetapkan oleh manufaktur. Penelitian yang dilakukan di BTS PT Telkomsel di Pulau Giligenting ini bertujuan untuk mengevaluasi penetapan waktu otonomi baterai yang digunakan sebagai backup source dan memprediksi sisa usia baterai sebelum mencapai batas maksimum penggunaannya. Dari hasil penelitian ini, didapatkan bahwa penetapan waktu otonomi untuk kedua baterai yang ada di BTS berubah dari ketetapan awal selama masing-masing 72 jam menjadi 43,03 jam dan 43,26 jam untuk derajat pelepasan 20% serta 183,84 jam dan 184,09 jam untuk masing-masing baterai untuk derajat pelepasan 80%. Pada analisis untuk derajat pelepasan harian 20% didapatkan bahwa prediksi sisa usia pakai dari kedua baterai adalah 5,72 tahun dan 5,77 tahun untuk pendekatan linier dan pada pendekatan eksponensial bernilai 7,12 tahun dan 7,16 tahun. Sedangkan pada analisis untuk derajat pelepasan harian 80% didapatkan prediksi sisa usia pakai baterai untuk pendekatan linier sebesar 2,65 tahun dan 2,67 tahun untuk baterai bank 1 dan prediksi usia pakai berdasarkan pendekatan eksponensial sebesar 3,73 tahun untuk kedua baterai. Kata kunci: usia pakai baterai, waktu otonomi, baterai basah asam timbal
ANALISIS KINERJA JARINGANANALISIS KINERJA JARINGANANALISIS KINERJA JARINGANANALISIS KINERJA JARINGANANALISIS KINERJA JARINGANANALISIS KINERJA JARINGAN ANALISIS KINERJA JARINGANANALISIS KINERJA JARINGANANALISIS KINERJA JARINGANANALISIS KINERJA JARINGANANAL Reza Sufi Al Kamil; Sholeh Hadi Pramono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiber To The Home (FTTH) is an optical technology that delivers cues from the service provider to the user by using optical fiber as the transmission medium. The advantages of using fiber optic transmission bandwidths are greater than conventional cables. Fiber To The Home (FTTH) is able to provide triple play services (internet, telephone and cable tv). Fiber To The Home (FTTH) network has a maximum limit of 20 km transmission that can be received good triple play services for user. The distance measured from the provision of services contained in the main office and the tool known as Optical Line Termination (OLT). The performance parameters of FTTH network that s observed is BER, SNR, Link Power Budget and Link Rise Time. Variation in the length of fiber optic cable as far as 1km, 1,3km, 1,5km, 1,8km and 2km are used to support the calculation of the influence of the cable length to the parameters of Fiber To The Hom (FTTH) network. With the variation in the length of fiber optic cable is used, the farthest distance is 2 km has a great BER valur of 4,42073x10-11and SNR value of 21,6 dB. As for the closest distance is 1 km has a small BER value of 1,79511x10-12 and SNR value of 22 dB.Keywords - Fiber To The Home, Bit Error Rate, Signal to Noise Ratio, Link Power Budget, Link Rise Time.Abstrak –Fiber To The Home (FTTH) merupakan teknologi yang menghantarkan isyarat optik dari penyedia layanan ke pengguna dengan menggunakan fiber optic sebagai media transmisinya. Keuntungan menggunakan fiber optic pada pentransmisian ini adalah lebar jalur lebih besar dibandingakan dengan kabel konvensional. Fiber To The Home (FTTH) mampu memberikan layan triple play yaitu internet, telepon dan tv kabel. Jaringan FTTH memiliki batas maksimum pentransmisian yaitu 20 km agar layanan triple play dapat diterima pelanggan dengan baik. Jarak tersebut terukur mulai dari sisi penyedia layanan (Service Provider) yang terdapat pada kantor utama dan alatnya dikenal dengan Optical Line Termination (OLT). Parameter kinerja jaringan FTTH yang diamati adalah BER, SNR, Link Power Budget dan Link Rise Time. Variasi panjang kabel serat optik sejauh 1km, 1.3km, 1.5km, 1.8km dan 2km digunakan untuk menunjang perhitungan pengaruh panjang kabel serat optik terhadap parameter jaringan FTTH.Dengan variasi panjang kabel serat optik yang digunakan, jarak terjauh yaitu 2 km memiliki nilai BER yang besar yaitu 4,42073x10-11dan nilai SNR sebesar 21,6 dB. Sedangkan untuk jarak terdekekat yaitu 1 km memiliki nilai BER yang kecil yaitu 1,79511x10-12 dan nilai SNR sebesar 22 dB.Kata Kunci—Fiber To The Home, Bit Error Rate, Signal to Noise Ratio, Link Power Budget, Link Rise Time.
ANALISIS KINERJA JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) MENGGUNAKAN KABEL DROPCORE DENGAN TOPOLOGI BUS Reza Sufi Al Kamil; Unggul Wibawa; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiber To The Home (FTTH) merupakan teknologi yang menghantarkan isyarat optik dari penyedia layanan ke pengguna dengan menggunakan fiber optic sebagai media transmisinya. Keuntungan menggunakan fiber optic pada pentransmisian ini adalah lebar jalur lebih besar dibandingakan dengan kabel konvensional. Fiber To The Home (FTTH) mampu memberikan layan triple play yaitu internet, telepon dan tv kabel. Jaringan FTTH memiliki batas maksimum pentransmisian yaitu 20 km agar layanan triple play dapat diterima pelanggan dengan baik. Jarak tersebut terukur mulai dari sisi penyedia layanan (Service Provider) yang terdapat pada kantor utama dan alatnya dikenal dengan Optical Line Termination (OLT). Parameter kinerja jaringan FTTH yang diamati adalah BER, SNR, Link Power Budget dan Link Rise Time. Variasi panjang kabel serat optik sejauh 1km, 1.3km, 1.5km, 1.8km dan 2km digunakan untuk menunjang perhitungan pengaruh panjang kabel serat optik terhadap parameter jaringan FTTH.Dengan variasi panjang kabel serat optik yang digunakan, jarak terjauh yaitu 2 km memiliki nilai BER yang besar yaitu 4,42073x10-11dan nilai SNR sebesar 21,6 dB. Sedangkan untuk jarak terdekekat yaitu 1 km memiliki nilai BER yang kecil yaitu 1,79511x10-12 dan nilai SNR sebesar 22 dB.Kata Kunci—Fiber To The Home, Bit Error Rate, Signal to Noise Ratio, Link Power Budget, Link Rise Time.
ANALISIS GELOMBANG CORONA MENGGUNAKAN FAST FOURIER TRANSFORM (FFT) Arif Resnu Putra; Moch. Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa gelombang arus corona menggunakan metode Fast Fourier Trasnform (FFT) serta pengaruhnya terhadap harmonisa. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil dari Laboratorium Tegangan Tinggi Jurusan Teknik Elektro, Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan sangkar corona sebagai objek uji. Sangkar corona memiliki bentuk susunan silinder koaksial dengan tinggi 24 cm, diameter silinder luar 10 cm, dan diameter silinder dalam 0.2 cm. Hasil FFT gelombang arus corona memiliki amplitudo tertinggi pada frekuensi 50 Hz (fundamental) dan tertinggi kedua pada frekuensi 150 Hz. Gelombang arus corona menimbulkan harmonisa, dengan nilai THD yang dapat mencapai 32.185%. Kata kunci : Arus corona, sangkar corona, Fast fourier Transform, harmonisa.
Studi Perencanaan dan Penempatan Site Jaringan Long Term Evolution di Kota Malang dengan Metode Algoritma Genetika Aldwi Syahfirry Putra; Endah Budi Purnomowati; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Long Term Evolution (LTE) dirancang untuk memenuhi kebutuhan operator akan akses data yang berkecepatan tinggi serta menyokong kapasitas teknologi suara untuk beberapa dekade mendatang. Teknologi ini pula menyediakan solusi Internet Protocol (IP) yang luas yang mampu mengintegrasikan sistem-sistem serta jaringan yang ada. Dimana suara, data , dan streaming multimedia dapat diberikan kapanpun dan dimanapun kepada penggunanya dan rata-rata yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Algoritma genetika sebagai alat permutasi untuk melakukan pemilihan letak koordinat BTS secara optimal. Hasil optimasi yang dihasilkan oleh algoritma genetika tersebut dapat digunakan sebagai sistem rekomendasi pendukung keputusan. Karena algoritma genetika berfungsi sebagai sistem pendukung keputusan maka hasil pemilihan letak koordinat tersebut tidak mutlak menjadi acuan pasti letak koordinat BTS. Dalam tugas akhir ini hasil optimasi yang dihasilkan oleh algoritma genetika masih belum memiliki batasan mengetahui daerah – daerah yang dilarang untuk mendirikan BTS. Kata Kunci—LTE, Algoritma Genetika
KONTROL LOGIKA FUZZY SEBAGAI PENGENDALI SUHU DAN KADAR AIR PASIR PADA PROTOTYPE INKUBATOR PENYU BERBASIS MIKROKONTROLER Ana Muslimah; Erni Yudaningtyas; Mochammad Rusli
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prototype inkubator telur penyu  dirancang untuk dapat mengendalikan suhu dan kadar air pasir berdasarkan kondisi ideal sesuai dengan jenis kelamin tukik (anak penyu) yang diinginkan. Sebagai pengendali suhu dan kadar air pasir digunakan Kontrol Logika Fuzzy (KLF) dengan metode Mamdani, inferensi Max-Min Composition dan metode deffuzifikasi Centroid atau Center of Area (CoA). Pada pengujian yang dilakukan untuk kondisi ideal agar dapat ditetaskan tukik jantan diberikan set point suhu 27˚C dan batas kadar air diantara (3-12)%. Pada pengujian tersebut didapatkan performansi respon suhu dengan settling time 42,33 menit, error steady state 0,36% dan tidak terdapat overshoot, serta respon kadar air yang berkisar antara (4,77-7,13)%. Pada pengujian yang dilakukan untuk kondisi ideal agar dapat ditetaskan tukik betina diberikan set point suhu 33˚C dan batas kadar air antara (3-12)%. Pada pengujian ini didapatkan performansi respon suhu dengan settling time 112,67 menit, error steady state 0,30%, dan overshoot 0,79%, serta respon kadar air yang berkisar diantara (6,14-8,35)%. Kata Kunci: Pasir, suhu, kadar air, KLF
RANCANG BANGUN JARINGAN FIXED WiMAX IEEE 802.16d UNTUK LAYANAN MOBILE VoIP CODEC ITU-T G.729 Muhammad Hizba Afdhaluddin; Wahyu Adi Priyono; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) IEEE 802.16d merupakan salah satu teknologi yang mampu memberikan layanan data dengan kecepatan tinggi dan efisien. WiMAX menyediakan kapasitas kanal hingga 40 Mbps. Salah satu keunggulan WiMAX adalah menawarkan Quality of Service (QoS) berbeda. Salah satunya adalah QoS varian real Time Polling Service untuk layanan VoIP. Penelitian ini bertujuan untuk membangun prototipe komunikasi VoIP yang memiliki bandwidth kompresi hingga 8 kbps tiap kanal suara dengan cara menggabungkan Teknologi VoIP dengan jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX). Serta dapat menganalis kinerja jaringan VoiP melalui parameter jaringan, yakni throughput, delay end-to-end, jitter. Hasil penelitian menunjukkan nilai throughput relatif stabil dengan semakin banyak jumlah user maka throughput akan semakin kecil. Hasil untuk delay didapatkan nilai tertinggi ialah 13.101 ms pada saat jumlah panggilan terjadi lima pasang, dan nilai tersebut tergolong kategori baik menurut standar ITU-T G.114. Kemudian nilai jitter tertinggi yang didapat ialah 20,646 ms pada saat jumlah panggilan terjadi sebanyak enam pasang, dan hasil ini menunjukkan nilai yang cukup atau dapat ditoleransi menurut standard ITU-T Y.1541. Kata Kunci – WiMAX IEEE 802.16d, QoS, G.711, G.729, VoIP.
ANALISIS PERILAKU PENGOTOR SERBUK JERAMI DALAM MINYAK TRANSFORMATOR SHELL DIALA B PADA MEDAN LISTRIK HOMOGEN DAN NON HOMOGEN Lestari Ayuningsih; Moch. Dhofir; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir 30% dari kegagalan transformator disebabkan oleh adanya kontaminan dalam minyak transformator. Pada penelitian ini pengaruh kontaminan serbuk jerami diuji terhadap tegangan tembus menggunakan elektroda standard dan arus bocor menggunakan tegangan tinggi AC dan arus konduksi menggunakan tegangan tinggi DC. Pengamatan pergerakan partikel jerami juga dilakukan menggunakan tegangan tinggi DC serta simulasi distribusi medan listrik menggunakan FEMM. Partikel jerami akan bergerak kearah stress medan tertinggi pada elektroda jarum-piring (non homogen) yaitu pada ujung elektroda jarum sedangkan pada elektroda piring-piring partikel jerami bergerak tidak berkumpul pada satu titik saja namun menyebar dipermukaan piring. Dengan adanya kontaminan serbuk jerami pada minyak transformator, tegangan tembus minyak transformator menurun dari 23.98 kV menjadi 5.36 kV untuk kontaminan sebanyak 3%, 4.61 kV untuk kontaminan sebanyak 5% dan 3.90 kV untuk kontaminan sebanyak 7.5%. Setelah di filter tegangan tembus kembali naik berturut-turut untuk tegangan tembus filtrasi dari kontaminan 3%, 5% dan 7.5% adalah 12.50 kV, 12.40kV dan 13.22kV. Sedangkan arus bocor bertambah besar seiring dengan penambahan kontaminan serbuk jerami. Pada elektroda piring-piring arus bocor murni dan terkontaminasi sebanyak 3% dengan jarak sela 10mm berturut-turut adalah 10.70 μA dan 12.5 μA pada tegangan 5kV. Sedangkan pada elektroda piring-piring dengan jarak sela yang sama arus bocor murni dan terkontaminasi 3% sebesar 5.57 μA dan 9.3 μA. Dari pengujian juga didapatkan resistivitas rata-rata dan konduktivitas berturut-turut 650.99  dan . Kata kunci: Isolator cair,  tegangan tembus, arus bocor, pergerakan partikel, FEMM
STUDI PERILAKU PENGOTOR SERBUK JERAMI DALAM MINYAK ZAITUN PADA MEDAN LISTRIK HOMOGEN DAN NON-HOMOGEN Keiko Azizah; Moch. Dhofir; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini melaporkan hasil penelitian tentang perilaku pengotor serbuk jerami dalam minyak zaitun pada medan listrik homogen dan non-homogen. Tujuan dari paper ini mengamati perilaku pengotor pada medan homogen dan non homogen beserta pengaruh kekuatan dielektrik yang ditimbulkan. Pada penelitian ini menggunakan minyak zaitun sebagai minyak alternatif dari isolasi cair, dan kontaminan serbuk jerami. Metode yang digunakan pengujian arus konduksi yaitu menggunakan chamber dengan elektroda cincin pengaman dengan jarak sela 5 mm yang diberi tegangan DC. Dengan mengetahui arus konduksi, maka dapat diketahui nilai resistivitas dari minyak zaitun. Pengujian untuk mengetahui nilai permitivitas minyak zaitun juga dilakukan menggunakan chamber elektroda cincin pengaman menggunakan tegangan AC dengan jarak sela 5 mm. Penelitian ini juga untuk mengamati  pengaruh kontaminan serbuk jerami terhadap arus bocor minyak zaitun dengan elektroda yang digunakan piring-piring (homogen) dan jarum-piring (non homogen) serta tegangan tembus dengan elektroda standart yang diberi tegangan AC. Pengamatan pergerakan partikel jerami juga dilakukan menggunakan tegangan tinggi DC serta simulasi distribusi medan listrik menggunakan FEMM 4.2. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai resistivitas 1287 MΩm dan permitivitas minyak zaitun 4,37. Pengujian arus bocor bertambah besar seiring dengan penambahan kontaminan serbuk jerami. Pada elektroda piring-piring, arus bocor murni dan terkontaminasi sebanyak 1% dengan jarak sela 15 mm berturut-turut adalah 37,73 μA dan 41,8 μA pada tegangan 20 kV. Sedangkan pada elektroda jarum-piring dengan jarak sela yang sama, arus bocor murni dan kontaminan 1% sebesar 18,1μA dan 20,67 μA. Faktor efisiensi dari piring-piring sebesar 0,999, sedangkan jarum-piring 0,136. Kata kunci: Pengotor, serat selulosa, tegangan tembus, arus bocor, pergerakan partikel, FEMM.
KAJIAN PENINGKATAN KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI DENGAN RELOKASI SECTIONALIZER PADA PENYULANG PUJON DENGAN PEMBANGKIT TERDISTRIBUSI Syamsu Dhuha; Hadi Suyono; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyulang Pujon merupakan penyulang tipe radial yang mendapat suplai daya energi listrik dari Gardu Induk Sengkaling, Malang. Penambahan pembangkit terdistribusi menyebabkan arus hubung singkat semakin besar, sehingga diperlukan respon sistem proteksi yang semakin cepat dalam menetralisir gangguan. Penelitian ini mengkaji nilai keandalan dan perubahan setelan recloser dan sectionalizer penyulang pujon dengan penambahan pembangkit terdistribusi. Metode analisis pendekatan dampak kegagalan suatu peralatan kepada seluruh sistem penyulang digunakan untuk perencanaan relokasi sectionalizer. Simulasi gangguan hubung singkat dua fasa dan tiga fasa pada kondisi eksisting dan kondisi penambahan pembangkit terdistribusi yang disertai perencanaan relokasi sectionalizer dilakukan dengan software ETAP 12.6.0 untuk mengetahui besar arus hubung singkat, waktu yang dibutuhkan recloser dan sectionalizer untuk menetralisir gangguan, serta jumlah pelanggan padam. Nilai indeks keandalan (SAIFI, SAIDI dan CAIDI) pada kondisi eksisting adalah 0,685200041, 0,008119295 dan 0,011849525, sedangkan setelah dilakukan perencanaan relokasi sectionalizer turun menjadi 0,47489553, 0,005482114 dan 0,011544949. Arus hubung singkat dua fasa dan tiga fasa terkecil pada kondisi eksisting adalah 669A dan 772A, sedangkan pada kondisi penambahan pembangkit terdistribusi adalah 670A dan 774A. Nilai arus hubung singkat dua fasa dan tiga fasa terbesar pada kondisi eksisting adalah 7.832A dan 9.044A, sedangkan pada kondisi penambahan pembangkit terdistribusi adalah 7.837A dan 9.049A. Waktu yang dibutuhkan recloser dan sectionalizer untuk menetralisir gangguan (fault clearing time / FCT) pada kondisi penambahan pembangkit terdistribusi lebih cepat dari kondisi eksisting. Jumlah pelanggan padam ketika terjadi gangguan pada kondisi perencanaan relokasi sectionalizer lebih sedikit dari kondisi eksisting. Kata kunci - pembangkit terdistribusi, indeks keandalan, recloser, sectionalizer

Page 83 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue