cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
PENGARUH KECEPATAN PUTAR SPIN COATING TERHADAP PERFORMANSI SENSOR PH BERBAHAN DASAR TITANIUM DIOKSIDA (TiO2) Novvy Nurdiana Dewi; Eka Maulana; Onny Setyawati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deposisi thick film TiO2:AgCl pada substrat alumina dengan metode spin coating untuk aplikasi sensor pH telah dilakukan. Bagian sensor pH dalam penelitian ini adalah elektroda dan daerah sensing, dengan bahan yang digunakan untuk elektroda adalah AgCl sedangkan bahan untuk daerah sensing adalah TiO2. Pasta AgCl dan TiO2 masing-masing diperoleh dari pencampuran larutan binder (PVA) dengan serbuk AgCl dan TiO2 yang diaduk dengan magnetic stirrer agar menghasilkan pasta yang homogen. Bahan AgCl dilapiskan pada substrat alumina dengan variasi kecepatan putar spin coating 300 rpm, 500 rpm, 700 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm, sedangkan bahan TiO2 dilapiskan pada substrat alumina dengan kecepatan putar spin coating 300 rpm. Berdasarkan hasil pengujian tegangan sensor menunjukkan bahwa kecepatan putar spin coating berpengaruh terhadap tegangan output. Hasil pengujian repeatability sensor menunjukkan bahwa penggunaan sensor secara berulang-ulang mengakibatkan performa sensor semakin menurun. Hal ini membuktikan bahwa bahan yang digunakan membuat sensor tidak efektif untuk sensor yang reusable. Hasil pengujian sensitivitas dari sensor 1000 rpm dan 1500 rpm, menunjukkan bahwa sensitivitas sensor terbaik adalah sensor 1000 rpm sebesar . Hasil perhitungan linearitas sensor, menunjukkan sensor yang memiliki linearitas terbaik adalah sensor 1500 rpm  sebesar 24% FS. Pada analisis perhitungan error menunjukkan bahwa sensor pH yang memiliki uncertainly (ketidakpastian) paling baik (kecil) adalah sensor 1500 rpm yaitu sebesar 0,5484 %. Kata kunci : Sensor pH, Spin Coating, TiO2, AgCl, Repeatability, Kecepatan Putar.
PENGENDALIAN ORIENTASI ROBOT POLE CLIMBING DENGAN METODE SELF-TUNING CONTROLLER PADA KONTES ROBOT ABU INDONESIA 2016 Mokhammad Hasyim Asy'ari; Goegoes Dwi Nusantoro; Muhammad Aziz Muslim
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2016 dengan tema “Clean Energy Recharging The World” mempunyai rule yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mahasiswa diwajibkan membuat 2 robot yaitu robot Eco dan robot Hybrid. Masing-masing memiliki tugas yang berbeda. Robot Hybrid bertugas untuk memanjat dan meletakkan propeller dari wind turbine station. Dalam penelitian ini robot hybrid yang dibuat mempunyai 2 motor DC Planetary PG36 yang digunakan untuk memanjat dengan mengkontrol orientasi posisi menggunakan sensor rotary encoder dari Robot Hybrid. Untuk mengkontrol Robot Hybrid menggunakan metode Self tuning Pole Placement untuk mendapatkan parameter sebagai kontroler. Hasil perhitungan dari masing-masing motor DC PG36 diperoleh nilai untuk motor 1 kemudian untuk motor 2 diperoleh nilai . Untuk mengambil data kami menggunakan lintasan yang sama dengan Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI). Lintasan berupa tiang silinder dibagi menjadi 2 pengujian Pengujian perubahan sudut putaran sensor rotary (dengan sudut > 50˚ ke kanan) dan Pengujian perubahan sudut putaran sensor rotary (dengan sudut > -50˚ ke kiri) respon kedua motor ketika setpoint 225 rpm. Dengan setpoint yang sama memiliki respon kecepatan yang berbeda,  pada setpoint 225 masing-masing motor 1 dan 2 memiliki settling time 0,15 detik  untuk motor 1 dan error steady state 2,8% , dan untuk motor 2 dengan settling time 0,2 detik error steady state nya 2,9% Kata kunci: Kontroler, Self-tuning Controler, Robot Hybrid.
PERANCANGAN PERANGKAT MULTI SWITCH OPERATION MODE RECTENNA Muhammad Hadyan Arif; Rudy Yuwono; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perancangan multi switch otomatis untuk mengatur kerja dari rectenna (rectifier antenna) sebagai pengubah daya elektromagnetik menjadi output DC dan perangkat Wi-Fi/Bluetooth yang bekerja pada frekuensi kerja 2.4 GHz. Pemanenan energy ini merupakan salah satu alternatif konversi energi, dimana dalam proses ini dapat menghasilkan daya listrik yang dapat digunakan oleh perangkat yang membutuhkan daya kecil. Namun keberadaan rectenna di sekitar perangkat telekomunikasi ternyata dapat mengganggu penyerapan daya oleh antena perangkat tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan multi switch yang dapat mengatur kerja dari rectenna dan perangkat – perangkat tersebut. Sehingga pemanfaatan gelombang elektromagnetik dapat lebih maksimal antara rectenna dengan perangkat wi-fi dan Bluetooth yang bekerja pada frekuensi 2.4 GHz. Kata kunci Rectifier, Multi Switch, Output DC. Abstract – This research is discuss about designing automatic multi switch to manage the work of rectenna as a electromagnetic energy converter to DC voltage and Wi-Fi or Bluetooth devices that works on 2.4 GHz frequency band. Energy harversting is one of the alternatives ways of energy convertion, the prossess is producing an energy that can be used by some device that need a small amount of power. But the existence of rectenna around the telecommunication devices can interrupt the power absorbtion of devices antenna. According to the problem, we need some device that can manage the work of rectenna and those devices. So the   utilization of electromagnetic energy on 2.4 GHz frequency band will be better without interferencing each others. Key Words Rectifier, Multi Switch, DC Output
PERANCANGAN PERANGKAT MULTI SWITCH OPERATION MODE RECTENNA (MSOMR) UNTUK TELEVISI DAN RADIO BERBASIS MIKROKONTROLLER ATmega328 Nada Kautsar; Rudy Yuwono; Erfan Achmad Dahlan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses energy harvesting dapat dilakukan dengan berbagai cara. Rectenna merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan. Rectenna dapat mengkonversi gelombang elektromagnetik menjadi tegangan listrik. Penelitian ini membahas cara pensaklaran antara rectenna dengan tv dan radio yaitu dengan melalui multi switch operation mode rectenna. MSOMR bekerja dengan menggunakan sensor arus, rectenna dan mikrokontroller atmega328. Tv dan radio dihubungkan pada sensor arus yang berfungsi untuk mendeteksi tegangan sehingga dapat memicu Arduino untuk bekerja. Output dari sensor arus akan diteruskan ke Arduino dan output Arduino akan dihubungkan pada rectenna. Proses switching terjadi apabila mikrokontroller mendapatkan input dari sensor arus sehingga memicu Arduino untuk mengirimkan sinyal analog pada rectenna. Rectenna akan mati apabila Arduino mendapatkan informasi bahwa sensor arus menyala . Sebaliknya, rectenna akan menyala dengan nilai tegangan sebesar 47,6 mV apabila Arduino mendapatkan informasi bahwa sensor arus mati. Abstrak- The process of energy harvesting can be done in various ways. Rectenna is one of the alternatives that can be used. Rectenna can convert electromagnetic waves into electrical voltage. This research discusses how to switch between rectenna with tv and radio that is through multi switch operation mode rectenna. MSOMR works by using current sensors, rectenna and atmega328 microcontroller. The tv and radio are connected to a current sensor that detect the voltage so that it can trigger the Arduino to work. The output of the current sensor will be forwarded to the Arduino and the Arduino output will be connected to the rectenna. The switching process occurs when the microcontroller gets input from the current sensor so as to trigger the Arduino to transmit analog signals to the rectenna. Rectenna will be off when the Arduino gets the information that the current sensor is on. Instead, the rectenna will light up with a voltage value of 47.6 mV when the Arduino gets the information that the current sensor is off. Kata Kunci : Rectenna, TV, Radio, Switch, Tegangan Output DC
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING KUALITAS UDARA BERBASIS KOMUNIKASI NIRKABEL Lukman Gumelar; Raden Arief Setyawan; Panca Mudjirahardjo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Polusi udara ditimbulkan dari hasil pembakaran yang tidak sempurna, yang mana proses  pembakaran tersebut menghasilkan gas-gas berbahaya diantaranya yang paling banyak kita sering temukan adalah gas CO (karbon monoksida) dan gas NOx (Nitrogen monoksida, Nitrogen dioksida, dan lain-lain. Dampak yang ditimbulkan pencemaran udara ternyata sangat merugikan manusia sebagai makhluk omnivora yang sangat tergantung pada jalur makanan tetapi berada pula dalam daur pencemaran tersebut. Berbagai jenis penyakit yang dapat ditimbulkan pada manusia dari pencemar udara di atas seperti; infeksi saluran pernafasan atas, paru-paru jadi rusak, hipertensi, jantung, kanker dan lain sebagainya. Maka perlu adanya sebuah  alat yang dapat memantau kondisi kualitas udara yang meliputi gas karbon monoksida, gas nitrogen dioksida, gas sulfur dioksida, gas ozon, dan partikul debu(PM10) yang sesuai dengan ISPU(Indeks Standart Pencemaran Udara).  Alat ini menggunakan sensor gas CO, gas NO2, gas O3, gas SO2, dan partikel debu yang data dari pembacaan masing-masing sensor akan dikirimkan ke node sink melalui komunikasi nirkabel yang nantinya akan dipantau melalui layanan web thingspeak.com dari hanphone, PC, dan lain-lain secara langsung. Komunikasi nirkabel antara node sensor dan node sink paling baik adalah sejauh 150 meter karena tidak ada data error yang diterima oleh node sink saat menerima data dari node sensor. Alat ini akan mengalami mode tidur selama 5 menit secara periodik agar menghemat daya pengunaan batrrei.   Kata kunci –pencemaran udara, monitoring, komunikasi nirkabel.
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PENGARUH PENGGUNAAN STATIC VAR COMPENSATOR (SVC) PADA JARINGAN TRANSMISI JAWA-BALI 500 KV Adhi Purbo Putranto; Hadi Suyono; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem transmisi merupakan salah satu aspek terpenting dari sistem tenaga listrik. Salah satu masalah yang timbul adalah terjadinya kontingensi pada jaringan transmisi yang bisa berdampak pada kestabilan tegangan, penyaluran daya pada konsumen, dan besarnya rugi – rugi pada saluran. Flexible Alternating Current Transmission Systems (FACTS) merupakan peralatan yang dapat memberikan daya reaktif pada bus agar mampu menjaga kestabilan tegangan saat terjadi kontingensi dan dapat digunakan untuk mereduksi rugi daya, perbaikan level tegangan, peningkatan kapabilitas saluran, dan lain-lain. Static Var Compensator  (SVC) merupakan salah satu FACTS device yang  berguna untuk mengatur tegangan pada bus tertentu dengan cara mengontrol besaran reaktansi ekuivalen. Pada penelitian ini, pengaruh SVC terhadap kualitas tegangan dan biaya operasi tahunan sistem Jawa-Bali 500 kV akan dibahas lebih lanjut. Dari hasil pengujian dan analisis didapatkan bahwa pada pembebanan 100%, pemasangan SVC berkapasitas 54 MVAR dan 96 MVAR pada bus 19 dan 21 menimbulkan rata – rata perbaikan profil tegangan sebanyak 0,89% dan penghematan biaya operasi tahunan sebesar 0,05 %. Kata kunci: FACTS device, Aliran Daya Optimal, Kontingensi, SVC ABSTRACT The transmission system is one of the most important aspects of the power system. One problem that arises is the occurrence of a contingency on the transmission network which could affect the stability of the voltage, the power distribution to the consumer, and the magnitude of loss on the branch. Flexible Alternating Current Transmission Systems (FACTS) is a device that can inject reactive power on the bus to be able to maintain voltage stability during a contingency and can be used to reduce power losses, improving voltage levels, increasing the capability of the branch, etc. Static Var Compensator (SVC) is one of the FACTS device that allows you to adjust the voltage on certain bus by controlling the amount equivalent reactance. In this study, the influence of SVC on voltage quality and annual operating costs of the Java-Bali 500 kV will be discussed further. From the results of tests and analysis showed that at 100% loading, installation of SVC capacity are 54 MVAR eand 96 MVAR on buses 19 and 21, the improvement of the voltage profil is 0,89% and an annual operating cost savings 0,05% Keywords: FACTS device, Optimal Power Flow, Contingency, SVC  
EVALUASI RANCANG PANEL MOTOR CONTROL CENTER (MCC) UNTUK INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) PADA PLTMG DURI-RIAU Putra, I Made Alit Antara; Purnomo, Hery; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panel motor control center (MCC) merupakan peralatan yang sangat sering dijumpai pada suatu industri atau instalasi yang menggunakan motor listrik sebagai alat bantu dalam melaksanakan kegiatan dalam industri atau instalasi tersebut. Motor listrik mempunyai komponen kontrol dan proteksi yang apabila dipasang bersama dengan motor listrik di lapangan, komponen tersebut akan sangat rentan mengalami ganguan seperti korosi, vibrasi dan gangguan akibat temperatur lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi rancangan panel MCC untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada PLTMG Duri-Riau sesuai dengan standar International Electrotechnical Commission (IEC). Dari hasil penelitian ini, rancangan panel MCC sebelumnya mendapatkan evaluasi pada pemilihan rating arus pemutus utama yang di bawah nilai arus nominal pada beban penuh. Pada diagram pengawatan sebelumnya masih menggunakan 2 standar yang berbeda yaitu standar International Electrotechnical Commission (IEC) dan National Electrical Manufacturers Association (NEMA), sehingga disetarakan menggunakan standar IEC.  Rangkaian kontrol yang telah dievaluasi, akan disimulasikan menggunakan software CX Programmer untuk mengetahui rangkaian kontrol berfungsi dengan baik. Kata kunci: panel motor control center, instalasi pengolahan air limbah, diagram pengawatan, arus nominal, rating arus.   ABSTRACT The motor control center (MCC) panel is an equipment that is very often found in an industry or installation that uses electric motors as a tool in carrying out activities in the industry or installation. Electric motors have control and protection components which, when installed together with an electric motor in the field, will be particularly susceptible to disturbances such as corrosion, vibration and disturbance due to environmental temperature. The purpose of this research is to evaluate the design of MCC panels for Wastewater Treatment Plant (WTP) at PLTMG Duri-Riau in accordance with International Electrotechnical Commission (IEC) standards. From the results of this study, the previous MCC panel design received an evaluation on the selection of the main breaker current rating below the nominal current value at full load. In the previous wiring diagram still use two different standards namely the International Electrotechnical Commission (IEC) and National Electrical Manufacturers Association (NEMA) standard, therefore it is equalized using IEC standards. In the control diagram there are some automatic control functions that do not fit with the piping and instrumentation diagram. The control circuit that has been evaluated, will be simulated using CX Programmer software to know the control circuit is working properly. Keyword: motor control center panel, waste water treatment plant, wiring diagram, nominal current, current rate.
SISTEM KONTROL HYBRID FUZZY-PROPORTIONAL SEBAGAI PENGONTROL SUHU DAN KADAR AIR PASIR PADA INKUBATOR TELUR PENYU BERBASIS MIKROKONTROLER Fauzan Yushar Azman; Mochammad Rusli; Erni Yudaningtyas
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prototype inkubator telur penyu  dirancang untuk dapat mengontrol suhu dan kadar air pasir berdasarkan kondisi ideal sesuai dengan jenis kelamin tukik (anak penyu) yang diinginkan. Sebagai pengontrol suhu dan kadar air pasir digunakan Kontrol Hybrid Fuzzy-Proportional dengan metode fuzzy yang digunakan adalah metode Mamdani, inferensi Max-Min Composition dan metode deffuzifikasi Centroid atau Center of Area (CoA) yang nantinya menentukan nilai penguatan proporsional. Pada pengujian yang dilakukan untuk kondisi ideal agar dapat ditetaskan tukik jantan diberikan set point suhu 27˚C dan batas kadar air diantara (3-12)%. Pada pengujian tersebut didapatkan performansi respon suhu dengan settling time 27,33 menit, error steady state 0,21% dan overshoot 1,69%, serta respon kadar air yang berkisar antara (3,12-5,41)%. Pada pengujian yang dilakukan untuk kondisi ideal agar dapat ditetaskan tukik betina diberikan set point suhu 33˚C dan batas kadar air antara (3-12)%. Pada pengujian ini didapatkan performansi respon suhu dengan settling time 97 menit, error steady state 0,62%, dan overshoot 1,48%, serta respon kadar air yang berkisar diantara (5,04-7,56)%. Kata Kunci: Pasir, suhu, kadar air, Kontrol Hybrid, Fuzzy-Proportional   ABSTRACT The protoype of sea turtle’s incubator was designed to control the temperature and moisture of sand with ideal conditions to incubate hatchling (baby of sea turtle) according to the gender.  As the controlling temperature and moisture of sand used Hybrid Control Fuzzy-Proportional with used fuzzy method is Mamdani method’s, inference Max-Min Composition and Centroid or Center of Area (CoA) deffuzifikasi method that will decide the value of gain proportional. On experiment done for ideal conditions to incubate the male hatchling was given temperature set point 27˚C and moisture ranging between (3-12)%. It has a temperature response of sand with settling time 27,33 minutes, error steady state of 0,21% and overshoot 1,69%, then responses of moisture ranging between (3.12-5.41)%. On experiment done for ideal conditions to incubate the female hatchling  was given temperature set point 33˚C and moisture  is between (3-12)%. It has temperature responses of sand with settling time 97 minutes and error steady state of 0.62% and overshoot 1.48%, then with responses of a moisture ranging between (5.04-7.56)%.   Keywords: Sand, temperature, moisture, Hybrid Control, Fuzzy-Proportional
PENGARUH FRAME RATE DATE BIT RATE TERHADAP KUALITAS LAYANAN STREAMING VIDEO MOBILE DEVICE COMMUNICATION WLAN 802.11n Satrio Dimas Bagaskara; Sigit Kusmaryanto; Rusmi Ambarwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract — This study discusses the influence of Frame Rate and Bit Rate Video Streaming service to the quality of Mobile Device Communication WLAN 802 .11n. Video streaming service on mobile device communication with good quality highly expected by the penikmati service, the good quality of the video is influenced by a variety of factors, one of which Frame rate and Bit rate. Good video, not off of Quality of Service when shipping data (streaming video). This research was conducted by calculating 3 parameters of Quality of Service (QoS) that is delay, throughput, and pakcet loss. With the variation of the input frame rate 10fps, 30 fps, 512 Kbps bitrate and 50fps, 1024kbps, 2048kbps, data retrieval is done by the method of unicast and multicast with displacement distance as far as 250 meters from the acces point (standard WLAN 802.11 outdoor coverage area). The test results of each Quality of Service parameters the farthest distance is 150 metres, and the data obtained is better than unicast multicast method. The results of the data in accordance with standard ITU-T G. 114 to delay (delay of end to end < 150 s) on any variation of frame rate and video bit rate and the probability of packet loss (10%) packet loss > to video with a frame rate of 30, 50 and bit rate 1024, 2048 Kbps, quality service is bad enough based on ITU-T G. 1010, While for the variations of frame rate and bit rate 512 Kbps packet-loss value (5%) packet loss < service quality then runs good on coverage area acces point. The results of the data throughput of the greater the input frame rate and bit rate then the greater the throughput value anyway. The use of multicast or unicast method on the results of data retrieval is not much different, and mobility client is very influential towards the good and the bad quality of streaming video network. Keywords – Frame rate, Bit rate, WLAN 802 .11n, Mobile device communication, Quality of Service (QoS), Unicast, Multicast.Abstrak — Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Frame Rate dan Bit Rate terhadap Kualitas Layanan Streaming Video Mobile Device Communication WLAN 802.11n. Layanan video streaming pada mobile device communication dengan kualitas baik sangat diharapkan oleh penikmati layanan ini, kualitas video yang baik dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya Frame rate dan Bit rate. Video yang baik, tidak lepas dari Quality of Service saat pengiriman data (video streaming). Penelitian ini dilakukan dengan menghitung 3 parameter Quality of Service (QoS) yaitu delay, throughput, dan pakcet loss. Dengan variasi masukan frame rate 10fps, 30 fps, 50fps dan bitrate 512kbps, 1024kbps, 2048kbps, pengambilan data dilakukan dengan metode unicast dan multicast dengan perpindahan jarak sejauh 250 meter dari acces point (standart outdoor coverage area WLAN 802.11). Hasil pengujian dari setiap parameter Quality of Service jarak terjauh adalah 150 meter, dan data yang didapatkan lebih baik metode unicast dibandingkan multicast. Hasil data sesuai dengan standar ITU-T G.114 untuk delay (delay end to end < 150 s) pada setiap variasi frame rate dan bit rate video. Dan probabilitas packet loss (packet loss >10%) untuk video dengan frame rate 30, 50 dan bit rate 1024, 2048 Kbps, kualitas layanan cukup buruk berdasarkan ITU-T G.1010, Sementara untuk variasi frame rate 10 dan bit rate 512 Kbps nilai packet loss (packet loss <5%) maka kualitas layanan berjalan baik pada coverage area acces point. Hasil data throughput semakin besar masukan frame rate dan bit rate maka semakin besar pula nilai throughput. Penggunaan metode unicast maupun multicast pada hasil pengambilan data tidak jauh berbeda, dan mobilitas client sangat berpengaruh terhadap baik dan buruknya kualitas jaringan video streaming. Kata Kunci – Frame rate, Bit rate, WLAN 802.11n, Mobile device communication, Quality of Service (QoS), Unicast, Multicast .
ANALISIS KONSUMSI BAHAN BAKAR GENERATOR SET BIOGAS PADA BALAI BESAR PELATIHAN PETERNAKAN BATU Zulfikar Subagio; Unggul Wibawa; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perbandingan Specific Fuel Consumption (SFC) generator berbahan bakar biogas dengan generator berbahan bakar bensin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan berapa banyak bahan bakar yang dibutuhkan di masing-masing generator. Generator biogas tipe CC 700-M 700 Watt, generator bensin tipe GN 2000-MP 1800 Watt dan Forza FGG-1500 DCV 800 Watt yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 10-100% beban puncak dari kapasitas generator. Penelitian ini dilakukan di Balai Besar Pusat Pelatihan (BBPP) Batu, sedangkan pengujian untuk generator bensin dilakukan di Universitas Brawijaya. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tegangan, arus, daya, dan konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SFC generator bensin (GN 2000-MP dan FGG-1500 DCV) dan biogas Generator (CC 700-M) adalah 0,0615 m3/kWh, 0,0164 m3/kWh dan 1,4042 m3/kWh. Maka, generator biogas membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan energi dari generator bensin. Kata Kunci: Genset biogas, Beban, Specific Fuel Consumption.   ABSTRACT This study discusses the comparation of Specific Fuel Consumption (SFC) of  biogas-fueled generator with gasoline-fueled generators. The aim of this study is to determine how many the fuel needs in each generator. Biogas generator type CC 700-M 700 Watt,  gasoline generator type GN 2000-MP 1800 Watt and  FGG-1500 DCV 800 Watt have been used in this study using range of generator capacity 10-100% as the electrical loads. This study took place at the Center for Training Ranch (BBPP) Batu, while test for gasoline generator was conducted at University of Brawijaya. Parameters used in this study include voltage, current, power, and fuel consumption. Results of the study show that the SFC of gasoline generator (GN 2000-MP and FGG-1500 DCV) and biogas generator (CC 700-M) is 0,0615 m3/ kWh, 0,0164 m3/kWh and 1,4042 m3/kWh. Therefore the biogas generator requires more fuel for generating energy than gasonline generator. ­Keywords: Biogas generators, Loads, Specific Fuel Consumption.

Page 86 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue