cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,458 Documents
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Dengan Hidroponik Sistem Rakit Apung Pada Berbagai Kombinasi AB Mix Dan Biourine Kambing Fuadi, Satria; Mochamad Dawam Maghfoer
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan tanaman yang termasuk kedalam famili Brassicaceae. Berkurangnya lahan pertanian, iklim yang kurang mendukung, dan teknik budidaya yang kurang sesuai dapat menurunkan produktivitas pakcoy. Salah satu cara yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan lahan yang semakin menurun, iklim yang tidak menentu dan meningkatkan produktivitas tanaman pakcoy adalah dengan budidaya hidroponik. Salah satunya dengan menggunakan sistem hidroponik rakit apung. Budidaya pakcoy secara hidroponik umumnya menggunakan larutan hara berupa AB Mix, maka dari itu digunakan penambahan biourine kambing untuk mengurangi penggunaan bahan kimia dari AB Mix. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan kombinasi yang tepat dari perlakuan AB mix dan biourine kambing yang diberikan pada tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) dengan hidroponik sistem rakit apung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 100% AB mix secara nyata dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Pada perlakuan 100% AB mix merupakan perlakuan terbaik yang dapat dilihat dari peubah pengamatan bobot segar pakcoy dan bobot konsumsi.
Respons Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Sturt.) Pada Berbagai Sumber N Weda Saraswati, Desak Made Yamuna; Moch Dawam Maghfoer; Mochammad Roviq
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt.) adalah komoditas hortikultura yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi seperti serat, kalori, vitamin, mineral. Rerata produksi jagung manis di Jawa Timur tahun 2017 yaitu 5,04 ton/ha sedangkan potensi hasil jagung manis dapat mencapai 25 ton/ha BPS (2018). Maka perlu dilakukan upaya dalam peningkatan produksi jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk N anorganik dan kombinasi dosis N organik yang optimum pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt.). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas faktor 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk N anorganik terdiri dari 3 taraf: F1 = 100 % Pupuk N anorganik; F2 = 75 % Pupuk N anorganik; F3 = 50 % Pupuk N anorganik. Faktor kedua adalah sumber N anorganik terdiri dari 4 taraf: P1 = Pupuk kandang 10 t ha-1; P2 = Pupuk kandang 20 t ha-1; P3 = Pupuk kandang 10 t ha-1 + PGPR P4 = Pupuk kandang 20 t ha-1 + PGPR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk N anorganik dan kombinasi dosis N organik. Secara terpisah, dosis pupuk N anorganik memberikan pengaruh yang nyata pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, kadar klorofil, bobot tongkol, dan kadar kemanisan. Aplikasi pupuk N anorganik sebesar 75% menghasilkan bobot tongkol jagung manis per hektar sebesar 17,52 ton ha-1. Kombinasi dosis N organik memberikan pengaruh yang nyata pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, kadar klorofil, bobot tongkol, dan kadar kemanisan. Aplikasi 10 ton ha-1 pupuk kandang + 10 ml l-1 PGPR menghasilkan bobot tongkol jagung manis per hektar lebih tinggi sebesar 17,16 ton ha-1.
Pengaruh Waktu Tanam Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Tipe Tegak dalam Pola Tumpangsari dengan Jagung Manis (Zea mays L.): Pengaruh Waktu Tanam Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Tipe Tegak dalam Pola Tumpangsari dengan Jagung Manis (Zea mays L.) Ulfa Ni'matin; Yurlisa , Kartika; Khumairoh, Uma
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Budidaya jagung dengan pola tanam monokultur pada lahan yang relatif sempit dinilai masih kurang efektif, terutama untuk petani kecil. Penanaman tumpangsari jagung dan tanaman kacang-kacangan dinilai lebih menguntungkan daripada penanaman monokultur. Dalam penanaman tumpangsari, waktu tanam mempunyai peranan penting karena dapat menimbulkan potensi terjadinya kompetisi antara tanaman utama dan sela. Untuk mengurangi kompetisi antara tanaman jagung manis dan buncis, maka waktu tanam buncis harus diatur, sehingga pertumbuhan dan hasil menjadi optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbedaan interval waktu tanam buncis tipe tegak terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada pola tanam tumpangsari. Penelitian dilaksanakan di Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada bulan Februari hingga Juni 2023. Penelitian menggunakan metode RAK satu faktor, dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tumpangsari dengan waktu tanam buncis 10 hari sebelum tanam jagung manis mendapatkan hasil terbaik. Nilai BC Rasio menunjukkan nilai tertinggi sebesar 1,04. Pola tanam secara tumpangsari dengan interval waktu tanam buncis ditanam 10 hari sebelum tanam jagung manis layak dilanjutkan atau efisien.
Optimalisasi Penggunaan Eco-Enzyme dan Pupuk NPK pada Tanaman Pacar Air New Guinea (Impatiens hawkeri Bull.) Fahmilia Tutwuri Handayani, Fahmilia; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 11 (2024): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman Pacar Air New Guinea (Impatiena hawkeri Bull.) merupakan salah satu tanaman hias bunga yang memiliki warna bunga, bentuk bunga, bentuk daun yang sangat menarik. Dalam mengurangi penggunaan pupuk anorganik serta meningkatkan pertumbuhan dan pembungaan pada tanaman pacar air dapat dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan konsentrasi eco-enzyme sehingga pemberian pupuk NPK dapat ditekan penggunaanya. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari interaksi konsentrasi eco-enzyme dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman Impatiens New Guinea (Impatiens hawkeru Bull.). Percobaan ini dilaksanakan pada Februari 2023 - Mei 2023 di dalam greenhouse yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Alat dan bahan yang digunakan yaitu timbangan analitik, SPAD klorofil, pH meter, gelas ukur, polybag diameter 25x25 cm, bibit tanaman pacar air new guinea, tanah, cocopeat, sekam, eco-enzyme, pupuk NPK Mutiara 16:16:16, fungisida dengan bahan aktif difenokonazol 250 g.l-1, dan mancozeb 80%. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial. Hasil percobaan menunjukan terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi eco-enzyme dan dosis pupuk NPK Mutiara 16:16:16 pada variabel pertumbuhan panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, waktu muncul bunga, dan jumlah total bunga tanaman pacar air. Pada konsentrasi eco-enzyme 20 ml.l-1 dengan dosis pupuk 4 g.tan-1 menunjukan pertumbuhan paling tinggi pada variabel panjang tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, luas daun, waktu muncul bunga, dan jumlah total bunga dibandingkan perlakuan lainya. Pemberian konsentrasi eco-enzyme 20 ml.l-1 dengan dosis pupuk NPK 4 g.tan-1 meningkatkan pembungaan sebesar 22,79% dibandingkan dengan konsentrasi eco-enzyme 10 ml.l-1 dengan dosis pupuk NPK 4 g.tan-1.    
Budidaya Pisang (Musa acuminata L.) Varietas Barangan dari Anakan yang Direndam dengan Ekstrak Bawang Merah Husain, Indriati; Ismail, Fatmawati; Pembengo, Wawan
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 11 (2024): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Ekstrak bawang merah mengandung zat pengatur tumbuh (ZPT). Bawang merah dapat dijadikan alternatif sumber ZPT alami yang murah dan mudah diperoleh menggantikan ZPT sintetik yang relatif mahal.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui pengaruh ekstrak bawang merah, dan (2) mengetahui konsentrasi ekstrak bawang merah yang sesuai terhadap pertumbuhan anakan pisang varietas Barangan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Agustus 2022, bertempat di Desa Huluduotamo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 taraf perlakuan konsentrasi ekstrak bawang merah yaitu 0, 10, 20 dan 30 g/L. Umbi bawang merah direndam selama 2 jam pada setiap masing-masing taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 16 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu tinggi anakan, jumlah daun dan lingkar batang. Hasil analisis ragam pada taraf 5% menunjukkan bahwa ekstrak bawang merah berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi dan lingkar batang anakan pisang, pengaruh tidak nyata pada jumlah daun. Ekstrak bawang merah mempengaruhi pertumbuhan anakan pisang Barangan dan konsentrasi ekstrak bawang merah yang terbaik untuk pertumbuhan anakan pisang Barangan adalah 30 g/L.
Perkecambahan Biji Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Tomat (Solanum lycopersicum L.) dan Lama Waktu Perendaman Indrasari, Dita; Zakiah, Zulfa; Gusmalawati, Dwi
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.12.07

Abstract

Buah naga dapat diperbanyak secara generatif menggunakan biji. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempercepat proses perkecambahan adalah dengan merendam biji menggunakan zat pengatur tumbuh (zpt). Ekstrak tomat merupakan zpt yang dapat mempercepat perkecambahan biji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak tomat dan lama waktu perendaman terhadap perkecambahan biji buah naga. Bahan yang digunakan pada penelitian ini, yaitu aquades, biji buah naga (Hylocereus polyrhizus), ekstrak buah tomat (Solanum lycopersicum L. var. intan). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu konsentrasi ekstrak tomat dan waktu perendaman. Faktor pertama, konsentrasi ekstrak tomat (T), yaitu terdiri dari Kontrol (T0), 4% (T1), 6% (T2), 8% (T3), dan 10% (T4). Faktor kedua lama perendaman (P), yaitu Kontrol (P0), 6 Jam (P1), 12 Jam (P2), 24 Jam (P3), 48 Jam (P4). Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi Umum, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura, Pontianak. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu perendaman 48 jam merupakan waktu terbaik pada parameter persentase perkecambahan (74,8%), waktu muncul kecambah (3,96 hst), dan panjang radikula (0,29 cm). Konsentrasi ekstrak tomat 10% merupakan konsentrasi terbaik pada parameter waktu muncul kecambah. Kombinasi konsentrasi ekstrak tomat dan lama waktu perendaman memberikan hasil tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan.
Respon Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Macam Pupuk Cair dan Dosis Pupuk NPK Rachmawati, Lia; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 11 (2024): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Bawang merah merupakan tanaman yang memiliki nilai dan potensi ekonomi yang tinggi. Permintaan pasar terhadap tanaman bawang merah sangat tinggi sehingga bawang merah memiliki peluang pasar yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh aplikasi macam pupuk cair dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, serta untuk mendapatkan pupuk cair dan dosis pupuk NPK terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur pada bulan Maret - Mei 2023. Penelitian ini menggunakan RAK dengan dua faktor. Faktor pertama adalah perlakuan kontrol, pupuk organik cair Nasa, dan nutrisi hidroponik premium P4S Hikmah Farm. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Phonska yang terdiri dari 4 taraf yaitu 300, 450, 600, dan 750 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara pemberian macam pupuk cair dengan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Pemberian Nutrisi Hidroponik P4S Hikmah Farm berpengaruh terhadap panjang tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan. Pemberian pupuk NPK Phonska pada tanaman bawang merah berpengaruh terhadap panjang tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot segar total per rumpun, bobot segar umbi per rumpun, dan bobot kering umbi per rumpun. Pemberian pupuk NPK Phonska 750 kg/ha memiliki bobot kering umbi per rumpun lebih tinggi dibandingkan pemberian NPK Phonska 300 kg/ha dan 450 kg/ha. Namun tidak memberikan pengaruh nyata pada bobot kering total per rumpun, susut bobot umbi per rumpun, bobot segar umbi per petak, bobot kering umbi per petak, dan bobot kering umbi per hektar.
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang dan Konsentrasi PGPR terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Ikhtiarini, Fikry; Maghfoer , Mochamad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Buncis merupakan salah satu tanaman hortikultura jenis kacang-kacangan dari genus Phaseolus. Turunnya produksi buncis dipengaruhi oleh kurang optimalnya teknik budidaya khusus tentang penggunaan pupuk. Upaya dalam meningkatkan hasil tanaman buncis yaitu dengan meningkatkan bahan organik melalui pemberian pupuk kandang serta memanfaatkan mikroorganisme seperti PGPR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi antara dosis pupuk kandang dengan konsentrasi PGPR pada tanaman buncis. Penelitian dilakukan dengan menggunkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah perbedaan dosis pupuk kandang dan faktor kedua adalah perbedaan konsentrasi PGPR. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara dosis pupuk kandang dengan konsentrasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis yaitu pada perlakuan pupuk kandang K0 (0 ton ha-1), K1 (10 ton ha-1) dengan PGPR P0 (tanpa PGPR) secara nyata mampu meningkatkan hasil bobot polong per tanaman sebesar 34,60 g tan-1 dan 41,99 g tan-1. Serta pada perlakuan pupuk kandang K2 (20 ton ha-1) dengan PGPR P2 (2,3 ml l-1) secara nyata mampu menghasilkan bobot polong per tanaman tertinggi sebesar 74,39 g tan-1 .
The Pengaruh Kombinasi Nutrisi dan Pemberian Pupuk Daun terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Keriting (Lactuca sativa L.) dengan Sistem Hidroponik Substrat Tahirah, Salma Mansyurah; Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kombinasi nutrisi AB mix dan POC kelinci dengan pemberian pupuk daun dapat meningkatkan produksi selada keriting. Tujuan untuk mempelajari interaksi kombinasi nutrisi dan pemberian pupuk daun, serta memperoleh perlakuan kombinasi nutrisi dan pemberian pupuk daun terbaik. Penelitian dilaksanakan bulan Mei-Juli 2023 di Greenhouse, Desa Bocek, Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian disusun faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor 1: P1 (100% AB mix), P2 (100% POC kelinci), P3 (85% AB mix + 15% POC kelinci), P4 (70% AB mix + 30% POC kelinci), dan P5 (55% AB mix + 45% POC kelinci). Faktor 2: W1 (Tanpa pupuk daun) dan W2 (Pupuk daun). Hasil penelitian menunjukan interaksi kombinasi nutrisi dan aplikasi pupuk daun. Bobot segar total pada pupuk daun maupun tanpa pupuk daun dan 100% AB mix, 85% AB mix + 15% POC, 70% AB mix + 30% POC, dan 55% AB mix + 45% POC memberi hasil yang baik. Kombinasi nutrisi 100% AB mix, 85% AB mix + 15% POC, 70% AB mix + 30% POC, dan 55% AB mix + 45% POC memberi hasil yang baik pada panjang akar dan bobot segar akar. Aplikasi pupuk daun tidak berpengaruh nyata. Perlakuan pupuk daun maupun tanpa pupuk daun dengan 100% AB mix dan 85% AB mix + 15% POC lebih menguntungkan.
Pengaruh Frekuensi Penyiangan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Tipe Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Putri, Widya Syah; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu komoditas pangan jenis sayuran buah yang diminati masyarakat. Namun, masih ditemukan masalah yang menyebabkan penurunan produksi buncis, salah satunya adalah kehadiran gulma di lahan budidaya buncis. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyiangan gulma pada pertumbuhan dan hasil dua tipe buncis. Percobaan lapang dilaksanakan pada Bulan Maret sampai dengan Juni 2023 di Agrotechnopark Jatikerto, Malang. Percobaan ini merupakan percobaan non faktorial dan dirancang menggunakan RAK yang terdiri dari 8 perlakuan dengan 4 ulangan. Percobaan ini merupakan kombinasi 2 faktor perlakuan. Faktor pertama ialah tipe buncis yang terdiri dari 2 taraf dan faktor kedua ialah frekuensi penyiangan yang terdiri dari 4 taraf. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan frekuensi penyiangan gulma yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil dua tipe buncis. Buncis tipe tegak dengan frekuensi penyiangan 3 kali dan buncis tipe rambat dengan frekuensi penyiangan 2 atau 3 kali mampu menekan pertumbuhan beberapa jenis gulma, berpengaruh nyata terhadap berat kering gulma serta mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil buncis dibandingkan perlakuan tanpa penyiangan. Buncis tipe rambat dengan frekuensi penyiangan 2 atau 3 kali menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue