cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,522 Documents
Respon Fisiologis dan Produksi Stroberi (Fragaria × ananassa) Akibat Pemberian PGPR dan Pupuk Organik Cair Dhelima, Nia; Roviq, Mochammad
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 4 (2026): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.4.08

Abstract

Stroberi (Fragaria × ananassa) termasuk dalam komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya di Indonesia masih belum optimal akibat keterbatasan penyerapan hara dan sistem perakaran yang relatif dangkal. Peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman ini dapat diupayakan melalui aplikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) serta penggunaan POC (Pupuk Organik Cair) yang berperan dalam meningkatkan ketersediaan nutrisi serta efisiensi penyerapan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aplikasi PGPR dan POC terhadap performa pertumbuhan dan produksi tanaman stroberi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September–November 2025 di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, pada ketinggian 1.400 mdpl. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan dua faktor, yaitu PGPR (0 dan 1 g L-¹) dan POC (0, 15, dan 30 mL L-¹), sehingga diperoleh enam kombinasi perlakuan dengan empat ulangan. Parameter yang diamati berupa komponen pertumbuhan vegetatif dan hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan PGPR dan POC terjadi pada beberapa parameter pertumbuhan dan hasil, antara lain panjang tanaman, jumlah daun, luas daun pada beberapa waktu pengamatan, bobot segar akar, diameter buah, dan bobot buah. Parameter waktu muncul bunga, jumlah bunga, jumlah buah, fruitset, dan kadar kemanisan buah tidak menunjukkan interaksi. Secara terpisah, PGPR dan POC tetap memberikan pengaruh positif. Perlakuan PGPR 1 g L-¹ tanpa POC menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman stroberi.
Analisis Regresi dan Korelasi Komponen Hasil Terhadap Karakter Hasil Tanaman Buncis Tegak (Phaseolus vulgris L.) Prameswari, Nadya Widi; Kendarini, Niken
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 4 (2026): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.4.07

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili Fabaceae yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan secara komersial karena mudah dibudidayakan dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Namun, peningkatan jumlah penduduk belum diimbangi dengan produksi buncis nasional yang justru mengalami penurunan sebesar 5,59% pada tahun 2024. Upaya peningkatan produksi buncis dapat dilakukan melalui pengembangan buncis tipe tegak dengan varietas unggul melalui program seleksi. Pendekatan analisis korelasi dan regresi antara hasil dan komponen hasil diperlukan untuk menentukan karakter seleksi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keeratan hubungan antara komponen hasil dengan hasil serta pengaruh komponen hasil terhadap hasil tanaman buncis tipe tegak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli–September 2025 di Desa Bulukerto, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian menggunakan empat genotipe buncis dan dua varietas pembanding yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap 11 karakter kuantitatif meliputi karakter pertumbuhan, komponen hasil, dan hasil. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi dan regresi linier berganda dengan bantuan Microsoft Excel dan software RStudio versi 4.5.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter jumlah polong, diameter polong, dan panjang polong memiliki korelasi nyata hingga sangat nyata dengan arah hubungan positif terhadap hasil panen (ton/ha). Karakter tersebut juga menunjukkan hubungan kuat hingga sangat kuat terhadap bobot polong segar per tanaman. Analisis regresi linier berganda mengindikasikan bahwa jumlah polong dan diameter polong merupakan faktor utama yang memengaruhi variasi hasil, sehingga berpotensi digunakan sebagai kriteria seleksi dalam pemuliaan buncis tipe tegak.
Respons Viabilitas dan Vigor Benih Terung (Solanum melongena L.) terhadap Perlakuan Invigorasi GA3 Qashruzzabad, Samarra Inggita; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 4 (2026): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.4.05

Abstract

Kemunduran mutu benih akibat penyimpanan jangka panjang merupakan permasalahan penting dalam budidaya tanaman hortikultura, termasuk terung (Solanum melongena L.). Benih yang mengalami kemunduran mutu ditandai dengan penurunan viabilitas dan vigor sehingga menyebabkan rendahnya daya berkecambah serta pertumbuhan awal tanaman. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki mutu fisiologis benih adalah melalui invigorasi menggunakan zat pengatur tumbuh giberelin (GA3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons viabilitas dan vigor benih terung terhadap perlakuan invigorasi GA3 pada beberapa konsentrasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2024 di Laboratorium Benih Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Jawa Timur menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial dengan dua faktor, yaitu 17 aksesi benih terung yang hasil penyimpanan tahun 2019 dan 2 varietas komersial, serta konsentrasi GA3 yang meliputi kontrol, 50 ppm, dan 100 ppm. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak empat kali dengan 25 benih per ulangan. Variabel yang diamati meliputi daya berkecambah, laju pertumbuhan kecambah, potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, keserempakan tumbuh, panjang kecambah, tinggi tunas, panjang akar, bobot segar, dan bobot kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi GA3 dan faktor aksesi berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel pengamatan, tanpa adanya interaksi antara kedua faktor. Perlakuan GA3 50 ppm menunjukkan nilai lebih tinggi pada daya berkecambah, keserempakan tumbuh, bobot segar, dan bobot kering, sedangkan perlakuan GA3 100 ppm menunjukkan nilai lebih tinggi pada panjang kecambah, tinggi tunas, dan panjang akar.
Pengaruh Konsentrasi Giberelin dan Dosis Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L. Aggregatum group) asal True Shallot Seed Qotimah, Sofia Nur; Aini, Nurul
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 4 (2026): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.4.04

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia, namun sistem budidaya masih didominasi penggunaan umbi sebagai bahan tanam yang memiliki keterbatasan biaya, mutu, dan daya simpan. True Shallot Seed (TSS) menjadi alternatif bahan tanam, tetapi cenderung menghasilkan satu umbi berukuran besar yang kurang sesuai dengan preferensi konsumen. TSS memiliki produktivitas yang lebih rendah dibandingkan bahan tanam umbi. Pembentukan dan pengisian umbi dipengaruhi oleh hormon giberelin serta ketersediaan nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi hormon giberelin dan pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan, hasil, dan kelayakan ekonomi bawang merah asal TSS serta menentukan kombinasi perlakuan terbaik. Penelitian dilaksanakan di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, pada April–Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tujuh kombinasi perlakuan dan empat ulangan. Variabel yang diamati meliputi parameter pertumbuhan, komponen hasil, dan analisis usaha tani. Data dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf 5% dan dilanjutkan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi giberelin dan nitrogen secara nyata meningkatkan performa agronomi tanaman dibandingkan kontrol. Perlakuan 100 ppm GA3 yang dikombinasikan dengan 240 kg N ha-¹ memberikan hasil terbaik pada sebagian besar parameter pertumbuhan dan hasil, serta menunjukkan kelayakan ekonomi tertinggi dengan nilai R/C rasio sebesar 4,61. Giberelin berperan dalam merangsang pembentukan tunas dan umbi, sedangkan nitrogen mendukung pengisian umbi melalui peningkatan akumulasi fotosintat. Kombinasi perlakuan tersebut efektif meningkatkan produktivitas bawang merah asal TSS.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stroberi (Fragaria x ananassa) Varietas Mencir pada Kombinasi Komposisi Media Tanam dan Jenis Plant Growth Promoting Rhzobacteria (PGPR) Annafi'u, Raihan Naufal; Roviq, Mochammad; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 5 (2026): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.5.05

Abstract

Stroberi merupakan buah bernilai ekonomi tinggi yang membutuhkan media tanam dengan kelembaban optimal dalam iklim tropis Indonesia. Cocopeat dapat digunakan karena daya tampung airnya tinggi, namun perlu dikombinasikan dengan pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan hara. Selain pupuk kandang, Rizobakteri dapat menjadi pilihan karena berperan secara langsung maupun tidak dalam meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan jenis PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman stroberi serta interaksi antara kedua faktor. Penelitian dilaksanakan di lahan Desa Pandanrejo, Kecamatan Batu, Kota Batu pada April - Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor 4 ulangan dan 8 kombinasi. Faktor pertama menggunakan komposisi media tanam antara tanah : pupuk kandang : cocopeat dengan dua taraf: M1 = 1:2:2; M2 = (2:1:2). Faktor kedua jenis PGPR dan kombinasinya: P1 = Azotobacter sp.; P2 = Pseudomonas fluorescens; P3 = Azotobacter sp. + Pseudomonas fluorescens. Variabel pengamatan yaitu panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah bunga, jumlah buah, fruitset, dan derajat kemanisan. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam pada taraf 5%. Apabila hasilnya nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada interaksi antara komposisi media tanam dan jenis PGPR pada semua variabel pengamatan. Perbedaan komposisi media dan jenis PGPR berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman stroberi. Perlakuan dengan komposisi media 1:2:2 dan PGPR Azotobacter sp. + P. fluorescens menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik untuk tanaman stroberi.
Efektivitas Kombinasi Sumber Pupuk Nitrogen pada Pertumbuhan dan Hasil Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Jevinda, Jenny; Saitama, Akbar; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 5 (2026): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.5.06

Abstract

Kacang merah merupakan salah satu tanaman Leguminosae. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi pupuk urea dan ZA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2024 hingga Desember 2025 di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari kombinasi pupuk nitrogen dengan dosis 100 kg ha-1, yaitu: 100% urea = 220 kg ha-1, 100% ZA = 480 kg ha-1, 80% urea + 20% ZA = 176 kg ha-1 urea + 96 kg ha-1 ZA, 60% urea + 40% ZA = 132 kg ha-1 urea + 192 kg ha-1 ZA, 40% urea + 60% ZA = 88 kg ha-1 urea + 288 kg ha-1 ZA, 20% urea + 80% ZA = 44 kg ha-1 urea + 384 kg ha-1 ZA. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah dan bobot bintil akar, bobot segar total, bobot kering total, jumlah polong dan biji, bobot polong dan biji. Hasil penelitian didapatkan bahwa per-lakuan kombinasi persentase pupuk urea 40% + ZA 60% urea 60% + ZA 40%, urea 20% + ZA 80% dan ZA 100% berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan dan hasil, namun tidak berpengaruh terhadap jumlah dan bobot bintil akar.
Efektivitas Herbisida Pendimethalin pada Pengendalian Gulma Kacang Tunggak (Vigna unguiculata) Syuroyyah, Luluk; Saitama, Akbar; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 5 (2026): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.5.08

Abstract

Kacang tunggak (Vigna unguiculata) merupakan tanaman kacang-kacangan yang mengandung protein tinggi sekitar 22,90%, namun produktivitasnya masih rendah akibat gangguan gulma yang dapat menurunkan hasil hingga 76–90%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas herbisida pendimethalin dalam mengendalikan gulma serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tunggak. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024 hingga Februari 2025 di lahan pertanian Krampyangan, Pasuruan, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan meliputi: Wd (Weedy) petak bergulma, Wf (Weed free), H1.5 (Pendimethalin 1,5 l b.a ha-1), H1.5+P14 (Pendimethalin 1,5 l b.a ha-1 + penyiangan 14 HST), H2 (Pendimethalin 2 l b.a ha-1) dan H2+P28 (Pendimethalin 2 l b.a ha-1 + penyiangan 28 HST). Parameter yang diamati meliputi komponen gulma, pertumbuhan dan hasil tanaman, serta analisis ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pendimethalin 1,5 l b.a ha-1 efektif mengendalikan gulma dengan Weed Control Efficiency sebesar 80% dan tanpa menimbulkan fitotoksisitas pada tanaman. Perlakuan ini juga menghasilkan produktivitas sebesar 19,82 ku ha-1 serta menghasilkan nilai R/C ratio sebesar 2,50.
Aplikasi Pupuk Organik Limbah Ikan dengan Bioaktivator Tanah Rumpun Bambu Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L.) Rintis, Risa Silva; Aryani, Farida; Hasibuan, Ikhsan
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 5 (2026): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.5.07

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sayuran di Indonesia. Ketersediaan bawang merah di dalam negeri belum mencukupi, sehingga produksi bawang merah perlu ditingkatkan. Produktivitas bawang merah dapat ditingkatkan dengan beberapa metode antara lain penggunaan pupuk organik berkualitas seperti pupuk organik limbah ikan. Limbah ikan berpotensi untuk digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk organik karena memiliki kandungan hara yang tinggi. Proses pembuatan pupuk organik sangat tergantung pada jenis bioaktivator yang digunakan. Bioaktivator yang digunakan dalam penelitian ini adalah bioaktivator lokal yang dibuat dari tanah topsoil yang berada di sekitar rumpun bambu (tarumba). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan bioaktivator tarumba terhadap kualitas pupuk organik limbah ikan serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2024 di Kebun Penelitian Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNIHAZ, Kota Bengkulu. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Non-Faktorial (RAK-NF) dalam 3 ulangan. Faktor yang diuji adalah dosis pupuk organik limbah ikan yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 10, 20, dan 30 ton ha-1.  Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain bioaktivator tarumba, limbah ikan, dedak, gula merah, dan air. Sedangkan alat-alat yang digunakan adalah ember fermentasi, cangkul, meteran, timbangan, dan alat tulis. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Anova dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil utama dari penelitian ini yaitu ditemukan bahwa bioaktivator tarumba memberikan pengaruh positif terhadap kualitas pupuk organik limbah ikan.  Dosis terbaik adalah 30 ton ha-1 untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang menghasilkan produksi sebanyak 7,02 ton ha-1. Aplikasi pupuk organik ikan limbah membuktikan peningkatan produktivitas bawang merah secara signifikan. Novelti dalam penelitian ini adalah penggunaan bioaktivator lokal yang dibuat dari tanah rumpun bambu yang dipadukan dengan pemanfaat ikan limbah sebagai bahan utama pembuatan pupuk organik.
Respons Pertumbuhan dan Kualitas Stroberi (Fragaria x ananassa) Saga Honoka Terhadap Kalium dan Umur Bibit Sijabat, Aurora Sere Ivany; Barunawati, Nunun; Arifin, Azeri Gautama
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 5 (2026): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.5.03

Abstract

Budidaya stroberi di Indonesia sering kali mengalami permasalahan seperti rendahnya kemanisan pada buah stroberi. Permasalahan kualitas terutama dalam hal kemanisan buah stroberi ini berkaitan dengan manajemen pemupukan khususnya unsur kalium serta faktor teknis budidaya seperti pemilihan umur bibit saat penanaman. Peran kalium dalam meningkatkan proses metabolisme dalam tanaman (termasuk translokasi sukrosa dari daun ke buah) akan lebih optimal apabila diiringi dengan efisiensi penyerapan oleh tanaman dari umur bibit yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tentang pengaruh kombinasi pemberian pupuk kalium dan penggunaan umur bibit terhadap pertumbuhan dan kualitas stroberi varietas Saga Honoka. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan berupa kombinasi dari umur bibit yang berbeda serta pemberian berbagai dosis pupuk kalium. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2024 hingga Juni 2025 di CV. Blue Akari, Desa Dadaprejo, Kec. Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Pemberian pupuk kalium sebanyak 150 kg K2O ha-1 yang dikombinasikan dengan penggunaan umur bibit 49 HST memberikan hasil yang terbaik dan konsisten terhadap pertumbuhan dan kualitas stroberi varietas Saga Honoka dalam seluruh variabel penelitian kecuali jumlah daun.
Waktu Defoliasi dan Dosis Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Ungu (Zea mays var. ceratina) Qulubina, Allif Bayna; Setiawan, Adi
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 5 (2026): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.5.04

Abstract

Jagung ungu memiliki potensi sebagai pangan fungsional karena kandungan antosianinnya, namun produktivitasnya di Indonesia masih rendah. Upaya peningkatan hasil dapat dilakukan melalui perbaikan teknik budidaya, antara lain pengaturan melalui defoliasi dan pemupukan nitrogen yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi dan pengaruh tunggal dari waktu defoliasi dan dosis nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil jagung ungu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024 hingga Maret 2025 di Dadaprejo, Kota Batu. Rancangan yang digunakan adalah RAK Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah waktu defoliasi (W1: fase Vt/49-54; W2: fase R1/56-61; W3: fase R2/63-68 HST) dan faktor kedua adalah dosis nitrogen (N1: 137; N2: 145; N3: 153; N4: 161 kg ha-1). Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi nyata antara waktu defoliasi dan dosis nitrogen terhadap hasil. Dosis nitrogen 153 kg ha-1 dan waktu defoliasi fase R1 menunjukkan hasil pertumbuhan dan hasil yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Penerapan defoliasi pada fase R1 didukung kecukupan nitrogen mampu mengoptimalkan pengisian biji.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 5 (2026): Mei Vol. 14 No. 4 (2026): April Vol. 14 No. 3 (2026): Maret Vol. 14 No. 2 (2026): Februari Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue