cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Elementary: Islamic Teacher Journal
ISSN : 23550155     EISSN : 25030256     DOI : -
Core Subject : Education,
ELEMENTARY Journal (Print ISSN: 2355-0155; Online ISSN: 2503-0256) is an Islamic teacher journal published by Islamic Elementary School Teacher Education Study Program (PGMI), Islamic Education (Tarbiyah) Department, State College on Islamic Studies (STAIN) Kudus. Elementary is published twice a year (every six months, i.e. January and July) as scientific communication means of academic people in the study of Islamic Elementary School Teacher Education. Editorial Board receives the articles from the educators, observers, researchers on Islamic Elementary School Teacher Education to be published after having tight selection, peer review, and serious editting.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Penilaian HOTS dan Penerapannya di SD/MI taubah, mufa
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 7, No 2 (2019): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v7i2.6368

Abstract

Abstrack: This research is included in the type of field research by carrying out data mining on subjects at the data source. This study wants to know a description of what is the assessment of learning based on HOTS and how the Application of Assessment of Hots (Higher Order Thinking Skills) in learning in MI (Madrasah Ibtidaiyah). Higher Order Thinking Skill-based assessment is a way of thinking at a higher level than memorizing, or retelling something that is told by others. In the determination needed the ability of teachers.Each subject teacher should be creative in developing HOTS questions in accordance with KI-KD, which are possible in the subjects they teach. Teacher's insight into global issues, skills in choosing stimulus questions, as well as the ability to choose competencies tested, are important aspects that must be considered by teachers, in order to produce quality items. The mistake of understanding the concept of HOTS by the teacher will have an impact on learning model errors that are increasingly ineffective and unproductive. 
Penerapan Model Student Teams Achiement Divisions untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kelas IV SD 8 Kandangmas Susanti, Susanti
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 7, No 2 (2019): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v7i2.5218

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes using the Student Teams Achiement Divisions learning model for fourth grade students of SD 8 Kandangmas. This study uses Classroom Action Research, consisting of four stages, namely: planning, implementation, observation, and reflection. The results of this study show that the results of observation of learning activities in the first cycle reached 69% with the criteria of Enough and the second cycle increased to 83% with the criteria of Good. The observation results of the management of teacher learning in the first cycle reached 78% with the criteria of Good and in the second cycle increased to 88% with the criteria Very Good. The results of student evaluation tests in the pre-cycle with an average value of 57, in the first cycle increased to 74 and in the second cycle to 86 with the criteria complete. the average learning outcomes achieved 85.3 with classical completeness reaching 90%. The conclusion of this study is through the use of the Student Teams Achiement Divisions learning model can improve the learning outcomes of fourth grade students of SD 8 Kandangmas.
Kompetensi Pendidik MI di Era Revolusi Industri 4.0 Noor, Fu'ad Arif
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 7, No 2 (2019): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v7i2.6386

Abstract

Abstract Answering the challenges of the industrial revolution era 4.0 or the fourth world industrial revolution where technology has become the basis in human life. By preparing quality students who are able to compete globally, and mastering the development of technology is important for everyone and important for the future of a country. It is the teacher's job to improve his teacher's competence in facing this digital era. As a professional educator, teachers are required to have various competencies. The qualifications of SD / MI teachers must be D-IV or S-1, while the competencies that must be possessed by teachers according to the teacher and lecturer Law include pedagogical competencies, personality competencies, social competencies, professional competencies, and leadership competencies. This article discusses how the five competencies can be optimized to face the industrial revolution 4.0 where technology is developing rapidly and teachers must be able to adjust to technological developments. This research is included in the study of descriptive studies from various scientific sources. It was found that to face the era of the industrial revolution 4.0 a teacher must have the competencies set by PMA 16/2010, it does not stop there, a teacher must also have the ability or other basic skills that can support professionalism in the era of the industrial revolution 4.0. Abstrak Menjawab tantangan era revolusi industri 4.0 atau revolusi industri dunia ke-empat dimana teknologi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Dengan menyiapkan peserta didik yang berkualitas dan mampu bersaing secara global, dan menguasai perkembangan teknologi merupakan hal yang penting untuk semua orang dan penting bagi masa depan suatu negara. Sudah menjadi tugas guru untuk meningkatkan kompetensi keguruannya dalam menghadapi era digital ini. Sebagai pendidik yang profesional, guru dituntut memiliki berbagai kompetensi. Secara kualifikasi guru SD/MI harus D-IV atau S-1, sedangkan kompetensi yang harus dimiliki guru menurut Undang-undang guru dan dosen meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi professional, dan kompetensi kepemimpinan. Artikel ini membahas bagaimana kelima kompetensi tersebut dapat dioptimalkan guna menghadapi revolusi industri 4.0 dimana teknologi berkembang pesat dan guru harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kajian deskriptif dari berbagai sumber ilmiah. Didapati bahwa untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 seorang guru harus memiliki kompetensi yang telah ditetapkan oleh PMA 16/2010, tidak cukup sampai di situ, sorang guru juga harus memiliki kemampuan atau keterampilan dasar lainnya yang dapat menunjang keprofesionalitas di era revolusi industri 4.0.
Penggunaan Metode Talking Stick untuk Meningkatkan Kampuan Hands-On Siswa pada Materi Bangun Ruang di MI Islamiyah Dinoyo Terdepan Lamongan FITRIA, MUSAADATUL; Fitriana, Dina
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 7, No 2 (2019): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v7i2.6108

Abstract

Abstrak: Pada pembelajaran materi Bangun Ruang di MI Islamiyah Dinoyo Terdepan Deket Lamongan terdapat permasalahan diantaranya terlihat siswa cenderung pasif dan suasana di kelas kurang menyenangkan dikarenakan guru lebih dominan menggunakan metode ceramah dengan model teaching center sehingga berdampak pada hasil belajar yang kurang maksimal yaitu terdapat beberapa hasil belajar siswa kurang dari KKM yang ditentukan 75 berjumlah 40% dari 24 keseluruhan jumlah siswa. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui penerapan metode talking stick untuk meningkatkan kemampuan hands-on (2) Mengetahui peningkatan kemampuan hands-on dengan menggunakan metode talking stick. Metode talking stick termasuk salah satu metode pembelajaran yang dilakukan dengan bantuan tongkat, siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokok yang diajarkan oleh guru. Pembelajaran dengan metode talking stick sangat cocok diterapkan pada pendidikan Dasar (SD/MI), karena selain melatih kemapuan psikomotor dan kognitif, pembelajaran ini menciptakan suasana yang menyenangkan dan membuat siswa aktif. Metode talking stick ini sangat tepat digunakan dalam pengembangan hands-on. Peneliti yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data antara lain: observasi, wawancara, dokumentasi, pengukuran tes, dan catatan lapangan. Analisis yang digunakan peneliti menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Urutan kegiatan penelitian mencakup 4 tahap meliputi: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, dan (4) Refleksi. Hasil penelitian diperoleh data bahwa adanya peningkatan kemampuan hands-on siswa pembelajaran materi Bangun Ruang pada siswa kelas IV dari 2 siklus yang telah dijalankan serta dapat memenuhi indikator kinerja yang telah ditetapkan. Pada pelaksanaan siklus I pada kemampuan Hands-On siswa dari siklus I ke siklus II juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I jumlah siswa yang mendapat nilai di atas KKM 75 sebanyak 60% dari 24 jumlah keseluruhan siswa yang hadir dan pada siklus II jumlah siswa yang mendapat nilai di atas KKM mencapai 82% terdapat peningkatan sebanyak 25% dari siklus I ke siklus II dengan nilai Rata-Rata kemampuan Hands-On siklus I sejumlah 75,8 dan pada siklus II nilai rata-rata 80,16 peningkatan sebesar 4,36. Berdasarkan hasil analisis data penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengunaan metode talking stick dapat meningkatkan kemampuan Hands-On pada materi Bangun Ruang serta pelaksanaannya dapat berjalan dengan efektif dan efesien.
Pengembangan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) di Kelas V MI Wahid Hasyim Mukti, Fajar Dwi
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 7, No 2 (2019): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v7i2.6351

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui hasil respon guru dan siswa sehingga media layak digunakan dalam pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam media ini adalah model 4D Thiagarajan yang telah dimodifikasi. Tahapan yang dilakukan terdiri dari tiga tahap yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), dan Develop (pengembangan). Media pembelajaran  Augmented Reality (AR) ini dinilai oleh 1 orang ahli media, 1 orang ahli materi, 1 orang peer reviewer, 1 orang guru kelas V dan 10 siswa kelas V MI Wahid Hasyim untuk mengetahui tanggapan siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket dan evaluasi menggunakan bentuk uraian non objektif untuk uji kualitas produk media pembelajaran. Hasil penelitian adalah respon atau tanggapan guru kelas V Sangat Baik dengan diperoleh persentase 82.57%. Begitu juga tanggapan siswa diperoleh persentase 90.2%  dengan tanggapan positif sehingga media pembelajaran memiliki kategori kualitas pada kriteria Sangat Baik yang didukung juga dengan hasil nilai siswa yang mengalami penaikan 35.8%. Berdasarkan hasil perolehan data menunjukkan bahwa media pembelajaran Augmented Reality (AR) di kelas V MI Wahid Hasyim layak dipergunakan sebagai sumber belajar siswa.
Pengembangan Model Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Tematik Berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) pada Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus nahrowi, mahfud
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 7, No 2 (2019): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v7i2.6005

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan penilaian autentik dalam pembelajaran tematik berbasis HOTS bagi guru kelas V  Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (R & D) dari Borg and Gall. Prosedur pengembangan model menggunakan ADDIE dengan lima langkah yakni  analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Sumber data berupa dokumentasi kinerja penilaian guru, angket, observasi, wawancara,  ujicoba model. Subjek penelitian yaitu  guru dan  Kepala Madrasah. Teknik dan instrumen pengumpulan data menggunakan  kuesioner, angket, wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Teknik analisis data menggunakan kuantitatif dan kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan pengembangan model penilaian autentik kurikulum 2013 dalam pembelajaran tematik berbasis HOTS guru kelas V MI di Kecamatan Gebog sangat penting dan dibutuhkan mulai  dari kinerja sistem; perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut. Begitu juga komponen sistem; guru dan sarana prasarana. Produk pengembangan berupa Buku Panduan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Tematik Berbasis HOTS. Hasil uji kelayakan buku panduan dari pakar dan praktisi diperoleh nilai 83,33 dalam kategori sangat layak. Adapun Hasil uji coba terbatas dan uji coba diperluas terhadap penggunaan produk didiskripsikan terdapat peningkatan kualitas kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian autentik sebesar 30,29% dari uji coba terbatas 54,29% naik menjadi 84,57% sehingga produk dapat dikategorikan efektif dan layak digunakan sebagai panduan oleh guru kelas V MI di Kecamatan Gebog.Kata Kunci: Penilaian Autentik, Pembelajaran Tematik, Higher Order Thinking Skill (HOTS)  ABSTRACT  The study aims to develop authentic assessment model in HOTS-based thematic learning for the fifth grade teachers of Madrasah Ibtidaiyah in Subdistrict of Gebog in Kudus Regency.This research method used Research and Development (R & D) design from Borg and Gall. The model development procedure used five steps of ADDIE, namely analyze, design, development, implementation, and evaluation. The sources of data were the documentation of teacher assessment performance, questionnaire, observation, interview, and model trial. The research subjects were the teachers and the principal. The techniques and instruments for collecting data used questionnaire, interview, observation, documentation and test. Validity test of the data used triangulation. Data analysis techniques used quantitative and qualitative.Result of the research shows the development of curriculum 2013 authentic assessment model in HOTS-based thematic learning for the fifth grade teachers of Madrasah Ibtidaiyah in Subdistrict of Gebog  is very important and needed starting from performance system; planning, implementation, evaluation, reporting and following-up. It is also component system; teacher and infrastructure. The development product is a guidebook in HOTS-based thematic learning. The proper test result of a guidebook from experts and practitioners obtained  value of 83.33 in the very feasible category. The results of limited trials and expanded trials in using product described by improving the quality of teachers' ability in doing authentic assessment was 30,29 % of limited trials 54,29 % increased to 84.57% so that the product is effective and appropriate used as guidance by the fifth grade teachers of Madrasah Ibtidaiyah in Gebog Subdistrict.Keywords: Authentic Assessment, Tematic Learning, Higher Order Thinking Skill (HOTS)
ANALISIS MATERI POKOK SBDP MI/SD KURIKULUM 2013 ABAD 21 Malik, Muh Syauqi
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 8, No 1 (2020): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v8i1.6727

Abstract

AbstractThis article aims to describe the analysis of the subject matter of the 2013 revised 2017 Arts and Crafts Culture curriculum in a class V textbook viewed from various aspects. The method used in the analysis is the study of literature on the subject matter of MI / SD Art and Culture in teacher books and student books. The results of the analysis state that the development characteristics of grade V students are at the concrete operation stage. HOTS Distribution (Critical Thinking 43%, Creative Thinking 32%, Problem Solving 11%, Decision Makers 14%). 4C Distribution (Critical Thinking 37%, Creative Thinking 27%, Communication 16%, Collaboration 20%). Digital Literacy 12% and Cultural and Citizenship Literacy 33%. Character Education (Nationalism 23%, Integrity 3%, Independence 40%, Mutual Assistance 34%). The innovations offered in learning Arts and Culture and MI / SD Workshops enhance operational verbs for HOTS, use interactive teaching materials, add aspects of mathematical literacy, and add aspects of religious character education. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis materi pokok Seni Budaya dan Prakarya dalam buku paket kelas V kurikulum 2013 revisi 2017 dilihat dari berbagai macam aspek. Metode yang digunakan dalam analisis adalah studi literatur tentang materi pokok Seni Budaya dan Prakarya MI/SD dalam buku guru dan buku siswa. Hasil analisis menyatakan bahwa karakteristik perkembangan siswa kelas V berada pada tahapan operasi konkret. Distribusi HOTS (Critical Thinking 43%, Creative thinking 32%, Problem Solving 11%, Decision Maker 14%). Distribusi 4C (Critical Thinking 37%, Creative thinking 27%, Communication 16%, Collaboration 20%). Literasi Digital 12% dan Literasi Budaya dan Kewargaan 33%. Pendidikan Karakter (Nasionalisme 23%, Integritas 3%, Kemandirian 40%, Gotong royong 34%). Inovasi yang ditawarkan dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya MI/SD adalah meningkatkan kata kerja operasional menjadi HOTS, menggunakan bahan ajar interaktif, menambahkan aspek literasi matematis, serta menambahkan aspek pendidikan karakter religius.
SELF DIRECTED LEARNING BERBASIS LITERASI DIGITAL PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI MADRASAH IBTIDAIYAH Hanik, Elya Umi
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 8, No 1 (2020): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v8i1.7417

Abstract

Abstract: The Implementation of Educational Policy in the Corona Virus Disease Emergency Period, requires educators to make a learning innovation, namely learning self directed learning based on digital literacy. This study aims to discuss 1) the concept of self directed learning, 2) the concept of digital literacy, 3) analysis of self directed learning based on digital literacy based on the co-19 pandemic at Madarasah Ibtidaiyah. This type of research used in this study is a qualitative study of literature approach with technical content analysis, the results of this study are 1) Self directed learning learning is independent learning to increase the responsibilities of students in the learning process. 2) Digital literacy is the knowledge and skills to use digital media, communication tools, or networks in finding, evaluating, using, making information, and using it in a healthy, wise, intelligent, accurate, precise, and law-abiding manner in order to foster communication and interactions in everyday life. 3) implement the implementation of digital literacy-based self direct learning during the Covid-19 pandemic, as follows; Provision of Educative Sites as School Community Learning Resources, Use of Educational Applications as School Community Learning Resources and online learning by making learning programs from home that are broadcast through the National TV channel of the Republic of Indonesia by the Ministry of Education and Culture   Abstrak: Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Corona Virus Disease, menuntut pendidik untuk melakukan sebuah inovasi pembelajaran, yaitu pembelejaran self directed learning berbasis literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk membahas 1) konsep pembelajaran self directed learning, 2) konsep literasi digital, 3) analisis self directed learning berbasisi literasi digital pada masa pandemi covid-19 di Madarasah Ibtidaiyah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan pendekatan kualitatif dengan teknis analisis isi, hasil penelitian ini adalah 1)Pembelajaran self directed learning adalah  belajar mandiri untuk meningkatkan tanggung jawab peserta didik dalam proses pembelajaran. 2)Literasi digital adalah  pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. 3)mplementasikan pelaksanaan pembelajaran self direct learning berbasis litersi digital pada masa pandemi Covid-19, sebagai berikut; Penyediaan Situs-Situs Edukatif sebagai Sumber Belajar Warga Sekolah, Penggunaan Aplikasi-Aplikasi Edukatif sebagai Sumber Belajar Warga Sekolah dan pembelajaran daring dengan membuat progam belajar dari rumah yang ditayangkan melalui saluran TV Nasional Republik Indonesia oleh Mendikbud  
ANALISIS BAHAN AJAR KURIKULUM 2013 BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE KELAS IV Ahsani, Eva Luthfi Fakhru
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 8, No 1 (2020): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v8i1.7398

Abstract

AbstractThis study aims to describe the 2013 Curriculum thematic book analysis viewed from the aspect of multiple intelligence. Research conducted includes the type of qualitative research. The method of collecting data in the form of analysis is a literature study (library research) in the book Theme 2 Always Saving Energy kelsa IV Curriculum 2013. The research process is carried out by studying the material, analyzing the suitability of the book with aspects of multiple intelligences, describing the results of the analysis and providing conclusions and suggestions . The results of the thematic book analysis show that the distribution of multiple intelligence aspects is not evenly distributed. This can be seen in Subtheme 1 obtained that the highest intelligence in Interpersonal intelligence 18% and the lowest in 6% extension intelligence, Subthema 2 obtained the highest intelligence in kinesthetic intelligence 19% and the lowest existential intelligence 3%, and Subthema 3 obtained the highest intelligence in kinesthetic intelligence 19 % and lowest existential intelligence 3%. Student intelligence can be maximized by developing learning contained in student books by adding student activities that are not yet fully contained in student books. Student activities can be done in the classroom or outside the classroom. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis buku tematik Kurikulum 2013 dilihat dari aspek kecerdasan majemuk (multiple intelligence). Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian kualitatif. Metode pengumpulkan data berupa analisis yang bersifat studi literatur pada buku Tema 2 Selalu Berhemat Energi kelas IV Kurikulum 2013. Proses penelitian ini dilakukan dengan cara mengkaji materi, menganalisis kesesuaian buku dengan aspek kecerdasan majemuk, mendeskripsikan hasil analisis dan memberikan kesimpulan dan saran. Hasil analisis buku tematik bahwa distribusi penyebaran aspek kecedasaran majemuk (multiple intelligence) belum merata. Hal ini terlihat pada subtema 1 diperoleh bahwa kecerdasan tertinggi pada kecerdasan Interpersonal 18% dan terendah pada kecerdasan ekstensial 6%, subtema 2 diperoleh kecerdasan tertinggi pada kecerdasan kinestetik 19% dan terendah kecerdasan eksistensial 3%, dan subtema 3 diperoleh kecerdasan tertinggi pada kecerdasan kinestetik 19% dan terendah kecerdasan eksistensial 3%. Kecerdasan siswa dapat dimaksimalkan dengan mengembangkan pembelajaran yang terdapat di buku siswa yaitu dengan menambahkan kegiatan aktivitas siswa yang belum sepenuhnya terdapat di buku siswa. Aktivitas siswa bisa dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas
PENINGKATAN COUNSELOR COMPETENCE BAGI CALON GURU KELAS MI dan SD DI ERA INDUSTRI 4.0 Janah, Roikhatul; Ihtiari, Dhiya Ayu Tsamrotul
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 8, No 1 (2020): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v8i1.6926

Abstract

AbstractCounselor competence is the ability that must be possessed by someone to help others who have problems so the problem is clear. It becomes very important if a prospective class teacher in MI / SD must be able to have this competency. This research focuses on the study of enhancement counselor competence for prospective class teachers in MI and Elementary Schools in the industrial revolution era 4.0 which is a program created bby universities that have been granted admission to elementary schools. The method of this study a literature-based research. The results of study indicate that the Directorate of Islamic Education at the Ministry of Religion has presented all competencies that must be achieved by prospective class teachers. Managerial competence and general skills that must be possessed by prospective teachers in MI / SD classes are in accordance with the needs of a teacher in the industrial revolution era 4.0, namely counselor competence, so that prospective teachers of classes at MI / SD from Islamic tertiary institutions can be said to be able to become suitable class teachers with the industrial revolution era 4.0. AbstrakKompetensi konselor merupakan kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk membantu orang lain yang mempunyai permasalahan, sehingga permasalahan dapat terselesaikan. Menjadi sangat penting jika seorang calon guru kelas di MI/SD harus memiliki kompetensi ini. Penelitian ini memiliki fokus pada kajian tentang peningkatan counselor competence bagi calon guru kelas di MI dan SD di era revolusi industri 4.0 yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang membuka program pendidikan dasar. Metode dalam penelitian ini adalah metode berbasis pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama telah menyajikan semua kompetensi yang harus dicapai oleh calon guru kelas. Kompetensi manajerial dan keterampilan umum yang harus dimiliki calon guru kelas MI/SD tersebut sesuai dengan kebutuhan seorang guru di era revolusi industri 4.0 yaitu kompetensi konselor, sehingga calon guru kelas MI/SD yang berasal dari perguruan tinggi keislaman mampu menjadi guru kelas yang sesuai dengan era revolusi industri 4.0.