cover
Contact Name
Amzul Rifin
Contact Email
jagbi@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8629654
Journal Mail Official
jagbi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Kamper, Wing 4 Level 5 Kampus IPB Dramaga Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness)
ISSN : 23545690     EISSN : 25793594     DOI : doi.org/10.29244
Journal of Indonesian Agribusiness is a periodical scientific journals of agribusiness in Indonesia. This journal is media of information dissemination which is the thinking results and research of lecturers, researchers and practitioners who are interested in agribusiness development. This journal is expected to help the agribusiness practitioners, policy makers, lecturer, students, and other people to get better understanding of the situation and condition of Indonesian agribusiness. Especially, benefit for the Indonesian agribusiness development and generally for improving the welfare of the Indonesian people. This journal is published twice a year (June and December Edition) by the Department of Agribusiness, Faculty of Economics and Management, Institut Pertanian Bogor.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Food Estate Tampubolon, Jamson Hasintongan; Tampubolon, Jamson H; Delvian, Delvian; Rauf, Abdul
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.246-258

Abstract

ABSTRACT Food functions as a pillar of national development and plays a role in maintaining a country’s economic, social and political stability of a country, all of which must be fulfilled by the state. Many countries are facing global food problems, leading to significant increases in commodity prices. The Indonesian government launched a National Food Storage Development Strategy to overcome the food crisis. The "Food estate" program aims to ensure that high-quality food is available, accessible and consumed by the public, and to increase domestic production. In North Sumatra, efforts to increase food security through the food estate program are considered the right solution. 215 hectares of land was converted into a horticultural area in Humbang HasundutanRegency. Horticultural crops developed in the HumbangHasundutan Regency food estate include potatoes, shallots, garlic and tomatoes. This research aim is to analyze the income from farming horticultural crops in the HumbangHasundutan food estate. This research data analysis uses farming income analysis. The analysis results show that the largest total income (Income) from farming is the potato plant, amounting to Rp. 371,184,000,-. The conclusion of this research is that of the 4 commodities, only 1 commodity made a profit, while the income of the other three commodities received a minus income value. Keywords: economy, food estate, farming, income, horticulture ABSTRAK ​Pangan berfungsi sebagai pilar pembangunan nasionaldan berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan politik suatu negara, yang semuanya harus dipenuhi oleh negara. Banyak negara menghadapi masalah pangan global, yang menyebabkan kenaikan harga komoditas yang signifikan. Pemerintah Indonesia meluncurkan StrategiPembangunan Lumbung Pangan Nasional untuk mengatasikrisis pangan. Program "Food estate" bertujuan untuk memastikan bahwa makanan berkualitas tinggi tersedia, dapatdiakses, dan dikonsumsi oleh masyarakat, serta untuk meningkatkan produksi dalam negeri. Di Sumatera Utara, upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan melaluiprogram food estate dianggap sebagai solusi yang tepat. lahanseluas 215 hektar diubah menjadi area hortikultura di Kabupaten Humbang Hasundutan. Tanaman hortikultura yang dikembangkan di food estate Kabupaten HumbangHasundutan meliputi kentang, bawang merah, bawang putih, dan tomat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisispendapatan usahatani tanaman hortikultura di food estate Humbang Hasundutan. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis pendapatan usaha tani. Hasil analasismenunjukkan bahwa menunjukkan bahwa total pendapatan(Income) usahatani yang paling besar adalah tanamankentang sebesar Rp. 371.184.000,-. Kesimpulan daripenelitian ini adalah bahwa dari 4 komoditi hanya 1 komoditiyang untung sedangkan pendapatan tiga komoditas lainnyamemperoleh nilai pendapatan yang minus. Kata Kunci: ekonomi, food estate, hortikultura, pendapatan, petani.
Pola dan Persepsi Petani Kopi terhadap Kemitraan di Kabupaten Dairi Nainggolan, Stepani; Roma Intan Nainggolan, Stepani A. K.; Suprehatin, Suprehatin; Muflikh, Yanti Nuraeni
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.398-412

Abstract

Kabupaten Dairi merupakan salah satu penghasil utama kopi di Sumatera Utara. Sebagian besar petani kopi di Kabupaten Dairi menjalin kemitraan dengan perusahaan PT. Wahana Graha Makmur (WGM). Namun, pelaksanaan kemitraan belum berjalan dengan baik. Perusahaan belum pernah menerima hasil panen dari petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pola kemitraan yang telah terjalin dan bagaimana persepsi petani mitra terhadap kemitraan di Kabupaten Dairi. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni – Desember 2023 di Kecamatan Sumbul, Parbuluan dan Sitinjo. Responden dalam penelitian ini sebanyak 90 orang mitra koperasi Cimata Makmur dan 70 orang mitra Gereja Katolik MPOK. Pola kemitraan dianalisis dengan analisis deskriptif dan persepsi petani dengan skala likert. Terdapat tujuh indikator yang digunakan dalam analisis persepsi yaitu keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, komunikasi, kerjasama, kepercayaan dan komitmen. Uji Mann Whitney juga dilakukan untuk melihat perbedaan persepsi petani mitra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis pola kemitraan yang terjadi antara petani kopi dengan PT. WGM. Pola kemitraan petani mitra koperasi Cimata Makmur adalah pola kemitraan adalah pola kemitraan multipartite dan pola kemitraan petani mitra gereja adalah pola kemitraan inti plasma. Penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi antara petani mitra koperasi dengan mitra gereja. Temuan ini memberikan informasi yang berguna bagi perusahaan sebagai bahan perbaikan kemitraan. Persepsi petani dapat ditingkatkan dengan manajemen komunikasi yang baik untuk mengurangi kekurangan informasi di antara petani mitra.
ANALISIS INDEKS KOMPLEMENTARITAS PERDAGANGAN PRODUK PERTANIAN PADA REGIONAL COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP (RCEP) Putri, Rahma Meiliza
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.306-318

Abstract

Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif sederhana dan indeks komplementaritas perdagangan untuk mengkaji hubungan perdagangan pertanian Indonesia-RCEP periode 2010-2019. Bukti dari hasil komposisi perdagangan menunjukkan bahwa ekspor Indonesia untuk produk pertanian lebih beragam daripada impor RCEP. Sepanjang satu dekade, terdapat kecocokan antara pasokan ekspor Indonesia dan permintaan impor RCEP karena indeks komplementaritas perdagangan terletak antara 86,95 dan 90,09. Indeks komplementaritas perdagangan Indonesia-RCEP terus meningkat dari tahun dari tahun 2016 hingga 2019, menyiratkan bahwa profil perdagangan Indonesia dan RCEP menjadi lebih kompatibel. Negara dengan nilai TCI tertinggi dengan Indonesia adalah Singapura, sebaliknya negara dengan TCI terendah adalah Brunei Darussalam. Selama periode analisis, ekspor utama dengan nilai TCI tertinggi adalah binatang hidup (HS 01), pohon hidup dan tanaman lainnya (HS 06), dan getah nabati (HS 13). Dengan demikian, penelitian ini juga merekomendasikan agar pemerintah Indonesia lebih meningkatkan ekspor komoditas potensial dengan memberi insentif kepada pengusaha melalui keringanan pajak dalam jangka waktu tertentu, membentuk badan promosi ekspor, identifikasi peluang ekspor yang realistis di pasar RCEP untuk meningkatkan dan mendiversifikasi ekspor Indonesia melalui penggunaan yang lebih ilmiah, realistis, dan empiris. pendekatan.
TINGKAT PENERAPAN DAN PARTISIPASI PETANI PADA SEKOLAH LAPANG CLIMATE SMART AGRICULTURE DI KABUPATEN JEMBER Irvandika, Fachriza; Suciati, Luh Putu
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.231-245

Abstract

Climate Smart Agriculture merupakan tindakan Pemerintah Indonesia dalam pencegahan dampak negatif perubahan iklim pada sektor pertanian khususnya terkait ketahanan pangan melalui Sekolah Lapang. Program ini bertujuan untuk mengedukasi petani dalam mencegah dampak negatif perubahan iklim dengan tiga aspek utama yaitu Produktivitas, Adaptasi dan Mitigasi melalui Sekolah Lapang Climate Smart Agriculture (SL-CSA). Keberhasilan Climate Smart Agriculture memerlukan tingkat penerapan materi dan partisipasi petani. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan dan partisipasi petani pada Sekolah Lapang Climate Smart Agriculture di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ambulu karena merupakan daerah yang ditunjuk sebagai daerah pelaksanaan SL-CSA di Kabupaten Jember. Daerah pelaksanaan SL-CSA adalah daerah yang terdapat Daerah Irgasi dan Kecamatan Ambulu memiliki Daerah Irigasi Talang dan Pondok Waluh. Metode pengumpulan data dengan observasi, studi dokumentasi dan wawancara. Responden penelitian merupakan 35 petani peserta SL-CSA Kecamatan Ambulu yang tersebar di Desa Andongsari, Pontang, Ambulu dan Karanganyar. Data dianalisis dengan analisis Skoring dan Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan materi oleh petani SL-CSA di Kecamatan Ambulu dikategorikan tinggi dengan skor 14,1. Tingkat partisipasi petani mengikuti SL-CSA di Kecamatan Ambulu dikategorikan tinggi dengan skor 33,6. Frekuensi kehadiran dan Keaktifan Petani berkorelasi signifikan dan memiliki arah positif dengan tingkat penerapan materi oleh petani. Karakteristik internal (usia dan tingkat pendidikan) dan karakteristik eksternal (luas lahan, status pekerjaan, kepemilikan lahan dan tingkat produktivitas) tidak berkorelasi signifikan dan memiliki arah negatif
Analisa Keputusan Pembelian Mie oleh Konsumen Muda di Kota Bogor Ayu, Rara Sekar; Krisnamurthi, Bayu; Rachmina, Dwi
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.345-358

Abstract

The advancement of technology and society have led to changes including food choice patterns among citizens, especially the younger generation that prefers fast food. Noodles are included in one of the fast foods that young people opt for as it has diverse varieties. The decision-making process of purchasing noodles for young consumers is influenced by several driving factors. This study aims to analyze the decision-making process among young customers in Bogor while buying noodles, analyze factors that influence the decision-making while purchasing noodles in Bogor, and formulate managerial implications for the development of Noodles SMEs. Primary data from a survey of 95 respondents were analyzed using descriptive analysis and SEM-PLS analysis. The results indicate that consumers buy noodles primarily because they are fast and convenient while considering the taste of the product. Personal experience is the most influential factor in their purchasing decisions. There are four significant factors influencing the purchasing decisions of young consumers regarding wet noodles in Bogor, including product factors, distribution, promotion, and lifestyle. The distribution factor has the highest influence on consumer purchasing decisions with the highest correlation value. The efforts noodle SMEs in order to develop their businesses include maintaining and increasing the distribution of products as this factor is the most influential factor for customers to do the purchasing.
ANALISIS USAHATANI SALAK DAN PENGARUHNYA TERHADAP DISTRIBUSI PENDAPATAN PETANI DI KABUPATEN MAGELANG HAPSARI, ADINDA; Ayu Hapsari, Adinda Vinka; Siti Rahayu, Endang; Nadifta Ulfa, Amalia
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.202-214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usahatani salak di Kabupaten Magelang, termasuk biaya operasional, pendapatan, kontribusi terhadap rumah tangga, dan tingkat kemerataan pendapatan petani salak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan lokasi penelitian di Kabupaten Magelang yang merupakan produsen salak terbesar kedua setelah Kabupaten Banjarnegara, dengan produksi mencapai 597.283 kuintal per tahun. Tiga kecamatan yang dipilih adalah Srumbung, Salam, dan Kajoran, yang memiliki produksi salak yang tinggi di Kabupaten Magelang. Sampel terdiri dari 60 petani salak yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani salak memiliki nilai NPV sebesar Rp89.504.294,00, ROI sebesar 8%, Gross B/C sebesar 2,80, dan Net B/C sebesar 6,85. Keempat indikator ini menunjukkan bahwa usahatani salak layak untuk diusahakan. Rata-rata pendapatan usahatani salak adalah sebesar Rp52.550.489,00/Ha/tahun. Kontribusi pendapatan usahatani salak terhadap pendapatan rumah tangga mencapai 71,88%, menunjukkan kontribusi yang tinggi. Tingkat kemerataan jumlah tanaman menghasilkan selaras dengan pendapatan usahatani salak dengan indeks gini 0,33 yang menunjukkan kemerataan tinggi, pendapatan rumah tangga petani ada pada nilai 0,28 yang menunjukkan kemerataan tinggi, sedangkan indeks gini pendapatan rumah tangga petani tanpa usahatani salak menunjukkan kemerataan rendah dengan indeks gini 0,68. Berdasarkan hal tersbut menunjukkan tingkat pendapatan yang diperoleh petani salak di Kabupaten Magelang diikuti dengan kemerataan pendapatan.
Preferensi Konsumen terhadap Atribut Eksternal Beras Organik di Yogyakarta Mahmud, Sania; Octovanny Mahmud, Sania S.; Pambudy, Rachmat; Tinaprilla, Netti
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.370-379

Abstract

Yogyakarta Special Region Province is the region displayed by Google Trends for the highest searches for the word “organic rice” on the period June 2019 – May 2020. Consumer preferences are very important because they are closely related to increased consumption. Organic rice business actors need to know the purchasing decision process and consumer preferences scientifically in determining the right marketing strategy and can be competitive in the market. Therefore, the purpose of this study is to analyze the purchasing decision process and the combination of organic rice attributes that are in accordance with the preferences of organic rice consumers in Yogyakarta. This study has a sample size of 111 respondents domiciled in Yogyakarta. The sampling method was carried out by purposive sampling. The analysis methods used are descriptive analysis and conjoint analysis. The results of the study show that the combination of organic rice attributes that are in accordance with the preferences of organic rice consumers in Yogyakarta is organic rice with an organic certificate with a utility value of 0.298; white with a utility value of 0.615; soft claims with a utility value of 0.157; and vacuum-packed with a utility value of 0.167. Future suggestions are given to farmers, agricultural extension workers, and organic rice entrepreneurs to have integrity with each other to develop the organic rice business.
Pengaruh Persepsi Petani dan Peran Pendamping Terhadap Digitalisasi Pertanian Durian di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Firdaus Setiawan, Risqi; Idhoh Fitriana, Nisa Hafi; Susanto, Heri
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.359-369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi petani dan peran pendamping terhadap digitalisasi pertanian durian di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis SEM-PLS (Structural Equation Modeling - Partial Least Squares) untuk menguji hubungan antar variabel laten. Responden yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 85 Responden petani durian di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani memiliki pengaruh signifikan terhadap adopsi digitalisasi pertanian, sementara peran pendamping tidak memiliki pengaruh langsung terhadap digitalisasi pertanian, tetapi secara signifikan memengaruhi persepsi petani. Dengan demikian, pendampingan yang efektif dapat membentuk persepsi positif petani terhadap teknologi digital, yang pada akhirnya meningkatkan adopsi teknologi tersebut. Penelitian ini menyarankan agar program penyuluhan dan pelatihan teknologi digital bagi petani diperkuat untuk mempercepat proses digitalisasi di sektor pertanian.
KEBERLANJUTAN PERTANIAN BERBASIS PONDOK PESANTREN DI KOTA TASIKMALAYA Ismi, Muhammad Jorgy Lazuardi Labunove; Ismi, M. Jorgy Lazuardi Labunove; Nuryati, Rina; Hikmah Widi, Riantin
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.274-295

Abstract

Selama pesantren hanya sekedar memberikan pendidikan agama, keberadaannya dirasa kurang memadai. Fenomena pesantren yang terjadi saat ini menyebabkan adanya penambahan life skill ke dalam program pembelajaran, sektor pertanian salah satunya. Program pembelajaran harus dirancang terstruktur dan terarah dengan jelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keberlanjutan pertanian berbasis pesantren di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juli tahun 2024 di Islamic Leader School dan Pondok Pesantren Hidayatul Mustafid. Dalam penelitian ini, metode survei diterapkan. Data primer dan sekunder digunakan. 132 responden dan dua informan kunci diwawancarai untuk mengumpulkan data primer. Data sekunder diperoleh dari presentasi data lembaga-lembaga terkait. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan skala likert. Selanjutnya Rapid Aparsial For Pondok Pesantren (Rap-Pontren) digunakan untuk mendiagnosis keberlanjutan pertanian. Berdasarkan temuan analisis, dimensi sosial, hukum, dan tata kelola semuanya tergolong buruk, sedangkan dimensi ekonomi dan lingkungan hidup semuanya tergolong baik. Diklasifikasikan dalam kategori cukup berkelanjutan untuk dimensi sosial dan lingkungan, serta tergolong cukup berkelanjutan untuk dimensi eko
Tata Kelola (Governance) Kopi Arabika dalam Rantai Nilai Aisyah, Nur Syamsi; Rachmina, Dwi; Winandi, Ratna
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.1.119-128

Abstract

Perkembangan budaya third wave coffee meningkatkan permintaan kosumen pada kopi spesial. Kopi arabika dikenal sebagai kopi spesial karena keunikan cita rasa dan kualitasnya. Kopi arabika spesial dihasilkan melaui kerjasama antar pelaku rantai kopi mulai dari produsen sampai konsumen akhir. Kerjasama yang terjalin antar pelaku membentuk suatu sistem manajemen dalam melakukan regulasi dan kontrol kualitas kopi. Sistem tersebut membentuk pola tata kelola yang secara tidak langsung mengikat dan mengatur semua pelaku. Analisis tata kelola pada rantai nilai kopi arabika dilakukan dengan tujuan mengtahui tipe tata kelola yang terbentuk dan pelaku yang memiliki kekuatan dalam mengatur rantai nilai kopi arabika. Data penilitian ini dilakukan dengan mewawancarai 56 pelaku rantai nilai kopi arabika yang terdiri atas petani kopi, pedagang kopi keci, dan pedagang kopi besar. Data dianalisis menggunakan analisis tata kelola (governance) rantai nilai global dengan mengidentifikasi tiga variabel yaitu complexity, codify, dan capability. Hasil analisis menunjukkan tipe tata kelola rantai nilai kopi arabika adalah tipe modular dengan kondisi pasar eksplisit rendah (setiap pelaku mengikuti pelaku yang lebih kuat) dan asimetri kekuatan yang rendah serta pelaku yang memiliki kekuatan mengatur rantai nilai adalah konsumen.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2022): Juni 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 9 No. 1 (2021): Juni 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 8 No. 2 (2020): Desember 2020 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2020): Juni 2020 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2019): Juni 2019 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2018): Juni 2018 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2017): Desember 2017 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 5 No. 1 (2017): Juni 2017 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 4 No. 2 (2016): Desember 2016 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 4 No. 1 (2016): Juni 2016 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 3 No. 2 (2015): Desember 2015 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 3 No. 1 (2015): Juni 2015 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol 2, No 1 (2014): JAI Vol 2 No 1 Juni 2014 Vol. 2 No. 2 (2014): Desember 2014 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 2 No. 1 (2014): Juni 2014 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol 1, No 2 (2013): JAI Vol 1 No 2 Desember 2013 Vol 1, No 1 (2013): JAI Vol 1 No 1 Juni 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): Desember 2013 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2013): Juni 2013 (Jurnal Agribisnis Indonesia) More Issue