cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Pendidikan Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
PENERAPAN MODUL BERBASIS GUIDED INQUIRY LABORATORY (GIL) TERHADAP LITERASI SAINS DIMENSI KONTEN DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN Yanti, Ita Widya; Sudarisman, Suciati; Maridi, Maridi
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Sains berperan penting dalam kehidupan manusia, karena itu perlu dipelajari agar semua insan Indonesia mencapai literasi sains, sehingga membentuk masyarakat yang melek sains namun tetap berkarakter bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui keefektivan modul berbasis GIL terhadap literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan; dan 2) Mengetahui keefektivan modul berbasis GIL terhadap hasil belajar kognitif pada materi Sistem Pencernaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, melibatkan 50 peserta didik terdiri atas 2 kelas mengunakan modul yaitu, 25 peserta didik kelas XI MIA 1 dan 25 peserta didik kelas XI MIA 3 SMA N 8 Surakarta. Data dihimpun menggunakan teknik tes dan non-tes melalui lembar observasi, lembar analisis, angket, dan wawancara, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dan statistik inferensial dengan N-gain ternormalisasi untuk mengetahui keefektivan modul, serta uji-t (paired-sample t-test) dengan bantuan SPSS 18.Hasil penelitian diperoleh: 1) Modul berbasis GIL efektif terhadap literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan dengan kategori “sedang; dan 2) Modul berbasis GIL efektif terhadap hasil belajar kognitif pada materi Sistem Pencernaan dengan kategori “sedang”. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan literasi sains dimensi konten dan hasil belajar kognitif sebelum dan setelah menggunakan modul berbasis GIL pada materi Sistem Pencernaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan literasi sains dimensi konten dan hasil belajar kognitif sebelum dan setelah menggunakan modul berbasis GIL  sehingga efektif digunakan di kelas XI.
ANALISIS PEMENUHAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN RELEVANSINYATERHADAP KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN SRAGEN Nurinda, Sindy; Guruh, Pamula; Agung, Rizki; Sajidan, Sajidan
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pemetaan pemenuhan Standar Nasional Pendidikan, mengetahui profil prosentase daya serap ketuntasan belajar berbasis UN, dan profil proses pembelajaran pada salah satu sekolah menengah pertama di Sragen.Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, angket dan deep interview. Analisis data yang diperoleh bersifat kualitatif dengan membandingkan antara kondisi ideal dengan kondisi riil tentang standar proses pendidikan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komponen snp memiliki kesenjangan yang paling tinggi terdapat pada standar proses yaitu sebesar 2,8. Hasil analisis Ujian Nasional (UN) menunjukkan prosentase daya serap siswa pada 6 indikator masuk kategori kurang karena memiliki prosentase <60%. Hasil analisis proses pembelajaran menunjukkan dari 10 indikator kompetensi proses pembelajaran baru 3 indikator yang sudah terlaksana 100%.
IPA DAN PEMBELAJARAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (Telaah Buku Siswa SD Kelas IV Tema 3, Karya Much. Azam, Dkk) Desstya, Anatri
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penerapan pembelajaran yang mengacu pada kemampuan berpikir tingkat tinggi sebagai cara untuk membelajarkan materi IPA bagi siswa di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah metode library research.  Pengumpulan dan penelaahan referensi tentang indikator-indikator kemampuan berfikir tingkat tinggi kemudian dihubungkan dengan penyajian pada materi IPA dalam buku siswa kelas IV tema 3. Peneliti menganalisis data-data terkait dengan menggunakan metode Induktif dan Deduktif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Pada awal materi setiap subtema terdapat pertanyaan untuk menggali pengalaman dan melatih berfikir tingkat tinggi, 2) Terdapat kegiatan untuk mengkreasikan pada setiap subtema, 3) Pada setiap soal latihan akhir subtema terdapat sedikit soal untuk melatih berfikir tingkat tinggi, 4) Subtema 2 tidak terdapat kegiatan mengevaluasi.
DISKRIPSI PEDAGOGICAL CONTEIN KNOWLEDGE CALON GURU SD PADA PEMBELAJARAN IPA Chrysti S, Kartika
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran maka seorang guru SD seharusnya mempunyai kompetensi di bidang pedagogis, profesionalisme, sosial dan kepribadian. Penguasaan materi/subjek (contein) dalam IPA mencakup fakta, konsep, prinsip dan teori. Cara mengajar dan memecahkan masalah pada pembelajaran IPA serta pemanfaatan teknologi harus dikuasai oleh guru.  Oleh karena itu pengetahuan materi subjek dan teknologi atau Pedagogicalcal Contein Knowledge/PCK sangat mendukung dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan kompetensi mengajar IPA berbasis Pedagogicalcal Contein Knowledge pada calon guru SD. Penelitian ini adalah penelitian diskripstif kualitatif dengan subjek mahasiswa calon guru SD yang sedang PPL di sekolah dasar sejumlah 50 orang. Pengambilan data dengan wawancara, tes dan angket. Data dianalisis diskriptif kualitatif dengan validitas teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi pedagogik yang masih belum optimal adalah penguasaan tentang mengajar dan pemahaman tentang kebutuhan siswa. Masih terdapat miskonsepsi dalam pembelajaran IPA. Mahasiswa calon guru masih belum menggunakan metode-metode pembelajaran yang dapat lebih memotivasi siswa belajar dan penguasaan materi prasayarat yang lemah oleh siswa belum menjadi perhatian guru. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu calon guru SD mengevaluasi pembelajaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi belajar siswa.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA “CHEMONDRO” PADA MATERI KELARUTAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMA Yektyastuti, Resti; Solihah, Mar’attus; Prasetyo, Yogo D.; Mardiana, Tria; Ikhsan, Jaslin; Sugiyarto, Kristian H.
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Pengembangan dan penggunaan media pembelajaran berbantuan perangkat Android saat ini mulai menjadi tren penelitian di bidang pendidikan sains. Media pembelajaran  “Chemondro” merupakan software media pembelajaran kimia yang dapat dioperasikan menggunakan perangkat dengan sistem operasi Android. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media pembelajaran kimia “Chemondro” pada materi kelarutan terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa SMA. Penelitian dilakukan di SMAN 10 Yogyakarta dengan menggunakan desain uji coba posttest-pretest-control group design. Kemandirian belajar diukur dengan angket kemandirian belajar yang menggunakan peringkat Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada peningkatan kemandirian belajar antara siswa yang menggunakan media pembelajaran “Chemondro” dan siswa yang tidak menggunakannya.
PEMBELAJARAN KIMIA MELALUI PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING ) MELALUI METODE PROYEK DAN METODE INQUIRY TERBIMBING DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA Nurcahyanto, Guntur
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: pengaruh penggunaan pendekatan CTL melalui metode proyek dan metode inquiry terbimbing, kreativitas dan interaksinya terhadap prestasi belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian adalah seluruh peserta di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sukoharjo. Sampel ditentukan dengan cluster random sampling. Kelas eksperimen: 1). Metode Proyek; 2). Metode Inquiry terbimbing.  Masing-masing kelas terdiri dari 36 peserta didik untuk kelas eksperimen dengan metode proyek dan 37 peserta didik untuk kelas eksperimen dengan metode inquiry terbimbing. Pengumpulan data menggunakan teknik tes, non tes (angket). Uji validitas instrumen penilaian kognitif dan afektif menggunakan Korelasi Product Moment Pearson, uji reliabilitas instrumen prestasi belajar menggunakan Kuder-Richarson (KR-20) dan uji reliabilitas angket kreatifitas dan prestasi afektif menggunakan rumus Koefisien Alpha. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava dua jalan sel tak sama dengan bantuan software SPSS 15. Uji lanjut anava menggunakan compere means. Hasil penelitian: 1). Terdapat pengaruh penggunaan metode pembelajaran proyek dan inquiry terbimbing terhadap prestasi belajar kimia baik kognitif maupun afektif dimana penggunaan metode proyek lebih baik daripada inquiry terbimbing, 2). Terdapat pengaruh kreativitas tinggi dan rendah terhadap prestasi kognitif dan terdapat pengaruh kreativitas tinggi dan rendah terhadap prestasi afektif belajar kimia, 3). Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kreativitas terhadap prestasi belajar kimia baik kognitif maupun afektif.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA Prihandono, Eko; Sunarno, Widha; Siti Aminah, Nonoh
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan dan menghasilkan modul pembelajaran fisika yang memiliki karakteristik proses, sikap, dan produk ilmiah (2) memperoleh informasi mengenai spesifikasi modul yang dibutuhkan dalam pembelajaran. (3) mengetahui kelayakan modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengembangkan modul pembelajaran fisika pada materi Pemanasan global untuk kelas XI IPA. Penelitian pengembangan ini, mengacu pada model 4-D (four-D Models) yang dikemukakan oleh Thiagarajan dan dimodifikasi. Subjek dari evaluasi ini adalah guru, siswa, ahli bidang materi/isi, ahli tampilan modul, serta ahli aspek pembelajaran. Subjek untuk analisis kebutuhan adalah guru dan siswa. Hasil dari penelitian ini adalah modul berbasis inquiri terbimbing yang telah dikembangkan layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran berdasarkan analisis hasil uji validasi yang telah dilakukan oleh 3 ahli (uji ahli materi/isi didapatkan nilai sebesar 3,21 dalam skala lima, dan nilai ini termasuk dalam kategori “baik”, pada uji validasi ahli tampilan modul didapatkan nilai sebesar 3,93, dan nilai terhadap keterampilan proses sains diperoleh hasil tes sebesar 58,8 meningkat menjadi 82,8, gain yang didapatkan sebesar 0,58 yang memberikan gambaran bahwa peningkatan skor tes tergolong dalam kategori “sedang”
IMPLEMENTASI RISET DALAM PENGEMBANGAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS PADA PENDIDIKAN SAINS Ramli, Murni
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Higher Order Thinking Skills (HOTS) adalah keahlian yang meliputi kemampuan seseorang untuk berpikir secara kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan kreatif. Kemampuan berpikir pada level tinggi dibangun dengan menguatkan terlebih dahulu dasar-dasar berpikir yang dikelompokkan oleh Bloom sebagai kemampuan berpikir tingkat rendah (Lower Order Thinking Skills-LOTS). Riset-riset terkait HOTS pada bidang sains mengalami booming pada tahun 80an-90an, dan terus berkembang hingga dekade ini. Riset yang dilakukan memiliki skala dan sudut pandang yang berbeda. Pengembangan HOTS tidak saja dilakukan di perguruan tinggi, tetapi beberapa negara telah mengintroduksikan konsep ini ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Karena luasnya cakupan level pendidikan yang akan mengaplikasikannya, maka riset-riset terkait HOTS sangat berkembang dan seakan tidak ada batasnya. Makalah ini mengkaji beberapa implementasi riset untuk pengembangan HOTS pada pendidikan sains, yang akan ditinjau dari perkembangan definisi, konsep, disposisi, teaching & learning, dan sistem asesmen HOTS.  Topik dan cakupan riset terkait pengembangan HOTS, dan contoh riset pengujian HOTS pada pembelajaran biologi juga akan dijelaskan pada sub bab makalah ini.
KETUNTASAN BELAJAR BIOLOGI SMA DITINJAU DARI PROFIL PEMENUHAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN KUALITAS PEMBELAJARAN Kurniawati, Munawwaroh; Irwan, Irwan; Fakhrurrazi, Fakhrurrazi; Sajidan, Sajidan
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Kurikulum 2013 diterapakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Penerapan kurikulum 2013 di sekolah selalu dipantau untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan kurikulum 2013 dengan baik dan benar. Hasil pantauan digunakan sebagai dasar evaluasi pelaksanaan kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pemetaan hasil observasi keterpenuhan 8 SNP di salah satu SMA Negeri di Surakarta, 2) mengetahui ketuntasan belajar berdasarkan pemetaan hasil UN mata pelajaran Biologi di salah satu SMA Negeri di Surakarta dan 3) mengetahui pemetaan pembelajaran di salah satu SMA Negeri di Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode deep interview, observasi, angket, survey dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan keterpenuhan 8 SNP sudah mencapai 92,13%, sehingga gap keterpenuhan 8 SNP hanya 7,87%. Dari indikator yang terdapat pada standar proses tersebut gab terdapat pada item pelaksanaan supervise kepala sekolah, evaluasi supervisi kepala sekolah, tindak lanjut hasil supervise dan penggunaan media ajar dalam pembelajaran. hasil UN siswa salah satu SMA Negeri di Surakarta pada mata pelajaran biologi menunjukkan hasil yang memuaskan dimana nilai rata-rata perolehan SMA tersebut sebesar 8,62. hasil analisis angket pembelajaran di salah satu SMA Negeri di Surakarta menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 menurut guru telah mencapai 82%. Skor yang diperoleh sebesar 80 dari skor maksimal sebesar 97. Sedangkan menurut siswa capaian pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 sebesar 69% dengan skor perolehan sebesar 67 dari skor maksimal 97. Hasil analisis angket observasi kegiatan pembelajaran diperoleh hasil bahwa guru sudah melakukan kegiatan pembelajaran dengan cukup bagus, mulai dari perencaan, pelaksanaan dan evaluasi dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah sesuai dengan standar pelaksanaan kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan saintific. Tetapi, beberapa siswa masih menyatakan bahwa kurikulum 2013 yang diterapkan guru belum memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan belum memotivasi siswa untuk menemukan konsep sendiri.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PREDICT, PLANNING, OBSERVE, EXPLAIN, WRITE (P2OEW) PADAMATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN KELAS X SMA NEGERI 7 SURAKARTA Pratiwi, Yenny Putri; Sajidan, Sajidan; Karyanto, Puguh
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1)Pengembangan modul berbasisP2OEW, 2)Kelayakan modul berbasisP2OEW, dan 3) Keefektifanmodul berbasisP2OEW padamateri pencemaran lingkungan kelas X SMA Negeri 7 Surakarta.Pengembangan modul berbasis P2OEW mengacu pada model research and developmen (R&D) dari Borg and Gall yang dimodifikasi meliputi langkah-langkah: 1) penelitian dan pengumpulan data, 2) perencanaan, 3) pengembangan produk awal, 4) uji coba produk awal, 5) revisi produk I, 6) uji coba lapangan terbatas, 7) revisi produk II, 8) uji lapangan operasional, dan 9) revisi produk akhir.Hasil penelitian yaitu: 1) Pengembangan modul berbasis P2OEW dilakukan dengan memperhatikan karakteristik model P2OEW, kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik, materi pencemaran lingkungan, dilengkapi dengan wacana dan lembar kegiatan siswa, 2) Modul berbasis P2OEW layak berdasarkan penilaian dari ahli modul memperoleh 3,25 dengan kategori baik, ahli perangkat memperoleh 3,60 dengan kategori sangat baik, ahli materi memperoleh 3,61 dengan kategori sangat baik, penilaian praktisi memperoleh 3,67 dengan kategori sangat baik, penilaian siswa memperoleh 3,47 dengan kategori baik,dan 3) Modul berbasis P2OEW efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa berdasarkan nilai rerata pengetahuan kelas modul 78,54 dan kelas existing learning 69,74; nilai rerata sikap kelas modul 80,86 lebih baik daripada kelas existing learning 75,04 dalam sikap teliti, tanggung jawab, dan kerjasama; nilai rerata keterampilan kelas modul 80,96 dan kelas existing learning 75,74. Pengembangan modul berbasis P2OEW layak dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Page 11 of 15 | Total Record : 147