cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Pendidikan Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH Pistanty, Mingle A; Sunarno, Widha; Maridi, Maridi
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Pelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi polusi serta dampaknya pada manusia dan lingkungan, mengetahui kelayakan modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi polusi serta dampaknya pada manusia dan lingkungan, mengetahui efektivitas modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi polusi serta dampaknya pada manusia dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Research and Development yang dikemukakan oleh Thiagarajan, meliputi tahapan define, design, develop, disseminate. Pengembangan modul dinilai berdasarkaan kelayakan materi, perangkat pembelajaran, media, dan bahasa oleh 3 dosen, 1 pakar bahasa, dan 1 guru. Pengumpulan data kemampuan memecahkan masalah menggunakan tes. Tahap pengembangan modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi polusi serta dampaknya pada manusia dan lingkungan menggunakan model 4D meliputi tahapan define berupa analisis kebutuhan, tahap design berupa penyusunan draft modul, tahap develop berupa validasi draft modul, setelah valid dilakukan uji coba skala terbatas pada 10 siswa yang kemudian memperoleh kritik dan saran. Perbaikan draft modul dilakukan sesuai kritik dan saran menjadi draft 2 produk dan tahap terakhir dilakukan disseminate pada 30 siswa untuk mengetahui efektivitas modul. Modul yang dikembangkan memiliki kualitas dengan kategori sangat baik sehingga layak digunakan dalam pembelajaran IPA. Ada peningkatan kemampuan memecahkan masalah selama pembelajaran menggunakan modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi polusi serta dampaknya pada manusia dan lingkungan, ditunjukkan oleh besarnya N-gain sebesar 0,62 dengan kategori sedang.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DITINJAU DARI PEMENUHAN STANDAR PENDIDIK DAN KETUNTASAN BELAJAR BIOLOGI SMA Khabibah, Elok Norma; Wijayanti, Fatih Ngaisah; Choirina, Yasinta; Sajidan, Sajidan
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi, mendeskripsikan Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan kebutuhan siswa di salah satu SMA Surakarta, dengan mengembangkan bahan ajar. Bahan ajar digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa pada indikator yang belum mencapai ketuntasan. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Metode penelitian berupa survei melalui angket yang telah divalidasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa dari 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) terdapat 2 standar yang memilki nilai GAP tinggi yaitu Standar Proses serta Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan sebesar 1,85%. Berdasarkan analisis butir soal Ujian Nasional 2013/2014 terdapat 6 kemampuan yang diujikan masih dibawah 60%.
STRATEGI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PROBLEM SOLVING DALAM KONTEKS MEMBANGUN DISASTER RESILIENCE BAGI SISWA DI DAERAH RAWAN PROPINSI LAMPUNG Utaminingsih, Diah; Abdurrahman, Abdurrahman; Kadaryanto, Budi; Saputra, Andrian; Maulina, Hervin
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Bagi siswa yang berada pada daerah rawan bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami, kemampuan memecahkan masalah (problem solving), merupakan kemampuan yang sangat esensial. Penelitian ini akan memberikan strategi alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketrampilan memecahkan masalah (problem solving),  pada anak-anak dalam konteks membangun resiliensi bencana (disaster resilience) yang terintegrasi dalam proses pembelajaran sains melalui strategi learning community. Penelitian kualitatif dengan tipe psikososial etnografi ini dilakukan terhadap 34 orang siswa di Kabupaten Pesisir Barat sebagai daerah yang paling potensial mengalami bencana gempa bumi dan tsunami. Data penelitian diperoleh menggunakan strategi focused group discussion dan depth interview terhadap unsur  komunitas sekolah yaitu guru, dan orang tua. Tujuan dari terlibatnya komunitas sekolah untuk mendapatkan data dalam memahami resilience siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94,12% responden masih memiliki rasa takut jika mendengar suara keras dan melihat gejala alam seperti hujan deras, angin kencang, dan tanah bergoyang. Lebih lanjut, 61,76% responden merasakan kecemasan dan 29,41% responden menunjukkan emosi sedih berkaitan dengan gejala alam. Hasil penelitian membuktikan bahwa resilience berada pada taraf yang masih rendah dan kondisi ini selanjutnya memberikan rekomendasi terkait strategi alternatif untuk pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi bagi siswa di daerah rawan bencana.
DETEKSI GAMMA AMINO BUTYRIC ACID (GABA) PADA DAUN Artocarpus altilis Indrowati, Meti; Astuti, Pudji; Pratiwi, Rarastoeti; Rumiyati, Rumiyati
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Senyawa aktif Gamma Amino Butyric Acid (GABA) merupakan asam amino yang terdapat di otak mammalia dan berperan sebagai neurotransmiter.  Selain pada sistem saraf pusat, GABA juga terdapat dalam konsentrasi tinggi di sel β pankreas serta memiliki potensi sebagai antidiabetes. GABA dapat disintesis oleh hewan, bakteri asam laktat dan tumbuhan.  Penelitian dilakukan dengan tujuan mendeteksi keberadaan GABA dalam bagian tumbuhan yaitu daun Artocarpus altilis.  Deteksi dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menggunakan fase diam plat silika, fase gerak BAW(3:1:1), dan GABA murni sebagai pembanding.  Larutan GABA dibuat dengan pelarut etanol:air (7:3).  Hasil penelitian menunjukkan GABA terdeteksi pada ekstrak daun Artocarpus altilis.
KAJIAN SPEKTRA FTIR PADA MEMBRAN KOPOLI (EUGENOL-DIVINILBENZENA), CO-EDVB SEBAGAI SENYAWA PEMBAWA UNTUK TRANSPOR FENOL Kiswandono, Agung Abadi; Girsang, Ermi; Pulungan, Ahmad Nasir; Sihombing, Juniva Laila; Siswanta, Dwi; Aprilita, Nurul Hidayat; Santosa, Sri Juari; Hayashita, Takashi
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Telah dilakukan kajian transpor fenol melalui membran berbasis senyawa divinil benzena (DVB)tertaut silang dengan metode PIM.Kajian transpor fenol ini menggunakan chamber sebagai alat transpor yang memisahkan fasa sumber dan fasa penerima. Beberapa evaluasi yang mempengaruhi transpor menggunakan membran PIMtelah dilakukan diantaranya adalah uji stabilitas membran, umur membrandan pemakaian berulang kemudian membran PIM sebelum dan setelah transpor dikarakterisasi menggunakan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran PIM yang mengandung senyawa tertaut silang co-EDVB ini, kecepatan pengadukan, jenis agen tertaut silang, konsentrasi plasticizer dan garam NaNO3 berpengaruh terhadap hilangnya komponen penyusun membran (ML loss). Berdasarkan hasil FT-IR, didapatkan bahwa membran yang mengandung senyawa pembawa dienaini, komponen penyusun membran yang hilang didominasi oleh senyawa pembawanya sedangkan indikasi hilangnya komponen penyusun membran dapat terlihat pada hasil FT-IR setelah digunakan untuk transpor, yakni hilangnya puncak ‒OH pada spektra FT-IR.
KEMAMPUAN GURU IPA DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK DI SMP NEGERI 1 PECANGAAN JEPARA TAHUN AJARAN 2014/2015 Hariyatmi, Hariyatmi; Setyanto, Ade Fiqri
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penilaian autentik merupakan proses penilaian dalam proses belajar mengajar dengan penilaian yang spesifik. Penyusunan penilaian autentik diperlukan kreativitas untuk mengolah instrumen dan rubrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru IPA dalam penyusunan penilaian autentik (Authentic Assesment) di SMP Negeri 1 Pecangaan Jepara tahun ajaran 2014/2015. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus, teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, wawancara dan observasi. Data yang diperoleh berupa instrumen penilaian yang dibuat guru IPA  di RPP. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan gurudalam  penyusunan penilaian autentik adalah kurang baik (49,33%). Hal ini terlihat dari penyusunan penilaian observasi (76,53%), penilaian diri (68,99%), penilaian pilihan ganda (49,66%), penilaian uraian (64,1%), penilaian penugasan (13,34%), penilaian kinerja (76,37%), penilaian proyek 30%) dan penilaian portofolio (15,71%). Pada kesesuaian penyusunan penilaian autentik dengan kriteria yang sudah distandarkan adalah kurang baik (49,24). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan dan kesesuaian guru IPA  dalam penyusunan penilaian autentik (Authentic Assesment) di SMP Negeri 1 Pecangaan Jepara l tahun ajaran 2014/2015 kurang baik.
PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI PERUBAHAN BENDA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Rokhim, Alfath Rosyada; Supriyono, Supriyono; Erman, Erman
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa setelah menerapkan pendekatan keterampilan proses sains pada materi perubahan benda. Jenis penelitian yang digunakan adalah preexperimental design dengan tipe pretest and posttest group design. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi metode tes. Subjek penelitian ini adalah 34 siswa kelas VII I SMP Negeri 1 Gedangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah diterapkan pembelajaran pendekatan keterampilan proses sains terdapat perbedaan yang signifikan, perbedaan tersebut diketahui  thitung > ttabel yakni 23,67 > 2,042. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 0,67 dengan kriteria sedang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERTANYA DAN BERPENDAPAT PADA MATERI SISTEM IMUNITAS SISWA KELAS XI IIS-1 SMA NEGERI 6 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Dwi Jayanti, Ummi Nur Afinni; Sajidan, Sajidan; Fatmawati, Umi
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bertanya  dan  berpendapat peserta didik  kelas XI-IIS 1 SMA Negeri 6 Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015 pada materi Sistem Imunitas. Hasil observasi pra-siklus menunjukkan bahwa kuantitas pertanyaan berjumlah 27 pertanyaan. Kualitas pertanyaan berada pada tingkatan berpikir C1 dan C2, sedangkan pada dimensi pengetahuan beradap pada dimensi konseptual. Kuantitas pendapat siswa menunjukkan skor  kuantitas kategori pembicaraan siswa berupa claim sebesar 5,66 %  dan pembicaraan  siswa berupa claim dan ground sebesar 1,88 % dari total tipe pembicaraan yang muncul selama proses pembelajaran. Kualitas pendapat siswa berada pada level 1 dan level 2 menurut level pendapat Toulmin. Hasil observasi tersebut menunjukkan kurangnya keterampilan bertanya dan berpendapat siswa. Peningkatan keterampilan bertanya dan berpendapat siswa ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran guided inquiry. Penelitian merupakan penelitian tindakan kelas  (PTK) yang dilaksanakan selama dua siklus. Penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi pada setiap siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi data metode sedangkan analisis data dilakukan melalui deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa kuantitas pertanyaan pada siklus I dan II secara berurutan berjumlah 212 pertanyaan dan 103 pertanyaan. Kualitas pertanyaan peserta didik berada pada tingkatan kemampuan berpikir C1, C2, C3, C4,  dan C5, sedangkan pada dimensi pengetahuan berada pada dimensi faktual, konseptual, proseduran dan metakognisi.  Kuantitas kategori pembicaraan siswa berupa claim pada siklus I dan II secara berturut-turut sebesar 40,32 % dan  36,45 %. Kuantitas kategori pembicaraan siswa berupa claim dan ground pada siklus I dan siklus II secara berturut-turut sebesar  23,77 % dan 25,34 %.  Kualitas pendapat siswa berada pada level 1, level 2, level 3 dan level 4 menurut level pendapat Toulmin.  Kesimpulan penelitian adalah implementasi model pembelajaran guided inquiry mampu meningkatkan keterampilan bertanya dan berpendpat siswa.
PROFIL PEMENUHAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN, KETUNTASAN BELAJAR BERBASIS UN DAN PROSES PEMBELAJARAN DI SALAH SATU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KAB. MAGETAN Karenina, Aziza; Anjani, Dewi; Amielia, Shinta Devi; Sajidan, Sajidan
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) profil atau pemetaan implementasi standar nasional pendidikan salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Magetan, 2) proses pembelajaran dan bahan ajar yang dihunakan untuk menunjng proses pembelajaran salah satu SMP Negeri di Kabupaten Magetan, 3) ketuntasan belajar berbasis UN salah satu SMP Negeri di Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu menggali data sebanyak mungkin dari obyek yang diteliti. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan angket sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi. Hasil observasi profil SNP menunjukkan bahwa selisih tertinggi antara kotribusi dan implementasi 8 standar nasional pendidikan (SNP) terdapat pada standar proses sebesar 4,16%. Proses pembelajaran di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Magetan menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa masalah yang timbul dari setiap komponen standar proses, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Hasil observasi yang dilakukan terhadap bahan ajar yang digunakan guru dan siswa sebagai penunjang proses pembelajaran IPA biologi menunjukkan bahwa Buku materi IPA biologi sudah sesuai dengan kebutuhan per siswa. Berdasarkan analisis data terhadap kompetensi yang bermasalah (KKM < 60%) pada mata pelajaran IPA Biologi sebagai salah satu sasaran UN periode 2014/ 2015 di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Magetan menunjukkan bahwa masih terdapat 10 kompetensi yang belum dikuasi oleh siswa.
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA UNTUK KIMIA POKOK BAHASAN LARUTAN BUFFER DAN HIDROLISIS GARAM DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E PADA KELAS XI IPA MAN GUBUG KABUPATEN GROBOGAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015 Alwathoni, Mahbub
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Telah  dilaksanakan  Penelitian  Tindakan  Kelas  menggunakan  model pembelajaran  learning  cycle  5E  pada  materi  larutan  buffer  dan  hidrolisis garam  di  kelas  XI-IPA   MAN  Gubug Kabupaten Grobogan  Tahun  Pembelajaran 2014/2015. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan kemampuan komunikasi matematika dalam kimia yang sebelumnya  tidak dapat dilakukan dengan metode ceramah.   Pembelajaran  dengan  model  learning  cycle  5E  terdiri  dari  lima  tahap: engagement,  exploration,  explanation,  elaboration/extention,  dan  evaluation. Tahap  engagement  guru  memberikan  beberapa  pertanyaan  untuk mengkondisikan  dan  menumbuhkan  minat  siswa  untuk  belajar.  Pada  tahap exploration  siswa  bekerja  sama  dalam  kelompok-kelompok  kecil  untuk mempelajari  konsep  dari  berbagai  sumber/literatur  yang  dimiliki  dan mendiskusikan  dengan  teman  kelompoknya.  Pada  tahap  explanation  siswa menjelaskan  konsep  dengan  kalimat  mereka  sendiri  serta  membandingkan argumen  yang mereka miliki  dengan  argumen  dari  siswa  lain  sehingga  terjadi diskusi  aktif.  Pada  tahap  elaboration  siswa  menerapkan  konsep  dan keterampilan  yang  telah  mereka  dapatkan  untuk  menyelesaikan  soal-soal pemecahan  masalah.  Pada  tahap  evaluation  dilakukan  evaluasi  terhadap efektifitas  fase-fase  sebelumnya  dan  juga  evaluasi  terhadap  pengetahuan,pemahaman  konsep  atau  kompetensi  siswa melalui  pemberian  tes  (quiz)  atau open-ended question di akhir pembelajaran.   Pembelajaran  dengan  model  learning  cycle  5E  terbukti  mampu meningkatkan  aktivitas  belajar  siswa  dan  kemampuan  komunikasi matematika dalam  kimia  yang  ditunjukkan  dengan  hasil  observasi  aktifitas  dan  hasil  tes komunikasi matematika yang meningkat. Selain itu, pembelajaran dengan model learning  cycle  5E mampu membantu  siswa  untuk memahami materi  pelajaran, khususnya materi  larutan  buffer  dan  hidrolisis garam,  yang  ditunjukkan oleh  hasil  post  test  dan  tes  formatif  (ulangan  harian)  di mana  sebagian  besar siswa memperoleh nilai yang baik (tuntas).

Page 10 of 15 | Total Record : 147