cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Pendidikan Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
ANALISIS KOMPETENSI PAEDAGOGIS GURU SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KOTAMADYA SURAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH Wijayanti, Murwani Dewi; Rahardjo, Sentot Budi; Saputro, Sulistyo; Mulyani, Sri; Aminah, Nonoh Siti
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif yaitu berusaha menggambarkan atau mendeskripsikan berbagai indikator penelitian yang berhubungan dengan kemampuan paedagogis guru SD di Wilayah Kotamadya Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif tentang (1) Kompetensi guru dalam aspek sumber belajar guru. (2) Kompetensi guru dalam merencanakan pelaksanaan pembelajaran. (3) Kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran.(4) Kompetensi guru dalam menentukan aspek penilaian. Dengan menggunakan desain penelitian survey dan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Kemampuan guru SD di Kotamadya Surakarta, terutama di daerah pinggiran kota dalam menentukan aspek sumber belajar guru belum optimal. Banyak guru yang kurang memahami secara menyeluruh dan komprehensif tentang sumber belajar, peranan sumber belajar, perkembangan sumber belajar yang digunakan, dan cara-cara mengopimalkan sumber belajar. (2) Kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran, khususnya guru yang berasal dari sekolah dipinggiran kota masih kurang optimal. (3) Kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran juga belum optimal.  Kemampuan guru masih terbatas dalam mengaplikasikan bahan ajar melalui model pembelajaran pembelajaran yang ada. (4) Kemampuan melakukan penilaian di wilayah Pusat Kota relatif lebih baik dibandingklan dengan pinggiran kota. Hasil tes tersebut digunakan untuk memetakan konsep IPA untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui model pembelajaran inkuiri yang dapat membantu siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya.
EFEKTIVITAS SOFTWARE PEMBELAJARAN IPA TERPADU MODEL CONNECTED UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA PADA ASPEK KONTEN DAN KONTEKS TEMA ROKOK DAN KESEHATAN Asniar, Asniar; Permanasari, Anna; Mudzakir, Ahmad
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa software pembelajaran dan menguji efektivitasnya dalam peningkatan hasil belajar siswa pada aspek  konten dan konteks pada tema rokok dan kesehatan melalui software pembelajaran IPA terpadu model connected. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan tahapan define, design, dan develop. Pada tahap define dilakukan analisis pendahuluan dan wawancara terhadap guru mata pelajaran IPA dan laboran laboratorium komputer, pada tahap design dilakukan analisis wacana, peta konsekuensi pembelajaran, story board dan pemproduksian software. Uji coba software pada tahap develop dilakukan dengan quasy eksperiment dengan bentuk pretest-postest control group design. Instrumen penelitian berupa lembar tes literasi sains dalam bentuk soal pilihan ganda, angket, LKS, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Berdasarkan data nilai pretes dan postes dihitung nilai N-Gain (%) kemudian dianalisis secara statistik. Terhadap data tersebut juga dilakukan uji signifikansi pada taraf kepercayaan 95% dengan uji z untuk data postes dan N-Gain, serta uji U-Mann Whitney untuk data pretes. Hasil uji coba menunjukkan literasi sains secara keseluruhan untuk kedua kelas mengalami peningkatan. Kemampuan awal kedua kelas tidak berbeda secara signifikan. Setelah perlakuan, diperoleh dari hasil postes dan N-Gain bahwa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat perbedaan yang signifikan. Pada aspek konten terjadi peningkatan sebesar 50,8% untuk kelas eksperimen dan 27,9% pada kelas kontrol. Pada aspek konteks terjadi peningkatan sebesar 47,2% untuk kelas eksperimen dan 31,4% kelas kontrol.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMA/MA Yulia, Liyan Desi; Sunarno, Widha; Siti Aminah, Nonoh
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mendeskripsikan karakteristik modul Fisika berbasis KPS pada materi kalor kelas X SMA/MA. (2) mendapatkan modul Fisika berbasis KPS pada materi kalor kelas X SMA/MA yang telah memenuhi kriteria kelayakan. (3) mengetahui penggunaan modul Fisika berbasis KPS pada materi kalor kelas X SMA/MA dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Metode penelitian ini adalah R&D dengan mengacu model 4-D (four D model) yang dikemukakan oleh Thiagarajan, Semmel (1974). Model 4-D terdiri dari define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Modul tersebut disusun menggunakan basis keterampilan proses sains (KPS) yang dimunculkan sebagai kerangka dalam modul karena merupakan bagian dari pendekatan saintifik yang perlu dikembangkan pada kurikulum 2013. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi, media, dan uji coba (terbatas dan  luas) kepada siswa, dan tahap penyebaran pada 3 guru fisika di 3 instansi SMA/MA di Surakarta. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, angket respon, angket disseminate dan untuk melihat peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa digunakan pengumpulan data melalui pre-post test tertulis. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul fisika disusun berdasarkan basis keterampilan proses sains. Aspek keterampilan proses sains yang digunakan meliputi observasi, klasifikasi, interpretasi, mengajukan hipotesis, percobaan, pertanyaan, mengkomunikasi dan menerapkan konsep. (2) modul dikategorikan layak dengan hasil perhitungan (ahli materi, ahli media, guru, teman sejawat) yang menunjukkan nilai rata-rata 86,5 > cut off  85,5. Serta didukung dengan respon positif dari siswa dan hasil disseminate yang dilakukan pada 3 guru fisika di 3 SMA/MA di Surakarta yang mengkategorikan modul baik. (3) penggunaan modul tersebut dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa didukung dari hasil perhitungan gain (0,47) termasuk kategori sedang.
CRITICAL THINKING PROCESS IN SCIENCE LEARNING Halim, Lilia; Mokhtar, Lilia Ellany
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Critical thinking  is seen as an important competency for academic and career success. In the context of science education, critical thinking is important in order to be an effective citizen in the globalized world powered by rapid scientific and technological development. This paper begins by reviewing the literature on what is science (knowledge and practices), and why critical thinking is important in science learning. The paper then draws on a few studies to demonstrate that critical thinking has two main components knowledge and skills. Also on how to develop components of critical thinking skills effectively. This paper also argues that critical thiking process can only be critical when it is developed with scientific attitude.
PEMETAAN PEMENUHAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN RELEVANSI TERHADAP KUALITAS PEMBELAJARAN DAN KETUNTASAN BELAJAR BIOLOGI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Sajidan, Sajidan; Fakhrudin, Isma Aziz; Narut, Yosef Firman; Tri Bayu Tanaya, I Nyoman
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui profil pemenuhan standar nasional pendidikan dan hasil ujian nasional serta media dan proses belajar di salah satu sekolah menengah atas kabupaten sukoharjo. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey dengan teknik pengumpulan data melalui angket, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan profil  keterpenuhan 8 SNP pada salah satu sekolah menengah atas di kabupaten sukoharjo sebesar 83,33 % dengan GAP tertinggi pada standar pendidik dan tenaga kependidikan (3,67 %) dan standar proses (3,24 %).  Nilai ujian nasional memiliki rata-rata 5,92 dan pada proses pembelajaran kelas sebesar 81,82 %. Analisis profil buku guru dan siswa secara berturut-turut mendapatkan nilai sebesar 65 % dan 77 %. Hasil profil pemenuhan standar nasional pendidikan, hasil ujian nasional, media, dan proses belajar memberikan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan kegiatan penelitian.
KEGIATAN LABORATORIUM BERBASIS INKUIRI PADA KONTEKS MATERI SEL AKI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA SMA Rakhmawan, Aditya; Setiabudi, Agus; Mudzakir, Ahmad
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pembelajaran literasi sains berbasis inkuiri dalam bentuk kegiatan laboratorium mampu meningkatkan literasi sains siswa SMA pada aspek konten, konteks, proses dan sikap sains siswa pada konteks materi sel aki.Desain penelitian yang digunakan adalah desain one group pretest posttest design dengan kelas eksperimen menggunakan pembelajaran literasi sains berbasis inkuiri dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran inkuiri. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda untuk mengukur kemampuan literasi sains, selain itu angket, lembar observasi, dan pedoman wawancara, serta LKS sebagai pedoman pembelajarannya. <g> dari hasil pembelajaran eksperimen dan pembelajaran kontrol kemudian dibandingkan lalu diperoleh <g> sebesar 55,51% untuk kelas eksperimen, sedangkan <g> sebesar 16,13% untuk kelas kontrol. Berdasarkan data hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa pembelajaran literasi sains berbasis inkuiri lebih baik dibandingkan pembelajaran hanya inkuiri dalam meningkatkan kemampuan literasi sains siswa.
PELAKSANAAN MAGANG PROFESI KEPENDIDIKAN MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNS Utami, Budi
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Profesi Kependidikan merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa semester dua Jurusan Pendidikan Kimia FKIP UNS. Mata kuliah ini membekali mahasiswa pengetahuan tentang profesi guru organisasi profesi kependidikan, supervisi kependidikan, etos kerja, peningkatan kompetensi, penilaian kinerja, pengembangan karir guru, dan profesi guru. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui kultur sekolah melalui kegiatan magang kependidikan I pada mata kuliah Profesi Kependidikan , 2) untuk mengetahui kompetensi guru model yakni guru Kimia, meliputi: kompetensi kepribadian, sosial dan pedagogik, 3) untuk mengetahui kesulitan guru Kimia dalam pelaksanaan belajar mengajar Kimia, 4) untuk mengetahui hasil laporan magang mahasiswa.  Metode penelitian adalah deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada mahasiswa Pendidikan Kimia FKIP UNS Angkatan 2014 .Mahasiswa melaksanakan magang yang terintegrasi dengan mata kuliah Profesi Kependidikan berupa kegiatan observasi/wawancara ke sekolah dan guru model untuk memahami tentang kultur sekolah dan kompetensi guru, meliputi: kompetensi kepribadian, sosial dan pedagogik dalam rangka menumbuhkan minat menjadi guru dan sekaligus pembentukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai calon guru. Hasil penelitian diperoleh : 1) Kultur sekolah tempat magang kependidikan I pada dasarnya sudah baik, terutama pada kedisiplinannya baik kedisplinan kesopanan, ketaatan mematuhi peraturan, maupun kebersihan, 2) Guru-guru model yakni guru bidang studi Kimia yang diwawancari sudah mempunyai kompetensi kepribadian, sosial, pedagogik yang baik karena bisa mencontohkan kepada siswa bagaimana bersikap yang baik, tidak menggunakan kekerasan dalam mengajar, menjaga hubungan baik dengan warga sekolah dan wali siswa, dan berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran, 3) Dijumpai beberapa kesulitan dalam proses belajar mengajar Kimia, 4) laporan hasil magang mahasiswa yang memperoleh nilai A sebanyak 100% baik kelas A maupun kelas B.
KONSUMSI OKSIGEN TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus L.) STRAIN WISTAR YANG TERDEDAH ASAP ROKOK-BERFILTER DAN TANPA FILTER Setyaningsih, Endang
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Pencemaran udara khususnya oleh asap rokok sangatlah berbahaya bagi tubuh karena mengandung ribuan bahan berbahaya. Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari pendedahan asap rokok-berfilter dan tanpa filter terhadap konsumsi oksigen tikus putih (Rattus norvegicus L.) strain Wistar. Lima belas ekor tikus putih jantan umur 2 bulan dengan berat 120-160 gram dibagi dalam 5 kelompok perlakuan : P1 (10 hari didedahkan asap rokok-berfilter), P2 (10 hari didedahkan asap rokok-tanpa filter), P3 (30 hari didedahkan asap rokok-berfilter), P4 (30 hari didedahkan asap rokok-tanpa filter), dan kelompok kontrol (tanpa didedahkan asap rokok). Penelitian diteruskan tanpa pendedahan asap rokok selama 20 hari sebagai masa pemulihan. Sampel berupa penghitungan konsumsi oksigen dan food intake diukur selama masa perlakuan dan masa pemulihan berlangsung. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji  Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan menggunakan program SAS (Statistical Analisys System). Penggunaan filter pada ujung rokok yang dihisap berpengaruh terhadap level kadar CO dalam asap rokok dan berpengaruh terhadap jumlah konsusmsi oksigen tikus putih (Rattus norvegicus L.) strain Wistar. Pendedahan dengan asap rokok berfilter dan tanpa filter dapat menurunkan jumlah konsumsi oksigen tikus putih (Rattus norvegicus L.) strain Wistar. Selama masa pemulihan, jumlah konsumsi oksigen beranjak kembali ke jumlah normal.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP PADA MAHASISWA PGSD MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH POLA 3R Purnami, Wahyuni
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Pendidikan lingkungan hidup sudah semestinya dilakukan dengan mengedepankan pengetahuan, ketrampilan hingga menumbuhkan sikap dan perilaku peduli terhadap lingkungan, termasuk dalam  penanganan sampah. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran PLH yang mengintegrasikan pengetahuan, pemahaman, ketrampilan hingga pembentukan budaya sikap dan perilaku peduli lingkungan pada mahasiswa PGSD STKIP St. Paulus.  Data yang digunakan dalam kajian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder bersumber dari laporan kegiatan mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan perilaku peduli lingkungan pada mahasiswa khususnya pengelolaan sampah pola 3R dapat dilakukan dengan mengikutsertakan pelaku-pelaku terkait seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) , Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), kelompok masyarakat dan para praktisi.
ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN BERORIENTASI KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) MELALUI PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) UNTUK PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Johan W., Ervan; Fitrihidajati, Herlina; Kuntjoro, Sunu
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Pembelajaran di sekolah cenderung sangat teoritis dan tidak terkait dengan lingkungan anak berada. Akibatnya anak didik tidak mampu menerapkan apa yang dipelajari di sekolah guna memecahkan masalah kehidupan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Masalah  tersebut dapat diatasi dengan pemberian pendidikan yang terintegerasi pada kecakapan hidup (life skill) yang dapat memberikan bekal pada siswa untuk dapat mandiri dalam mengarungi dunia kerja manakala yang bersangkutan terpaksa tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Desain penelitian yang akan digunakan adalah jenis penelitian needs assessment. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian needs assessment ini adalah pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, dengan teknik persentase. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa secara rerata pemahaman guru-guru sains SMA tentang konsep dan kedudukan pembelajaran berorientasi kecakapan hidup (life skill) melalui pengembangan LKS untuk pembelajaran IPA cukup memahami namun sebarannya tidak merata. Hal ini selain dipengaruhi oleh bidang keahlian yang menjadi tugasnya juga penyikapan terhadap kecakapan hidup (life skill) dalam konteks pembelajaran. Sedangkan pada needs assessment, terdapat kecenderungan bahwa penerapan pembelajaran berorientasi kecakapan hidup (life skill) melalui pengembangan LKS untuk pembelajaran IPA di SMA cukup diperlukan namun tidak signifikan. Hal ini terkait dengan kompetensi menggunakan pembelajaran berorientasi kecakapan hidup (life skill) melalui pengembangan LKS untuk pembelajaran IPA, relevansi dengan bidang studi dan motivasi dalam menggunakan pembelajaran berorientasi kecakapan hidup (life skill) melalui pengembangan LKS untuk pembelajaran IPA di SMA dalam peningkatan kualitas dan kebermaknaan (meaningfull) pembelajaran.