cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Pendidikan Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DI SMK PGRI 1 MEJAYAN PADA MATERI KELISTRIKAN Pratama, Hendrik; Yusro, Andista Candra; Wardana, Yudhistira Sukma; Cahyono, Nur
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Kegiatan belajar dan mengajar merupakan representasi dari sebuah proses, sedangkan hasil belajar merupakan hasil dari proses belajar. Pada siswa SMK, perkembangan individu telah sampai pada tahap operasional formal (umur 11/12 – 18 tahun).  Pada tahap ini, peserta didik telah memiliki kemampuan dalam berfikir abstrak dan logis, serta memiliki kemampuan berfikir ilmiah. Analisis kesulitan dalam proses belajar menjadi faktor penting dalam menentukan hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis (1) gambaran proses pembelajaran di SMK PGRI 1 Mejayan, (2) kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi kelistrikan, dan (3) ketuntasan hasil belajar siswa pada materi kelistrikan. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, populasi dalam penelitan ini adalah seluruh siswa-siswi kelas X SMK PGRI 1 Mejayan.  Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan pembelajaran menggunakan model ceramah (50%), diskusi (20%), tanya jawab (16%), dan demonstrasi (14%). Pada materi kelistrikan yang diajarkan, 80% siswa lebih mengingikan pembelajaran dengan model demontrasi/eksperimen dan diskusi tanyajawab yang cenderung mampu memacu semangat belajar dan lebih aplikatif kaitannya dengan yang dipelajari di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja. Kesulitan pemahan peserta didik disebabkan oleh faktor sumber belajar (43%), model pembelajaran (31%), dan materi pembelajaran (26%). Hasil temuan dilapangan menunjukkan bahwa faktor sumber belajar sebagai faktor yang cukup dominan yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Sumber belajar yang digunakan siswa berupa e-book yang dioperasikan dari ponsel pintar. Hasil belajar aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang merepresentasikan proses pembelajaran ditemukan nilai capaian yang cukup rendah pada aspek psikomotrik dan afektif. Hal ini disebabkan oleh partisispasi yang minim dari siswa dalam proses pembelajaran. Ketuntasan hasil belajar aspek kognitif sebesar 65% dengan ketidak tuntasan 35%; aspek psikomotorik dengan nilai kurang 24%, cukup 19%, baik 30%, dan sangat baik 27%; sedangkan aspek afektif dengan nilai kurang 12%, cukup 23%, baik 38%, dan sangat baik 27%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR IPA PADA MATERI PEWARISAN SIFAT SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 SEMIN Prasetyaningtyas, Susi
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keaktifan belajar dan prestasi belajar siswa kelas IX SMP N 1 Semin pada materi Pewarisan Sifat melalui penerapan metode pembelajaran Kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD), serta mengetahui tanggapan siswa terhadap penerapan metode pembelajaran Kooperatif  tipe STAD. Penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian adalah siswa kelas 9E SMP 1 Semin Gunungkidul tahun 2014/2015 berjumlah 29 siswa. Pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I rata-rata pemahaman konsep adalah 61%. Siklus II terjadi peningkatan sebesar 18,3% menjadi 79,3%. Hasil penelitian adalah pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Hal ini ditunjukkan peningkatan  skor pada siklus I jumlah skor rata-rata siklus I adalah 64% dengan kategori sedang, sedangkan siklus II menjadi 87,5% dengan kategori tinggi. Respon siswa terhadap pembelajaran STAD menunjukkan 100% siswa senang dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD
PROFILE ANALISIS PEMENUHAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN, RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SMA Vasminingtya R.C, Dhora; Meilinda, Hephi; Yuhana, Yuhana; Sajidan, Sajidan
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Perbaikan mutu pendidikan di sekolah sangat perlu diupayakan pemenuhan standar nasional pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui keterpenuhan 8 SNP di salah satu SMA di Karanganyar, 2) mengetahui jalannya proses pembelajaran di salah satu SMA di Karanganyar dan 3) mengetahui relevansi buku ajar yang digunakan dengan kurikulum 2013. Metode penelitian yang digunakan berupa observasi, survey, deep interview, angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Hasil analisis terhadap pemenuhan 8 komponen Standar Nasional Pendidikan (SNP) di SMA Kabupaten Karanganyar diperoleh hasil bahwa gap tertinggi pada strandar proses, 2) Hasil analisis Ujian Nasional (UN) menunjukkan bahwa skor yang kurang maksimal pada materi evolusi, 3) Hasil analisis daya serap menjadi pedoman bahwa materi tersebut cenderung lebih sulit sehingga prosentase data UN menunjukkan untuk materi tersebut skornya terendah.
PENINGKATAN SCIENTIFIC SKILLS SISWA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMP/MTs KELAS VII Muhafid, Ervian Arif
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan scientific skills siswa melalui implementasi model PBL pada pembelajaran IPA di SMP/MTs kelas VIII. Metode penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan di SMP Purnama Ayah. Pembelajaran dilakukan dengan beberapa siklus sampai pada akhirnya pembelajaran dapat terlaksana sesuai tujuan. Setiap siklus tindakan terdiri dari satu materi. Penelitian tindakan kelas merupakan proses pembelajaran di kelas yang berdaur dan terdiri dari 4 tahap yaitu (a) perencangan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi, (d) refleksi yang mungkin diikuti dengan perencanaan ulang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa model PBL dapat meningkatkan scientific skills siswa. Hal itu dapat dilihat dari rata-rata hasil observasi scientific skills siswa pada siklus 1, 2.96 meningkat pada siklus 2, menjadi 4.08 dan ada pebedaan yang signifikan antara hasil pada siklus 1 dan siklus 2. Peningkatanya dinyatakan dengann n-gain score 0,55 (sedang).
PEMBELAJARAN IPA DENGAN PENDEKATAN KETRAMPILAN PROSES SAINS MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN BEBAS TERMODIFIKASI DAN EKSPERIMEN TERBIMBING Astuti, Rina; Sunarno, Widha; Sudarisman, Suciati
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran ketrampilan proses sains dengan eksperimen bebas termodifikasi dan eksperimen terbimbing. Menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMK Kasatrian Solo Sukoharjo. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling yang terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen pertama (XIR.1) mendapatkan perlakuan dengan pendekatan ketrampilan proses sains metode eksperimen bebas termodifikasi dan kelas eksperimen kedua (XIR.2) mendapatkan perlakuan dengan pendekatan ketrampilan proses sains metode eksperimen terbimbing. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk prestasi belajar, lembar observasi untuk penilaian afektif dan psikomotorik. Uji hipotesis penelitian ini menggunakan analisis variansi dua jalan dengan isi sel tak sama. Hasil penelitian menunjukkan, Pendekatan ketrampilan proses sains dengan metode eksperimen berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA (Biologi), metode eksperimen terbimbing lebih efektif dibandingkan dengan metode eksperimen bebas termodifikasi.
SOLUSI PERSAMAAN DIRAC BAGIAN RADIAL PADA KASUS PSEUDOSPIN SIMETRI UNTUK POTENSIAL POSCH-TELLER HIPERBOLIK TERDEFORMASI-Q MENGGUNAKAN METODE ITERASI ASIMTOTIK Alam, Yuniar; Suparmi, Suparmi; Cari, Cari
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Persamaan Dirac untuk potensial Posch-Teller hiperbolik terdeformasi-q pada kasus pseudospin simetri bagian radial diselesaikan secara analitik dengan menggunakan metode Iterasi Asimtotik. Penyelesaian persamaan Dirac dengan menggunakan metode Iterasi Asimtotik dilakukan dengan mereduksi persamaan differensial orde kedua menjadi persamaan differensial tipe Hipergeometri dengan cara substitusi variabel sehingga diperoleh persamaan energi relativistik. Energi relativistik dihitung menggunakan software matlab 2013. Penelitian ini dibatasi untuk kasus pseudospin simetri bagian radial.
PROFIL KONSEPSI MAHASISWA PADA MATERI KINEMATIKA Handhika, Jeffry; Purwandari, Purwandari; Cari, Cari; Suparmi, Suparmi; Sunarno, Widha
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Mahasiswa memiliki konsepsi berbeda dalam memahami konsep dinamika. Profil konsepsi mahasiswa dapat digunakan sebagai acuan bagi dosen sebelum melaksanakan proses perkuliahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sampel penelitian yang digunakan adalah mahasiswa semester I program studi pendidikan fisika dan pendidikan biologi IKIP PGRI Madiun sejumlah 63 mahasiswa yang menempuh matakuliah Fisika dasar. Hasil tes konsepsi mahasiswa pada pokok bahasan kinematika menunjukkan bahwa 92,06% mahasiswa memiliki konsepsi salah dalam memahami grafik.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA/MA Darmawan, Iman; Aminah, Nonoh Siti; Sukarmin, Sukarmin
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan modul fisika berbasis saintifik untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, (2) mengetahui kelayakan modul pembelajaran fisika berbasis saintifik, (3) meningkatkan keterampilan berpikir kritis belajar siswa setelah menggunakan modul fisika berbasis saintifik. Metode Penelitian ini adalah Reseach and Development. Model pengembangan modul yang digunakan adalah model 4-D (four D model) terdiri dari  Define, Design, Develop dan Disseminate yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi, media, dan bahasa, serta uji coba (terbatas dan luas) kepada siswa, dan tahap penyebaran pada forum MGMP. Pengumpulan data menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi modul, angket respon uji coba (terbatas dan luas), angket respon dessimnate dan tes berpikir kritis. Modul pembelajaran berbasis saintifik memiliki tahapan mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul fisika berbasis saintifik untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa memiliki ciri yaitu langkah pembelajaran pada modul disesuaikan dengan langkah pembelajaran berbasis saintifik dalam setiap tahapnya dan  memuat soal tes berpikir kritis (2) modul dikategorikan layak dengan hasil perhitungan (ahli materi, ahli media, ahli bahasa, guru, teman sejawat) yang menunjukkan nilai rata-rata 85 >Cut Off  84. Serta didukung dengan respon positif dari siswa dan hasil disseminate yang dilakukan pada forum MGMP yang mengkategorikan modul sangat baik, (3) keterampilan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan terlihat dari nilai rata-rata setelah dan sesudah menggunakan modul yaitu 47,78% sampai 83,45% dan ditujukan juga dari hasil nilai rata-rata gain sebesar 0,7 dengan kriteria tinggi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa modul fisika berbasis saintifik dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.
PERBEDAAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN THE POWER OF TWO TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA Agustina, Lina; Sugiyarto, Sugiyarto; Sarwanto, Sarwanto
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Dalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki strategi agar siswa dapat belajar dengan baik yaitu efektif, efisien dan mengena pada tujuan pembelajaran. Salah satunya dengan penerapan pembelajaran kooperatif, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif  tipe NHT dan The Power of Two terhadap prestasi belajar.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Delanggu. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling yang terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen pertama (VIIIF) mendapatkan perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif NHT  dan kelas eksperimen kedua (VIIIA) mendapatkan perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif The power of two. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk prestasi belajar. Uji hipotesis penelitian ini menggunakan analisis variansi satu jalan.Hasil penelitian menunjukkan: model pembelajaran kooperatif berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA, model pembelajaran kooperatif NHT lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran kooperatif The power of two.
PROTOTIPE MODEL PEMBELAJARAN ERCORE (ELICITATION, RESTRUCTURING, CONFIRMATION, REFLECTION) UNTUK MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN METAKOGNISI Ismirawati, Nur; Corebima, A.D.; Zubaidah, Siti; Syamsuri, Istamar
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Pembelajaran Biologi mengharapkan siswa memiliki keterampilan metakognitif. Keterampilan metakognitif adalah keterampilan yang dimiliki oleh siswa untuk mengontrol kemampuan berpikirnya. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kurang memiliki keterampilan metakognitif dan guru masih belum paham tentang pemberdayaan metakognitif. Pemberdayaan keterampilan metakognitif dapat dilakukan melalui penerapan model pembelajaran konstruktivistik yaitu pada model pembelajaran ERCoRe. Model pembelajaran ERCoRe dikembangkan dengan prosedur pengembangan model mengacu pada Plomp (1997) terdiri dari 5 fase yaitu (1) fase investigasi awal, (2) fase desain, (3) fase realisasi/konstruksi, (4) fase tes, evaluasi, revisi, dan (5) fase implementasi. Komponen model pembelajaran yang dikembangkan berupa sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi dalam hal ini peran guru dalam memproses pembelajaran, sistem pendukung, dan dampak instruksional dan dampak pengiring. Sintaks model yang dikembangkan sebagai berikut. 1) Elicitation, 2) Restructuring, 3) Confirmation, 4) Reflection yang disingkat dengan ERCoRe. Produk telah divalidasi dengan hasil uji ahli menyatakan produk model dalam kategori layak. Produk model pembelajaran akan diuji melalui quasi eksperimen untuk mengetahui efektivitas dalam memberdayakan keterampilan metakognisi.

Page 9 of 15 | Total Record : 147