cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Teknologi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
Peningkatan Motivasi Belajar dan Pemahaman Iman Yesus Kristus berbasis Media Film Kelas X SMA N 3 Sukoharjo Hernawa, Vinsensius KriswidiatmaTjahja; Mulyoto, Mulyoto; Djono, Djono
978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.563 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) peningkatan  Motivasi belajar pendidikan agama katolik dengan menggunakan media film, (2) media film yang mampu meningkatkan pemahaman  iman tentang Yesus Kristus, dan (3) respons siswa terhadap penggunaan media film dalam pembelajaran pendidikan agama Katolik. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian adalah  siswa katolik kelas X SMA Negeri 3 Sukoharjo. Objek penelitian ini adalah peningkatan motivasi belajar siswa, pemahaman konsep iman yang meningkat dengan media film yang digunakan dan respons siswa dalam penggunaan media film. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes, metode dokumentasi, metode observasi, dan metode kuesioner. Data yang diperoleh dari metode tes dan metode kuesioner dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh dari metode dokumentasi.Dalam makalah ini akan dibahas bagaimana motivasi belajar siswakatolik dapat ditingkatkan dengan menggunakan media film? Apakah pemahaman iman akan Yesus Kristus juga dapat ditingkatkan dengan penggunaan media film sebagai media pembelajaran pendidikan Agama Katolik? Makalah ini disusun berdasarkan penelitian tindakan kelas pada siswa yang beragama Katolik kelas X  SMA N 3 Sukoharjo tahun ajaran 2016/2017 semester genap. Kata kunci: motivasi belajar; paham iman; Yesus Kristus
Implementasi Strategi Blended Learning Enriched Virtual Model Pada Mata Kuliah Komputer dan Media Pembelajaran Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Malang Siyamta, Siyamta
978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.835 KB)

Abstract

Permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan Tutorial Mahasiswa Universitas Terbuka di Indonesia adalah minimnya waktu tutorial tatap muka (TTM) antara Mahasiswa dengan Tutor di kelas. Dalam satu semester, kegiatan Tutorial yang dilakukan sebanyak 8 kali, masing-masing selama 2 Jam. Dengan beban materi yang cukup banyak, serta waktu yang terbatas, maka perlu dilakukan inovasi dengan mengembangkan digital content sebagai pelengkap modul yang sudah diterimanya pada awal semester, serta menggunakan strategi blended learning untuk memantau pengumpulan tugas dan kegiatan diskusi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menerapkan strategi blended learning enriched virtual model (2) mengembangkan content digital pada mata Kuliah Komputer dan Media Pembelajaran Semester IX, (3) mengetahu efektifitas dan kemudahan penggunaan content digital, (4) mengetahui kemudahan feature Social Learning Network (SLN) Edmodo sebagai pelengkap kegiatan Tutorial yang dilaksanakan secara Online, melalui alamat http://www.edmodo.com.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yang akan mendeskripsikan keadaan selama kegiatan tutorial berlangsung serta dilakukan pengumpulan data menggunakan angket yang dibagikan kepada mahasiswa. Populasi dan sekaligus sebagai sampelnya adalah seluruh mahasiswa PGSD semester IX Pokjar Gondang Wetan dan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah berhasil dikembangkan content digital dengan format EPUB, FlipBook dan Video Pembelajaran yang digunakan sebagai suplemen materi pembelajaran. Berdasarkan angket dari responden, maka sebesar 54 % menyatakan sangat setuju dan 46 % setuju terkait dengan  efektifitas pembelajaran. Sebanyak 58% responden menyatakan sangat setuju dan 42 % menyatakan setuju terkait dengan feature Edmodo sebagai Social Learning Network (SLN) dapat digunakan secara  mudah untuk mendukung kegiatan pembelajaran dengan strategi blended learning enriched virtual model.  Kata Kunci :  digital content, enriched virtual model, blended learning, EPUB, FlipBook. 
Pegembangan Model untuk Pembelajaran Keterampilan Menulis di Sekolah Dasar Utami, Nunung Dwi; Musadad, Akhmad Arif; Sutimin, Leo Agung
978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.261 KB)

Abstract

AbstrakPembelajaran Bahasa Indonesia seringkali dianggap mudah oleh sebagian besar peserta didik, hal tersebut menjadikan tujuan pembelajaran dalam suatu kegiatan belajar mengajar tidak dapat dicapai secara optimal, salah satunya keterampilan menulis. Banyaknya model pembelajaran yang ditawarkan dalam dunia pendidikan nyatanya belum mampu mengatasi kekurangan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pembelajaran keterampilan menulis di SD, 2) untuk mengetahui tingkat keterampilan menulis siswa, 3) untuk mengetahui kebutuhan terhadap model pembelajaran Bahasa Indonesia yang dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif yang dilakukan melalui studi kasus dan studi literature. Subjek penelitiannya meliputi siswa kelas III Sekolah Dasar. Teknik pengumpulan data menggunakan  triangulasi data/sumber yaitu data wawancara yang dilakukan dengan guru kelas III di sekolah yang berbeda dan triangulasi metode yaitu data wawancara, dan observasi. Analisis data dilakukan mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data sampai verifikasi. Hasil penelitian pada studi pendahuluan ini adalah 1) kurikulum yang diterapkan di empat sekolah tersebut adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, 2) model pembelajaran yang digunakan guru sudah mengarah pada student center, 3) media yang digunakan berupa gambar yang sudah tertera pada buku, 4) penilaian dilakukan secara menyeluruh (mencakup empat keterampilan), 5)sebagian siswa belum mampu mencapai KKM. Kesimpulan dari studi pendahuluan ini adalah perlu dikembangkannya model pembelajaran Bahasa Indonesia yang dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa. Kata kunci: model pembelajaran; pembelajaran bahasa Indonesia; keterampilan menulis
UTILIZING SONG “THERE IS AN ANIMAL”TO TEACH VOCABULARY AND BASIC SENTENCE STRUCTURE TOYOUNG LEARNERS THROUGH THREE STAGES ACTIVITY Priyo Atmojo, Arief Eko
978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.598 KB)

Abstract

            This paper aims to describe the importance, role, and implementation of using song “There is an Animal” to teach vocabulary and basic sentence structure to young learners through three stages activity.Some experts argue that children will have higher chances to become more proficient if they begin learning a second language earlier rather than learning it later.Children can learn as many spoken language as we allow them to hear systematically and regularly at the same time. In children’s class,a positive learning atmosphere can be created by providing favourable environment, useful resources, carefully structured input, and practice opportunities. An effort which can be done is by utilizing song. The use of song in teaching English to young learners gives lots of benefits and advantages. The development of songs into language learning tasks can be a way to optimize advantages and minimize limitations of the use of songs.To utilize song as a powerful tool to teach English for children, there are many strategies which can be used. These strategies are about transforming singing song as an activity into a well-planned and structured classroom task by utilizing the song. Classroom tasks for young learners have three stages that once can beidentified,analyzed, adapted, and expanded.Therefore, songs must be developed into a task with preparation, core, and follow-up stages which in result can help transferring the words in the song into use and maximize the potential of songs as teaching and learning tools. Keywords: children, song, teaching English as foreign language (TEFL), young learners.
Pengembangan Aplikasi Penilaian Kinerja Guru untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMA Negeri 3 Sragen Sintawati, FR. R. Dewi Astika Indah; Joebagjo, Hermanu; S, Leo Agung
978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.921 KB)

Abstract

AbstrakPenilaian tentang kinerja guru semakin penting untuk mengetahui tingkat profesionalisme guru.  Lembaga pendidikan  harus mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja guru. Hasil analisis akan bermanfaat untuk pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) guru secara optimal yang sangat diperlukan untuk memajukan mutu  pendidikan. Guru memerlukan perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat oleh karena itu pemerintah mengatur peningkatan kualitas tenaga pendidik atau guru secara nasional melalui Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional. Sistem PKG (Penilaian Kinerja Guru) masih dilaksanakan secara konvensional yang sangat berperpengaruh pada profesionalisme guru. Penelitian ini bertujuan untuk membangun aplikasi Penilaian Kinerja Guru yang dapat meningkatkan kinerja dan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development yang terdiri dari 10 tahap yang telah dimodifikasi menghasilkan aplikasi PKG yang sesuai untuk meningkatkan profesionalisme guru. Hasil pengembangan berupa aplikasi Penilaian Kinerja Guru berbasis komputer yang memuat komponen- komponen penilaian yang terdiri atas kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial dan hasil rekap penilaian yang mampu meningkatkan profesionalisme guru secara maksimal. Kata kunci: kinerja; profesionalisme; PKG; kompetensi; research and development 
Literasi Informasi dalam Pembelajaran Sejarah: Melahirkan Kepekaan Sosial Siswa Winahyu, Rizqa Ayu Ega
978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.115 KB)

Abstract

AbstrakLiterasi informasi merupakan ketrampilan untuk berfikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi informasi di Indonesia dikembangkan dan didukung oleh standar nasional. Kementerian pendidikan dan kebudayaan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran. Secara tujuan umum adalah jelas agar menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan langkah awal pembiasaan membudayakan membaca dan kemudian naik pada tahap selanjutnya. Sejarah merupakan bagian dari salah satu kelompok ilmu sosial dan pokok pembelajaran sejarah adalah ruang dan waktu atau contoh lebih sederhananya adalah mempelajari peristiwa-peristiwa penting masa lampau. Belajar sejarah berarti belajar akan masa lalu, masa kini dan masa depan. Namun, realita pembelajaran sejarah yang tidak berjalan dengan baik berdampak kepekaan sosial siswa sekarang ini. Kepekaan sosial secara tersirat merupakan bagian dari makna literasi itu sendiri. Literasi juga mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat kemudian sebuah hubungan sosial yang terbentuk dengan pengetahuan, bahasa dan budaya. Kepekaan sosial sangat penting untuk setiap orang termasuk siswa karena mereka sadar tidak bisa hidup sendiri. Siswa membutuhkan teman dalam belajar untuk bertukar pikiran, berdiskusi, maupun berkompetisi. Hal kecil namun besar dampaknya sehingga dapat membentuk kepekaan sosial siswa yang sering dianggap biasa adalah bentuk-bentuk menghormati, menghargai dan memperhatikan dan hal tersebut termasuk dalam proses pembelajaran sejarah. Namun, bukan hal yang mudah untuk menciptakaan kepekaan sosial siswa. Strategi untuk melahirkan bahkan menumbuhkan kepekaan sosial siswa memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang baik oleh guru maupun setiap individu yang ingin merealisasikannya.   Kata kunci: literasi informasi; pembelajaran sejarah; kepekaan sosial
Model Pembelajaran Berbasis Keragaman Etnis di Palembang untuk Pemahaman Budaya Lokal Setyawati, Dewi
978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.072 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keragaman dan kesenjangan tuntutan Kurikulum 2013 dengan kondisi pembelajaran di Sekolah.  Kurikulum 2013 menuntut aspek pengetahuan, aspek pengetahuan dan aspek sikap.Di lain pihak  implementasi kurikulum tersebut dilakukan seadanya karena belum semua sekolah menerapkan kurikulum 2013. Kondisi ini disebabkan masih rendahnya kemampuan guru untuk mengembangkan pembelajaran di dalam kelas.  Palembang yang merupakan Kota Multikultural yang mempunyai keragaman beberapa kelompok etnis seperti Arab, Cina dan Melayu.Model Pembelajaran berbasis keragaman ini dipilih sebagai model untuk mengembangkan pembelajaran sejarah di SMA.  Seberapa efektifitas model tersebut dan bagaimana implementasinya dalam proses pembelajaran sejarah merupakan permasalah penelitian ini.  Untuk mencapai tujuan tersebut, pada penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R & D).  Penelitian melakukan studi pendahuluan terdahulu dengan menggunakan studi kepustakaan dan identifikasi proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah yang akan diteliti.  Tujuan penelitian diimplementasikan kepada peserta didik melalui model pembelajaran sejarah keragaman etnis di Palembang untuk pemahaman budaya lokal.  Hasil penelitian ini diharapkan  adanya peningkatan pemahaman budaya lokal peserta didik dalam memahami Keragaman Etnis yang terbentuk dari beberapa permukiman Kampung berbagai Etnis di Palembang.Kata kunci: Etnis Arab; Etnis Cina; Melayu; Pendidikan Multikultural; Model Pembelajaran; Keragaman Etnis; Palembang; Budaya LokalModel Pembelajaran Berbasis Keragaman Etnis di Palembang untuk Pemahaman Budaya Lokal
PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PEMBELAJARAN DI MASA DEPAN Azmi, Muhammad
978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.356 KB)

Abstract

            Kemajuan teknologi di era digital membuat setiap orang tidak bisa lepas dari teknologi. Meningkatnya jumlah netter dan netizen di dunia merupakan sebuah indikator bahwa manusia tidak bisa lepas dari perangkat teknologi yang dimiliki, seperti notebook atau smartphone. Seiring dengan perkembangan teknologi, semua kehidupan masyarakat tidak akan bisa lepas dari pengaruh digital, tak terkecuali di dunia pendidikan. Mobile learning menjadi salah satu trend dalam dunia pendidikan yang memanfaatkan perangkat selular sebagai alat atau media pembelajaran. Dalam makalah ini akan membahas tentang pengembangan mobile learning sebagai media pembelajaran di masa depan. Pembahasan utama dalam makalah ini terbagi menjadi dua, yaitu tentang pengembangan mobile learning di masa depan dan hambatannya di masa sekarang. Adapun metode penelitian dalam makalah ini adalah menggunakan studi pustaka melalui hasil penelitian terdahulu, jurnal atau beberapa situs teknologi yang membahas sesuai dengan tema.Hasil studi pustaka menunjukkan bahwa pengembangan mobile learning di masa depan sangat dimungkinkan dengan adanya inovasi software yang mempermudah dalam pengembangan mobile learning, sebut saja Android Studio, Sencha Touch dan Intel XDK. Dalam pengembangan mobile learning, tentunya ada kendala yang harus dihadapi. Kendala terbesar dalam pengembangan mobile learning di sekolah adalah keterbatasan sarana dan prasarana, terutama tersedianya jaringan internet. Selain itu, peraturan sekolah yang tidak memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk menggunakan smartphone dalam proses pembelajaran juga menjadi kendala yang harus dipikirkan secara matang oleh para pengembang. Kesimpulan dalam makalah ini adalah kemungkinan pengembangan mobile learning di masa depan sangat terbuka seiring dengan pesatnya perkembangan software pendukung dalam mengembangkan aplikasi multiplatform. Kata kunci: media pembelajaran, mobile learning, dan multiplatform
Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Quran melalui Media Website di SMP Baitul Qur’an Boarding School Kabupaten Sragen Sudir, Sudir; Akhyar, M; Fadhilah, Siti S
978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.642 KB)

Abstract

AbstrakKemampuan menghafal Al-Quran merupakan suatu kewajiban peserta didik yang menempuh pendidikan di SMP Baitul Quran Boarding School Sragen. Peserta didik diwajibkan menghafal Al-Quran sebanyak 11 juz dengan rincian kelas VII sebanyak 4 juz, kelas VIII sebanyak 3 juz, dan kelas IX 4 juz. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis (1) pencapaian peserta didik dalam menghafal Al-Quran dengan metode konvensional dan (2) penggunaan media yang tepat untuk meningkatkan kemampuan menghafal Al-Quran. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Baitul Quran Boading School Sragen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah triangulasi data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif model meliputi koleksi data, reduksi data, penyajian data, dan memverivikasi data. Hasil penelitian diperoleh (1) peserta didik kelas VII dalam menghafal Al-Quran mencapai 12-13 halaman setiap bulannya, (2) kemampuan menghafal Al-Quran dengan media website mencapai 4-5 halaman dalam waktu 12 jam. Kata kunci: menghafal; media; website; al-quran. 
PENGGUNAAN MEDIA BONEKA TANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA DENGAN BASA KRAMA ALUS Wiratna, Tri
978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.263 KB)

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara dengan basa krama alus pada siswa kelas IV SD Negeri I Purwosari Wonogiri melalui pengggunaan media boneka tangan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi data dan metode. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media boneka tangan dapat meningkatkan kemampuan berbicara dengan basa krama alus secara nyata. Kata kunci : kemampuan berbicara basa krama alus,  media boneka tangan.

Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue