SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode konvensional, mengisi lembar form, sehingga tidak efektif, efisien dan tidak berintegrasi dengan sistem lain. Transformasi digitalisasi diperlukan dengan merubah bisnis proses pelaporan dari konvensional ke aplikasi website atau mobile Apps. Hasil dari penelitian ini terjadi peningkatan kinerja operasional keselamatan kerja dengan program Hazob (i) pengisian form secara manual bertransformasi ke system digitalisasi aplikasi website dan mobile Apps; (ii) leading indikator pelaporan hazob meningkat menjadi 1.364 dari seluruh lokasi. Ini bermakna, bahwa perusahaan telah mengidentifikasi bahaya sejumlah tersebut dalam kuran waktu 3 bulan, dan melakukan tindakan koreksi sebelum terjadi kecelakakan. Data persentasi kontribusi menunjukan bahwa semua pihak bagian di perusahaan berkontribusi untuk melakukan pelaporan hazob. Hal ini menunjukan komitmen semua tingkatan untuk melakukan pecegahan kecelakaan. Angka terbesar pada tingkatan karywan ( 63 %) berkontribusi ; (iii) dampak implementasi berupa tingkat penurunan angka kecelakaan dengan Lagging Indikator sebagai berikut : LTIR = 0 (Nol), TRIR, yang sebelumnya 0.87 di bulan juni, turun menjadi 0 (nol) dari bulan Juli sampai September 2020, dan IFT, turun terus setiap bulan dan di bulan September di angka 12.33.
Articles
607 Documents
Strategi Peningkatan Daya Saing Produk UMKM Melalui Teknologi Informasi dan Standarisasi Produk Pasca Pandemi Covid-19
Yani Iriani;
Arief Rahmana;
Riki Ridwan Margana;
Annisa Maharani
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 20, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v20i1.19358
UMKM tidak bisa dipungkiri telah menjadi tulang punggung perkembangan perekonomian di Indonesia dan yang menyelamatkan negara dari keterpurukan. Namun, pandemic COVID-19 saat ini telah meninggalkan banyak UMKM tidak berdaya. Salah satu masalah yang umum terjadi pada UMKM adalah adanya penurunan penjualan karena masih ada produk yang belum sesuai dengan standar yang ditetapkan, hal ini mengakibatkan produk UMKM tidak dapat bersaing dengan produk sejenisnya. Begitu pula dengan keberadaan Teknologi Informasi, dimana di dalam pelaksanaannya masih belum optimal. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemanfaatan Teknologi Informasi secara empiris melalui Standarisasi Produk terhadap Daya Saing UMKM di Kecamatan Astana Anyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kuantitatif (metode survey). Analisis pengolahan data yang digunakan Regresi Linier Berganda, Koefisien Kolerasi, Koefisien Determinasi, dan Uji-T. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah pemilik atau pengelola UMKM di Kecamatan Astana Anyar sebanyak 75 UMKM, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 50 UMKM dan teknik sampling yg digunakan adalah teknik Non Probability Sampling. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa bahwa pengaruh Teknologi Informasi berpengaruh signifikan terhadap Daya Saing UMKM sebesar 44 % dan Standarisasi Produk berpengaruh terhadap hubungan antara Teknologi Informasi dan Daya Saing pada UMKM di Astana Anyar sebesar 42,3%. Hal ini menunjukkan bahwa semua faktor tersebut merupakan faktor faktor yang menentukan tinggi rendahnya daya saing UMKM.
Usulan Perbaikan Tata Letak Pada Gudang Bahan Jadi Menggunakan Metode Class Based Storage (Studi kasus di PT. Garudafood Putra Putri Jaya Pati)
Nia Choernelia;
Antoni Yohanes
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 20, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v20i1.18405
PT. Garudafood Putra Putri Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman. Masalah yang sering dihadapi adalah tempat penyimpanan barang di gudang barang jadi yang kurang terkoordinasi dengan baik sehingga menyulitkan pekerja gudang untuk melakukan bongkar muat barang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang tata letak gudang barang jadi yang diusulkan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses penyimpanan dan pengambilan barang dari gudang barang jadi sekaligus menjaga ruang penyimpanan yang ada dengan menggunakan metode class based storage. Koordinasi produk yang baik di dalam dan di luar gudang membuat penggunaan ruang penyimpanan di gudang barang jadi menjadi optimal. Perbaikan dimulai dengan mengklasifikasikan produk berdasarkan frekuensi pergerakan dan membentuk tiga kelas, kelas A, B, dan C. Prosedur investigasi dilakukan dengan menghitung frekuensi pergerakan, jarak tempuh, jumlah kotak penyimpanan, dan biaya material handling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki tata letak sehingga jarak tempuh pengangkutan material lebih pendek dari sebelumnya dan penyimpanan barang didasarkan pada frekuensi pergerakan barang. Semakin kecil jarak penanganan material, semakin rendah biaya penanganan material (OMH). Hasilnya adalah menurunkan OMH Rp 3.565.620/bulan menjadi Rp. 1.879.740/bulan.Kata Kunci: Material Handling, Perancangan Tata Letak, Ongkos Material Handling (OMH).
Pengembangan Metode Quality Assurance Matrix untuk Meningkatkan Sensitivitas Penilaian Defect pada Proses Manufaktur
Faishal Arham Pratikno;
Arini Anestesia Purba;
Putri Gesan Prabawa Anwar
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 20, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v20i1.20263
Metode Quality Assurance Matrix (QAM) adalah sebuah alat kualitas yang didasarkan pada prinsip bahwa segala kegagalan terhadap proses manufaktur yang memengaruhi pelanggan (yang mungkin merupakan proses produksi selanjutnya atau pelanggan akhir) harus dihilangkan. Metode ini akan membentuk suatu peringkat, untuk cacat potensial yang ada dan batas keandalan sistem kontrol dalam proses produksi sehingga memungkinkan untuk memberikan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan dan mencapai dengan tujuan kualitas. Pengukuran dalam QAM yang ada pada saat ini berbentuk skala 1/3/5 dan untuk menambah tingkat sensitivitas maka diusulkan skala yang lebih akurat yaitu 1/2/3/4/5. Dua kriteria yang dilakukan peningkatan sensitivitas adalah tingkat kritis dan tingkat kontrol dari masing-masing defect (kecacatan). Penentuan nilai jaminan kualitas dicapai jika jumlah nilai kontrolnya setidaknya sama dengan nilai tingkat kritisnya, dalam hal ini nilainya bertanda OK (jika tidak maka akan bertanda KO). Tahap terakhir dari metode QAM adalah mengurutkan defect yang bertanda KO berdasarkan defect rate/cost of quality. Peningkatan sensitivitas yang dilakukan diharapkan memperbaiki identifikasi permasalahan kualitas pada proses manufaktur.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN PADA TIM PDKB-TM MENGGUNAKAN METODE HAZARD AND OPERABILITY STUDY (STUDI KASUS: PT PLN (PERSERO) UP3 CIMAHI)
Febri Hariadi;
Verani Hartati
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 20, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v20i1.17295
Pertumbuhan industri yang semakin berkembang membuat PLN selalu meningkatkan kehandalan penyaluran listrik kepada konsumen. Salah satu cara untuk meminimalisir pemadaman yaitu dengan melakukan pemeliharaan listrik dengan cara online atau tidak padam. Dengan melakukan pekerjaan listrik yang dikerjakan secara tidak padam maka risiko bahaya yang timbul semakin meningkat. Risiko yang timbul dari pekerjaan dalam keadaan bertegangan sendiri yaitu berupa energi listrik yang merupakan energi tidak terlihat tetapi dapat dirasakan bagi para pekerja lapangan jika mengenainya seperti tersengat aliran listrik sehingga terdapat risiko-risiko yang perlu diperhatikan saat bekerja agar terhindar dari kecelakaan kerja. sistem pendistribusian listrik 20.000 volt yang dirawat oleh tim pekerjaan dalam keadaan bertegangan tegangan menengah (PDKB-TM) Cimahi memiliki potensi bahaya, pekerjaan yang dilakukan di atas ketinggian 2 meter memiliki risiko kecelakaan berupa patah tulang hingga korban jiwa. Oleh karena itu diperlukannya identifikasi risiko kerja agar dapat terhindar dari kecelakaan kerja yang tidak diinginkan. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya yang terdapat pada tim PDKB-TM serta dapat memberi usulan perbaikan bagi perusahaan agar dapat meminimalisir kecelakaan kerja. Metode penelitian yang digunakan yaitu Hazard and Operability Study (HAZOP) dengan menggunakan metode kualitatif yang berfokus pada pengamatan setiap pekerja secara mendalam serta menentukan nilai risiko dari pengamatan.
Evaluasi Layanan Akademik di Universitas X Dengan Pendekatan Metode Kano
Muhamad Imron Zamzani;
Vridayani Anggi Leksono;
Fandi Afrizal;
Ahmad Jamil
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 20, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v20i1.19967
Pendidikan merupakan sektor yang bergerak dibidang jasa. Penggunaan teknologi pada sektor jasa memegang perananan penting dalam memberikan kemudahan dan kecepatan menyelesaian pekerjaan. Pelayanan dengan menggunakan teknologi informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna (user) akan berkorelasi positif terhadap kepuasan pemakainya. Sehingga pihak jasa khususnya universitas perlu mengetahui pengaruh tingkat kepuasan sistem layanan akademik yang mereka gunakan. Secara umum sarana dan prasarana sistem informasi akademik yang ada di lingkungan universitas meliputi learning management system, pembelajaran jarak jauh, kualitas informasi, kualitas layanan, bidang administrasi umum, bidang sarana dan prasarana. Apabila ada kualitas layanan sistem informasi akademik sesuai harapan, maka akan menciptakan kepuasan bagi para konsumen. Apabila terjadi sebaliknya maka mahasiswa akan kecewa. Menyadari pentingnya hal ini maka dilakukan pengukuran kualitas layanan akademik, apakah sesuai dengan keinginan mahasiswa atau belum. Berbagai institusi pendidikan di Indonesia pada umumnya, telah melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas sistem informasi akademik. Mulai dari pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang sesuai kebutuhan, dan peningkatan kualitas layanan dengan menerapkan teknologi yang dapat diandalkan. Kualitas layanan yang dimaksudkan adalah sistem pelayanan pembelajaran jarak jauh, learning management system dan kualitas informasi. Menyadari pentingnya hal ini maka perlu dilakukan pengukuran tingkat kepuasan. Metode kano digunakan untuk mengintegrasikan pengukuran tingkat kepuasan dalam setiap atribut. Selain itu metode Kano digunakan untuk mengidentifikasi kategori kelemahan dan prioritas perbaikan kinerja atribut. Hasil pengukuran tingkat kepuasan menunjukkan kualitas informasi di semua atribut menunjukan kategori One dimentional, pembelajaran jarak jauh menunjukan 8 kategori attractive dan 2 one dimetional. Sedangkan pada learning management system 8 menunjukan kategori one dimentional dan 2 berkategori must be.
Penataan Layout Gudang Penyimpanan Material dan Peralatan Pendukung di PT. Swadaya Graha
Fitria Dama Yanti;
Said Salim Dahda
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 20, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v20i1.19734
Indonesia Negara yang padat akan penduduk di tahun 2022 mengalami kenaikan. Di Indonesia industri bergerak dalam bidang manufaktur dan jasa. Industri manufaktur berperan besar dalam berkembangan ekonomi Indonesia, dari kontribusi terhadap perekonomian Indonesia, menjadikan negara Indonesia menjadi julukan negara industri, dimana ada faktor yang mempengaruhinya, factor tersebut adalah kemampuan memperoses atau memproduksi produk secara berkualitas, dan perusahaan mampu mengembangkan industri secara maksimal dan berkelanjutan. Perusahaan yang berjalan dibidang manufaktur tidak terlepas dari ketersediaan sebuah gudang dimana kinerja gudang menjadi penompang industri manufaktur. Keadaan gudang penyimpanan material dan peralatan pendukung pada saat itu layout masih random dimana material tidak tersusun dengan tetap dan berpindah-pindah. Dari masalah yang ada maka metode yang mendukung untuk membantu yaitu metode dedicated storage, dimana metode tersebut adalah letak penyimpanan yang tetap (fixed slot storage), untuk setiap material yang disimpan. Tujuan di lakukannya penelitian ini adalah mencari solusi untuk penempatan material yang spesifik dan keefisien jarak antara rak yang berisikan material yang sering diperlukan dengan pintu keluar. Dari hasil tabel perbandingan di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa metode dedicated storage mampu memberikan perubahan jarak yang lebih dekat dan memudahka karyawan mencari material yang sedang diperlukan.
Analisis Postur Kerja Karyawan Menggunakan Metode RULA
Devani Tiara Catur Anggraini;
Dene Herwanto;
Ramdhan Estu Nugroho
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 20, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v20i1.19900
CV Mulia Tata Sejahtera yang merupakan usaha kecil di bidang manukfatur memiliki beberapa karyawan yang postur tubuhnya belum ergonomis pada saat bekerja. Postur kerja merupakan titik penentu dalam menganalisis keefektifan kerja karyawan di CV Mulia Tata Sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko pekerjaan yang dialami karyawan di CV Mulia Tata Sejahtera akibat postur kerja dan mencari solusi untuk memperbaiki postur kerja tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) untuk menilai postur kerja atau aktivitas pekerja pada tubuh bagian atas (upper limb) saat melakukan pekerjaan. Penelitian ini menganalisis dan mengevaluasi postur tubuh dari tiga karyawan yang masing-masing bekerja mengoperasikan mesin milling, drilling, dan CNC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua karyawan memiliki postur kerja dengan level risiko rendah, dan satu karyawan yang mengoperasikan mesin milling memiliki postur kerja dengan level risiko sedang. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dilakukan perbaikan postur kerja agar karyawan dapat melakukan pekerjaannya dengan aman dan nyaman.
Analisis Kecacatan Crude Palm Oil (CPO) Menggunakan Metode Quality Control Circle (QCC) di PT. Ujong Neubok Dalam
Miska Arlita;
Nissa Prasanti
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 20, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v20i1.18572
Palm oil is used in various industrial players because it has a fairly high economic value. The palm oil processing industry is a very important industry. PT. Ujong Neubok Dalam is a plantation company that is directly involved in planting, maintaining and processing oil palm into Crude Palm Oil (CPO). Supply of raw materials is obtained from the company's own plantations and from third parties with a capacity of 30 tons/hour. During the processing of Crude Palm Oil, several problems occurred. The increase in the level of Free Fatty Acid (FFA) and the level of water content (Moisture) which are outside the company's standard threshold. The standards set by the company PT. Ujong Neubok Dalam for a maximum of 5% Free Fatty Acid, a maximum moisture content of 0.5%, and a maximum dirt content of 0.05%. A total of 103 samples of CPO were tested for 30 consecutive days, found that 90 samples exceeded the FFA threshold, and 51 samples exceeded the moisture content threshold. The application of the Quality Control Circle (QCC) method in reducing the number of defects in this study, it is known that the root of the problem is human factors, machine factors, raw materials used, method factors and work environment factors.
Implementasi Metode Zero One Dan Analitycal Hierarchy Process (AHP) Dalam Redesain Kemasan Obat (Study Kasus Pada PT. BPFC)
refo akbar nusantara;
Ribangun Bamban Jakaria
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 20, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v20i1.18856
PT. BPFC started its work in Indonesia since 1971. In general, the company is involved in the pharmaceutical field and continues to innovate in the health sector in Indonesia. Its activities include Generic branded business through prescription, Generic business through DHO and government hospitals, and other pharmaceutical products. The main products managed by PT. BPFC is a generic drug, basically a generic drug is one of the pharmaceutical preparations that has fulfilled pharmacopoeia requirements and goes through the manufacturing process according to Good Manufacturing Practices (CPOB). The Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) also supervises these general standards. The purpose of this study is to be able to design exhausts according to specifications by applying the Zero one method and the analyticalcal hierarchy process (AHP) and calculate the time needed to design drug packaging products into specifications by producing products that meet user requirements. One method used in this research is the Zero one method and the analytical hierarchy process (AHP) is the product design development process used to simplify and reduce assembly time, but still focus on the function of the product itself and pay attention to the safety factor of its performance. From this research it is expected to be able to provide an overview to PT BPFC in order to be able to design drug packaging products more effectively and efficiently using the Zero one method and the analyticalcal hierarchy process (AHP)
Arsitektur Sistem Chatbot untuk Penyelesaian Sengketa Daring pada Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia
Hans Daniel;
Rido Sarwono;
Aloysius Bernanda Gunawan;
Bambang Pratama
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 20, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v20i1.19945
Pemanfaatan teknologi pada saat ini dapat digunakan didalam segala bidang termasuk pada bidang pelayanan publik. Salah satu tantangan penerapan teknologi pada sistem hukum khususnya pelayanan publik seperti Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) adalah bagaimana menerapkan sistem informasi dengan peraturan yang ada namun tetap mematuhi prinsip dari sistem informasi. Penyelesaian sengketa yang dapat dilakukan secara online merupakan salah satu inovasi yang membantu proses bisnis hukum untuk menyelesaikan kasus hukum yang dapat diterapkan Polri untuk meningkatkan pelayanan publik. Tulisan ini mencoba menjelaskan bagaimana penerapan sistem informasi untuk penyelesaian sengketa secara online berbasiskan chatbot kepada Polri dalam penyelesaian kasus tugas profesi polisi dari laporan masyarakat. Aspek kunci yang akan dibahas dalam makalah ini tidak hanya sistem informasi tetapi juga aspek regulasi sebagai bagian integral dari good governance dalam pelayanan publik.