cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan
ISSN : 23377895     EISSN : 24610550     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan publishes and disseminates research results in the field of educational administration/management, consisting of: - educational leadership - educational policy and planning - educational economics - educational politics
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
Pengaruh spiritualitas kerja terhadap kepuasan kerja dosen Politeknik Negeri Manado Seska Meily Hermin Mengko; Vesty Like Sambeka
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/amp.v6i1.18119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh positif langsung spiritualitas kerja terhadap kepuasan kerja. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 174 responden yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menyimpulkan: adanya pengaruh positif langsung spiritualitas kerja terhadap kepuasan kerja dosen. Sebagai implikasi dari temuan penelitian ini adalah bahwa meningkatkan kepuasan kerja dan spiritualitas kerja dosen harus dipertimbangkan.Kata kunci: spiritualitas kerja, kepuasan kerja THE EFFECT OF SPIRITUALITY OF WORK ON LECTURE’S JOB SATISFACTION OF THE MANADO STATE POLYTECHNICAbstractThe objective of this research is to study the direct effect of the spirituality of work on job satisfaction of the lecture’s the Manado State Polytechnic. The research aimed at examining whether there is a direct positive influence of spirituality of work on job satisfaction. This research was conducted using quantitative methods. The samples of this research were 174 lectures selected randomly. The result of the research concluded: there is a direct positive influence of the spirituality of work toward lecturer’s job satisfaction. As the implication of this research finding are that improve lecture’s job satisfaction and spirituality of work must be taken into consideration.Keywords: the spirituality of work, job satisfaction
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU AGAMA KATOLIK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANTUL I Wayan Setioka; Pardjono Pardjono
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/amp.v4i2.10809

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap: (1) kompetensi pedagogik guru agama katolik SD di Kabupaten Bantul, (2) mengetahui bagaimana kaitan latar belakang profil guru dengan kompetensi pedagogik guru agama katolik SD di Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan November dan Desember 2013. Data dikumpulkan melalui angket isian pertanyaan dan tes. Populasi penelitian ini adalah 28 orang guru agama Katolik Sekolah Dasar di Kabupaten Bantul. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: (1) kompetensi pedagogik guru agama katolik Sekolah Dasar di Bantul dalam kategori cukup; (2) latar belakang pendidikan belum berkontribusi meningkatkan kompetensi pedagogik guru; (3) latar belakang masa kerja menjadi guru belum berkontribusi meningkatkan kompetensi pedagogik guru; (4) tingginya pangkat golongan ruang belum berkontribusi meningkatkan kompetensi pedagogik guru agama katolik SD di Bantul; (5) latar belakang pendidikan, lamanya masa kerja, pangkat golongan ruang guru, belum berkontribusi meningkatkan kompetensi pedagogik guru agama katolik SD di Kabupaten Bantul. Kata Kunci: Kompetensi pedagogik, latar belakang guru THE PEDAGOGIC COMPETENCY OF CHATOLIC RELIGION ON ELEMENTARY SCHOOL OF BANTUL REGENCY Abstract This research is aimed to: (1) reveal the pedagogic competency of chatolic religion on elementary school of Bantul regency, (2) know the relationship between the profile background of teacher with the the pedagogic competency of chatolic religion on elementary school of Bantul regency. This reasearch was carried out on November and December 2013. The collecting data technique used is questionnaire and test. It is a research of quantitative descriptive. The population of the research is all teachers of chatolic religion on elementary school in Bantul regency. There are 28 teachers of chatolic religion on elementary school in Bantul regency. The descriptive analysis shows that: (1) the pedagogic competency of chatolic religion on elementary school of Bantul regency is in the category adequate or satisfactory; (2) the education background does not automatically enhance pedagogic competency, (3) the background of long working period does not automatically contribute to the pedagogic competency; (4) the level of position does not automatically contribute to the pedagogic competency of catholic teachers of elementary school in Bantul regency, (5) the education background, the working period, the working position rank do not automatically enhance the pedagogic competency of catholic teachers in Bantul regency. Keywords: pedagogic competency, the teacher background
Impact workshop desain pembelajaran oleh center for teaching staff development (CTSD) terhadap peningkatan profesionalisme dosen Yayan Suryana; Sekar Ayu Aryani; I. Irsyadunnas
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/amp.v5i1.13117

Abstract

Pembelajaran di perguruan tinggi adalah pembelajaran orang dewasa yang mengantarkan pembelajar pada kehidupan nyata di masyarakat. Oleh karena itu, seyogianya pembelajaran dirancang untuk membekali pembelajar berkarya atau bekerja di dunia nyata dan dirancang sebagai adult learning. Secara umum alumni Workshop Desain Pembelajaran di Perguruan Tinggi oleh Center For Teaching Staff Development (CTSD) mengungkapkan bahwa workshop itu menyenangkan, inspiratif, dan membantu mereka untuk meningkatkan profesionalisme dosen, terutama di bidang paedagogik. Secara umum alumni workshop, pemangku kepentingan/pengguna maupun fasilitator mengharap CTSD ke depan lebih meningkatkan kiprah dan keterlibatannya di UIN Sunan Kalijaga.Kata kunci: pembelajaran, adult learning, profesionalisme THE IMPACT OF LEARNING DESIGN WORKSHOP CONDUCTED BY CENTER FOR TEACHING STAFF DEVELOPMENT (CTSD) ON THE IMPROVEMENT OF TEACHING PROFESSIONALISMAbstractLearning in college is learning that sends adult learners in real life in the community. Therefore, learning should be designed to equip learners take part or work in the real world and is designed as adult learning. The former participants of Learning Design Workshop in Higher Educational Institution conducted by Center for Teaching Staff Development (CTSD) revealed that the workshop was fun, inspiring, and helping them to improve the professionalism of teachers, especially in the field of pedagogy. Generally, the alumni of the workshop, stakeholders/users, and trainers hope that CTSD can improve its involvement further in UIN Sunan Kalijaga.Keywords:learning, adult learning, profesionalisme
Keefektifan implementasi sistem manajemen mutu (SMM) ISO 9001: 2008 di SMA Negeri Kabupaten Sleman Muthia Umi Setyoningrum
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/amp.v6i1.8971

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat keefektifan, kendala yang dihadapi, dan solusi sekolah untuk mengatasi kendala dalam implementasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001: 2008 di SMA Negeri Kabupaten Sleman. Penelitian ini adalah penelitian evaluasi model Discrepancy Provus dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen pengumpulan data berupa angket  dan pedoman wawancara. Validitas instrumen berupa validitas logis dan empiris. Validitas empiris dihitung dengan teknik Point Biserial,  reliabilitasnya dihitung dengan teknik Kuder-Richardson (KR.20). Teknik analisis data adalah persentase. Hasil penelitian: (1) Keefektifan implementasi SMM ISO 9001: 2008 di SMA Negeri Kabupaten Sleman mencapai 85,89% dan kesenjangan 14,11% dengan kriteria “Efektif”. (2) Kendala implementasi: keterbatasan dana; pola pikir dan etos kerja yang rendah; lemahnya komitmen dan respon guru; penyimpanan dan penomoran dokumen yang belum efektif; perbedaan format dokumen. (3) Solusi sekolah: penetapan skala prioritas; meningkatkan kesiapan QMR; meningkatkan pelatihan awareness ISO; meningkatkan peran pengendalian dokumen; menyederhanakan penomoran dokumen; bekerjasama dengan tim.Kata Kunci: keefektifan, Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001: 2008 THE EFFECTIVENESS OF IMPLEMENTATION ISO 9001:2008 QUALITY MANAGEMENT SYSTEM (QMS) IN SMA NEGERI KABUPATEN SLEMANAbstractThis study aims to determine the level of effectiveness, obstacles encountered, and school solution to overcome the obstacles in the implementation of the Quality Management System (QMS) ISO 9001: 2008 in SMA Sleman. It is an evaluation research with Discrepancy Provus model with quantitative approach. The instruments of data collection were the questionnaire and interview guides. The validity of the instruments was logical and empirical. Empirical validity was measured by Point Biserial in which the reliability was measured by Kuder-Richardson. The data analysis technique was the percentage. The results: (1) The effectiveness of implementing ISO 9001: 2008 QMS in SMA Negeri Kabupaten Sleman is 85.89% and the discrepancy is 14.11 % with criteria of “Effective. (2)  The obstacles: limited funds; the lake of mindset and work ethic; weak commitment and response of the teachers; ineffective document storage and numbering; different document format. (3) Solutions: determination of priority scale; readiness of QMR; improvement of training of ISO awareness and document handling role; simplification of document numbering; cooperation with the team.Keywords: effectiveness, ISO 9001: 2008 Quality Management System (QMS)
Peningkatan Mutu Sekolah melalui Manajemen Hubungan Masyarakat Rachmat Satria; Achmad Supriyanto; Agus Timan; Maulana Amirul Adha
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/amp.v7i2.26018

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan, (1) manajemen hubungan masyarakat dengan sekolah, (2) prosedur operasional hubungan masyarakat di sekolah, dan (3) peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualititatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di SMPN 15 Malang. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini yakni (1) manajemen hubungan masyarakat dalam peningkatan mutu sekolah secara internal maupun eksternal meliputi dimensi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pihak sekolah dalam merancang program-program sekolah, (2) prosedur operasional hubungan masyarakat di sekolah meliputi pertemuan kepala sekolah dengan komite dan masyarakat dalam mensosialisasikan citra sekolah serta pengadaan infrastruktur sarana dan prasarana pendidikan, pertemuan unsur sekolah dengan orang tua peserta didik untuk pengambilan buku raport siswa, mengatur strategi hubungan kerjasama unsur sekolah seperti; perkemahan, gotong royong, visit school, serta kegiatan perlombaan, dan mengatur koordinasi hubungan kerjasama antar lembaga pendidikan terhadap feedback penyelenggaraan program kerja sekolah, dan (3) peran pemimpin sekolah yakni dengan mengaplikasikan konsep manajemen pendidikan, serta monitoring pada setiap aspek komponen manajemen pendidikan di sekolah.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI Agus Tri Susanto; Muhyadi Muhyadi
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/amp.v4i2.8029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam pengembangan kompetensi profesional guru di SMP Negeri 4 Pakem Kabupaten Sleman terkait dengan peran kepala sekolah dan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi program pengembangan kompetensi profesional guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan model Miles Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) perencanaan pengembangan kompetensi profesional guru dilakukan dengan pembentukan team; (2) jenis pengembangan kompetensi profesional guru yaitu penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran; (3) melakukan evaluasi dengan membuat form/angket penilaian guru terhadap proses pembelajaran di kelas yang diisi oleh siswa; (4) peran kepala sekolah sebagai: (a) pendidik; (b) manajer; (c) administrator; (d) supervisor; (e) peran sosial (f) penggiat kewirausahaan; (g) pemimpin; dan (h) pencipta iklim. Kata kunci: peran kepala sekolah, pengembangan, kompetensi profesional guru THE PRINCIPAL’S ROLE IN DEVELOPING TEACHER COMPETENCY IN PUBLIC JUNIOR HIGH SCHOOL Abstract This study aims to describe the principal's role in developing professional competence of teachers in SMP Negeri 4 Pakem Sleman, related to the role of principal’s and the planning, implementation, evaluation of teacher professional competence development program. This study used a qualitative approach, with a case study type. The research data were collected through observation, interviews and study documentation. The data analysis is model of Miles Huberman, which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. Results of the study: (1) the planning of teachers professional competence development is done by forming a team; (2) the type of teachers professional competence development is mastery the Information and Communication Technology (ICT) in learning; (3) evaluates by making a form/questionnaire assessment of the teachers in the classroom learning process which is filled by the students; (4) the principal's role as (a) educators; (b) manager; (c) administrator; (d) supervisor; (e) social role; (f) leader; (g) entrepreneur; dan (h) creator of the climate. Keywords: the role of principal’s, development, professional competence of teachers
Dimensi kompetensi manajerial kepala sekolah SDN 006 dan SDN 008 Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan H. Hamzah
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/amp.v5i1.9294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dimensi kompetensi manajerial dan periodisasi Kepala Sekolah SD Negeri 006 dan SD Negeri 008 Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, Pengawas dan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Kuala Kampar. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi serta dianalisis secara kualitatif menggunakan teknik analisis data model interaktif Miles Huberman. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) implementasi dimensi kompetensi manajerial kepala sekolah di kedua SD belum terlaksana dengan baik; (2) faktor-faktor kendala pelaksanaan dimensi kompetensi manajerial kepala sekolah di kedua SD yaitu: (a) jarak antara sekolah dengan kota menjadi penghambat program-program sekolah; (b) kurangnya sarana dan prasarana untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah; (c) Kepala sekolah telah bertugas lebih 25 tahun tanpa adanya periodisiasi jabatan sehingga motivasinya rendah; (d) Kepala sekolah belum memiliki kompetensi sesuai dengan Permendiknas; (e) kurang kerja sama antara kepala sekolah dengan bawahannya; (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi periodisasi jabatan kepala sekolah: (a) permohonan dari tokoh masyarakat di lingkungan sekolah kepada Kepala UPTD Kecamatan Kuala Kampar karena kepala sekolah dianggap sebagai salah satu tokoh yang dibutuhkan oleh masyarakat; (b) ada kekhawatiran kepala sekolah baru tidak dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan masyarakat; (c) ada kekhawatiran timbulnya dampak sosial di masyarakat apabila kepala sekolah tetap diganti.Kata kunci: kompetensi manajerial, kepala sekolah THE DIMENSIONS OF MANAGERIAL COMPETENCE OF THE HEADMASTER OF SDN 006 AND SDN 008 KUALA KAMPAR SUBDISTRICT, PELALAWANAbstractThe purpose of this research is to describe the implementation of Managerial Competence and Periodization of The Headmasters of SD Negeri 006 and  SD Negeri 008, Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan. It is a qualitative research with a case study. The subject of the research is the headmaster, teachers, Supervisor and the Head of UPTD of Kecamatan Kuala Kampar. The data were collected through interview, observation, and documentation which were also analyzed qualitatively using an interactive model data analysis technique by Miles Huberman. The results of the research are as follows: (1) the implementation of managerial competence of the headmasters of both schools has not been implemented well yet suited to the indicator of managerial standard competence; (2) the factors inhibiting the implementation of managerial competence in both schools are as follows: (a) the location of the schools is far from the city which inhibit the school programs; (b) the lack of means and infrastructures to support the teaching and learning processes at schools; (c) the lack of motivation by the headmasters. The headmasters had been in charge for 25 years without any periodization of the position, (d) the headmasters do not have a standard competence of headmaster according to the government regulation; (e) the lack of coordination and cooperation between the headmasters and their subordinates; (3) the factors affecting the periodization of headmaster position: (a) the request from the public figure in the school environment to the Head of UPTD of Kecamatan Kuala Kampar, since the headmaster is one of the figures needed by the society; (b) there is a worry from UPTD that a new headmaster will not be able to adapt to the environment of the society; (c) There is a worry from UPTD for the social impact arises in the society if the headmaster is replaced.Keywords: managerial competence, headmaster
Manajemen kelas dalam pembelajaran matematika di SMA Negeri Yogyakarta Nisak Ruwah Ibnatur Husnul; Heri Retnawati
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/amp.v5i2.15655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen kelas yang berupa perencanaan, pengorganisasian, penggerakan/kepemimpinan dan pengevaluasian dari pembelajaran matematika yang dilakukan oleh guru matematika di SMA Negeri Yogyakarta. Dengan menggunakan penelitian kualitatif jenis studi kasus ini dilakukan di SMA Negeri 5, 8 dan 9 Yogyakarta dengan subjek data adalah kepala sekolah, guru kurikulum, guru matematika dan siswa. Untuk teknik pengumpulan datanya dengan pedoman observasi dan pedoman wawancara yang dilakukan dengan proses triangulasi dan teknik analisisnya menggunakan analisis induktif dari Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen kelas dalam pembelajaran matematika yaitu (1) perencanaannya dengan penyusunan seperangkat pembelajaran mendatangkan ahli pada MGMP, memberikan waktu 10 menit untuk sarapan dan melakukan pengujian pretest. (2) Pengorganisasianya dengan pendekatan cooperative learning, pendekatan scientific, menekankan siswa yang pasif dan ketika siswa jenuh, guru mengajak bernyanyi. Guru memanfaatkan alat peraga yang mudah dicari dengan melibatkan siswa untuk praktek langsung serta memanfatkan media youtube. (3) Kepemimpinannya dengan guru menguasai keadaan peta kelas, menghafal nama siswa, membangunkan untuk sholat tahajud, memancing siswa untuk aktif dengan memberikan soal susah, memberikan reward dan cerita motivasi melalui youtube. (4) Evaluasi dengan guru melakukan pendekatan kepada siswa dan memiliki program bimbingan individu untuk siswa yang tidak memperhatikan pada saat pembelajaran dan siswa yang tidak menyukai matematika dari awal.Kata kunci: manajemen kelas, pembelajaran matematika CLASSROOM MANAGEMENT IN MATHEMATICS LEARNING AT SENIOR HIGH SCHOOLS IN YOGYAKARTA MUNICIPALITYAbstractThe research aims at finding out the classroom management that such as planning, organizing, actuating/ leadership and evaluating of learning mathematics which is done by mathematics teachers in Senior High Schools (SHS) in Yogyakarta Municipality. By using qualitative research in the form of case study research, this research was conducted at SHS 5, 8, and 9 Yogyakarta with the headmasters, curriculum teachers, mathematics teachers, and students as the subjects of the research. For the technique of collecting data used observation guide and interview guide which was done by using triangulation process and the technique of analyzing the data used inductive analysis by Miles and Huberman. The result of the research reveal that classroom management in learning mathematics, namely (1) the planning by arranging a set of teaching and learning and conducing an expert from mathematics teacher organization (MGMP), giving 10 minutes for breakfast, and conduct a pretest. (2) The organization uses cooperative learning approach, scientific approach, encouraging passive students and when the students were getting bored, the teachers asks to sing a song. They use powerpoint by using appropriate animation, utilizing the tools which are easy to look for and involving students to practice directly and utilizing media such as youtube. (3) The leadership is indicated by teachers mastering the map situation of the class, memorizing the students’ names, waking up for tahajud prayer, enhancing students to be active by providing difficult tasks, giving rewards and telling the motivational stories through video. (4) The evaluation is by teachers approaching toward the students and having individual guidance program for students who do not pay attention to teaching and learning process and the students who dislike mathematics from the beginning.Keywords: classroom management,  teaching and learning mathemathics
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyelesaian Masa Studi Program Pascasarjana di Institut Pertanian Bogor Dina Yuniar; Heti Mulyati; Eko Ruddy Cahyadi
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/amp.v7i2.25084

Abstract

Rata-rata penyelesaian masa studi program magister Sekolah Pascasarjana di Institut Pertanian Bogor kurang dari dua tahun (17,5%). Oleh karena itu, faktor-faktor yang mempengaruhi baik dari aspek internal maupun eksternal perlu dikaji. Faktor internal berasal dari dalam diri mahasiswa yang meliputi kemampuan akademik dan motivasi. Faktor eksternal mencakup faktor lingkungan dan pembimbing saat menyelesaikan tugas akhir. Pengambilan data dan informasi menggunakan instumen kuesioner yang terstruktur terhadap lulusan program magister. Analisis menggunakan analisis deskriptif, analisis faktor, dan regresi linier berganda. Penyelesaian masa studi meliputi faktor-faktor kualitas pembimbingan, pelayanan dan lingkungan, kemampuan mahasiswa, motivasi, responsif serta gelar dan prestis. Analisis lebih lanjut menunjukkan penyelesaian masa studi sangat terkait dengan faktor-faktor eksternal yang berasal dari luar seperti layanan pendidikan dan faktor lingkungan, di antaranya lingkungan kampus yang bersih dan hijau, lingkungan belajar yang tenang dan nyaman. Responsif terhadap feedback dari pembimbing untuk segera memperbaiki tesis secara intens dan tepat waktu merupakan faktor internal.
Evaluasi program wajib belajar 12 tahun pemerintah daerah Kota Yogyakarta Yenny Merinatul Hasanah; Cepi Safruddin Abdul Jabar
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/amp.v5i2.8546

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi: (1) pelaksanaan program (2) pencapaian tujuan program, dan(3) hambatan-hambatan pelaksanaan program wajibbelajar 12 tahun di Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Model evaluasi yang digunakan adalah discrepancy evaluation program. Hasil penelitian program wajib belajar 12 tahun di Kota Yogyakarta bukan Compulsory Education, tetapi lebih merupakan Basic Education Program (BEP) yang didasari Universal Besic Education (UBE) yang pada hakekatnya berarti penyediaan akses yang sama untuk mengikuti pendidikan dasar terhadap anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan Program Wajib Belajar 12 Tahun: (a) kecukupan tanaga pendidik belum terpenuhi pada jenjang SD, (b) ketersediaan sarana  prasarana belum terpenuhisecara keseluruhan, dan(c) ketersediaan pembiayaan pendidikan sudah terpenuhi. (2) pencapaian tujuan program wajib belajar 12 tahun: (a) meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah (APS), (b) mengurangi Angka Putus Sekolah (APS), (c) meningkatkan Angka Melanjutkan (AM), (d) program wajib belajar sudah dapat meningkatkan anak lulus minimal SMA/SMK dan sederajat, dan (e) terwujudnya perluasan akses dan pemerataan pendidikan untuk semua. (3) Hambatan-hambatan Program Wajib Belajar 12 Tahunadalah: (a)rendahnya daya beli/tingkat partisipasi masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan, (b) rendahnya minat anak dan kesadaran orang tua kurang terhadap pentingnya pendidikan untuk masa depan, (c) masih adanya anak putus sekolah di Kota Yogyakarta (d) sosialisasi program wajib belajar 12 tahun kurang maksimal, dan (e) tidak tepatnya subsidi (KMS) pemerintah Kota Yogyakarta.Kata kunci: evaluasi, pelaksanaan program,tujuan program, hambatan program AN EVALUATION OF THE 12 YEAR COMPULSORY EDUCATION PROGRAM OF THE CITY GOVERNMENT OF YOGYAKARTAAbstractThis study aims to: (1) evaluate the implementation (2) achievement of the purpose, and (3) obstacles in the implementation of the 12 year compulsory education program in Yogyakartacity.This study is an evaluation using the qualitative approach.Model used in this research is discrepancy evaluation model. The results of this study that the 12-year compulsory education program Yogyakarta instead of Compulsory Education, but rather the Basic Education Program (BEP) which is based on the Universal Besic Education (UBE) which essentially means providing equal access to basic education.(1) Theresults indicate that in the implementation of the 12 year compulsory education program: (a) the adequacyof educators isnot met, (b) the infrastructure is not ready, and (c) the educational funding isready. (2) The purpose the 12 yearcompulsory education program in the city of Yogyakarta is: (a) to improvethe welfare of the community, (b) to relieve the burden of education costs, (c) to make effort for students to pass a minimum of SMA/SMK and equal, (d) to increase enrollment rates, and (e)to expandaccess and equity in education for all. (3) The obstacles in the implementation of the 12 year compulsory education program are: (a) the low purchasing power and public participation in the funding of education, (b) the low interest in children and awareness of parents about the importance of education for the future, (c) theschool drop out of children in the city of Yogyakarta, (d) the minimum socialization of 12 years compulsory education, and (e) the lack of accuracy (KMS) of government subsidies.Keywords: evaluation,program implementation,program objectives, program constraintsv