cover
Contact Name
Dr. Evi Mu'afiah
Contact Email
muafiahevi@gmail.com
Phone
(0352) 481277
Journal Mail Official
-
Editorial Address
LPPM IAIN Ponorogo Jl. Pramuka No.156 Ponorogo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam
ISSN : 19076371     EISSN : 25279254     DOI : -
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam is a journal based on Islamic research published by Institute for Research and Community Services, State Islamic Institute of Ponorogo. This journal first published in 2007 to facilitate the publication of research, articles, and book review. The Journal issued biannually in June and December.
Articles 411 Documents
PERAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN PONOROGO Rofiah, Khusniati
Kodifikasia Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Kodifikasia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah bentuk pemberdayaan ekonomi umat adalah denganmengembangkan kewirausahaan yang dilakukan oleh rakyat kecilyang sering disebut dengan istilah usaha kecil mikro (UKM). LembagaKeuangan Mikro (LKM) merupakan lembaga keuangan yang secaranaluriah lebih cocok dengan UKM, dikarenakan menyediakan jasajasakeuangan bagi penduduk yang berpendapatan rendah dantermasuk dalam kelompok miskin. Di kabupaten Ponorogo, lembagakeuangan mikro yang banyak berperan dalam pemberdayaan ekonomimasyarakat adalah BMT dan KSP. Dalam hal ini yang dijadikansampel adalah BMT Surya mandiri dan KSP Baku Makmur.Hasil penelitian menunjukkan pemberdayaan ekonomi umat yangdilakukan oleh BMT Surya Mandiri dalam bentuk penghimpunandan penyaluran dana (pembiayaan) masuk dalam tahapan inisiatorsaja, belum masuk pada tahapan fasilitator dan pendampingan.Sedangkan pemberdayaan ekonomi umat yang dilakukan olehKSP Baku Makmur selain dalam bentuk penghimpunan danpenyaluran dana, juga pemberdayaan dalam bentuk pembinaandan pendampingan kelompok ekonomi perempuan berkaitan denganmanajemen usaha anggota dan ekonomi rumah tangga. Dalamhal ini pemberdayaan yang dilakukan KSP Baku Makmur sudahmasuk tahapan inisiator, fasilitator dan pendampingan. Proseduralpemberian pembiayaan atau pinjaman produktif bagi UKMdi BMT Surya mandiri maupun di KSP Baku Makmur sangatmudah dan cepat, walaupun keduanya mewajibkan persyaratanadanya jaminan. Dalam melakukan pembiayaan terhadap UKM,BMT Surya mandiri menggunakan sistem mud}a>rabah, denganmenentukan besarnya bagi hasil berdasarkan besarnya pokokpinjaman bukan laba. Sementara KSP Baku makmur menggunakan sistem bunga yang ringan. Dampak pemberdayaan ekonomi yangdilakukan oleh BMT maupun KSP adalah secara tidak langsungdapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakanlapangan kerja.
ANALISIS RENTABILITAS BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA prasetiyo, Luhur
Kodifikasia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Kodifikasia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rentabilitas bank merupakan salah satu faktor untuk menilai kinerja sebuahbank. Faktor ini bertujuan untuk melihat sejauh mana ke mampuan bankuntuk menghasilkan laba. Artikel ini berusaha meng  analis rentabilitas bankumum syariah di Indonesia pada tahun 2011. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif deskriptif dengan meneliti bank yang berjenis BankUmum Syariah (BUS) dan yang di teliti adalah semua Bank Umum Syariahyang beroperasi pada tahun 2011 yang berjumlah 11 BUS. Hasil analisismenunjukkan  bahwa  rata-rata  rasio  NOM  bank  syariah  pada  tahun2011 sebesar 1,90%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standardBI berada pada peringkat 3. Artinya, kemampuan aktiva produktif banksyariah dalam menghasilkan laba rata-rata cukup tinggi. Sementara padakomponen ROA, rata-rata rasio ROA bank syariah sebesar 1,81%. Nilaise besar itu kalau dilihat sesuai dengan standard BI berada pada peringkat1.  Arti nya,  keberhasilan  manajemen  dalam  meng hasilkan  laba  sangattinggi.Di sisi lain, pada komponen REO, rata-rata rasio REO bank syariahse besar  80,75%.  Nilai  sebesar  itu  kalau  dilihat  sesuai  dengan  standardBI berada pada peringkat 1. Artinya, efisiensi kegiatan operasional banksyariah  sangat  tinggi.  Sementara,  pada  komponen  IGA,  rata-rata  rasioIGA bank syariah sebesar 92,48%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuaidengan standard BI berada pada peringkat 1. Artinya, aktiva bank syariahyang bisa meng hasilkan pendapatan sangat tinggi. Dan dari hasil analisis,semua bank umum syariah menempati peringkat 1 pada komponen ini. Padakomponen  terakhir,  diversifikasi  pendapatan,  rata-rata  rasio  diversifikasipendapatan  bank  syariah  sebesar  9,50%.  Nilai  sebesar  itu  kalau  dilihatsesuai dengan standard BI berada pada peringkat 2. Artinya, kemampuanbank syariah dalam menghasilkan pen dapatan dari jasa berbasis fee tinggi.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PRODI AL-AHWAL AL-SYAKHSHIYYAH KE ARAH KOMPETENSI SYARIAH DAN KEBUTUHAN MASYARAKAT Sabiq, Fairus; Mardian, Andi; Zuhror, Diana; Widodo, Aris
Kodifikasia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Kodifikasia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas Pengembangan Kurikulum Program Studi al-Ahwalal-Syakhshiyyah Jurusan Syari’ah Fakultas Syari’ah dan Ekonomi IslamInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta ke Arah KompetensiSyari’ah dan kebutuhan masyarakat dengan menganalisispengembangankurikulum Program Studi al-Ahwal al-Syakhshiyyah. Modelpengembangankurikulum yang dibutuhkan program studi al-Ahwal al-Syakhshiyyah adalah pengembangan kurikulum yang berbasis kompetensisyariah. Saat ini, kurikulum dalam program studi ini ada yang mendukungke arah kompetensi syari’ah dan kebutuhan masyarakat, tetapi ada jugakurikulum yang terdiri dari sebaran mata kuliah dan praktikum yangsama sekali tidak mendukung dua tuntutan tersebut. Kurikulum yangtidak mendukung hanya berupa ilmu pengetahuan bagi mahasiswa secaraumum, bukan untuk mahasiswa program studi ini, misalnya mata kuliahIlmu Alamiah Dasar. Seharusnya sebaran mata kuliah dan praktikumyang mendukung kompetensi syariah dan kebutuhan masyarakat harusdiperkuat kembali dan ditambahkan sesuai visi dan misi program studi,serta mengurangi mata kuliah dan praktikum yang kurang mendukungkompetensi syariah dan kebutuhan masyarakat. Misalnya,memperkuatmata kuliah perkawinan atau keperdataan Islam dengan bobot sks yanglebih, dosen yang kompeten, serta praktikum yang bersifat reguler bukansimultan.
HUMAN AGENT DALAM TRADISI FIKIH: Studi Relasi Hukum Islam dan Moralitas Perspektif Abou El Fadl Rahmanu, Abid
Kodifikasia Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Kodifikasia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ingin menguak bagaimana kontruksi human agent dikembangkan olehAbou El Fadl dalam rangka membangun relasi hukum Islam dan moralitas, dan apasandaran teologis dan epistemologis Abou El Fadl dalam mengidealisasikan humanagent dalam tradisi hukum Islam. Jawaban-jawaban terhadap pertanyaan ini menurutpenulis sangat penting karena paling tidak dua hal: pertama, karena masih relatifkeringnya wacana moralitas dalam kajian hukum Islam. Hal ini dikarenakan keyakinanbahwa kedaulatan hukum secara mutlak ada di tangan Tuhan, dan tiada pilihan bagimanusia kecuali ketaatan secara harfiyah terhadap teks hukum. Kedua, perlunyamengaitkan hukum Islam dengan basis teologis untuk menunjukkan pentingnyainterkoneksi hukum Islam dengan keilmuan lain untuk menunjukkan pada the body ofknowledge yang komprehensif dan utuh tentang Islam. Penelitian ini merupakanpenelitian kepustakaan dengan menjadikan buku-buku Abou El Fadl sebagai referensiprimer. Dengan paradigma verstehen dan interpretative understanding, dan pendekatanteks, serta teori human agent, data akan diolah, dianalisa dan ditafsirkan sesuai rumusanmasalah penelitian. Penelitian ini menyimpulkan: pertama, hukum Islam menurut AbouEl Fadl dimediasi oleh human agency (perwakilan manusia atau khalifatullah). Dalamkonteks hukum Islam human agency bersifat kolektif sebagaimana tidak ada institusikependetaan dalam Islam. Human agency dalam konteks hukum Islam lebih banyakdibawa oleh Abou El Fadl pada moral agency. Kedua, Persepsi teologis Abou El Fadlsebagai bangunan dasar pemikiran hukum Islamnya lebih dekat dengan paham teologisMu’tazilah sebagaimana kecenderungannya pada rasionalitas dan kebebasan bertindak.
PENGARUH KEMAMPUAN PENALARAN LOGIKA MATEMATIKATERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH DI STAIN PONOROGO Hidayati, Kurnia
Kodifikasia Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Kodifikasia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan penalaran Logika Matematika sangat diperlukan dalam menerapkanaturan-aturan pemikiran yang tepat terhadap persoalan-persoalan konkrit yangdihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang terbiasa berpikir logisbiasanya akan melakukan segala tindakannya berdasarkan logika, bukan karenamenuruti perasaan atau emosi semata. Bagi mahasiswa, kemampuan penalaranLogika Matematika dapat mempermudah mereka dalam memahami materi-materimata kuliah, baik mata kuliah Matematika maupun mata kuliah lainnya.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kemampuan penalaran LogikaMatematika mahasiswa PGMI di STAIN Ponorogo; (2) mengetahui prestasibelajar mahasiswa PGMI di STAIN Ponorogo; (3) mengetahui adanya hubunganyang positif dan signifikan antara kemampuan penalaran Logika Matematika danprestasi belajar mahasiswa PGMI di STAIN Ponorogo dan (4) mengetahuiadanya pengaruh kemampuan penalaran Logika Matematika terhadap prestasibelajar mahasiswa PGMI di STAIN Ponorogo.Hasil penelitian menunjukkanbahwa (1) kemampuan penalaran Logika Matematika mahasiswa PGMI di STAINPonorogo termasuk kategori sedang dengan skor antara 64,432 – 94,662sebanyak 72 orang responden (75,79 %); (2) prestasi belajar mahasiswa PGMI diSTAIN Ponorogo termasuk kategori sedang dengan skor antara 2,602 – 3,504sebanyak 62 orang responden (65,26 %); (3) terdapat hubungan yang positif dansignifikan antara kemampuan penalaran Logika Matematika dan prestasi belajarmahasiswa PGMI di STAIN Ponorogo dan (4) terdapat pengaruh kemampuanpenalaran Logika Matematika terhadap prestasi belajar mahasiswa PGMI diSTAIN Ponorogo.
Menggugat Perkawinan: Transformasi Kesadaran Gender Perempuan dan Implikasinya terhadap Tingginya Gugat Cerai di Ponorogo Ulfah, Isnatin
Kodifikasia Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Kodifikasia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena tingginya gugat cerai di Ponorogo sudah melampauiprilaku perceraian konvensional, talak. Hingga medio Juli 2010,dari 789 kasus perceraian yang terjadi di Ponorogo, 483 kasusmerupakan gugat cerai, sisanya 306 cerai talak. Fenomena inimenarik untuk diteliti, mengingat selama ini dalam tradisi keluargakonvensional, perempuan selalu menjadi objek perceraian, bahkankorban perceraian. Meskipun fakta di persidangan, sebagaimanadilansir Humas Pengadilan Agama Ponorogo, menunjukkanbahwa faktor penyebab tingginya gugat cerai adalah kemandirianekonomi perempuan, tapi menurut asumsi penulis kemandiriandan persoalan ekonomi bukanlah faktor yang sebenarnya. Adafakta yang lebih dalam dari sekedar persoalan ekonomi, yaitukesadaran dan pemahaman gender pelaku gugat cerai yang sudahmengalamai transformasi. Dalam konteks inilah, penelitian inimerumuskan pertanyaan mendasar: Apakah keputusan gugatcerai ditentukan oleh tingkat pemahaman dan kesadaran genderpelakunya, dan bagaimana persepsi perempuan subyek gugatcerai terhadap relasi gender? Menggunakan metode kualitatif,penulis melakukan riset terhadap 5 informan subyek gugat cerai.Pendekatan fenomonologis dan perspektif feminis digunakan untukmembaca dan menganalisis data-data lapangan yang diperolehdari hasil in-dept inteviw dan observasi berperan serta. Hasil risettersebut menghasilkan kesimpulan: Keputusan gugat cerai sangatditentukan oleh transformasi pemahaman dan kesadaran genderpara pelakunya. Mereka menolak semua jenis ketidakadilan gender--stereotipe, diskriminasi, subordinasi, marjinalisasi, dan kekerasan berbasis gender. Meskipun begitu, para informan tetap memandanglembaga perkawinan sebagai lembaga yang sakral karena merekapada umumnya mendambakan perkawinan menjadi lembaga yangadil bagi perempuan.
RITUA L DI MAKAM KI AGENG BESARI TEGA LSARI JETIS PONOROGO Djuhan, Muhammad Widda
Kodifikasia Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Kodifikasia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena ziarah makam merupakan tradisi turun-temurun dansudah berakar kuat di kalangan umat Islam. Meskipun muncul kritikyang mencurigai praktek semacam itu dapat menodai tauhid, tetapidalam faktanya kegiatan mengunjungi makam-makam tidak pernahpudar sama sekali bahkan cenderung makin ramai terutama setelahterbukti makin ‘keramat’-nya makam yang diziarahi itu. Penelitianlapangan yang mengambil lokasi di makam Ki Ageng BesariTegalsari Jetis di Ponorogo ini menyoroti bentuk-bentuk keyakinandan ritual yang dipraktekkan para peziarah. Kenyataannya,kepercayaan peziarah memang sangatlah mengkeramatkan makamKi Ageng Besati tegalsari tersebut. Meskipun demikian, kepercayaantersebut tidaklah tunggal karena sangat tergantung pada polapikir, pemahaman keagamaan dan tradisi yang melingkupinya.Penelitian ini sampai pada kesimpulan adanya tiga model kategori;kepercayaan yang berbasis pada pola tradisional Islam, kepercayaanmistis yang berbasis pada tradisi, dan kepercayaan yang berdasarpada pemikiran-rasional belaka. Berbagai ragam kepercayaan inimenunjukkan bahwa kita tidak bisa membuat klaim-klaim sepihakkepada para peziarah makam.
MENUNDA PERNIKAHAN DALAM ISLAM Kontruksi Sosial Pelaku Telat Nikah Pada Masyarakat Cisayong Kabupaten Tasikmalaya Sudrajat, Ajat
Kodifikasia Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.097 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v8i1.788

Abstract

Perkawinan merupakan suatu ibadah bagi umat Islam di mana hukumnya bervariasi, dari mubah, sunat, wajib, makruh, dan haram. Perkawinan termasuk pranata sosial yang menjadi inti dalam institusi sosial. Perilaku telat nikah di Desa Cikadu dan Purwasari, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya merupakan fenomena sosial yang menarik untuk di teliti. Kehidupan sosial keagamaan mereka sangat kondusif dan termasuk komunitas santri. Namun dalam hal melaksanakan ibadah berupa nikah yang memiliki berbagai kelebihan dan bagian terpenting dalam hidup serta memberikan status sosial yang prestis, banyak yang menundanya. Inilah yang menjadi latar belakang penelitian yang dilakukan di lokasi tersebut. Penelitian ini mengkaji masalah utama tentang penyebab perilaku telat nikah. Agama Islam merupakan suatu fenomena sosial. Sebagaimana agamaagama lain, Islam memiliki dimensi individual, di samping bersifat sosial. Karena itu, agama berada dalam aktivitas personal, intelektual, kesadaran, sekaligus dalam hal-hal tententu yang merupakan suatu pranata dan struktur sosial yang sangat mempengaruhi tindakan sosial, serta merupakan suatu faktor lingkungan yang menghasilkan akibat-akibat sosial. Ajaran agama Islam yang berkaitan dengan pernikahan adalah contohnya. Beberapa teori yang dipandang dapat membantu dalam menganalisis fenomena "telat nikah" dalam masyarakat Cisayong Tasikmalaya adalah teori evolusi dari August Comte. Teori ini mengungkap proses pemahaman dalam perkembangan masyarakat. Ada tiga tahap perkembangan masyarakat dari tahap primitif (teologis) ke tahap peralihan (metafisis), dan terakhir adalah tahap ilmiah (positivistis). Penelitian lapangan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Konstruksinistik. Penggalian data dilakukan dengan wawancara secara mendalam didukung observasi secara seksama agar mendapatkan makna yang sebenarnya sesuai dengan tujuan penelitian. Jawaban tentang beberapa hal yang berkaitan dengan telat nikah semuanya sesuai dengan hukum Islam dan rata-rata menggunakan argumen atau didasarkan kepada agama. Selain itu, jawaban mereka sesuai juga dengan nilai-nilai sosial yang menunjukkan kebaikan perilaku hidup rumah tangga. Keyakinan kepada agama yang mengharuskan untuk menikah dikalahkan oleh pertimbanganpertimbangan ekonomi berupa pertimbangan efektifitas dan efisiensi. Ini menunjukkan bahwa pemikiran dan keyakinan terhadap agama telah mengalami pergeseran, dari metafisik ke positivistik.
Pemberdayaan Madrasah Dan Standarisasi Pendidikan Tela'ah Kritis Terhadap Partisipasi STAIN Dalam Pemberdayaan Madrasah Aliyah Di Kabupaten Ponorogo Choiri, Moh. Miftachul
Kodifikasia Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.531 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v5i1.758

Abstract

Madrasah  sebagai  lembaga  pendidikan  yang  berciri  khas  Islam  sangat menarik  perhatian  dalam  rangka melaksanakan  cita-cita  pendidikan nasional,  bukan  semata-mata  karena  faktor  jumlah  peserta  didiknya yang signifikan tetapi juga karakteristik madrasah yang relevan dengan semangat reformasi sistem pendidikan nasional. (pemerataan, education for all, desentralisasi, dll). Di tengah-tengah upaya pemerintah menggulirkan kebijakan  tentang  desentralisasi  pendidikan,  madrasah  sudah  sangat terbiasa dengan esensi kebijakan tersebut. Karena kebanyakan madrasah lahir dari masyarakat (swasta) untuk memenuhi kebutuhan pendidikan agama  anak-anak  mereka.  Dalam  sejarah  perkembangannya  yang panjang, madrasah memiliki banyak hal yang positif dan negatif. Sisi positif madrasah, di antaranya adalah lembaga pendidikan ini lahir dari masyarakat bawah dan terbiasa mandiri. sisi negatif, antara lain adalah berkembangnya sikap ortodoksi yang ditunjukkan sebagian besar madrasah akibat  adanya  perlakuan  yang  diskriminatif   dari  pemerintah  kolonial dan Orde Baru. Namun di saat madrasah dihadapkan pada kebijakan standarisasi pendidikan melalui PP. 19 Tahun 2005, banyak persoalan yang menyeruak dan perlu dipecahkan oleh madrasah. Melalui penelitian ini, peneliti ingin melihat persiapan Madrasah Aliyah menyongsong era standarisasi pendidikan dan bagaimana peran perguruan tinggi agama Islam,  dalam  membantu  madrasah  menghadapi  penerapan  kebijakan tentang standarisasi pendidikan.
PEMIKIRAN AHMAD IBN ZAYNI DAHLAN DALAM ASNA AL-MATALIB FI NAJAH ABI TALIB MENGENAI KEIMANAN ABU TALIB Rofiq, Ahmad
Kodifikasia Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.238 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v11i1.1132

Abstract

Al-Sayyid Ah{mad ibn Zayni> Dah{la>n yang dilahirkan di Makkah pada 1232 H (1816 M) dan wafat di Madinah pada 1304 H (1886 M) menuangkan penjelasannya mengenai keimanan Abu> T{a>lib di dalam karyanya yang berjudul Asna> al-Mat}a>lib fi< Naja>h Abi> T{a>lib. Argumentasi-argumentasi yang menunjukkan kepada keimanan Abu> T{a>lib adalah bahwa [1] Abu> T{a>lib sengaja merahasiakan keimanannya kepada kenabian Nabi Muhammad saw semata-mata untuk melindungi Nabi Muhammad saw beserta perjuangan dakwahnya, [2] Abu> T{a>lib mendapatkan syafa?at yang dijanjikan oleh Nabi Muhammad saw, dan [3] Abu> T{a>lib menyatakan dirinya sebagai pengikut agama yang dianut oleh ayahnya, ?Abd al-Mut}t}alib, yakni agama h}ani>f  yang mengesakan Allah Swt. Dengan mempunyai pemahaman yang tepat mengenai keimanan Abu> T{a<lib, maka setiap orang yang beriman dapat menerapkan keyakinan teologisnya secara inklusif karena orang tersebut dalam berteologi tidak mudah melemparkan tudingan kafir kepada orang lain yang berbeda mazhab, keyakinan, maupun agama. Di sinilah terletak urgensi teologi inklusif dalam mengikis radikalisasi agama. Selain itu, orang tersebut dapat menciptakan suasana kehidupan beragama di lingkungan sekitarnya secara damai penuh dengan kerukunan sehingga terhindar dari konflik keagamaan. Pengajaran sejarah Islam hendaknya disampaikan dengan pendekatan yang tepat sehingga mampu menampilkan pencerahan yang mengantarkan pada sikap keberagamaan yang mendatangkan kedamaian bagi seluruh lapisan masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang keyakinan dan mazhab keagamaan.

Page 4 of 42 | Total Record : 411