cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3 (2021)" : 57 Documents clear
STUDENTS’ MATHEMATICAL REASONING: HOW COULD IT BE THROUGH MHM-PROBLEM BASED STRATEGY AIDED INTERACTIVE MULTIMEDIA? Runisah Runisah; wiwit Damayanti Lestari; Nurfadilah Siregar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.877 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3783

Abstract

AbstractThis study aims to determine students' mathematical reasoning ability using Mathematical Habits of Mind-Problem based Strategy (MHM-PB) strategy aided interactive multimedia and to analyze students' difficulties in solving mathematical reasoning ability tests.  This research was carried out using the quasi-experimental method with pre-test and post-test control group design. Data were obtained from 66 grade VII students at Indramayu Regency, Indonesia using an essay test with five problems on mathematical reasoning ability. Mathematical Habits of Mind-Problem Based Strategy aided Interactive Multimedia is used in experimental class and the other class received conventional strategy. The result showed that students’ mathematical reasoning using MHM-PB strategy aided interactive multimedia was better than the conventional strategy. There is no difference in mathematical reasoning abilities based on gender in students who use MHM-PB. Furthermore, some students still have difficulty making a conclusion, providing reasons or evidence for the answers they give, and checking the truth of a statement. Meanwhile, making generalizations is a difficulty that many students experience.
PENGARUH MODEL PROBLEM SOLVING DAN PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI SELF CONFIDENCE Syarifah Fadillah; Yadi Ardiawan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.674 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) membandingkan pengaruh model problem solving dan problem posing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis (KPMM) siswa, (2) mendeskripsikan pengaruh self confidence terhadap KPMM siswa, dan (3) menguji interaksi antara model pembelajaran dan self confidence terhadap KPMM siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan rancangan post-test-only-non-equivalent control design. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes KPMM dan angket untuk mengukur self confidence. Pengujian hipotesis penelitian, menggunakan teknik analisis variansi dua jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) model pembelajaran tidak berpengaruh terhadap KPMM siswa. Kedua model memberikan pengaruh yang hampir sama terhadap KPMM siswa, (2)  self confidence berpengaruh terhadap KPMM siswa. Siswa yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi memiliki KPMM yang lebih baik daripada siswa yang memiliki kepercayaan diri sedang dan rendah, dan (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran (problem posing dan problem solving) dan self confidence (tinggi, sedang, dan rendah) terhadap KPMM siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pada kedua model, KPMM siswa dengan self confidence tinggi lebih baik daripada siswa dengan self confidence sedang dan rendah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa model problem solving dan problem posing dapat digunakan guru di kelas guna menunjang KPMM siswa. Pembelajaran matematika di sekolah perlu diseting agar dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa, karena self confidence berpengaruh secara signifikan terhadap KPMM siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ANDROID BERBANTUAN SMART APPS CREATOR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Isnaini Mahuda; Ranny Meilisa; Anton Nasrullah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.271 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3912

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: a) menguji validitas media pembelajaran matematika berbasis Android berbantuan Smart Apps Creator  menurut para ahli materi dan media; b) menguji tingkat kepraktisan media pembelajaran matematika berbasis Android berbantuan Smart Apps Creator menurut mahasiswa pengguna; dan c) menguji tingkat efektivitas media pembelajaran matematika berbasis Android berbantuan Smart Apps Creator terhadap peningkatan kemampuan penguasaaan pemecahan masalah matematis mahasiswa pengguna. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester dua yang mengambil matakuliah matematika ekonomi di salah satu perguruan tinggi di Banten. Instrumen yang digunakan adalah angket dan tes. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan atau yang dikenal dengan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE terdiri dari 5 (lima) tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil uji kevalidan dari para ahli materi dan media diperoleh bahwa media pembelajaran matematika berbasis android berbantuan Smart Apps Creator termasuk pada kriteria kelayakan sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Uji kepraktisan oleh mahasiswa pengguna media pembelajaran diperoleh bahwa media pembelajaran matematika berbasis android berbantuan Smart Apps Creator termasuk dalam kriteria sangat praktis. Adapun uji efektivas produk yang dikembangkan diperoleh bahwa media pembelajaran matematika berbasis android berbantuan Smart Apps Creator efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Kata kunci: berbasis android, kemampuan pemecahan masalah matematis, media pembelajaran, Smart Apps Creator Abstract This study aims to: a) test the validity of the Android-based mathematics learning media assisted by Smart Apps Creator according to material and media experts; b) testing the practicality of the Android-based math learning media assisted by Smart Apps Creator according to student users; c) testing the effectiveness of the Android-based mathematics learning media assisted by Smart Apps Creator towards increasing the students' mathematical problem-solving ability. The research subjects were second-semester students who took economics mathematics courses at one of the universities in Banten. The instruments used are questionnaires and tests. This study uses a type of research and development known as Research and Development (R&D) with the ADDIE development model consisting of 5 (five) stages, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The validity test results from material and media experts showed that the Android-based mathematics learning media assisted by Smart Apps Creator included very valid criteria and could be used without revision. The practicality test by students using learning media obtained that the Android-based mathematics learning media assisted by Smart Apps Creator was included in the very practical criteria. As for the product effect test, it was obtained that the Android-based mathematics learning media assisted by Smart Apps Creator was effective in improving students' problem-solving skills. Keywords: Android based, learning media, mathematical problem-solving ability, Smart Apps Creator.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA MELALUI STRATEGI MENEBAK DENGAN CERDAS DAN MENGUJINYA Azka 'Afifah; Cecil Hiltrimartin; Somakim Somakim
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.684 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3851

Abstract

This study aims to describe the problem-solving abilities of students after taught intelligent guessing and testing strategy. This study is descriptive research. This study was conducted on students of X MIPA 4 SMA Negeri 1 Pangkalpinang. For further discussion, there were two subjects from student who was in very good category and sufficient category were chosen using purposive sampling technique. The data collected through test, then analyzed according to the four stages of Polya. The result of this study show that  student in very good category was able to do four stages of Polya correctly and able to apply the intelligent guessing and testing strategy to solve the problem. Meanwhile, student in sufficient category only able to understanding the problem correctly and still there was something wrong in applying the intelligent guessing and testing strategy.
PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) DITINJAU DARI ANALISIS URAIAN MATERI DAN HAMBATAN BELAJAR R Bambang Aryan Soekisno; Rafiq Zulkarnaen; Redo Martila Ruli
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.528 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.4017

Abstract

RPP merupakan rencana aktivitas belajar siswa yang disusun oleh guru sesuai dengan pengetahuan matematika dan keterampilan matematis yang termuat dalam kurikulum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana kemampuan, kualitas, dan cara guru matematika dalam mengidentifikasi materi serta merencanakan proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan studi kasus pada guru matematika SMA. Studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kasus tunggal dan analisis ganda. Instrument tes dan non tes digunakan dalam penelitian ini. Instrumen tes berbentuk tes kinerja subjek penelitian dalam menyusun rencana pembelajaran. Sementara itu, instrumen nontes berbentuk wawancara tidak terstrukur. Pengumpulan data pada penelitian ini terdiri dari dua tahap. Tahap Pertama digunakan untuk menjawab dua pertanyaan penelitian, yaitu:  bagaimana kemampuan guru matematika dalam mengidentifikasi materi dan merencanakan proses pembelajaran? bagaimana kualitas RPP yang disusun oleh guru matematika berdasarkan analisis materi dan hambatan belajar siswa ditinjau dari kualifikasi pendidikan serta lama mengajar? Tahap Kedua digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian, bagaimana cara guru matematika mengidentifikasi analisis materi dan hambatan belajar siswa dalam penyusunan RPP? Pada tahap ini dipilih kompetensi dasar (KD) pada aspek pengetahuan dan keterampilan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar subjek penelitian atau 54,55% kesulitan dalam mengidentifikasi urutan materi dan merencanakan proses pembelajaran sesuai dengan hambatan belajar siswa, dan sebagian kecil guru atau sebesar 36,33% dalam menganalisis materi untuk merancang pembelajaran sangat dipengaruhi oleh buku teks yang menyediakan panduan bagi guru dalam perencanaan dan proses pembelajaran.
PENGUASAAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP DITINJAU DARI KEYAKINAN EPISTEMOLOGIS TENTANG MATEMATIKA DAN KECERDASAN EMOSIONAL shentia liyuwana defi; I Nengah Parta; Hendro Permadi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.549 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3690

Abstract

This study aims to investigate the relationship between students' mathematical beliefs and levels of emotional intelligence with mastery of mathematical concepts. This type of research is a correlational study because it aims to determine the relationship between variable  (epistemological beliefs about mathematics) and variable  (emotional intelligence) with variable Y (mastery of mathematical concepts). The population in this study were students of SMP Islam Darussholihin Campurdarat, Tulungagung. The sample in this study was class VII with a total of 42 students. The instruments in this study were a questionnaire on mathematical beliefs and emotional intelligence as well as a test of mastery of the mathematical concept of the quadrilateral material. The technique of processing and analyzing data in this study uses the correlation test. The results of correlation testing in this study indicate that: (1) There is a significant relationship between epistemological beliefs about mathematics on students' mastery of mathematical concepts with a correlation coefficient value of  which means the correlation is classified as strong, (2) There is a significant relationship between emotional intelligence and mastery of mathematical concepts with a correlation coefficient of 0.449, which means the correlation is moderate, and (3) There is a significant relationship between epistemological beliefs about mathematics and emotional intelligence simultaneously on students' mastery of mathematical concepts with a correlation coefficient value of 0.573 which means the correlation is strong.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI ANDROID PADA MATERI TURUNAN FUNGSI ALJABAR Destiniar Destiniar; Rohana Rohana; Hijir Ardiansyah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.22 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.4050

Abstract

Abstrak Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Penelitian ini menggunakan metode penelitian ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis aplikasi android yang valid, praktis, dan efektif. Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi android pada materi turunan fungsi aljabar untuk siswa kelas XI SMA. Subjek dalam penelitian ini ialah peserta didik kelas XI di SMA Negeri 2 Kikim Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu walktrough, angket respon peserta didik, dan tes hasil belajar. Tingkat kevalidan yang dinilai oleh validator terdiri dari tiga dosen dan satu pendidik dengan aspek yang dinilai kualitas isi dan tujuan, kualitas intruksional, dan kualitas teknis dinyatakan valid menurut validator. Tingkat kepraktisan setelah diujicobakan kepada peserta didik mendapat skor 82,9% sehingga dikategorikan sangat praktis. dan juga berdasarkan tes hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran berbasis aplikasi android memperoleh skor 95% dengan kategori sangat efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis aplikasi android yang telah dikembangkan valid, sangat praktis dan sangat efektif. Kata Kunci: ADDIE; Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Android; Turunan Fungsi Aljabar.
KARAKTERISTIK MISKONSEPSI MAHASISWA PADA KONSEP HIMPUNAN DITINJAU DARI KEMAMPUANNYA DALAM MENGKONSRUKSI BUKTI MATEMATIS Arif Hidayatul Khusna; Alfiani Athma Putri Rosyadi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1604.92 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3735

Abstract

Salah satu hal yang mempengaruhi mahasiswa melakukan kesalahan pada materi himpunan adalah belum mahirnya kemampuan dalam membuktikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan miskonsepsi  mahasiswa pada konsep himpunan ditinjau dari kemampuannya dalam mengkonstruksi bukti. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah tes untuk memperoleh data miskonsepsi, dan pedoman wawancara untuk mendukung temuan miskonsepsi pada instrument tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada kriteria general argument miskonsepsi yang tejadi adalah ketidaksesuaian penafsiran konsep himpunan kosong dengan makna konsep himpunan kosong yang sebenarnya serta ketidak akuratan konsep subset yang dipahami. Pada subjek invalid general argument mengalami miskonsepsi berupa ketidak akuratan dalam memahami konsep anggota himpunan dan subset. Miskonsepsi yang terjadi pada subjek empirical argument adalah ketidak tepatan dalam menghubungkan konsep himpunan dan himpunan kosong, ketidaktepatan dalam mendiskripsikan makna simbol himpunan kosong, dan ketidak akuratan pada konsep subset. Sedangkan pada subjek non genuine argument miskonsepsi berupa ketidak tepatan dalam menafsirkan konsep anggota himpunan serta tidak dapat menghubungkan konsep negasi implikasi pada definisi subset, dan ketidak tepatan dalam memaknai simbol himpunan kosong.
ANALISIS PENGARUH DISPOSISI MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PEMECAHAN MASALAH Sri Winarni; Rohati Rohati; Ade Kumalasari; Marlina Marlina
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.657 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh disposisi matematika pada kemampuan komunikasi matematika dan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini merupakan penelitian mix method dengan pendekatan komparatif dan deskriptif. Data disposisi matematika didapatkan dari pengisian angket oleh seluruh siswa kelas VIII SMP N 7 Muara Jambi sedangkan data kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah menggunakan tes. Dari pengolahan angket disposisi matematika siswa di kategorikan menjadi dua level yaitu level 2 dan level 3. Setelah data dianalisis menggunakan uji multivariat yaitu uji Pillai’s Trace, Wilks’ Lambda, Hoteling’s Trace, dan Roy’ Largest Root diperoleh hasil berturut-turut adalah 0,429; 0,429; 0,430; 0,149. Nilai-nilai tersebut > 0,05, sehingga H0 diterima dan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pada rata-rata skor kemampuan komunikasi dan kemampuan pemecahan masalah siswa pada tiap kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa disposisi matematika pada level 2 dan 3 tidak mempengaruhi kemampuan komunikasi dan kemampuan pemecahan masalah. Sehingga untuk meningkatkan kemampuan tersebut, guru harus memperhatikan faktor lain yaitu pengetahuan awal, gender, kemampuan membaca, menulis, diskusi, tugas dan strategi yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA SOAL BERBASIS HIGH ORDER THINKING DITINJAU DARI KEMAMPUAN SPASIAL Mahfuddin Mahfuddin; Caswita Caswita
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.667 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3874

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan spasial memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran matematika. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal geometri  transformasi berbasis high order thinking ditinjau dari kemampuan spasial. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Instrumen dalam penelitian, yaitu tes kemampuan spasial, tes kemampuan pemecahan masalah berbasis HOTS, dan pedoman wawancara. Analisis data penelitian ini yaitu analisis pemecahan masalah yang berorientasi HOTS dan analisis wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan siswa dengan kemampuan spasial tinggi mampu melalui tahapan pemecahan masalah dengan level kognitif menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Siswa dengan kemampuan spasial sedang mampu melalui tahapan pemecahan masalah dengan level kognitif menganalisis dan mengevaluasi serta belum mampu melaksanakan penyelesaian dengan baik dan menemukan gagasannya dalam  memecahkan permasalahan. Siswa dengan kemampuan spasial rendah  hanya mencapai tahap level kognitif menganalisis, dan pada level kognitif mengevaluasi, hanya mampu memahami permasalahan tanpa memberikan penyelesaian. Hal ini menunjukkan kemampuan spasial tinggi lebih baik dalam menyelesaikan soal geometri transformasi berbasis high order thinking.