cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
KESIAPAN GURU MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH DALAM MENGAJARKAN LITERASI DAN NUMERASI MELALUI KURIKULUM MERDEKA Nurcholif Diah Sri Lestari; Didik Sugeng Pambudi; Dian Kurniati; Abdillah Putra Maulana; Wasilatul Murtafiah; Suwarno Suwarno
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.6674

Abstract

Literasi dan Numerasi merupakan kompetensi yang perlu dikuasai dan diajarkan di sekolah. Namun, guru belum pernah mempelajari bagaimana cara mengajarkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan guru matematika sekolah menengah dalam mengajarkan literasi dan numerasi. Data diperoleh melalui metode survei dengan desain cross-sectional pada awal implementasi kurikulum merdeka di Indonesia. Responden adalah 47 guru matematika yang merespon survei, yaitu 52,2% guru di sekolah menengah atas atau sederajat dan 47,8% guru di tingkat sekolah menengah pertama atau sederajat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) sebanyak 51,1% responden dikategorikan siap untuk mengajarkan literasi dan numerasi, 2) sebanyak 19,2% guru menyatakan siap dan telah mengajarkan literasi numerasi tetapi memilih metode pengajaran yang kurang tepat, 3) sebanyak 6,3% guru menyatakan siap mengajarkan literasi numerasi namun belum mempunyai pengalaman dalam mengajarkan literasi numerasi ataupun pemecahan masalah, 4) sebanyak 23,4% guru mempunyai pengalaman mengajar literasi numerasi melalui pemecahan masalah tetapi menyatakan tidak siap mengajarkan literasi numerasi. Temuan penelitian ini adalah hampir separuh jumlah guru masih belum siap mengajarkan literasi dan numerasi karena kurangnya keyakinan untuk mengajarkannya ataupun kurangnya pemahaman terhadap literasi dan numerasi. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan dilaksanakannya sosialisasi atau pelatihan pengajaran literasi dan numerasi melalui media online sebagai sumber informasi yang paling diminati responden 
INOVASI PEMBELAJARAN ABAD 21 DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DAN MODEL KOOPERARIF TIPE STAD Nadya Amalia Juana; Jailani Jailani; Junet Kaswoto
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.6497

Abstract

Learning to know, learning to do, learning to be, and learning to live together are all connected to the four pillars of education. In order to achieve the pillars of education, it is necessary to adapt to the current learning trend of cooperative learning and innovate learning. Using a scientific method and a cooperative learning model similar to STAD, the goal of this study is to make it more likely that students will be able to develop skills relevant to the modern world. With a total sample of 25 students, a quasi-experimental design was used for the research. Tests, questionnaires, observation sheets, and other methods of data collection are utilized. This study's findings demonstrate how STAD-style cooperative learning and a scientific approach support 21st-century students' skills and influence learning achievement. so that students' problem-solving, critical thinking, mathematical communication, and collaboration abilities will all benefit from the STAD learning model's implementation.
PENGEMBANGAN LAMPU PINTAR PERKALIAN DAN PEMBAGIAN (LAMPIRAN) BERBASIS ARDUINO PADA MATERI BILANGAN BULAT Nurbaiti Widyasari; Indah Lestari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.5614

Abstract

Permasalahan yang ditemui di lapangan adalah kesulitan peserta didik dalam memahami konsep perkalian dan pembagian, minimnya penggunaan media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi untuk materi perkalian dan pembagian, serta belum adanya media yang sejalan yang digunakan sejalan dengan gaya belajar peserta didik. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran lampu pintar perkalian dan pembagian (LAMPIRAN) berbasis Arduino pada materi bilangan positif dan negatif dan respon peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan 4D (Four-D) Thyagarajan. Model pengembangan ini terdiri atas empat tahap, yaitu Define, Design, Develop dan Disseminate. Subjek pada penelitian ini adalah 19 peserta didik kelas 6 MI Muhammadiyah Kalibeber Kota Wonosobo . Deskripsi kuantitatif dengan persentase digunakan sebagai analisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan 1) Sebesar 98% dengan kriteria sangat valid diperoleh dari validasi ahli bahasa, 2) Dengan nilai 84% kategori valid didapatkan dari validasi ahli materi, 3) Sebesar 72% dengan kriteria valid dinilai oleh validasi ahli media. Hasil respon peserta didik ditunjukkan 100% dengan kriteria tinggi dari uji coba kelompok kecil maupun kelompok besar. Berdasarkan hasil penilaian tersebut maka media pembelajaran LAMPIRAN berbasis Arduino yang dikembangkan valid atau layak digunakan dan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran dalam topik bilangan bulat. 
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MAHASISWA PADA MATA KULIAH KALKULUS Sufri Sufri; Feri Tiona Pasaribu
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.7256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran mata kuliah kalkulus I dengan “mengimplementasikan pembelajaran berbasis masalah” dalam proses pemelajaran pada program studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jambi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan desain penelitian menggunakan beberapa siklus yang terdiri dari 6 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika semester 1 tahun akademik 2021/2022 kelas yang berjumlah 20 orang. Variabel yang diamati sebagai indikator keberhasilan penelitian adalah, kemampuan kognitif, tingkat berpikir kritis, aktivitas mahasiswa dan dosen dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu instrument tes pada pendekatan kuantitatif, dan lembar observasi pada pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, secara numeris nilai rata-rata kemampuan kognitif mahasiswa mencapai 80,8% dan nilai rata-rata kelas 76,8. Nilai rata-rata tingkat berpikir kritis mahasiswa adalah 23 (66%) kategori sedang, namun pada pertemuan kelima dan keenam meningkat menjadi 90% dan 100% kategori sangat tinggi. Nilai rata-rata aktivitas mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran  mencapai 463 (85,7%) kategori sangat tinggi. Nilai rata-rata kualitas proses pembelajaran adalah 21 (80%) kategori tinggi. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi pembelajaran berbasis masalah dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran khususnya dalam proses pembelajaran mata kuliah kalkulus I. This study aims to improve the quality of the learning process for calculus I courses by "implementing problem-based learning" in the learning process in the Mathematics Education study program, FKIP University of Jambi. This type of research is Classroom Action Research (CAR), with a research design using several cycles consisting of 6 meetings. The research subjects were students of mathematics education in semester 1 of the 2021/2022 academic year, a class of 20 people. The variables observed as indicators of research success are cognitive abilities, critical thinking levels, student and lecturer activities in the learning process. Data collection techniques in this study are test instruments on a quantitative approach, and observation sheets on a qualitative approach. The results showed that numerically the average value of students' cognitive abilities reached 80.8% and the class average value was 76.8. The average value of students' critical thinking level was 23 (66%) in the medium category, but at the fifth and sixth meeting it increased to 90% and 100% very high category. The average value of student activity in participating in the learning process reaches 463 (85.7%) in the very high category. The average value of the quality of the learning process is 21 (80%) in the high category. The research concluded that the implementation of problem-based learning in the learning process can improve the quality of the learning process, especially in the learning process of calculus I courses.
LITERASI ALAT DITINJAU DARI 3 PROSES MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN PROYEK PENGUKURAN TINGGI TIANG BENDERA Sara Kartika Ratri; Erlina Prihatnani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.7450

Abstract

Abstrak Literasi matematika membantu sesorang untuk merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematikake dalam berbagai konteks. Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan literasi matematika yang cukup. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan PISA dan TIMSS selama 10 tahun terakhir, menunjukkan bahwa literasi matematika di Indonesia masih belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Berdasarkan masalah tersebut, maka perlu dilakukan analisis literasi matematika secara mendalam. Literasi matematika dapat di analisis dalam aspek yang saling terkait satu sama lain. Aspek tersebut salah satunya adalah proses matematika. Selain itu PISA juga mengungkapkan bahwa ada tujuh kemampaun dasar matematika yang mendukung setiap proses dalam literasi matematika. Salah satu kemampuan dasar matematika adalah penggunaan alat matematika. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematika mahasiswa calon guru matematika terhadap penggunaan alat matematika ditinjau dari 3 proses matematika dalam menyelesaikan proyek pengukuran tinggi tiang bendera. Subjek penelitian ini adalah sembilan mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana angkatan 2020 yang sudah mengambil matakuliah Trigonometri, komunikatif, dan bersedia menjadi subyek. Data yang dikumpulkan berupa laporan proyek (laporan awal, laporan pelaksanaan, laporan akhir) dan wawancara. Dari proyek dapat diketahui bahwa penggaris, meteran, klinometer dan kalkulator digunakan untuk menyelesaikan proyek pengukuran tinggi tiang. Namun alat-alat tersebut masih ditemukan ketidakoptimalan dan kesalahan penggunaanya. AbstractMathematical literacy helps someone to formulate, use, and interpret mathematics into various contexts. However, not everyone has sufficient mathematical literacy skills. Based on survey results conducted by PISA and TIMSS for the last 10 years, shows that mathematical literacy in Indonesia is still not showing the expected results. Based on these problems, it is necessary to do an in-depth analysis of mathematical literacy. Mathematical literacy can be analyzed in aspects that are interrelated with one another. One of these aspects is the mathematical process. In addition, PISA also reveals that there are seven basic mathematical abilities that support every process in mathematical literacy. One of the basic abilities of mathematics is the use of mathematical tools. This qualitative research aims toanalyze the mathematical literacy abilities of prospective mathematics teacher students towards the use of mathematical tools in terms of 3 mathematical processes in completing a project measuring the height of a flagpole. The subjects of this study were nine students of Mathematics Education at Satya Wacana Christian University class of 2020who have taken Trigonometry courses, are communicative, and are willing to be subjects.Data collected in the form of project reports (preliminary reports, implementation reports, final reports) and interviews. From the project it can be seen thata ruler, tape measure, clinometer and calculator are used to complete a pile height measurement project. However, these tools are still found to be not optimal and misused.
STUDENTS’ MATHEMATICAL REPRESENTATION ABILITY IN SOLVING PISA PROBLEM Ahbi Mahdianing Rum; Dadang Juandi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.7283

Abstract

This study aims at describing students’ mathematical representation ability in solving PISA problem. Qualitative research was used in this study. Participants of the research were 28 students of IX A at junior high school 01 North Bengkulu. Data collected through representation ability skill test, questionnaire and interview. Data analysis revealed that students were able to solve PISA problems but still face some difficulties in presenting mathematical representations related to the solutions of PISA problem. Many students are able to solve the PISA questions having been given with the correct calculations and reasonable logic. Unfortunately, they have a low verbal representation ability. It is showed when students face difficulty writing down what is on their minds precisely. Furthermore, very few students solve the problem using symbol representation. In addition, very few students are able to present visual representations correctly. Most of the graphs made by students are still imprecise or totally incorrect.
LEARNING PROCESS OF POLYHEDRON USING COLLABORATIVE LEARNING THROUGH LSLC Rahmi Rahmi; Ratu Ilma Indra Putri; Rina Febriana; Yulia Haryono; Lita Lovia
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.6917

Abstract

The difficulty of learning to build polyhedron for middle students makes experts lecturers collaboratively create learning trajectories through the Lesson Study for Learning Community (LSLC). This study aims to produce a learning trajectory that can assist students in learning polyhedron using collaborative learning through LSLC. The research method used was design research with the first stage, preparing for experiment, experimental design, and retrospective analysis. This learning approach uses collaborative  LSLC is used in the process of making teaching materials and along with research methods. This study involved 47 lecturers and 24 mathematics education students. Data collection was carried out through observing student activities, recording video events in class, collecting student work results, and student test results. The collected data were then analyzed retrospectively with the results showing that collaborative and LSLC used in the acquired learning paths can help students in learning flat-sided shapes. The learning trajectory includes (1) students can collaboratively understand the surface area of the cube (2) collaboratively, students can understand the space diagonal of a block. With the existence of LSLC, researchers can form learning communities with research subjects, collaborate in making learning designs and teaching materials, and produce multilevel effective learning through sharing tasks and jumping tasks 
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DAN MODEL PBL UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Ramadhan Permadikusuma Nugraha; Rini Dian Anggraini; Syarifah Nur Siregar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.6572

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran yang teruji nilai kevalidan dan kepraktisannya untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan ialah Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan pendekatan saintifik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Development and Disseminate). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara, observasi perangkat pembelajaran, observasi kegiatan pembelajaran, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yakni lembar validasi dan angket respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria minimal valid dan praktis dengan skor  dalam setiap aspek yang diujikan. Rata-rata hasil kegiatan validasi ialah: (1) silabus 3,85 kategori sangat valid; (2) RPP 3,81 kategori sangat valid; dan (3) LKPD 3,70 juga kategori sangat valid. Subjek penelitian ujicoba ialah 9 peserta didik Kelas VIII Ponpes. Manhajussalikin Kab. Rokan Hulu, Riau, pada ujicoba kelompok kecil dan 22 peserta didik kelas VIII SMP Ar-Riyadh Kab. Siak, Riau pada ujicoba kelompok besar. Hasil yang diperoleh pada saat ujicoba adalah 1) ujicoba kelompok kecil 3,03 dalam kategori praktis dan 2) ujicoba besar 3,38 dalam kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil analisis pada kegiatan validasi dan ujicoba produk, perangkat pengembangan telah valid dan praktis serta dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran.AbstractThe purpose of this research is to develop learning tools that have been tested for validity and practicality for use in the learning process. The developed learning tools include Syllabus, Lesson Plan (RPP), and Student Worksheets (LKPD) using the Problem Based Learning (PBL) model and a scientific approach. This type of research is development research using the 4D development model (Define, Design, Development, and Disseminate). The data collection techniques in this research include interviews, observation of learning tools, observation of learning activities, and documentation. The research instruments used are validation sheets and student response questionnaires. The results of the research show that the developed learning tools have met the minimum criteria for validity and practicality with scores ≥2.50 in each tested aspect. The average validation results are as follows: (1) syllabus 3.85 in the highly valid category; (2) RPP 3.81 in the highly valid category; and (3) LKPD 3.70 also in the highly valid category. The research subjects for the pilot study were 9 students of Class VIII at Ponpes Manhajussalikin in Kab. Rokan Hulu, Riau, for the small group pilot, and 22 students of Class VIII at SMP Ar-Riyadh in Kab. Siak, Riau, for the large group pilot. The results obtained during the pilot study are as follows: 1) small group pilot with a score of 3.03 in the practical category, and 2) large group pilot with a score of 3.38 in the highly practical category. Based on the analysis of the validation and pilot study activities, the development tools have been validated, proven to be practical, and can be used in learning activities.
PROBLEM-BASED LEARNING MODEL MANAGEMENT ON THE INTEREST IN LEARNING MATHEMATHICS OF ELEMENTAR SCHOOL STUDENT Deni Setiawan; Indah Anggraini; Arif Hidayat
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.7200

Abstract

The Problem Based Learning (PBL) model can be applied to elementary mathematics learning. This study aims to analyze the factors of student interest, the learning process, and the applications of PBL in elementary school mathematics learning. The research used qualitative method with a case study approach. The research subjects were students and teachers of class V SD Negeri 1 Bengkal. Researchers collected data through structured interviews with mathematics teachers, filling out 15 student questionnaires, learning observations, and photo, audio, and video documentation. Miles and Huberman's model analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusions. Design of data validity with credibility test and confirmability test. The credibility test uses methods of increasing research persistence, technique triangulation, and member check. The Confirmability test uses journals to reflect data. Research findings (1) two factors influence interest in learning, namely internal and external factors in mathematics leaning. (2) The learning process of the PBL model in mathematics leaning is student-oriented. (3) Learning with the PBL model has advantages, including increasing learning motivation; improving student academic achievement; improving the ability to collaborate, work together and communicate.Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat diterapkan pada pembelajaran matematika Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor minat siswa pada pembelajaran matematika, proses pembelajaran matematika, dan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran Matematika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dari penelitian ini adalah siswa dan guru kelas V SD Negeri 1 Bengkal. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara terstruktur dengan guru matematika kelas V, pengisian angket oleh 15 siswa kelas V, dua kali pengamatan proses pembelajaran, dan dokumentasi berupa foto, audio, dan video. Teknik analisis data yang digunakan peneliti ialah model Miles dan Hubermen yang meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan simpulan. Teknik keabsahan data peneliti menggunakan uji credibility dan uji confirmability. Pada uji kredibilitas data, peneliti menggunakan cara peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, dan membercheck. Uji confirmability dilakukan dengan menggunakan jurnal untuk merefleksi data yang dikumpulkan. Temuan dari penelitian ini adalah (1) Terdapat 2 faktor yang mempengaruhi minat belajar matematika kelas V yaitu faktor internal dan eksternal pada pembelajaran matematika. (2) Proses pembelajaran matematika kelas V menggunakan model PBL berorientasi pada siswa. (3) Pada pembelajaran matematika kelas V guru menggunakan model pembelajaran PBL karena memiliki kelebihan diantaranya: meningkatkan motivasi belajar; meningkatkan pencapaian akademik siswa; meningkatkan kemampuan berkolaborasi dan bekerja sama serta berkomunikasi. 
Pemanfaatan Geogebra Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep pada Pembelajaran Matematika Ekonomi Anton Nasrullah; Umalihayati Umalihayati; Melinda Putri Mubarika
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.7098

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep pada pembelajaran matematika ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali keefektifan penggunaan GeoGebra dalam meningkatkan pemahaman konsep fungsi linier dan meningkatkan sikap mahasiswa dalam konteks pembelajaran matematika ekonomi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu, dan desain penelitiannya adalah non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah mahasiswa jurusan manajemen pada semester pertama, dan sampel sebanyak dua dari enam kelas secara non random. Kelas eksperimen menggunakan aplikasi GeoGebra dan terdiri dari 35 mahasiswa. Sebaliknya, kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran biasa terdiri dari 30 mahasiswa. Hasil penelitian adalah 1) mahasiswa yang belajar menggunakan aplikasi GeoGebra mengalami peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika dibandingkan dengan mahasiswa yang belajar menggunakan pembelajaran biasa pada pembelajaran matematika ekonomi, dan 2) mahasiswa memiliki sikap positif terhadap pembelajaran matematika ekonomi menggunakan GeoGebra. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran matematika ekonomi dengan menggunakan GeoGebra dapat membantu mahasiswa meningkatkan pemahaman konsep dan berdampak pada sikap positif.